Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4891–4900 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN STRES KELUARGA DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAYA ZULVA AMINI
NIM: 1201420002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S Kp., M Pd. Pembimbing (Pendamping) Lenni Saragih, SKM, M Kes.
Subjek: Stres Keluarga, Anggota Keluarga yang Mengalami Skizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Amini, Maya Zulva (2013). Gambaran Stres Keluarga dengan Anggota Keluarga yang Mengalami Skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Jurusan Keperawatan Program Studi D-IV Keperawatan Minat Keperawatan Jiwa Tahun 2013. Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S Kp., M Pd. Pembimbing (Pendamping) Lenni Saragih, SKM, M Kes. Kata Kunci : Stres Keluarga, Anggota Keluarga yang Mengalami Skizofrenia Stres merupakan usaha penyesuaian diri, jika tidak dapat mengatasinya dengan baik, maka akan muncul gangguan badani, perilaku tidak sehat ataupun gangguan jiwa. Tingkatan stres dikategorikan dalam 5 tingkatan, yaitu: Normal, Ringan, Sedang, Berat, dan Sangat Berat. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal disuatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Desain Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi atau gambaran, dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti melakukan pengukuran variabel pada satu waktu. Populasi pada penelitian ini adalah semua keluarga pasien dengan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia yang berobat ke poliklinik jiwa RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia sesuai kriteria inklusi. Besarnya sampel yang digunakan sebanyak 102 orang. Hasil Uji SPSS diperoleh nilai Modus = 2 dimana tingkatan stres pada keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami skizifrenia pada tingkatan ringan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran dalam penatalaksanaan pasien dengan skizofrenia, keluarga diberikan informasi secara menyeluruh dalam penanganan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN EFEKTIFITAS DESINFEKTAN IODINE DAN IODINE PLUS ALKOHOL DI IBS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SYAMSU MAHARDHIKA HIDAYAT
NIM: 1201410040
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Arief Bachtiar S.Kep.Ns, M.Kep, Setyo Harsoyo SKM
Subjek: Efektifitas, desinfektan, iodine, alkohol
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Syamsu Mahardhika Hidayat. 2014. Gambaran efektifitas desinfektan iodine dan iodine plus alkohol di IBS lavalette malang. Skripsi. Jurusan Keperawatan. Prodi D IV Perioperatif. Pembimbing I: Arief Bachtiar S.Kep.Ns, M.Kep, Pembimbing II: Setyo Harsoyo SKM Kata kunci: Efektifitas, desinfektan, iodine, alkohol. Efektivitas menurut bahasa adalah ketepatan gunaan, hasil guna, menunjang tujuan. Pada beberapa tindakan operasi ada yang menggunakanan antiseptik yang berbeda yaitu iodine dan iodine plus alkohol dalam melakukan desinfeksi. Penelitian yang berjudul “Gambaran efektifitas desinfektan iodine dan iodine plus alkohol di ibs lavalette malang” adalah langkah rasional untuk menjawab, membuktikan kebenaran isu tersebut. Masalah-masalah pokok yang perlu dijawab adalah bagaimanakah gambaran efektifitas desinfektan iodine dan iodine plus alkohol di IBS Lavalette Malang? Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Sampling kuota yaitu sebanyak 5 pasang. Hasil Penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa hasil mean rank pada analisa jumlah mikroorganisme post perlakuan iodine lebih besar dari pada nilai mean rank pada analisa mikroorganisme post perlakuan iodin plus alkohol. Ini menggambarkan bahwa iodine plus alkohol lebih baik daripada iodine. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dalam mengirimkan sampel diusahakan wadah tetap dalam keadaan dingin, bisa disiasati dengan memberikan es di dalam termos agar suhu terjaga sehingga suhu sampel tidak begitu tinggi. Suhu tinggi bisa membuat perkembangan bakteri semakin cepat.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN EMOSI PADA REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME DI WILAYAH KOTA MALANG (Studi Kasus Deskriptif Eksploratif)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNISA’ NURHIDAYAH
NIM: 1001100052
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) A. Zani Pitoyo, SST, M.Kes.
Subjek: Emosi, Remaja, Broken Home
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Emosi pada Remaja yang Mengalami Broken Home di Wilayah Kota Malang. Annisa’ Nurhidayah (2013). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus. Program Studi Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) A. Zani Pitoyo, SST, M.Kes. Kata Kunci : Emosi, Remaja, Broken Home Broken Home dapat mempengaruhi perkembangan emosi remaja. Remaja yang mengalami broken home cenderung memiliki jenis emosi patologis yaitu kemarahan, kesedihan dan ketakutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran emosi pada remaja yang mengalami broken home di wilayah Kota Malang. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Subyek penelitian adalah remaja yang mengalami broken home (perceraian) sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Teknik analisa data kuantitatif untuk mengetahui jenis emosi, untuk penyebab, dampak, dan cara mengatasi emosi di analisa secara kualitatif. Hasil studi kasus diperoleh 2 subyek penelitian memiliki jenis emosi kesedihan, 1 subyek penelitian memiliki jenis emosi kemarahan, penyebab kesedihannya yaitu teringat oleh masa lalu saat keluarga masih harmonis, penyebab kemarahannya yaitu kecewa dengan keadaan saat ini, dampak emosi subyek I yaitu sulit berkonsentrasi saat belajar dan prestasi di sekolah menurun, subyek II yaitu prestasi di sekolah menurun, membanting-banting barang, dan berantem, subyek III yaitu sulit berkonsentrasi saat belajar, prestasi di sekolah menurun, dan menangis, cara mengatasi emosi pada subyek I dengan bermain futsal, subyek II dengan bermain track-trackan (kebut-kebutan) dan merokok, subyek III dengan beribadah dan menulis diary. Jadi, subyek I dan III mampu mengendalikan emosinya dengan hal-hal yang positif (mekanisme koping adaptif) sedangkan subyek II kurang mampu mengendalikan emosinya dengan hal-hal yang positif (mekanisme koping maladaptif). Rekomendasi dari studi kasus ini, diharapkan subyek penelitian dapat meningkatkan pengendalian emosinya ke arah yang lebih baik (positif).
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN EMOSIONAL PADA LANSIA YANG KESEPIAN (LONELINESS) SEBELUM DAN SETELAH DI LAKUKAN BIBLIOTERAPI DI PANTI GRIYA ASIH LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSI PUSPITASARI
NIM: 1001100020
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Djoko Setyono, SKM, M.Kes, (Pendamping) Joko Wiyono, SKp, M.Kep, Sp.Kom
Subjek: Emosional, Kesepian, Biblioterap
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Emosional pada Lansia yang Kesepian (Loneliness) sebelum dan setelah dilakukan Biblioterapi d Panti Griya Asih Lawang. Lusi Puspitasari (1001100020). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Djoko Setyono, SKM, M.Kes, (Pendamping) Joko Wiyono, SKp, M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci : Emosional, Kesepian, Biblioterapi Lansia merupakan seseorang yang mencapai usia di atas 60 tahun lebih yang telah mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Kesepian merupakan masalah psikologis yang terbanyak dialami oleh lanjut usia. Salah satu faktor yang mengurangi masalah emosional pada lansia yang kesepian adalah dengan biblioterapi. Biblioterapi merupakan terapi menggunakan pustaka untuk proses penyembuhan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran emosional pada lansia yang kesepian (loneliness) sebelum dan setelah dilakukan biblioterapi di Panti Griya Asih Lawang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan desain deskriptif observatif dengan satu subyek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013. Pengambilan data menggunakan pedoman wawancara mendalam (Depth Interview) dan diolah dalam bentuk narasi atau tekstular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurang lebih 1 minggu pada responden yang mengalami gangguan emosional karena kesepian, setelah dilakukan biblioterapi terjadi perubahan emosional berdasarkan keempat komponen emosi yaitu respon atau reaksi tubuh internal, keyakinan atau penilaian kognitif, ekspresi wajah, dan reaksi terhadap emosi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah diharapkan peneliti selanjutnya hendaknya membandingkan metode lain untuk mengurangi masalah emosional pada lansia yang kesepian, diharapkan peneliti selanjutnya harus mempunyai persiapan dan ahli sebagai alat penggumpul data wawancara mendalam untuk menggali data secara mendalam, diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan desain partisipatif observatif untuk hasil yang lebih mendalam, dan diharapkan peneliti selanjutnya memperhatikan dan mendalami proses diskusi biblioterapi untuk hasil yang lebih akurat.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AHMAD DIKRULLAH
NIM: 1101100005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep, Pembimbing (II) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns. M.Kep.
Subjek: PPOK, Faktor-Faktor Kekambuhan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Faktor - Faktor yang Menyebabkan Kekambuhan Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang. Ahmad Dikrullah (2014). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (I) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep, Pembimbing (II) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns. M.Kep. Kata Kunci : PPOK, Faktor-Faktor Kekambuhan. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara disaluran nafas yang tidak sepenuhnya reversibel. Data WHO menunjukkan pada tahun 2002 PPOK menempati urutan ke-4 penyebab kematian di dunia setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan PPOK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey, untuk menggambarkan faktor penyebab kekambuhan pada pasien PPOK. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen Malang tanggal 5 Februari – 5 Maret 2014 dengan jumlah sampel 18 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden adalah laki-laki (100%), setengah responden berumur antara 66-75 tahun (50%), seluruh responden sudah menikah (100%), lebih dari setengah responden berpendidikan SD (56%), lebih dari setengah responden sering mengalami kekambuhan (56%), faktor kegagalan program pengobatan menjadi faktor yang paling besar menjadi penyebab kekambuhan PPOK, data yang ditemukan 83% responden menyatakan masih merokok, faktor aktivitas fisik berlebihan dan infeksi saluran napas menjadi faktor kedua terbesar penyebab kambuhnya pasien PPOK, data yang ditemukan 72% responden menyatakan sering bekerja berat dan 72% responden menyatakan akhir-akhir ini menderita flu, faktor alergen dan polusi udara mempunyai presentase yaitu 61% responden menyatakan mempunyai rumah yang terpapar debu dan 61% responden menyatakan ada anggota keluarga di rumah yang merokok, faktor stress emosional mempunyai presentase yaitu 44% responden menyatakan banyak memikirkan masalah. Hasil penelitian merekomendasikan tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan mengenai faktor-faktor penyebab kekambuhan PPOK kepada masyarakat yang berobat di rumah sakit tersebut.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AURA AULIA ISTIQOMAH
NIM: 1001100054
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, SKp. Mpd, (Pendamping) Tri Anjaswarni, SKp, M.Kep
Subjek: Harga Diri, Remaja, Tuberkulosis Paru
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Harga Diri Pada Remaja Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang (Studi Kasus Deskriptif). Aura Aulia Istiqomah (2013). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, SKp. Mpd, (Pendamping) Tri Anjaswarni, SKp, M.Kep. Kata Kunci : Harga Diri, Remaja, Tuberkulosis Paru Dalam proses penerimaan diberbagai aktivitas sosial, remaja dengan penyakit Tuberkulosis (TB) dapat menemukan kesulitan – kesulitan dan gangguan-gangguan yang mempengaruhi harga diri karena TB sering kali mendapatkan stigma sosial yang negative. Ini dapat mempengaruhi konsep diri dan rasa percaya diri pada seorang remaja dengan tb paru, memungkinkan remaja penderita tb merasa minder dengan penyakitnya. Tujuan dari studi kasus ini adalah mendeskripsikan gambaran harga diri pada remaja penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo kota Malang. Metode penelitian studi kasus ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan menggunakan 2 subjek penelitian (laki-laki dan perempuan). Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur, data disajikan secara narasi. Hasil studi kasus menunjukkan Sdr.M dan Nn.E sama-sama memiliki harga diri yang tinggi. Rekomendasi untuk peniliti selanjutnya diharapkan mengembangkan instrument penelitian lebih mendalam sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang harga diri pada remaja penderita TB paru.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II YANG MELAKUKAN SENAM DIABETES

Lihat Detail Karya
Penulis: Fajri Hidayatullah
NIM: 1001100063
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, Skp, M.Kep,Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep Ns, M.Kes
Subjek: Kadar gula darah acak, penderita Diabetes Mellitus tipe II, senam Diabetes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kadar Gula Darah Acak Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Yang Melakukan Senam Diabetes. Fajri Hidayatullah (2013). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Keprawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Polteknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : (Utama) Joko Pitoyo, Skp, M.Kep, (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep Ns, M.Kes. Olahraga pada penderita DM penting untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah sehingga terhindar dari koplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan. Olahraga secara umum bermanfaat bagi penatalaksanaan DM, akan tetapi tidak dapat dilepaskan dari lima pilar penatalaksanaan DM yang lain. Olahraga yang dianjurkan untuk penderita DM adalah aerobic low impact dan ritmis seperti berenang, jogging, bersepeda dan senam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar gula darah acak pada penderita diabetes mellitus tipe II terhadap kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan senam diabetes.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survei. Sampel yang diambil berjumlah sepuluh responden yang merupakan anggota STI kota Malang. Pengumpulan data dengan observasi secara langsung dan menggunakan menggunakan kuisoner sebagai data pelengkap lalu diintepretasikan dalam bentuk deskriptif dan tabel. Hasil dari studi kasus menunjukkan kadar GDA sebelum melakukan senam sebanyak 66.5 % dalam kategori tinggi dan sisanya sebanyak 33.5% dalam batas normal. Sedangkan kadar GDA setelah melakukan senam sebanyak 60% ;responden dalam kategori tinggi dan sisanya sebanyak 40% dalam batas normal. Rekomendasi penelitian pengaruh lima pilar penatalaksanaan diabetes mellitus terhadap kadar gula darah. Selanjutnya dengan adanya hasil gambaran dari sepuluh responden menjadi bahan kajian evaluasi pembelajaran bagi responden penderita diabetes di kelompok senam Tera kota malang agar tidak hanya menjalankan satu pilar penatalaksaan DM saja akan tetapi empat pilar yang lain juga harus dipentimbangkan. Kata Kunci : Kadar gula darah acak, penderita Diabetes Mellitus tipe II, senam Diabetes
Cover KTI
tidak tersedia
2013

Gambaran Kebersihan Gigi Dan Mulut (Oral Hygiene) Sebelum Dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Pada Siswa SDN 02 Wonosari

Lihat Detail Karya
Penulis: Devi Ratnasari
NIM: 1001100007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Tavip Dwi W,S.Kep Ns, Mkes, (Pendamping) Rudi Hamarno, S.Kep Ns, Mkep
Subjek: Kebersihan Gigi Dan Mulut, Sebelum, Sesudah, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kebersihan Gigi Dan Mulut (Oral Hygiene) Sebelum Dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Pada Siswa SDN 02 Wonosari. Devi Ratnasari (1001100007). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Study DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi W,S.Kep Ns, Mkes, (Pendamping) Rudi Hamarno, S.Kep Ns, Mkep. Kata Kunci : Kebersihan Gigi Dan Mulut, Sebelum, Sesudah, Pendidikan Kesehatan Rongga mulut memiliki 2 peran yaitu sebagai tempat masuknya nutrisi juga merupakan alat sebagai penyampaian informasi secara verbal. Keadaan gigi dan mulut yang sehat dapat mengoptimalkan suplay nutrisi yang masuk ke rongga mulut. Suplai nutrisi yang tidak diimbangi dengan kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan gigi dan mulut mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan gigi dan mulut (oral hygiene) sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pada siswa SDN 02 Wonosari, Malang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif survey dengan 26 responden kelas 3 di SDN 02 Wonosari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2013 bertempat di SDN 02 Wonosari. Pengambilan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner serta melakukan observasi. Selanjutnya para siswa diberikan pendidikan kesehatan tentang kebersihan gigi dan mulut. Evaluasi dilakukan 4 hari setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Observasi pertama dan pelaksanaan pendidikan kesehatan dilakukan pada tanggal 25 juni 2013, observasi selanjutnya dilakukan pada tanggal 29 juni 2013. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 14 responden (54%) memiliki kebersihan gigi dan mulut yang baik dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan hasilnya menjadi 22 responden (85%) dengan kebersihan gigi dan mulut yang baik. Rekomendasi dari penilitian ini bagi para siswa sebaiknya pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan terutama mulut dan gigi harus ditekankan dan dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut khususnya pada anak usia sekolah. Rekomendasi dalam penelitian ini untuk peneliti selanjutnya adalah memberikan pendidikan kesehatan pada seluruh siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggunakan metode demontrasi perawatan gigi dan mulut yang benar secara berkala.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN KECEMASAN PADA PASIEN PRA OPERASI KATARAK DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KAB.MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INDA INDRIATI
NIM: 1001100015
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep,Ns, M.Kep
Subjek: Kecemasan, Pra Operasi, Katarak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Katarak di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kab. Malang. Inda Indriati (2013). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep,Ns, M.Kep Katarak (lensa mata keruh) adalah suatu keadaan dimana lensa mata biasanya jernih dan bening menjadi keruh. Hal itu yang menyebabkan kecemasan pada pasien pra operasi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan dan penyebab kecemasan. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 subjek penelitian. Teknik pengumpulan data kecemasan dan penyebab kecemasan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan cara wawancara. Hasil penelitian dari 2 responden, yaitu responden I memiliki tingkat kecemasan sedang dan penyebab kecemasan utama adalah tindakan operasi yang akan dilakukan, dan responden II memiliki tingkat kecemasan ringan dan penyebab kecemasannya adalah gangguan penglihatan (kabur). Kesimpulan studi kasus ini bahwa kecemasan pada pasien pra operasi katarak bervariasi. Saran studi kasus ini, bagi pasien untuk meningkatkan mekanisme koping yang dimilikinya, bagi perawat untuk mengajarkan teknik relaksasi seperti nafas dalam atau imajinasi terpimpin, dan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan respon fisik pada pasien pra operasi katarak. Kata Kunci : Kecemasan, Pra Operasi, Katarak
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN KEJADIAN ABORTUS YANG DISEBABKAN PERNIKAHAN DINI DI RUMAH SAKIT KANJURUHAN

Lihat Detail Karya
Penulis: NI PUTU AYU ESTI KARTIKA RINI
NIM: 1002100077
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II : Didien Ika Setyarini,
Subjek: pernikahan dini,usia ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kartika Rini, Ni Putu Ayu Esti (2013) Gambaran Kejadian Abortus Yang Disebabkan Pernikahan Dini di Rumah Sakit Kanjuruhan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, S.Si,T.M.Keb Abortus adalah salah satu proses berakhirnya kehamilan dimana janin belum mampu hidup di luar rahim (belum viable) dengan kriteria usia kehamilan <20 minggu atau berat janin <500 g. Endometrium yang belum siap menerima hasil konsepsi adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya abortus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian abortus yang disebabkan pernikahan dini di Rumah Sakit kanjuruhan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang terdiagnosa abortus usia < 16 tahun dengan jumlah sampel 21 diambil secara Purposive Sampling dari buku register. Data disajikan menggunakan distribusi frekuensi dan prosentase dalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian diperoleh sebagian besar abortus terjadi pada usia 16 tahun sebesar 47,62 %, jenis abortus yang banyak terjadi abortus Inkomplet 57,14%, dan tindakan yang umum dilakukan tindakan curratage 71,43%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian abortus yang terjadi pada usia <16 sebagian besar adalah abortus inkomplet. Setiap ibu sebaiknya mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya abortus. Kata Kunci: abortus, usia ibu, pernikahan dini
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan