Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5061–5070 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH EDUKASI POLA PEMBERIAN ASI DAN MP-ASI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA STATUS GIZI KURANG USIA 7 – 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAN MUSTIKAWATI
NIM: 1003000006
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: PEMBIMBING : AAG ANOM ASWIN, ASTUTIK PUDJIRAHAJU, TAPRIADI
Subjek: asi, edukasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DIAN MUSTIKAWATI, 2013. Pengaruh Edukasi Pola Pemberian ASI dan MP-ASI terhadap Tumbuh Kembang Balita Status Gizi Kurang Usia 7 – 24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tumpang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. PEMBIMBING : AAG ANOM ASWIN, ASTUTIK PUDJIRAHAJU, TAPRIADI Pola pemberian MP-ASI yang tidak tepat di keluarga menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi balita. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi pola pemberian ASI dan MP-ASI terhadap tumbuh kembang balita status gizi kurang usia 7 – 24 bulan. Metode penelitian menggunakan Pre Eksperimental dengan desain penelitian Pre and Post-test One Group Desain. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang pada bulan Juni-Juli 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi memberikan pengaruh yang signifikan (p=0,003) terhadap tingkat pengetahuan. Pola pemberian ASI dan MP-ASI mengalami perubahan yang tidak signifikan (p=0,155) sebelum dan setelah edukasi. Riwayat pola pemberian ASI balita sebagian besar adalah menyusui parsial (58,1%). Edukasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsumsi energi (p= 0,008) dan protein (p=0,047), status gizi (p=0,025) dan perkembangan (p=0,025) sebelum dan setelah edukasi. Pertumbuhan balita menunjukkan adanya perubahan sebelum dan setelah edukasi dimana balita yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak 71%. Pemberian edukasi sebaiknya dilakukan dengan pemberian PMT pemulihan agar memberikan hasil yang maksimal sehingga dapat memperbaiki pola pemberian ASI dan MP-ASI yang akan berdampak terhadap perbaikan status gizi. Kata kunci : Edukasi, Pola Pemberian ASI dan MP-ASI, Tumbuh Kembang
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH JARAK DAN WAKTU LATIHAN FISIK BERJALAN KAKI CEPAT (BRISK WALKING EXERCISE) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUCHAMMAD CHANIF LUTFI
NIM: 1201440007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Djoko Setyono, SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua Ns. Maria Diah C.T, M.Kep. Sp.KMB.
Subjek: Jalan Kaki Cepat, Penurunan Kadar Glukosa, Diabetes Melitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Muchammad Chanif Lutfi (2013). Pengaruh Jarak Dan Waktu Latihan Fisik Jalan Kaki Cepat Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Penerita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Tugas Akhir Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Mellitus dan Edukator, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Djoko Setyono, SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua Ns. Maria Diah C.T, M.Kep. Sp.KMB. Kata Kunci : Jalan Kaki Cepat, Penurunan Kadar Glukosa, Diabetes Melitus. Latihan fisik merupakan salah satu terapi non farmakologis diabetes mellitus (DM). Jalan kaki cepat merupakan salah satu latihan fisik yang cocok untuk dilakukan secara rutin karena dapat membantu ambilan glukosa darah dalam otot dan mengembalikan sensitifitas insulin dalam pankreas. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh jarak dan waktu latihan fisik jalan kaki cepat terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita DM tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre - post test eksperimen dengan 2 kelompok perlakuan. Populasi dalam penelitian ini terhitung sebanyak 153 penderita diabetes melitus tipe 2, jumlah sampel 30 dengan teknik purposive sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, kelompok pertama jalan kaki cepat selama 30 menit (1500 meter), dan kelompok kedua jalan kaki cepat selama 60 menit (3000 meter). Data glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan setelah jalan kaki dan selanjutnya dicatat dalam lembar observasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan jalan kaki cepat sejauh 1500 meter selama 30 menit dan 3000 meter selama 60 menit mempunyai signifikasi yang besar dalam penurunan kadar glukosa darah sewaktu, dibuktikan dengan ρ value 0,031 (α = 0,05). Saran dalam penelitian ini adalah untuk diadakanya program latihan fisik setiap minggu yang bertujuan untuk menekan angka komplikasi sebagai akibat dari glukosa darah yang tidak terkontrol dari diabetes melitus tipe 2.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH JENIS FROZEN FOOD TERHADAP PENYERAPAN MINYAK PADA HASIL PENGGORENGAN

Lihat Detail Karya
Penulis: DYAH PUTRI ASMARANI
NIM: 1003000059
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Theresia Puspita S.TP., MP. Pembimbing II: Endang Widajati S.ST., M.Kes
Subjek: minyak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dyah Putri Asmarani (2013). Pengaruh Jenis Frozen Food terhadap Penyerapan Minyak pada Hasil Penggorengan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Theresia Puspita S.TP., MP. Pembimbing II: Endang Widajati S.ST., M.Kes. Keberadaan produk makanan beku (frozen food) dimanfaatkan untuk memberikan kepraktisan dan meningkatkan nilai tambah dari produk olahan. Menggoreng merupakan cara memasak yang banyak dilakukan di dunia. Salah satu parameter yang terpenting pada produk yang digoreng adalah jumlah minyak yang terserap oleh produk selama proses penggorengan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyerapan minyak dan konversi berat mentah-masak pada berbagai jenis produk makanan beku (frozen food). Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Teknologi Pangan dan Laboraturium Kimia Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nugget kotak, nugget stik, karage, siomay dan otak-otak. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Untuk mengetahui pengaruh jenis frozen food terhadap penyerapan minyak produk hasil penggorengan menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa jenis frozen food berpengaruh nyata (p=0.000) terhadap penyerapan minyak. Penyerapan minyak tertinggi didapatkan pada siomay, yaitu 10,72%. Semua sampel mengalami penurunan berat setelah penggorengan yang disebabkan karena disebabkan karena penurunan kadar air setelah penggorengan lebih besar dibandingkan peningkatan kadar lemak setelah penggorengan. luas permukaan, kadar air dan waktu penggorengan merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan minyak pada penelitian ini. Saran yang diberikan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah penelitian lebih lanjut tentang penyerapan minyak pada produk-produk dengan pre frying yang membandingkan kadar lemak adonan dengan kadar lemak produk setelah pre frying. Kata Kunci : Jenis frozen food, Kadar air, Kadar lemak, Penyerapan minyak, Konversi mentah masak  
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH JENIS IKAN DAN STANDAR EATING QUALITY (GORENG BASAH DAN GORENG KERING) TERHADAP PENYERAPAN MINYAK

Lihat Detail Karya
Penulis: HAMDIA RIMAYANTI
NIM: 1003000013
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bimbingan MARYAM RAZAK dan THERESIA PUSPITA
Subjek: ikan, standar eating quality,minyak
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI HAMDIA RIMAYANTI. Pengaruh Jenis Ikan dan Standar Eating Quality (Goreng Basah dan Goreng Kering terhadap Penyerapan Minyak (di bawah Bimbingan MARYAM RAZAK dan THERESIA PUSPITA) Jumlah produksi ikan di Indonesia semakin meningkat dengan jenis yang beraneka ragam. Tetapi tingkat konsumsi ikan masyarakat indonesia masih tergolong rendah. Selain itu, cara pengolahan yang digunakan masih sangat sederhana yaitu dengan digoreng. Hal ini disebabkan karena pola konsumsi masyarakat yang lebih menyukai makanan gorengan, terutama makanan yang digoreng dengan mutu makan yang kering atau krispi. Makanan yang digoreng menyerap sejumlah minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis ikan dan standar eating quality (goreng basah dan goreng kering) terhadap penyerapan minyak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian Rancang Acak Lengkap Faktorial (RALF). Taraf perlakuan adalah jenis ikan (A) yaitu A1 (Tuna sirip kuning segar), A2 (Mujair hitam), A3 (Pindang tongkol), A4 (Bandeng presto), dan standar eating quality (B) yaitu B1 (Goreng basah), B2 (Goreng kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan memberikan pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap penyerapan minyak. Standar eating quality juga memberikan pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap penyerapan minyak, tetapi interaksi faktor jenis ikan dan standar eating quality memberikan pengaruh yang tidak signifikan (p=0,180). Bandeng presto menyerap minyak lebih besar dibandingkan jenis ikan yang lain, baik yang digoreng dengan standar eating quality goreng basah (18,23%) maupun goreng kering (21,28%). Penelitian lanjutan untuk mengetahui penyerapan minyak pada bandeng presto tanpa dibersihkan sisiknya. Kata Kunci : Jenis Ikan, Standar eating quality, Penyerapan minyak
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DR RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INDAH UTAMI
NIM: 1201420005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, MKes, (Pendamping) Abdul Hanan, Skep.Ns, MKes
Subjek: Mengontrol Halusinasi, Konseling Kelompok, Skizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Konseling Kelompok Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pada Klien Skizofrenia di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Indah Utami (2013). Skripsi, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Minat Jiwa, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, MKes, (Pendamping) Abdul Hanan, Skep.Ns, MKes Kata Kunci: Mengontrol Halusinasi, Konseling Kelompok, Skizofrenia Interaksi dengan klien di RS dalam 24 jam sehari, memberi perawat kesempatan kontak yang lebih besar dengan klien daripada tenaga kesehatan lain. Hal ini memberi perawat kesempatan untuk memberikan berbagai terapi modalitas dalam mengatasi masalah klien, diantaranya konseling kelompok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh konseling kelompok terhadap kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotor dalam mengontrol halusinasi pada klien Skizofrenia di RSJ Lawang. Metode penelitian menggunakan control group pre test and post test design. Responden sebanyak 12 orang yang terbagi menjadi 6 orang kelompok eksperimen dan 6 orang kelompok kontrol yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney Test. Hasil pengujian statistik terhadap semua aspek secara keseluruhan, yaitu aspek afektif, kognitif, dan psikomotor pada kelompok eksperimen diperoleh nilai p = 0,027 (p ≤ 0,005) yang artinya ada pengaruh konseling kelompok terhadap kelompok eksperimen dalam mengontrol halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok berpengaruh terhadap kemampuan klien Skizofrenia dalam mengontrol halusinasi. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, konseling kelompok dapat digunakan sebagai alternatif terapi bagi klien Skizofrenia dalam mengontrol halusinasinya di RS Jiwa.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH KONSELING MENOPAUSE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA WANITA USIA 45 – 55 TAHUN DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN KOTA LAMA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARTANTI PUTRI RIALESTARI PUJIPRATIWI
NIM: 1202420035
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S,Kp, M.Kes, Pembimbing II Wandi, S.Kep, Ners, M.Pd
Subjek: menopouse
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pujipratiwi, Artanti Putri Rialestari. 2013. Pengaruh Konseling Menopause Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Menopause Pada Wanita Usia 45 – 55 Tahun di Posyandu Lansia Kelurahan Kota Lama Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S,Kp, M.Kes, Pembimbing II Wandi, S.Kep, Ners, M.Pd. Wanita menopause terjadi perubahan – perubahan fisik maupun psikologis. Setiap wanita menghadapi menopause dengan beragam emosi, baik tenang maupun cemas. Hal ini dapat berdampak sangat serius dalam kehidupan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling menopause terhadap tingkat kecemasan menghadapi menopause. Desain penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design rancangan One Group Pretest – Posttest Design dengan populasi wanita premenopause sebanyak 33 responden dan sampel sebanyak 25 responden yang mengalami kecemasan dan kurangnya pengetahuan, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner modifikasi skala Hars dengan pengolahan data menggunakan tabel, data dianalisa dengan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan 25 responden sebelum diberikan konseling adalah 60% (15 responden) mengalami kecemasan sedang, 28% (7 responden) mengalami kecemasan ringan, dan 12% (3 responden) mengalami kecemasan berat, dan setelah diberikan konseling 64% (16 responden) mengalami kecemasan ringan, 20% (5 responden) mengalami kecemasan sedang, 12% (3 responden) tidak mengalami kecemasan, dan 4% (1 responden) mengalami kecemasan berat. Dari uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan signifikasi 5% = 0,05 diperoleh Z hitung 4,26 > Z tabel 1,96 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Maka ada pengaruh konseling menopause terhadap tingkat kecemasan menghadapi menopause pada wanita usia 45 – 55 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka sebagai petugas kesehatan memberikan konseling menopause yang benar untuk mengurangi kecemasan menjelang menopause. Kata Kunci : Konseling Menopause, Tingkat Kecemasan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI (PROTEIN, VITAMIN B6 DAN VITAMIN C) PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SINTA AMALIA
NIM: 1203400009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Drg. Rinawati Basuki, M.Kes dan Etik Sulistyowati, S.ST.,S.Gz., M.kes
Subjek: konseling gizi, pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SINTA AMALIA. 2013. Pengaruh Konseling terhadap Pengetahuan Gizi dan Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi (Protein, Vitamin B6 dan Vitamin C) di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang (Dibawah bimbingan Drg. Rinawati Basuki, M.Kes dan Etik Sulistyowati, S.ST.,S.Gz., M.kes) Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium Tuberculosis yang merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia. Tuberkulosis Paru dapat memperburuk status gizi. Mencegah terjadinya kondisi yang semakin memburuk salah satunya dengan pengaturan makan dengan metode konseling gizi. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang ini dilatarbelakangi kurang maksimalnya aplikasi konseling gizi dan pendidikan yang kurang mengenai gizi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, vitamin B6 dan vitamin C). Penelitian pre experiment ini yang dilakukan selama 1 bulan dengan jumlah responden sebanyak 17 orang. Data yang dikumpulkan adalah pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi melalui wawancara dan pengukuran tingkat konsumsi dengan kuesioner dan food recall. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi semua responden setelah mendapat konseling gizi dan konseling gizi mampu merubah tingkat konsumsi masing-masing responden, namun perubahan tersebut masih tergolong dalam kategori defisit terutama pada konsumsi protein dan vitamin C. Hal ini disebabkan kondisi responden yang mengalami penyakit infeksi dan cenderung nafsu makan menurun serta dipengaruhi oleh daya beli responden. Saran kepada pihak Puskesmas yaitu untuk melakukan konseling gizi secara kontinyu kepada klien pada saat pengambilan obat serta usulan kepada Pemerintah agar melakukan program Pemberian Makanan Tambahan yang tinggi protein dan vitamin C. Kata kunci: konseling gizi, pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi energi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH KONSUMSI TABLET BESI TERHADAP SERUM TOTAL IRON-BINDING CAPACITY (sTIBC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NAFISATUL MUSYAROFAH
NIM: 1202420011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, M.keb.
Subjek: Konsumsi Tablet Besi, Serum Total Iron-Binding Capacity (sTIBC), Ibu Hamil Trimester III
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Musyarofah, Nafisatul. 2013. Pengaruh Konsumsi Tablet Besi Terhadap Serum Total Iron-Binding Capacity (sTIBC) Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, M.keb. Di Indonesia prevalensi anemia pada tahun 2007 sebesar 40,1% diderita oleh ibu hamil, penyebab utama yakni rendahnya asupan zat besi (Fe). Total Iron-binding capacity (TIBC) menunjukkan kadar zat besi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam darah. Tes ini merupakan satu pilihan yang terbaik untuk mendiagnosa ibu hamil dengan anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh konsumsi tablet besi terhadap Serum Total Iron- Binding Capacity (sTIBC) pada ibu hamil Trimester III. Desain penelitian adalah case-studies dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah Seluruh ibu hamil trimester III di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Sampelnya sejumlah 16 ibu hamil trimester III dan diambil secara Quota Sampling. Hasil penelitian 100% responden yang mengkonsumsi tablet besi kadar TIBC > 350 µg/dl. Berdasarkan analisa data dengan t-test (one sampel) didapatkan nilai thitung > ttabel, H0 ditolak sehingga ibu hamil trimester III yang mengkonsumsi tablet besi, kadar Total Iron-Binding Capacity (TIBC) paling kecil 350 µg/dl. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam mendiagnosa anemia defisiensi besi dalam kehamilan Kata Kunci : Konsumsi Tablet Besi, Serum Total Iron-Binding Capacity (sTIBC), Ibu Hamil Trimester III
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH LAMA DAN METODE BLANCHING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR KALIUM, MUTU FISIK DAN MUTU ORGANOLEPTIK SARI BUAH BELIMBING MANIS (Averrehoa carambola L) UNTUK PENDERITA HIPERTENSI

Lihat Detail Karya
Penulis: Nabila Rokhmah Aliana
NIM: 1003000024
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bimbingan YOHANES K. GradDiplFood.Sci., MFT dan THERESIA PUSPITA
Subjek: Gizi,Kadar Kalium
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI NABILA ROKHMAH ALIANA, 2013. Pengaruh Lama dan Metode Blanching terhadap Kadar Antioksidan, Kadar Kalium, Mutu Fisik, dan Mutu Organoleptik Sari Buah Belimbing Manis (Averrhoa carambola L) untuk Penderita Hipertensi (Di Bawah Bimbingan YOHANES K. GradDiplFood.Sci., MFT dan THERESIA PUSPITA) Gaya hidup modern membuat hipertensi menjadi masalah besar. Hipertensi dapat membuat resiko lebih tinggi untuk terkena serangan jantung, stroke dan penyakit degeneratif lainnya. Bahan-bahan makanan yang mengandung antioksidan dan kalium baik untuk dikonsumsi oleh penderita hipetensi. Produksi buah belimbing manis meningkat dari tahun ke tahun, namun mudah membusuk dan rusak. Buah belimbing manis dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah. Untuk mengurangi resiko buah membusuk dan rusak, dilakukan pengembangan produk menjadi minuman sari buah. Dalam proses pembuatann minuman sari buah terdapat perlakuan pra-treatment yaitu blanching. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Jurusan Gizi - Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan Mei-Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan perbedaan lama dan metode blanching dengan 6 taraf perlakuan yaitu hot water blanching 3 menit (A 1B1), hot water blanching 5 menit (A 1B2 ), hot water blanching 10 menit (A1B3), steam blanching 3 menit (A 1B1 ), steam blanching 5 menit (A 2B2) dan steam blanching 10 menit (A 2B3 ) dengan replikasi masing-masing 3 kali. Sebagai Dependent variabel adalah pH, total padatan terlarut, viskositas, aktivitas antioksidan, kadar kalium, dan mutu organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Untuk mengetahui pengaruh lama dan metode blanching terhadap pH, total padatan terlarut, viskositas, aktivitas antioksidan, dan kadar kalium Sari buah belimbing manis digunakan analisis two way anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan analisis Least Significant Difference (LSD) dengan tingkat kepercayaan 95%. Untuk mengetahui mutu organoleptik Sari buah belimbing manis digunakan analisis Kruskall Wallis dan dilanjutkan dengan analisis Mann Whitney. Dengan tingkat kepercayaan 95%. Untuk nilai pH tidak dapat dilakukan uji statistik dikarenakan memiliki nilai yang sama. Hasil analisis total padatan terlarut, viskositas, dan kadar kalium yang diperoleh, diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara metode blanching dan lama blanching [total padatan terlarut (p=0,896); viskositas (p=0,807); aktivitas antioksidan (p=0,712); kadar kalium (p=0,982)]. Lama blanching memberikan perbedaan yan signifikan terhadap aktivitas antioksidan (p=0,000). Hasil analisis terhadap mutu organoleptik adanya pengaruh signifikan terhadap warna (p=0,016), tidak signifikan terhadap aroma (p=0,912), dan tidak signifikan terhadap rasa (p=0,182). Taraf perlakuan terbaik adalah A 1B1 (Hot water blanching 3 menit) dengan aktivitas antoksidan 93,6% dan kadar kalium 17,4 mg/100ml. Kata Kunci : Sari Buah Belimbing Manis, Aktivitas Antioksidan, Kadar Kalium, Mutu Fisik, Mutu Organoleptik, dan Penderita Hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH LAMA MENYUSU SELAMA INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP WAKTU PENGELUARAN ASI PERTAMA DI BPS KASIH KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NI PUTU RAHAYU DWI ASTI INDIRA
NIM: 1202420034
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Preceptor I : Temu Budiarti, S.Pd, M.Kes, Preceptor II : Heny Astutik, S.Kep, Ns. M.Kes
Subjek: Duration of Breastfeeding During IMD, Spending Time First breast milk
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Rahayu Dwi Asti Indira, Ni Putu. The Effect of Duration Breastfeeding During Early Initiation of Breastfeeding for the First Time Breast Milk Spending in BPS Kasih Sukun District Malang City. Scientific Paper. DIV Midwifery Studies Program Polytechnic Kemenkes of Health Malang, Preceptor I : Temu Budiarti, S.Pd, M.Kes, Preceptor II : Heny Astutik, S.Kep, Ns. M.Kes The main pillars of the lactating process is Early Breastfeeding Initiation, with breast-feeding in premature raises stimulus to produce and promote breastfeeding. IMD management is not always done on every labor by health workers, so that almost 85% of new mothers do not breast feed because breast milk is optimal does not go out. One of the factors that influence the production of breast milk is the long lactating. This study aimed to determine the effect of feeding time for IMD to spending time in the first milk in BPS Kasih Sukun district Malang city. The study design used was analytic observational. The population is 35 with a maternal sample size of 33 people. The sampling technique used was consecutive sampling. The research was conducted in May-June 2013. Instrument research using observation sheets, the data were analyzed by using the coefficient Kontingansi and data are presented by frequency distribution table. The results were obtained from 33 infants mostly (72.7%) can suckle ≥ 15 minutes, 66.7% from 33 breastfeeding postpartum women experiencing first spending category that is rapidly hari1-2. Statistical test results obtained with Kontingansi coefficient x^2 count = 6.197 and x^2 tables = 5.991, therefore x^2 count > x^2 table it can be concluded Ho is rejected it means there is a long effect on the breast for Early Initiation of Breastfeeding on spending time milk the first, it is expected that every health worker to always pass the management of Early Initiation of Breastfeeding on labor without complications. Keywords : Duration of Breastfeeding During IMD, Spending Time First breast milk.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan