Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5161–5170 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI ENERGI PROTEIN DAN PERUBAHAN STATUS GIZI BERDASARKAN NUTRITIONAL RISK INDEX (NRI) TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVI EKA RATNASARI
NIM: 1203400004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing utama: Hasan Aroni. Pembimbing pendamping: Dwie Sulistyorini
Subjek: gizi, Rawat inap,bedah digestif
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Devi Eka Ratnasari. (2013). Tingkat Konsumsi Energi Protein dan Perubahan Status Gizi berdasarkan Nutritional Risk Index (NRI) terhadap Lama Rawat Inap Pasien Bedah Digestif di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Skripsi, Program Studi D IV Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing utama: Hasan Aroni. Pembimbing pendamping: Dwie Sulistyorini. Kejadian kurang gizi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi rumah sakit dalam upaya penyembuhan pasien. Kejadian penurunan status gizi berisiko besar pada pasien bedah digestif. Dukungan nutrisi adalah bagian dari terapi yang berperan penting dalam kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat konsumsi energi protein dan perubahan status gizi berdasarkan Nutritional Risk Index (NRI) terhadap lama rawat inap pasien bedah digestif. Penelitian dilakukan di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian yang cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 30 orang pasien bedah digestif dengan rentang usia 18 – 65 tahun yang dirawat di ruang rawat inap bedah RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden berjenis kelamin perempuan dengan golongan usia paling banyak adalah ≥ 60 tahun (33%). Diagnosa medis yang paling banyak diderita pasien adalah ileus obstruktif. Rata-rata status gizi awal dan status gizi akhir pasien termasuk malnutrisi sedang yaitu 91,02 ± 8,89 dan 90,32 ± 7,29. Rata –rata tingkat konsumsi energi pasien adalah sebesar 66,35 ± 10,08% sedangkan tingkat konsumsi protein adalah sebesar 65,48 ± 11,68%. Rata-rata lama rawat inap pasien adalah sebesar 7,2 ± 3,28 hari. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,405) antara status gizi awal dan status gizi akhir pasien berdasarkan Nutritional Risk index (NRI). Terdapat hubungan yang signifikan (p=0,009) antara perubahan status gizi dengan lama rawat inap. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi (p=0,017) dan protein (p=0,007) terhadap perubahan status gizi namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi (p=0,475) dan protein (p=0,335) terhadap lama rawat inap. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perubahan status gizi dengan lama rawat inap serta tingkat konsumsi energi dan protein terhadap perubahan status gizi. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk melakukan pengkajian status gizi awal dalam upaya deteksi dini malnutrisi serta penggunaan Nutritional Risk Index (NRI) sebagai penilaian status gizi pada pasien bedah serta penelitian lanjut untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap dengan perubahan status gizi. Kata Kunci: Bedah Digestif, Perubahan Status Gizi, NRI, Tingkat Konsumsi Energi Protein, Lama Rawat Inap
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, ANTIOKSIDAN ( VITAMIN A, VITAMIN C, VITAMIN E ) DAN STATUS GIZI PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI DI POLI BEDAH RSD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: IGA EMA DINI
NIM: 1003000015
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah bimbingan : Etik Sulistyowati, S.ST., S.Gz., M.Kes. Diniyah Kholidah, S.Gz., MPH
Subjek: vitamin, kanker, energi, antioksidan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dini, Iga Ema (2013). Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Antioksidan ( Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E ) Dan Status Gizi Pasien Kanker Dengan Kemoterapi Di Poli Bedah RSD Mardi Waluyo Kota Blitar. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan : Etik Sulistyowati, S.ST., S.Gz., M.Kes. Diniyah Kholidah, S.Gz., MPH. Kanker adalah penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak memiliki tujuan, bersifat parasit dan tumbuh dengan merugikan manusia sebagai pejamu. Gangguan gizi yang timbul pada pasien kanker, antara lain: berkurangnya nafsu makan, perubahan metabolisme protein, lemak serta peningkatan kebutuhan energi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat konsumsi energi, protein, antioksidan (vitamin A, vitamin C, vitamin E) dan status gizi pasien kanker dengan kemoterapi di Poli Bedah RSD Mardi Waluyo Kota Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case study. Data yang diambil antara lain gambaran umum pasien, asupan energi, protein, dan antioksidan, serta tingkat konsumsi energi, protein, dan antioksidan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan jumlah subjek adalah 5 pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan usia pasien antara 30-62 tahun, dengan diagnosa menderita kanker payudara 4 orang dan kanker kolon 1 orang. Pasien kanker kolon menunjukkan tingkat konsumsi energi, protein dan antioksidan lebih banyak dibandingkan pasien kanker payudara pada seri kemoterapi yang sama. Pada kasus pasien kanker payudara dengan berbagai seri kemoterapi tidak menunjukkan perbedaan tingkat konsumsi. Terjadi penurunan indeks massa tubuh pada keempat pasien kanker. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pasien kanker perlu mendapatkan asupan vitamin disamping harus meningkatkan asupan energi pada makanan sehari-hari. Kata Kunci : kanker, kemoterapi, tingkat konsumsi energi, protein, dan antioksidan (vitamin A, vitamin C, dan vitamin E).
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, VITAMIN C DAN ZINK, TERHADAP KEADAAN LUKA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DI KLINIK GRIYA BROMO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZA ALIFIAH
NIM: 1003000091
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes, Pembimbing II: Endang Widajati, S.ST., M.Kes.
Subjek: Gizi,Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alifiah, Riza. (2013). Tingkat Konsumsi Protein, Vitamin C dan Zink Terhadap Keadaan Luka Pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus di Klinik Griya Bromo Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes, Pembimbing II: Endang Widajati, S.ST., M.Kes. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit menahun yang menjadi problem kesehatan di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik diabetes melitus akan mengakibatkan komplikasi kronik salah satunya adalah ulkus diabetik. Pada pasien ulkus diabetik terjadi hipermetabolisme akibat infeksi/peradangan, sehingga kebutuhan beberapa zat gizi seperti protein, vitamin C dan zink akan meningkat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi protein, vitamin C dan zink terhadap keadaan luka pasien diabetes melitus dengan ulkus. Penelitian observasional analitik dengan desain studi kasus ini dilakukan di Klinik Griya Bromo Malang pada bulan Februari 2013. Pengambilan subyek dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 5 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat konsumsi seluruh pasien untuk vitamin C dan zink tergolong kurang, sedangkan untuk tingkat konsumsi protein tergolong defisit berat. Terjadi penurunan kadar gula darah pasien pada akhir pengamatan walaupun masih dalam kategori tinggi. Rata-rata pasien dengan tingkat konsumsi protein yang mengalami peningkatan pada akhir pengamatan memiliki keadaan luka yang baik. Disarankan perlu dipertahankan kolaborasi antara tim medis baik Dokter, Ahli Gizi, maupun Perawat untuk mendukung adanya perbaikan luka pasien dan perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan waktu yang lebih lama agar hasil penelitian lebih akurat. Kata Kunci : Ulkus Diabetik, Tingkat Konsumsi Protein, Vitamin C dan Zink, Kadar Gula Darah, Keadaan Luka
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, ZINK, VITAMIN C DAN KALSIUM TERHADAP KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN PASCA BEDAH ORTHOPAEDI DI RUANG RAWAT INAP RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: EDINDA AYU MIRANTI
NIM: 1003000060
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan drg. Rinawati Basuki dan Diniyah Kholidah
Subjek: protein, vitamin c, zink, kalsium
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Edinda Ayu Miranti, 2013, Tingkat Konsumsi Protein, Zink, Vitamin C dan Kalsium Terhadap Kesembuhan Luka Pasien Pasca Bedah Orthopaedi di Ruang Rawat Inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dibawah bimbingan drg. Rinawati Basuki dan Diniyah Kholidah. Penyembuhan luka secara normal memerlukan nutrisi yang tepat. Proses fisiologi penyembuhan luka bergantung pada tersedianya protein, vitamin C dan mineral renik zink. Zink berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme jaringan ikat dan peyembuhan luka. Vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen bagi penyembuhan luka yang optimal. Asupan kalsium berpengaruh terhadap kepadatan tulang secara langsung. Berdasarkan survey pendahuluan yang telah dilakukan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen didapatkan bahwa pada tahun 2012 pasien pasca bedah orthopaedi sebanyak 374 orang. Sedangkan penerapan diet yang diberikan kepada pasien pasca bedah orthopaedi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen berupa diet TETP, untuk penerapan diet tinggi zink, vitamin C dan kalsium belum diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsumsi protein, zink, vitamin C dan kalsium terhadap kesembuhan luka pada pasien pasca bedah orthopaedi di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain studi kasus (case study). Sampel penelitian adalah semua pasien pasca operasi bedah orthopaedi dengan jumlah 4 pasien yang diambil dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada hari ke 3 (awal), semua pasien menunjukkan tanda-tanda kesembuhan luka diantaranya luka telah tertutup, masih ada tanda inflamasi yang wajar yang berupa panas, nyeri dan bengkak serta terdapat eksudat sedikit yang tidak memerlukan pergantian balutan setiap hari. Dan pada hari ke 7 (akhir), sebagian pasien yang lainnya masih menunjukkan adanya inflamasi berupa panas, nyeri dan bengkak dan sudah tidak ada eksudat. Hal tersebut membuktikan bahwa kesembuhan luka pasien pasca bedah orthopaedi semakin membaik. Tingkat konsumsi semua pasien sama, yaitu tingkat konsumsi protein dalam kategori tidak baik dikarenakan kebutuhan protein meningkat dengan adanya luka dan untuk menggantikan protein yang hilang melalui eksudat luka. Tingkat konsumsi zink dan vitamin C dalam kategori kurang dikarenakan kebutuhan kesembuhan luka pada pasien pasca bedah meningkat dan juga dimungkinkan bahwa konsumsi zink dan vitamin C dalam bentuk makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan akan kesembuhan luka pasca bedah. Tingkat konsumsi kalsium yang masuk dalam kategori cukup, hal tersebut sangat baik untuk membantu kesembuhan tulang pasien orthopaedi. Peneliti menyarankan bagi pasien untuk lebih memvariasikan menu pada saat di rumah, agar dapat memenuhi kebutuhan protein, zink dan vitamin C untuk kesembuhan luka serta kalsium untuk membantu kesembuhan tulang pasien pasca bedah orthopaedi. Kata kunsi : kalsium, kesembuhan luka, protein, tingkat konsumsi, vitamin C, zink
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IGA YULIANA SARI
NIM: 1003000068
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (1) I Nengah Tanu K. (2) Hasan Aroni
Subjek: balita, gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Sari, Iga yuliana. 2013. “Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) Terhadap Status Gizi Balita di Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang”. Program Studi D-III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : (1) I Nengah Tanu K. (2) Hasan Aroni Masa balita merupakan usia penting dalam tumbuh kembang anak secara fsik. Pada usia tersebut, pertumbuhan seorang anak sangatlah penting sehingga memerlukan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kondisi kecukupan gizi tersebut sangatlah berpengaruh dengan kondisi kesehatannya secara berkesinambungan pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan keluarga, tingkat konsumsi (energi dan protein) balita, status gizi balita, hubungan antara pendapatan keluarga dengan tingkat konsumsi (energi dan protein), hubungan antara tingkat konsumsi (energi dan protein) dengan status gizi balita di Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Design penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subyek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita, mengikuti penimbangan di posyandu tiap bulan, balita dalam kondisi sehat (tidak pernah sakit dalam seminggu terakhir), bertempat tinggal di Desa Kebonagung, kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (61,9%) dalam kategori tidak miskin, tingkat konsumsi energi responden 54,8% dalam kategori baik, tingkat konsumsi protein sebagian besar (83,3%) dalam kategori baik, status gizi balita sebagian besar (88,1%) dalam kategori gizi baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan tingkat konsumsi energi dan protein serta tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah memberikan motivasi pada ibu melalui penyuluhan tentang pola asuh dan bahan makanan sumber protein untuk memperbaiki tingkat konsumsi energi dan protein balita serta melakukan penyuluhan tentang peningkatan perilaku/asuhan ibu pada balita untuk memperbaiki tingkat konsumsi energi dan protein balita dari keluarga miskin. Kata Kunci : Balita, Pendapatan, Tingkat Konsumsi (energi dan protein), Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HYGIENE SANITASI PETUGAS PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI REHABILITASI SOSIAL CACAT NETRA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALVIONITA RAMBU KATARINA
NIM: 1003000042
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto dan Hasan Aroni.
Subjek: perilsku hygiene,makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dan Pola Asuh Makan dengan Status Gizi Balita di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU CHANDRA HERMAWATI
NIM: 1003000052
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembinging I: Hasan Aroni dan Pembimbing II: Tapriadi.
Subjek: gizi,pola asuh
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayu Chandra Hermawati (2013), Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dan Pola Asuh Makan dengan Status Gizi Balita di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembinging I: Hasan Aroni dan Pembimbing II: Tapriadi. Memiliki anak yang sehat dan cerdas merupakan keinginan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya orang tua harus selalu memperhatikan, mengawasi serta merawat anak dengan baik, terutama perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anaknya. Kekurangan gizi terutama diderita oleh anak-anak yang sedang tumbuh sangat pesat yang disebut juga kelompok anak balita. Di Indonesia kekurangan gizi mencakup susunan hidangan yang tidak seimbang maupun konsumsi keseluruhannya yang tidak mencukupi kebutuhan energi. Masalah gizi diakibatkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan di bidang memasak, konsumsi anak, keragaman bahan dan keragaman jenis masakan yang mempengaruhi kejiwaan balita. Hasil survey pemantauan status gizi (PSG) sadar gizi (Kadarzi) tahun 2010 diketahui bahwa prevalensi gizi buruk di Jawa Timur adalah sebesar 2,5% sedangkan dari laporan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk tahun 2011 di Jawa Timur terdapat 6925 anak yang menderita gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu dan pola asuh makan dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan variabel bebes yaitu tingkat pengetahuan gizi ibu dan pola asuh makan, sedangkan variabel terikat yaitu status gizi balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan gizi ibu balita di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum masih tergolong kurang sebesar 51,5 %, Pola asuh makan kepada balita dalam katagori kurang sebesar (15,2%), Status gizi balita sebesar (18,2%) memiliki status gizi kurang,Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan pola asuh makan balita pada α 0,05 serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh makan dengan ststus gizi balita di desa Ngasen kecamatan Ngajum pada α 0,05. Berdasarkan tingkat pengetahuan gizi ibu sebagian responden yang masih tergolong kurang dan cukup maka perlu dilakukan penyuluhan tentang gizi dan praktek pemberian makan secara berkala, sehingga pengetahuan dapat bertambah dan dapat mengubah pola asuh makan kearah yang lebih baik agar berdampak pada status gizi Balita baik. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Makan, Status Gizi Balita.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN STATUS GIZI IBU DENGAN KEJADIAN BBLR DI PUSKESMAS KENDALSARI, KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FURI SETYOWATI
NIM: 1003000012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Bernadus Rudy Sunindya dan I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: Pengetahuan gizi, konsumsi energi, status gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Setyowati, Furi (2013), Faktor Resiko Tingkat Pengetahuan Gizi, Tingkat Konsumsi Energi Dan Status Gizi Ibu Dengan Kejadian BBLR Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Pembimbing : Bernadus Rudy Sunindya dan I Dewa Nyoman Supariasa Status gizi kurang pada ibu hamil dapat disebabkan oleh masalah gizi yang dialaminya. Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil yaitu Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia gizi. KEK pada ibu hamil akan menghambat pertumbuhan janin sehingga menimbulkan resiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor resiko tingkat pengetahuan gizi, tingkat konsumsi energi dan status gizi ibu dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah retrospektif kohort. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 orang. Pengumpulan data tentang tingkat pengetahuan gizi, menggunakan wawancara berpedoman pada kuisioner. Tingkat konsumsi energi menggunakan wawancara dengan alat bantu food recall 24 jam. Status gizi ibu di tentukan berdasarkan pengukuran LILA. Analisis data menggunakan uji statistic Risk Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu dengan kejadian BBLR memiliki tingkat pengetahuan gizi berkategori sedang (22,5%), tingkat konsumsi energi defisit berat (45%) dan status gizi ibu berdasarkan LILA diperoleh status gizi KEK (37,5%). Sedangkan untuk ibu dengan kejadian BBLN memiliki tingkat pengetahuan gizi berkategori baik (22,5%), tingkat konsumsi energi normal (27,5%) dan status gizi ibu berdasarkan LILA diperoleh status gizi non KEK (37,5%). Berdasarkan uji risk ratio menunjukan ibu dengan tingkat pengetahuan gizi kurang, tingkat konsumsi energi defisit dan status gizi KEK memiliki resiko melahirkan bayi BBLR sama dibandingkan ibu dengan tingkat pengetahuan gizi baik, tingkat konsumsi energi normal dan status gizi non KEK. Saran untuk ibu hamil diharapkan untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan agar ibu dapat menjalani kehamilan yang sehat sehingga akan melahirkkan bayi dengan BBLN. Kata Kunci : Pengetahuan gizi, konsumsi energi, status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RATIH APRILIAWATI
NIM: 1002100032
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Suprapti, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Isman Amin, SKM., M.Kes
Subjek: Tingkat Pengetahuan, Senam Nifas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Apriliawati, Ratih. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Nifas di Wilayah Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Suprapti, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Isman Amin, SKM., M.Kes Angka kematian ibu (AKI) dan bayi merupakan salah satu indikator kesehatan dasar yang paling penting, khususnya untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat disuatu negara. AKI dan AKB di Indonesia masih menduduki angka tertinggi di ASEAN. Proses nifas dapat menimbulkan masalah yang berat dan mengancam jiwa ketika proses involusi tidak berjalan dengan baik. Senam nifas merupakan salah satu upaya dalam program kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu khususnya untuk ibu melahirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang senam nifas. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif survey dengan 40 orang sebagai responden. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April-Juli 2013 di wilayah kerja Puskesmas Kendalkerep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil dalam katagori baik 10%, katagori cukup 37,5%, katagori kurang 40%, katagori tidak baik 12,5%. Berdasarkan penelitian tersebut diatas, hendaknya bidan dapat memberikan informasi tentang senam nifas kepada ibu hamil yg mengikuti kelas hamil. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Senam Nifas
Cover KTI
tidak tersedia
2013

UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PENYAKIT HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PEMBATASAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG GARAM NATRIUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU TUNJUNGSEKAR -KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AGUS SUSANTO
NIM: 1001100044
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM. MPH, Imam Subekti, S.Kp. M.Kep. Sp.Kom
Subjek: Penyuluhan Kesehatan, Garam Natrium,Tekanan Darah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Upaya Pencegahan Kekambuhan Penyakit Hipertensi Melalui Penyuluhan Kesehatan Pembatasan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Garam Natrium di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang. Karya Tulis Deskriptif Survei. Program Studi D III Keparawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Agus Susanto (2013). Pembimbing Utama : Sugianto Hadi, SKM. MPH. Pembimbing Pendamping : Imam Subekti, S.Kp. M.Kep. Sp.Kom Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Garam Natrium, Pengetahuan, Kebiasaan,Tekanan Darah Tingkat kekambuhan penyakit Hipertensi sangat tinggi berpotensi terhadap derajat kesehatan masyarakat, maka diperlukan Upaya Pencegahan Kekambuhan Penyakit Hipertensi Melalui Penyuluhan Kesehatan Pembatasan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Garam Natrium. Penyuluhan kesehatan adalah upaya mengubah perilaku sasaran agar berperilaku sehat terutama pada aspek kognitif (pengetahuan dan pemahaman sasaran). Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan pembatasan konsumsi bahan makanan yang mengandung garam natrium terhadap perubahan pengetahuan, kebiasaan, dan perubahan hasil pengukuran tekanan darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survei. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan responden sejumlah 31 penderita hipertensi. Pengumpulan data dengan kuisioner, dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan kesehatan pembatasan konsumsi bahan makanan yang mengandung garam natrium pada tahap pertama, kedua, dan ketiga berhasil menigkatkan pengetahuan baik 1 penderita (3,23%) menjadi 25 penderita (80,65%), dari 31 penderita memiliki kebiasaan baik 4 penderita (12,9 %) meningkat 7 penderita (22,58 %), dan dari hasil pengukuran sistol 31 penderita hipertensi turun 28 penderita, sedangkan diastole 31 penderita hipertensi turun 18 penderita. Rekomendasi penelitian ini adalah mengembangkan penelitian lebih lanjut dalam pemberian penyuluhan kesehatan pembatasan konsumsi bahan makanan yang mengandung garam natrium dan diukur betul asupan garam natrium sesuai dengan standar minimal dengan melibatkan variabel kontrol sebagai pembanding.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan