Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 5001–5010 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PERSALINAN OKSITOSIN DRIP DENGAN KEJADIAN HIPERBILLIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RUANG PERINATOLOGI RSUD KANJURUHAN MALANG TAHUN 2013

Lihat Detail Karya
Penulis: LUH YENNY ARMAYANTI
NIM: 1202420004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Naimah, SKM,. M.Kes, Pembimbing (pendamping) Sri Rahayu, S.Kep,. Ns., M.Kes
Subjek: Persalinan dengan oksitosin drip, Hiperbillirubinemia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Armayanti, Luh Yenny. Hubungan Persalinan Oksitosin Drip dengan Kejadian Hiperbillirubinemia pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Kanjuruhan Malang Tahun 2013. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang. Pembimbing (Utama) Naimah, SKM,. M.Kes, Pembimbing (pendamping) Sri Rahayu, S.Kep,. Ns., M.Kes Di Indonesia, hiperbilirubinemia masih merupakan masalah pada bayi baru lahir yang sering dihadapi tenaga kesehatan terjadi pada sekitar 25-50% bayi cukup bulan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hiperbillirubinemia pada neonatus, salah satunya adalah persalinan secara induksi dengan oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persalinan oksitosin drip dengan kejadian hiperbillirubinemia pada neonatus. Desain penelitian yang digunakan berupa analitik korelasional dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh bayi dengan hiperbillirubinemia yang lahir secara induksi oksitosin drip yang tercatat dalam rekam medik RSUD Kanjuruhan selama 2 tahun yaitu Januari 2011-Desember 2012 yang kemudian ditentukan besar sampel dengan cara total sampling sehingga didapatkan besar sampel 42 bayi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,8% mendapatkan oksitosin dua seri. Hampir setengah bayi (40,5%) mengalami ikterus derajat 2. Sebagian kecil ibu (7,2%) mengalami hipotensi dan hampir setengah dari bayi (40,5%) mengalami takikardi pada saat persalinan. Analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai z=4,22 dan z tabel 1,96 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara persalinan oksitosin drip dengan kejadian hiperbillirubinemia pada neonatus. Oleh karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan agar memberikan perawatan yang maksimal kepada bayi yang lahir secara induksi oksitosin sehingga dapat diambil langkah-langkah pengawasan yang cepat, tepat dan resiko terjadinya hiperbillirubinemia pada neonatus dapat diminimalisasi. Kata Kunci: Persalinan dengan oksitosin drip, Hiperbillirubinemia
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG DUKUNGAN SUAMI DENGAN MINAT IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPS SUBAIDAH KARANG PLOSO

Lihat Detail Karya
Penulis: ARUM DWI KUSUMANINGTYAS
NIM: 1002100048
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd. ; Suprapti, SST., M.Kes.
Subjek: BIDAN,ASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kusumaningtyas, Arum Dwi. 2014. Hubungan Persepsi Ibu tentang Dukungan Suami dengan Minat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di BPS Subaidah Karang Ploso. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi Kebidanan Malang. Pembimbing Utama : Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd. Pembimbing Pendamping : Suprapti, SST., M.Kes. Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 2012 menunjukkan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya selama 6 bulan telah mencapai 42 persen sejak pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Dalam upaya pemberian ASI eksklusif agar berhasil, ibu butuh dukungan aktif baik dari keluarga misalnya suami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang dukungan suami dengan minat ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Jumlah populasi adalah semua Ibu yang memberikan ASI eksklusif yang berada di BPS Subaidah Karang Ploso sebanyak 20 orang dengan menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 20 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman. Hasilnya, kategori dukungan terbanyak adalah dukungan sedang sebesar 55%, kategori minat terbanyak adalah minat tinggi sebesar 80%. Berdasarkan uji statistik Rank Spearman, diketahui nilai ρ (rho) hitung lebih besar dari nilai ρ (rho) pada tabel yaitu (0,717 > 0,591) dengan taraf signifikan α (alpha) 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa didapatkan ada hubungan antara persepsi ibu tentang dukungan suami dengan minat ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Desa Karang Ploso wilayah BPS Subaidah Kabupaten Malang. Diharapkan suami dan keluarga lebih mendukung ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada anaknya. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat saling menginformasikan kepada masyarakat lain tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Persepsi, Minat, Dukungan Suami.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PERSEPSI POLA ASUH IBU DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SEKS PRA NIKAH DI SMAN 2 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KALISTA RISKI SULISTYANINGSIH
NIM: 1002100069
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: persepsi pola asuh ibu, seks pra nikah, sikap remaja putri
Subjek: seks,pola asuh ibu,remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sulistyaningsih, Kalista Riski. 2013. Hubungan Persepsi Pola Asuh Ibu dengan Sikap Remaja Putri tentang Seks Pra Nikah di SMAN 2 Malang. Karya Tulis Ilmiah. persepsi pola asuh ibu, seks pra nikah, sikap remaja putri Remaja merupakan fase kehidupan yang penuh gejolak. Perkembangan emosi yang belum stabil, bekal hidup yang sedikit menjadikan remaja rentan mengalami gejolak sosial. Kenakalan remaja disebabkan faktor internal maupun eksternal. Faktor eksternal salah satunya keluarga. Keluarga berpengaruh besar bagi perkembangan remaja karena merupakan lingkungan sosial pertama yang meletakkan dasar kepribadian. Ibu adalah orang tua yang lebih banyak berinteraksi dengan anak. Pola asuh yang diterapkan ibu memberi pengaruh dan membentuk sikap remaja. Dengan mengetahui sikapnya maka dapat diduga bagaimana perilakunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pola asuh ibu dan sikap remaja putri tentang seks pra nikah di SMAN 2 Malang. Desain penelitian adalah correlation study dengan pendekatan cross secsional. Populasi semua siswi kelas XI IPS berjumlah 94, sample 76, teknik sampling proportionate random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menyatakan sebagian besar responden (77,92%) mempersepsikan pola asuh ibunya demokratis dan lebih dari setengah (67,53%) bersikap negatif terhadap seks pra nikah. Hasil analisa data diperoleh ϰ2 hitung > ϰ2 tabel (14,05 > 5,991) jadi Ho ditolak sehingga disimpulkan ada hubungan persepsi pola asuh ibu dengan sikap remaja putri tentang seks pra nikah di SMAN 2 Malang. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi SMAN 2 Malang untuk menjalin kerjasama dengan petugas kesehatan dalam upaya penyelenggaraan program kesehatan reproduksi remaja dan orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mengutamakan adanya dialog terbuka tentang kesehatan reproduksi khususnya seks pra nikah pada remaja. Kata Kunci : persepsi pola asuh ibu, seks pra nikah, sikap remaja putri
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK PRA SEKOLAH (4-6 TAHUN) DI TK MUSLIMAT NU 02, SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: NILA MEGAWATI
NIM: 1002100078
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Pratiwi,B.Sc,S.Pd., M. Biomed Pembimbing II: Naimah, SKM., M.Kes
Subjek: pola asuh, anak pra sekolah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Megawati, Nila. (2013). Hubungan Pola Asuh dengan Kejadian Sibling Rivalry pada Anak Pra Sekolah (4-6 tahun) di TK Muslimat NU 02, Singosari. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Pratiwi,B.Sc,S.Pd., M. Biomed Pembimbing II: Naimah, SKM., M.Kes Sibling rivalry (persaingan antar saudara) dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu pola asuh orang tua, temperamen anak, sikap anak, perbedaan usia/jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan pola asuh dengan kejadian sibling rivalry pada anak pra sekolah (4-6 tahun). Metode penelitian dengan menggunakan analitik korelasional (asosiasi) dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di TK Muslimat NU 02, Singosari. Populasi di TK Muslimat NU 02, Singosari berjumlah 120 orang dengan sampel berjumlah 36 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia pra sekolah (4-6 tahun). Berdasarkan uji analisa statistik menggunakan chi square diperoleh x² hitung > x² tabel (9,320 > 5,991), dan nilai KK = 0,453 artinya hubungan sedang. Pada tabel 4.8 menunjukkan 7 responden menerakan pola asuh otoriter dan permissive, sedangkan 22 responden menerapkan pola asuh demokratis. Pada tabel 4.9 menunjukkan 17 responden anaknya mengalami sibling rivalry, dan 19 responden anaknya tidak mengalami sibling rivalry. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian sibling rivalry pada anak pra sekolah (4-6 tahun) di TK Muslimat NU 02, Singosari. Keterlibatan keluarga dalam mengasuh anak akan memberi pengaruh yang sangat besar dalam mencegah timbulnya sibling rivalry. Kata Kunci : pola asuh, kejadian sibling rivalry, anak pra sekolah (4-6 tahun)
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN STATUS GIZI ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PADA USIA 20-64 BULAN DI POSYANDU KAMBOJA DESA PENJALINAN KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVEI CANDRAMAWATI
NIM: 1202420030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur S.ST., M.Pd., M.Psi, Jenny J.S. Sondakh, S.Si.T., M.ClinMid
Subjek: Pola Asuh, Status Gizi, Perkembangan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Candramawati, Novei. 2013. Hubungan Pola Asuh dan Status Gizi Anak dengan Perkembangan Anak Usia 20-64 Bulan di Posyandu Kamboja Desa Penjalinan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D IV Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Herawati Mansur S.ST., M.Pd., M.Psi, Pembimbing II: Jenny J.S. Sondakh, S.Si.T., M.ClinMid. Berdasarkan status gizi anak Indonesia pada 2010 terdapat 35,6% balita Indonesia berbadan pendek dan 17,9% mengalami gizi buruk, statusnya gizi kurang, 14,2% berbadan gemuk, dan 13,3% berbadan kurus. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah pola pengasuhan orangtua, yaitu ibu. Tujuannya untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dan status gizi anak dengan perkembangan anak usia 20-64 bulan di Posyandu Kamboja Desa Penjalinan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Desain penelitian observasional analitik dengan populasi ibu beserta anaknya usia 20-64 bulan sebanyak 31 orang dan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Teknik sampling adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dacin, mikrotoa, dan KPSP, serta analisis data menggunakan analisis regresi. Dari hasil penelitian mayoritas ibu mempunyai pola asuh demokratis 87,1%, sebagian besar anak status gizi normal 77,4%, dan perkembangan sesuai 48,4 %. Sedangkan pola asuh demokratis yang mempunyai perkembangan sesuai 48,4%, dan status gizi anak normal yang mempunyai perkembangan sesuai 71%. Hasil uji statistik Regresi Ganda diperoleh nilai p-value 0,002 ≤ α 0,05. Kesimpulannya hipotesis 1 diterima, artinya ada hubungan pola asuh ibu dan status gizi anak dengan perkembangan anak usia 20-64 bulan. Dengan adanya hubungan tersebut, maka diharapkan orangtua untuk tetap memberikan stimulasi sesuai dengan umur anak dan menerapkan pola pengasuhan yang baik pada anak . Kata kunci: Pola Asuh, Status Gizi, Perkembangan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SDN PERCOBAAN I KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EVITRI MARIYANA
NIM: 1002100055
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes. Pembimbing II: IkaYudianti, SST., M.Keb.
Subjek: pola asuh, reproduksi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mariyana, Evitri. 2013. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi di SDN Percobaan I Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes. Pembimbing II: IkaYudianti, SST., M.Keb. Remaja awal usia 10-14 tahun akan mengalami kebingungan dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahannya. Remaja bisa saja berperilaku negatif mulai dari berpegangan tangan, ciuman, hingga berhubungan seks. Pola asuh orang tua yang tepat dapat membentuk konsep diri yang positif pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 83 remaja kelas V SDN Percobaan I Malang tahun 2013. Teknik pengambilan sampelnya purposive sampling, dengan jumlah sampel 68 remaja. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan diuji dengan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter menghasilkan anak dengan tingkat pengetahuan cukup sejumlah 8 orang (88,9%) dan pengetahuan kurang sejumlah 1 orang (11,1%). Pola asuh demokratis menghasilkan anak dengan tingkat pengetahuan baik sejumlah 49 orang (96,1%) dan pengetahuan cukup sejumlah 2 orang (3,9%). Pola asuh permisif menghasilkan anak dengan tingkat pengetahuan baik sejumlah 1 orang (12,5%), pengetahuan cukup sejumlah 3 orang (37,5%) dan pengetahuan kurang sejumlah 4 orang (50%). Berdasarkan uji statistik menggunakan korelasi Spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi pola asuh otoriter sebesar -0,356, pola asuh demokratis sebesar 0,551 dan pola asuh permisif sebesar -0,444 serta tingkat kesalahan sebesar 0,05. Nilai signifikansi < α (0,000< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, maka dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SDN Percobaan I Malang. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh demokratis sehingga anak bisa menjadi mandiri, mempunyai kontrol diri, mempunyai kepercayaan diri yang kuat, kooperatif dengan orang dewasa, dan berorientasi pada prestasi. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja, Pengetahuan, Pola Asuh Orang Tua
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TEMPERAMEN ANAK DI TK KARTIKA IV-80 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KOMANG SRITITIN AGUSTINA
NIM: 1202420014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes., Pembimbing II : Erni Dwi Widyana, M.Kes.,
Subjek: pola asuh, temperamen anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Agustina, Komang Srititin (2013). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Temperamen Anak Di TK Kartika IV-80 Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIV Kebidanan Klinik Poltekkes Kemenkes Malang, Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes., Pembimbing II : Erni Dwi Widyana, M.Kes., Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan temperamen anak. Pola asuh yang kurang tepat dapat membentuk temperamen yang lambat bahkan sulit pada anak. Pola asuh orang tua terhadap anak merupakan bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan pengasuhan yang berarti orang tua mempunyai andil besar di dalam membentuk temperamen anak. Temperamen adalah suatu cara berfikir, berperilaku atau karakteristik reaksi seorang individu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan temperamen anak. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua murid TK Kartika IV-80 Malang yang berjumlah 125 orang. Melalui teknik proportionate random sampling maka sampel penelitian ini adalah 56 responden. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas orang tua memiliki pola asuh demokratis, yaitu sebesar 69,6%, sebagian besar anak memiliki temperamen lambat memanas yaitu sebesar 55,4%. Berdasarkan hasil uji Koefisien kontingensi diperoleh nilai Koefisien kontingensi adalah 0,470, nilai p=0,003 (p<0,05) dengan demikian penelitian ini menolak H0 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan temperamen anak. Diharapkan orang tua lebih teliti dalam menerapkan pola asuh serta disesuikan dengan kondisi dan keadaan anak. Kata kunci : pola asuh, temperamen anak
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECEMASAN REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI KELAS V DI SD TAMAN SISWA TUREN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RURIN PERMATA SARI
NIM: 1002100087
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (1) Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. (2) Sri Rahayu, S.Kep. Ns., M.Kes.
Subjek: Kecemasan, Menarche, Pola Asuh Orang Tua
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Rurin Permata. 2013. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Kecemasan Remaja dalam Menghadapi Menarche pada Siswi Kelas V SD Taman Siswa Turen. Pembimbing (1) Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. (2) Sri Rahayu, S.Kep. Ns., M.Kes. Masih terdapat sebagian masyarakat sampai saat ini merasa tabu untuk membicarakan tentang masalah menstruasi dalam keluarga, sehingga remaja awal kurang memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik tentang perubahan-perubahan fisik dan psikologis terkait menarche. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum menarche karena perasaan takut dan cemas akan muncul, selain itu juga kurangnya pengetahuan tentang perawatan diri yang diperlukan saat menstruasi. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasinya 62 siswi, teknik pengambilan sampelnya simple random sampling, dengan jumlah sampel 54 siswi. Pengambilan data menggunakan alat ukur yaitu kuesioner dan data diolah menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter lebih dominan menghasilkan anak dengan kecemasan berat sejumlah 5 orang (83,3%). Pola asuh demokratis lebih dominan menghasilkan anak yang tidak mengalami kecemasan sejumlah 23 orang (57,5%). Pola asuh permisif lebih dominan menghasilkan anak dengan tingkat kecemasan sedang sejumlah 7 orang (87,5%). Berdasarkan uji korelasi Spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi untuk pola asuh otoriter 0,662, demokratis -0,860 dan permisif 0,620 serta tingkat signifikansi sebesar 0,05. Karena nilai signifikansi < α ( 0,000 < 0,05 ) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, maka terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Hendaknya orang tua yang memiliki anak dengan kecemasan berat lebih memahami kondisi psikologis anak dan mau mengubah pola pengasuhannya cenderung ke demokratis. Kata Kunci : Kecemasan, Menarche, Pola Asuh Orang Tua
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA KONSUMSI LEMAK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESIKO TERJADINYA KEJADIAN HIPERTENSI DI RSUD LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA NURVITA SANI
NIM: 1003000009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Ibnu Fajar., SKM, M.Kes. Pembimbing II: I Nengah Tanu K., DCN, SE, M.Kes
Subjek: lemak, indeks Massa Tubuh(IMT)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Eka Nurvita Sani (2013). Hubungan Antara Pola Konsumsi Lemak Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Resiko Terjadinya Kejadian Hipertensi Di RSUD Lawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Ibnu Fajar., SKM, M.Kes. Pembimbing II: I Nengah Tanu K., DCN, SE, M.Kes. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya semakin meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan Riskesdas 2007 prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% . Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi adalah pola konsumsi lemak dan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang merupakan salah satu indikator untuk mengidentifikasi resiko penyakit degeneratif. Jenis makanan tinggi lemak serta nilai IMT yang ≥ 25 kg/m2 dengan berbagai penyebab diketahui dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi lemak dan Indeks Massa tubuh (IMT) dengan resiko terjadinya kejadian hipertensi di RSUD Lawang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observational dengan desain penelitian Case Control. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang penderita hipertensi dan 40 orang non hipertensi di Poli Umum RSUD Lawang. Tekanan darah responden, 40 responden dari kelompok kasus diketahui mempunyai tekanan darah berkisar dari rentang 140/90- 210/120 mmHg sedangkan 40 responden pada kelompok kontrol mempunyai tekanan darah berkisar dari rentang 80/70- 130/80 mmHg. Sebanyak 57,5% kelompok kasus mempunyai pola konsumsi lemak tinggi serta 75% kelompok kasus mempunyai nilai IMT ≥ 25 kg/m2. Pola konsumsi lemak yang tinggi mempunyai hubungan yang signifikan dengan resiko terjadinya kejadian hipertensi (p= 0,003) dengan faktor resiko sebesar 4,3 lebih besar daripada yang mempunyai pola konsumsi lemak rendah. IMT ≥ 25 kg/m2 mempunyai hubungan yang signifikan dengan resiko terjadinya kejadian hipertensi (p= 0,012) dengan faktor resiko sebesar 3,6 lebih besar daripada yang mempunyai IMT < 25 kg/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi lemak dan Indeks Massa tubuh (IMT) dengan resiko terjadinya kejadian hipertensi di RSUD Lawang Kabupaten Malang Kata Kunci: Pola Konsumsi Lemak, Indeks Massa Tubuh (IMT), Resiko Kejadian Hipertensi 
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DENGAN DENVER DEVELOPMENTAL SCREENING TEST (DDST) DI PAUD KELURAHAN TANJUNG TAHUN 2013

Lihat Detail Karya
Penulis: DESY LISDIAMITA FAUZIYAH
NIM: 1202420008
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Temu Budiarti, S.Pd., M.Kes, Pembimbing (Pendamping) Suprapti, SST., M.Kes
Subjek: Pola Makan, Pertumbuhan, Perkembangan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Desy Lisdiamita Fauziyah (2013) Hubungan Pola Makan dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun dengan DDST di PAUD Kelurahan Tanjung Tahun 2013. Karya Tulis Ilmiah. Program studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Temu Budiarti, S.Pd., M.Kes, Pembimbing (Pendamping) Suprapti, SST., M.Kes Setiap orangtua tentunya mengidamkan anak yang sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan normal. Periode lima tahun pertama merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak sering dijumpai di masyarakat dan bila tidak ditangani tentunya mempengaruhi kualitas SDM kelak. Salah satu penyebab penyimpangan adalah perilaku orangtua yang salah dalam menyediakan dan menyajikan makanan, dimana dapat menyebabkan penyimpangan pola makan serta berakibat pula bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 3-5 tahun. Desain penelitian yang digunakan berupa analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya berjumlah 44 anak, besar sampel 31 anak yang dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah formulir recall 24 jam, FFQ, microtois, timbangan dewasa, serta lembar DDST. Analisa data pola makan dengan pertumbuhan menggunakan uji Rank Spearman dengan α= 5%, didapatkan hasil Z hitung (4,93) > Z tabel (1,96), maka H0 ditolak. Analisa data pola makan dengan perkembangan menggunakan uji Chi Square dengan α= 5%, didapatkan hasil x2 hitung (7,239) > x2 tabel (3,841), maka H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola makan dengan pertumbuhan dan ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak. Diharapkan bidan memberikan penyuluhan ke institusi pendidikan (PAUD) mengenai pola makan anak, pertumbuhan dan perkembangan anak serta melakukan penilaian pertumbuhan dan perkembangan secara periodik. Kepada orangtua responden diharapkan dapat memilih dan membiasakan anak mengkonsumsi makanan yang baik, bergizi dan melakukan deteksi dini di rumah ataupun di pelayanan kesehatan terdekat. Kata Kunci : Pola Makan, Pertumbuhan, Perkembangan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan