Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5071–5080 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH MAKANAN BERSERAT TINGGI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS JANTI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI PERMATA SARI
NIM: 1201440001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Budi Susatia,S.Kp,M.Kes, Pembimbing Pendamping Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd.
Subjek: Makanan Berserat Tinggi, Kadar Glukosa Darah, DM Tipe 2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Putri Permata Sari (2013). Pengaruh Makanan Berserat Tinggi Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Janti Malang. Tugas Akhir, Program Studi DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Melitus dan Edukator, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Budi Susatia,S.Kp,M.Kes, Pembimbing Pendamping Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd. Kata Kunci : Makanan Berserat Tinggi, Kadar Glukosa Darah, DM Tipe 2 Penderita DM tipe 2 diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya. Diperlukan pencegahan dan manajemen terapi yang efektif untuk menekan prevalensi DM. Salah satu upayanya adalah konsumsi makanan berserat tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh makanan berserat tinggi terhadap kadar glukosa darah pada penderita DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain one group pretest posttest, dilaksanakan di Puskesmas Janti Malang, pada tanggal 19-28 Juli 2013. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, responden penelitian sebanyak 18 orang yang terbagi menjadi 8 orang kelompok GDP dan 10 orang kelompok GDA. Pengumpulan data dilakukan dengan memeriksa kadar gula darah sebelum dan setelah 6 hari mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Data yang diperoleh diolah dan ditabulasi dan dianalisis menggunakan Uji t, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian makanan berserat tinggi terhadap kadar glukosa darah puasa dengan p= 0.123 (α = 0,05) dan ada pengaruh yang signifikan pemberian makanan berserat tinggi terhadap kadar glukosa darah acak dengan p=0,010 (α=0,05). Saran untuk penderita DM tipe 2 agar selalu bisa mengontrol kadar glukosa darah, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Saran untuk penelitian selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh pada kenaikan kadar gula darah puasa.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KEMAMPUAN REHIDRASI DAN MUTU ORGANOLEPTIK WORTEL INSTAN

Lihat Detail Karya
Penulis: Aries Tika Windawati
NIM: 1003000050
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah Bimbingan Bapak Agus Heri Santoso dan Ibu Sulistiastutik.
Subjek: antioksidan
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI ARIES TIKA WINDAWATI, 2013. Pengaruh Metode Pemanasan dan Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan, Kemampuan Rehidrasi, dan Mutu Organoleptik Wortel Instan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah Bimbingan Bapak Agus Heri Santoso dan Ibu Sulistiastutik. Proses pemanasan dan pengeringan dapat memberikan dampak yang positif terhadap nilai gizi dan mutu organoleptik sayuran. Namun proses pemanasan dan pengeringan dapat merusak zat gizi yang terkandung di dalamnya.Wortel memiliki kandungan beta karoten (provitamin A), vitamin B dan E yang dikenal sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pemanasan dan pengeringan terhadap aktivitas antioksidan, kemampuan rehidrasi, dan mutu organoleptik wortel instan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) dengan metode pemanasan (tanpa pemanasan, air, dan uap) dan pengeringan (air dan vakum). Dengan demikian didapatkan banyaknya perlakuan 2x3yaitu X 0Y1 (tanpa pemanasan, pengeringan oven), X 0Y2 (tanpa pemanasan, pengeringan vakum), X1Yz (pemanasan air, pengeringan oven), X 1Y2 (pemanasan air, pengeringan vakum), X 2Y1 ( pemanasan uap, pengeringan oven), dan X 2Y2 (pemanasan uap, pengeringan vakum). Penelitian ini menggunakan uji Statistik Two Way Anova dan uji hedonic scale pada skala 1-4 pada tingkat kepercayaan 0,05. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemanasan dan pengeringan memberikan pengarunh secara signifikan terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik meliputi warna, tekstur, dan rasa. Namun metode pemanasan dan pengeringan memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap kemampuan rehidrasi, kadar air dan nilai mutu organoleptik berupa aroma. Pada perlakuan X1Y2 (pemanasan air, pengeringan vakum) paling banyak disukai oleh panelis baik warna, aroma, tekstur, dan rasa serta memiliki aktivitas antioksidan 81,3%, kemampuan rehidrasi 457%, dan kadar air 7,2%. Saran dalam penelitian ini adalah dalam membuat wortel instan diberikan perlakuan pemanasan media air dan pengeringan vakum. Untuk lebih mudah dalam mengkonsumsi, wortel instan dapat diolah menjadi sup, kue basah, campuran mie, dan lain sebagainya dengan menambahkan beberapa sayuran yang lain. Kata kunci : wortel, instanisasi, antioksidan, rehidrasi, organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN JUS MELON (Cucumis melo var. reticulatus) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA MENOPAUSE YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA POLINDES LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: GALIH DWI DAMAIYANTI
NIM: 1002100060
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing (II) Ika Yudianti, M.Keb.
Subjek: Menopause,Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Damaiyanti, Galih Dwi. 2013. Pengaruh Pemberian Jus Melon (Cucumis melo var. reticulatus) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Menopause yang mengalami Hipertensi Di Wilayah Kerja Polindes Lawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Prodi D-III Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (I) Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing (II) Ika Yudianti, M.Keb. Wanita yang memasuki masa menopause mempunyai resiko mengalami penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dampak yang dapat terjadi karena hipertensi adalah serangan jantung, stroke bahkan kematian. Pada tahun 2012, di Kabupaten Malang terjadi 541 kasus kematian dari 3610 penderita hipertensi primer yang berusia diatas 45 tahun. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara non farmakologis yaitu dengan mengkonsumsi buah melon. Buah melon mengandung adenosine dan kalium yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus melon terhadap perubahan tekanan darah pada menopause yang mengalami hipertensi. Desain penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan one group pre test-post test design. Populasinya adalah wanita manopause yang mengalami hipertensi di wilayah kerja Polindes Lawang Kabupaten Malang yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 24 orang dengan teknik total sampling sehingga sampel penelitian ini sebanyak 24 orang. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan T hitung = 0 dan T tabel 73 pada α=0.05. Karena T hitung < T tabel, dengan demikian penelitian ini menolak H0 yang berarti terdapat pengaruh yang bermakna pada pemberian jus melon terhadap perubahan tekanan darah pada menopause yang mengalami hipertensi, dimana terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 3.8 mmHg dan diastolik 3 mmHg. Direkomendasikan agar dilakukan penelitian lagi dengan lebih mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah. Kata kunci : Menopause, Hipertensi, Jus Melon
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP KUALITAS TIDUR ANAK USIA 3 – 6 TAHUN DI TK DAN PLAYGROUP ABA 01 SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: IKA OKTAFIANTARI
NIM: 1002100022
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing II: Ika Yudianti, M.Keb.
Subjek: Anak Usia 3-6 Tahun, Kualitas Tidur.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Oktafiantari, Ika. 2013. Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Kualitas Tidur Anak Usia 3-6 Tahun di TK dan Playgroup ABA 01 Singosari. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing II: Ika Yudianti, M.Keb. Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan semua orang. Pada kondisi ini, tubuh melakukan proses pemulihan untuk mengembalikan stamina tubuh hingga berada dalam kondisi yang optimal. Saat masa anak-anak, kualitas tidurnya penting diperhatikan karena terjadi masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Alternatif pilihan mulai diperhatikan untuk memperbaiki kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap kualitas tidur anak usia 3-6 tahun di TK dan Playgroup ABA 01 Singosari. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Pra Eksperimen dalam bentuk One – Group Pre Test-Post Test Design. Populasinya adalah anak yang tercatat sebagai murid TK ABA 01 Singosari yang mempunyai masalah tidur sejumlah 25 anak. Sampelnya adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi, sejumlah 23 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 78,3% mengalami peningkatan kualitas tidur. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai T hitung (6,5) < T tabel (52) maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh positif pemberian madu terhadap kualitas tidur anak usia 3-6 tahun di TK dan Playgroup ABA 01 Singosari. Mengacu pada hasil tersebut maka diharapkan madu dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternatif meningkatkan kualitas tidur. Kata kunci: Anak Usia 3-6 Tahun, Madu, Kualitas Tidur.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON LUMUT (Musa Paradisiaca L) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPOUSE DI POLINDES LANG-LANG SINGOSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AGUS ISTIKHAROH
NIM: 1002100041
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Jupriyono,S.Kp.M.Kes. pembimbing II : Didien Ika Setyarini, M.Keb.
Subjek: Bidan,Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Istikharoh. Agus 2013. Pengaruh pemberian Pisang Ambon Lumut (Musa Paradisiaca L) terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Wanita Menopouse di Wilayah Posyandu Polindes Lang-lang Singosari Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Malang Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Jupriyono,S.Kp.M.Kes. pembimbing II : Didien Ika Setyarini, M.Keb. Menopause merupakan masa yang rawan bagi seorang wanita dimana terjadi beberapa masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Hal ini terjadi karena hormon estrogen mengalami banyak perubahan sehingga elestisitas pembuluh darah dan kerja jantung mulai terganggu. Pengobatan secara non farmakologi mulai diperhatikan untuk menurunkan tekanan darah. Buah pisang Ambon Lumut memiliki kandungan Pottasium/Kalium yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemeberian pisang terhadap perubahan tekanan darah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Quasy Experiment dengan desain One group pre-test-post-test. Populasi semua ibu menopause dengan Hipertensi di Polindes lang-lang Singosari Malang, sejumlah 30 orang. Pengambilan sampel secara porrposive sampling berdasarkan kreteria Inklusi sebanyak 20 orang. Berdasarkan penelitian dengan uji Paired T-test didapatkan T tabel pada tingkat signifikan (α)=0,05 dan df= 19 adalah 2,093. Sehingga dapat diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (Sistole = 6,915> 2,093 dan Diastole = 11,000> 2,093) Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian Pisang ambon Lumut terhadap perubahan Tekanan darah pada wanita menopouse dengan Hipertensi diPolindes Lang-lang Singosari Malang. Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat menjadikan pisang sebagai terapi Non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Hipertensi, Menopause, Pisang Ambon Lumut
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN SELIMUT TEBAL TERHADAP PERUBAHAN HEMODINAMIK PADA PASIEN PASCA OPERASI SEKSIO SESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MITRA DWI PURYANA
NIM: 1201410016
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Supono, S.Kep. Ns, M.Kep, Sp. MB, Sri Mugianti, S.Kep. Ns, M.Kep.
Subjek: Pengaruh, Selimut Tebal, Hemodinamik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Selimut Tebal Terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Pasien Pasca Operasi Seksio Sesarea Dengan Anestesi Spinal Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Mitra Dwi Puryana (2013). Pembimbing (Utama) : Supono, S.Kep. Ns, M.Kep, Sp. MB, Pembimbing (Pendamping) : Sri Mugianti, S.Kep. Ns, M.Kep. Kata Kunci : Pengaruh, Selimut Tebal, Hemodinamik Pemberian selimut tebal merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencegah menggigil. Pasien yang telah diinduksi dengan anestesi spinal akan mengalami blokade spinal sehingga dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang akan berdampak pada proses redistribusi panas inti tubuh ke perifer. Perpindahan suhu tubuh terbesar adalah melalui permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian selimut tebal terhadap perubahan hemodinamik pada pasien pasca operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal Di Instalasi Bedah Sentral RS Saiful Anwar Malang. Hipotesis yang digunakan yaitu ada pengaruh pemberian selimut tebal terhadap perubahan hemodinamik pada pasien pasca operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah pra experimen dengan rancangan static group comparasion yang dilakukan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling. Besar sampel penelitian 20 orang responden yang dilakukan di Instalasi Bedah Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada tanggal 1– 31 Juli 2013. Hasil uji statistik t-paired test melalui SPSS for windows dengan α 0.05 pada kelompok kontrol dan perlakuan didapatkan hasil suhu, MAP Tekanan Darah Sistol dan Diastol kurang dari α sehingga H1 diterima. Sedangkan hasil Nadi lebih dari α sehingga H1 ditolak. Hasil uji statistik t-test dua sampel bebas didapakan perubahan yang signifikan pada Suhu, MAP dan Tekanan Darah Diastol, sedangkan pada Nadi dan Tekanan Darah Sistol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan responden yang lebih banyak dan waktu lebih lama serta menghangatkan selimut terlebih dahulu sebelum memberikan ke pasien. Kata Kunci : Pengaruh, Selimut Tebal, Hemodinamik
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI BERMAIN BOLA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BALITA USIA 3-4 TAHUN DI PAUD TUNAS BANGSA DESA PRINGU KEC. BULULAWANG KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ZAKIAH HIMAWATI
NIM: 1002100039
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Temu Budiarti, S.Pd., M.Kes Pembimbing (II) Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd
Subjek: Pemberian Stimulasi Bermain Bola, Perkembangan Motorik Kasar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Himawati, Zakiah. 2013. Pengaruh Pemberian Stimulasi Bermain Bola Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Balita Usia 3-4 Tahun di PAUD Tunas Bangsa Desa Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Jurusan Kebidanan, Program Studi D-III Kebidanan Malang. Pembimbing (I) Temu Budiarti, S.Pd., M.Kes Pembimbing (II) Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd Pada masa balita terjadi perubahan perkembangan fisik yang luar biasa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan, salah satunya dengan pemberian stimulasi yang dapat diberikan melalui permainan dan bermain. Pada umumnya banyak orang tua yang membiarkan anaknya berkembang secara mandiri tanpa memberikan stimulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian stimulasi bermain bola terhadap perkembangan motorik kasar balita usia 3-4 tahun yang dilakukan di PAUD Tunas Bangsa Desa Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan rancangan one group pretest-post test. Jumlah populasi sebanyak 15 siswa PAUD. Sampel yang diambil berjumlah 15 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di PAUD Tunas Bangsa Desa Pringu Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada tanggal 16 Juli-6 Agustus 2013. Hasil penelitian didapatkan hasil pretest sebelum pemberian stimulasi bermain bola, sebagian besar (60%) perkembangan motorik kasar balita usia 3-4 tahun adalah cukup, setelah pemberian stimulasi bermain bola, sebagian besar (73,33%) perkembangan motorik kasar balita baik. Berdasarkan hasil uji analisa data menggunakan wilcoxon sign rank test dengan taraf sidnifikan α (0.05) diperoleh hasil, Z hitung (3,349) > Z tabel (1,96). Maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pemberian stimulasi bermain bola terhadap perkembangan motorik kasar balita usia 3-4 tahun di PAUD Tunas Bangsa Desa Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang Tahun 2013. Kata Kunci : Pemberian Stimulasi Bermain Bola, Perkembangan Motorik Kasar
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN HIPOGLIKEMIA TERHADAP KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALKEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ZAHRATIH AHSANA TAQWIM
NIM: 1201440006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Tavip Dwi Wahyuni,S.Kep.Ns. M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Endang Sri Dewi H.S., MQIH
Subjek: Pendidikan Kesehatan, Pencegahan Hipoglikemia, Kejadian Hipoglikemia, Diabetes Melitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zahratih Ahsana Taqwim (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Hipoglikemia Terhadap Kejadian Hipoglikeimia pada Penderita DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Tugas Akhir, Program Studi DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Melitus dan Edukator, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Tavip Dwi Wahyuni,S.Kep.Ns. M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Endang Sri Dewi H.S., MQIH. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pencegahan Hipoglikemia, Kejadian Hipoglikemia, Diabetes Melitus Penderita diabetes melitus tipe 2 diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya. Diperlukan pencegahan dan manajemen terapi yang efektif untuk menekan prevalensi diabetes melitus. Manajemen diabetes yang kurang tepat meningkatkan resiko hipoglikemia, untuk menghindarinya perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan hipoglikemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pencegahan hipoglikemia terhadap kejadian hipoglikemia pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode Pre – Eksperimental dengan desain one group pretest posttest, dilaksanakan di Puskesmas Kendalkerep Malang, selama ± 6 minggu pada tanggal 12 Juni–21 Juli 2013. Subyek diperoleh menggunakan teknik total sampling sebanyak 15 orang penderita DM tipe 2. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden dan kejadian hipoglikemia. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner. Data yang diperoleh diolah dengan tabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan Uji Statistik Wilcoxon, derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi kejadian hipoglikemia setelah diberikan pendidikan kesehatan menurun sebanyak 12 responden, meningkat 1 responden, dan tetap 2 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara statistik pendidikan kesehatan tentang pencegahan hipoglikemia terhadap kejadian hipoglikemia pada penderita DM tipe 2 dengan p= 0,003 (α = 0,05). Rekomendasi penelitian selanjutnnya untuk dapat melihat kejadian hipoglikemia dari segi kualitas hipoglikemianya.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PENGGUNAAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I PERSALINAN DI RSIA MELATI HUSADA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIESTA KIKI YANUARTI
NIM: 1202420023
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Isman Amin, SKM.,M.Kes. Pembimbing (II) Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb.
Subjek: Aromaterapi lavender, intensitas nyeri, kala satu persalinan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yanuarti, Ariesta Kiki. 2013. Pengaruh Penggunaan Aromaterapi Lavender Terhadap intensitas Nyeri Kala Satu Persalinan di RSIA Melati Husada Malang. Karya Tulis Ilmiah, Pembimbing (I) Isman Amin, SKM.,M.Kes. Pembimbing (II) Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb. Kata kunci: Aromaterapi lavender, intensitas nyeri, kala satu persalinan. Sebagian besar wanita menghadapi persalinan dengan tingkat stres yang tinggi dan sebagian lagi menghadapinya sebagai suatu proses yang alamiah. Seorang ibu yang mengalami nyeri berlebih pada proses persalinan akan menguras energi ibu, ini berdampak pada penurunan power saat persalinan kala II, sehingga dapat terjadi persalinan kala II lama. Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan aromaterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri kala satu persalinan. Desain penelitian ini adalah Pre- Experimental Designs, dengan populasi seluruh ibu inpartu kala satu persalinan di Kaber RSIA Melati Husada. Sampelnya berjumlah 30 orang yang diambil secara accidental sampling. Analisa data menggunakan uji wilcoxon signed rank test dengan taraf signifikansi 0,025. Kriteria Ho diterima apabila Z hitung ≤ Z tabel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden yang termasuk dalam kategori nyeri berat mengalami penurunan dari 21 orang (70%) menjadi 9 orang (30%). Berdasarkan uji statistic wilcoxon signed rank test, didapatkan nilai Z hitung lebih besar daripada Z tabel (4,78 > 1,96), maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh penggunaan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri kala satu persalinan. Mengingat keterbatasan peneliti, maka bagi peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri dan tingkat kecemasan ibu inpartu dengan induksi persalinan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP KADAR ASAM SALISILAT PADA SAYURAN

Lihat Detail Karya
Penulis: MAYANGSARI KUSUMANING PUTRI
NIM: 1003000022
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Bapak Agus Heri Santosodan Ibu Sulistiastutik.
Subjek: Gizi,Makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mayangsari Kusumaning Putri, 2013. Pengaruh Pengolahan Terhadap Kadar Asam Salisilat Pada Sayuran. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Bapak Agus Heri Santosodan Ibu Sulistiastutik. Sayuran merupakan bahan pangan segar yang mudah rusak, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut pedagang menggunakan asam salisilat yang bertujuan untuk mencegah kerusakan. Asam salisilat merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan kedalam bahan makanan karena berbahaya bagi kesehatan. Asam salisilat dapat direduksi dengan pemanasan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pengolahan terhadap kadar asam salisilat pada sayur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan terhadap kadar asam salisilat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua variabel bebas, yaitu pencucian dan perebusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sayur bayam dan kangkung yang beredar di Pasar Induk Kota Gresik terdapat asam salisilat dengan kadar rata-rata bayam 9,43 mg/100 gr dan kangkung 8,33 mg/100 gr. Proses pencucian dapat menurunkan kadar asam salisilat begitu juga dengan proses perebusan. Peningkatan frekuensi pencucian dapat menurunkan kadar asam salisilat lebih tinggi yaitu pada sayur bayam 17,53% dan kangkung 12,73%. Begitu juga dengan peningkatan waktu perebusan dapat menurunkan kadar asam salisilat lebih tinggi yaitu pada sayur bayam 38,42% dan kangkung 28,63%. Kombinasi perlakuan antara pencucian dan perebusan yang dapat memberikan pengaruh lebih besar dalam penurunan kadar asam salisilat yaitu pencucian dua kali dan perebusan dua menit. Mengingat dengan pengaruh pengolahan tidak dapat menetralisir kadar asam salisilat namun hanya bisa menurunkannya saja, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang frekuensi pencucian dan waktu perebusan yang tepat sehingga dapat menurunkan kadar asam salisilat semaksimal mungkin pada sayuran. Selain itu menjadi tugas bagi Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik untuk mengadakan sidak terhadap pelaku kecurangan yang menambahkan asam salisilat untuk mengawetkan sayuran yang selama ini belum terpublikasikan sekaligus melakukan penyuluhan tentang cara memasak sayuran yang benar agar dapat meminimalisir residu asam salisilat yang masuk kedalam tubuh konsumennya. Untuk faktor yang lebih pentingnya adalahmengadakan sebuah program pelatihan kepada petugas penyuluh pertanian untuk membahas cara penyimpanan sayuran yang benar, diantaranya dengan cara pendinginan pada suhu rendah. Dengan adanya program seperti itulah diharapkan para penyuluh pertanian dapat memberikan solusi untuk para distributor agar tidak lagi menggunakan asam salisilat guna mengawetkansayuran yang akan di jual di Kota Gresik. Kata kunci: Asam salisilat, Pencucian, Perebusan.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan