Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5141–5150 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN USIA TERJADINYA MENOPAUSE ANTARA AKSEPTOR SUNTIK KOMBINASI DAN SUNTIK PROGESTIN DI DESA SUKOLILO PRIGEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: RINI KUSTINI
NIM: 1102420004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Rukin, S.Pd, M.Si dan 5. Didien Ika Setyarini, S.SiT, M.Keb
Subjek: Usia Menopause, Akseptor Suntik Kombinasi, Akseptor Suntik Progesti
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kustini, Rini. 2013. Perbedaan Usia Terjadinya Menopause Antara Akseptor Suntik Kombinasi Dan Suntik Progestin. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pendidikan D IV Kebidanan Jurusan Kebidanan. Penguji I : Ardi P, S.Kp, M.Kes. Penguji II : Rukin, S.Pd, M.Si. Penguji III : Didien Ika S, M.Keb. Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir, merupakan keadaan fisiologis yang diakibatkan oleh berkurangnya produksi hormon estrogen pada masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium, yaitu antara 40-65 tahun (45-55 tahun), atau bahkan terjadi lebih awal. Salah satu faktor yang mempengaruhi menopause adalah pemakaian kontrasepsi khususnya alat kontrasepsi jenis hormonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan usia terjadinya menopause antara akseptor suntik kombinasi dan akseptor suntik progestin di Desa Sukolilo Prigen Pasuruan tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah studi analitik komparasi dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah akseptor suntik kombinasi dan akseptor suntik progestin sebanyak 44 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah metode wawancara terstruktur. Data dianalisa menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil uji statistik Mann Whitney U Test diperoleh nilai signifikansi = 0,003 < 0,05 sehingga Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan usia terjadinya menopause antara akseptor suntik kombinasi dan akseptor suntik progestin dimana akseptor suntik kombinasi cenderung mengalami menopause lambat dan akseptor suntik progestin cenderung mengalami menopause dini. Dengan demikian wanita menopause dapat mempersiapkan diri dan meningkatkan wawasannya mengenai menopause sehingga dapat mengurangi dampak menopause baik bagi wanita akaseptor kombinasi dan akseptor suntik progestin. Kata Kunci : Usia Menopause, Akseptor Suntik Kombinasi, Akseptor Suntik Progestin.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERENCANAAN MENU, KUALITAS MENU, DAN STANDAR PORSI PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN di PANTI ASUHAN NURUL ABYADH KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Lily Aprilia Nur Fitriana
NIM: 1003000078
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: dibimbing oleh BACHYAR BAKRIE dan SUGENG IWAN
Subjek: Gizi,Standar porsi
Lihat Abstraksi
Abstrak Lily Aprilia Nur Fitriana, (2013), “Perencanaan Menu, Kualitas Menu Dan Standar Porsi Pada Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan Nurul Abyadh Kota Malang”, (dibimbing oleh BACHYAR BAKRIE dan SUGENG IWAN). Panti asuhan Nurul Abyadh Malang terletak di Jalan Sigura – Gura Gang 1 No 3 Sumbersari, Malang. Panti asuhan ini mengasuh anak terlantar dan yatim piatu dan melaksanakan penyelenggaraan makanan bagi anak asuhnya. Namun, penyelenggaraan makanan di panti asuhan itu tidak memanfaatkan tenaga ahli dalam bidang tersebut. Perencanaan menu yang dilakukan kadang membuat penghuni bosan terhadap makanan yang disajikan, karena terdapat pengulangan menu dan pengolahan makanan yang sama. Pola menu yang disajikan tidak seimbang, yaitu dalam satu hari, terdapat dua kali konsumsi mie yang diolah dengan cara yang sama yaitu mie rebus. Sistem pelayanan makanan di Panti asuhan Nurul Abyadh menggunakan sistem pelayanan dengan cara prasmanan, yaitu penghuni mengambil sendiri makanan yang disajikan secara bebas dengan porsi yang sesuai dengan kebiasaaan makan penghuni. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif. Sedangkan desain penelitiannya adalah cross sectional study dengan waktu penelitian selama 7 hari sesuai dengan siklus menu yang ada pada tanggal 11 – 17 Februari 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh menu yang disajikan pada penyelenggaraan makanan di Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh, yaitu sampel yang digunakan adalah seluruh menu yang disajikan pada penyelenggaraan makanan di Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang selama 7 hari. Data yang diperoleh kemudian dipersentasekan dan dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan kepustakaan yang ada. Hasil penilaiaan perencanaan menu Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang memperoleh persentase sebesar 66% yang masuk dalam kategori cukup. Sedangkan penilaian kualitas menu masih berada pada kategori cukup yaitu sebesar 57%. Serta standar porsi yang disajikan sebagian besar tidak sesuai dengan anjuran mulai dari nasi dalam sehari yang hanya 300 gram dari standar anjuran 500 gram, lauk hewani yang hanya disediakan pada waktu makan malam hari saja dengan besar porsi 40 gram dari standar anjuran 50 gram, lauk nabati dalam sehari yang hanya 120 gram dari standar anjuran 150 gram, sayur yang hanya 120 gram dari standar anjuran 150 gram dalam sehari serta tidak adanya pemberian buah dalam siklus menu yang ada. Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang sebaiknya memperbaiki perencanaan menu yang ada untuk meningkatkan kualitas menu serta memperbaiki besar porsi makanan dengan memberikan menu yang bervariasi pada menu yang disajikan serta buah diharapkan ada dalam setiap menu yang disajikan. Keyword: perencanaan menu, kualitas menu, standar porsi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERILAKU IBU POST PARTUM DALAM MENJALANKAN MOBILISASI DINI DI RUANG BRAWIJAYA RSUD KANJURUHAN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AHMAD AFIF WIJAYA
NIM: 1001100045
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Dr. Tri Johan Agus Y.S, S.Kp, M.Kep. Pembimbing II: Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns
Subjek: Perilaku, Ibu Post Partum, Mobilisasi Dini
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Afif,Wijaya.Ahmad.2013.Perilaku Ibu Post Partum dalam menjalankan Mobilisasi Dini di Ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Malang.Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Dr. Tri Johan Agus Y.S, S.Kp, M.Kep. Pembimbing II: Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed (Studi Kasus Deskriptif Observasional). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku ibu post partum dalam menjalankan mobilisasi dini di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif observasional. Subyek penelitian sebanyak satu orang. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pengambilan data dilakukan selama sehari hari kepada subyek penelitian. Subyek dalam penelitian ini yaitu Nyonya D. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa Nyonya D mampu melaksanakan mobilisasi dini secara mandiri dengan alasan ingin segera beraktivitas seperti hari – hari sebelumnya, mobilisasi dini dilakukan secara tidak teratur. Dalam melakukan gerakan dengan rentang gerak aktif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perilaku ibu post partum dalam menjalankan mobilisasi dini di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Malang dapat dilakukan secara baik dan mandiri. Rekomendasi dari studi kasus ini untuk peneliti selanjutnya adalah mengobservasi perilaku ibu post SC dalam menjalankan mobilisasi dini, dengan penambahan dan modifikasi untuk lembar observasi. Kata Kunci : Perilaku, Ibu Post Partum, Mobilisasi Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERILAKU SEKSUAL DALAM KOMUNITAS PUNK DESA BANJAR ARUM KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Liska Nurjanah
NIM: 1002100024
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Marjati, SST., M.Pd, Pembimbing II: Hupitoyo, S.Kep.M.kes.
Subjek: seks
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurjanah, Liska. 2013. Perilaku Seksual Dalam Komunitas Punk Desa Banjar Arum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Pembimbing I: Marjati, SST., M.Pd, Pembimbing II: Hupitoyo, S.Kep.M.kes. Kehidupan di jalanan, bagi anak mempunyai dampak positif dan negatif. Anak jalanan menjadi tahan bekerja keras, mandiri, dan bertanggung jawab, namun disisi lain mereka tidak mendapat perlindungan dari orang tua, kerawanan kecelakaan dan pergaulan bebas. Anak punk merupakan salah satu bagian dari anak jalanan, memiliki kehidupan yang yang menarik. Mereka memiliki ciri khas yang tampak, seperti tatanan rambut, dan pakaian yang terkesan berwarna-warni dan lengkap dengan atribut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran perilaku seksual dalam komunitas Punk Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi sebesar 30 responden dengan teknik sampling total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 30 anak dalam komunitas Punk sebanyak 29 responden (96,7%) berjenis kelamin laki-laki, dan 1 responden (3,3,%) perempuan. Dari jumlah tersebut sebanyak 1 reponden (3,4%) termasuk dalam kategori autosexuality:masturbation, sebanyak 12 responden (41,4%) heterosexuality:light petting&heavy petting, dan sebanyak 17 responden (55,2%) heterosexuality:copulation. Kata Kunci : Perilaku Seksual
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSI MELALUI TERAPI BERMAIN (ASSOCIATIVE PLAY) PADA ANAK PRA SEKOLAH (5-6 TAHUN) DI TK LABORATORIUM UM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALAMATUL MARDLIYAH
NIM: 1001100047
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (utama) Wahyuningsri, S. Pd, M. Kes. (Pendamping) Rossyana Septyasih, SKp, M. Pd.
Subjek: Usia Prasekolah, Kecerdasan Emosi, Terapi Bermain
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perkembangan Kecerdasan Emosi Melalui Terapi Bermain (Associative Play) Pada Anak Prasekolah (5-6 tahun) di TK Laboratorium UM Malang. Alamatul Mardliyah (2013). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (utama) Wahyuningsri, S. Pd, M. Kes. (Pendamping) Rossyana Septyasih, SKp, M. Pd. Usia prasekolah sebagai masa bermain dapat menjadikan anak mengenal dunia, mampu mengembangkan kematangan dari fisik, emosional, dan mental sehingga akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang kreatif, cerdas, dan penuh inovatif. Perhatian selama proses bermain pada anak juga penting terutama perkembangan mental dan emosional yang harus diarahkan agar sesuai dengan proses kematangan perkembangan. Apabila emosi tidak diarahkan dan distimulasi dengan tepat akan memunculkan masalah mental seperti stress dan depresi sehingga akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, peneliti meneliti tentang perkembangan kecerdasan emosi yang di lihat melalui terapi bermain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan kecerdasan emosi melalui terapi bermain (Associative Play) pada anak pra sekolah (5-6 tahun) di TK Laboratorium UM Malang. Metode penelitian Studi Kasus Deskriptif Observatif Partisipatif dengan menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian dalam studi kasus ini berjumlah tiga orang responden. Hasil dari penelitian menunjukkan tidak ada perkembangan yang bermakna pada kecerdasan emosi pada responden hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kecerdasan emosi melalui observasi tiga permainan pada An. R kurang (46,6%), An. B cukup (71%) dan An. S cukup (64,4%). Rekomendasi dari peneliti untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perkembangan emosi anak saat bermain. Kata kunci : Usia Prasekolah, Kecerdasan Emosi, Terapi Bermain
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERUBAHAN STATUS KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH MENJALANKAN TINDAKAN BRAIN GYM TERAPI DI PANTI WERDHA USIA TRESNO MUKTI TUREN

Lihat Detail Karya
Penulis: AGUNG NUGROHO
NIM: 1001100043
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, SKP.M.Kep.SP.Kom ,Setyo Harsoyo, SKM.M.KeS.
Subjek: Lansia, Terapi Brain Gym
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perubahan Status Keseimbangan Tubuh Lansia Yang Menjalankan Tindakan Brain Gym Terapi di Panti Werdha Usia Tresno Mukti Turen. Agung Nugroho (2013) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Wiyono, SKP.M.Kep.SP.Kom , (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM.M.KeS. Kata kunci: Status Keseimbangan Tubuh, Lansia, Terapi Brain Gym. Perubahan status keseimbangan pada lansia terlihat sebagai gangguan system koordinasi antara otak kanan dan kiri yang dapat meningkatkan resiko jatuh pada lansia yang mengalami. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengidentifikasi perubahan status keseimbangan lansia sebelum dan sesudah melakukan brain gym terapi di Panti Werdha Usia Tresno Mukti Turen. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif (metode studi kasus) dengan memberikan intervensi dan observasi dengan menggunakan Skala Tinetti Balance and Gate. Subyek penelitian ini adalah Ny. L (77 tahun) penurunan status keseimbangan 7 tahun, Tn. Y (61 tahun) penurunan status keseimbangan 2 tahun dan telah diberikan latihan Brain Gym terapi selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan status keseimbangan setelah dilakukan tes evaluasi dengan menggunakan Skala Tinetti Balance and Gate. Ny. L mengalami peningkatan skor pada 3 item dan tetap pada 1 skor, dan Tn. Y mengalami peningkatan skor pada 3 item. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan Brain Gym terapi mampu meningkatkan status keseimbangan dengan Skala Tinetti Balance and Gate pada lansia. Rekomendasi dari penelitian ini adalah latihan Brain Gym terapi secara rutin agar mengurangi penurunan status keseimbangan. Sebaiknya diberikan pada lansia sejak dini untuk mencegah terjadinya gangguan keseimbangan tubuh pada lansia. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan menyempurnakan penelitian dengan menggunakan instrument yang tepat untuk lansia dan menggunakan waktu yang tepat pula agar diperoleh hasil yang optimal.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERUBAHAN TEKANAN DARAH AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK KOMBINASI DI WILAYAH RW.3 KELURAHAN JATIMULYO

Lihat Detail Karya
Penulis: ONY MEGA HARITSYA
NIM: 1002100028
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Marjati,SST.,MPd. Pembimbing II : Hupitoyo,S.Kp.,M.Kes
Subjek: kontrasepsi, tekanan darah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Haritsya. Ony Mega 2013.Perubahan Tekanan Darah Akseptor Kontrasepsi Suntik Kombinasi di Wilayah RW 3 Kelurahan Jatimulyo. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Malang Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Marjati,SST.,MPd. Pembimbing II : Hupitoyo,S.Kp.,M.Kes Kontrasepsi merupakan upaya mencegah kehamilan. Permasalahan kontrasepsi banyak dikemukakan oleh peserta kontrasepsi hormonal. Efek samping kontrasepsi ini meningkatkan tekanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan tekanan darah akseptor kontrasepsi suntik kombinasi. Desain penelitian ini adalah korelasional menggunakan pendekatan Case Control. Populasi penelitian ini 21 akseptor kontrasepsi suntik kombinasi, menggunakan total sampling. Pengumpulan data melalui dokumentasi dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah 120,5/82,3 mmHg, sementara saat penelitian 126,6/83,7 mmHg. Peneliti mendapati adanya perubahan tekanan systolic 57,1% mengalami kenaikan, 23,8 % mengalami penurunan, dan 19,1 % tetap. Tekanan diastolic 47,6 % mengalami kenaikan, 28,6 % mengalami penurunan, dan 23,8 % tidak mengalami perubahan. Pada uji Paired T-test dalam (α) = 0,05; df = 20 maka ttabel 2,086 dan thitung tekanan systolic 4,86; thitung tekanan diastolic 4,28. Oleh karena thitung > ttabel maka hipotesa diterima, artinya terdapat perubahan tekanan darah baik systolic maupun diastolic pada akseptor kontrasepsi suntik kombinasi di wilayah RW 3 Kelurahan Jatimulyo. Diharapkan akseptor mengimbanginya dengan perilaku hidup sehat serta berganti kontrasepsi lain bila tekanan darahnya mengalami perubahan secara signifikan. Kata Kunci : Kontrasepsi Suntik Kombinasi, Tekanan Darah.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI YANG MELAKUKAN TINDAKAN RELAKSASI PROGRESIF

Lihat Detail Karya
Penulis: CINDY ARIESTA SOEJITNO
NIM: 1001100058
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi W. , S.Kep, Ns, M.Kes, Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed
Subjek: Lansia, Tekanan Darah, Hipertensi, Relaksasi Otot Progresif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Yang Melakukan Tindakan Relaksasi Progresif. Cindy Ariesta Soejitno (2013). Karya Tulis Ilmiah deskriptif eksploratif studi kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi W. , S.Kep, Ns, M.Kes, (Pendamping) Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed Kata Kunci: Lansia, Tekanan Darah, Hipertensi, Relaksasi Otot Progresif Hipertensi merupakan sebagian dari proses menua yang sering dialami oleh lansia. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk menurunkan tekanan darah salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan setelah mendapatkan Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif eksploratif, dengan subjek studi kasus ini sebanyak 1 orang lansia. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah mendapatkan relaksasi otot progresif selama 7 hari secara teratur. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa perubahan tekanan darah pada responden mengalami peningkatan pada hari pertama dan mengalami penurunan pada hari ke-2 sampai ke-7. Rekomendasi hasil penelitian disarankan relaksasi otot progresif ini dapat diterapkan sebagai terapi alternatif pada lansia yang menderita hipertensi. Selain itu penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut yaitu tentang masalah kesehatan yang dihadapi oleh lansia dengan mengetahui dan memahami pengaruh relaksasi progresif pada lansia hipertensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MELAKUKAN OLAHRAGA AEROBIK JALAN KAKI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ISMIYANTI SAPUTERI
NIM: 1001100068
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Joko Pitoyo , S.Kp , M . Kep , Pembimbing II Tavip Dwi W , S.Kep, Ns , M . Kes
Subjek: Hipertensi, Tekanan Darah, Denyut Nadi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Saputeri, I. 2013. Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi yang Melakukan Olahraga Aerobik Jalan Kaki di Wilayah Kerja puskesmas Dinoyo Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I Joko Pitoyo , S.Kp , M . Kep , Pembimbing II Tavip Dwi W , S.Kep, Ns , M . Kes . Kata Kunci : Hipertensi, Tekanan Darah, Denyut Nadi, dan Jalan Kaki Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi yang melakukan olahraga aerobik jalan kaki di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Metode penelitian adalah studi kasus dengan menggunakan rancangan metode observatif partisipatif. Perubahan tekanan darah pada responden dicatat pada lembar observasi setelah melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah jalan kaki. Dari hasil penelitian terhadap Ny. K, didapatkan tekanan darah sistolik pada observasi I dan II tetap. Fruktuasi terjadi pada observasi III, IV, dan VI, yaitu 10 mmHg. Dan pada observasi ke V terjadi fruktuasi 20 mmHg. Pada tekanan darah diastolik, didapatkan pada observasi I, II, III, dan IV tetap. Fruktuasi tekanan darah terjadi pada observasi V dan VI, dengan angka 10 mmHg. Rata-rata tekanan darah Ny.K sebelum jalan kaki 146,6/105 mmHg dan sesudah jalan kaki adalah 138,3/101,6 mmHg. Dari hasil penelitian terhadap Ny.W didapatkan tekanan darah sistolik pada observasi I, II, dan III tetap. Fruktuasi terjadi pada observasi IV, V, dan VI, pada angka 10 mmHg. Pada tekanan darah diastolik, observasi I, II, III, dan VI tetap. Fruktuasi terjadi pada observasi IV dan V, yaitu 10 mmHg. Rata-rata tekanan darah Ny.W sebelum jalan kaki 155/103,3 mmHg dan sesudah jalan kaki adalah 148,98,3 mmHg. Rekomendasi dalam penelitian studi kasus ini adalah dalam melakukan observasi tekanan darah pada subyek, dilakukan dalam waktu yang lebih lama.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

POLA MAKAN IBU MENYUSUI, KANDUNGAN PROTEIN ASI, DAN STATUS GIZI BADUTA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIARA PUSPITA SYNDITIAN
NIM: 1003000033
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Ibnu Fajar, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Sutomo Rum Teguh K., SKM., M.Kes.
Subjek: Gizi,ASI,Menyusui
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tiara Puspita Synditian (2013), Pola Makan Ibu Menyusui, Kandungan Protein ASI, dan Status Gizi Baduta di Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Ibnu Fajar, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Sutomo Rum Teguh K., SKM., M.Kes. ASI dalam jumlah dan kualitas yang baik dan mencukupi untuk baduta dipengaruhi oleh asupan makanan ibu menyusui sehari – hari. Apabila asupan ibu terus – menerus tidak mengandung cukup zat gizi dapat berakibat kelenjar pembuat air susu tidak dapat bekerja sempurna dan berpengaruh juga terhadap produksi ASI. WHO memperkirakan 54% penyebab kematian baduta didasari oleh keadaan anak yang jelek perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi baduta. Di provinsi Jawa Timur prevalensi gizi kurang sebesar 12,3%. Penyebab dari baduta gizi buruk yang ada tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi yang kurang, namun faktor pengetahuan ibu tentang gizi dan ketelatenan ibu dalam memberikan asupan gizi bagi badutanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan ibu menyusui, kandungan protein ASI dengan status gizi baduta. Jenis penelitian adalah metode Observasional Analitik yaitu menganalisis perbedaan antar variabel dengan menggunakan desain Case Control dengan variabel bebas yaitu pola makan ibu menyusui dan kandungan protein ASI, sedangkan variabel terikat yaitu status gizi baduta. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan pendekatan komposisi kelompok pangan yaitu Pola Pangan Harapan (PPH) didapatkan % skor PPH (perbandingan skor PPH aktual dengan skor PPH standar) yaitu 125,9% yang termasuk dalam kategori pola makan sangat tinggi dengan komposisi jumlah maupun jenis bahan makanan yang kurang diversifikasi. Sebesar 55% responden (ibu menyusui) memiliki kandungan protein ASI dengan kategori tinggi. Sebagian besar responden (baduta) memiliki status gizi baik sebesar 93%. Ada hubungan yang bermakna antara pola makan ibu menyusui dengan status gizi baduta, serta tidak ada hubungan yang bermakna antara kandungan protein ASI dengan status gizi baduta. Disarankan kepada ibu menyusui agar konsumsi kacang-kacangan dapat dijadikan pilihan alternatif para ibu menyusui dikarenakan terjangkau dari segi harga dan ketersediaan. Namun, kacang-kacangan mengandung asam fitat tinggi yang dapat mengikat beberapa mineral (kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (Fe), dan seng (Zn)) serta protein menjadi senyawa yang sukar larut sehingga tidak dapat diserap tubuh atau nilai cernanya rendah. Oleh karena itu, sebaiknya ibu menyusui untuk menyeimbangkan dengan konsumsi susu dan bahan makanan pra - kecambah dan menjadikan posyandu sebagai strategi pelayanan kesehatan dasar masyarakat dengan fokus pada ibu dan anak melalui tenaga kesehatan setempat. Kata Kunci : Pola Makan Ibu Menyusui, Kandungan Protein ASI, dan Status Gizi Baduta.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan