Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4971–4980 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN INDUKSI PERSALINAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD KANJURUHAN KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ERNA DWI RACHMAWATI
NIM: 1202420018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih, M.Kes, Herawati Mansur, S. ST., M. Pd., M. Psi
Subjek: Induksi Persalinan, Asfiksia Neonatorum
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rachmawati, Erna Dwi. 2013. Hubungan Induksi Persalinan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Pada di RSUD Kanjuruhan Kab. Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Malang Politenik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih, M.Kes, Pembimbing Pendamping: Herawati Mansur, S. ST., M. Pd., M. Psi. Indikator MDG’s yang terkait erat dalam menentukan tingkat kecerdasan bangsa melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Faktor penyebab karena sering terjadinya persalinan beresiko sehingga perlu dilakukan persalinan buatan salah satunya dengan dengan induksi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara induksi persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Desain penelitian dengan analitik korelasi menggunakan data sekunder melalui rekam medik. Sebagai populasi adalah ibu yang mengalami persalinan pervaginam yang tercatat dalam rekam medik sebanyak 96 responden. Tehnik sampling dengan purpossive sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 67 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, dan data disajikan dalam bentuk tabel, diagram pie dan narasi. Kemudian dianalisa dengan Chi Kuadrat. Dari hasil penelitian sebanyak 67% responden tidak mengalami asfiksia, 27% responden mengalami asfiksia sedang, dan 6% responden mengalami asfiksia berat. Sedangkan 60% responden tidak dilakukan induksi dan 40% responden dilakukan induksi persalinan. Hasil uji statistik Chi Kuadrat diperoleh χ2 hitung = 7,17 χ2 tabel = 3,841. Maka Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara induksi persalinan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Dengan adanya hubungan kedua variabel tersebut maka diharapkan petugas kesehatan lebih memperhatikan syarat induksi dan melakukan pemantauan ketat pada proses induksi sehingga dapat mengurangi efek samping dari induksi persalinan. Kata Kunci: Induksi Persalinan, Asfiksia Neonatorum
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KEMAMPUAN MOBILISASI PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG NIFAS RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNASTI KUMALA ANDOKO
NIM: 1202420031
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Heny Astutik, S.Kep,Ns,.M.Kes, Pembimbing II: Naimah, SKM,.M.Kes.
Subjek: Intensitas nyeri, mobilisasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Andoko, Annasti Kumala. 2013. Hubungan Intensitas Nyeri dengan Kemampuan Mobilisasi Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea di Ruang Nifas RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Program Studi DIV Kebidanan Malang. Pembimbing I: Heny Astutik, S.Kep,Ns,.M.Kes, Pembimbing II: Naimah, SKM,.M.Kes. Angka kejadian sectio caesarea di Indonesia menurut survey nasional 2007 adalah 22,8% dari seluruh persalinan, sedangkan angka kejadian sectio caesarea pada tahun 2008 di RSUD Dr. Soetomo sebesar 23,3%. Persalinan sectio caesarea memberi dampak yaitu nyeri pada daerah insisi. Adanya nyeri membuat penderita takut untuk bergerak sehingga membatasi mobilisasi. Tujuan penelitian adalah menganalisa hubungan intensitas nyeri dengan kemampuan mobilisasi pasien pasca operasi sectio caesarea. Desain penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu nifas pasca operasi sectio caesarea di ruang nifas RSUD Kanjuruhan pada bulan Mei-Juni sebanyak 198 orang. Sampel yang digunakan 48 responden dengan menggunakan metode consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan checklist. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar ibu pasca operasi mengalami nyeri sedang sebesar 54,2% dan sebagian besar kemampuan mobilisasi ibu hari kedua pasca operasi dalam kategori cukup sebesar 58,3%. Dari analisis uji Spearman Rank dengan taraf signifikan (α) 5% didapatkan nilai ρ value (0,000) < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan intensitas nyeri dengan kemampuan mobilisasi pasien pasca operasi sectio caesarea. Kesimpulan hasil penelitian adalah intensitas nyeri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan mobilisasi, oleh sebab itu manajemen nyeri yang tepat dapat meminimalkan intensitas nyeri sehingga kemampuan mobilisasi akan lebih baik. Kata kunci : Intensitas nyeri, mobilisasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN JENIS, JUMLAH DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK SERTA WAKTU, CARA DAN FREKUENSI MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN WAJAK 1 KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUTHYA OCTAVIANTY
NIM: 1003000023
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini
Subjek: Gizi,Gosok Gigi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Octavianty, Muthya (2013). Hubungan Jenis, Jumlah dan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik serta Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak terjadi adalah karies gigi. Karies gigi merupakan suatu kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum) yang bersifat kronis progresif dan disebabkan oleh aktifitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan dengan demineralisasi jaringan keras dan diikuti kerusakan organik. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi, diantaranya adalah kebersihan gigi, pola makan dan perilaku. Pola makan pada makanan kariogenik (jenis, jumlah dan frekuensinya) serta perilaku menggosok gigi (waktu, cara dan frekuensinya) yang dapat mempengaruhi terjadi karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik serta waktu, cara dan frekuensi menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan meliputi data umum dan khusus. Penelitian ini dilakukan dengan studi Case Control dengan pengolahan data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh bahwa tidak ada hubungan jenis makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p = 0,573). Ada hubungan jumlah dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p = 0,44) dan (p = 0,00). Ada hubungan antara waktu, cara dan frekuensi menggosok gigi dengan kejadian karies gigi (p = 0,003) (p = 0,00) dan (p = 0,006). Saran dalam penelitian ini adalah perlu ada sosialisasi hasil penelitian ini kepada pihak sekolah dan siswa SD. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Setelah mengkonsumsi makanan kariogenik minimal berkumur dengan air dan lebih baik jika menggosok gigi untuk mengurangi resiko terkena karies gigi. Kata Kunci : Karies gigi; Jenis, Jumlah dan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik; Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok Gigi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PAUD MELATI PUTIH 02 BULUKERTO BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: Anggi Puja Wulandari
NIM: 1002100045
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing: Siti Sundari BSe, SE, M.Kes, Tarsikah, SSiT., M.Keb.
Subjek: Bidan,Karies Gigi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANGGI PUJA WULANDARI. 2013. Hubungan Kejadian Karies Gigi dengan Status Gizi pada Anak Usia 3-5 tahun di PAUD Melati Putih 02 Bulukerto Batu. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Kebidanan Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Siti Sundari BSe, SE, M.Kes, Tarsikah, SSiT., M.Keb. Kata Kunci: Karies Gigi, Status Gizi Anak Usia 3-5 Tahun. Anak usia 3-6 tahun disebut kelompok rentan gizi, padahal masalah kesulitan makan pada anak masih sering terjadi, karies gigi dapat menyebabkan kesulitan makan pada anak yang bisa menjadi salah satu penyebab gizi kurang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kejadian karies gigi dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun. Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh anak berusia 3-5 tahun yang mengalami karies gigi berjumlah 46 anak. Sampling menggunakan simple random sampling, sampel sejumlah 44 anak. Data karies gigi diperoleh dari pemeriksaan gigi, data status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri berat badan terhadap tinggi badan. Pengolahan data meliputi editing, coding, data entry, cleaning. Hasil penelitian didapatkan bahwa 16% mengalami karies gigi ringan, 47,7% karies gigi sedang, dan 36,3% karies gigi berat. Untuk status gizinya, 2,3% gemuk, 95,5% normal, 2,3 % kurus, dan tidak ada yang kurus sekali. Berdasarkan uji statistik rank spearman didapatkan z hitung adalah 1,93 dan z tabel 1,96 dengan taraf signifikan 0,05, maka H0 diterima berarti tidak ada hubungan antara kejadian karies gigi dan status gizi anak usia 3-5 tahun. Saran dari peneliti diharapkan orang tua tetap memantau dan menjaga kesehatan gigi anak.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PENCAPAIAN K4 DI BPS SD LEBAKREJOPURWODADI PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SRI SUDARTI
NIM: 1102420003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd, Pembimbing II : Tarsikah, SST., M. Keb
Subjek: Kelas Ibu Hamil, Pencapaian K4
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sudarti, Sri. 2013. Hubungan Kelas Ibu Hamil Dengan Pencapaian K4 Di BPS SD Lebakrejo Purwodadi Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd, Pembimbing II : Tarsikah, SST., M. Keb Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami. Setiap ibu bersalin akan menghadapi resiko bias bahaya kesakitan, kecacatan, atau kematian. Untuk mencegah hal tersebut ibu hamil dapat mempertahankan kesehatan fisik dan mental dengan mendapatkan pelayanan paripurna. Untuk mencapainya salah satunya dengan kelas ibu hamil, merupakan sarana kelompok belajar ibu hamil dalam meningkatkan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelas ibu hamil dengan pencapaian K4 di BPS SD Lebakrejo Purwodadi Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan populasi sebanyak 38 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 38 orang.Variable yang diteliti adalah kelas ibu hamil dan pencapaian K4.Tehnik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui, ibu hamil yang aktif mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 71%, sedangkan ibu hamil yang aktif mengikuti kelas ibu hamil dan K4 paripurnaadalah63%. Hasiluji chi square didapatkan ρvalue 0,05, yaitu 0.019 danx2hitung (5.546)>x2tabel (3.840)maka H1 diterima berarti ada hubungan yang signifikan antara kelas ibu hamil dengan pencapaian K4. Maka diharapkan kelas ibu hamil dapat meningkatkan pencapaian K4 yang bertujuan untuk deteksi dini adanya komplikasi pada ibu hamil. Kata Kunci : Kelas Ibu Hamil, Pencapaian K4
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA PRISILIA PUTRI
NIM: 1201440008
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama): Joko Pitoyo, SKp, M.Kep Pembimbing (pendamping): Sugianto Hadi, SKM, MPH.
Subjek: Kepatuhan, Minum Obat, Gula Darah, Diabetes Mellitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Kepatuhan Minum Obat Hipoglikemik Oral dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Janti Kota Malang. Mega Prisilia Putri (2013). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Medikal Bedah, Peminatan Diabetes Mellitus dan Edukator, Poltekkes Kemenkes Malang, Pembimbing (utama): Joko Pitoyo, SKp, M.Kep Pembimbing (pendamping): Sugianto Hadi, SKM, MPH. Kata Kunci: Kepatuhan, Minum Obat, Gula Darah, Diabetes Mellitus Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor keberhasilan terapi pada penderita diabetes mellitus. Ketidakpatuhan pasien dalam minum obat dapat meningkatkan keparahan penyakit. Pasien diabetes mellitus yang berobat jalan menunjukkan bahwa lebih dari 70% tidak minum obat sesuai dengan dosis. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat hipoglikemik oral dengan kadar gula darah di Puskesmas Janti Kota Malang. Desain penelitian cross sectional. Populasi pasien diabetes mellitus yang check up di Puskesmas Janti Kota Malang. Sampel sebesar 17 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan purposive sampling. Variabel bebas kepatuhan minum obat dan variabel terikat kadar gula darah. Data di kumpulkan dengan kuesioner dan observasi kunjungan rumah untuk menghitung sisa obat dan pengecekan gula darah. Uji statistik menggunakan spearman’s rho dengan signifikasi α ≤ 0,05 dan hasil test didapatkan ρ = 0.259, berarti Ho diterima. Hasil tidak ada hubungan kepatuhan minum obat hipoglikemik oral dengan kadar gula darah di Puskesmas Janti Kota Malang. Observasi menghitung sisa pil menunjukkan proporsi tidak patuh sebesar 65% responden sedangkan proporsi patuh 35% responden. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya jika ingin melakukan penelitian tentang kepatuhan minum obat dengan teknik penghitungan sisa jumlah pil diharapkan responden homogen dan memperhatikan faktor perancu yang mempengaruhi hasil penelitian.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KEPUTIHAN DENGAN HASIL PEMERIKSAAN IVA PADA IBU YANG PERIKSA DI POLI KIA PUSKESMAS PURWOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDANG TRISNOWATI
NIM: 110240012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Isman Amin. S.KM., M.Kes, Didien Ika Setyarini, M.Keb
Subjek: Keputihan, Hasil Pemeriksaan IVA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Trisnowati, Endang. 2013. Hubungan Keputihan Dengan Hasil Pemeriksaan IVA Pada Ibu Yang Periksa di Poli KIA Puskesmas Purwosari. Karya Tulis Ilmiah politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Prodi D IV Kebidanan Malang. Penguji I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., m.Pd. Penguji II: Isman Amin, S.KM., M.Kes. Penguji III: Didien Ika Setyarini, M.Keb. Keputihan adalah keluarnya getah atau cairan vagina yang berlebihan. Keputihan dianggap tidak normal jika disertai rasa gatal, bau, panas, atau iritasi dan warnanya putih kekuningan atau kehijauan, kadang-kadang disertai perdarahan dan lesi abnormal pada mulut rahim. Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengoleskan asam asetat 3-5 % pada mulut rahim yang bertujuan untuk deteksi dini kanker mulut rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya hubungan keputihan dengan hasil pemeriksaan IVA pada ibu yang periksa di Poli KIA Puskesmas Purwosari Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dengan keluhan keputihan yang melakukan pemeriksaan IVA di Poli KIA Puskesmas Purwosari pada tanggal 1 -31 Januari 2013 yang berjumlah 24 orang. Sampelnya adalah ibu dengan keluhan keputihan yang melakukan pemeriksaan IVA di Poli KIA Puskesmas Purwosari yang bersedia menjadi responden yang berjumlah 24 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan α = 0.05. Hasil penelitian yang diperoleh 16.7% ibu dengan keputihan fisiologis, 83.3% ibu dengan keputihan patologis, 62.5% ibu dengan hasil IVA positif, 37.5% ibu dengan hasil IVA negatif. Setelah dianalisa, dihasilkan X2 hitung > X2 tabel. Dapat disimpulkan bahwa H1 diterima berarti ada hubungan keputihan dengan hasil pemeriksaan IVA pada ibu yang periksa di Poli KIA Puskesmas Purwosari Kabupaten Pasuruan. Hal ini sesuai dengan teori dimana salah satu faktor resiko kanker mulut rahim adanya infeksi menular seksual yang salah satu gejalanya adalah adanya keputihan. Dengan demikian bila seorang ibu mengalami keputihan harus segera melakukan deteksi dini kanker mulut rahim dengan melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Keputihan, Hasil Pemeriksaan IVA
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KETERATURAN KUNJUNGAN ANTENATAL PADA IBU HAMIL DENGAN KELENGKAPAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SUMBER PUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VIONA FIRDAUSI
NIM: 1202420026
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Suprapti, SST, M.Kes, Pembimbing II : Wandi,S. Kep Ners, M.Pd.
Subjek: Kunjungan antenatal, Pemeriksaan antenatal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Firdausi, Viona. 2013. Hubungan Keteraturan Kunjungan Antenatal Pada Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Antenatal Care Di Puskesmas Sumber Pucung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIV Kebidanan Klinik Malang. Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Suprapti, SST, M.Kes, Pembimbing II : Wandi,S. Kep Ners, M.Pd. Masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia menggerakkan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan antenatal. Pelayanan antenatal yang teratur, lengkap dan berkualitas dapat mencegah komplikasi dalam kehamilan dan persalinan yang pada akhirnya akan menurunkan angka kematian ibu. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan keteraturan kunjungan antenatal dengan kelengkapan pemeriksaan antenatal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain analitik korelasional dengan jumlah populasi 37 orang ibu hamil TM III . Sampel yang digunakan 29 responden yang didapat dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dari responden menggunakan lembar checklist dengan metode wawancara dan studi dokumentasi buku KIA. Uji statistik dengan “fisher exact”. Dari keteraturan kunjungan antenatal jumlah reponden yang teratur 72,4%, yang tidak teratur 27,5% sedangkan jumlah responden tidak mendapat pemeriksaan antenatal yang lengkap 58,6% dan yang mendapat pemeriksaan yang lengkap 41,3%. Uji statistik dengan “fisher exact” didapatkan hasil signifikan 0,009 (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keteraturan kunjungan antenatal dengan kelengkapan pemeriksaan antenatal. Dari penelitian ini, dianjurkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan antenatal dengan memberikan motivasi kunjungan antenatal dan melakukan pemeriksaan antenatal yang menyeluruh. Kata Kunci : Kunjungan antenatal, Pemeriksaan antenatal
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN KONSUMSI CAIRAN DENGAN TINGKAT DEHIDRASI DAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA DI SMK TERPADU AL-ISLAHIYAH KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURAINI MUKARROMAH
NIM: 1203400010
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Theresia Puspita S,TP.MP, Tapriadi S.KM.M.Pd, Poedyasmoro, S.KM
Subjek: Konsumsi Cairan, Tingkat Dehidrasi, Konsentrasi Belajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MUKARROMAH, NURAINI. (2013). Hubungan Konsumsi Cairan dengan Tingkat Dehidrasi dan Konsentrasi Belajar pada Siswa di SMK Terpadu Al-Islahiyah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. (dibawah bimbingan Theresia Puspita S,TP.MP, Tapriadi S.KM.M.Pd, Poedyasmoro, S.KM) Kata Kunci : Konsumsi Cairan, Tingkat Dehidrasi, Konsentrasi Belajar Air dan elektrolit merupakan zat yang sangat essensial bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Sebagai zat gizi essensial, air merupakan zat gizi yang tidak dapat digantikan dan tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga perlu diperoleh dari minuman, makanan, serta hasil metabolisme. Dalam tubuh manusia air memegang banyak fungsi yang berpengaruh terhadap kesehatan, mood, daya ingat dan stamina. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan air atau terjadi kehilangan air sekitar 5% dari berat badan maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Pengaruh dehidrasi ringan terhadap performa kogitif, mood, serta gejala dehidrasi lainnya termasuk sakit kepala. Pada laki-laki, dehidrasi 1,5% dari berat badan mempengaruhi kewaspadaan visual, meningkatkan kelelahan dan ketegangan. Sedangkan, pada wanita, dehidrasi 1,3% dari berat badan mempengaruhi kewaspadaan visual, meningkatkan kelelahan, ketegangan, kebingungan, serta menurunkan semangat kerja. Masalah dehidrasi ringan di kalangan penduduk Indonesia yaitu sebesar 46,1% dan 1 diantara 2 remaja Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan konsumsi cairan terhadap tingkat dehidrasi dan konsentrasi belajar pada siswa di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Kabupaten Malang. Penelitian dilaksankan pada bulan Januari – Februari 2013 di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari. Penelitian merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Tingkat aktivitas siswa di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Kabupaten Malang dapat diketahui bahwa masih ditemukan responden dengan aktifitas ringan sebanyak 22 responden (68,8 %).Pola konsumsi dapat diketahui frekuensi minum 3 – 4 kali perhari sebanyak 22 responden (68,7 %) dengan alasan utama minum hanya jika merasa haus yakni 29 responden (90,7 %). Intake cairan melalui konsumsi makanan dan minuman dengan retara 1486 ml, sedangkan rerata kebutuhan perhari sebesar 2400 ml perhari. Intake cairan rerata responden berdasarkan kebutuhan sebesar 61,9 % yaitu dalam kategori kurang terhidrasi dengan baik. Tingkat konsumsi cairan yaitu sebanyak 25 responden (78,1 %) dalam kategori masih kurang dalam konsumsi cairannya.Tingkat masih terdapat sekitar 14 responden (40,7 %) dalam kategori tingkat dehidrasi berat Konsentrasi belajar siswa masih ditemukan 9 responden (28,1 %) memiliki konsentrasi belajar yang masih kurang/rendah. Hubungan konsumsi cairan dengan tingkat dehidrasi pada siswa di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Kabupaten Malang tersebut sejalan dengan hasil uji statistik (α < 0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan asumsibahwa konsumsi cairan berpengaruh secara nyata terhadap dehidrasi. Hubungan tingkat dehidrasi terhadap konsentrasi belajar bahwa semakin ringan tingkat dehidrasi akan berdampak baik pada konsentrasi belajar yaitu cenderung normal, namun sebaliknya semakin berat tingkat dehidrasi akan semakin berdampak kepada rendahnya konsentrasi belajar. Hal ini sejalan dengan hasil uji statistik (α < 0,05) menunjukkkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan berpengaruh secara nyata antara tingkat dehidrasi dengan konsentrasi belajar. Uji test urine specific gravity, test ortostatik dan test warna urin dapat diketahui bahwa dari uji statistik (α > 0,05) tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi belajar pada siswa di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Kabupaten Malang.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DI BPS “E” DI KECAMATAN PURWOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA YULIARTY
NIM: 1102420021
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Siti Sundari, B.Sc, SE, M.Kes (II) Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes
Subjek: kadar glukosa darah, akseptor KB Suntik, lama pemakaian
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yuliarty, Eka. 2012. Hubungan lama pemakaian alat kontrasepsi KB dengan kadar glukosa darah pada akseptor KB suntik kombinasi di BPS “E” dikecamatan Purwosari. Pembimbing (I) Siti Sundari, B.Sc, SE, M.Kes (II) Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes Salah satu alat kontrasepsi yang paling populer di Indonesia adalah kontrasepsi Suntik. Kontrasepsi suntik 1 bulanan yang banyak digunakan adalah cylofem, cylogeston, dll. KB Suntik kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah karena mengandung hormon steroid dengan anti insulin rendah. Kerja hormon KB Suntik berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pangkreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pangkreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama pemakaian alat kontrasepsi dengan kadar glukosa darah pada akseptor KB suntik kombinasi. Desain penelitian menggunakan metode cross sectional. Sumber data yang digunakan adalah data primer, responden adalah akseptor KB suntik kombinasi di BPS “E” Kecamatan Purwosari. Teknik pengambilan sampel secara non probability sampling dengan teknik Aksidental, dengan jumlah sampel 46 responden yang masuk kriteria inklusi. Teknik yang digunakan untuk mengetahui variabel independen dan dependen adalah menggunakan uji korelasi Mann Whitney. Berdasarkan Uji Korelasi dapat dilihat bahwa nilai korelasi Spearman sebesar 0,296. diperoleh signifikansi (p-value) sebesar 0,046 lebih kecil daripada α = 0,05 sehingga disimpulkan H0 ditolak dan disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan (nyata) antara Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi terhadap Kadar Glukosa Darah pada taraf signifikansi 5%. Menujuk pada hasil penelitian, hendaknya sosialisasi tentang lama pemakaian Alat Kontrasepsi akan berpengaruh terhadap Kadar Glukosa darah. Kata kunci : kadar glukosa darah, akseptor KB Suntik, lama pemakaian
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan