Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4941–4950 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN IBU DALAM MERAWAT BAYINYA PADA PERIODE LETTING GO DI BPS RIRIN RESTATI, A.Md, Keb BULULAWANG – MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KIKI INDRAWATI FENISITA
NIM: 1002100070
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I. Pratiwi, B.Sc. S.Pd, M.Biomed. Pembimbing II. Sri Rahayu, S.Kep. Ns, M.Kes
Subjek: merawat bayi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fenisita, Kiki Indrawati, 2013. “Gambaran Tingkat Kemandirian Ibu Dalam Merawat Bayinya pada Periode Letting Go di BPS Ririn Restati Amd, Keb Bululawang – Malang”. Karya Tulis Ilmiah Program Studi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I. Pratiwi, B.Sc. S.Pd, M.Biomed. Pembimbing II. Sri Rahayu, S.Kep. Ns, M.Kes Kemandirian ibu dalam merawat bayinya tidak hanya pada kemandirian fisik namun terdapat empat aspek kemandirian yaitu aspek emosi, aspek ekonomi, aspek intelektual, dan aspek sosial. Pada periode letting go kebanyakan masih ada ibu yang belum mandiri dalam merawat bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian ibu dalam merawat bayinya pada periode letting go (postpartum hari ke-10) di BPS Ririn Restati Amd, Keb Bululawang – Malang pada Bulan Mei – Juni 2013. Metode penelitian desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dimana populasinya sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 20 responden. Instrument penelitian menggunakan kusioner. Adapun hasilnya adalah tingkat kemandirian ibu dalam aspek emosi sebanyak 55% tidak mandiri, aspek ekonomi 55% tidak mandiri, aspek intelektual 50% mandiri dan aspek sosial 55% mandiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 55% dikategorikan tidak mandiri dalam merawat bayinya pada periode letting go. Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya ibu postpartum lebih meningkatkan kemandiriannya yaitu dengan menabung untuk persiapan perawatan bayi, mengatur jarak anak untuk mematangkan emosinya dalam merawat bayi, lebih aktif dalam mendapatkan penyuluhan atau informasi tentang perawatan bayi dan banyak belajar dari orang yang lebih berpengalaman dalam merawat bayinya. Kata kunci : kemandirian, letting go, merawat bayi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, LEMAK, KOLESTEROL DAN NATRIUM TERHADAP PROFIL LIPID PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUANG RAWAT INAP RSUD WALUYOJATI KRAKSAAN

Lihat Detail Karya
Penulis: HERMANSYAH
NIM: 1003000064
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: di bimbing oleh : Endang Widajati dan Dwie Soelistyorini.
Subjek: jantung koroner, diet, profil lipid
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hermansyah, 2013. Gambaran Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Kolesterol dan Natrium terhadap Profil Lipid Pasien Penyakit Jantung Koroner di Ruang Rawat Inap RSUD Waluyojati Kraksaan. Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi. Politeknilk Kesehatan Kemenkes Malang. Yang di bimbing oleh : Endang Widajati dan Dwie Soelistyorini. Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit pengerasan dinding pembuluh darah baik arteri yang kecil maupun yang besar yang disebabkan penimbunan lemak dan meningkatkan permeabilitas komponen plasma seperti trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol sehingga zat-zat tersebut masuk ke dalam arteri dan mengalami penyempitan. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengkaji gambaran tingkat konsumsi energi, lemak dan natrium terhadap profil lipid pasien penyakit jantung koroner di ruang rawat inap RSUD Waluyojati Kraksaan. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui karakteristik pasien, terapi diet pasien, tingkat konsumsi lemak dan kolesterol, tingkat konsumsi natrium, dan mengetahui profil lipid pasien penyakit jantung koroner (HDL, LDL, TG dan Kolesterol Total). Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan design penelitian berupa studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Subjek penelitian sebanyak 10 pasien dengan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan yaitu gambaran umum pasien, data kebutuhan energi dan zat gizi, data terapi diet, data asupan energi dan zat gizi, data asupan natrium, data pengukuran tekanan darah, dan data profil lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dan didiagnosa penyakit jantung koroner serta ada 2 pasien dengan komplikasi hipertensi, 1 pasien dengan komplikasi Diabetes Mellitus (DM). Diet yang diberikan berupa Diet Jantung 1500 Kkal + RG dan 1700 Kkal + RG. Asupan energi, lemak dalam kategori defisit masing-masing 9 dan 5 orang pasien. Sedangkan tingkat konsumsi kolesterol tergolong baik sebanyak 9 pasien dan 1 pasien dalam kategori buruk. Begitu juga perkembangan tekanan darah pasien yaitu pada hasil akhir menunjukkan 8 pasien tekanan darahnya tergolong normal. Perkembangan profil lipid (kolesterol total, Trigliserida, HDL, dan LDL) pada saat akhir penelitian yaitu untuk kolesterol total tidak ada perubahan, untuk TG dan LDL ada perkembangan perubahan yaitu masing-masing 8 dan 4 pasien dalam kategori normal. Sedangkan untuk profil lipid HDL yang termasuk dalam kategori rendah sebanyak 7 pasien. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada pihak rumah sakit supaya menetapkan standar diet, dan diberikan penyuluhan tentang pemilihan jenis bahan makanan yang tepat untuk pasien PJK Kata kunci : Penyakit jantung koroner, terapi diet, tingkat konsumsi energi, lemak, dan natrium, profil lipid, tekanan darah
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DIABETISI TENTANG LIMA PILAR PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS di WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DONA NUR ROMDHONI
NIM: 1201440005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, Pembimbing Pendamping : dr. Laksmi Sasiarini, Sp.Pd
Subjek: Diabetisi, Lima pilar penatalaksanaan DM, Tingkat pengetahuan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Romdhoni, Dona Nur. 2013. Gambaran Tingkat Pengetahuan Diabetisi tentang Lima Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Janti, Kota Malang. Skripsi, Pembimbing Utama: Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, Pembimbing Pendamping : dr. Laksmi Sasiarini, Sp.Pd Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya (FKUI, 2006). Mencegah komplikasi timbul lebih dini diabetisi harus melaksanakan lima pilar penatalaksanaan diabetes meliputi edukasi, perencanaan makan, aktivitas, terapi obat, dan pemeriksaan gula darah secara mandiri. Dalam melaksanakan lima pilar tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang lima pilar penatalaksanaan diabetes yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan diabetisi tentang lima pilar penatalaksanaan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Janti, Kota Malang. Jumlah populasi penedrita diabetes melitus di wilayah Puskesmas Janti sejumlah 153 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, didapatkan jumlah responden 46 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan responden pada tingkat pengetahuan ranah tahu sejumlah 76%, ranah paham 55% dan ranah aplikatif 54 %. Dengan demikian dapat disimpulkan tingkat pengetahuan diabetisi tentang lima pilar penatalaksanaan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Janti, Kota Malang tergolong kurang baik. Kata Kunci: Diabetisi, Lima pilar penatalaksanaan DM, Tingkat pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG BEKERJA TENTANG ASI PERAHAN DI POLINDES LANGLANG SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVA ARISKA
NIM: 1002100080
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Afnani Toyibah A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing II : Tarsikah M.Keb
Subjek: pengetahuan, asi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ariska, Nova. 2013. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu yang Bekerja Tentang ASI Perahan Di Polindes Langlang Singosari. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing I : Afnani Toyibah A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing II : Tarsikah M.Keb Pemberian ASI dapat mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak, menjalin kedekatan emosional yang kuat, serta menimbulkan rasa aman pada bayi. Seiring perkembangan zaman, pengetahuan tentang menyusui semakin berkurang, hanya 17% ibu yang memberi ASI Eksklusif kepada bayinya sampai 6 bulan, masih sangat jauh dari standar nasional yaitu 80%. Pengetahuan yang benar tentang cara memerah ASI, akan membuat ibu yang bekerja bisa memberikan ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu yang bekerja tentang ASI perahan pada tingkat tahu, paham, dan aplikasi di Polindes Langlang Singosari. Pada penelitian ini menggunakan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu yang bekerja tentang ASI perahan pada tingkat tahu 21,87% berpengetahuan baik, 46,87% berpengetahuan cukup, 31,25% berpengetahuan kurang. Pada tingkat paham 6,25% berpengetahuan baik, 37,5% berpengetahuan cukup, 56,25% berpengetahuan kurang. Pada tingkat aplikasi 34,37% berpengetahuan cukup dan 65,62% berpengetahuan kurang. Diharapkan petugas kesehatan dapat memotivasi ibu yang bekerja untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dengan cara memberikan ASI perahan kepada bayinya. Kata kunci : pengetahuan, ibu yang bekerja, ASI perahan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, KONSUMSI LEMAK DAN KOLESTEROL PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA DI PUSKESMAS KENDALSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Diadora Juwita Pambayun
NIM: 1003000056
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Sutomo Rum Teguh K. , Pembimbing II : Diniyah Kholidah
Subjek: kolesterol
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DIADORA JUWITA PAMBAYUN. 2013. Gambaran Tingkat Pengetahuan, Konsumsi Lemak dan Kolesterol pada Pasien Rawat Jalan dengan Hiperkolesterolemia di Puskesmas Kendalsari Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan kemenkes Malang. Pembimbing I : Sutomo Rum Teguh K. , Pembimbing II : Diniyah Kholidah. Hiperkolesterolemia yaitu suatu keadaaan dimana kadar kolesterol dalam darah melebihi di atas normal. Hiperkolesterolemia berhubungan erat dengan peningkatan kolesterol total, peningkatan kolesterol LDL, peningkatan kadar trigliserida serta penurunan kolesterol HDL. Diagnosis hiperkolesterolemia dibuat berdasarkan kadar LDL-kolesterol dengan mempertimbangkan faktor risiko seperti merokok, kegemukan, hipertensi, kadar HDL-kolesterol, riwayat penyakit, usia, dan pola makan yang tinggi natrium, lemak dan kolesterol. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi makan seseorang, salah satunya adalah pengetahuan. Kurangnya pengetahuan tentang gizi atau kemampuan menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari dapat mengakibatkan seseorang tersebut kurang mampu untuk memilih jenis makanan yang baik (Suhardjo, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap konsumsi lemak dan kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia di Puskesmas Kendalsari Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus, dan dilakukan pada bulan Juli 2013. Sampel yang digunakan diambil berdasarkan jumlah pasien rawat jalan dengan hiperkolesterolemia selama bulan Juli 2013 yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner dan dihitung menggunakan rumus. Untuk konsumsi lemak dan kolesterol menggunakan recall selama 3 hari yang selanjutnya dihitung menggunakan nutrisurvey. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini menunjukkan tidak adanya keterkaitan antara tingkat pengetahuan dan konsumsi lemak dan kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia. Kata Kunci: Hiperkolesterolemia, tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, lemak, kolesterol.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TINGKAT STRES IBU TERHADAP PERUBAHAN PERAN SEBAGAI SEORANG IBU DI BPM NY. NGADILAH, DESA ASRIKATON, KECAMATAN PAKIS, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KADHINDA HIDAYAT
NIM: 1002100068
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Marjati, SST., M.Pd. Pembmbing II : Rita Yulifah, S. Kp., M.Kes
Subjek: Tingkat Stres,Perubahan Peran
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hidayat, Kadhinda, 2013. Gambaran Tingkat Stres Ibu Terhadap Perubahan Peran Sebagai Seorang Ibu di BPM Ny. Ngadilah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing I : Marjati, SST., M.Pd. Pembmbing II : Rita Yulifah, S. Kp., M.Kes Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Setelah melahirkan seorang ibu menjalani dengan banyak perubahan baik psikologis maupun fisik. Seorang ibu nifas pasti juga mengalami perubahan peran, yaitu perubahan atau peralihan peran dari seorang perempuan biasa menjadi seorang ibu. Setiap perubahan yang dialami oleh seorang ibu nifas memerlukan suatu adaptasi, dan setiap adaptasi yang dialami oleh seorang ibu nifas memerlukan bantuan dan dukungan dari keluarga, sahabat,dan lingkungan sekitar untuk bisa dilalui dengan baik. Kegagalan dalam adaptasi selama perubahan peran ini akan membuat seorang ibu mengalami stres akibat tidak mampunya seorang ibu mengatasi masalah yang dirinya dan bayinya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat stres ibu terhadap perubahan peran sebagai seorang ibu di BPM Ny. Ngadilah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah descriptive, dengan populasi sebanyak 23 orang yang diambil melalui kantong persalinan bulan April 2013, dan jumlah sampel sesuai dengan jumlah populasi yaitu 23 orang , teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale) yang digunakan untuk mengukur tingkat stres ibu nifas. Hasil dari analisa data adalah sebanyak 91,3 % ibu nifas termasuk dalam kategori tidak stres (normal) dan sebanyak 8,7 % mengalami stres ringan akibat ketidak siapan psikologis menjadi seorang ibu. Kata kunci : Tingkat Stres, Perubahan Peran
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN TUGAS KELUARGA DALAM PERAWATAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI MALUKU

Lihat Detail Karya
Penulis: RAHMAN TAHIR
NIM: 1201420012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Dyah Widodo, SKp, M. Kes Pembimbing Pendamping A. Zani Pitoyo, SST, M. Kes.
Subjek: Tugas keluarga, perawatan, gangguan jiwa
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rahman Tahir Gambaran Tugas Keluarga Dalam perawatan pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku, Pembimbing Utama Dyah Widodo, SKp, M. Kes Pembimbing Pendamping A. Zani Pitoyo, SST, M. Kes. Gangguan jiwa merupakan penyakit yang dialami oleh seseorang yang mempengaruhi emosi, pikiran atau tingkah laku mereka, dan menimbulkan efek yang negatif bagi kehidupan mereka atau kehidupan keluarga mereka. Peran keluarga sangat diharapkan dalam penyembuhan pasien gangguan jiwa. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tugas keluarga dalam Perawatan pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan survey, pengambilan sampel purposive sampling didapatkan 60 sampel sesuai kriteria inklusi di poliklinik Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku berlangsung mulai bulan Pebruari-Juli 2013. Data diperoleh dari keluarga pasien dengan menggunakan kuesioner, dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil Penelitian peran tugas keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan cukup baik (66,7%), mengambil keputusan yang tepat cukup baik (60,0%), memberi perawatan anggota keluarga cukup baik (56,7%), mempertahankan suasana rumah baik (81,7%), menggunakan fasilitas kesehatan kurang baik (45,0%) dan tugas keluarga dalam merawat pasien di rumah kurang baik (43,3%). Di sarankan bagi penderita dan keluarga, diharapkan memahami tugas dan fungsinya serta bagaimana memahami proses-proses penyembuhan pasien gangguan jiwa. Kata kunci : Tugas keluarga, perawatan, gangguan jiwa.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ADE LINA PRATIWI
NIM: 1201440009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Ns, Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Dyah Ratnawati, Sp.PD.
Subjek: Dukungan Keluarga, Perawatan Diri, Diabetes Mellitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pratiwi, Ade lina (2013). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Perawatan Diri Pada Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Janti Kota Malang. Tugas Akhir, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Mellitus dan Edukator, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Ns, Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Dyah Ratnawati, Sp.PD. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Perawatan Diri, Diabetes Mellitus Jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia pada tahun 1995 mencapai lima juta dengan peningkatan sebanyak 230 ribu penderita diabetes melitus setiap tahunnya sehingga pada tahun 2005, diperkirakan mencapai 17 juta orang atau 8,6% dari jumlah penduduk. Dengan jumlah penderita DM tipe 2 yang semakin meningkat, perlu dukungan keluarga yang kuat dalam memberikan dampak positif terhadap perawatan diri dan juga mencegah timbulnya komplikasi pada pasien DM tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada pasien di Puskesmas Janti Kota Malang. Metode penelitian ini adalah cross sectional dan Purposive Sampling 30 responden, penelitian dilaksanakan selama 7 hari (17-23 Juli 2013) di Puskesmas Janti Kota Malang. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan tabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan Uji Statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada pasien DM tipe 2 masuk dalam kategori baik (50%), sedangan perawatan diri pada pasien DM tipe 2 masuk dalam kategori baik (63%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Janti Kota Malang dengan (p = 0,01). Rekomendasi untuk keluarga dan pasien DM tipe 2 dengan adanya dukungan keluarga terhadap perawatan diri pada pasien DM tipe 2 sangat diperlukan dalam pencegahan komplikasi DM tipe 2. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih dalam tentang dukungan keluarga yang lebih mendalam.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI ESENSIAL PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGREJO KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDANG HARIATI
NIM: 1102420011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes, Pembimbing II : Ika Yudianti, SST. M.Keb
Subjek: Hipertensi Esensial, Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Endang Hariati, 2013. Hubungan Antara Hipertensi Esensial Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR di Wilayah Puskesmas Karangrejo Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-IV Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes, Pembimbing II : Ika Yudianti, SST. M.Keb Banyak faktor resiko yang menyebabkan terjadinya BBLR. Salah satu faktor resiko yang meningkatkan terjadinya pertumbuhan janin yang lambat dan BBLR adalah hipertensi selama kehamilan. Ibu yang menderita hipertensi ketika hamil, akan mengalami disfungsi vaskuler plasenta yang dapat menyebabkan aliran darah ke plasenta terganggu, sehingga kebutuhan janin akan nutrisi dan oksigen tidak terpenuhi secara optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa kejadian BBLR di Puskesmas Karangrejo Kabupaten Pasuruan mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara hipertensi esensial pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Desain penelitian crossectional. Populasi penelitian berjumlah 34 orang, dan sampel berjumlah 34 orang yang diambil secara total sampling. Teknik analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian adalah (1) Sebagian besar (56%) responden mengalami hipertensi tingkat I (2) Sebagian besar (53%) ibu tidak mengalami kejadian BBLR (3) Ada hubungan yang signifikan antara hipertensi esensial pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Wilayah Puskesmas Karangrejo Kabupaten Pasuruan tahun 2012. Dari hasil kesimpulan diatas disarankan pada institusi Puskesmas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit untuk meningkatkan program surveilance epidemiology dan screening pada ibu hamil yang ada di wilayah binaan, melakukan home visite dan penatalaksanaan pengobatan bagi ibu hamil yang mengalami hipertensi secara rutin dan menganjurkan ibu hamil untuk melakukan kontrol rutin baik ke posyandu, puskesmas ataupun bidan praktek swasta. Kata Kunci : Hipertensi Esensial, Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
Cover KTI
tidak tersedia
2013

HUBUNGAN ANTARA INDEKS GLIKEMIK MENU, GLIKEMIK LOAD DAN CARA PENGOLAHAN MAKANAN PADA MENU DIET DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: Rinaningfitri Puspitasari
NIM: 1203400005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Diniyah Kholidah, SST.,S.Gz.,MPH dan Sugeng Iwan S, S.TP.,M. Kes
Subjek: indeks glikemik menu, glikemik load, cara pengolahan makanan, kadar glukosa darah 2 jam post prandia
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Rinaningfitri Puspitasari. 2013. Hubungan Antara Indeks Glikemik Menu, Glikemik Load dan Cara Pengolahan Makanan pada Menu Diet Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Kadar Glukosa Darah di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan Diniyah Kholidah, SST.,S.Gz.,MPH dan Sugeng Iwan S, S.TP.,M. Kes Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik, yang ditandai dengan peninggian kadar glukosa darah akibat berkurangnya kualitas insulin, sekresi insulin atau keduanya. Salah satu pilar penatalaksanaan diabetes mellitus adalah diet. Pemilihan bahan makanan dapat mempengaruhi kadar gula darah dan kenaikannya dalam tubuh tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi dan respons biologis atau fisiologisnya yang disebutkan dalam indeks glikemik. Penatalaksanaan terapi diet DM selama ini belum sepenuhnya memperhatikan hal tersebut. Jumlah karbohidrat dalam diet dapat bervariasi, maka diperlukannya metode yang lebih menilai secara keseluruhan (the whole package) yaitu glikemik load. Cara pengolahan dan komposisi zat gizi dapat mempengaruhi nilai indeks glikemik suatu makanan. Beberapa penelitian mengenai makanan siap saji telah dilakukan, namun hingga sekarang belum pernah dilakukan suatu penelitian mengenai estimasi nilai indeks glikemik suatu menu yang disusun berdasarkan standar diet DM, termasuk di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh menu diet diabetes mellitus pada penyelenggaraan makanan RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan semua pasien diabetes mellitus rawat inap. Jenis data yang dikumpulkan adalah gambaran umum pasien, indeks glikemik menu, glikemik load, cara pengolahan bahan makanan dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial. Data tersebut dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan form visual comstock. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson didapatkan hasil ada hubungan negatif dan tidak signifikan antara glikemik load dan kadar glukosa darah (r =-0.211). Hal ini berarti semakin tinggi nilai glikemik load maka semakin besar perubahan kadar glukosa darah. Akan tetapi pada analisis korelasi-regresi menunjukkan bahwa pengaruh glikemik load terhadap kadar glukosa darah hanya 4.5%. Hal ini dikarenakan, disamping faktor asupan masih banyak faktor yang ikut berpengaruh dalam penurunan kadar glukosa darah. Mengingat masih tingginya kadar glukosa darah responden, maka perlu adanya pemilihan bahan makanan penyusun menu dengan karbohidrat jenis polisakarida dan berindeks glikemik serta berglikemik load rendah yang dapat membantu penurunan kadar glukosa darah, dan lebih memperhatikan cara pengolahan yang dapat mempengaruhi nilai indeks glikemik bahan makanan. Kata kunci : indeks glikemik menu, glikemik load, cara pengolahan makanan, kadar glukosa darah 2 jam post prandial
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan