Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5031–5040 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KAITAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI PROTEIN DAN MIKRONUTRIEN DENGAN ANGKA LIMFOSIT PASIEN TB PARU RAWAT INAP DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: TRIAGUNG YULIYANA
NIM: 1203400030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Bimbingan Etik Sulistyowati, S.ST.,S.Gz., M.Kes dan Dra. Nurul Hakimah, SST, M.Kes
Subjek: TB Paru, Tingkat Konsumsi Protein, Mikronutrien (Vitamin A, C dan Zinc), Limfosit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Triagung Yuliyana. 2013, Kaitan Antara Tingkat Konsumsi Protein, Mikronutrien Dengan Angka Limfosit Pasien TB Paru Rawat Inap Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen (Dibawah Bimbingan Etik Sulistyowati, S.ST.,S.Gz., M.Kes dan Dra. Nurul Hakimah, SST, M.Kes). Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium Tuberculosis yang merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia. Infeksi TB Paru dapat memicu malnutrisi akibat dari asupan yang tidak adekuat. Maka diperlukan zat gizi makro dan mikro seperti Protein, Vitamin A, E, C dan Zinc yang mempengaruhi respon kekebalan tubuh, apabila terjadi defisiensi zat gizi tersebut akan merusak sistem imun, hal ini dapat diukur kadar limfositnya, dalam keadaan terjadi infeksi oleh mikroba patogen, maka limfosit akan menurun. Untuk meningkatkan jumlah limfosit perlunya Protein, Vitamin A, E, C dan Zinc yang terkandung dalam makanan. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap Imam Bonjol di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case study yang dilakukan selama 1 bulan dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan limfosit, selama penelitian responden mampu merubah tingkat konsumsi, namun perubahan tersebut masih tergolong dalam kategori defisit terutama pada konsumsi Protein, Vitamin A, E, C, dan Zinc karena kondisi responden yang mengalami penyakit infeksi dan cenderung nafsu makan menurun serta dipengaruhi oleh daya beli responden. Saran kepada pihak ahli gizi ruangan bekerja sama tim untuk memantau jenis diet dan memonitoring asupan makan pasien TB paru untuk mencegah agar status gizi pasien tidak semakin buruk. .Kata Kunci : TB Paru, Tingkat Konsumsi Protein, Mikronutrien (Vitamin A, E, C dan Zinc), Limfosit
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KAJIAN INDEKS GLIKEMIK MENU DIET DM DI INSTALASI GIZI RS PARU BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: Sutriani
NIM: 1003000032
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Etik Sulistyowatidan Endang Widajati
Subjek: Gizi,Diet
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI SUTRIANI, 2013. Kajian Indeks Glikemik Menu Diet DM di Instalasi Gizi RS. Paru Batu. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : Etik Sulistyowatidan Endang Widajati Peranan indeks glikemik (IG) sangat penting untuk penderita DM karena erat kaitannya dengan kadar gula darah yang sering menjadi permasalahan dan menimbulkan komplikasi bagi penderita. Berdasarkan hasil observasi pendahuluan yang dilakukan di RS Paru Batu diperoleh hasil bahwa jenis diet yang sering diberikan untuk pasien diabetes melitus rawat inap adalah diet DM dengan total kalori 1900 Kkal. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain eksploratif dilakukan pada tanggal 17-20 Juni 2013 di RS Paru Batu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siklus menu 11 hari di Instalasi Gizi RS Paru Batu. Data yang dikumpulkan meliputi gambaran umum RS, standar diet DM, standar porsi menu diet, siklus menu diet, proses pengolahan, jenis serat, prosentasi lemak-protein dan zat anti gizi (asam fitat dan tanin) pada menu diet DM 1900 Kkal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata menu diet DM 1900 Kkal yang disajikan untuk pasien DM 91% tergolong memiliki IG sedang dengan rata-rata nilai IG sebesar 64,97 dan 9% sisanya tergolong memiliki IG tinggi dengan rata-rata nilai IG sebesar 70,27. Tingginya IG pada menu diet tersebut dikarenakan masih mengandung bahan makanan yang memiliki IG tinggi seperti nasi beras putih dan wortel. Menu sehari yang terdiri dari 12 resep masakan yang mengandung karbohidrat pada kelompok menu diet dengan IG tinggi ada 4 resep masakan yang diolah dengan cara dikukus dan 2 resep masakan lainnya diolah dengan cara direbus. Menu sehari yang terdiri dari12 bahan makanan yang mengandung serat pada menu diet dengan IG tinggi terdapat 7 jenis bahan makanan yang tergolong mengandung serat larut air. Prosentase kandungan lemak dan protein pada kelompok menu diet dengan IG tinggi telah sesuai dengan standar diet yang telah ditetapkan, prosentase lemak sebesar 22,53% dari tota l kalori dan prosentase protein sebesar 15,77% dari total kalori. Zat anti gizi yang terkandung pada kelompok menu diet yang memiliki IG tinggi adalah asam fitat dan tanin yang diperoleh dari teh tawar dan kacang-kacangan. Ketepatan pemilihan bahan makanan (mengandung IG rendah hingga sedang) perlu diperhatikan karena akan memberikan pengaruh kepada IG menu tersebut. Selain pemilihan bahan makanan ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi IG menu diet diantaranya adalah proses pengolahan, jenis serat, prosentase lemak-protein dan kandungan zat anti gizi. Key word : Indeks glikemik, Menu Diet DM
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU TENAGA PENJAMAH MAKANAN TENTANG HIGIENE DAN SANITASI DI WASERDA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RUSDIANA FIRDAUS
NIM: 1003000095
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bimbingan Ibu Nurul Hakimah dan Ibu Theresia Puspita
Subjek: Gizi,Higiene Sanitasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rusdiana Firdaus (2013). Karakteristik, Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Tenaga Penjamah Makanan Tentang Higiene Dan Sanitasi Di Waserda Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah Bimbingan Ibu Nurul Hakimah dan Ibu Theresia Puspita. Penerapan higiene dan sanitasi di Waserda Potekkes Kemenkes Malang belum sesuai dengan KEPMENKES RI Nomor 1098 tahun 2003 tentang Persyaratan Higiene dan Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran karakteristik, tingkat pengetahuan dan perilaku tenaga penjamah makanan tentang higiene dan sanitasi di Waserda Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian ini adalah tenaga penjamah makanan di Waserda Poltekkes Kemenkes Malang yang berjumlah 17 orang. Data karakteristik dan tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner dan untuk data perilaku diperoleh melalui observasi. Hasil penelitian ini semua tenaga penjamah makanan berusia antara 15 – 64 tahun, tingkat pendidikan tenaga penjamah makanan sebagian besar adalah SMA sedangkan untuk tingkat pendidikan PT adalah dua orang, lama kerja ≥2 tahun sebanyak 11 orang (64,7%). Tingkat pengetahuan tentang higiene sanitasi yaitu sebanyak 12 orang (70,6%) adalah kurang, perilaku tentang higiene sanitasi tenaga penjamah makanan sebanyak 14 orang (82,4%) adalah kurang. Skor yang diperoleh dari penilaian mutu higiene sanitasi berdasarkan Permenkes Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 untuk Rumah Makan dan Restoran adalah 317. Berdasarkan uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik tenaga penjamah makanan (tingkat pendidikan dan lama bekerja) dengan tingkat pengetahuan tenagan penjamah di Waserda Poltekkes Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan pada pengelola Waserda untuk dapat meningkatkan atau memperbaiki fasilitas yang ada pada Waserda agar bisa berfungsi kembali dengan baik guna mendukung kelancaran pekerjaan para tenaga penjamah makanan di Waserda. Mengadakan pelatihan atau penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para tenaga penjamah makanan, sehingga dapat meningkatkan keamanan makanan dan kenyamanan pada saat makan bagi konsumen. Kata kunci : Higiene Sanitasi, Waserda
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KEAMANAN JAJANAN PEMPEK DI KOTA MALANG (Kajian Bahan Kimia Berbahaya dan Mutu Mikrobiologi)

Lihat Detail Karya
Penulis: AMANDA NURQISTHY
NIM: 1003000043
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: SULISTIASTUTIK, Pembimbing II: MARYAM RAZAK
Subjek: pempek
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KEBUTUHAN MINIMAL SET INSTRUMEN ORTHOPEDI PADA OPERASI FRAKTUR TULANG PANJANG EKSTREMITAS ATAS DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ROHMA NUR LUTFIA
NIM: 1201410024
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M. Kes, dr. Syaifullah Asmiragani, SpOT (K) Spine.
Subjek: Kebutuhan Minimal, Set Instrumen Orthopedi, Tulang Panjang Ekstremitas Atas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kebutuhan Minimal Set Instrumen Orthopedi Pada Operasi Fraktur Tulang Panjang Ekstremitas Atas di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Rohma Nur Lutfia (2013). Skripsi. Program Studi DIV Keperawatan Minat Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN, SKM, M. Kes, Pembimbing (Pendamping) dr. Syaifullah Asmiragani, SpOT (K) Spine. Kata Kunci: Kebutuhan Minimal, Set Instrumen Orthopedi, Tulang Panjang Ekstremitas Atas Kebutuhan minimal merupakan jumlah minimal instrumen yang dibutuhkan pada saat pembedahan. Set instrumen orthopedi merupakan salah satu yang memiliki jumlah alat terbanyak dengan spesifikasi yang besar dibandingkan dengan spesialis bedah lainnya sehingga memerlukan kontrol inventarisasi instrumen. Instrumen yang dipergunakan dalam operasi fraktur tulang panjang harus benar-benar dipersiapkan sesuai kebutuhannya karena kasus ini merupakan insiden tersering terutama pada ekstremitas atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan minimal set instrumen orthopedi pada operasi fraktur tulang panjang ekstremitas atas di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observatif dengan metode pengumpulan data dengan observasi menggunakan lembar checklist. Populasi pada penelitian ini adalah kegiatan operasi orthopedi mulai dari persiapan sampai pemakaian instrumen. Sampelnya adalah 12 operasi fraktur tulang panjang ekstremitas atas dengan tehnik purposive sampling. Dari hasil didapatkan bahwa persiapan alat pada operasi orthopedi berdasarkan standar antara 45-60 buah instrumen (75%) dan pemakaian alat <45 buah instrumen (75%). Kebutuhan minimal set instrumen orthopedi pada operasi fraktur tulang panjang ekstremitas atas sebanyak 40-46 instrumen. Alat yang selalu dan sering dipakai sebanyak 34 jenis dengan jumlah 44 buah instrumen yang merupakan basic set instrumen sedangkan extra set terdapat 13 jenis dengan jumlah 16 buah instrumen. Rekomendasi dari hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan pembuatan SOP kebutuhan minimal set instrumen orthopedi terutama pada operasi fraktur tulang panjang ekstremitas atas serta mempermudah dalam melakukan registrasi alat saat operasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KENYAMANAN PASIEN SESAK NAPAS YANG MENDAPAT POSISI SEMI FOWLER DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN Kab. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KHOIRUL HARIS
NIM: 1001100017
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Supervisor (Main) Isnaeni DTN, M.Kes, Lecturer (Companion) Ngesti W Utami S.Kp, M.Pd
Subjek: Semi fowler position, leisure, shortness of breath/asphyxia
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Patient Comfort Shortness of Breath That Gets Semi Fowler Position in Hospital "Kanjuruhan" Kepanjen Malang. Khoirul Haris (2013). Scientific Writing Descriptive Observational, Malang Nursing Studies Program, Department of Nursing, Ministry of Health, Health Polytechnic of Malang. Supervisor (Main) Isnaeni DTN, M.Kes, Lecturer (Companion) Ngesti W Utami S.Kp, M.Pd. Keywords: Semi fowler position, leisure, shortness of breath/asphyxia Semi-Fowler position is a position where the patient resting in bed with head higher at 45 degree till 60 degree which is bed can set the height of the head or with the help of wedge back rest and cushion to the back and head so that patients who experience shortness of breath can feel more comfortable with the position given so that the patient experienced shortness of breath can be reduced. This study aims to determine the comfort of the patient's shortness of breath that gets Semi-Fowler position. The research design which is used descriptive observational method, implemented in the Imam Bonjol and Airlangga Care Room of “Kanjuruhan” Hospital. The results showed that the given of semi-Fowler's position with a certain variation of the comfort of the patient short of breath on interviews and observations showed good results. In the semi-Fowler position 45 degree who said comfortable were 6 respondents. In the semi-Fowler position 60 degree who said comfortable was 1 respondent. And the semi-Fowler position 90 degree who said comfortable were 2 respondents. The result of this research is recommended for further research in which the further researcher from knowing that the semi-Fowler position in patients with shortness of breath is needed to be able to reduce shortness of breath, for it is necessary to find the factors that affect the fulfillment of comfort to shortness of breath patients, except semi-Fowler position in other to reduce tightness optimally.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KEPUASAN KONSUMEN OCEAN GARDEN RESTO PADA CABANG TRUNOJOYO DAN BATU (Studi Pada Restoran yang Telah Melakukan Pelabelan Gizi)

Lihat Detail Karya
Penulis: ROIKHA NUR ROHMAH
NIM: 1003000093
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bimbingan Nurul Hakimah dan Hasan Aroni
Subjek: Gizi,Konsumen
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Roikha Nur Rohmah,2013 : Kepuasan Konsumen Ocean Garden Resto Pada Cabang Trunojoyo Dan Batu (Studi Pada Restoran Yang Telah Melakukan Pelabelan Gizi) (Di Bawah Bimbingan Nurul Hakimah dan Hasan Aroni). Ocean Garden Resto merupakan rumah makan yang menggunakan konsep seafood dan javanese yang memiliki 4 cabang. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui kepuasan konsumen di Ocean Garden Resto Cabang Trunojoyo dan Cabang Batu. Kemudian, dibandingkan apakah ada pengaruh kepuasan konsumen dengan perbedaan jumlah pengunjung di cabang tersebut, dikarenakan pada cabang Trunojoyo lebih ramai pengunjung,berbeda dengan cabang Batu. Jenis pada penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian crossectional. Besar sampel penelitian ini adalah 154 pada cabang Trunojoyo dan 80 pada cabang Batu. Data yang dikumpulkan meliputi gambaran umum penyelenggaraan makanan, gambaran umum konsumen, jumlah pengunjung, tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Analisa data menggunakan metode Costumer Satsfaction Index (CSI), Independent t-test dan disajikan dengan diagram kartesius. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kepuasan konsumen Ocean Garden cabang Trunojoyo dan Batu sama-sama puas, walaupun jumlah pengunjung berbeda. Dapat dilihat dari gambar diagram kartesius aspek mana saja yang harus ditingkatkan (Kuadran I) dan aspek mana saja yang sudah memuaskan (Kuadran II) dari cabang Trunojoyo dan Batu. Costumer Satisfaction Index (CSI) Ocean Garden Resto cabang Trunojoyo adalah sebesar 78% dan Garden Resto cabang Batu adalah 79% yang dapat dikategorikan puas, karena nilai tersebut berkisar antara 70,01%-90,00%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan agar pihak pengelola Ocean Garden cabang Trunojoyo dan Batu lebih meningkatkan kualitas pada aspek yang terdapat pada kuadran I. Kata Kunci : Karakteristik konsumen, Keputusan pembelian, Tingkat harapan dan Tingkat kinerja, Kepuasan Konsumen.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KETAHANAN PANGAN DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANDY ARDIANSYAH
NIM: 1203400019
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing (1) ASTUTIK PUDJIRAHAJU (2) ETIK SULISTYOWATI
Subjek: TBC, Ketahanan Pangan, Pola Konsumsi, Tingkat Konsumsi, Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SANDY ARDIANSYAH. 2013. Ketahanan Pangan dan Status Gizi Terhadap Kejadian TBC di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Pembimbing: (1) ASTUTIK PUDJIRAHAJU (2) ETIK SULISTYOWATI Ketahanan pangan tingkat rumah tangga menjadi sangat penting bagi penderita TBC sebagai deteksi dan evaluasi dari program yang dijalankan oleh Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Ketersediaan pangan tingkat rumah tangga dan pemenuhan energi dan zat gizi akan mempengaruhi status gizi penderita TBC pada masa penyembuhan. Tujuan penelitian menganalisis ketahanan pangan dan status gizi terhadap kejadian TBC. Penelitian secara observasional analitik dengan Case Control pada populasi penderita TBC sebagai kelompok kasus dan kelompok kontrol sebagai pembanding di wilayah kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Data meliputi karakteristik (usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jumlah anggota), pola konsumsi dan tingkat konsumsi energi dan zat gizi, serta status gizi diperoleh dengan wawancara dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kelompok kasus dan kontrol relatif sama. Pola konsumsi kelompok kontrol lebih baik dibandingkan kelompok kasus masing-masing sebesar 60% dan 33,3% tergolong sangat rendah. Tingkat konsumsi energi, protein, zat gizi mikro (Fe, B6 dan Zn) >50% tergolong defisit tingkat ringan hingga berat. Tingkat konsumsi vitamin C kelompok kasus dan kontrol semua tergolong defisit tingkat berat. Tingkat ketahanan pangan sebagaian besar adalah rentan pangan, untuk kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebesar 56,7% dan 3,3%. Status gizi kurang tingkat ringan hingga berat pada pendertita TBC sebesar 66,7%. Hasil analisis statistik Regresi Logistik Binary Berganda pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan hubungan signifikan antara pola konsumsi, tingkat konsumsi energi, vitamin C, B6, Zn dan status gizi terhadap kejadian TBC di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang intervensi terpadu pada penderita TBC berupa pemberian edukasi tentang pola konsumsi pangan pada status sosial ekonomi rendah dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan padat energi dan suplementasi zat gizi mikro (Fe, Vitamin C, B6 dan Zn). Kata Kunci : TBC, Ketahanan Pangan, Pola Konsumsi, Tingkat Konsumsi, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KETEPATAN JUMLAH ENERGI, JUMLAH DAN JENIS KARBOHIDRAT PADA MENU DIET PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT PARU - BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: LENY EKA TYAS WAHYUNI
NIM: 1003000018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing 1 : Diniyah Kholidah. Pembimbing 2 : S. Rum Teguh K.
Subjek: Gizi,Diet,Energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK LENY EKA TYAS WAHYUNI (2013). Ketepatan Jumlah Energi, Jumlah Dan Jenis Karbohidrat Pada Menu Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Paru Batu. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1 : Diniyah Kholidah. Pembimbing 2 : S. Rum Teguh K. Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein serta ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dan dalam urin (glukosuria). Perencanaan diet merupakan salah satu pilar pengelolaan diabetes yang sangat mempengaruhi perkembangan penderita diabetes, karena pemberian diet dapat mempengaruh fluktuasi glukosa darah pada penderita diabetes. Jumlah makanan harus disesuaikan dengan jumlah kalori yang dibutuhkan setiap harinya dan pengaturan jenis makanan atau komposisi diet yang dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus hendaknya tersusun dari karbohidrat, lemak, protein yang masing – masing jumlahnya sudah ditentukan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Paru Batu yang bertujuan untuk mengetahui terapi diet yang disajikan untuk pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 terhadap ketepatan jumlah energi, jumlah dan jenis karbohidrat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian case study. Subjek dalam penelitian ini adalah menu diet sehari untuk pasien DM dan pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap saat peneliti melakukan penelitian yaitu sebanyak 6 orang. Sebagian besar pasien dalam penelitian ini berusia >40 tahun. Diketahui bahwa 1 orang pasien dengan status gizi undernutrition, 2 orang pasien dengan status gizi underweight, dan 3 orang pasien dengan status gizi normal. Rata – rata kebutuhan energi pasien adalah sebesar 1800 Kalori. Perbandingan antara kebutuhan energi pasien dan total kandungan energi pada menu yang disajikan yaitu terdapat 1 orang pasien dengan kriteria tidak tepat dan 5 orang pasien dengan kriteria tepat. Kandungan karbohidrat dalam menu yang disajikan sudah sesuai anjuran yaitu sebesar 45 - 65% total kandungan energi. Asupan karbohidrat sederhana 6 orang pasien diabetes mellitus dalam penelitian ini dinyatakan tepat karena pasien mampu mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sesuai anjuran yaitu ≤5% dari total asupan energi. Penggunaan gula dalam pengolahan bahan makanan masih diperbolehkan karena jumlah karbohidrat sederhana yang dikonsumsi pasien <5% dari total asupan energi, penambahan gula juga dapat menambah asupan energi pasien sehingga kejadian hipoglikemi pada pasien dapat dihindari. Selain itu, perlu dilakukan analisis menu yang diberikan kepada pasien diabetes mellitus untuk menjeneralisasikan ketepatan jumlah energi dan persentase asupan karbohidrat sederhana pasien diabetes mellitus. Kata kunci: Menu Diet DM, Pasien DM Tipe 2, Ketepatan Jumlah Energi, Jumlah dan Jenis Karbohidrat.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KETEPATAN JUMLAH ENERGI, KARBOHIDRAT DAN JADUAL MAKAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN TERAPI INSULIN DI RUANG RAWAT INAP RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVITA URI KHAIRIYANTI
NIM: 1203400014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.ST. S.Gz, M. Kes dan Diniyah Kholidah S.ST. S.Gz, M. PH
Subjek: Jumlah energi, karbohidrat, jadual makan
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Novita Uri Khairiyanti, 2013. Skripsi ini berjudul Ketepatan Jumlah Energi, Karbohidrat dan Jadual Makan Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Terapi Insulin Di Ruang Rawat Inap RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Program Diploma DIV Jurusan Gizi. Di bawah bimbingan Etik Sulistyowati, S.ST. S.Gz, M. Kes dan Diniyah Kholidah S.ST. S.Gz, M. PH. Jumlah penderita diabetes melitus khususnya yang mendapat insulin dari tahun ke tahun bertambah. Diabetes melitus merupakan salah satu dari kelainan endokrin yang menyebabkan terganggunya produksi insulin. Defisiensi insulin menyebabkan tidak semua glukosa dapat diubah menjadi glikogen. Penatalaksanaan diet untuk penderita diabetes melitus harus tepat untuk mencegah terjadinya lonjakan maupun penurunan kadar gula darah. Peneliti bertujuan ingin mengetahui Ketepatan Jumlah Energi, Karbohidrat dan Jadual Makan Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus dengan Terapi Insulin Di Ruang Rawat Inap RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian Case Study. Data ketepatan jumlah energi diperoleh berdasarkan rata-rata asupan makan selama 3 hari dibandingkan kebutuhan, data ketepatan jumlah karbohidrat berdasarkan rata-rata asupan 3 hari dibanding dengan dosis insulin sedangkan ketepatan jadual makan berdasarkan waktu makan disesuaikan dengan waktu pemberian insulin. Sampel yang diteliti berjumlah 6 orang, dengan karakteristik berdasarkan usia yaitu 83% > 55 tahun dan jenis kelamin 67% adalah laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 responden tidak tepat jumlah energi yang dikonsumsi, serta 4 responden tidak tepat jumlah karbohidrat sedangkan 6 responden menepati jadual makan yang diteliti. Kadar gula darah yang diteliti selama 3 hari juga berada > 140 mg/dl akan tetapi terjadi penurunan di hari ketiga. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara ketidaktepatan jumlah energi dan karbohidrat dengan peningkatan kadar gula darah sedangkan jadual makan yang tepat tidak terlalu berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah. Untuk itu diperlukan kolaborasi medis khususnya antara dokter dan ahli gizi dalam memberikan diet pada penderita diabetes melitus di rumah sakit. Kata Kunci: Jumlah energi, karbohidrat, jadual makan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan