Karya Tulis Dosen
Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan
731–740
dari
1395
karya tulis dosen
Karya Tulis
2019
Program intervensi gizi terhadap tekanan darah dan intake garam pada penderita hipertensi di kota Malang
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
ABSTRAK
Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan bahwa jumlah penderita hipertensi tertinggi di kota Malang berada di Puskesmas Kendalkerep.
Rekomendasi gizi bagi orang-orang dengan hipertensi yang ditetapkan oleh WHO termasuk membatasi asupan natrium/garam untuk mencapai atau mempertahankan tekanan darah normal; mengkonsumsi karbohidrat dengan jumlah cukup dari makanan padat gizi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan; serta konsumsi cukup serat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas intervensi untuk menurunkan intake garam pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas Kendalkerep.
Desain penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental menggunakan perbandingan kelompok kontrol-perlakuan. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Kendalkerep kota Malang, dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2019. Total partisipan sebanyak 100 orang penderita hipertensi (50 orang kelompok perlakuan, 50 orang kelompok kontrol). Latar belakang partisipan berasal dari berbagai suku dan sosial demografi. Intervensi dilakukan dengan memberikan konseling gizi, aktifitas fisik, dan pendampingan memasak pada pasien dan keluarga dengan hipertensi. Hasil yang diukur adalah tekanan darah dan empat hari (4-d) food records (3 hari biasa dan 1 hari libur/weekend) selama 24 jam. Tekanan darah untuk mengevaluasi antara kelompok kontrol dan perlakuan. FR ini digunakan untuk mengukur perubahan intake garam. Pengolahan analisis statitistik tekanan darah dan intake garam menggunakan Uji Independent T-test untuk membandingkan perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Uji statistik menggunakan software SPSS versi 23 pada tingkat kepercayaan 95%.
Terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan. Namun, tidak ditemukan perbedaan pada status antropometri dan intake garam.
Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan bahwa jumlah penderita hipertensi tertinggi di kota Malang berada di Puskesmas Kendalkerep.
Rekomendasi gizi bagi orang-orang dengan hipertensi yang ditetapkan oleh WHO termasuk membatasi asupan natrium/garam untuk mencapai atau mempertahankan tekanan darah normal; mengkonsumsi karbohidrat dengan jumlah cukup dari makanan padat gizi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan; serta konsumsi cukup serat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas intervensi untuk menurunkan intake garam pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas Kendalkerep.
Desain penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental menggunakan perbandingan kelompok kontrol-perlakuan. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Kendalkerep kota Malang, dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2019. Total partisipan sebanyak 100 orang penderita hipertensi (50 orang kelompok perlakuan, 50 orang kelompok kontrol). Latar belakang partisipan berasal dari berbagai suku dan sosial demografi. Intervensi dilakukan dengan memberikan konseling gizi, aktifitas fisik, dan pendampingan memasak pada pasien dan keluarga dengan hipertensi. Hasil yang diukur adalah tekanan darah dan empat hari (4-d) food records (3 hari biasa dan 1 hari libur/weekend) selama 24 jam. Tekanan darah untuk mengevaluasi antara kelompok kontrol dan perlakuan. FR ini digunakan untuk mengukur perubahan intake garam. Pengolahan analisis statitistik tekanan darah dan intake garam menggunakan Uji Independent T-test untuk membandingkan perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Uji statistik menggunakan software SPSS versi 23 pada tingkat kepercayaan 95%.
Terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan. Namun, tidak ditemukan perbedaan pada status antropometri dan intake garam.
2019
PROGRAM REVITALISASI BUKU KIA SEBAGAI SARANA DETEKSI DINI RESIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
RINGKASAN
Kehamilan risiko tinggi dapat dideteksi apabila ibu hamil melakukan pemeriksaan
Ante
Natal
Care
(ANC)
secara
rutin.
Ibu
hamil
sekurang-kurangnya
menerima
pemeriksaan hamil empat kali sesuai standar dengan distribusi satu kali pada trimester
satu, satu kali pada trimester dua, dan dua kali pada trimester tiga. Termasuk di dalam
pelayananan ini adalah deteksi tanda bahaya/risiko tinggi sedini mungkin, serta pemberian
informasi
tentang
upaya
menjaga
kehamilan
dan
mempersiapkan
persalinan
agar
persalinan
berjalan
dengan
baik.
Hal
ini
dilakukan
bidan
untuk
menilai
apakah
perkembangan ibu dan janin berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan
risiko tinggi/kelainan, bila ditemukan kelainan bidan harus mampu mengambil tindakan
yang diperlukan dan merujuk untuk tindakan selanjutnya.
Pencatatan hasil pemeriksaan merupakan tugas bidan yang terdapat pada Standar
Kompetensi Bidan yaitu standar kompetensi 2 tentang pencatatan dan pelaporan, dan juga
merupakan
bagian
dari
standar
pelayanan
Antenatal
yang
berkualitas.
Setiap
kali
pemeriksaan, bidan wajib mencatat hasilnya pada rekam medis, Kartu Ibu dan Buku KIA.
Pada saat ini pencatatan hasil pemeriksaan antenatal masih sangat lemah, sehingga data
datanya
tidak dapat dianalisa untuk meningkatkan kualitas pelayanan antenatal.
Fungsi Buku KIA sebagai informasi, dan alat pencatatan dapat digunakan untuk
menganalisis kondisi kesehatan ibu hamil. Dengan pencatatan yang lengkap dan akurat
tentang kesehatan ibu hamil pada buku KIA maka apabila dianalisa data-datanya dapat
sebagai
peringatan
dini
terhadap ancaman
resiko tinggi
ibu
hamil,
sehingga
akan
menghindari 3T (terlambat deteksi, terlambat rujukan, terlambat penanganan). Dengan
meningkatkan mutu catatan rekam medis ibu hamil pada buku KIA, dan penggunaannya
sebagai analisa dan pemantauan kesehatan ibu hamil maka deteksi dini tentang adanya
faktor resiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat sedini mungkin, merupakan
kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan.
Pada pengabdian masyarakat pelatihan dan pendampingan kader dalam revitalisasi
buku KIA di Puskesmas Sukorame Kota Kediri menjadi salah satu upaya untuk membantu
tenaga kesehatan dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi beserta penanganannya.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi
dan peningkatan
pengetahuan tenaga kesehatan mengenai buku KIA.
Kehamilan risiko tinggi dapat dideteksi apabila ibu hamil melakukan pemeriksaan
Ante
Natal
Care
(ANC)
secara
rutin.
Ibu
hamil
sekurang-kurangnya
menerima
pemeriksaan hamil empat kali sesuai standar dengan distribusi satu kali pada trimester
satu, satu kali pada trimester dua, dan dua kali pada trimester tiga. Termasuk di dalam
pelayananan ini adalah deteksi tanda bahaya/risiko tinggi sedini mungkin, serta pemberian
informasi
tentang
upaya
menjaga
kehamilan
dan
mempersiapkan
persalinan
agar
persalinan
berjalan
dengan
baik.
Hal
ini
dilakukan
bidan
untuk
menilai
apakah
perkembangan ibu dan janin berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan
risiko tinggi/kelainan, bila ditemukan kelainan bidan harus mampu mengambil tindakan
yang diperlukan dan merujuk untuk tindakan selanjutnya.
Pencatatan hasil pemeriksaan merupakan tugas bidan yang terdapat pada Standar
Kompetensi Bidan yaitu standar kompetensi 2 tentang pencatatan dan pelaporan, dan juga
merupakan
bagian
dari
standar
pelayanan
Antenatal
yang
berkualitas.
Setiap
kali
pemeriksaan, bidan wajib mencatat hasilnya pada rekam medis, Kartu Ibu dan Buku KIA.
Pada saat ini pencatatan hasil pemeriksaan antenatal masih sangat lemah, sehingga data
datanya
tidak dapat dianalisa untuk meningkatkan kualitas pelayanan antenatal.
Fungsi Buku KIA sebagai informasi, dan alat pencatatan dapat digunakan untuk
menganalisis kondisi kesehatan ibu hamil. Dengan pencatatan yang lengkap dan akurat
tentang kesehatan ibu hamil pada buku KIA maka apabila dianalisa data-datanya dapat
sebagai
peringatan
dini
terhadap ancaman
resiko tinggi
ibu
hamil,
sehingga
akan
menghindari 3T (terlambat deteksi, terlambat rujukan, terlambat penanganan). Dengan
meningkatkan mutu catatan rekam medis ibu hamil pada buku KIA, dan penggunaannya
sebagai analisa dan pemantauan kesehatan ibu hamil maka deteksi dini tentang adanya
faktor resiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat sedini mungkin, merupakan
kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan.
Pada pengabdian masyarakat pelatihan dan pendampingan kader dalam revitalisasi
buku KIA di Puskesmas Sukorame Kota Kediri menjadi salah satu upaya untuk membantu
tenaga kesehatan dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi beserta penanganannya.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi
dan peningkatan
pengetahuan tenaga kesehatan mengenai buku KIA.