Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4881–4890 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI IBU PANTANG MAKAN PADA MASA NIFAS DI BPM SITI RUGAYAH

Lihat Detail Karya
Penulis: RR SRI REJEKI EVIYANTI PUSPITA SARI
NIM: 1002100034
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes., Pembimbing II Jenny J.S Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid.
Subjek: Faktor-Faktor, Pantang Makan.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Puspita Sari, Rr Sri Rejeki Eviyanti. 2013. Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Ibu Pantang Makan pada Masa Nifas di BPM Siti Rugayah. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing I Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes., Pembimbing II Jenny J.S Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid. Pantang makan adalah kebiasaan atau budaya yang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu. Faktor-faktor yang melatarbelakangi ibu pantang makan pada masa nifas adalah pengetahuan, pendidikan, dan status ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi ibu pantang makan pada masa nifas. Desain penelitian deskriptif dengan populasi sebanyak 15 orang, sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 15 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor pengetahuan, sebagian besar pengetahuan ibu nifas tergolong cukup yaitu sebanyak 53,3% sedangkan dari faktor pendidikan yaitu pendidikan ibu nifas sebagian besar tergolong pendidikan sedang (SMP-SMA) 60%. Pada faktor status ekonomi sebagian besar ibu nifas berpendapatan kurang (<1.000.000/ bulan) yaitu sebanyak 60%. Faktor yang melatarbelakangi ibu pantang makan pada masa nifas didominasi oleh faktor pendidikan. Karena pendidikan yang baik mendasari ibu untuk memperoleh informasi mengenai zat gizi yang dibutuhkan dalam masa nifas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi bidan untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya gizi pada masa nifas. Kata Kunci : Faktor-Faktor, Pantang Makan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KEGAGALAN PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS PEMBANTU SUMBER BRANTAS KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: SILVIA KRISTIYA LIANITA
NIM: 1002100090
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes Pembimbing II : Jenny J.S. Sondakh, M.Clin.Mid
Subjek: Faktor-Faktor, Peningkatan Berat Badan, Ibu Hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lianita, Silvia Kristiya, 2013, Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Kegagalan Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil di Puskesmas Pembantu Sumber Brantas, Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Pembimbing I : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes Pembimbing II : Jenny J.S. Sondakh, M.Clin.Mid Kehamilan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan wanita dimana akan mempengaruhi perubahan berat badan ibu. Kenaikan berat badan ibu hamil kurang dari normal beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kasus BBLR di Kota Batu tahun 2008 sebanyak 28 bayi. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi kegagalan peningkatan berat badan ibu hamil di Puskesmas Pembantu Sumber Brantas. Penelitian dilakukan pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan berat badan kurang dari 10 kg. Penelitian deskriptif menggunakan total sampling dengan populasi 127 orang dan sampel 20 orang. Data dengan wawancara terstruktur, dengan hasil 60% responden berpenghasilan dibawah UMR (Rp 1.268.000), 60% responden melakukan pemeriksaan kurang dari 4 kali selama kehamilan, dan 70% responden nutrisi yang dikonsumsi buruk. Disimpulkan bahwa faktor yang melatarbelakangi kegagalan peningkatan berat badan ibu hamil di Puskesmas Pembantu Sumber Brantas antara lain nutrisi, sosial ekonomi, dan pemeriksaan kehamilan (ANC). Sedangkan usia saat hamil, aktifitas, keadaan kesehatan, serta kebiasaan pantang makanan bukan faktor yang melatarbelakangi terjadinya kegagalan peningkatan berat badan ibu hamil. Kata Kunci : Faktor-Faktor, Peningkatan Berat Badan, Ibu Hamil
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KUNJUNGAN IBU BALITA DI POSYANDU MAWAR II DESA KENDALPAYAK KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FEBRIYANITA ARIYATI
NIM: 1002100018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: , pembimbing (utama) Suprapti, S.ST., M.Kes., pembimbing (pendamping) Isman Amin, S.KM., M.Kes.
Subjek: Keluarga, pendidikan, pengetahuan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ariyati, Febriyanita. 2013. Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Kunjungan Ibu Balita Di Posyandu Mawar II Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, pembimbing (utama) Suprapti, S.ST., M.Kes., pembimbing (pendamping) Isman Amin, S.KM., M.Kes. Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan di balai dusun, balai kelurahan, maupun tempat-tempat lain yang mudah didatangi oleh masyarakat Pemantauan yang dilakukan setiap bulan secara rutin dengan melakukan kunjungan di Posyandu. Desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi kunjungan ibu Balita di PSosyandu mawar II di Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang . Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu Balita di Posyandu Mawar II berjumlah 53 orang, dan sampel yang diambil sejumlah 23 orang dengan teknik sampling purposive. Instrument yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian yaitu dari tingkat pendidikan yang paling banyak berpendidikan SMP/MTS 12 orang (52,17%), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 16 orang (69,56%), tingkat pengetahuan kategori cukup 17 orang (73,92%), dukungan keluarga yang terbanyak 14 orang (60,87%) kategori rendah. Kesimpulan hasil penelitian faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong yang melatarbelakangi kunjungan ibu Balita ke Posyandu. Untuk melakukan kunjungan harus adanya motivasi dan informasi, maka untuk setiap kegiatan Posyandu perlu ditambahkan penyuluhan yang berhubungan dengan kegiatan Posyandu, manfaat, tujuan serta pemantauan tumbuh kembang Balita sehingga mengetahui pentingnya melakukan kunjungan ke Posyandu. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kunjungan, Pekerjaan, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan,
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH PUSKESMAS WONOREJO KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFIYAH
NIM: 1102420018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Pratiwi, B.Sc. S.Pd., M.Biomed, Pembimbing II : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes
Subjek: Berat Badan Lahir Rendah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alfiyah, 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Puskesmas Wonorejo KabupatenPasuruan. Poltekes Kemenkes Prodi DIV Kebidanan Klinik Malang. Pembimbing I : Pratiwi, B.Sc. S.Pd., M.Biomed, Pembimbing II : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah BayiBeratBadanLahirRendah (BBLR) merupakansalahsatufaktor yang mengakibatkankematianpadamasa perinatal.Faktor internal yang mempengaruhinyakejadian BBLR yaituUmur, Paritas, JarakKehamilan, Kadar Haemoglobin, Status Gizi, PemeriksaanKehamilan, PenyakitKehamilan, danfaktoreksternalyaitu status ekonomi, pendidikan, pekerjaan (Manuaba, 2007 : 421). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan tahun 2011 didapat 126 bayi BBLR, Puskesmas Wonorejo Kabupaten Pasuruan tahun 2011 terdapat 257 ibu hamil dan melahirkan bayi BBLR 89 orang. Tujuan penelitian ini adalah mengatahuifaktor-faktor yang mempengaruhi kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR). Desain Penelitian adalah deskriptif survey. Populasi penelitian ini adalah Seluruhibupostpartum yang mempunyai bayi BBLR di Wilayah PuskesmasWonorejoKabupatenPasuruan pada bulan Desember tahun 2012 yang berjumlah 21 orang. Teknik sampling yag digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dengan cara dengan melihat buku register kohort KIA.Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Januari 2013.Hasil penelitian ditemukan dari faktor internal diperoleh sebagianbesarusia responden 21-34tahun (57,1%), berparitas multigravida (66,7%), jarak kehamilan > 2 tahun (67,6%), tidak mengalami anemia (57,1%), status gizi responden kurus(42,9%), tidak teratur melakukan pemeriksaan kehamilan (57,1%). Dan faktor eksternal ditemukan status sosial ekonomi rendah (76,2%), berpendidikan sekolah dasar (66,7%), dan sebagai ibu rumah tangga (81%).
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN CUCI TANGAN BEDAH OLEH PERAWAT BEDAH DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AGUS HARIYANTO
NIM: 1201410014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Joko Pitoyo, SKp, M.Kep. Pembimbing Pendamping Tutik Herawati, SKp, MM.
Subjek: Faktor-Faktor, Cuci Tangan Bedah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Cuci Tangan Bedah Oleh Perawat Bedah Di Instalasi Kamar Operasi RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Agus Hariyanto (1201410014). Skripsi, Penelitian Deskriptif. Program Studi Diploma IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Medikal Bedah Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Joko Pitoyo, SKp, M.Kep. Pembimbing Pendamping Tutik Herawati, SKp, MM. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Cuci Tangan Bedah Cuci tangan bedah mutlak dilaksanakan sebelum melakukan tindakan pembedahan Diantara pelaksaanaan teknik aseptik yang dilakukan perawat sebelum turut serta dalam pembedahan, mencuci tangan adalah yang paling sering disepelekan. Tidak sesuainya pelaksanaan cuci tangan bedah masih terjadi hampir di seluruh kamar operasi baik di luar negeri ataupun di dalam negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan cuci tangan bedah di IBS “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang, meliputi faktor pengetahuan, sikap, dan sumber daya. Penelitian ini dilakukan kepada seluruh perawat bedah di Instalasi Bedah Sentral dengan tehnik pengambilan accidental sampling menggunakan metode penelitian deskritif kuesioner dan observatif. Penelitian dilaksanakan di IBS Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang pada tanggal 21 Maret sampai 26 April 2013 dengan jumlah responden sebanyak 25 orang. Hasil penelitian didapat lebih dari setengah (52%) responden berpengetahuan baik, lebih dari setengah (52%) responden memiliki sikap unfavorable, dan lebih dari setengah (60%) sumber daya tidak ada. Rekomendasi penelitian ini adalah Perawat bisa mengikuti pelatihan kamar operasi atau seminar tentang cuci tangan sehingga bisa meiliki ilmu pengetahuan serta sikap yang baik,serta pemenuhan dan penyediaan fasilitas cuci tangan bedah yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah personel yang ada demi tercapainya standar sterilitas sehingga bisa menghindari infeksi nosokomial sejak dini.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA GRIYA ASIH LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELVIRA ELVI
NIM: 1201420008
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd., Rudi Hamarno, S.Kep, Ners, M.Kep
Subjek: Faktor-faktor, tingkat kecemasan, lanjut usia, panti werdha
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Elvira Elvi 1201420008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia Di Panti Werdha Griya Asih Lawang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Keperawatan Program Studi D-IV Keperawatan Minat Jiwa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd. Pembimbing Pendamping: Rudi Hamarno, S.Kep, Ners, M.Kep Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup, sebagai salah satu bukti yang menggembirakan hasil dari kemajuan IPTEK khususnya dibidang kesehatan. Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang biasa dialami lanjut usia, terlebih yang tinggal di Panti Werdha karena berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Tujuan penelitian ini adalah: mengidentifikasi faktor-faktor (psilogis, psikososial dan budaya) yang mempengaruhi tingkat kecemasan lanjut usia di Panti Werdha Griya Asih Lawang Kabupaten Malang. Desain penelitian deskriptif dengan jumlah responden 8 orang, dengan kriteria inklusi: lansia yang tinggal di Panti Werdha Griya Asih saat penelitian, skor Geriatric Anxiety Scale menurut Segal (2010) >18, berusia 60 tahun ke atas, bersedia jadi responden, mampu berbicara dengan jelas dan tidak mengalami gangguan pendengaran. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari dua bagian: tahap I tingkat kecemasan (menentukan respoden) dan tahap II faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan. Hasilnya semua responden mengalami tingkat kecemasan ringan yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, psikososial dan budaya. Rekomendasi hasil penelitian diharapkan semua pihak terlibat aktif dalam memperhatikan kesehatan mental lanjut usia, secara ideal seorang lanjut usia tinggal bersama keluarganya, tetapi karena kesibukkan anggota keluarga, tinggal di Institusi seperti Panti Werdha menjadi pilihan. Pihak panti diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan lanjut usia yang tinggal didalamnya. Kata kunci: Faktor-faktor, tingkat kecemasan, lanjut usia, panti werdha
Cover KTI
tidak tersedia
2013

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Konsumen di Warung Bakso Pak Pardi Bago Tulungagung

Lihat Detail Karya
Penulis: TITIS DWI LARASATI
NIM: 10030000034
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama : Sri Endang Surawati, Pembimbing Pendamping Bachyar Bakri .
Subjek: Gizi,makanan,pelayanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Titis Dwi Larasati (2013) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Konsumen Di Warung Bakso Pak Pardi Bago Tulungagung. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D-III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Sri Endang Surawati, Pembimbing Pendamping Bachyar Bakri . Warung Bakso Pak Pardi Bago Tulungagung merupakan institusi yang menyelenggarakan makanan komersial dengan sistem pelayanan table sevice. Setiap harinya konsumen yang datang sebanyak 300 orang yang rela mengantri dibandingkan membeli di penjual bakso disekitarnya. Warung ini buka dari tahun 2003 dan buka setiap hari untuk melayani pembeli yang datang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 168 orang konsumen yang memenuhi kriteria sampel. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2013. Data yang dikumpulkan meliputi gambaran umum warung, gambaran umum reponden, penilaian konsumen terhadap kualitas makanan, penilaian konsumen terhadap harga makanan, penilaian konsumen terhadap karakteristik pelayanan, penilaian konsumen terhadap fasilitas fisik, pengaruh kualitas makanan, harga, pelayanan, dan fasilitas fisik terhadap tingkat kehadiran konsumen. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel, pie chart dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian konsumen terhadap kualitas makanan menyatakan sebanyak 73,2% konsumen menyatakan sangat enak dan penilaian konsumen terhadap harga 70,2 % konsumen menyatakan sangat sesuai. Karakteristik pelayanan sebanyak 39,9 % konsumen menyatakan sangat sesuai dan 60,1 % konsumen menyatakan sesuai serta fasilitas fisik 6,6 % konsumen menyatakan sangat baik, 71,5 % konsumen menyatakan baik. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa ada pengaruh kualitas makanan dan fasilitas fisik namun tidak ada pengaruh dari harga dan karakteristik pelayanan terhadap tingkat kehadiran konsumen. Untuk faktor yang berpengaruh pada kualitas makanan adalah aspek suhu, aroma makanan, bumbu dan tingkat kematanagan bakso. Untuk fasilitas fisik yang paling berpengaruh adalah tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau dan tempat parkir yang luas. Namun masih ada dari aspek fasilitas fisik yang dinilai kurang oleh konsumen yaitu fasilitas cuci tangan seperti adanya sabun cuci tangan dan lap, kamar kecil (toilet), dan sarana hiburan seperti musik. Sehingga diharapkan untuk fasilitas fisik seperti tempat cuci tangan, kamar kecil (toilet), dan sarana hiburan musik diperbaiki agar lebih terlihat menarik minat pembeli. Kata Kunci : Kualitas Makanan, Harga Makanan, Karakteristik Pelayanan, Fasilitas Fisik
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FUNGSI KELUARGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI TINGGI KALORI RENDAH PROTEIN PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG KANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HANIK WIJAYANTI
NIM: 100100014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Tanto Harianto,S.Kep,Ns,M.Biomed (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep. Ns. M.Ked
Subjek: Fungsi keluarga, gagal ginjal kronik,NUTRISI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fungsi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anggota keluarga yang menderita gagal ginjal kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Kandang Kota Malang. Hanik Wijayanti (2013). Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tanto Harianto,S.Kep,Ns,M.Biomed (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep. Ns. M.Ked. Kata kunci : Fungsi keluarga, pemenuhan kebutuhan nutrisi, gagal ginjal kronik. Fungsi keluarga dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi dilakukan untuk mempertahankan sisa fungsi ginjal yang ada. Kegiatan ini dilakukan oleh perawat atau ahli gizi di rumah sakit atau di pelayanan kesehatan, namun jika sudah berada di rumah kegiatan ini dilakukan oleh keluarga untuk menjalankan fungsinya sebagai perawat kesehatan bagi anggota keluarganya yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi fungsi perawat kesehatan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi tinggi kalori rendah protein pada anggota keluarga yang menderita gagal ginjal kronik. Jenis penelitian deskiptif eksploratif. Jumlah sampel penelitian adalah 1 keluarga dengan teknik pengambilan data melalui wawancara terpimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sudah mengetahui tentang penyakit gagal ginjal dan kemungkinan faktor penyebab. Responden menjalankan fungsinya pengaturan diet yang sesuai anjuran, meskipun belum dilakukan pembuatan menu dan pengukuran makanan,asupan klien belum sesuai dengan anjuran karena penyediaan makanan oleh keluarga tidak dimakan karena klien mengeluh bosan dan lebih memilih membeli makanan diluar rumah. Untuk itu peneliti menyarankan pada petugas kesehatan Puskesmas Kedung Kandang perlu adanya kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang nutrisi yang baik pada penderita gagal ginjal
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PELAKSANAAN CUCI TANGAN BEDAH (SCRUBING) DAN PEMAKAIAN GAUN BEDAH (GOWNING) DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NASRUL ANNAS
NIM: 1201410027
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno S.Kep, Ns, M.Kep, Erlina Suci Astuti S.Kep, Ns, M.Kep.
Subjek: Cuci Tangan Bedah, Pemakaian Gaun Bedah, Tim Bedah.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pelaksanaan Cuci Tangan Bedah (Scrubing) dan Pemakaian Gaun Bedah (Gowning) di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Nasrul Annas (2013) Skripsi Survei, Program Studi D-IV Keperawatan Medikal Bedah Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno S.Kep, Ns, M.Kep, Pembimbing (Pendamping) Erlina Suci Astuti S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci : Pelaksanaan, Cuci Tangan Bedah, Pemakaian Gaun Bedah, Tim Bedah. Pelaksanaan cuci tangan bedah dan pemakaian gaun bedah merupakan prinsip dasar dari universal percaution yang harus dilakukan oleh tim bedah sebelum melaksanakan tindakan pembedahan. Prinsip dasar ini sangat penting di lakukan dengan baik dan benar untuk mencegah terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan cuci tangan bedah dan pemakaian gaun bedah di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Metode penelitian ini menggunakan diskriptif survei yang dilakukan dengan teknik observasi dengan alat ukur lembar check list, penyajian data dengan menggunakan tabel dan narasi. Sample penelitian ini adalah tim bedah yang berjumlah 28 responden yang terdiri dari 3 dokter spesialis senior dan 25 asisten dokter bedah yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini mennjukkan bahwa seluruh responden (100%) melaksanakan cuci tangan bedah tidak sesuai dengan SOP RSUD dr. Saiful Anwar Malang dan hampir seluruhnya (96,4%) melaksanakan pemakaian gaun bedah sesuai dengan SOP RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Peneliti mengusulkan bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan pelaksanaan cuci tangan bedah dan pemakaian gaun bedah yang baik dan benar di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang diantaranya adalah dengan menyediakan fasilitas yang lengkap, dalam hal ini adalah sikat kuku pada saat pelaksanaan cuci tangan bedah dan mengadakan sosialisasi tentang pelaksanaan cuci tangan bedah dan pemakaian gaun bedah sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) yang telah di tetapkan dengan cara menempelkan Standart Operasional Prosedur scrubing dan gowning di setiap kamar bedah di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Saiful Anwar Malang.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PENGELOLAAN SET INSTRUMEN PASCA OPERASI LAPARATOMI OLEH PETUGAS KAMAR OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DITA HARI TAMA PUTRA
NIM: 1201410030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni S.Kep Ns, M.Kes, Erlina Suci Astuti S.Kep Ns, M.Kep
Subjek: set instrumen
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengelolaan Set Instrumen Pasca Operasi Laparatomi oleh Petugas Kamar Operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Dita Hari Tama Putra (2013). Skripsi Survei. Program, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan DIV Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (utama) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep Ns, M.Kes, (Pendamping) Erlina Suci Astuti S.Kep Ns, M.Kep Kata Kunci : Pengelolaan Set Instrumen Pasca Operasi Laparatomi Instrumen adalah aset utama dan menunjukkan angka yang besar pada total pembelanjaan rumah sakit. Termasuk menjaga semua instrumen tetap berfungsi dengan baik sampai dengan bertahun tahun mendatang, dengan memastikan pemeliharaan dan perawatan instrumen yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengelolaan set instrumen pasca operasi laparatomi. Desain penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data total sampling didapatkan 8 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan dengan observasi langsung dan mengisi lembar check list kemudian data diolah dengan menggunakan teknik non statistik, analisa kualitatif dan deskriptif. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, untuk dekontaminasi 100% responden dengan kategori tidak baik , untuk pengeringan instrumen 100% responden katagori baik, untuk pengemasan instrumen 100% responden dikatagorikan baik. Saran bagi rumah sakit untuk menyusun standart operasional prosedur dan melakukan sosialisasi berkala, untuk semua perawat yang berada di lingkungan kamar operasi hendaknya mengerti tentang pentingnya pengelolaan instrument
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan