Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4951–4960 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA INISIASI MENYUSU DINI ( IMD ) DENGAN PERCEPATAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH PUSKESMAS WONOREJO KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: LINA KARTIKASARI
NIM: 1102420019
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Subjek: Inisiasi Menyusu Dini, Penurunan Tinggi Fundus Uteri, Ibu Nifas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lina Kartikasari, 2013. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Percepatan Penurunan Tinggi Fundus Uteri Pada Ibu Nifas di Bidan Praktek Mandiri wilayah Puskesmas Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Poltekkes Kemenkes Prodi D-IV Kebidanan Klinik Malang. Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Ika Yudianti, SST., M.Keb. Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini, Penurunan Tinggi Fundus Uteri, Ibu Nifas Masa nifas adalah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ – organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Selama masa ini, ibu akan mengalami penurunan fundus uteriyang disebut dengan involusi. Ketika involusi berlangsung, pada tempat implantasi plasenta ditemukan banyak pembuluh darah yang terbuka setelah plasenta dilahirkan, sehingga resiko perdarahan post partum sangat besar yang dapat mengakibatkan perdarahan pasca persalinan. Untuk membantu proses tersebut, salah satunya dengan memberikan ASI sedini mungkin sejak awal melahirkan yang disebut inisiasi menyusu dini (IMD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan percepatan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas. Desain Penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan kohort study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas hari ke 7-15 yang berkunjung di Puskesmas Wonorejo Kabupaten Pasuruan pada bulan Januari tahun 2013 sebanyak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dengan cara dengan melakukan observasi. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar tidak berhasil dalam pelaksanaan IMD yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan percepatan penurunan fundus uteri sebagian besar dalam kategori normal pada hari ke 15 post partum yaitu sebanyak 22 orang (73,3%). Hasil analisis statistic Chi-square test nilai p-value 0,021 < α 0,05 yang berarti ada hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan percepatan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas di Bidan praktek Mandiri wilayah Puskesmas Wonorejo.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN IODIUM DALAM GARAM DAN TINGKAT KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT GOITROGENIK DENGAN STATUS GONDOK PADA MURID SD DI DESA NGABAB KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KHRISTYAN ADI WICAKSONO
NIM: 1003000017
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah bimbingan Poedyasmoro dan Bernardus Rudy Sunindya
Subjek: GONDOK,IOUDIUM
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Khristyan Adi W,2013. Hubungan Antara Kandungan iodium dalam Garam, Tingkat Konsummsi Bahan Makanan Sumber Zat Goitrogenik dengan Status Gondok pada Murid SDN Ngabab 1 Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. ( Dibawah bimbingan Poedyasmoro dan Bernardus Rudy Sunindya ). Di Indonesia GAKY merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dampak yang ditimbulkan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Selain berupa pembesaran kelenjar gondok dan hipotiroidi, kekurangan yodium dapat menyebabkan abortus, lahir mati, sampai cacat bawaan., gangguan perkembangan syaraf, mental dan fisik yang disebut kretin. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2003, pada tahun 2003 24 % ( endemik sedang ) sedangkan skor TGR kecamatan Pujon sendiri sebesar 34,85 % ( endemik berat ). Berdasarkan data hasil Gizi Turun Kampus ( GTK ) ke XVI diketahui bahwa prevalensi GAKY pada murid SDN Ngabab 1 adalah yang tertinggi dari 3 SD dan MI yang ada di desa Ngabab dengan skor TGR 34% dan termasuk endemik berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status garam dan tingkat konsumsi bahan makanan sumber zat goitrogenik serta tingkat konsumsi garam beryodium dengan status gondok pada murid SDN Ngabab di Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di SDN Ngabab 1, Ngabab 2, Ngabab 3,dan MI toriqutossa’addah’ Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah Cross Sectional terhadap seluruh siswa SD mulai kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 60 responden. Analisa yang digunakan secara deskriptif. Uji stastistik yang digunakan adalah Chi Square ( χ2 ). Berdasarkan hasil penelitian bahwa responden sebanyak 41 responden ( 68,33% ) memiliki grade gondok 0 dan hanya 19 responden saja yang tidak memiliki gondok ( grade I ) 31,67 %.. Selain itu Tingkat konsumsi bahan makanan sumber zat goitrogenik pada responden diketahui 23,33% responden sering mengkonsumsi sedangkan 76,67% responden jarang mengkonsumsi bahan makanan sumber zat goitrogenik. Bahan makanan yang sumber zat goitrogenik yang sering dikonsumsi adalah daun singkong, singkong, kubis, kedelai dan jagung.sedangkan dari hasil ujihi square ada hubungan signifikan antara konsumsi singkong dengan status gondok Kata kunci : kandungan iodium dalam garam, zat goitrogenik, gondok  
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONTROL DENGAN TIDAK TERJADINYA KOMPLIKASI KRONIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: M.NURDIANSYAH Z
NIM: 1201440013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Rudi Hamarno, S.Kep, M.Kep. Pembimbing Kedua dr Sophia Sugiaman,M.Kes.
Subjek: Kepatuhan Kontrol, Komplikasi Kronis, Food recall, Diabetes Mellitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zulkarnain, Muhammad Nurdiansyah (2013). Hubungan Antara Kepatuhan Kontrol Dengan Terjadinya Komplikasi Kronis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Janti Kota Malang. Tugas Akhir, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Mellitus dan Edukator, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Rudi Hamarno, S.Kep, M.Kep. Pembimbing Kedua dr Sophia Sugiaman,M.Kes. Pandemi DM tipe 2 kini menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia di dunia. Di tahun 2003, Berdasarkan data Persadia Jawa Timur, jumlah diabetesi diperkirakan mencapai 6% dari total jumlah penduduk. Banyaknya penderita DM tipe 2 tersebut maka meningkat pula prevalensi kejadian komplikasi dari DM, khususnya komplikasi kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan kontrol dengan terjadinya komplikasi kronis pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Janti kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retropektif, tempat penelitian di Puskesmas Janti kota Malang, dilakukan dari tanggal 9-18 juli 2013, responden diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden dengan perincian 15 responden DM tipe 2 tanpa komplikasi dan 15 responden DM tipe 2 dengan komplikasi. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden dan kepatuhan kontrol responden, dilakukan menggunakan kuisioner dan food recall dengan cara wawancara. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan uji statistik lambda. Hasil penelitian ini menunjukkan dari reponden tanpa komplikasi 93% patuh melakukan kontrol sedangkan dari responden dengan komplikasi kronis 87% tidak patuh melakukan kontrol. Hasil uji lambda terdapat hubungan antara kepatuhan kontrol dengan terjadinya komplikasi kronis terbukti dengan p hitung = 0,00 dengan nilai korelasi sangat kuat 0,80. Saran bagi responden, dapat lebih sadar dan mengerti akan pentingnya patuh terhadap kontrol kesehatannya karena membantu menjaga kadar gula darahnya agar selalu stabil, sehingga kejadian komplikasi dapat dicegah. Untuk peneliti selanjutnya dapat melihat hubungan yang lebih spesifik lagi, seperti hubungan kepatuhan kontrol konsumsi OAD terhadap terjadinya komplikasi kronis pada penderita DM tipe 2. Kata Kunci : Kepatuhan Kontrol, Komplikasi Kronis, Food recall, Diabetes Mellitus
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN KADAR LEMAK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI BPM NY. SITI RUGAYAH PAKIS TAHUN 2013

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTU HENY PRISILLIA RISMA DEWI
NIM: 1202420001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini, S.SiT,. M.Keb, Rita Yulifah, S.Kp,. M.Kes
Subjek: Lama Penggunaan DMPA, Kadar Lemak, Indeks Massa Tubuh
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Lama Penggunaan Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) Dengan Kadar Lemak Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Akseptor Kontrasepsi Suntik Di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Ny. Siti Rugayah Pakis Tahun 2013. Putu Heny Prisillia Risma Dewi (2013) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Didien Ika Setyarini, S.SiT,. M.Keb, Pembimbing (pendamping) Rita Yulifah, S.Kp,. M.Kes. Kata Kunci : Lama Penggunaan DMPA, Kadar Lemak, Indeks Massa Tubuh Akseptor terbanyak di Kota Malang yaitu akseptor suntik 3 bulan sebanyak 42.893. Sedangkan efek samping yang paling sering ditimbulkan yaitu kenaikan berat badan jika digunakan lebih dari 2 tahun. Penggunaan progesteron saja sebagai alat kontrasepsi menyebabkan kadar esterogen menjadi berkurang, peningkatan nafsu makan, serta meningkatkan konversi karbohidrat dan gula menjadi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan DMPA dengan kadar lemak dan indeks massa tubuh. Desain penelitian yang digunakan berupa analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasinya adalah 74 akseptor kontrasepsi suntik DMPA di BPM Ny. Siti Rugayah, Amd.Keb kemudian ditentukan besar sampel 42 orang dilakukan dengan teknik total sampling dan instrumen yang digunakan adalah register KB, HBF-306, timbangan dewasa yang baru, staturemeter, dan lembar pemeriksaan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan uji statistika Korelasi Pearson dan Korelasi Kanonikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara lama penggunaan DMPA dengan Kadar Lemak dan Indeks Massa Tubuh. Semakin lama akseptor menggunakan DMPA maka kadar lemak dan IMT cenderung meningkat. Oleh karena itu, diharapkan bidan dapat melakukan penapisan akseptor baru dengan menghitung IMT, memberikan konseling penanganan efek samping dan jeda penggunaan kontrasepsi hormonal berdasarkan evidence based terbaru. Sedangkan bagi akseptor diharapkan menjaga asupan nutrisi, berolahraga teratur, memberi jeda maupun mengganti cara untuk menghindari penyakit degeneratif akibat kadar lemak.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA LAMA PERSALINAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS WONOREJO KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: USWATUN KHASANAH
NIM: 1102420017
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Marjati, SST. M.Pd, Pembimbing II : Wandi, S.Kep.Ners. M.Pd
Subjek: Lama Persalinan, Asfiksia, Ibu Bersalin
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Uswatun Khasanah, 2013. Hubungan Antara Lama Persalinan Dengan Kejadian Asfiksia Bayi Baru Lahir di Puskesmas Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Poltekkes Kemenkes Malang Prodi DIV Kebidanan Klinik. Pembimbing I : Marjati, SST. M.Pd, Pembimbing II : Wandi, S.Kep.Ners. M.Pd. Kata Kunci : Lama Persalinan, Asfiksia, Ibu Bersalin Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun kedalam jalan lahir. Persalinan lama terjadi apabila pembukaan serviks lengkap, tidak ada kemajuan penurunan. Persalinan lama dapat menyebabkan aliran darah ke ibu melalui plasenta berkurang, sehingga aliran oksigen ke janin berkurang, hal ini dapat menyebabkan asfiksia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama persalinan dengan kejadian asfiksia. Desain penelitian adalah Analitik Korelasional dengan pendekatan Kohort. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Wonorejo pada bulan Januari 2013 berjumlah 32 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dengan cara mengobservasi partograf dan apsgar score. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara lama persalinan dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di Puskesmas Wonorejo Kabupaten Pasuruan pada bulan Januari 2013 dengan hasil uji analisis statistic Spearman test ditunjukkan nilai p-value 0.01 < α 0.05.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA MINAT MEMBACA BUKU KIA DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DI POLINDES PULUNGDOWO-TUMPANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FARADINA NUR ANNISA
NIM: 1002100017
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, SSiT.,M.Keb.
Subjek: ibu hamil, KIA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Annisa, Faradina Nur. 2013. Hubungan antara Minat Membaca Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku KIA di Polindes Pulungdowo Tumpang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Pembimbing I : Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, SSiT.,M.Keb. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi, data terakhir dari WHO pada tahun 2011 AKI di Indonesia sebesar 240/100 ribu KH. Salah satu upaya yang dikembangkan oleh Depkes RI adalah dengan mengupayakan pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA adalah buku yang penting untuk ibu hamil. Untuk memperoleh pengetahuan yang baik, salah satunya seseorang harus memiliki minat untuk membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester II dan III yang memiliki buku KIA di Polindes Pulungdowo Tumpang . Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 33 orang. Pengolahan data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman Rank, hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari respoden 33,3% memiliki minat membaca tinggi dan pengetahuan baik. Dari hasil uji Spearman Rank dengan tingkat signifikasi 0,05 diperoleh p value 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA, yaitu apabila ibu mempunyai minat membaca yang tinggi maka ada kecenderungan mempunyai pengetahuan yang baik. Oleh karena itu diharapkan bagi ibu hamil untuk membaca buku KIA karena berisi tentang informasi penting untuk mendeteksi dini masalah dalam kehamilan. Kata Kunci : Minat membaca ibu hamil, Buku KIA, Pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS NGULING KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILIN NUROH
NIM: 1102420020
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Dra.Susilaningsih, M.Kes., Pembimbing II : Herawati Mansur., S.ST, S.Psi.,M.Pd
Subjek: Primigravida, Berat Badan Lahir Rendah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nuroh, Lailin. 2013. Hubungan Antara Primigravida Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Nguling Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D IV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Dra.Susilaningsih, M.Kes., Pembimbing II : Herawati Mansur., S.ST, S.Psi.,M.Pd. Berat badan lahir rendah merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian khusus, kejadian BBLR sebagai indikator kesehatan masyarakat karena erat hubungannya dengan kematian dan kesakitan. Salah satu faktor yang menyebabkan BBLR, usia ibu primigravida kurang dari 20 tahun terrmasuk dalam rawan hamil dengan kehamilan beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara primigravida dengan kejadian berat badan lahir rendah di Puskesmas Nguling Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan populasi sebanyak 39 orang dan jumlah sampel sebanyak 20 orang ibu primigravida muda dan primigravida tua. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan ceklist dan timbangan bayi, data dianalisa dengan Fisher’s Exact Test . Dari hasil penelitian, diketahui bahwa ibu primimuda yang melahirkan BBLR 54,54%, tidak BBLR 45,45% sedangkan ibu primitua yang melahirkan BBLR 22,22% dan tidak BBLR 77,78%. Hasil uji statistik Fisher’s Exact Test diperoleh hubungan yang tidak signifikan dimana p value 0,613 >α (0,05) dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak artinya tidak ada hubungan antara primigravida dengan kejadian BBLR, faktor lain yang mempengaruhi BBLR yaitu kenaikan BB selama kehamilan sampai dengan melahirkan (< 9 kg) 45%, kenaikan (9-12 kg) sebesar 50%, kenaikan (>12 kg) 5%, diharapkan ibu hamil sebaiknya pada usia 20-35 tahun dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi dini kelainan yang timbul pada saat hamil, persalinan dan bayi yang dilahirkan. Kata kunci : Primigravida, Berat Badan Lahir Rendah
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA STATUS GONDOK DAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN KARANGANYAR 1 PONCOKUSUMO

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIS INDRA KURNIAWAN
NIM: 1003000051
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Di bawah bimbingan I Nengah Tanu K., DCN., SE., M.Kes. dan Poedyasmoro, SKM
Subjek: belajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI ARIS INDRA KURNIAWAN, 2013. Hubungan Antara Status gondok dan Motivasi belajar dengan Prestasi Belajar Siswa di SDN Karanganyar 1 Poncokusumo. (Di bawah bimbingan I Nengah Tanu K., DCN., SE., M.Kes. dan Poedyasmoro, SKM). Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) adalah sekumpulan gejala yang ditimbulkan karena tubuh kekurangan yodium dalam jangka waktu lama. Akibat dari GAKY ternyata jauh lebih luas dari sekedar terjadinya pembesaran kelenjar gondok, yang sangat mengkhawatirkan adalah akibat negative pada susunan saraf pusat yang akan berpengaruh pada kecerdasan dan perkembangan sosial masyarakat pada umumnya (Dinkes Prop. Jatim, 2003) Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Kecamatan Jabung didapatkan hasil bahwa prevalensi TGR anak sekolah SDN karanganyar 1 pada tahun 2009 sebesar 30,63% yang termasuk dalam kategori endemik berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gondok dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa di SDN karanganyar 1 Poncokusumo. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer antara lain data status gondok, motivasi belajar dan prestasi belajar. Sedangkan data sekunder antara lain gambaran umum lokasi penelitian dan gambaran umum responden. Penelitian ini dilakukan dengan Comparative Study dengan pengolahan data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian diperoleh siswa SDN karanganyar 1 poncokusumo yang mengalami pembesaran kelenjar gondok sebanyak 34 siswa (29%). Siswa yang mempunyai motivasi belajar kurang yakni sebesar 11%. Siswa yang tidak mempunyai status gondok grade 1 atau 2 memiliki nilai lebih baik daripada siswa yang mengalami status gondok gondok grade 1 dan 2 yaitu sebanyak 23 siswa dari total siswa yang diteliti sebanyak 60 siswa. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gondok dan motivasi belajar ( ρ < 0,05). Ada hubungan yang bermakna antara status gondok dengan prestasi belajar ( ρ < 0,05). Saran dalam penelitian ini adalah pada anak SD tidak hanya dilakukan palpasi saja tetapi harus dipetakan dengan hasil pemeriksaan T3 dan T4, penyuluhan tentang GAKY, memberikan pengertian tentang motivasi belajar. Kata Kunci : Status Gondok, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, VITAMIN A DENGAN KADAR SERUM ALBUMIN DAN KADAR CD4 ANAK PENDERITA HIV/AIDS DI POLIKLINIK ANAK RSUP SANGLAH DENPASAR

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTU DEVI MAHARANI
NIM: 1203400026
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, Pembimbing II : Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Subjek: tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A; serum albumin; CD4; HIV/AIDS anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maharani, Putu Devi (2013). Hubungan antara Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Vitamin A dengan Kadar Serum Albumin dan Kadar CD4 Anak Penderita HIV/AIDS di Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar. Skripsi, Program Studi Diploma IV Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, Pembimbing II : Bernadus Rudy Sunindya, MPH Prevalensi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es termasuk pada anak–anak, dimana jumlah penderita sebenarnya jauh lebih besar dari data yang ada. Pada AIDS komponen yang diserang yaitu limfosit T helper yang memiliki reseptor CD4 serta komponen sistem imun lainnya dalam bentuk albumin. Hal tersebut perlu didukung dengan penanganan dalam mencapai tatalaksana gizi yang adekuat, karena masih kurangnya peranan gizi dalam menghambat progresifitas penyakit. Peningkatan asupan zat – zat gizi sangat dibutuhkan terutama makronutrien (energi dan protein) dan mikronutrien (vitamin A) sesuai dengan kebutuhan yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A dengan kadar serum albumin dan kadar CD4 anak penderita HIV/AIDS di Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan bulan Mei sampai Juni 2013. Subyek penelitian sebanyak 34 penderita HIV/AIDS anak berumur 1 – 14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel berada pada kelompok umur 4 - 6 tahun (44,1%), berjenis kelamin perempuan (52,9%), lama menderita HIV/AIDS kurang dari 5 tahun (91,2%), berada pada stadium 2 (44,1%), tidak memiliki penyakit penyerta/infeksi oportunistik (58,8%), tingkat konsumsi energi (73,5%), protein (79,4%), dan vitamin A (50%), kadar albumin (79,4%) dan kadar CD4 (61,8%) tergolong normal. Berdasarkan uji statistik korelasi Pearson dan Spearman menunjukkan ada korelasi antara tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A dengan kadar serum albumin dan kadar CD4 anak (p < 0,05). Dapat disimpulkan ada korelasi yang signifikan antara tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A dengan kadar serum albumin dan kadar CD4 anak penderita HIV/AIDS di Poliklinik Anak RSUP Sanglah Denpasar. Dari hasil penelitian, disarankan kepada penderita untuk mempertahankan konsumsi energi, protein, vitamin A pada jumlah yang dianjurkan/sesuai kebutuhan pasien HIV/AIDS anak. Kata kunci : tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A; serum albumin; CD4; HIV/AIDS anak
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PEKERJAAN, DAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP KEPATUHAN DIET DAN TINGKAT KESEMBUHAN PASIEN RAWAT INAP PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT PARU BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: MAULIDDINNA AUWALIA MUSTOFA
NIM: 1003000080
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Poedyasmoro, SKM, Pembimbing II: B. Doddy Riyadi, SKM., MM.
Subjek: Diabetes,Diet
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mauliddinna Auwalia Mustofa (2013). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Tingkat Pekerjaan, dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kepatuhan Diet dan Tingkat Kesembuhan Pasien Rawat Inap Penderita Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Paru Batu. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Gizi. Jurusan Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Poedyasmoro, SKM, Pembimbing II: B. Doddy Riyadi, SKM., MM. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang diperkirakan akan terus meningkat prevalensinya. Kepatuhan pasien terhadap prinsip gizi dan perencanaan makan merupakan salah satu kendala pada pelayanan diabetes, terapi gizi merupakan komponen utama keberhasilan penatalaksanaan Diabetes Melitus. Tingkat Pendidikan, Tingkat Pekerjaan, dan Tingkat Pendapatan akan mempengaruhi Kepatuhan Diet dan Tingkat Kesembuhan Pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pendidikan, tingkat pekerjaan, dan tingkat pendapatan terhadap kepatuhan diet dan tingkat kesembuhan penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Paru Batu. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dan desain penelitian cross sectional serta metode penelitian secara Corelation Study. Subyek Penelitian ini sebanyak 30 orang penderita Diabetes Melitus yang menjadi pasien rawat Inap pada Rumah Sakit Paru Batu. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kepatuhan diet dengan hasil chi- square (p-value = 0,008). Namun tidak ada hubungan antara tingkat pekerjaan dengan kepatuhan diet dengan hasil chi-square (p-value = 0,390). Begitu juga dengan hasil penelitian tingkat pendapatan dengan kepatuhan diet menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan dengan kepatuhan diet dengan hasil chi-square (p-value = 0,302), serta tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kesembuhan dengan kepatuhan diet dengan hasil chi-square (p-value = 0,603). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kepatuhan diet, namun tidah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pekerjaan, tingkat pendapatan, dan tingkat kesembuhan dengan kepatuhan diet. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar semua penderita DM melaksanakan penatalaksanaan DM dengan baik terutama pola makan yang sesuai dengan 3J untuk mencapai kadar gula darah normal. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pekerjaan, Tingkat Pendapatan, Kepatuhan Diet, Kesembuhan (kadar Gula Darah).
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan