Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5111–5120 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGETAHUAN GIZI IBU , KONSUMSI SUSU, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP STATUS GIZI SISWA KELAS A DI TK Restu PGRI 03 PUJON

Lihat Detail Karya
Penulis: Eka Ariyani
NIM: 1003000008
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah Bimbingan I Nengah Tanu Komalina dan Tapriadi
Subjek: gizi, susu
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Eka Ariyani. 2013. Pengetahuan Gizi Ibu, Konsumsi Susu, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein terhadap Status Gizi Siswa Kelas A TK Restu PGRI 03 Pujon. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah Bimbingan I Nengah Tanu Komalina dan Tapriadi) Anak-anak prasekolah merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami masalah gizi. Pada masa ini kondisi kesehatan anak masih belum stabil dan kebutuhan gizi mulai meningkat karena aktivitasnya mulai bertambah, sehingga memerlukan zat makanan yang relatif banyak dengan kualitas yang tinggi. Susu merupakan makanan alami yang hampir sempurna. Sebagian zat gizi esensial ada dalam susu, yaitu protein bernilai biologi tinggi, kalsium, fosfor, vitamin A, dan tiamin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan gizi ibu, konsumsi susu, tingkat konsumsi energi dan protein serta status gizi pada siswa TK Restu PGRI 03 Pujon dengan waktu penelitian 28 Januari – 10 Februari 2013. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sasaran seluruh siswa kelas A TK Restu PGRI 03 Pujon yang berjumlah 42 siswa. Data yang di ambil meliputi data tingkat pengetahuan gizi ibu, konsumsi susu, tingkat konsumsi energi dan protein dan status gizi siswa. Data kemudian di olah dan di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42.9% tingkat pengetahuan gizi ibu kurang, sebanyak 73.8% responden memiliki konsumsi susu kurang, tingkat konsumsi (Energi dan Protein) masih tergolong dalam kategori defisit, status gizi siswa sebanyak 16.7% dalam kategori status gizi kurang. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dan konsumsi susu (p:0.523), tidak ada hubungan konsumsi susu dengan tingkat konsumsi energi (p:1.000), tidak ada hubungan konsumsi susu dengan tingkat konsumsi protein (p:0.385), tidak ada hubungan tingkat konsumsi energi dengan status gizi (p:0.155), tidak ada hubungan tingkat konsumsi energi dengan status gizi (p:0.153). Mengingat masih ditemukannya pengetahuan gizi ibu yang kurang, maka perlu diadakan penyuluhan mengenai gizi anak prasekolah serta Mengingat masih rendahnya konsumsi susu anak maka perlu dilakukan kampanye gerakan minum susu. Kata Kunci : . Pengetahuan Gizi Ibu, Konsumsi Susu, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein dan Status Gizi  
Cover KTI
tidak tersedia
2013

Pengetahuan Orangtua Tentang Penerapan Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak di PAUD Harapan Bunda Kecamatan Klojen Kota Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: CHOIRUN NISA’IS SHOLIHAH
NIM: 10011000006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Wahyuningsri,S.Pd,M.Kes
Subjek: Pengetahuan, orangtua, kecerdasan emosional
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengetahuan Orangtua tentang Penerapan Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak Usia Toodler di PAUD Harapan Bunda Kecamatan Klojen Kota Malang. Choirun Nisa’is Sholihah (2013). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Wahyuningsri,S.Pd,M.Kes Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mendeteksi dan mengolah emosi diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional sangat penting dikembangkan pada diri anak sejak dini karena banyak dijumpai pada anak pemurung, mudah cemas, bertindak agresif, dan kurang menghargai sopan santun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan orangtua tentang cara melatih kecerdasan emosional anak. Desain Penelitian ini adalah deskriptif menggunakan jenis survei dengan tehnik sampling total sampling dengan 39 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli 2013 bertempat di PAUD Harapan Bunda Klojen-Malang. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara membagi angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata secara umum pengetahuan orangtua tentang penerapan cara melatih kecerdasan emosional anak 55,01% dikategorikan kurang. Saran untuk orangtua anak yang bersekolah di PAUD untuk memperbanyak informasi tentang kecerdasan emosional anak dan PAUD memfasilitasi orangtua dan anak tentang penanganan kecerdasan emosional anak. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan observasi dan wawancara. Kata Kunci : Pengetahuan, orangtua, kecerdasan emosional
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGUKURAN PERDARAHAN SAAT PEMBEDAHAN OLEH PERAWAT SIRKULER DI KAMAR OPERASI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HENDRA AGUNG WIJAYA
NIM: 1201410011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes
Subjek: Pengukuran Perdarahan, Pembedahan, Perawat Sirkuler
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengukuran Perdarahan Saat Pembedahan Oleh Perawat Sirkuler Di Kamar Operasi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. oleh Hendra A. Wijaya (2013). Skripsi, Progam Studi DIV Keperawatan Perioperatif, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, Pembimbing Pendamping Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes Kata Kunci : Pengukuran Perdarahan, Pembedahan, Perawat Sirkuler Jumlah perdarahan selama pembedahan seringkali ditentukan berdasarkan taksiran sehingga kurang akurat dalam menentukan jumlah perdarahan. Selama ini belum pernah penelitian tentang pengukuran perdarahan saat pembedahan di kamar operasi rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan penelitian adalah Mengetahui Pengukuran Perdarahan Saat Pembedahan Oleh Perawat Sirkuler di Kamar Operasi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Metode penelitian deskriftif observatif dengan populasi Semua Perawat Sirkuler yang mengikuti proses pembedahan dan sampel Perawat Sirkuler yang mengikuti proses pembedahan Histerektomi dengan jumlah 5 orang. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara kemudian diambil kesimpulan secara umum dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruan responden mengukur perdarahan dikasa dengan menghitung satu persatu kasa kecil penuh darah diperkirakan 10cc dan kasa besar diperkirakan 50cc, pada botol section dengan melihat jumlah cairan yang tertampung melalui skala pada botol section. Sedangkan pengukuran perdarahan yang tidak tertampung pada kasa dan botol section sebagian besar tidak dilakukan oleh perawat sirkuler dikarenakan kurang mengetahui cara yang pasti dan belum ada protap yang pasti. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukannya pengukuran perdarahan secara tepat oleh perawat sirkuler di RSU Dr. Saiful Anwar Malng
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENILAIAN STATUS GIZI AWAL BERDASARKAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESMENT (SGA) DAN MALNUTRITION UNIVERSAL SCREENING TOOL (MUST) PADA PASIEN RAWAT INAP RUANG PENYAKIT DALAM RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: REJINA MITASARI
NIM: 1203400015
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Hasan Aroni dan Dwie Soelistyorini
Subjek: Status Gizi Awal, SGA, MUST, Status Pulang, Lama Rawat Inap
Lihat Abstraksi
ABSTRAK REJINA MITASARI, 2013. Penilaian Status Gizi Awal Berdasarkan Subjective Global Assesment (SGA) Dan Malnutrition Universal Screening Tool(MUST) Pada Pasien Rawat Inap Ruang Penyakit Dalam RSUD Kanjuruhan Kepanjen (Dibawah bimbingan Hasan Aroni dan Dwie Soelistyorini) Ketepatan penilaian status gizi akan menghasilkan ketepatan dalam intervensi gizi sehingga mempercepat proses penyembuhan. Kecepatan proses penyembuhan dapat diasumsikan sebagai lama rawat inap sehingga diharapkan dengan status gizi yang baik akan mempunyai lama rawat inap lebih pendek. SGA merupakan salah satu metode skrining gizi yang terbukti memiliki validitas yang baik untuk penilaian status gizi pasien dewasa dan telah banyak digunakan oleh beberapa rumah sakit di Indonesia.Metode Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) adalah salah satu metode skrininggizi secara subyektif yang telah dikembangkan untuk semuapasien dewasadi semuakelas perawatan.Metode ini telah direkomendasikan oleh British Association of Parenteral and Enteral Nutrition (BAPEN). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penilaian status gizi awal dengan menggunakan metode Subjective Global Assesment (SGA) dan Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) dengan lama rawat inap dan status pulang serta membandingkan kesesuaian hasil kedua metode tersebut pada pasien rawat inap ruang penyakit dalam RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan survey cross sectional yang dilakukan pada Juni-Juli 2013di IRNA Imam Bonjol dan Airlangga RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu sampel ditentukan langsung oleh peneliti berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian status gizi awal berdasarkan MUST berturut-turut didapatkan resiko malnutrisi ringan, malnutrisi sedang, malnutrisi berat sebesar 9 (47%), 6 (32%), dan 4 (21%). Sedangkan berdasarkan SGA berturut-turut didapatkan status gizi kurang, baik, buruk sebesar 7 (37%), 9 (47%), 3 (16%). Berdasarkan chi square, diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara penilaian status gizi awal MUST dan SGA dengan lama rawat inap. Tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05) antara penilaian status gizi awal berdasarkanSGAdan MUST. Terdapat kesesuaian yang cukup (nilai kappa 0,4-0,75) antara hasil penilaian status gizi awal berdasarkan SGA dan MUST. MUST dapat dipertimbangkan untuk sebagai slah satu metode peniliaian status gizi awal pasien dewasa dirumah karena lebih murah, mudah, cepat dalam menilai status gizi pasien dan point penilaiannya yang mudah dipahami, singkat dan jelas dibanding SGA. Kata Kunci: Status Gizi Awal, SGA, MUST, Status Pulang, Lama Rawat Inap
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI LEMAK DAN SERAT SERTA PERUBAHAN PROFIL LIPID SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA RAWAT JALAN DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: LAURA VICKA SILVIANA NALURENSA
NIM: 1203400018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Ir. AAG Anom Aswin MPS, dan Hasan Aroni, SKM, MPH
Subjek: Hiperkolesterolemia, Konseling Gizi, Pengetahuan, Tingkat Konsumsi, Profil Lipid
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI LAURA VICKA SILVIANA NALURENSA (2013). Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Lemak dan Serat serta Perubahan Profil Lipid Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi Penderita Hiperkolesterolemia di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. (Dibawah bimbingan Ir. AAG Anom Aswin MPS, dan Hasan Aroni, SKM, MPH) Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar koleterol total dan LDL, serta penuruan HDL yang dapat menimbulkan resiko penyakit jantung, stroke dan pembuluh darah diantaranya. Salah satu upaya bersifat individu yang bisa diambil sebagai upaya penanganan penyakit degeneratif ini adalah dengan merubah perilaku makan yaitu melalui konseling gizi. Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi lemak dan serat, serta perubahan profil lipid sebelum dan sesudah konseling pada penderita hiperkoletserolemia rawat jalan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan rancangan pre dan post-test control group design, penelitian dilakukan pada bulan April 2013 di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi bagian poli gizi. Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah hiperkolesterolemia yang rutin berkunjung ke poli gizi dengan rentang usia antara 40 – 65 tahun. Data yang diperlukan adalah data gambaran umum responden, data tingat pengetahuan, data tingkat konsumsi karbohidrat lemak jenuh, tak jenuh, dan serat, serta data profil lipid sebelum dan setelah konseling gizi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pencatatan, pengukuran dan penimbangan makanan. Selanjutnya data yang diperoleh diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan kepustakaan yang ada. Hiperkolesterolemia lebih banyak terjadi pada pasiendengan usia >60 tahun, tingkat konsumsi lemak jenuh tergolong diatas kecukupan dan serat tergolong kurang, serta tingkat pengetahuan mengenai penyakit dan diet masih kurang. Sehingga penerapan diet rendah kolesterol kurang berjalan dengan baik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa ada beda tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian konseling gizi (p=0,001). Hasil uji menggunakan paired t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat konsumsi serat (p=0,407) antara sebelum dan sesudah pemberian konseling gizi. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol total (p=0,623), LDL (p=0,224), dan HDL (p= 0,909) antara sebelum dan sesudah konseling gizi. Berdasarkan kesimpulan tersebuat maka diperoleh saran yaitu diharapkan kepada konselor gizi dalam memberikan konseling teknik dan informasi yang diberikan disesuaikan dengan kesiapan klien, cara membatasi perilaku dan menghambat respon perilaku yang tidak efektif dengan tujuan untuk memotivasi pasien dengan cara memberikan konseling berdasarkan teknik behavioral system model.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN DERAJAT ASFIKSIA ANTARA BAYI BARU LAHIR DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DAN INDUKSI PERSALINAN PADA IBU PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RSUD KANJURUHAN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WILIARISA PRITA PURWANTI
NIM: 1202420005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Isman Amin, S.KM., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Tarsikah, S.SiT., M.Keb
Subjek: derajat asfiksia, sectio caesarea (SC), induksi persalinan, pre eklampsia berat
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Purwanti, Wiliarisa Prita. 2013. Perbedaan Derajat Asfiksia Antara Bayi Baru Lahir (BBL) dengan Persalinan Sectio Caesarea (SC) dan Induksi Persalinan pada Ibu Pre-Eklampsia Berat di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Progam Studi DIV Kebidanan Klinik Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Isman Amin, S.KM., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Tarsikah, S.SiT., M.Keb. Asfiksia merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian bayi di Indonesia. Salah satu penyebab asfiksia dari faktor ibu adalah pre-eklampsia. Penatalaksanaan PEB yang tepat untuk kehamilan aterm adalah terminasi kehamilan dengan persalinan pervaginam maupun sectio caesarea (SC). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya perbedaan derajat asfiksia antara BBL dengan persalinan SC dan induksi persalinan pada Ibu pre eklampsia berat. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua BBL dari ibu PEB yang lahir dengan induksi dan SC di RSUD Kanjuruhan periode 1 Januari-31 Desember 2012. Jumlah sampel sebesar 141 kasus dengan 69 kasus SC dan 72 kasus induksi yang didapatkan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan rekam medik yang direkap dalam check list. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian menunjukkan 15,94 % dari BBL dengan persalinan SC pada ibu PEB mengalami asfiksia berat dan 12,50 % dari BBL dengan induksi persalinan pada ibu PEB mengalami asfiksia berat. Setelah dilakukan penghitungan menggunakan Mann Whitney U-Test didapatkan harga z hitung (8,674) > z tabel (1,96). Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan derajat asfiksia antara BBL dengan persalinan SC dan induksi persalinan pada ibu pre eklampsia berat. Asfiksia pada bayi dengan persalinan SC disebabkan efek anestesi yang langsung bekerja pada pusat pernafasan, pada bayi dengan induksi persalinan disebabkan efek pemberian oksitosin yang menurunkan suplai O2 pada saat kontraksi uterus. Sehingga dalam pelaksanaan keduanya diperlukan pengawasan yang ketat. Kata Kunci: derajat asfiksia, sectio caesarea (SC), induksi persalinan, pre eklampsia berat
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN DURASI PERSALINAN PRIMIGRAVIDA ANTARA IBU BEKERJA DENGAN IBU TIDAK BEKERJA DI BPS SITI MAHMUDAH A.Md Keb DESA MENDALANWANGI, KECAMATAN WAGIR, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRIANA CITA SARI
NIM: 1002100030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Afnani Toyibah A.Per.Pen, M.Pd., Pembimbing (II) Naimah SKM, M.Kes
Subjek: Aktifitas, Durasi Persalinan.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Putriana Cita. 2013. Perbedaan Durasi Persalinan Primigravida antara Ibu Bekerja dengan Ibu Tidak Bekerja di BPS Siti Mahmudah, Amd.Keb., Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Jurusan Kebidanan. Pembimbing (I) Afnani Toyibah A.Per.Pen, M.Pd., Pembimbing (II) Naimah SKM, M.Kes Durasi persalinan merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses persalinan. Apabila persalinan berlangsung lama akan berdampak pada ibu dan janin. Untuk melewati suatu alur persalinan dibutuhkan tenaga yang lebih. Tenaga dapat dimanipulasi dengan penguatan otot-otot persalinan dengan peningkatan aktifitas fisik. Semakin tinggi tingkat aktifitas maka kekuatan otot persalinan lebih baik sehingga dapat mempercepat durasi persalinan dan mengurangi dampak yang kurang baik terhadap ibu dan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan durasi persalinan primigravida antara ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja. Desain penelitian adalah ”studi komparatif”, dengan populasi ibu primigravida di BPS Siti Mahmudah, Amd.Keb., sejumlah 26 orang. Sampel berjumlah 12 orang yang diambil secara Quota Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu bekerja memiliki rata-rata durasi persalinan 321,67 menit, sedangkan durasi persalinan pada ibu tidak bekerja 378,33 menit. Berdasarkan uji analisa data menggunakan t test 2 sampel independent dengan α (0.05) didapatkan thitung (-0,789) < ttabel (2,571), maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan durasi persalinan antara ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja. Peran tenaga kesehatan diperlukan untuk memberikan informasi tentang durasi persalinan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga ibu primigravida dapat mempersiapkan semua faktor yang ada dengan baik untuk memperlancar jalannya proses persalinan. Kata kunci: Aktifitas, Durasi Persalinan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN DURASI TIDUR BAYI USIA 0-3 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PIJAT BAYI DI DESA TIRTOMOYO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SILFIANA SHINDY ARISTA
NIM: 1002100089
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Marjati, SST, M.Pd. Pembimbing II Rita Yulifah, S.Kp, M.Kes.
Subjek: Durasi Tidur, Pijat Bayi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arista, Silfiana Shindy. 2013. Perbedaan Durasi Tidur Bayi Usia 0-3 Bulan Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pijat Bayi Di Desa Tirtomoyo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Program Studi D-III Kebidanan Malang. Pembimbing I Marjati, SST, M.Pd. Pembimbing II Rita Yulifah, S.Kp, M.Kes. Berdasarkan fenomena, peneliti menemukan masalah yang seringkali dikeluhkan orang tua kepada bayinya yang memiliki masalah susah tidur, sehingga membuat durasi tidur bayi kurang. Pijat dapat mempengaruhi keluarnya hormon tidur melatonin, yang membuat bayi dapat memiliki pola tidur yang teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mangetahui adanya perbedaan durasi tidur bayi usia 0-3 bulan sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 15 responden, menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang diisi oleh peneliti dengan mewawancarai orang tua responden mengenai durasi tidur bayinya sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Analisa menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata durasi tidur bayi usia 0-3 bulan sebelum dilakukan pijat bayi 15,27 jam sehari, sedangkan sesudah dilakukan pijat bayi 16,67 jam sehari. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai α=0,05. Hasil analisis data menunjukkan Thitung 0 < Ttabel 25 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < α = 0,05, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan durasi tidur pada bayi usia 0-3 bulan sebelum dan sesudah dipijat Di Desa Tirtomoyo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Dengan demikian disarankan pijat bayi dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam mengatasi bayinya yang susah tidur. Kata Kunci : Durasi Tidur, Pijat Bayi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN FREKUENSI LOW BACK PAIN SEBELUM DAN SESUDAH YOGA PADA IBU HAMIL DI POLI KANDUNGAN RSU LAWANG MEDIKA

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZA KHUTMI FAUZIAH
NIM: 1202420037
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rita Yulifah, S.Kep,M.Kes, Pembimbing (pendamping) Ika Yudianti, S.ST. M.Keb
Subjek: Ibu Hamil, Low Back Pain, Yoga
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Frekuensi Low Back Pain Sebelum dan Sesudah Yoga Pada Ibu Hamil di RSU Lawang Medika Malang Tahun 2013. Riza Khutmi Fauziah (2013) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rita Yulifah, S.Kep,M.Kes, Pembimbing (pendamping) Ika Yudianti, S.ST. M.Keb Kata Kunci: Ibu Hamil, Low Back Pain, Yoga. Menurut Mantle et al (1977) dan Ostgaard (1997) dalam Fraser dan Cooper (2009), mengemukakan bahwa 50% ibu hamil yang disurvei di Inggris dan Skandinavia dilaporkan menderita nyeri punggung bawah, dan Bullock-Saxton (1998) dalam Fraser dan Cooper (2009), menemukan bahwa 70% wanita di Australia mengalami nyeri punggung bawah pada beberapa tahapan kehamilannya. Angka kejadian nyeri punggung bawah pada masa kehamilan adalah 48 – 90 % (Sinclair, 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi low back pain sebelum dan sesudah yoga pada ibu hamil, dalam penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan teknik pretest post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester tiga yang mengalami low back pain terdapat 21 orang pada tanggal 3 April 2013 - 5 Mei 2013.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah Spearman Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan ada Perbedaan Frekuensi Low Back Pain Sebelum dan Sesudah Yoga Pada Ibu Hamil dengan nilai Pvalue 0,000 < α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, frekuensi sebelum yoga dalam waktu 2 x 24 jam terdapat 3 orang yang mengalami16 kali, 3 orang mengalami 20 kali dan 10 orang lainnya berada pada rentang 9 - 36 kali. Sedangkan sesudah yoga dalam waktu 2 x 24 jam mengalami penurunan frekuensi low back pain yaitu terdapat 1 orang mengalami 12 kali, 9 kali, 11 kali dan 4 kali, dan 12 orang lainnya pada rentang 4 – 10 kali, Dengan demikian Yoga Hamil dapat digunakan sebagai terapi management nyeri nonfarmakologi dengan tujuan dapat meringankan keluhan nyeri punggung bawah dan bagi peneliti selanjutnya diharapakan dalam melakukan penelitian peneliti memberikan penjelasan yang lebih terperinci tentang cara pengisian lembar observasi untuk mengetahui frekuensi low back pain sehingga responden dapat mengisi lembar observasi tersebut secara tepat dan benar.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PERBEDAAN FREKUENSI EMESIS IBU HAMIL TRIMESTER I SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN BUAH PISANG AMBON DI POLINDES LANGLANG SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: AMELLIA DEVI MEGASARI
NIM: 1002100044
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Naimah, S.KM.,M.Kes., Pembimbing II: Ardi Panggayuh, S.Kep.,M.Kes
Subjek: Bidan,Ibu Hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Megasari,Amellia Devi.2013. Perbedaan Frekuensi Emesis Ibu Hamil Trimester I Sebelum dan Sesudah Pemberian Buah Pisang Ambon di Polindes Langlang Singosari. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Naimah, S.KM.,M.Kes., Pembimbing II: Ardi Panggayuh, S.Kep.,M.Kes. Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang menyertai kehamilan namun menimbulkan ketidaknyamanan dan jika berlebihan menjadi hiperemesis akan berdampak buruk pada ibu maupun bayi. Penanganan emesis gravidarum dapat secara farmakologi maupun non farmakologi. Secara non farmakologi salah satunya dapat menggunakan buah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan frekuensi emesis ibu hamil trimester I sebelum dan sesudah pemberian buah pisang ambon. Desain penelitian adalah Pra Experiment dengan rancangan One group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I di Polindes LangLang kecamatan Singosari adalah sebanyak 30 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 20 orang ibu hamil trimester I yang mengalami emesis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar cheklis dan pedoman wawancara. Teknik pengolahan data menggunakan analisa statistik Wilcoxon Match Pairs Test dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami penurunan frekuensi emesis setelah pemberian buah pisang ambon adalah 65% responden dan 35% reponden tidak mengalami perubahan frekuensi emesis. Hasil analisis menunjukkan zhitung > ztabel (2,875 > 1,64) dan ρ value < α=0,05 (0,001<0,05) maka H0 ditolak yang berarti ada perbedaan frekuensi emesis ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah pisang ambon. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan masukan bagi bidan dalam menangani emesis sehingga tidak hanya dengan menggunakan vitamin B6 saja. Kata Kunci: Ibu hamil trimester I, emesis gravidarum, pisang ambon
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan