Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5011–5020 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMKN 3 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIS PUJIATI KARYA NINGSIH
NIM: 1002100047
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I:Temu Budiarti S.Pd., M.Kes, Pembimbing II: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes
Subjek: Bidan,Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Karya Ningsih, Anis Pujiati. 2013. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Remaja Putri di SMKN 3 Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Prodi DIII Kebidanan Malang, Pembimbing I:Temu Budiarti S.Pd., M.Kes, Pembimbing II: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes Para remaja memenuhi kebutuhan dengan cara yang berbeda-beda, ada yang makan secara teratur dan adapula yang tidak teratur atau bahkan melakukan diet dan adapula yang mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Dari pola makan yang berbeda-beda tersebut akan mempengaruhi status gizi yang berbeda-beda pula. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi remaja putri di SMKN 3 Malang. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan survey cross sectional dan sampel sebanyak 44 siswi. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah angket, timbangan injak dan mikrotoa. Berdasarkan data, hasil analisa data dengan uji rank spearman, didapatkan hasil Z hitung adalah 4,48. Dengan menggunakan taraf signifikan 0,01 diketahui Z tabelnya adalah 2,58. Karena Z hitung > Z tabel (4,48 > 2,58). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hipotesa diterima artinya ada hubungan antara pola makan dengan status gizi pada remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya untuk bisa melakukan kolaborasi dengan ahli gizi dalam meneliti pola makan sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat. Kata kunci: Status Gizi, Pola Makan, Remaja Putri
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PRODUKSI ASI PADA IBU YANG BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: DYAH ARUM PALUPI
NIM: 1102420007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Jupriyono, S. Kp, M. Kes. Pembimbing (II) Naimah, SKM, M. Kes
Subjek: Produksi ASI, Pemberian ASI Eksklusif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Palupi, Dyah. Arum. 2013. Hubungan Produksi ASI pada Ibu yang Bekerja dengan Pemberian ASI Eksklusif pada bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Karangrejo Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Prodi D-IV Kebidanan Klinik Politeknik Kemenkes Malang. Pembimbing (I) Jupriyono, S. Kp, M. Kes. Pembimbing (II) Naimah, SKM, M. Kes. Produksi ASI merupakan hal yang terpenting dalam program pemberian ASI Eksklusif. ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi selama 6 bulan tanpa memberikan minuman atau makanan lain. Rendahnya pemberian ASI terutama ASI Eksklusif kepada bayi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pekerjaan ibu, produksi ASI, perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan produksi ASI pada ibu yang bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan sejumlah 42 responden dengan teknik total sampling. Sebagian besar produksi ASI pada ibu bekerja adalah cukup dan memberikan ASI tidak Eksklusif. Berdasarkan analisa data menggunakan Chi Square dengan α 0,05 didapatkan nilai α 0,00 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Kesimpulannya ada hubungan produksi ASI pada ibu yang bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas karangrejo. Kata Kunci : Produksi ASI, Pemberian ASI Eksklusif
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN DEPRESI POSTPARTUM DI BPS DILAH SOBIRIN DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: GALUH WAHYUNING WULAN
NIM: 1002100061
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Siti Sundari, SE., M.Kes Pembimbing II: Tarsikah, SSiT., M.Keb
Subjek: Postpartum,Self Esteem
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wahyuning Wulan, Galuh. 2013. Hubungan Self Esteem dengan Depresi Postpartum di BPS Dilah Sobirin, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I: Siti Sundari, SE., M.Kes Pembimbing II: Tarsikah, SSiT., M.Keb Self Esteem dan depresi yang terjadi pada ibu postpartum mempunyai keterkaitan yang keduanya berhubungan dengan adaptasi psikologis, yaitu emosional dan cara berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan depresi postpartum di BPS Dilah Sobirin. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya ibu postpartum tanggal 18 Maret – 15 April 2013 sejumlah 36 orang dengan sampel berjumlah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan angket EPDS dan Rosernberg. Pada penelitian ini didapatkan 66,7% responden memiliki self esteem tinggi dan 60,6% mengalami depresi postpartum. Hasil tabel silang didapatkan responden dengan self esteem rendah sebesar 81,8% mengalami depresi dan 18,2% tidak mengalami depresi, sedangkan responden dengan self esteem tinggi 50% mengalami depresi dan tidak depresi. Hasil analisis dengan menggunakan Spearman Rank dan didapatkan nilai t 0,526 dengan taraf signifikansi 0,002 yang mana 0,002 < 0,05, sehingga dalam penelitian ini terdapat hubungan antara self esteem dengan depresi postpartum. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lain pencetus terjadinya depresi postpartum, misalnya kualitas bayi dan dukungan keluarga. Kata Kunci : Postpartum, Self Esteem, Depresi Postpartum
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI DI POSYANDU KELURAHAN KASIN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AMELIA ANDRIYANI
NIM: 1002100003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Heny Astutik, S.Kep, Ns, M.Kes. Pembimbing II Wandi, S.Kep, Ns. M.Pd.
Subjek: Bidan,ASI,Menyusui
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Andriyani, Amelia. 2013. Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Di Posyandu Kelurahan Kasin Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Program Studi D-III Kebidanan Malang. Pembimbing I Heny Astutik, S.Kep, Ns, M.Kes. Pembimbing II Wandi, S.Kep, Ns. M.Pd. Masalah utama dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang dihadapi saat ini adalah terlalu dininya usia pemberian MP-ASI pada bayi. MP-ASI disarankan diperkenalkan pada bayi usia lebih dari 6 bulan. Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di Posyandu RW VII Kelurahan Kasin pada bulan April 2013 didapatkan hasil bahwa dari 6 responden, yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang MP-ASI sebanyak 4 orang, dari 4 orang tersebut, 2 orang masih tetap memberikan MP-ASI dini. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI dini adalah tingkat pengetahuan meliputi nilai, sikap, keterampilan sehingga terjadi perubahan perilaku; tingkat pendidikan; sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI dini di Posyandu Kelurahan Kasin Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi umur 6 bulan pada bulan Juni-Juli 2013, sebanyak 23 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 orang ibu yang mempunyai bayi umur 6 bulan yang diperoleh dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan analisa statistik Chi Kuadrat dengan α = 0.05 dan dk = 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang bersikap negatif yaitu sebanyak 61% dan yang bersikap positif sebanyak 39%, serta responden yang memberikan makanan pendamping ASI dini sebanyak 61% dan yang tidak memberikan makanan pendamping ASI dini sebanyak 39%. Hasil x2hitung (15.38) > x2 tabel (3.841) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, yaitu ada hubungan antara sikap ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI dini di Posyandu Kelurahan Kasin Kota Malang. Dengan demikian diharapkan perlu adanya penyuluhan tentang pemberian MP-ASI yang tepat kepada masyarakat oleh tenaga kesehatan yang melibatkan semua komponen yang ada seperti kader serta tokoh masyarakat. Kata Kunci: Ibu menyusui, Sikap, Pemberian MP-ASI dini
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN STATUS GIZI BERDASARKAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA) DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN STATUS PULANG PADA PASIEN RAWAT INAP DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: ASEP FERY DENI SEPTIAN
NIM: 1203400006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, pembimbing II : Drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: gizi,energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Septian, Asep Fery Deni (2013). Hubungan Status Gizi Berdasarkan Subjective Global Assessment (SGA) Dengan Tingkat Konsumsi Energi Dan Status Pulang Pada Pasien Rawat Inap Di Bagian Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kota Kediri. Skripsi, Program Studi D-IV Gizi Klinik Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, pembimbing II : Drg. Rinawati Basuki, M.Kes. Prevalensi Undernutrition pada pasien rawat inap di rumah sakit ditemukan masih relatif tinggi. Keadaan Undernutrition dapat menyebabkan rendahnya tingkat konsumsi energi selama perawatan, lama hari rawat yang semakin panjang dan cenderung menyebabkan pulang dalam keadaan tidak sembuh, sehingga skrining gizi diperlukan untuk mendeteksi dan menghindari resiko undernutrition. Subjective Global Assessment (SGA) merupakan salah satu alat ukur status gizi yang efektif dan efisien, akan tetapi masih jarang digunakan di Indonesia. RSUD Gambiran Kota Kediri merupakan salah satu rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kota Kediri yang menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan Kota Kediri dan sekitarnya. Berdasarkan survei pendahuluan diketahui skreening gizi pada pasien rawat inap masih belum dilakukan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan status gizi berdasarkan Subjective Global Assessment (SGA) dengan tingkat konsumsi energi dan status pulang pada pasien rawat inap di bagian Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kota Kediri. Metode penelitian adalah observasional dengan rancangan studi cross sectional di RSUD Gambiran Kota Kediri pada bulan Juni-Juli 2013. Sampel penelitian 30 pasien. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik pasien (usia, jenis kelamin dan diagnosis penyakit), status gizi pasien berdasarkan SGA, kebutuhan energi pasien, terapi diet (jenis dan jumlah energi) yang diberikan rumah sakit, memberikan edukasi awal, tingkat konsumsi energi, status pulang pasien berdasarkan hasil pemeriksaan. Cara pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan pengukuran secara langsung, melihat rekam medik dan melihat preskripsi diet yang diterima pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia sebagian besar pasien >50 tahun (63%), jenis kelamin laki-laki (53%), diagnosis penyakit diabetes melitus (43%), status gizi berdasarkan SGA dalam kategori undernutrition atau kurang dan buruk (60%), kebutuhan energi <2.000 Kkal (53%), mendapat jenis diet diabetes melitus (47%), mendapat jumlah energi 2.100 Kkal ( 37%), semua pasien telah mendapatkan edukasi awal sesuai dengan jenis diet yang diterima pasien, tingkat konsumsi energi dalam kategori good diet atau baik (53%) dan pulang dalam keadaan sembuh (67%). Hasil analisis statistik Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizi awal berdasarkan SGA dengan tingkat konsumsi energi (p=0,011) dan status pulang pasien (p=0,024). Saran penelitian , sebaiknya perlu dilakukan skreening gizi pada pasien baru. Kata Kunci : status gizi berdasarkan SGA, tingkat konsumsi energi, status pulang
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KECEPATAN WAKTU BERJALAN PADA ANAK DI DESA NGULING KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNITA SUCI EKASARI
NIM: 1002100093
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S.Kep. Ns., M.Kes., Wandi, S.Kep. Ns., M.Pd.
Subjek: gizi, balita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ekasari, Yunita Suci, 2013. Hubungan Status Gizi dengan Kecepatan Waktu Berjalan pada Anak di Desa Nguling Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIII Kebidanan Malang, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Heny Astutik, S.Kep. Ns., M.Kes., Pembimbing Pendamping : Wandi, S.Kep. Ns., M.Pd. Faktor yang dominan mempengaruhi pertumbuhan adalah status gizi. Jika asupan gizinya buruk, bisa dipastikan anak mengalami perkembangan yang tidak maksimal atau bahkan mengalami kelainan dalam perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kecepatan berjalan pada anak di Desa Nguling Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 18 – 24 bulan di Desa Nguling berjumlah 37 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 34 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur dan mencatat data sekunder yang diperoleh dari KMS. Pengolahan data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisa menggunakan uji korelasi spearman rank dengan tingkat kesalahan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki status gizi baik (85%) dan sebagian besar dari responden memiliki kemampuan berjalan normal (73%). Hasil analisa yang di dapatkan adalah thitung = 5,78 sedangkan ttabel = 1,692, sehingga dapat diinterpretasikan nilai thitung > ttabel maka ho di tolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kecepatan waktu berjalan pada anak. Disimpulkan bahwa anak yang memiliki status gizi baik akan mengalami perkembangan yang optimal. Bagi ibu hendaknya memperhatikan asupan gizi pada anaknya untuk mencegah terjadinya perkembangan yang tidak maksimal atau bahkan mengalami kelainan dalam perkembangannya. Kata Kunci : Status Gizi, Kecepatan Waktu Berjalan, Anak Batita
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN STATUS GRAVIDA DENGAN KUNJUNGAN K1 MURNI DI WILAYAH POLINDES PULUNGDOWO KECAMATAN TUMPANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI CHOIROTUL UMA
NIM: 10021000033
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Pratiwi,B.Sc.S.Pd.,M.Biomed. Pembimbing Pendamping : Tarsikah, S.Si.T. M.Keb
Subjek: Status Gravida, Kunjungan K1 Murni
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Choirotul Uma, Rizki, 2013. Hubungan Status Gravida dengan Kunjungan K1 Murni. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Pratiwi,B.Sc.S.Pd.,M.Biomed. Pembimbing Pendamping : Tarsikah, S.Si.T. M.Keb Kunjungan K1 Murni adalah kunjungan pertama ibu hamil baru pada umur kehamilan 4-16 minggu. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi kunjungan K1 murni adalah status gravida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gravida dengan kunjungan K1 murni di Polindes Pulungdowo Kecamatan Tumpang Malang. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 41 ibu hamil, sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampling sebanyak 37 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yaitu dengan membagikan kuesioner dan melihat data di buku KIA. Data di analisa menggunakan Chi Kuadrat dan didapatkan nilai hitung= 10,108 > tabel = 3,841 yang menunjukkan adanya hubungan antara status gravida dengan Kunjungan K1 Murni di Polindes Pulungdowo, Tumpang. Nilai koefisien kontingensi C = 0,463 artinya hubungan antara status gravida memiliki keeratan yang sedang terhadap Kunjungan K1 Murni. Kata Kunci : Status Gravida, Kunjungan K1 Murni
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN TEMPERAMEN ANAK DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AL IRSYAD KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: FIRDA ROSWANDANI
NIM: 1002100057
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Jupriyono, S.Kp. M.Kes., Pembimbing Pendamping : Heny Astutik, S.Kep,Ns,M.Kes.
Subjek: Temperamen Anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Roswandani, Firda, 2013. Hubungan Temperamen Anak dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Usia Prasekolah di TK Al Irsyad Kota Batu. Karya Tulis Ilmiah. Prodi DIII Kebidanan Malang. Poltekkes Kemenkes Malang, Pembimbing Utama : Jupriyono, S.Kp. M.Kes., Pembimbing Pendamping : Heny Astutik, S.Kep,Ns,M.Kes. Sibling rivalrymerupakan perasaan cemburu terhadap kehadiran saudara kandung baru yang dapat terjadi karena beberapa faktor yang cukup berpengaruh, diantaranya adalah temperamen, karena dampak sibling rivalry mengarah pada gangguan cemas anak dan memicu depresi, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan psikologi pada anak maka sibling rivalry perlu perhatian khusus dan perlu dilakukan pencegahan terutama sejak masa kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan temperamen anak dengan sibling rivalry pada anak usia prasekolah. Desain Penelitian yang digunakan study korelasional dengan pendekatan cross secsional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak yang berada di TK Al Irsyad Kota Batu sejumlah 184 responden, sampel yang diambil 40 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji chi square dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 40 orang responden, anak yang mempunyai temperamen sulit seluruhnya 100% mengalami sibling rivalry¸ sedangkan anak dengan temperamen mudah seluruhnya 100% tidak mengalami sibling rivalry. Hasil dari uji chi square dengan taraf signifikansi 5% memperoleh hasil χ 2 hitung 15,83% sedangkan χ 2 tabel sebesar 5,991, dapat ditarik kesimpulan Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara Temperamen Anak dengan Kejadian Sibling Rivalry pada Anak Prasekolah di TK Al Irsyad tahun akademik2012-2013 Kota Batu. Diharapkan untuk para orang tua khususnya ibumengambil sikap yang tepat dalam mendidik atau mengasuh anak dengan berbagai jenis temperamen anak agar tidak terjadi sibling rivalry. Kata Kunci : Sibling Rivalry, Temperamen Anak,
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI (PROTEIN, KARBOHIDRAT DAN LEMAK) TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DITINJAU DARI KETERSEDIAAN ENERGI (PROTEIN, KARBOHIDRAT DAN LEMAK) PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DIPANTI ASUHAN NURUL ABYADH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Hestina Indriana
NIM: 1003000065
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Hasan Aroni dan Tapriadi
Subjek: gizi,energi, karbohidrat, lemak
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Hestina indriana (2013). Hubungan Tingkat Konsumsi Energi (Protein, Karbohidrat dan Lemak) Terhadap Status Gizi Remaja Ditinjau Dari Ketersediaan Energi (Protein, Karbohidrat dan Lemak) Pada Penyelenggaraan Makanan Dipanti Asuhan Nurul Abyadh Malang. Karya tulis ilmiah, Program studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, dibawah bimbingan Hasan Aroni dan Tapriadi Remaja merupakan salah satu kelompok rentan gizi. Pada masa remaja, umumnya melakukan aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi lebih banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi ( protein, karbohidrat dan lemak) terhadap status gizi remaja ditinjau dari ketersediaan energi (protein, karbohidrat dan lemak) pada penyelenggaraan makanan dipanti Asuhan Nurul Abyadh Malang. Metode penelitian ini menggunakan observasional dengan desain cross sectional. Sampel dan populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 10-20 tahun yang tinggal dipanti Nurul Abyadh Malang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah 52 responden. Pengambilan data ketersediaan energi (Protein, karbohidrat dan lemak) dilakukan dengan wawancara kepada pengasuh panti. Pengambilan data tingkat konsumsi energi (Protein, karbohidrat dan lemak) dilakukan dengan cara recall 6 x 24 jam dan status gizi dilakukan dengan cara pengukuran antropometri kemudian dihitung menggunakan Childhood growth chart (CDC). Hasil penelitian menunjukan bahwa, untuk ketersediaan energi, protein dan karbohidrat rata-rata tidak memenuhi kebutuhan, sedangkan untuk ketersediaan lemak memenuhi kebutuhan remaja. Sedangkan untuk Hasil uji statistik menunjukan bahwa Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi energi (protein, karbohidrat dan lemak) terhadap status gizi. Saran yang diberikan dalam karya tulis ilmiah ini adalah perlu diadakan pelatihan pada pengasuh panti mengenai pengetahuan gizi serta rata-rata porsi makanan yang disediakan. Kata kunci : Ketersediaan Energi (Protein, karbohidrat dan lemak). Tingkat konsumsi energi (Protein, karbohidrat dan lemak) dan status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN INDEKS GLIKEMIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ASTRITIA YASTUTININGRUM
NIM: 1203400023
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Endang Widajati, SST.M.Kes. Pembimbing II: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.
Subjek: energi,glukosa darah, indeks glikemik
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Yastutiningrum, Astritia (2013) Hubungan Tingkat Konsumsi Energi dan Indeks Glikemik Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing I: Endang Widajati, SST.M.Kes. Pembimbing II: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Menurut estimasi data WHO maupun IDF (International Diabetes Federation), memaparkan data angka kasus diabetes di Indonesia berdasarkan hasil survey tahun 2008 menempati urutan ke empat tertinggi di dunia yaitu sebesar 8,4 juta jiwa Diabetes mellitus adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Pada seseorang dengan kondisi diabetes mellitus, pembentukan reactive oxidative species (ROS) meningkat sehingga dapat memperparah kondisi stress oksidatif. Indeks glikemik merupakan cara ilmiah untuk menentukan makanan bagi penderita diabetes. Penatalaksanaan terapi diet diabetes mellitus selama ini belum sepenuhnya memperhatikan hal tersebut, sehingga nilai indeks glikemik makanan tersebut menjadi tidak teratur. Oleh karena itu nilai indeks glikemik suatu makanan campuran tidak hanya dipengaruhi oleh nilai indeks glikemik dari masing-masing bahan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh jenis karbohidrat, bentuk makanan dan cara pengolahannya. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi dan indeks glikemik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus menggunakan Uji Spearman. Sampel yang digunakan sebanyak 35 responden penderita diabetes mellitus tanpa komplikasi di Puskesmas Pakis dan pada waktu pengambilan data, responden sebagai pasien di Puskesmas Pakis. Pengambilan data tentang tingkat konsumsi energi, indeks glikemik dan kadar gula darah diambil melalui wawancara, recall, form record dan form rekam medis, sedangkan data status gizi responden diambil melalui pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan kadar glukosa darah dengan p-value 0,113 dan ada hubungan antara indeks glikemik dan kadar glukosa darah dengan p-value 0,000. Dari hasil penelitian disarankan pada ahli gizi untuk meningkatkan edukasi terhadap responden tentang jenis bahan makanan yang merupakan sumber indeks glikemik rendah, sedang dan tinggi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 agar kadar glukosa darah dapat terkontrol. Kata kunci : Tingkat Konsumsi Energi, Indeks Glikemik, Kadar Glukosa Darah
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan