Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5151–5160 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

POLA PEMBERIAN ASI-MP ASI, TINGKAT KONSUMSI ENERGI-PROTEIN, MUTU GIZI, DAN STATUS GIZI ANAK BALITA 13 – 36 BULAN DI KABUPATEN BONDOWOSO

Lihat Detail Karya
Penulis: NURISMA CAHYA NEGARI
NIM: 1003000083
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (1) ASTUTIK PUDJIRAHAJU (2) SUGENG IWAN S (3) TAPRIADI
Subjek: Gizi,Energi,Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURISMA CAHYA NEGARI, 2013. Pola Pemberian ASI-MP ASI, Tingkat Konsumsi Energi-Protein, Mutu Gizi, dan Status Gizi Anak Balita 13 – 36 Bulan di Kabupaten Bondowoso (Kajian pada Etnis Madura di Desa Purnama dan Etnis Jawa di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegal Ampel). Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (1) ASTUTIK PUDJIRAHAJU (2) SUGENG IWAN S (3) TAPRIADI Kasus gizi kurang di Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur pada Etnis Madura sebesar 19% dan Etnis Jawa 1,6%. Metode penelitian Survei Analitik, desain Cross Sectional dengan pendekatan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purnama dan Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegal Ampel Kabupaten Bondowoso pada 13 – 27 Juni 2013. Populasi anak balita usia 13 – 36 bulan di Desa Purnama dan Kelurahan Sekarputih sejumlah 151 anak. Teknik sampling random sampling. Pola pemberian ASI Etnis Madura kategori kurang 38% dan Etnis Jawa 8%. Pencapaian konsumsi MP ASI Etnis Madura kategori sangat rendah 92% dan Etnis Jawa 88%. Tingkat konsumsi energi Etnis Madura kategori defisit tingkat berat 54% dan Etnis Jawa 4%. Tingkat konsumsi protein Etnis Madura 50% dan Etnis Jawa 92%. Rata-rata skor asam amino di Etnis Madura lebih rendah 86 ± 18% dibandingkan Etnis Jawa 93 ± 19%. Mutu cerna di kedua Etnis sebesar 93% (Etnis Madura) dan 95% (Etnis Jawa). NPU pada Etnis Madura 77 ± 20% lebih rendah dari Etnis Jawa 83 ± 24%. Status gizi baik Etnis Jawa sebesar 92%, namun Etnis Madura hanya 37,5%. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi Etnis Madura, yaitu pola pemberian MP ASI, tingkat konsumsi energi – protein, sedangkan pada Etnis Jawa hanya mutu konsumsi pangan yang mempengaruhi status gizi. Kata Kunci : Pola Pemberian ASI-MP ASI, Tingkat Konsumsi Energi-Protein, Mutu Gizi, Status Gizi, Etnis
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PROPORSI PENYEDIAAN MAKAN PAGI DAN MAKAN MALAM SERTA POLA MENU SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDHUL QUR’AN PUTRI NURUL FURQON KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUSTIKA PUTRI KUSTIYOASIH
NIM: 1003000082
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Dwie Soelistyorini dan I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mustika Putri Kustiyoasih, 2013. Proporsi penyediaan makan pagi dan makan malam serta pola menu santri putri di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Putri Nurul Furqon Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. ( Pembimbing : Dwie Soelistyorini dan I Dewa Nyoman Supariasa) Masalah gizi remaja adalah salah satu masalah gizi yang harus diperhatikan. Pada usia ini membutuhkan asupan zat gizi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka. Hal ini dikarenakan, usia remaja rentan terhadap masalah gizi terutama anemia, KEP dan gizi lebih. Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Putri Nurul Furqon Kota Malang merupakan pondok pesantren yang dihuni oleh santri putri dengan rentang usia 16-20 tahun. Di pondok pesantren ini pola menu yang disediakan belum memenuhi 5 jenis makanan . Hal ini akan mempengaruhi proporsi penyediaan makan pagi dan makan malam responden serta kecukupan energi dan zat gizi yang diberikan pada responden. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Proporsi Penyediaan Makan Pagi dan Makan Malam serta Pola Menu Santri Putri Di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Putri Nurul Furqon Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan sampel penelitian 37 responden dan menu yang disajikan sebanyak 14 menu selama 7 hari. Sedangkan untuk pengamatan proporsi penyediaan makan pagi dan makan malam serta kecukupan energi dan zat gizi dilakukan selama 3 hari. Dari pengamatan diperoleh hasil bahwa dari 14 menu yang disajikan sebagian besar responden sebanyak 57,14% berkategori sedang yaitu terdiri dari 3 jenis makanan. Pada pengamatan proporsi makan pagi dan makan malam selama 3 hari diperoleh hasil bahwa proporsi makan seluruh responden rata-rata kurang dari standar yaitu 25%. Untuk kecukupan energi responden sebagian besar berkategori defisit sedang (32,4%), sedangkan untuk kecukupan protein, Fe dan vitamin C sebagian besar responden berkategori defisit berat. Hal itu dikarenakan pola menu yang kurang sesuai dan proporsi makan yang kurang dari 25% mengakibatkan kecukupan energi dan zat gizi rata-rata mengalami defisit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola menu yang diberikan selama 7 hari belum seimbang (kategori sedang) serta proporsi penyediaan makan pagi dan makan malam seluruh responden belum memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kecukupan energi dan zat gizi responden ada yang dalam kategori normal dan defisit (ringan, sedang dan berat). Saran untuk penelitian ini adalah meningkatkan iuran makan perbulan responden atau menarik sumbangan para donatur untuk alokasi penambahan dana pembelian buah agar proporsi makan dan kecukupan gizi responden terpenuhi serta perbaikan jenis menu agar lebih bervariasi dan pola menu dapat memenuhi kategori baik. Kata Kunci : Proporsi Makan Pagi dan Makan Malam, Pola Menu serta Kecukupan Energi dan Zat Gizi Santri Putri.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PROSES STERILISASI ALAT LAPAROSCOPY DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR SULARWATI
NIM: 1201410013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes., Fiashriel Lundy, S. Kep. Ns, M. Kes.
Subjek: Proses Sterilisasi, Laparoscopy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Proses Sterilisasi Alat Laparoscopy di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Lavalette Malang Sularwati, Nur (2013) Penelitian Deskriptif, Program Studi D IV Keperawatan Perioperatif Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing Utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. (Pembimbing Pendamping) Fiashriel Lundy, S. Kep. Ns, M. Kes. Keywords: Proses Sterilisasi, Laparoscopy Laparoskopi adalah tindakan bedah minimal yang umumnya ditujukan untuk mengurangi resiko pada operasi besar. Peralatan tersebut memberikan tantangan terhadap kontrol infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sterilisasi yang sesuai dengan standart (SOP). Desain penelitian ini menggunakan deskriptif observatif. Teknik pengambilan sample dengan purposive sampling, setelah data terkumpul data diskoring dan ditabulasikan kemudian dijelaskan dengan narasi. Instrumen menggunakan lembar observasi. Penyajian data menggunakan tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden melakukan persiapan sterilisasi laparoscopy dengan baik (80%), responden melakukan pre-cleaning dengan cukup baik (63%), responden tidak ada yang melakukan tes kebocoran (0%), responden melakukan proses pencucian manual dengan kurang baik (52%), responden melakukan tahap desinfeksi dengan cukup baik (74%), responden melakukan teknik pembilasan dengan baik (78%), responden melakukan teknik pengeringan dengan cukup baik (63%), responden melakukan teknik penyimpanan alat laparoscopy dengan baik (78%). Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan yang relatif baik dalam pengelolaan instrumen laparoscopy. Laparoscopy merupakan salah satu alat tindakan bedah yang perlu diperhatikan proses sterilisasi sesuai dengan standart produk.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

STATUS GIZI, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI, SERTA TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUKOREJO KOTA BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: ELVINA ALVIATURROSYIDAH
NIM: 1003000010
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, Pembimbing II: Endang Widajati.
Subjek: IMT(Indeks Massa Tubuh), energi, lemak
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Elvina Alviaturrosyidah (2013) Status Gizi, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi, serta Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Sukorejo Kota Blitar , Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, Pembimbing II: Endang Widajati. Hipertensi adalah masalah kesehatan yang memerlukan penanganan yang panjang dan jika penangganan tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi. Obesitas adalah salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi. Lingkar pinggang dan Indeks Massa Tubuh merupakan indikator untuk mengidentifikasi obesitas pada orang dewasa. Faktor lain yang berhubungan dengan tekanan darah adalah tingkat konsumsi energi dan zat gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi, tingkat konsumsi energi dan zat gizi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan di Puskesmas Sukorejo Kota Blitar pada bulan Februari 2013. Sampel yang diambil berjumlah 42 orang. Lingkar pinggang diperoleh dengan mengukur lingkar pinggang kemudian dibandingkan dengan standart. IMT diperoleh dari menghitung berat badan (kg)/ tinggi badan (m2). Tingkat konsumsi diperoleh dengan mencatat semua makanan yang telah dimakan selama 1 hari kemudian dibandingkan dengan AKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27 responden (64,3 %) tergolong hipertensi stage II. Status gizi responden berdasarkan berdasarkan lingkar pinggang terdapat 29 orang (69,0%) dengan kategori beresiko, sedangkan status gizi berdasarkan IMT (Indeks Masa Tubuh) terdapat 30 orang (71,4 %) dengan kategori beresiko, Tingkat konsumsi energi sebanyak 25 orang (59,5%) dalam kategori baik. Tingkat konsumsi karbohidrat sebanyak 22 orang (52,4 %) dalam kategori lebih. Tingkat konsumsi lemak sebanyak 18 orang (42,9%) dalam kategori baik. Lingkar pinggang mempunyai hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p= 0,035). IMT tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p= 0,078). Tingkat konsumsi energi tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p= 0,12). Tingkat konsumsi karbohidrat tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p= 0,178). Tingkat konsumsi lemak tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p= 0,67). Kata Kunci : lingkar pinggang, IMT (Indeks Masa Tubuh), tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi lemak
Cover KTI
tidak tersedia
2013

STERILISASI ENDOSKOPI UROLOGI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YOSIA EKA SETIAWAN
NIM: 1201410003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Tri Anjaswarni, S.Kp, M.Kep, Pembimbing II dr. Besut Daryanto, Sp.B, Sp.U.
Subjek: Sterilisasi, Endoskopi Urologi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sterilisasi Endoskopi Urologi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Yosia Eka Setiawan (2013). Skripsi Deskriptif Observatif. Program Studi D IV Keperawatan Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Tri Anjaswarni, S.Kp, M.Kep, Pembimbing II dr. Besut Daryanto, Sp.B, Sp.U. Kata Kunci: Sterilisasi, Endoskopi Urologi Endoskopi urologi merupakan revolusi dalam ilmu bedah yang memberikan tantangan tidak hanya bagi ahli urologi tetapi juga bagi perawat endoskopi terutama dalam hal sterilisasi. Sterilisasi merupakan sebuah proses, bukan sebuah peristiwa tunggal, maka seluruh komponen harus dilakukan secara benar agar sterilisasi dapat tercapai maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sterilisasi endoskopi urologi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observatif. Pengambilan data dilakukan mulai 1-23 Juli 2013 di Instalasi Bedah Sentral dengan sampel perawat yang bertugas melakukan sterilisasi endoskopi urologi. Jumlah sampel 5 dengan 4 kali pengamatan tiap sampel. Pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk teknik sterilisasinya dan purposive sampling untuk pemeriksaan swabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sterilisasi endoskopi urologi adalah sebagian besar sampel telah melakukan teknik sterilisasi endoskopi urologi sesuai dengan prosedur yaitu 16 pengamatan dari 20 kali pengamatan (80%). Sedangkan untuk tingkat sterilitas endoskopi urologi menunjukkan instrument tidak steril karena masih terdapat mikroorganisme yaitu 5 CFU/cm2 (sampel 1), 13 CFU/cm2 (sampel 2) dan 3 CFU/cm2 (sampel 3). Rekomendasi dari penelitian ini adalah menambah jumlah sampel dan mempertajam penelitian dengan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi endoskopi urologi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

STUDI DESKRIPTIF BEBERAPA FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI TERJADINYA PERNIKAHAN DINI DI DESA TOSARI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIF FARKHANA NUR LAILI
NIM: 1002100043
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Siti Sundari,B SC.SE.M.Kes. Pendamping : Jenny Sondakh.M.Clin.Mid
Subjek: Bidan,Pernikahan Dini,Remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nur Laili, Alif Farkhana, 2013. Studi Deskriptif Beberapa Faktor Yang Melatarbelakangi Terjadinya Pernikahan Dini di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan.Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Siti Sundari,B SC.SE.M.Kes. Pendamping : Jenny Sondakh.M.Clin.Mid Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia dini atau belia. Di KUA Tosari tercatat bahwa dari 80 pernikahan yang terjadi pada tahun 2012, 25 % adalah pasangan yang masih berusia sekolah, yaitu antara 16-18 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Variabel penelitiannya adalah faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan dini di Desa Tosari Kabupaten Pasuruan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang menikah pada usia dibawah 19 tahun di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan pada Tahun 2011-2012 yaitu 32 orang. Sampling yang digunakan adalah porposive sampling, dengan jumlah sampel 29 orang. Penelitian dilaksanakan di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, analisa data dengan menghitung persentase. Didapatkan hasil dari faktor pendidikan responden 11 responden ( 37,93%) lulusan SD. Dari faktor ekonomi didapatkan sebanyak 22 responden ( 75,86 % ) menikah dini karena ingin meningkatkan perekonomian keluarga. Dari faktor pengetahuan, 21 responden ( 72,41% ) memiliki pengetahuan yang kurang tentang dampak pernikahan dini. Dari faktor Budaya, 12 responden ( 41,37 % ) mengatakan bahwa memutuskan menikah dini karena takut terkena aib. Dari data tersebut maka pernikahan dini di Desa Tosari perlu mendapat suatu perhatian khusus, salah satunya dapat melalui penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada masyarakat dan sekolah-sekolah terutama pada orang tua. Dari Keempat faktor yang paling dominan adalah faktor ekonomi dengan persentase 75,86 %. Kata Kunci : Budaya, Kesehatan Reproduksi, Pernikahan Dini, Remaja
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN BERDASARKAN TINGKAT KINERJA DAN HARAPAN TERHADAP MUTU PRODUK DAN MUTU PELAYANAN DI CAFE MILK STORY PUSAT BATU DAN CAFE MILK STORY CABANG 1 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILY RAHMADANI NUR
NIM: 1003000076
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Di Bawah Bimbingan Nurul Hakimah dan Sri Endang Surowati
Subjek: Mutu Produk,Kepuasan Konsumen
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NUR, LAILY RAHMADANI (2013) : Tingkat Kepuasan Konsumen berdasarkan Tingkat Kinerja dan Harapan terhadap Mutu Produk dan Mutu Pelayanan di Cafe Milk Story Pusat Batu dan Cafe Milk Story Cabang 1 Malang (Di Bawah Bimbingan Nurul Hakimah dan Sri Endang Surowati). Cafe Milk Story merupakan salah satu bisnis makanan yang berada di Kota Malang dan Batu yang berdiri sejak tahun 2010. Cafe Milk Story ini menyediakan menu andalan yang berbeda yaitu produk olahan susu. Dengan mutu produk dan pelayanan yang baik dan memuaskan, diharapkan akan menjadi syarat utama dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Cafe Milk Story, mengetahui karakteristik konsumen di Cafe Milk Story, menganalisis tingkat kepuasan konsumen berdasarkan tingkat harapan dan kinerja terhadap mutu produk dan jasa pelayanan di Cafe Milk Story, menganalisis perbedaan kepuasan konsumen pada atribut mutu produk dan jasa pelayanan di Cafe Milk Story. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan besar sampel sebanyak 63 responden untuk Cafe Milk Story Cabang 1 Malang dan 25 responden untuk Cafe Milk Story Pusat Batu. Jenis penelitian ini observasional dengan desain penelitian crossectional. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Importance and Performance Analysis (IPA) dan disajikan dengan diagram kartesius. Atribut yang masuk kedalam kuadran A atau yang menjadi prioritas utama dan harus dilaksanakan sesuai dengan harapan konsumen di Cafe Milk Story Cabang I Malang adalah Porsi Makanan, Keragaman Menu, Kesesuaian Harga dengan Porsi, Area Parkir, Toilet, Kesiapan Pramusaji, dan Kec epatan Pelayanan. Sedangkan pada Cafe Milk Story Pusat Batu adalah Keragaman Menu, Kesesuaian Harga dengan Porsi, Paket Promosi, Lokasi, Area Parkir, Dekorasi Ruang, Hiburan dan Tekhnologi, dan Kesiapan Pramusaji. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan agar pihak pengelola Cafe Milk Story Pusat Batu dan Cafe Milk Story Cabang 1 Malang Batu harus lebih meningkatkan kualitas pada aspek yang terdapat pada kuadran A. Kata Kunci : Karakteristik Konsumen, Mutu Produk, Jasa Pelayanan, Tingkat Harapan Konsumen, Tingkat kinerja, Kepuasan Konsumen.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KESUKAAN, PORSI PENYAJIAN DAN DAYA TERIMA TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI MAKAN SIANG ANAK SEKOLAH PADA PENYELENGGARAN MAKANAN DI SD ANAK SALEH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YOSI EKY TRISTANTY
NIM: 1003000106
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing Nurul Hakimah dan I Komang Suwita
Subjek: Gizi,daya terima,tingkat konsumsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yosi Eky Tristanty, 2013. Tingkat Kesukaan, Porsi Penyajian dan Daya Terima Terhadap Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Makan Siang Anak Sekolah Pada Penyelenggaran Makanan Di SD Anak Saleh Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing Nurul Hakimah dan I Komang Suwita). Upaya perbaikan kesehatan, kelompok usia sekolah merupakan salah satu SDM yang harus diperhatikan. Hal ini mengingat kelompok usia sekolah merupakan generasi penerus di masa yang akan datang. SD Anak Saleh Kota Malang merupakan Sekolah Dasar Islam yang bermutu serta berciri kesislaman, keindonesiaan, kealamiahan yang menyelenggarakan makanan anak sekolah. Di SD ini belum memiliki siklus menu serta standart porsi makan siang yang disediakan. Hal ini akan berpengaruh pada daya terima, tingkat kesukaan serta tingkat konsumsi energi dan zat gizi responden. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah mengetahui tingkat konsumsi energi dan zat gizi anak ditinjau dari tingkat kesukaan, daya terima dan porsi penyajian pada penyelenggaraan makan siang di SD Anak Saleh Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni correlation study dengan sampel penelitian yang digunakan siswa dan siswi kelas 6 dengan total responden 32 dari total sampel 66, penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama 6 hari dalam dua minggu. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa menu yang disajikan selama 5 hari hanya 20% yang memiliki menu lengkap. Sedangkan untuk rata-rata daya terima makanan >50% responden dalam katagori baik. Sebagian besar responden masih lj;dalam katagori deficit untuk tingkat konsumsi energi dan zat gizi. Faktor yang mempengaruhi yakni porsi penyajian makan siang yang belum sesuai dengam standart yang ada. Sehingga responden mampu menghabiskan makanan yang disajikan dengan baik. Tingkat kesukaan >70% responden menyatakan suka terhadap menu yang disajikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dilihat dari tingkat kesukaan >70% jumlah responden menyatakan suka terhadap makanan yang disajikan. Besar porsi yang disajikan belum sesuai dengan standart yang ditentukan. Untuk daya terima tertinggi terletak pada makanan pokok. Sedangkan untuk daya terima terendah terletak pada sayur. Rata-rata tingkat konsumsi energi dan zat gizi masih dalam katagori deficit. Dari hasil uji statistik yang dilakukan ada hubungan antara tingkat kesukaan dan daya terima anak terhadap lauk hewani, dan tidak ada hubungan antara tingkat kesukaan dengan daya terima terhadap makanan pokok, lauk nabati, sayur, dan buah. Tidak ada hubungan antara daya terima dengan tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi zat gizi. Kata Kunci : Tingkat Kesukaan, Porsi Penyajian dan Daya Terima Terhadap Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Makan Siang Anak Sekolah Dasar
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA MUTU KONSUMSI MAKANAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Sofyan Wahyu Kumara
NIM: 1003000101
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Endang Widajati, Pembimbing II : Etik Sulistyowati
Subjek: Gizi,Konsumsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SOFYAN WAHYU KUMARA. 2013. Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Serta Mutu Konsumsi Makanan Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Endang Widajati, Pembimbing II : Etik Sulistyowati Penyakit ginjal kronik merupakan perkembangan gangguan ginjal yang progresif dan lambat. Dalam hal ini, rata-rata pasien tidak dapat pulih atau tidak bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Tindakan pengobatan konservatif ditujukan untuk meredakan atau memperlambat progesifitas kerusakan ginjal. Pengaturan asupan protein, disamping asupan energi, memegang peranan utama dalam penanggulangan gizi atau nutrisi pada pasien penyakit ginjal kronik karena gejala-gejala sindrom uremik terutama disebabkan menumpuknya sisa katabolisme protein tubuh. Protein dengan nilai biologis yang tinggi diharapkan dapat mengurangi sisa metabolisme yang menyebabkan sindroma uremik pada pasein gagal ginjal kronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat konsumsi energi dan protein serta mutu konsumsi pasien penyakit ginjal kronik di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus yaitu menganalisis tingkat konsumsi energi, protein dan mutu konsumsi makanan pada pasien penyakit ginjal kronik. Mutu konsumsi makanan dianalisis dengan menggunakan NPU dan PER. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari kelima responden, seluruhnya memiliki diagnosis CKD dengan komplikasi yang menyertai. Seluruh responden memiliki status gizi kurang berdasarkan pengukuran LILA. Terapi diet yang diberikan rumah sakit berupa diet rendah protein II dengan nilai energi 2086 kkal dan 35 gram protein. Dari kelima responden, dua responden diberikan diet rendah protein dan rendah garam. Tingkat konsumsi energi tiga responden masuk dalam kategori sedang dan dua responden termasuk dalam kategori kurang. Untuk tingkat konsumsi protein, seluruh responden termasuk dalam kategori baik. Dari hasil perhitungan nilai NPU seluruh responden baik. Nilai PER seluruh responden diatas nilai yang dianjurkan yang berarti energi dari protein lebih besar digunakan daripada energi dari sumber karbohidrat. Dari penelitian ini disarankan kepada ahli gizi rumah sakit untuk memberikan motivasi kepada setiap pasien penyakit ginjal kronik untuk meningkatkan konsumsi makanan dan juga diharapkam untuk dapat menyajikan makanan yang lebih menarik agar pasien lebih menyukai makanan rumah sakit. Kata Kunci : penyakit ginjal kronik, tingkat konsumsi, NPU, PER
Cover KTI
tidak tersedia
2013

TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI BERDASARKAN ALBUMIN SERUM DAN LINGKAR LENGAN ATAS PADA PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS GANGREN DI KLINIK GRIYA BROMO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KADEK KURNIA DEWI
NIM: 1203400013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST., S.Gz., MPH and Drg. Rinawati Basuki., Kes
Subjek: nutrisi,energi
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Kurnia Dewi, Kadek (2013) Levels of Energy Consumption and Macro Nutrient With Nutritional Status and Serum Albumin Based Upper Arm on Wound Healing Diabetes Mellitus Gangrene in Clinic Griya Bromo Malang. Skripsi, Diploma IV Nutrition Course Malang, Department of Nutrition, Ministry of Health Health Polytechnic of Malang (Under Guidance Diniyah Kholidah, SST., S.Gz., MPH and Drg. Rinawati Basuki., Kes). The prevalence of non-communicable diseases is increasing every year and Diabetes Mellitus is one of them. Diabetes Mellitus is a metabolic disease that is expressed in the presence of chronic hyperglycemia and disturbances in the metabolism of carbohydrates, fats and proteins.According to the WHO in 2011 the number of people with diabetes Perkeni in Indonesia has increased from 8.4 million in 2000 to 21.3 million in 2013.One of the complications of diabetes mellitus is diabetes mellitus gangrene. Diabetic wound care not only of medical but also of diet therapy. Therefore nutritional support has a very important role in wound healing. This study examines the relationship between energy consumption, macro nutrients and nutritional status based on upper arm circumference and serum albumin in wound healing. The observational study was designed and conducted on February until March 2013 in Malang Bromo Griya Clinic. There are 5 subjects (2 men and 3 women). Most subjects were> 45 years (100%), renal disease with complications (40%), views of nutritional status of the samples showed overweight (40%), obesity (20%), normal (20%), malnutrition (20%). Intake energi average 73,81%, average 91.32% protein intake, fat intake on average 79.7%, averaging 74.9% of carbohydrate intake. The score of wound is changed from 10.8 to 5.8 . Suggestion to nutritionist in Clinic Griya Malang should consider giving extra albumin or materials containing albumin sources such as egg whites, fish, and dairy because albumin is very important in the process of wound healing Keywords : Energy and Makronutrients Intake, nutrition status, and wound healing
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan