Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4921–4930 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MENGKONSUMSI SAYURAN HIJAU DI PUSKESMAS PEMBANTU TUNJUNGSEKAR KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ADIDHA SATYA N
NIM: 1001100042
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Ibu Lenni Saragih, SKM, M.Kes., Imam Subekti, S.Kep, M.Kep, Sp.Kom
Subjek: Hipertensi, Sayuran Hijau
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Yang Mengkonsumsi Sayuran Hijau di Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang. Adidha Satya N (2013) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ibu Lenni Saragih, SKM, M.Kes., (Pendamping) Imam Subekti, S.Kep, M.Kep, Sp.Kom Kata kunci: Hipertensi, Sayuran Hijau Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan paling berbahaya dalam kehidupan modern karena hipertensi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Tanpa pengobatan hipertensi ikut berperan dalam kematian ribuan orang karena komplikasinya lebih berbahaya seperti stroke dan serangan jantung. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam upaya menurunkan tekanan darah, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran hijau. Sayuran Hijau memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah karena kandungan mineralnya yaitu potasium, magnesium, dan pospor. Makanan yang kaya akan mineral ini menurunkan tekanan darah secara langsung dengan cara membantu saluran arteri lebih lebar dan fleksibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari gambaran penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yang mengkonsumsi sayuran hijau di Wilayah Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Sampel diambil dari warga yang menderita hipertensi yang mengkonsumsi sayuran hijau di Wilayah Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang dengan teknik purposif sampling. Besar responden yang didapatkan sebanyak 30 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tensimeter air raksa dan analisa data menggunakan analisa deskriptif Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebagian besar atau 18 responden (60%) mengalami penurunan tekanan darah, hampir setengah atau 8 responden (26,7%) tekanan darahnya tetap dan sebagian kecil atau 4 responden (13,3%) mengalami kenaikan tekanan darah. Dari hasil penelitian diatas diharapkan masyarakat dapat mengatasi hipertensi dengan cara menggunakan obat tradisional maupun non tradisional. Salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran hijau secara teratur yang dikombinasikan dengan terapi obat, serta menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERAN IBU DALAM MELATIH KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS DESA TLOGOWARU KEDUNGKANDANG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INTAN AYU SYLVIANA
NIM: 1002100067
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., S. Psi., M. Pd, Jenny J. S. Sondakh, M. Clin. Mid.
Subjek: autisme, peran ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sylviana, Intan Ayu. 2013. Gambaran Peran Ibu Dalam Melatih Kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Desa Tlogowaru Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan, Pembimbing (Utama) Herawati Mansur, SST., S. Psi., M. Pd, (Pendamping) Jenny J. S. Sondakh, M. Clin. Mid. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu yang lain yang meliputi kontak mata, komunikasi dan perilaku. Salah satu ciri khas dari keterlambatan anak autis adalah ketidakmampuan dalam berinteraksi sosial. Interaksi sosial perlu dikembangkan sejak usia dini pada anak autis karena hal ini yang dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak autis tersebut. Ibu adalah orang pertama yang dikenal anak dan yang mengenalkan anak tentang lingkungan. Peran ibu salah satunya sebagai pendidik anak menjadi peran yang sangat mutlak, sehingga ibu harus mampu mendidik anaknya dengan baik, apapun keadaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran ibu dalam melatih kemampuan interaksi sosial pada anak autis. Desain penelitian ini adalah penelitian deskribtif, dengan populasi 20 ibu rumah tangga yang mempunyai anak autis, menggunakan Teknik Total Sampling , jumlah sampel yang didapat adalah 20 responden. Pengambilan data ini dengan cara menggunakan Kuesioner yang diukur dengan skala likert. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan T skor. Hasil penelitian bahwa sebanyak 3 responden (15 %) termasuk dalam kategori peran ibu tinggi, sebanyak 15 responden (75 %) kategori peran ibu sedang dan 2 responden (10 %) dalam kategori peran ibu rendah. Rata – rata peran ibu dalam melatih kemampuan interaksi sosial anak autis adalah termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa rata – rata ibu kadang – kadang memberikan stimulus atau melatih kemampuan interaksi sosial anak autis khususnya. Peran ibu ini dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor diantaranya pengetahuan ibu, pendidikan dan usia ibu. Oleh sebab itu, diperlukan adanya pelatihan khusus untuk mengikutsertakan peran ibu dalam melatih kemampuan interaksi sosial pada anak autis khususnya. Kata Kunci : Autisme, Interaksi Sosial, Peran Ibu
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERAN IBU USIA REMAJA DI DESA GUNUNG REJO KECAMATAN SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: MARIA ULFA
NIM: 1002100073
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: pembimbing (I): Sri Rahayu, S.Kep.Ns., M.Kes (II): Wandi, S.Kep.Ns., M.Pd.
Subjek: Peran ibu, usia remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran peran ibu usia remaja di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Singosari. KTI. Program Studi Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Malang. 2013. Maria Ulfa. 2013. Komisi pembimbing (I): Sri Rahayu, S.Kep.Ns., M.Kes (II): Wandi, S.Kep.Ns., M.Pd. Peran adalah pola perilaku, sikap, nilai, dan aspirasi yang diharapkan individu berdasarkan posisinya di masyarakat. Peran sebagai ibu adalah suatu hal yang cukup menguras tenaga, apalagi bagi ibu yang usianya masih sangat muda. Apabila peran sebagai ibu tidak dapat dilakukan dengan baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya serta berisiko mengalami perlakuan salah dan penelantaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah memeperoleh gambaran peran ibu usia remaja Desa Gunung Rejo, Kecamatan Singosari. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia remaja yang memiliki anak di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari sejumlah 50 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 50 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner kemudian di olah dan dikategorikan menjadi baik, cukup baik dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu usia remaja hampir keseluruhan memiliki peran cukup baik sebanyak 96% (n=50) dan hanya 4% (n=50) dalam kategori baik. Hal ini berarti hampir keseluruhan ibu cukup mampu melakukan peran sebagai orang tua yang meliputi sebagai istri dari suami, mengurus rumah tangga,mengasuh dan mendidik anak, pelindung dan salah satu anggota masyarakat dari kelompok sosialnya, serta pencari nafkah tambahan dalam keluarganya, walaupun demikian untuk menjadi ibu yang baik sebaiknya tidak menikah di usia remaja. Kata kunci : Peran ibu, usia remaja
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH TERJADINYA KEKAMBUHAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIKA NENDISSA
NIM: 1201420013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Albertus Setijono. SST.MPd. Pembimbing II : Kissa Bahari. S.Kep, M.Kep
Subjek: Peran keluarga, Pencegahan kekambuhan, skizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rika Nendissa 2013. Gambaran peran serta keluarga dalam mencegah terjadinya kekambuhan pada klien skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Skripsi Program Studi D-IV Keperawatan Jiwa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Albertus Setijono. SST.MPd. Pembimbing II : Kissa Bahari. S.Kep, M.Kep. Kata Kunci: Peran keluarga, Pencegahan kekambuhan, skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang di perkirakan memiliki kecendrungan untuk kambuh (relaps). Klien skizofrenia memerlukan pengobatan dengan waktu yang relatif lama sehingga memerlukan dukungan keluarga dalam perawatan klien di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan peran keluarga dalam mencegah terjadinya kekambuhan pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Desain penelitian yang di gunakan adalah Deskriptif. jumlah sampel sebanyak 76 responden. dan pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling . Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini: Peran keluarga dalam merawat klien dengan skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang sebagian besar (83%) berperan baik. Peran keluarga dalam pemberian obat (psikofarmaka) di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Dr. Radjiman wediodiningrat lawang mayoritas berperan baik (91%) dan peran keluarga dalam mencegah kekambuhan (kontrol) di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Dr. Radjiman Lawang Sebagian besar (89%) adalah berperan baik.Kesimpulan penelitian ini adalah peran keluarga dalam mencegah kekambuhan di Rumah Sakit Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang sangat baik. Saran dari penelitian ini, bagi Rumah sakit khususnya di Poliklinik agar lebih meningkatkan peran keluarga dalam mencegah kekambuhan klien skizofrenia dengan berbagai pendekatan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SETELAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA SISWA SD KELAS V DI SDN BRONDONG IV LAMONGAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ARINI FARIDAH EL ISLAMIYAH
NIM: 1001100004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama) Imam Subekti, Skp, M.Kep, Sp.Kom, (pendamping) Lenni Saragih, SKM, M. Kes
Subjek: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Siswa Kelas V, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD Kelas V Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan di SDN Brondong IV. Arini Faridah El I (1001100004). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politekhnik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) Imam Subekti, Skp, M.Kep, Sp.Kom, (pendamping) Lenni Saragih, SKM, M. Kes. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Siswa Kelas V, Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan prilaku yang dipraktikkan atas dasar keseadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan (Depkes RI, 2006). melalui proses pendidikan anak akan belajar untuk kooperatif, bersaing dengan orang lain, serta belajar peraturan-peraturan yang berlaku. Maka dimungkinkan dengan adanya pendidikan kesehatan para siswa mampu mengurangi atau mencegah terjadinya perilaku tidak sehat. Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Desain penelitian ini adalah deskriptif survey yang bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD setelah diberikan Pendidikan Kesehatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 Juli 2013. Subyek penelitian ini adalah anak kelas V di SDN Brondong IV Lamongan, yang populasinya berjumlah 32 siswa, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan instrumen penelitian kuesioner dan lembar chek point. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil yaitu sebagian besar berperilaku Baik setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan jumlah 26 siswa (81%). Sehingga siswa diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Gambaran PHBS siswa SD kelas V SDN Brondong IV sebagian besar memiliki perilaku Baik. Dalam hal ini diharapkan instansi kesehatan dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan PHBS di Sekolah. Upaya-upaya yang dapat dilakukan yakni dengan pemberian re-edukatif tentang PHBS kepada siswa. Sehingga akan tercipta generasi masa depan yang sehat dan berwawasan luas.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERILAKU IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SALAMATUL IMANIA
NIM: 1002100035
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II Tarsikah M. Keb
Subjek: Frekuensi, Posisi, Hubungan Seksual.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Imania, Salamatul. 2013. Gambaran Perilaku Ibu Hamil Tentang Hubungan Seksual Selama Kehamilan Di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Program Studi D-III Kebidanan Malang. Pembimbing I Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II Tarsikah M. Keb. Kehamilan bukan merupakan suatu alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan fisiologis dan psikologis. Hubungan seksual selama kehamilan dapat dilakukan oleh pasangan asalkan sesuai anjuran kesehatan. Posisi yang dianjurkan adalah posisi ibu diatas, posisi tidur miring, posisi duduk, dan posisi berlutut serta dianjurkan ibu untuk menggunakan kondom sewaktu melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran perilaku ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan. Desain penelitian adalah deskriptif dengan populasi 55 ibu hamil. Sampel penelitian 48 responden yang dipilih dengan teknik random sampling, kemudian data di dianalisis dengan menggunakan persentase. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian 65% responden tidak melakukan hubungan seksual sesuai anjuran kesehatan sedangkan 69% responden menggunakan posisi tidak sesuai anjuran kesehatan dan 98% responden tidak menggunakan alat bantu. Kata Kunci: Frekuensi, Posisi, Alat Bantu, Hubungan Seksual.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA USIA DEWASA MUDA (18-25 TAHUN) DI KELURAHAN KARANG BESUKI RW.02 KECAMATAN SUKUN-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AMIRUL MU’MININ HP
NIM: 1001100049
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, MPH. Pembimbing (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes
Subjek: Osteoporosis, Perilaku Pencegahan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Perilaku Pencegahan Osteoporosis Pada Wanita Usia Dewasa Muda (18-25 Tahun) Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun-Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei oleh Amirul Mu’minin HP, NIM 1001100049, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, MPH. Pembimbing (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. Kata Kunci : Osteoporosis, Perilaku Pencegahan Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta risiko terjadinya patah tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan tentang osteoporosis pada wanita usia dewasa muda (18-25 tahun). Desain penelitian ini adalah deskriptif survei. Pengumpulan data dilakukan pada minggu ke-I bulan juli 2013. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan questioner angket. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencegahan baik tentang osteoporosis sebanyak 41 (32%) responden, perilaku pencegahan sedang/cukup tentang osteoporosis sebanyak 46 (35%) responden, dan 43 (33%) responden berperilaku pencegahan kurang tentang osteoporosis. Saran kedepan adalah pentingnya peran perawat, selain meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan juga menekankan kepada masyarakat pentingnya tindakan pencegahan itu sendiri, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Bagi pendidikan keperawatan sebaiknya saat praktik lapangan lebih ditekankan kepada penyuluhan mengenai osteoporosis kepada wanita usia dewasa muda (18-25 tahun) dan keluarga, karena sebagai orang terdekat keluarga memiliki peran yang penting untuk saling menjaga kesehatan anggota keluarganya, dan jika dana mencukupi, bekerja sama dengan berbagai pihak sebaiknya dilakukan pemeriksaan kepadatan tulang untuk mengetahui sejak dini kejadian osteoporosis.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERILAKU PERAWAT INSTRUMEN DI KAMAR OPERASI EKSTIRPASI TERHADAP STERILITAS INSTRUMENT PASIEN OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YELIS NIKEN HARINI
NIM: 1201410038
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno, S.Kep,Ns,M.Kep, (Pendamping) dr. Istan Firmansyah, Sp. O
Subjek: Perilaku Perawat Instrument, sterilitas intrument
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Perilaku Perawat Instrumen Di Kamar Operasi Ekstirpasi Terhadap Sterilitas Instrument Pasien Operasi Di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Yelis Niken Harini (2013), Skripsi, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno, S.Kep,Ns,M.Kep, (Pendamping) dr. Istan Firmansyah, Sp. OT Kata Kunci : Perilaku Perawat Instrument, sterilitas intrument Pencegahan infeksi nosokomial memerlukan suatu rencana yang terintegrasi, monitoring dan program yang termasuk membatasi transmisi organism dari atau antar pasien dengan cara mencuci tangan dan penggunaan sarung tangan, tindakan septik dan aseptik, sterilisasi dan desinfektan, mengontrol resiko penularan dari lingkungan, melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang cukup, dan vaksinasi, membatasi resiko infeksi endogen dengan meminimalkan prosedur invasif dan pengawasan infeksi, identifikasi penyakit dan mengontrol.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku perawat instrumen di kamar operasi ekstirpasi dalam melakukan sterilitas instrument pasien operasi di IBS Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian ini adalah study kasus, dengan menggunakan lembar kuisioner dan observasi, besar subyek 2 responden, penelitian ini dilakukan sejak tanggal 2-19 Juli 2013. Responden dalam penelitian ini adalah petugas kamar operasi yang menjadi perawat instrument dalam operasi ekstirpasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden 1 (Ny.E) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sikap kategori baik, dan praktik dalam kategori baik. Pada responden 2 (Ny.D) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sikap kategori baik serta praktik dalam kategori sedang. Peneliti menyarankan bagi petugas kamar operasi yang memiliki perilaku baik untuk mempertahankan dan meningkatkan sedangkan pada petugas kamar operasi yang perilaku sedang untuk meningkatkan dengan menambah pelatihan dan melanjutkan pendidikan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan skala responden lebih besar agar hasil yang didapatkan lebih maksimal.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PUTRI DI SMK MUHAMMADIYAH 7 GONDANGLEGI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIKA NOVERA
NIM: 1002100091
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Supervisor Main: Dra.Susilaningsih., Kes, Supervisor Companion: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd
Subjek: Sexual Behavior
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Novera, Tika. 2013. Overview Sexual Behavior Young Women at SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Scientific Writing, Program Midwifery Studies, Polytechnic of Health Ministry of Health Malang, Supervisor Main: Dra.Susilaningsih., Kes, Supervisor Companion: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd In the social life of teens, they began to be attracted to the opposite sex and start dating. If in this case the parents do not understand, then ban it, it will cause problems, and teenagers will be covered on their parents. Issues of sexuality are commonly faced by adolescents is a matter of sexual drive. When the sex drive is too big so the conflict is strong, then the sex drive is likely to be won with various excuses to justify themselves. The purpose of this study is to get an overview of sexual behavior in young women 7 Gondanglegi SMK Muhammadiyah Malang. The study design was a descriptive survey. Sampling of 70 respondents from a population of 85 young women with sampling techniques purposive sampling. Data collection using questionnaires. Data were analyzed and presentation using frequency distribution. The results showed that sexual behavior girls on Awakening and Exploration as many as 24 people (34.28%), Autosexuality: Masturbation by 1 person (1.43%), Heterosexuality: kissing and necking as many as 37 people (52.86%), Heterosexuality: a. Light petting b. Heavy petting as many as 6 people (8.57%) and Heterosexuality: Copulaation by 2 people (2.86%). Based on the study, researchers suggested to SMK Muhammadiyah Malang 7 Gondanglegi if there are activities outside the academic activities such as street vendors, especially young students should still be monitored from the school or parents. Besides health workers should also provide information about the consequences of promiscuity and its impact on adolescent reproductive health. Keywords: Sexual Behavior
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA MADYA DI PANTI ASUHAN SUNAN AMPEL MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AMBAR SULISTYOWATI
NIM: 1002100002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Dra. Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping : Heny Astutik, S.Kep.Ns.,M.Kes.
Subjek: Bidan,Remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sulistyowati, Ambar, 2013. Gambaran Perkembangan Sosial Remaja Madya di Panti Asuhan Sunan Ampel Malang. Karya Tulis Ilmiah. Prodi D III Kebidanan Malang. Pembimbing Utama : Dra. Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping : Heny Astutik, S.Kep.Ns.,M.Kes. Memasuki masa remaja berarti memasuki tahap storm and stress dalam perkembangan jiwa manusia. Menurut Napitupulu (2007), salah satu lingkungan yang berperan membantu remaja agar menjadi lebih baik dan siap dalam menghadapi tugas perkembangan adalah keluarga. Hal ini menjadi berbeda dengan remaja yang tinggal di panti asuhan, karena peran keluarga inti telah tergantikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran perkembangan sosial remaja madya di Panti Asuhan Sunan Ampel Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan yaitu anak asuh di panti asuhan yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 32 remaja. Dengan menggunakan teknik total sampling, besar sample adalah 32 remaja. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang telah diuji validitas dan uji reliabilitasnya. Dari hasil analisa data deskriptif menunjukan tingkat perkembangan sosial remaja madya sebagian besar berada dalam kategori sedang yaitu sebanyak 23 orang (72%), dalam kategori perkembangan sosial kurang sebanyak 6 orang (19%), sedangkan hanya 3 orang (9%) yang termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa sebagian besar perkembangan sosial remaja di panti asuhan Sunan Ampel Malang dalam kategori sedang. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan masukan bagi pengasuh untuk meningkatkan kondisi yang mendukung perkembangan sosial remaja di panti asuhan. Kata Kunci: perkembangan sosial, remaja
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan