Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5131–5140 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN POLA MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK CYCLOPROVERA DAN AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO MEDROKSIPROGESTERON ASETAT DI BPS Ny. CHOLIS BIDAYAH TUMPANG-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IKE YULI SURYANI
NIM: 1002100064
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi, B.Sc.S.Pd., Sri Rahayu, S.Kep.,Ners., M.Kes.
Subjek: Pola menstruasi, KB
Lihat Abstraksi
Cycloprovera Dan Akseptor KB Suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat Di BPS Ny. Cholis Bidayah Tumpang-Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan kemenkes Malang, pembimbing I : Pratiwi, B.Sc.S.Pd. pembimbing II : Sri Rahayu, S.Kep.,Ners., M.Kes. Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Terdapat dua macam KB suntik , yaitu KB suntik Cycloprovera dan Depo Medroksiprogesteron. Kedua metode tersebut menggunakan hormon yang mempengaruhi pola menstruasi dan menekan terjadinya ovulasi untuk mencegah kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan Pola menstruasi antara akseptor KB suntik Cycloprovera dan Depo Medroksiprogesteron Asetat. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif. Populasinya semua akseptor KB suntik Cycloprovera dan Depo Medroksiprogesteron Asetat di BPS Cholis Bidayah Tumpang-Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 akseptor KB suntik Cycloprovera dan 25 akseptor KB suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat. Pengambilan data melalui kuesioner ,data dianalisa menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 25 orang responden KB suntik Cycloprovera sebagian besar responden siklus menstruasinya teratur yaitu sebanyak 18 orang (72%) . Dan hampir seluruh lama haidnya normal yaitu sebanyak 22 orang (88%). Sedangkan dari 25 orang responden KB suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat hampir seluruh responden siklus menstruasinya tidak teratur yaitu sebanyak 20 orang (80%). Dan sebagian besar responden lama haidnya tidak normal yaitu sebanyak 21 orang (84%). Sedangkan dari seluruh responden didapatkan bahwa semua responden tidak mengalami dismenorhea. Berdasarkan hasil analisis 2 hitung > 2 tabel (39,54>5,99) sehingga HI diterima yang berarti bisa ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan pola menstruasi antara akseptor KB suntik Cycloprovera dan Depo Medroksiprogesteron Asetat. Faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pola menstruasi pada akseptor KB suntik perlu dikaji lebih jauh. Kata kunci: Pola menstruasi, Akseptor KB suntik 1 Bulanan, Akseptor KB suntik 3 Bulanan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN RATA-RATA KADAR HEMOGLOBIN DAN TINGKAT KONSUMSI BESI (HEME, NON-HEME) SERTA MAKANAN PENDUKUNG PENYERAPAN BESI (PROTEIN,VITAMIN C) PADA IBU HAMIL YANG MENDAPAT DAN TIDAK MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI (KELURAHAN LOWOKWARU) KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RYZA AMALIA NOVITASARI
NIM: 1003000096
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Bernadus Rudy Sunindya, MPH., dan Sutomo Rum Teguh K., SKM, M.Kes
Subjek: Gizi,Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Novitasari, Ryza Amalia (2013). Perbedaan Rata-rata Kadar Hemoglobin dan Tingkat Konsumsi Besi (Heme, Non-heme) serta Makanan Pendukung Penyerapan Besi (Protein,Vitamin C) Pada Ibu Hamil yang Mendapat dan Tidak Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari (Kelurahan Lowokwaru) Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah bimbingan Bernadus Rudy Sunindya, MPH., dan Sutomo Rum Teguh K., SKM, M.Kes). Anemia gizi besi masih merupakan masalah gizi yang perlu mendapat penanganan karena dampak yang ditimbulkan antara lain risiko perdarahan saat melahirkan dan bayi yang dilahirkan BBLR. Data dari Dinkes Kota Malang, Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di Puskesmas Kendalsari sebesar 56%. Hasil cakupan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Kendalsari Fe1 79,67% dan Fe3 87,67%. Namun, prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar hemoglobin dan tingkat konsumsi makanan pendukung penyerapan besi (protein dan vitamin C) pada ibu hamil yang mendapat dan tidak mendapat tablet tambah darah (TTD) di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari (Kelurahan Lowokwaru) Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian Case Control. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dan II yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil analisis menunjukkan ada 3 perbedaan rata-rata kadar hemoglobin. Dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test menunjukkan ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin pada responden yang mendapat dan tidak mendapat tablet tambah darah (ρ value=0,013), ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin antara responden yang memiliki tingkat konsumsi besi baik dan tidak baik (ρ value 0,009<0,05). Dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test diketahui ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah mendapat tablet tambah darah (ρ value=0,000<0,05). Rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukan program penyuluhan tentang makanan seimbang, porsi lauk pauk untuk ibu hamil serta pentingnya makanan sumber protein dan vitamin C untuk mendukung penyerapan besi selain pemberian tablet tambah darah. Kata kunci: Kadar hemoglobin, Tablet tambah darah, Protein, Vitamin C, Besi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN SIKAP ANTARA SUAMI DAN ISTRI TENTANG METODE TUBEKTOMI DI WILAYAH RW 12 DESA SEKARPURO KECAMATAN PAKIS, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARI SAPTORINI JAYANTI
NIM: 1002100005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Surachmindari, SST., M.Pd, Pembimbing Pendamping: Jupriyono, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Bidan,Ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jayanti, Ari Saptorini. 2013. Perbedaan Sikap antara Suami dan Istri tentang Metode Tubektomi di Wilayah RW 12 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Surachmindari, SST., M.Pd, Pembimbing Pendamping: Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Indonesia pada tahun 2012 memiliki angka fertilitas 2,6 dimana rata-rata wanita di Indonesia memiliki anak lebih dari 2 (SDKI,2012). Metode tubektomi merupakan metode KB yang sangat efektif untuk menekan angka kelahiran namun metode ini memiliki jumlah akseptor yang sedikit. Di Desa Sekarpuro tepatnya di RW 12 pada tahun 2012 akseptor baru metode tubektomi sejumlah 0 diasumsikan faktor sikap yang memengaruhi rendahnya akseptor tubektomi di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan sikap antara suami dan istri tentang metode tubektomi di wilayah RW 12, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi komparatif dengan jumlah populasi yaitu pasangan suami istri di wilayah RW 12 desa sekarpuro yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 16 pasangan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga jumlah responden sebesar 16 pasangan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisa dengan uji statistik chi kuadrat (X2) dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami bersikap positif tentang metode tubektomi sejumlah 56 % dan bersikap negatif sejumlah 44%. Sedangkan sikap istri terhadap metode tubektomi 25% bersikap positif dan 75% bersikap negatif. Berdasarkan uji statistik Chi Square (X2) dua sampel dengan tingkat kesalahan α = 0,05 dan df = 1 didapatkan X2 hitung (4,04) > X2 tabel (3,84) dengan demikian penelitian ini menolak Ho artinya terdapat perbedaan sikap antara suami dan istri tentang metode tubektomi di wilayah RW 12 Desa sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan agar memperbaiki kuesioner dan menambah sampel penelitian. Kata Kunci: Istri , Sikap, Suami, Tubektomi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN SIKAP ANTARA WANITA KARIR DENGAN IBU RUMAH TANGGA TERHADAP BODY IMAGE PASCA MELAHIRKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RAHMA ANUGERAH OKSALINA
NIM: 1002100031
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Afnani Toyibah,A.Per.Pen.,M.PdPembimbing Pendamping Naimah, SKM., M.Kes
Subjek: body image,ibu rumah tangga,sikap,wanita karir
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Oksalina, R A. 2013. Perbedaan Sikap antara Wanita Karir dengan Ibu Rumah Tangga terhadap Body Image Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing I Afnani Toyibah,A.Per.Pen.,M.PdPembimbing Pendamping Naimah, SKM., M.Kes Kehamilan menimbulkan beberapa perubahan pada wanita, salah satunya perubahan secara fisik yaitu terjadinya peningkatan berat badan.Perubahan ini sering kali terbawa sampai setelah melahirkan dan disikapi ibu secara positif maupun negatif.Bagaimana perasaan seseorang mengenai penampilan fisik disebut body image. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap antara wanita karir dengan ibu rumah tangga terhadap body image pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Gribig Kota Malang.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif, dengan populasi 54 orang. Dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 27 wanita karir dan 27 ibu rumah tangga pasca melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita karir (55,6%) dan sebagian besar ibu rumah tangga (70,4%) memiliki sikap positif terhadap body image pasca melahirkan. Data dianalisis dengan uji t-test 2 sampel independent.Hasil t testmenunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel (1.108<1.676), dengan demikian Ho diterima.Artinya tidak terdapat perbedaan sikap antara wanita karir dengan ibu rumah tangga terhadap body image pasca melahirkan. Diharapkan petugas kesehatan memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dalam antenatal care tentang perubahan bentuk tubuh selama kehamilan dan melahirkan agar perubahan tubuh pasca melahirkan tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap pembentukan body image ibu pasca melahirkan nanti. Kata Kunci : body image,ibu rumah tangga,sikap,wanita karir,
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN SIKAP IBU TENTANG PEMERIKSAAN IVA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DI RW 01 POLINDES LUMBANGSARI KECAMATAN BULULAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FARIZKA DEWI AMALIA
NIM: 1002100056
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, S.ST, M.Psi, M.Pd., Tarsikah, S.Si T, M.Keb.
Subjek: IVA, penyuluhan kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi Amalia, Farizka. 2013. Perbedaan Sikap Ibu tentang Pemeriksaan IVA sebelum dan sesudah diberikan Penyuluhan Kesehatan dengan Metode Ceramah Tanya Jawab di RW 01 Polindes Lumbangsari Bululawang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Herawati Mansur, S.ST, M.Psi, M.Pd. Pembimbing Pendamping : Tarsikah, S.Si T, M.Keb. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan wanita yang pada stadium dini tidak memiliki gejala khas, sehingga penderita tidak mengetahui adanya kanker di tubunya, oleh karena itu pemeriksaan IVA sangat penting untuk mendeteksi dini adanya kanker serviks. Di RW 01 Polindes Lumbangsari kec.Bululawang menunjukkan bahwa ada 1 ibu (0.3%) dari 285 ibu meninggal karena kanker serviks. Diketahui pada laporan Polindes tahun 2012 hanya 2 ibu (0.7%) dari 285 ibu yang mau memeriksaan IVA ke petugas kesehatan. Agar masyarakat paham dan bersedia ikut berperan serta dalam pemeriksaan IVA, maka penyuluhan kesehatan adalah pilihan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap ibu tentang pemeriksaan IVA sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab di RW 01 Polindes Lumbangsari Bululawang. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-Experimen dengan pendekatan One group pre-post test design. Populasi penelitian ini sebanyak 128 ibu, sampel yang diambil 30 ibu dengan teknik Proportionate Random Sampling. Data diperoleh dari kuesioner kemudian diuji menggunakan Wilcoxon Match Pair Test. Hasil yang diperoleh menunjukkan sikap ibu sebelum diberi penyuluhan yang negatif 60% sedangkan sikap ibu sesudah diberi penyuluhan yang positif 76.67%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa didapatkan z hitung (-3.747) > z tabel (-1.64) pada taraf signifikansi 5%, dapat ditarik kesimpulah Ho ditolak yang artinya ada perbedaan sikap ibu tentang pemeriksaan IVA sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab di RW 01 polindes Lumbangsari Bululawang. Dengan adanya penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab diatas,diharapkan petugas kesehatan atau bidan lebih sering memberikan penyuluhan kesehatan secara berkala terkait dengan pemeriksaan IVA pada masyarakat untuk mendeteksi dini kanker serviks. Kata kunci : Sikap, Penyuluhan kesehatan, Pemeriksaan IVA
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN STATUS GIZI (Z-SCORE) DAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI-PROTEIN) BALITA SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT PMT-PEMULIHAN DI KECAMATAN WONOASIH KOTA PROBOLINGGO

Lihat Detail Karya
Penulis: YESICA LUDHITASARI RAKHMAN
NIM: 1003000105
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Bernadus Rudy Sunindya, MPH. Pembimbing II : Poedyasmoro, SKM
Subjek: Gizi,energi,pemulihan,konsumsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yesica Ludhitasari Rakhman (2013). Perbedaan Status Gizi (Z-Score) dan Tingkat Konsumsi (Energi – Protein) Balita Sebelum dn Sesudah Mendapat PMT-Pemulihan di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Bernadus Rudy Sunindya, MPH. Pembimbing II : Poedyasmoro, SKM. Prevalensi gizi buruk di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan untuk balita. Diharapkan dengan PMT-Pemulihan tersebut dapat menambah konsumsi zat gizi balita sehingga dapat memperbaiki status gizinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan status gizi (z-score) dan tingkat konsumsi (energi–protein) antara balita sebelum dan sesudah mendapat PMT-pemulihan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Ada perbedaaan tingkat konsumsi (energi-protein), berat badan, status gizi (z-score) berdasarkan BB/TB dan BB/U antara balita sebelum dan sesudah mendapat PMT-pemulihan dan tidak ada perbedaan status gizi (z-score) berdasarkan TB/U antara balita sebelum dan sesudah mendapat PMT-pemulihan. Berdasarkan hasil dan kesimpulan didapatkan permasalahan yaitu tingkat konsumsi (energi-protein) balita sebagian besar kurang dari AKG terutama konsumsi proteinnya dan untuk mengetahui status gizi berdasarkan indeks tinggi badan membutuhkan waktu yang lebih lama. Sehingga petugas kesehatan lebih meningkatkan pemantauan pelaksanaan program PMT-P agar termonitor secara intensif guna untuk meningkatkan perkembangan status gizi balita serta ketelatenan dalam pemberian makan balitanya untuk memperbaiki keadaan konsumsinya dan perlu dilakukannya penelitian lanjutan untuk mengetahui status gizi berdasarkan indeks tinggi badan dengan waktu penelitian yang lebih lama agar hasil penelitian lebih akurat. Kata Kunci : Status gizi (Z-Score); Tingkat konsumsi Energi, Protein; PMT- Pemulihan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN STATUS GIZI DAN TUMBUH KEMBANG PADA BAYI 6-12 BULAN DENGAN BBLR DAN NORMAL DI DESA TUMPANG KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARFI MARTA NUGRAHINI
NIM: 1003000049
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: B. Doddy Riyadi, SKM, MM dan Pembimbing II: Poedyasmoro, SKM
Subjek: bayi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arfi Marta Nugrahini (2013). “Perbedaan Status Gizi dan Tumbuh Kembang Pada Bayi 6-12 Bulan dengan BBLR dan Normal di Desa Tumpang Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: B. Doddy Riyadi, SKM, MM dan Pembimbing II: Poedyasmoro, SKM ) BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gram tanpa memperhatikan umur kehamilan.BBLR merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Bayi yang dilahirkan berisiko meninggal dunia sebelum berumur satu tahun 17 kali lebih besar dari bayi yang dilahirkan dengan berat badan normal. Menurut Riskesdas 2010 prevalensi bayi BBLR di Jawa Timur sebanyak 10,1%. Berdasarkan hasil survey pendahuluan diperoleh data bahwa prevalensi angka kejadian bayi dengan BBLR di Desa Tumpang mencapai 17,96%. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kejadian BBLR pada bayi usia 6-12 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan status gizi dan tumbuh kembang pada bayi 6-12 bulan dengan BBLR dan normal. Penelitian ini dilakukan di wilayah Desa Tumpang Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik yaitu peneliti melakukan observasi tanpa memberikan perlakuan dengan desain penelitian Case Control dengan variabel bebas bayi dengan BBLR dan normal usia 6-12 bulan, variabel bebas dan terikat status gizi bayi, dan variabel terikat tumbuh kembang bayi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan untuk mengetahui hubungan antar variabel diuji menggunakan Uji Chi-Square. Sampel yang digunakan adalah bayi berusia 6-12 bulan dan memenuhi kriteria sejumlah 60 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan antara kategori BBLR dan normal dengan nilai p-value 0.052. Tidak ada perbedaan pertumbuhan pada bayi usia 6-12 bulan antara kategori BBLR dan normal dengan nilai p-value 1.000. Tidak ada perbedaan perkembangan bayi usia 6-12 bulan antara kategori BBLR dan normal dengan nilai p-value 0.237. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bayi dengan BBLR dan normal mempunyai peluang yang sama untuk memiliki status gizi baik dan tumbuh kembang yang sesuai dengan usianya. Saran yang diberikan bagi petugas kesehatan adalah perlu diadakan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi dengan BBLR tentang pentingnya memperhatikan kesehatan anak. Bagi masyarakat disarankan untuk memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan bayi mereka, meliputi berat badan, tinggi badan, serta tumbuh kembangnya. Kata Kunci : Status Gizi Bayi, Tumbuh Kembang Bayi, BBLR, Normal.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU, POLA ASUH DAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI, PROTEIN) ANTARA ANAK BALITA DENGAN STATUS GIZI KURANG DAN NORMAL DI DESA NGAJUM KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HIDAYATUL LAILIYAH
NIM: 1003000066
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: di bawah bimbingan B.Doddy Riyadi dan I Nengah Tanu K
Subjek: pola asuh,gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Hidayatul Lailiyah : Perbedaan Tingkat Pendidikan Ibu, Pola Asuh dan Tingkat Konsumsi (Energi, Protein) antara Anak Balita dengan Status Gizi Kurang Dan Normal Di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang (di bawah bimbingan B.Doddy Riyadi dan I Nengah Tanu K). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan bahwa secara nasional penduduk Indonesia yang mengkonsumsi energi dibawah kebutuhan minimal ( kurang dari 70% dari AKG bagi orang Indonesia) adalah sebanyak 40%. Sedangkan penduduk yang mengkonsumsi protein dibawah kebutuhan minimal ( kurang dari 80% dari AKG bagi orang Indonesia ) adalah sebanyak 37%. Sedangkan berat badan kurang pada balita adalah sebesar 17,9%. Terdiri dari 4,9% gizi buruk dan 13,0% gizi kurang. Berdasarkan pemantauan ststus gizi balita yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada bulan September tahun 2012 terdapat 65 balita menderita gizi buruk se-Kabupaten Malang. Dari data tersebut diperoleh sebesar 12.3% balita menderita gizi buruk Di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbadaan tingkat pendidikan ibu, pola asuh dan tingkat konsumsi energi dan tingkat kmonsumsi protein antara anak balita dengan status gizi kurang dan normal Di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang dengan menggunakan desain penelitian case contro. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat pendidikan ibu, pola asuh, tingkat konsumsi (energi,protein), dan status gizi balita. sampel yang diambil berjumlah 20 balita gizi kurang dan 20 balita gizi normal melalui pengukuran antropometri BB dan Food Recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 52.5% ibu balita di Desa Ngajum memiliki tingkat pendidikan tinggi sampai sedang, dan 47.5% memiliki tingkat pendidikan yang rendah (tamat SD/tidak pernah bersekolah), 77.5% pola asuh ibu terhadap balita dalam kategori baik sampai cukup, dan sebanyak 22.5% dalam kategori kurang, sebanyak 42.5% balita memiliki tingkat konsumsi energi normal dan 62.5% memiliki tingkat konsusi protein normal sampai diatas AKG. Hasil uji statistik chi square test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat pendidikan ibu, pola asuh dan tingkat konsumsi (energi, protein) antara balita dengan status gizi kurang dan normal. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak atau lembaga baik pemerintah maupun swasta sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan penanganan masalah gizi yang sedang terjadi. Kata kunci : Tingkat pendidikan ibu, pola asuh, tingkat konsumsi energi dan protein, status gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI ANTARA IBU HAMIL KEK DAN NON KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SAFITRI ARDIYANTI
NIM: 1003000097
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan Ibnu Fajar, SKM, M.Kes
Subjek: Gizi
Lihat Abstraksi
Safitri Ardiyanti. Perbedaan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi Energi Antara Ibu Hamil KEK dan Non KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang. Di bawah bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan Ibnu Fajar, SKM, M.Kes ABSTRAK Secara nasional, prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 13,6% (Riskesdas, 2007). Pada tahun 2012 prevalensi KEK pada ibu hamil di Puskesmas Bululawang sebesar 6,69%. Meskipun di bawah prevalensi nasional, namun persentase prevalensinya cenderung mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Penyebab langsung terjadinya Kurang Energi Kronis (KEK) antara lain karena kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pendidikan, tingkat pegetahuan dan tingkat konsumsi energi antara ibu hamil KEK dan Non KEK di wilayah kerja Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang. Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dilakukan pada 23 ibu hamil KEK dan 23 ibu hamil Non KEK. Sampel dipilih dengan cara purposive sample. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah status KEK, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi energi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan ibu hamil KEK cenderung tinggi (47,83%) dan Non KEK cenderung tergolong rendah (60,87%). Tingkat pengetahuan ibu hamil KEK tergolong sedang (60,87%) dan Non KEK tergolong sedang (60,87%). Tingkat konsumsi energi ibu hamil KEK tergolong defisit berat (78,26%) dan Non KEK tergolong defisit berat (43,48%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat pendidikan antara ibu hamil KEK dan Non KEK (p=0,766), tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan antara ibu hamil KEK dan Non KEK (p=1,000), ada perbedaan tingkat konsumsi energi antara ibu hamil KEK dan Non KEK (p=0,004). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penyuluhan gizi kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil. Kata kunci : Kekurangan Energi Kronis (KEK), Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN TINGKAT PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 2-5 TAHUN ANTARA YANG MENGIKUTI PAUD DENGAN YANG TIDAK MENGIKUTI PAUD DI WILAYAH KELURAHAN PENANGGUNGAN KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILY PUJI CAHYANI
NIM: 1002100072
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Dra.Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd
Subjek: Perkembangan Bahasa, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cahyani, Laily Puji. 2013. Perbedaan Tingkat Perkembangan Bahasa Anak Usia 2-5 Tahun Antara yang Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan yang Tidak Mengikuti PAUD di Wilayah Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Dra.Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda isyarat. Perkembangan bahasa anak dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor kesehatan, inteligensi, status sosial ekonomi keluarga, jenis kelamin (sex), hubungan keluarga. Pendidikan dan perhatian pada anak usia 0-6 tahun sangat membantu perkembangan sosial, emosi, fisik, dan kognitif anak. Anak-anak yang mendapat perhatian khusus lebih awalmenunjukkan akademis yang lebih baik pada saat menerima pendidikan formal serta dalam memahami pribadi sendiri dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perbedaan tingkat perkembangan bahasa anak usia 2-5tahun antara yang mengikuti dengan tidak mengikuti PAUD di wilayah Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain Analitik Studi Komparatif. Sampel yang digunakan adalah murid PAUD Apel dan balita di wilayah Kelurahan Penanggungan dengan usia 2-5 tahun. Besar sampel 30 anak yang terdiri dari 15 anak yang mengikuti PAUD dan 15 anak yang tidak mengikuti PAUD dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian didapatkan, dari 15 anak yang mengikuti PAUD, sebagian besar tingkat perkembangan bahasa anak amat baik yakni 73,33%. Pada anak yang tidak mengikuti PAUD sebagian besar tingkat perkembangan bahasa anak baik yakni 60%, Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan nilai Zhitung< Ztabel (0,019 < 0,48) pada taraf signifikansi (α) 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat perkembangan bahasa anak usia 2-5 tahun antara yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti PAUD. Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting untuk persiapan anak sebelum memasuki pendidikan selanjutnya, memberikan kontribusi bagi anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kata Kuci : Perkembangan Bahasa, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan