Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 671–680 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU, PENGETAHUAN GIZI IBU, TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT PENGUNJUNG POSYANDU DI KELURAHAN BURING KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SUKANING RAHADJENG
NIM: 0703400011
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M.Kes.RD.
Subjek: Sikap, pengetahuan, partisipasi, posyandu
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ANTARA WAKTU PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD dr. SOEDOMO KABUPATEN TRENGGALEK

Lihat Detail Karya
Penulis: REGITA RAGIL DYAH PITALOKA
NIM: P17410204167
Program Studi: D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S.ST.,S.Gz., MPH
Subjek: Waktu Penyediaan, Kepuasan Pasien, Dokumen Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II

Lihat Detail Karya
Penulis: MITA OKTAVIANI
NIM: P17110203067
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M. Kes., RD.
Subjek: Diabetes Melitus Tipe 2, Asupan Karbohidrat, Aktivitas Fisik
Lihat Abstraksi
Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi akibat kerusakan sekresi insulin, kinerja insulin, atau keduanya. faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu gaya hidup sepeti makanan yang dikonsumsi, pola istirahat, aktifitas fisik dan manajemen stress. Faktor yang tak dapat diubah diantaranya usia serta genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro tersebut. Dilakukan seleksi terhadap 8 artikel menggunakan. Artikel diambil dari data base bereputasi. Delapan artikel dari sumber sekunder Google Scholar. Penyelesaianan diambil dengan memperhatikan PEOS, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Tidak terdapat hubungan asupan karbohidrat terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 tetapi terdapat hubungan aktivitas fisik terhadap kejadian diabtes melitus tipe 2. Asupan karbohidrat tidak memiliki memiliki hubungan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2. Aktivitas fisik secara langsung memiliki hubungan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2. Pengkajian selanjutnya diharapkan untuk melakukan pengkajian mengenai hubungan asupan karbohidrat dan aktivitas fisik terhadap risiko diabetes tipe 2 dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya risiko diabetes tipe 2 sehingga bisa dijadikan karakteristik responden pada saat penelitian. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Asupan Karbohidrat, Aktivitas Fisik
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, ASUPAN NATRIUM, STATUS GIZI, SERTA AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIZAH TRIANTIKA MEIRIANA PUTRI
NIM: P17111191006
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes., RD dan Dr. Nur Rahman, STP., MP., RD
Subjek: Hipertensi, Asupan Lemak, Asupan Natrium, Status Gizi, Aktivitas Fisik.
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi masih menjadi penyebab paling umum terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, Hipertensi disebut sebagai silent killer karena seringkali muncul tanpa gejala. Asupan lemak, asupan natrium, status gizi, serta aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Asupan lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko aterosklerosis yakni penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah dan menyebabakan tekanan darah tinggi. Asupan natrium yang tinggi dapat memicu terjadinya peningkatan volume plasma dan curah jantung sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Status gizi obesitas akan meningkatkan beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, akibatnya tekanan darah cenderung lebih tinggi. Selain itu, aktivitas fisik yang rendah cenderung menyebabkan frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi dan mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi sehingga semakin keras otot jantung dalam memompa darah yang akan menyebabkan kenaikan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak, asupan natrium, status gizi, serta aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang melibatkan 32 responden dengan usia ≥45 tahun. Pengambilan data asupan lemak dan asupan natrium menggunakan formulir Food Recall 3x24 jam, untuk pengambilan data status gizi dilakuka dengan cara pengukuran secara langsung, dan pengambilan data aktivitas fisik menggunakan formulir PAL (Physical Activity Level). Analisa data penelitian menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% dengan p-value 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara asupan lemak dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 ), terdapat hubungan antara asupan natrium dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,004), tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,415). Simpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak, asupan natrium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi serta tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Kata kunci : Hipertensi, Asupan Lemak, Asupan Natrium, Status Gizi, Aktivitas Fisik.
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Lihat Detail Karya
Penulis: HINDUN HIKMAH WATI
NIM: P17111193048
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Rr. Endang Sutjiati, M.Kes, Rany Adelina, S.Gz., MS.
Subjek: Asupan Natrium, Asupan Karbohidrat, Asupan Protein, Asupan Lemak, dan Hipertensi
Lihat Abstraksi
Hipertensi atau yang biasa disebut dengan tekanan darah tinggi, merupakan keadaan dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal. Semakin bertambahnya usia maka prevalensi seseorang menderita hipertensi juga semakin meningkat. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Malang 2015 prevalensi hipertensi di Kecamatan Tumpang berada di urutan tertinggi ke empat. Hipertensi jika dibiarkan hingga tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hipertensi dari yang dapat dikontrol hingga yang tidak dapat dikontrol. Faktor hipertensi yang tidak dapat dikontrol antara lain riwayat keluarga, jenis kelamin, dan usia, serta faktor yang dapat dikontrol antara lain gaya hidup meliputi obesitas, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, dan kebiasaan tidur. Serta konsumsi natrium, karbohidrat, protein, dan lemak yang berlebih juga dapat menyebabkan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan natrium, karbohidrat, protein, dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian ini menggunkan desain Cross-Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik korelasi pearson. Hasil uji korelasi pearson pada asupan natrium diperoleh nilai p=0,624, asupan karbohidrat p=0,445, asupan protein p=0,800, dan asupan lemak p=0,530, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, karbohidrat, protein, dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan natrium, karbohidrat, protein, dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata kunci: Asupan Natrium, Asupan Karbohidrat, Asupan Protein, Asupan Lemak, dan Hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI INDONESIA

Lihat Detail Karya
Penulis: SEALVANA BIN GAMA
NIM: P17110203071
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Rany Adelina, S.Gz., MS
Subjek: Asupan Protein, Stunting Balita
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis berupa penurunan kecepatan pertumbuhan secara linier akibat malnutrisi jangka panjang. Stunting menurut World Health Organization (WHO) Child Growth Standart didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Faktor yang menyebabkan stunting yaitu berupa asupan makanan dan penyakit infeksi. Balita yang mengalami defisiensi asupan protein yang berlangsung lama meskipun asupan energinya tercukupi akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang terhambat yang disebut dengan stunting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis literatur review atau tinjauan pustaka yang akan dirangkum menggunakan metode tradisional review. Dalam metode ini, karya-karya ilmiah yang akan direview dipilih sendiri oleh peneliti dengan topik sesuai yaitu mengenai hubungan asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia (studi literatur). Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia. Kesimpulan: Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan terhadap tujuh jurnal, kesimpulan yang diperoleh yaitu lima jurnal menyatakan terdapat hubungan antara asupan protein dengan kejadian stunting balita dan dua jurnal menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan. Hasil dan pembahasan penyebab kejadian stunting balita di Indonesia disebabkan karena kurangnya asupan protein. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia. Kata Kunci: Asupan Protein, Stunting Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO DENGAN KEJADIAN SINDROMA METABOLIK PADA REMAJA OBESITAS

Lihat Detail Karya
Penulis: Zafira Nandya Affrianti
NIM: P17111225016
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Fifi Luthfiyah, SST., M. Kes,
Subjek: asupan zat gizi makro dan mikro, sindroma metabolik
Lihat Abstraksi
Masa remaja yang merupakan peralihan anak menjadi dewasa menyebabkan remaja berbeda dengan anak dan dewasa baik dalam gaya hidup dan kebiasaan maupun perubahan metabolik dalam tubuh. Dengan perubahan gaya hidup menyebabkan remaja rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit dan salah satu di antaranya adalah obesitas. Masalah sindroma metabolik (SM) dikalangan remaja mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan kejadian obesitas pada kelompok remaja usia 15-18 tahun. Kriteria diagnosis bahwa seseorang memiliki sindroma metabolik yaitu terdiri dari obesitas abdominal, hipertrigliserida, HDL kolesterol, Hipertensi, dan kadar glukosa darah puasa. Asupan zat gizi makro dan mikro yang terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, Vitamin C, Vitamin A, dan natrium berpengaruh terhadap kejadian obesitas dan juga penyebab dari sindroma metabolik, dikarenakan jenis makanan yang dipilih oleh ramaja saat ini lebih condong pada pengaruh western seperti fast food/makanan cepat saji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan mikro dengan kejadian sindroma metabolik pada remaja obesitas. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik yaitu peneliti akan melakukan observasi tanpa memberikan intervensi kepada responden dengan menggunakan uji non parametrik chi square dan uji korelasi spearman. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 22 orang di SMAN 1 Singosari, Kabupaten Malang dan penelitian ini dilakukan selama satu bulan. Data asupan responden dikumpulkan dengan teknik Food Recall 2x24 jam dengan metode wawancara. Data pemeriksaan lingkar perut, trigliserida, glukosa darah puasa, tekanan darah, dan kadar HDL dilakukan berturut-turut selama 4 minggu dengan bantuan tenaga medis. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan diperoleh nilai signifikan yaitu < 0,05 maka dinyatakan terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dan mikro dengan kejadian sindroma metabolik dengan kriteria komponen obesitas abdominal, hipertensi, HDL kolesterol, trigliserida, dan glukosa darah puasa pada remaja obesitas. Kata kunci : asupan zat gizi makro dan mikro, sindroma metabolik, remaja obesitas.
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI INDONESIA

Lihat Detail Karya
Penulis: IMRO` ATUS SHOLIKHAH
NIM: P17110203103
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Rany Adelina, S. Gz., MS.
Subjek: remaja, obesitas, zat gizi makro
Lihat Abstraksi
Abstrak Latar Belakang: Saat remaja mengalami masa peralihan, berbagai perubahan fisik terjadi karena sistem hormonal dalam tubuhnya mulai matang. Perubahan ini dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi dan berat badan. Kondisi kelebihan berat badan pada remaja sering disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi makanan berenergi tinggi yang berlebihan. Untuk mengatasi masalah obesitas dan gizi buruk pada remaja, dilakukan pendekatan Positive Deviance (PD). Metode: Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro tersebut. Dilakukan seleksi terhadap 7 artikel menggunakan JBI Critical Appraisal tools. Artikel diambil dari data base bereputasi. Tujuh artikel dari sumber sekunder GoogleSchoolar dan repository.penyelesaianan diambil dengan memperhatikan PEOS, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Hasil: Terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan kejadian obesitas pada remaja di Indonesia. Kesimpulan: Terdapat hubungan asupan zat gizi makro memiliki hubungan dengan kejadian obesitas remaja di Indonesia. pengkajian selanjutnya diharapkan untuk melakukan pengkajian mengenai hubungan asupan zat gizi makro pada remaja dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja. Kata Kunci: remaja, obesitas, zat gizi makro
Cover KTI
2023

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, MINERAL (Natrium, Kalium), DAN CAIRAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWI JURUSAN GIZI POLKESMA

Lihat Detail Karya
Penulis: SUFY KANEISYAH AGUS
NIM: P17111201013
Program Studi: JURUSAN GIZI PROGRAM STUDI D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Fifi Luthfiyah,SST.M.Kes dan Dwipajati, SST., M.Gz
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN BEBAN GLIKEMIK DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IKA AMALIAH SAFITRI
NIM: P17111191005
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Rr. Endang Sutjiati, M.Kes. dan Dr. Nur Rahman, STP., MP., RD
Subjek: Diabetes Melitus, Glukosa Darah, Beban Glikemik, Aktivitas Fisik
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang menjadi prioritas dunia saat ini. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Indonesia sebesar 2%, sedangkan prevalensi di Jawa Timur sebesar 2,6% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang Tahun 2021, Puskesmas Dinoyo menempati urutan tertinggi jumlah pasien diabetes melitus, dengan jumlah penderita sebanyak 2.173 jiwa. Penatalaksaan diabetes melitus perlu dilakukan agar kondisi penyakit tidak semakin memburuk. Penatalaksanaan dilakukan seperti terapi diet dengan memperhatikan konsumsi beban glikemik makanan dan melakukan aktivitas fisik. Beban glikemik dilihat untuk mengukur dampak potensial makanan terhadap kadar glukosa darah. Mengonsumsi makanan dengan beban glikemik tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Aktivitas fisik berperan utama dalam pengendalian glukosa darah. Pada saat melakukan aktivitas fisik maka terjadi peningkatan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan jumlah kadar gula darah dalam tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara beban glikemik dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa penderita diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional. Desain penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa data penelitian menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank. Hasil: Uji statistik menunjukkan pada beban glikemik diperoleh nilai p= 0,001 dan aktivitas fisik p=0,116. Simpulan: Ada hubungan antara beban glikemik dengan kadar glukosa darah serta tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang Kata kunci : Diabetes Melitus, Glukosa Darah, Beban Glikemik, Aktivitas Fisik
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan