Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4981–4990 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI DEPO MEDROXYPROGESTERONE ACETATE (DMPA) DENGAN FUNGSI SEKSUAL DI BPS KASIH, KECAMATAN SUKUN, KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YOVINSA WIDYA PUTRI AKIMAS
NIM: 1202420012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes Pembimbing II : Naimah, SKM., M.Kes
Subjek: Lama Pemakaian DMPA, Fungsi Seksual
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Akimas,Yovinsa Widya Putri. 2013. Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan Fungsi Seksual di BPS Kasih Kecamatan Sukun Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Poltekkes Kemenkes Malang, Jurusan Kebidanan, Program Studi DIV Kebidanan Klinik. Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes Pembimbing II : Naimah, SKM., M.Kes Kontrasepsi DMPA sampai dengan saat ini merupakan metode kontrasepsi hormonal paling banyak peminatnya dan seringkali digunakan dalam kurun waktu yang lama. Sedangkan dalam pemakaian jangka panjang dikhawatirkan dapat memberi dampak buruk bagi fungsi seksual seorang wanita karena menurunnya kadar estradiol serum dalam tubuh akseptor kontrasepsi DMPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian metode kontrasepsi suntikan DMPA dengan fungsi seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor kontrasepsi DMPA yang berkunjung ke BPS Kasih pada periode Mei-Juni 2013 yaitu berjumlah 125 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 56 orang. Lama pemakaian kontrasepsi DMPA dilihat dari kartu register dan kartu control ibu sedangkan fungsi seksual diketahui dari kuesioner terpakai FSFI. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan untuk seluruh responden dengan lama pemakaian kontrasepsi DMPA 1-2 tahun fungsi seksualnya mayoritas baik sebanyak 46,7% sedangkan untuk seluruh responden dengan lama pemakaian DMPA > 2 tahun fungsi seksualnya mayoritas buruk sebanyak 46,2%. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan uji Chi-Square didapatkan dengan tingkat kesalahan (α) 5% diperoleh nilai value Chi-Square sebesar 0,012 sehingga nilai signifikan < α (0,012 < 0,05). Dengan demikian penelitian ini menolak Ho artinya ada hubungan yang bermakna antara lama pemakaian kontrasepsi Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan fungsi seksual di BPS Kasih, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Bagi akseptor DMPA terutama yang telah menggunakan dalam jangka waktu panjang dapat melakukan metode switching yaitu bergantian dengan kontrasepsi nonhormonal maupun hormonal yang mengandung estrogen dan yang terpenting adalah terbuka terhadap pasangan maupun tenaga kesehatan atas keluhan yang dirasakan. Kata Kunci : Lama Pemakaian DMPA, Fungsi Seksual  
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB PIL ORAL KOMBINASI DENGAN KEJADIAN MELASMA DI BPS NY. TITIN SUFAIROH, Amd.Keb DUSUN SEMPERAT DESA SUMBERWUDI KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA SULVIANA DAMAYANTI
NIM: 1202420021
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping :Wandi, S.Kep. Ners. M.Pd
Subjek: KB pil oral kombinasi, melasma
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sulviana Damayanti, Dina, 2013. Hubungan Lama Pemakaian Kb Pil Oral Kombinasi Dengan Kejadian Melasma Di BPS Ny. Titin Sufairoh Amd.Keb. Dusun Semperat Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping :Wandi, S.Kep. Ners. M.Pd Flek hitam pada wajah (melasma) merupakan pigmentasi berwarna coklat yang dapat timbul pada wanita yang memakai kontrasepsi oral kombinasi, setelah pajanan sinar matahari yang berlebihan, tanpa bergantung apakah kelainan ini pernah terjadi pada kehamilan sebelumnya, ditemukan adanya akseptor Kb pil kombinasi yang menggunakan > 5 tahun dan mengalami melasma. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB pil oral kombinasi dengan kejadian melasma. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB pil oral kombinasi di Desa Semperat dan Desa Kendalkemlagi pada tanggal 13 – 21 April 2013 sejumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, sehingga didapatkan sampel 17 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah uji eksak fisher menggunakan SPSS 16.0 dengan hasil didapatkan p=0,000 dimana nilai α=0,005, p<α maka H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara lama penggunaan KB pil oral kombinasi dengan kejadian melasma di BPS Ny. Titin Sufairoh Amd.Keb. Dusun Semperat Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Penumpukan hormon esterogen yang ada pada tubuh mampu menimbulkan berbagai macam pengaruh yang muncul pada organ-organ tertentu dalam tubuh salah satunya melasma, namun penampakan ini tidak muncul secara tiba-tiba dalam jangka waktu yang singkat melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama. Berdasarkan hasil penilitian tersebut akseptor KB dan petugas kesehatan dalam pemberian KIE dan penyuluhan pada pasien tentang efek samping KB pil oral kombinasi yaitu flek hitam wajah (melasma). Sehingga akseptor mendapat pengetahuan yang cukup dan mampu mengatasi terjadinya flek hitam wajah (melasma). Kata Kunci : KB pil oral kombinasi, melasma
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA PARANGARGO DAN DUSUN JEMUNANG PUSKESMAS WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: Devi Tri Purnamasari
NIM: 1202420032
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S. Kep, Ns, M. Kes., Herawati Mansur, S. ST, M. Pd, M. Psi
Subjek: Lingkar Pinggang, Kejadian Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Purnamasari, Devi Tri. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Menopause di Posyandu Lansia Desa Parangargo dan Dusun Jemunang Puskesmas Wagir. Karya Tulis Ilmiah. Prodi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Heny Astutik, S. Kep, Ns, M. Kes. Pembimbing II : Herawati Mansur, S. ST, M. Pd, M. Psi Menopause adalah periode penting dalam kehidupan seorang wanita. Pada periode ini banyak terjadi perubahan yang bersifat fisiologis. Perubahan hormonal yang terjadi pada periode ini melibatkan berbagai sistem dan organ. Sistem kardiovaskular merupakan salah satu sistem yang mengalami perubahan diantara begitu banyak sistem pada wanita menopause. Perubahan hormonal pada wanita menopause dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause. Desain penelitian adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua wanita menopause berusia ≤ 60 tahun yang terdaftar di posyandu lansia sebanyak 56. Jumlah sampel 36 responden yang terdiri dari 14 responden desa Parangargo dan 22 responden dusun Jemunang, teknik sampling yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa wanita menopause dengan lingkar pinggang normal sebesar 75% tidak mengalami hipertensi, sedangkan yang memiliki lingkar pinggang overweight sebesar 80 % mengalami hipertensi, dan wanita yang memiliki lingkar pinggang obesitas sebesar 85,7% mengalami hipertensi. Hasil analisis data didapatkan nilai ρ (0,003) < 0,05 sehingga H0 ditolak, artinya terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause, dengan adanya hubungan lingkar pinggang dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause, maka diharapkan kepada wanita usia subur agar dapat menjaga bentuk tubuh dengan memiliki lingkar pinggang normal. Kata Kunci : Lingkar Pinggang, Kejadian Hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN MASA ANAK DITAHAN DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) DAN STATUS GIZI NARAPIDANA GOLONGAN B.I DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS IIA BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: IRKA DWI FATMAWATI
NIM: 1003000072
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan dan Hasan Aroni
Subjek: status gizi, energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Irka Dwi Fatmawati, 2013. Hubungan Masa Anak Ditahan dengan Tingkat Konsumsi (Energi Dan Protein) dan Status Gizi Narapidana Golongan B.I Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Blitar. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan dan Hasan Aroni). Anak binaan adalah remaja yang secara fisiologis sedang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga memerlukan asupan yang cukup agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Menurut Tri Retnaningtyas (2002), keadaan gizi pada masa ini memberikan sumbangan bagi perkembangan organ pada masa selanjutnya (masa dewasa). Status gizi ini dipengaruhi oleh tingkat konsumsi zat gizi, sedang tingkat konsumsi, ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsinya. Apalagi keadaan ini tidak dalam kurun waktu yang singkat, akan tetapi sesuai dengan masa tahanan anak. Penelitian tentang masa anak ditahan dengan tingkat konsumsi (energi dan protein) dan status gizi narapidana diperlukan untuk mendukung tugas pokok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yakni pembinaan, pelayanan dan keamanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa anak ditahan dengan tingkat konsumsi (energi dan protein) dan status gizi narapidana golongan B.I di Lapas Anak Kelas IIA Blitar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung tugas pokok Lapas yakni pembinaan, pelayanan dan keamanan. Jenis penelitian ini adalah observational dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Lapas Anak Kelas IIA Blitar pada bulan Februari 2013. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji statistik Korelasi Spearman dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 30 responden, responden dengan usia 16 hingga 22 tahun telah menjalani masa tahanan selama 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Tingkat konsumsi energi dan protein sebagian besar responden termasuk dalam kategori defisit berat. Responden masa anak ditahan 1 dan 2 tahun, sebagian besar status gizi responden dalam kategori normal. Berdasarkan uji statistik korelasi Spearman pada tingkat kepercayaan 95%, variabel masa anak ditahan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat konsumsi energi dan protein narapidana. Serta berdasarkan uji statistik Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%, variabel tingkat konsumsi energi dan protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi narapidana. Asupan makanan narapidana disarankan sesuai dengan standar sehingga dapat mencapai tingkat konsumsi energi dan protein yang dianjurkan, yang selanjutnya dapat mepertahankan atau meningkatkan status gizi. Untuk merubah asupan makanan responden maka dapat dilakukan edukasi kepada keluarga serta pihak Lapas memperhatikan penyelenggaraan makanan yang disesuaikan oleh Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lapas tahun 2009. Kata kunci: Masa Anak Ditahan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SCHIZOFRENIA PASKA RAWAT INAP DI RUANG 23 PSIKIATRI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WACHID ABDILLAH
NIM: 1201420001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Dyah Widodo, SKp, M Kes. Pembimbing Pendamping A. Zani Pitoyo SST, M.Kes
Subjek: discharge planning, kekambuhan, schizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wachid Abdillah NIM 1201420001. Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning Dengan Kekambuhan Pada Pasien dengan Schizofrenia Paska Rawat Inap Di Ruang 23 Psikiatri RSU Dr Saiful Anwar Malang, Pembimbing Utama Dyah Widodo, SKp, M Kes. Pembimbing Pendamping A. Zani Pitoyo SST, M.Kes. Discharge Planning merupakan suatu proses dimana mulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien siap untuk kembali lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pelaksanaan discharge planning dengan kekambuhan pada klien schizofrenia paska rawat inap di RSU Dr Saiful Anwar Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi korelasi, pengambilan sampel dengan teknik total sampling didapatkan 30 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini berlangsung pada bulan Maret sampai bulan Juni 2013. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yaitu pelaksanaan discharge planning sudah dilaksanakan dengan baik (73%), angka kekambuhan jarang (1-4). Tidak ada hubungan pelaksanaan discharge planning dengan kekambuhan. Disarankan pada keluarga untuk dapat meminimalkan faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan lainnya di lingkungan tempat tinggal klien. Kata kunci : discharge planning, kekambuhan, schizofrenia.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH POSKESKEL DADAPREJO KEC. JUNREJO, KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI MASITA SURYANI
NIM: 1002100010
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd. Pembimbing II : Ika Yudianti, M.Keb.
Subjek: Bidan,ASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Suryani, Dewi Masita. Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Keberhasilan ASI Eksklusif di wilayah Poskeskel Dadaprejo, Kec.Junrejo, Kota Batu. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing I : Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd. Pembimbing II : Ika Yudianti, M.Keb. Salah satu indikator utama derajat kesehatan di suatu negara adalah angka kematian bayi (AKB). Kematian bayi baru lahir dapat dicegah bila bayi disusui langsung dalam satu jam pertama kelahirannya, yang disebut dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Gizi yang paling penting untuk bayi adalah ASI, sehingga menyusui wajib dilakukan sampai bayi berusia 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun, yang disebut dengan ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dengan keberhasilan ASI Eksklusif di wilayah Poskeskel Dadaprejo, Kec.Junrejo, Kota Batu. Desain penelitian adalah studi korelasional dengan pendekatan case control, populasi sejumlah 51 orang, dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel 43 responden yang memenuhi kriteria inklusi meliputi 20 responden riwayat IMD dan 23 responden riwayat tidak IMD. Instrumen penelitian untuk IMD berupa lembar kuisioner, informasi bidan dan partograf sedangkan untuk ASI Eksklusif berupa lembar kuisioner. Hasil penelitan dari 20 responden yang melakukan IMD, hampir seluruhnya (90%) berhasil melaksanakan ASI Eksklusif, dan hanya sebagian kecil saja (10%) yang tidak berhasil melaksanakan ASI Eksklusif. Sedangkan 23 responden yang tidak melakukan IMD, hampir setengahnya (47,83%) berhasil melaksanakan ASI Eksklusif, dan sebagian besar (52,17%) tidak berhasil. Data dianalisis dengan uji chi square dimana tabel 3,84 ( α = 0,05,dk = 1), dan hitung = 6,85. Karena hitung > tabel maka H0 ditolak, yang berarti ada hubungan antara pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan keberhasilan ASI Eksklusif. Adapun hubungan yang dimaksud adalah hubungan positif yaitu ibu yang melakukan IMD saat persalinannya cenderung lebih berhasil melaksanakan ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan petugas kesehatan mampu meningkatkan sosialisasi dan aplikasi Inisiasi Menyusu Dini sebagai langkah awal keberhasilan ASI Eksklusif. Kata kunci : ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 6 BULAN DI KELURAHAN KEDUNGKANDANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CICI PUTRI NUR IKA
NIM: 1202420036
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih, M. Kes, Tatarini Ika Pipitcahyani, SST, M. Kes.
Subjek: asi,bayi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nur Ika,Cici Putri. 2013. Hubungan Pemberian ASI dengan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan diKelurahan Kedungkandang Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih, M. Kes, Pembimbing Pendamping: Tatarini Ika Pipitcahyani, SST, M. Kes. Pemberian ASI Eksklusif dapat meningkatkan status gizi balita. Pentingnya pemberian ASI bagi tumbuh kembang bayi yaitu bertambahnya kemampuan/skill dalam struktur fungsi tubuh yang kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI dengan perkembangan bayi usia 6 bulan diKelurahan Kedungkandang. Desain penelitian yang digunakan ialah analitik korelasi dengan populasi 17 ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan. Sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan kpsp. Data dianalisa dengan menggunakan Fisher Test. Hasil yang diperoleh dari 17 responden yaitu 10 ibu (58,8%) memberikan ASI Eksklusif dan 7 ibu (41,2%) tidak memberikan ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil didapatkan 17 bayi (100%) perkembangannya sesuai dengan usia. Hasil uji statistik dengan Fisher Test diperoleh nilai (p) value 0,101 dengan taraf kesalahan 0,05 sehingga hasilnya >0,05 maka hipotesa diterima artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian Asi Eksklusif dengan perkembangan bayi usia 6 bulan. Maka diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan tetap mengembangkan informasi tentang ASI karena komposisi ASI saja masih mencukupi kebutuhan gizi bayi. Kata Kunci: Pemberian ASI, Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS PURWOSARI KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: JANNATUL FIRDAUS
NIM: 1102420014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur,S.Psi.,M.Pd, Tarsikah, S.Si.T.,M.Keb
Subjek: Kejadian diare, MP ASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Firdaus Jannatul. 2013. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Puskesmas Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-IV Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Herawati Mansur,S.Psi.,M.Pd, Pembimbing II : Tarsikah, S.Si.T.,M.Keb Diare merupakan penyakit yang hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia. Pemberian makanan / minuman secara dini pada bayi berumur 0-6 bulan menjadi pemicu terjadinya diare. Bayi usia 4 bulan mulai diberi makanan tambahan selain ASI seperti pisang atau nasi. Diare menyumbang kematian bayi terbesar di Indonesia pada tahun 2009, angkanya mencapai 31,4% dari total kematian bayi. Berdasarkan data tahun 2013 di Puskesmas Purwosari bayi yang berumur kurang dari 6 bulan yang terjangkit penyakit diare sebanyak 13,6%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI dini dengan kejadian penyakit diare. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2013. Desain yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi sakit yang berumur 0-6 bulan di Puskesmas Purwosari sebanyak 70 bayi. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, besar sampel sebanyak 70 bayi. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dari daftar register anak sakit, dilakukan dengan menggunakan angket dan di sajikan dalam bentuk tabel. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah bayi yang diare 57,1% dan tidak diare 42,9% sedangkan yang menggunakan MP ASI dini 47,1% dan yang menggunakan ASI 52,9%. Hasil analisis menggunakan Chi-Square diperoleh hasil p 0,678 > 0,05 sehingga H0 di terima yang berarti tidak ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI dini dengan kejadian penyakit diare di Puskesmas Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Hal ini terbukti bahwa sebagian besar responden yang mengkonsumsi ASI terjangkit diare. Secara teori diare dapat dikarenakan bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri. Terutama di lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi buruk. Responden yang mengkonsumsi ASI dapat terjangkit diare mungkin dikarenakan kurang bersihnya payudara ibu saat meneteki bayinya atau kemungkinan bisa dikarenakan perilaku ibu yang kurang bersih seperti tidak cuci tangan sebelum meneteki bayinya. Kata kunci : Kejadian diare, MP ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DENGAN KEJADIAN GANGGUAN PENCERNAAN PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSYANDU DESA KARANGSUKO PAGELARAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YURIKA RIMAWANTI
NIM: 1002100094
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (1) Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. (2) Naimah, SKM., M.Kes.
Subjek: asi, pencernaan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rimawanti, Yurika, 2013. Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Gangguan Pencernaan pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Posyandu Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Jurusan Kebidanan, Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing (1) Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. (2) Naimah, SKM., M.Kes. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) makanan atau minuman yang diberikan pada anak usia 6-24 bulan. Masalah yang sering terjadi pada pemberian MP-ASI adalah waktu pemberiannya terlalu dini yaitu sebelum usia bayi 6 bulan sedangkan sistem pencernaan bayi belum mampu untuk menerima kandungan makanan selain ASI sehingga mudah untuk terserang penyakit pada pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Gangguan Pencernaan pada Bayi Usia 0-6 bulan”. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 44 orang ibu bayi 0-6 bulan. Pengambilan sampelnya Purpossive Sampling dengan besar sampel 42 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 bayi yang diberikan MP-ASI dini, bayi yang mengalami gangguan pencernaan sebesar 67,6% dan bayi yang tidak mengalami gangguan pencernaan sebesar 34,4%. Bayi yang tidak diberikan MP-ASI dini, 80% tidak mengalami gangguan pencernaan dan bayi yang mengalami gangguan pencernaan sebesar 20%. Gangguan pencernaan yang diteliti antara lain diare, sembelit/konstipasi, dan muntah. Hasil analisis menggunakan uji Fisher Exact, didapatkan nilai p > α (0,061 > 0,050) sehingga H0 diterima, artinya tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gangguan pencernaan pada bayi usia 0-6 bulan. Namun, dari tabulasi silang, didapatkan bahwa bayi yang diberikan MP-ASI dini memiliki resiko kejadian gangguan pencernaan lebih besar daripada bayi yang tidak diberikan MP-ASI dini. Perlu diteliti faktor penyebab lain yang memengaruhi gangguan pencernaan pada bayi. Kata Kunci : MP-ASI Dini, Gangguan Pencernaan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PERAWAT INSTRUMEN DALAM PELAKSANAAN SETTING INSTRUMEN BASIC SET DAN ALAT KHUSUS ORTHOPEDY DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HENDRA LESMANA
NIM: 1201410035
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Imam Subekti Skp, M.Kep, Sp. Kom., Rudi Hamarno, S.Kep.Ns. M.Kep.
Subjek: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Perawat Instrumen dalam Pelaksanaan Setting Instrumen Basic Set dan Alat Khusus Orthopedi di Instalasi Bedah Sentral RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Lesmana. Hendra (1201410035). Skripsi Penelitian deskriptif korelasi. Program Studi Diploma IV Keperawatan Malang Minat Perioperatif Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing utama Imam Subekti Skp, M.Kep, Sp. Kom. Pembimbing Pendamping Rudi Hamarno, S.Kep.Ns. M.Kep. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan. Setting instrumen terutama jumlah dan penataan basic set dan alat khusus pada setiap operasi secara tepat, teliti, baik dan benar, mutlak dilakukan demi kelancaran operasi. Banyaknya prevelansi operasi orthopedi di kamar operasi menuntut adanya kesesuaian jumlah alat yang di setting dengan ketersediaan alatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat instrumen dalam setting instrumen orthopedi. Sampel penelitian adalah 18 responden yang melaksanakan setting instrumen orthopedic pada 19 Maret – 18 Juni 2013. Metode penelitian dengan cara pengamatan observasi. Dari hasil penelitian dengan 18 responden didapatkan 10 orang (55,6%) memiliki pengetahuan cukup, 5 orang (27,8%) memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 3 orang (16,7%) memiliki pengetahuan kurang, sedangkan sebanyak 12 orang (66,7%) memiliki sikap positif dan sebanyak 6 orang (33,3%) memiliki sikap negatif dan 9 orang patuh dan 9 orang kurang patuh dalam setting instrumen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dengan hasil 0,002 dan ada hubungan antara sikap dan kepatuhan dengan hasil 0,048. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya Agar dicari bagaimana kontribusi faktor pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kepatuhan dalam pelaksanaan seting instrument orthopedi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan