Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5181–5188 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2012

PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR LEMAK DAN KEJENUHAN ASAM LEMAK KACANG TANAH (Arachis hypogea L)

Lihat Detail Karya
Penulis: ARINDRA NIRBAYA
NIM: 0903000044
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso dan Diniyah Kholidah.
Subjek: MUTU ORGANOLEPTIK,lemak, asam lemak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nirbaya, Arindra. (2012). Pengaruh Pengolahan terhadap Mutu Organoleptik, Kadar Lemak dan Kejenuhan Asam Lemak Kacang Tanah (Arachis hypogea L). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Agus Heri Santoso dan Diniyah Kholidah. Kacang tanah merupakan sumber lemak dan protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam 100 gram kacang tanah terdapat 18 gram omega 3 dan 17 gram omega 9 yang esensial bagi tubuh dan sangat baik untuk kesehatan. Omega 3 dan omega 9 tersebut tergolong dalam asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Dalam keadaan panas, ikatan ganda asam lemak tak jenuh rusak atau teroksidasi oleh panas dan terjadi pirolisis yang bersifat karsinogen. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh pengolahan terhadap mutu organoleptik dan kejenuhan asam lemak kacang tanah. Jenis penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah kacang tanah. Uji statistik yang yang digunakan untuk mengolah data hasil uji kejenuhan asam lemak kacang tanah adalah uji statistik One Way Anova. Sedangkan hasil uji mutu organoleptik di analisis menggunakan uji statistik kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji statistik Mann-whitney. Dari hasil penelitian diperoleh hasil lemak yang terdapat dalam olahan kacang tanah berkisar antara 28.05 % - 49.95 %. Sedangkan kadar bilangan iod berkisar antara 59.65 g/100g – 96.89 g/100g bahan. Nilai – nilai tersebut terdapat dalam sampel olahan kacang tanah dengan kadar air 3.00% - 39.67%. Kadar lemak dan bilangan iod tertinggi terdapat pada kacang tanah yang dipresto. Sedangkan kadar lemak dan bilangan iod terendah terdapat pada kacang tanah oven. Perbedaan ini secara uji statistik oneway anova pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan beda yang nyata (p value= 0.000 < 0.05). Sehingga disimpulkan bahwa proses pengolahan dapat menurunkan kadar lemak dan bilangan iod kacang tanah. Mutu organoleptik masing-masing perlakuan berbeda sesuai dengan ciri khas pengolahannya sehingga semua panelis bisa menerima rasa, warna, aroma, dan tekstur yang dihasilkan. Perbedaan tersebut berbeda secara signifikan pada parameter rasa (p-value 0.022 < 0.05) dan tekstur (p-value 0.04 < 0.05), sedangkan pada aroma (p-value 0.717 > 0.05) dan warna (p-value 0.188 > 0.05) dinyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik. Disarankan untuk kepentingan kesehatan, konsumsi kacang tanah olahan dialihkan pada kacang presto. Kata kunci: Pengolahan, Kacang Tanah, Mutu Organoleptik, Kejenuhan Asam Lemak
Cover KTI
tidak tersedia
2012

PENILAIAN MUTU SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DITINJAU DARI SEGI KETENAGAAN, SISTEM PENGOLAHAN,KUALITAS MENU DAN SISTEM DISTRIBUSINYA PADA KATERING “ PIS GIZI “ DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDAH PROBORETNO
NIM: 0903000013
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakrie dan Sri Endang Surowati
Subjek: mutu,makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Proboretno, Endah .2012. PENILAIAN MUTU SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DITINJAU DARI SEGI KETENAGAAN, SISTEM PENGOLAHAN, KUALITAS MENU DAN SISTEM DISTRIBUSINYA PADA KATERING “ PIS GIZI “ DI KOTA MALANG. ( Dibawah bimbingan Bachyar Bakrie dan Sri Endang Surowati ). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penanganan sistem manajemen oleh pihak pengolah baik dari segi ketenagaan, sistem produksi dan sistem distribusi dengan melihat kualitas menu yang dihasilkan oleh PIS Gizi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional dan penelitian dilakukan selama 1 hari yaitu 7 Februari 2012 di Jalan Ikan Arwana B4 Perum. Tunjung Sekar Damai, Malang. Hasil observasi menunjukkan bahwa mutu penyelenggaraan makanan di PIS Gizi masuk dalam kategori kurang ( 50 % ), dimana hasil tersebut meliputi hasil analisis ketenagaan 50%, sistem penyimpanan 44,4%, sistem persiapan 57,1%, sistem pemasakan 41,6%, kualitas menu 57,1%, dan sistem distribusi 54,5%. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada pengelola penyelenggaraan makanan di PIS Gizi untuk memperhatikan sistem manajemen penyelenggaraan makanan baik dari ketenagaan sampai dengan kualitas menu yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan dan standard. Kata kunci : analisis ketenagaan, sistem peyimpanan, sistem persiapan, sistem pemasakan, kualitas menu makanan, sistem distribusi, dan analisis mutu penyelenggaraan makanan.
Cover KTI
tidak tersedia
2012

PERBEDAAN PREVALENSI GONDOK ANAK SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN PROGRAM DISTRIBUSI KAPSUL YODIUM DI SDN SLAMPAREJO 3 JABUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: EMILIA RIZKY ANGGRAENI
NIM: 0903000012
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII
Dosen Pembimbing: Bernardus Rudy Sunindya dan Sutomo Rum Teguh
Subjek: prevalensi,gondok, kapsul yodium
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Emilia Rizky Anggraeni, 2012. Perbedaan Prevalensi Gondok Anak Sebelum dan Setelah Pemberian Program Distribusi Kapsul Yodium di SDN Slamparejo 3 Jabung (Di bawah bimbingan Bernardus Rudy Sunindya dan Sutomo Rum Teguh). Masalah gizi di Indonesia dan Negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP), masalah Anemia Besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang vitamin A (KVA) dan masalah obesitas terutama di kota-kota besar. Gangguan akibat kekurangan yodium adalah rangkaian kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, pada tahun 2001 prevalensi gondok di Kabupaten Malang yakni sebesar 18,96%. Sedangkan TGR Kabupaten Jabung adalah 30,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah ada perbedaan prevalensi gondok anak sebelum dan setelah pemberian program distribusi kapsul yodium di SDN Slamparejo 3 Jabung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2012 di SDN Slamparejo 3 Jabung Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah Cross Sectional terhadap seluruh siswa SD mulai kelas 4 sampai kelas 6 sebanyak 125 responden. Analisa yang digunakan secara deskriptif. Uji stastistik yang digunakan adalah uji beda McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TGR SDN Slamparejo 3 Jabung sebelum pemberian kapsul yodium sebesar 47% ( endemik tinggi ) dan setelah pemberian kapsul yodium sebesar 61% (endemik tinggi). Dari hasil uji statistik dengan uji beda McNemar diketahui bahwa tidak ada perbedaan prevalensi gondok anak sebelum dan setelah pemberian program distribusi kapsul yodium di SDN Slamparejo 3 Jabung ( p = 0,076 ). Kata kunci : Kapsul yodium, gondok.
Cover KTI
tidak tersedia
2012

PERBEDAAN STATUS GIZI, TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI ( ENERGI, PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C ) DAN PRESTASI BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH PROGRAM PMT-AS PADA SISWA KELAS V SDN SLAMPAREJO III KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVI WULANDARI SETYONINGRUM
NIM: 0903000010
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Sugeng Iwan S. Pembimbing II : Endang Widajati.
Subjek: gizi, prestasi belajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Devi Wulandari S. (2012) Perbedaan Status Gizi, Tingkat Konsumsi Zat Gizi (Energi, Protein, Zat Besi, Vitamin C) Dan Prestasi Belajar Sebelum Dan Sesudah Program PMT-AS Pada Siswa Kelas 5 SDN Slamparejo III Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Sugeng Iwan S. Pembimbing II : Endang Widajati. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok rentan terhadap ketidakcukupan gizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian PMT-AS. Berdasarkan survey pendahuluan di SDN Slamparejo III telah menjalankan program PMT-AS berupa biskuit fortifikasi Fe dan Vitamin C pada siswa kelas 5 karena di SDN tersebut prevalensi anemia pada siswa-siswanya sangat tinggi. Namun sejauh ini belum dilakukan analisis terhadap program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut, sehingga peneliti merasa perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan status gizi, tingkat konsumsi zat gizi (energi, protein, zat besi, vitamin C) dan prestasi belajar (Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA) pada para siswa sebelum dan sesudah mendapatkan PMT-AS tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional serta teknik pengumpulan data dilakukan dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan status gizi (BB/U), tingkat konsumsi (energi, protein, zat besi, vitamin C) dan prestasi belajar (Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA) antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Namun setelah dilakukan uji statistik Paired sampel t-Test untuk status gizi (BB/U) tidak mengalami perbedaan yang signifikan (P > 0,05) dikarenakan hanya terdapat 1 responden yang mengalami kenaikan BB, sedangkan untuk tingkat konsumsi (energi, protein, zat besi, vitamin C) dan prestasi belajar (Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA) mengalami perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Untuk tingkat konsumsi (energi, protein, zat besi, vitamin C) terdapat perbedaan yang cenderung mengalami peningkatan tingkat konsumsi sedangkan untuk prestasi belajar perbedaan tersebut tidak dalam kategori terjadinya peningkatan nilai saja akan tetapi juga terdapat penurunan nilai. Nilai mata pelajaran yang cenderung meningkat yaitu Matematika dan yang mengalami penurunan nilai yaitu mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan ada berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak, yaitu bisa faktor internal maupun faktor eksternal. Kata Kunci : Status Gizi, Tingkat Konsumsi (Energi, Protein, Zat besi, Vitamin C), Prestasi Belajar
Cover KTI
tidak tersedia
2012

TINGKAT KONSUMSI ENERGI (KH, P, L) DAN FE SERTA STATUS GIZI DENGAN STAMINA ATLET SEPAK BOLA DI KLUB PERSIPRO PROBOLINGGO

Lihat Detail Karya
Penulis: ACHMAD DZULKIFLI
NIM: 0903000001
Program Studi: D-III GIZI MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Sutomo Rum Teguh K., SKM., M.Kes, (2) Tapriadi, SKM., M.Pd
Subjek: tingkat konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2012

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP,AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MAKANAN KUDAPAN TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA OBESITAS DAN STATUS GIZI NORMAL

Lihat Detail Karya
Penulis: AFIF QONITA LUTFIYAH
NIM: 0903000002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: (1). I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. (2). Ibnu Fajar, SKM, M.Kes
Subjek: konsumsi makanan,obesitas
Cover KTI
tidak tersedia
2011

PENGARUH PEMBERIAN PEPAYA TERHADAP HEMOGLOBIN CALON PENGANTIN WANITA YANG MENERIMA SUPLEMENTASI FERROUS DI DESA KARANGPANDAN KECAMATAN PAKISAJI-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YULI SULISTIYORINI
NIM: 1002100092
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Isman Amin, S.KM., M.Kes., Pembimbing II: Ika Yudianti, S.ST., M.Keb
Subjek: Kadar HB
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sulistiyorini, Yuli. 2013. Pengaruh Pemberian Pepaya Terhadap Hemoglobin Calon Pengantin Wanita yang Menerima Suplementasi Ferrous di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji-Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Isman Amin, S.KM., M.Kes., Pembimbing II: Ika Yudianti, S.ST., M.Keb. Di Indonesia prevalensi anemia defisiensi zat besi pada wanita usia subur adalah 13juta (39,5%) pada tahun 2012. Oleh karena itu pemerintah membentuk program penanggulangan anemia gizi pada WUS untuk mempersiapkan kondisi fisik WUS supaya siap menjadi ibu yang sehat, sehingga saat hamil tidak anemia. Vitamin C adalah zat pendorong yang kuat dalam mereduksi besi ferri menjadi ferro di usus halus. Pepaya adalah buah yang sering dijumpai di masyarakat dan terjangkau. Kandungan vitamin C di dalam buah pepaya yang masak adalah 78 mg/100gr. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian pepaya terhadap hemoglobin calon pengantin wanita (CPW) yang menerima suplementasi ferrous di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah True-Experiment Design with Static Group Comparison. Jumlah Populasi 21 CPW. Jumlah sampel 20 CPW dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam 2 kelompok yang sama dengan simple random sampling with lottery technique. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar Hb pretest dan posttest pada kelompok perlakuan (diberikan Fe dan Pepaya) dan pada kelompok kontrol (diberikan Fe tanpa pepaya) menggunakan hemometer digital. Setelah perlakuan selama 7 hari berturut-turut, 100% responden mengalami kenaikan kadar Hb. Kenaikan rata-rata kadar Hb kelompok perlakuan 1,05gr% lebih tinggi dibandingkan kadar Hb kelompok kontrol 0,51gr%. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Mann-Whitney U-Test dengan nilai α = 0,05. Hasil analisis data menunjukkan Uhitung 12 < Utabel 23 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,004 < α = 0,05, maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pepaya berpengaruh positif terhadap Hemoglobin calon pengantin wanita yang menerima suplementasi ferrous. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pepaya sebagai nutrisi pendamping suplementasi ferrous guna mencegah/mengobati anemia defisiensi besi. Kata Kunci: Fe, Kadar Hb, Pepaya
Cover KTI
2005

SKRIPSI SAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: NOR AZIZ
NIM: 9801060337-63
Program Studi: TEKNIK ELEKTRO
Dosen Pembimbing: M. Aswin
Subjek: mcu
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan