Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5051–5060 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PELAKSANAAN SETTING INSTRUMEN BASIC SET DAN ALAT KHUSUS OPERASI HYSTERECTOMY DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YANITA RIZKA ANGGRAENI
NIM: 1201410012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Budi Susatia, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: Joko Wiyono, S.Kp, M.Kep Sp.Kom.
Subjek: Pelaksanaan Setting Instrumen Basic Set dan Alat Khusus, Hysterectomy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anggraeni,Rizka.Yanita.2013. Pelaksanaan Setting Instrumen Basic Set dan Alat Khusus Operasi Hysterectomy Di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Skripsi, Program Studi D IV Keperawatan Medikal Bedah Minat Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Budi Susatia, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: Joko Wiyono, S.Kp, M.Kep Sp.Kom. Kata kunci: Pelaksanaan Setting Instrumen Basic Set dan Alat Khusus, Hysterectomy Instrumen adalah penyambung ketrampilan tangan ahli bedah. Perawat instrument selain merupakan pembimbing bidang steril namun juga penyedia alat bedah. Banyaknya kejadian hysterectomy di kamar operasi menuntut adanya kesesuaian pelaksanaan jumlah alat yang disetting dengan ketersediaan alatnya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipelaksanaan setting instrument basic set dan alat khusus operasi hysterectomy. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan pengamatan. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan pengumpulan data menggunakan ceklist atau lembar observasi sesuai standar Turkanto 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan setting instrumen basic set dan alat khusus operasi hysterectomy menunjukkan kategori baik menurut standar Turkanto 2010. Rata-rata persentase pelaksanaan setting instrumen oleh perawat instrumen pada observasi I 87,43 % dan pada observasi II 87,38 % sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan setting instrumen basic set dan alat khusus adalah baik menurut standart Turkanto 2010. Secara individual perawat instrumen sudah mampu melakukan setting instrumen basic set dan alat khusus operasi hysterectomy menurut standar operasional prosedur dengan baik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah peneliti selanjutnya lebih menyempurnakan penelitian dengan menggunakan responden yang lebih banyak dan kasus yang berbeda. Dan dalam waktu yang maksimal dengan observasi yang dilakukan tidak hanya 2 kali.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PELAKSANAAN SIGN IN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIZUL HASAN
NIM: 1201410001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd, (Pendamping) Rudi Hamarno S.Kep.Ns. M.Kep
Subjek: Sign in di kamar operasi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pelaksanaan Sign In pada pasien rawat jalan di Kamar Operasi IBS RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Faizul Hasan, (2013). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Medikal Bedah Perioperatif Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd, (Pendamping) Rudi Hamarno S.Kep.Ns. M.Kep WHO memperkirakan dalam jangka waktu 1 tahun, di seluruh dunia terjadi 7 juta kasus pasien mengalami komplikasi akibat pembedahan, dan rata-rata kematian saat pembiusan ada 1 dari 150 orang. Untuk mencegah semakin banyaknya terjadi kasus kesalahan dalam prosedur pembedahan, tahun 2008 WHO meluncurkan kampanye “safe surgery safe live” dengan menerapkan prosedur sign in setiap sebelum dilakukannya induksi anastesi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pelaksanaan sign in pada pasien rawat jalan di kamar operasi IBS RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif observatif dengan besar sampel penelitian 31 pelaksanaan sign in sebelum induksi anastesi dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terhadap pelaksanaan sign in sebelum induksi anastesi. Pengolahan data dengan teknik non statistik, analisis kualitatif. Hasil pelaksanaan sign in di kamar operasi IBS RSU Dr. Saiful Anwar Malang tidak sesuai (96,8%) dengan standart operasional prosedur WHO. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan tujuan dan harapan bagi semuanya dan dalam tindakan apapun, maka dalam tiap prosedur pembedahan lakukanlah sign in sebelum pembiusan sesuai dengan rekomendasi dari WHO. Kata Kunci: Sign in di kamar operasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PELAKSANAAN TERAPI METODE ABA (Applied Behaviour Analysis) PADA IMITASI GERAK MOTORIK KASAR ANAK AUTISME USIA PRA SEKOLAH

Lihat Detail Karya
Penulis: AIRUL AMIN
NIM: 1001100046
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Widya Warastuti, S.Kep, M.Kes
Subjek: Terapi Metode ABA, Imitasi Gerak Motorik Kasar,AUTISME
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pelaksanaan Terapi Metode ABA (Applied Behaviour Analysis) pada Imitasi Gerak Motorik Kasar Anak Autisme Usia Pra Sekolah (Studi Kasus Deskriptif Observasional). Airul Amin (2013) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Widya Warastuti, S.Kep, M.Kes Terapi metode ABA adalah metode ilmiah yang sangat terstruktur, terarah, dan terukur untuk menerapkan ilmu perilaku, yang secara prinsip yaitu memecah keterampilan menjadi beberapa bagian kecil kepada anak dengan kebutuhan khusus, seperti anak autisme. Program pada terapi metode ABA untuk anak autisme salah satunya adalah imitasi gerak motorik kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pelaksanaan terapi metode ABA pada imitasi gerak motorik kasar anak autisme usia pra sekolah di Pusat Terapi A Plus Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif observasional. Subyek penelitian sebanyak tiga orang. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pengambilan data dilakukan selama dua hari kepada setiap subyek. Subyek dalam penelitian ini yaitu Terapis T, Terapis A, dan Terapis C. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa Terapis T telah menerapkan pelaksanaan terapi dengan baik sebesar 90%, dan Terapis C juga melaksanakan dengan baik sebesar 80%, sedangkan Terapis A menerapkan pelaksanaan terapi dengan cukup sebesar 75%. Selain itu terdapat kesenjangan dengan teori yaitu Terapis C tidak mengarahkan kepatuhan dan kontak mata anak kepada gerakan ketika anak N dibantu dalam menirukan gerakan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan terapi metode ABA pada imitasi gerak motorik kasar anak autime di Pusat Terapi A Plus Malang telah dilaksanakan dengan baik, yaitu sebesar 80% sampai 90% dan terdapat juga cukup, yaitu sebesar 75%, serta terdapat kesenjangan dengan teori yaitu dalam hal memusatkan kepatuhan dan kontak mata pada salah satu terapis. Rekomendasi dari studi kasus ini untuk peneliti selanjutnya adalah mengobservasi perkembangan motorik kasar anak autisme saat pelaksanaan terapi metode ABA pada imitasi gerak motorik kasar anak autisme, dengan penambahan dan modifikasi untuk lembar observasi. Kata Kunci : Terapi Metode ABA, Imitasi Gerak Motorik Kasar, Anak Autisme
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PEMBERIAN KONSELING TERHADAP ASUPAN MINERAL, SERAT, SAFA (Saturated Fatty Acid) DAN KOLESTEROL SERTA PERUBAHAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD Dr. R SOEDARSONO PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: GITA ROSALITA
NIM: 1203400003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, S.ST., M.Kes. Pembimbing II: I Komang Suwita. S.ST., MP
Subjek: Konseling, Asupan Mineral, Asupan Serat, Asupan SAFA, Asupan Kolesterol, Tekanan Darah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rosalita, Gita (2013). Pemberian Konseling Terhadap Asupan Mineral (Natrium, Kalium, Kalsium dan Magnesium), Serat, SAFA (Saturated Fatty Acid) dan Kolesterol serta Perubahan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RSUD Dr. R Soedarsono, Pasuruan. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Malang. Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, S.ST., M.Kes. Pembimbing II: I Komang Suwita. S.ST., MP. Prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi, yaitu sebesar 31,7% dan di Jawa Timur sebesar 30%. Diet yang direkomendasikan untuk mengontrol hipertensi adalah DASH diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini tidak hanya rendah natrium, tetapi juga kaya dengan kalsium, magnesium dan kalium serta serat sehingga lebih efektif menurunkan tekanan darah. Pasien hipertensi disarankan untuk menerapkan dan mendapatkan konseling DASH diet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap asupan mineral (natrium, kalium, kalsium dan magnesium), serat, SAFA dan kolesterol serta perubahan tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Dr. R. Soedarsono, Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan desain one group pretest-posttest. Jumlah responden yang diperoleh sebanyak 17 secara teknik probability sampling. Hasil penelitian terdapat perbedaan bermakna pada asupan natrium (p=0,000), kalium (p=0,000), magnesium (p=0,001) dan serat (p=0,000) serta tekanan darah sistolik (p=0,019) antara sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi. Tidak ada perbedaan bermakna pada asupan kalsium (p=0,052), kolesterol (p=0,266) dan lemak jenuh atau SAFA (p=0,731) serta tekanan darah diastolik (p=0,059) antara sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi. Selisih rerata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah konseling gizi adalah sebesar 5,0 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,9 mmHg. Rerata asupan kalium, kalsium, magnesium dan serat mengalami peningkatan sedangkan rerata asupan natrium, kolesterol dan SAFA mengalami penurunan sesudah diberikan konseling. Terjadi penurunan tekanan darah sistolik sebesar 64,7% dan tekanan darah diastolik sebesar 29,4% sesudah mendapat konseling. Perlu dilakukan riwayat makan dengan metode kualitatif seperti food frequency, sehingga dapat mengetahui pula pola makan responden. Selain itu, perlu penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan modifikasi gaya hidup dengan penerapan gaya hidup sehat seperti melakukan olahraga teratur karena tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Kata kunci : Konseling, Asupan Mineral, Asupan Serat, Asupan SAFA, Asupan Kolesterol, Tekanan Darah
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENERAPAN DIET RENDAH SISA, TINGKAT KONSUMSI ENERGI dan ZAT GIZI SERTA PERUBAHAN BERAT BADAN ANAK PENDERITA DIARE RSUD Dr. R. SOEDARSONO PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: NURUL AMANIYAH
NIM: 1203400024
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Dwie Sulistyorini. Pembimbing II: Dra. Nurul Hakimah
Subjek: Penerapan Diet Rendah Sisa, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi, Perubahan Berat Badan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Amaniyah, Nurul (2013). penerapan diet rendah sisa dengan tingkat konsumsi energi dan zat gizi serta peningkatan berat badan anak penderita diare RSUD DR. Dr. Soedarsono Pasuruan. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Malang. Pembimbing I: Dwie Sulistyorini. Pembimbing II: Dra. Nurul Hakimah Penyakit Diare merupakan suatu penyakit penting di Indonesia yang masih merupakan sebab utama kesakitan dan kematian anak. Hal ini tercermin dalam laporan rumah-rumah sakit mengenai angka kesakitan dan kematian penderita diare di Bangsal Anak yang jauh melebihi penyakit lain, yaitu sebanyak masing-masing 20-40% dari jumlah bayi dan anak yang dirawat dan 10-20 % dari jumlah penderita diare yang dirawat. Diet rendah sisa adalah salah satu jenis terapi diet gastroenteritis akut yang sering diberikan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Diet yang diberikan harus terdiri dari bahan makanan yang mudah cerna, rendah serat dan tidak memperberat kerja saluran cerna sehingga dapat tercapai tujuan dari pemberian terapi diet yaitu memberikan makanan sesuai kebutuhan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna. Di RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan, diare merupakan penyakit yang mempunyai prevalensi tertinggi yaitu sebesar 1621 orang atau 24,7% pada tahun 2011 serta penerapan diet rendah sisa masih belum sesuai dengan syarat diet. Hal ini dilihat dari pemilihan bahan makanan, pengolahan bahan makanan dan masih ditemukan bumbu yang merangsang dalam pengolahannya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara penerapan diet rendah sisa dengan tingkat konsumsi energi dan zat gizi serta peningkatan berat badan anak penderita diare RSUD DR. Dr. Soedarsono Pasuruan. Jenis penelitian penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan rancangan studi cross sectional. Hasil observasi menunjukkan bahwa karakteristik jenis kelamin, penderita diare atau gastroenteritis terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu 60% (18 pasien) dan perempuan 40% (12 pasien). Menu yang disajikan dari Rumah Sakit belum memenuhi syarat rendah sisa yaitu yaitu dari bentuk makanan berupa sayur tidak dicincang atau tidak mudah cerna, pemilihan bahan makanan, pengolahan bahan makanan dan masih mengandung bumbu tajam. Tingkat konsumsi energi terbesar adalah good diet ( 47%) dan yang terendah adalah poor diet (10%) untuk tingkat konsumsi protein terbesar adalah need improvement ( 47%) dan yang terendah adalah poor diet (20%). Tingkat konsumsi lemak terbesar adalah dalam kategori lebih (53%) dan yang terendah adalah cukup (20%) dengan tingkat konsumsi karbohidrat terbesar adalah good diet (40%) dan yang terendah adalah poor diet (17%) serta tingkat konsumsi serat terbesar adalah lebih (37%) dan yang terendah adalah kurang (30%). Dari 30 responden sebagian besar (63%) atau 19 responden tidak mengalami perubahan berat badan sedangkan 27% (8 responden) mengalami penurunan berat badan dan 10% (3 responden) mengalami peningkatan berat badan Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat dan serat) dengan perubahan berat badan dapat disebabkan karena hubungan antara tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat dan serat) tidak hanya dipengaruhi oleh frekuensi konsumsi tetapi juga bisa disebabkan karena penyakit yang diderita (diare) yang merupakan penyakit infeksi yang akan mengurangi daya tahan tubuh. Dari hasil penelitian disarankan sebaiknya menu yang disajikan untuk diet rendah sisa harus memperhatikan bahan makanan yang mudah cerna, pemilihan bahan makanan, pengolahan bahan makanan yang sesuai dan tidak mengandung bumbu tajam Kata kunci: Penerapan Diet Rendah Sisa, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi, Perubahan Berat Badan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP), MUTU MIKROBIOLOGI SERTA DAYA TERIMA LAUK CINCANG HEWANI PADA PASIEN DI RSI AISYIYAH KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AJENG DIAH ISMANINGSIH
NIM: 0903000004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si, Dra. Nurul Hakimah, S.ST., M.Kes,
Subjek: mikrobiologi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENERAPAN TEKNIK ASEPTIK DALAM TAHAP PERSIAPAN AREA BEDAH DAN DRAPING OLEH TIM BEDAH INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: ERIK JOHAN
NIM: 1201410033
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep. Ns, M.kes. , Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes
Subjek: Penerapan Teknik Aseptik Persiapan Area Bedah Dan Draping
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Penerapan Teknik Aseptik Dalam Tahap Persiapan Area Bedah Dan Draping Oleh Tim Bedah Instalasi Bedah Sentral RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Erik Johan (2013). Skripsi Deskriptif Observatif. Program Studi D-IV Keperawatan Malang Jurusan Keperawatan, Minat Perioperatif. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep. Ns, M.kes. Pembimbing (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes Kata Kunci :Penerapan Teknik Aseptik Persiapan Area Bedah Dan Draping Tim Bedah adalah anggota tim yang terlibat dalam operasi. Operasi merupakan tindakan pembedahan medis yang bersifat invasif untuk diagnosis, pengobatan penyakit, trauma atau deformitas. Berdasarkan pertimbangan akan prosedur invasif yang dilakukan pada pembedahan, Teknik aseptik yang dilakukan dengan tidak tepat akan berdampak infeksi luka operasi. Salah satu upaya mengurangi infeksi luka operasi adalah menerapkan teknik aseptic persiapan area bedah dan draping dengan benar. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif observatif. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah tim bedah yang berada di instalasi bedah sentral RSUD Kanjuruhan Kepanjen yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 30 orang. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik aseptik persiapan area bedah yaitu setengah dari responden 15 orang (50%) dalam kategori menerapkan dengan tidak sempurna sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedur). dan teknik aseptik drapping didapatkan hasil bahwa hampir seluruh responden yaitu 21 orang (70%) dalam kategori menerapkan dengan tidak sempurna sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedur). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik aseptik persiapan area bedah dan teknik aseptik draping dilakukan dengan tidak sempurna oleh tim bedah RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Rekomendasi penelitian ini adalah tim bedah sebagai responden diharapkan tetap mempertahankan penerapan teknik aseptik persiapan area bedah dan draping sesuai dengan SOP (Standar Operasional Procedure).
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH KONSELING TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN SCHIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGOSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AMBAR BAWONO
NIM: 1201420006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama) Tri Anjaswarni, SKP.MKep. Pembimbing (pendamping) Abdul Hanan, APP.SKep.Ns.MKes
Subjek: Konseling, Konseling Pada Keluarga, Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Schizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh konseling terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien schizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Singosari Malang. Ambar Bawono. 2013. Skripsi Analitik. Program Studi DIV Keperawatan.Jurusan Keperawatan. Poltekes Kemenkes Malang.Pembimbing (utama) Tri Anjaswarni, SKP.MKep. Pembimbing (pendamping) Abdul Hanan, APP.SKep.Ns.MKes ____________________________________________________________ Schizofrenia merupakan sindrom klinis atau proses penyakit yang mempengaruhi kognisi, persepsi, emosi, perilaku dan fungsi sosial yang dapat mempengaruhi individu dengan cara yang berbeda. Selain oleh tenaga medis, baik dokter maupun perawat, penanganan schizophrenia juga melibatkan keluarga karena keluarga merupakan system pendukung utama yang memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan (sehat-sakit) klien. Untuk itu kemampuan keluarga dalam merawat sangat penting, dan salah satu upaya yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kemampuan keluarga tersebut adalah melalui pelayanan konseling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konseling terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien schizofhrenia di rumah. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan pendekatan pre-pos test dalam satu grup. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 0rang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan cara purposive sampling. Analisa data menggunakan uji t berpasasangan dengan hasil nilai p : 0.000 dimana nilai p < 0.500 berarti HO ditolak. Hal itu menunjukan ada pengaruh konseling yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat klien schizofrenia. Berdasarkan hasil penelitian ini diperlukan adanya pendekatan konseling dalam pelayanan terhadap keluarga kliens chizofrenia di Puskesmas. Kata kunci ; Konseling, Konseling Pada Keluarga, Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Schizofrenia
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPINO (SOLANUM MURICATUM AITON) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE DENGAN HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS PEMBANTU SAPTORENGGO PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HENI TIRTA KINASIH
NIM: 1202420007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dosen Pembimbing (I) Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb (II) Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes
Subjek: Pengaruh Buah Pepino, Tekanan Darah, Menopause
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kinasih, Heni Tirta. 2013. Pengaruh Pemberian Buah Pepino (Solanum Muricatum Aiton) terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Wanita Menopause dengan Hipertensi Primer di Puskesmas Pembantu Saptorenggo Pakis Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Dosen Pembimbing (I) Didien Ika Setyarini, S.SiT., M.Keb (II) Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah utama pada menopause. Hipertensi berhubungan erat dengan berbagai resiko komplikasi. Terdapat dua macam terapi untuk mengobati hipertensi, yaitu farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu contoh terapi nonfarmakologi yaitu buah pepino yang memiliki mekanisme sama dengan obat diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pepino terhadap perubahan tekanan darah pada wanita menopause dengan hipertensi primer. Desain yang digunakan adalah praeksperimen dengan rancangan one group pre test post test. Jumlah populasi sebanyak 26 wanita menopause berusia 45-60 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 21 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tensimeter air raksa dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah sistole sebesar 62,5% dan diastole sebesar 74,2%. Hasil uji statistik paired t-test dengan taraf signifikan α 0,05 dan dk= 20 telah diperoleh t-hitung > t-tabel (sistole= 8,05>1,72 dan diastole= 8,22>1,72) maka hipotesis diterima artinya ada pengaruh pemberian buah pepino terhadap perubahan tekanan darah pada wanita menopause dengan hipertensi primer. Tenaga kesehatan diharapkan lebih memperhatikan kesehatan wanita menopause dengan upaya deteksi dini, penyuluhan dan pengobatan hipertensi. Kata Kunci : Pengaruh Buah Pepino, Tekanan Darah, Menopause
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH BLANCHING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU ORGANOLEPTIK SARI LABU SIAM (Sechium edule)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANESIA MEILAILATUL NIKMAH
NIM: 1003000002
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Di bawah bimbingan AGUS HERI SANTOSO dan MARYAM RAZAK
Subjek: labu siam,antioksidan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANESIA MEILAILATUL NIKMAH, 2013. Pengaruh Blanching Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik Sari Labu Siam (Sechium edule). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Di bawah bimbingan AGUS HERI SANTOSO dan MARYAM RAZAK). Di Indonesia, banyak terdapat tumbuhan sebagai bahan berkhasiat, salah satunya adalah labu siam (Sechium edule). Labu siam mengandung berbagai nutri si pent ing seperti karbohidrat, vi tamin (C, B6, E dan K) dan mineral (kalsium, magnesium dan fosfor), serta mempunyai beberapa kegunaan salah satunya adalah sebagai sumber antioksidan. Pada kehidupan sehari-hari, masyarakat banyak yang kurang menyukai labu siam karena aromanya yang khas dan rasanya yg agak sepat. Oleh karena itu perlu dilakukannya pengolahan lebih lanjut pada labu siam untuk meningkatkan daya terima labu siam, salah satunya adalah pensarian (ekstraksi). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh metode blanching terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik pada sari labu siam (Sechium edule). Jenis penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial). Perlakuan penelitian adalah 2 metode blanching yakni blanching air dan blanching uap serta 3 taraf perlakuan lama waktu blanching yakni 0 menit, 3 menit, dan 6 menit. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dan Juni 2013, bertempat di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penelitian yang dilakukan adalah analisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dan uji mutu organoleptik dengan metode Hedonic Scale Test. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi adalah pada perlakuan P1A. Hasil penelitian diujikan pada uji statistic Two Way Annova dan menunjukkan bahwa ada pengaruh lama blanching yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan sari labu siam (Sechium edule). Hasil uji mutu organoleptik, tingkat kesukaan panelis dengan nilai mean rank tertinggi terhadap atribut warna terdapat pada P1A, atribut aroma terdapat pada P2A, dan atribut rasa terdapat pada P1A. Berdasarkan uji statistic Kruskal Wallis menunjukkan bahwa metode blanching berpengaruh signifikan terhadap mutu organoleptik sari labu siam (Sechium edule) pada atribut aroma. Kata Kunci : Labu Siam, Metode Blanching, Lama Blanching, Sari Labu Siam, Aktivitas Antioksidan, Mutu Organoleptik.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan