Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4871–4880 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EVALUASI KETEPATAN TERAPI DIET RENDAH SISA TERHADAP DERAJAT DEHIDRASI PADA BALITA PENDERITA DIARE DI RSUD ‘KANJURUHAN’ KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: Roswita Kasmira Beleknaen
NIM: 1203400031
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Dibimbing oleh Sutomo Rum Teguh K. dan Yohanes Kristianto
Subjek: Diare, derajat dehidrasi, diet rendah sisa
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Roswita Kasmira Beleknaen (1203400031). Evaluasi ketepatan terapi diet rendah sisa terhadap derajat dehidrasi pasien balita diare di RSUD Kepanjen. Program Stusi DIV Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibimbing oleh Sutomo Rum Teguh K. dan Yohanes Kristianto) Kejadian diare tidak kurang dari satu milyar episode tiap tahun di seluruh dunia, 25-35 juta di antaranya terjadi di Indonesia. Setiap anak balita mengalami diare dua sampai delapan kali setiap tahunnya dengan rata-rata 3,3 kali (Wibowo, 2004).Hal ini tercermin dalam laporan rumah sakit mengenai angka kesakitan dan kematian penderita diare di bangsal anak yang jauh melebihi penyakit lain, yaitu sebanyak masing-masing 20-40% dari jumlah bayi dan anak yang dirawat 10-20 % dari jumlah penderita diare yang dirawat (Rumah Sakit Kepanjen, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari terapi diet rendah sisa di RSUD ‘Kanjuruhan’Kepanjen dan menganalisis perubahan derajat dehidrasi anak diare. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan studi cross sectional, dimana penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, atau intervensi pada pasien. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2013 bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen. Waktu yang digunakan untuk penelitian adalah 3-5 hari. Dari hasil analisis ketepatan terapi diet yang diberikan kepada pasien diare belum tepat dari segi jumlah zat gizi yang diberikan oleh pasien diare yaitu sebanyak 21 orang (70%) sedangkan yang tepat dalam jumlah zat gizi yaitu sebanyak 5 orang (30%). Derajat dehidrasi pada awal pengamatan sebanyak 83,3% pasien dalam kategori derajat dehidrasi sedang, sedangkan 16,7% masih dalam kategori berat. Akhir pengamatan dalam kategori dehidrasi sedang yaitu 56,7% dan untuk kategori dehidrasi ringan yaitu 43,3%. Hasil analisis statistik chisquare didapat hubungan yang bermakna, dimana hasil analisis menggunakan uji statistik chisquare menunjukkan α < 0,05 (0,04) dan pasien dengan ketepatan terapi diet menunjukkan bahwa derajat dehidrasinya semakin ringan yaitu sebanyak 9 pasien dari 17 pasien dengan ketepatan terapi diet (intake cukup) yang baik mengalami perubahan derajat dehidrasi menjadi lebih baik (kategori ringan). Kata Kunci: Diare, derajat dehidrasi, diet rendah sisa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR DETERMINAN YANG MELATARBELAKNGI PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POLINDES MENDALANWANGI KECAMATAN WAGIR-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CHITRA DIANA RAHMAWATI
NIM: 1002100049
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes. Pembimbing II : Wandi, S.Kep.,Ns.,M.Pd.
Subjek: Bidan,bayi,formula
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rahmawati, Chitra Diana. 2013. Faktor Determinan yang Melatarbelakangi Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Polindes Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes. Pembimbing II : Wandi, S.Kep.,Ns.,M.Pd. Menurut Kementerian Kesehatan 2012, angka rata-rata nasional bayi dengan ASI eksklusif baru 33,6 %. Gencarnya promosi susu formula menjadi salah satu penyebab rendahnya angka pemberian ASI eksklusif oleh ibu kepada bayi. Walaupun susu formula adalah susu sapi yang susunan nutrisinya diubah sedemikian rupa hingga dapat diberikan kepada bayi tanpa memberikan efek samping, namun susu sapi hanya baik untuk anak sapi saja, bukan untuk anak bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan apa saja yang melatarbelakangi pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 50 orang, sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 50 orang responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pada faktor pekerjaaan, sebagian besar ibu bekerja di luar rumah yaitu sebanyak 72%, dari faktor pengetahuan yaitu setengahnya Ibu mempunyai pengetahuan yang cukup baik sebanyak 50%, dari faktor persepsi yaitu sebagian besar ibu mempunyai persepsi positif sebanyak 64%. Sedangkan dari faktor lingkungan didapatkan bahwa sebagian besar lingkungan Ibu mendukung tidak diberikan susu formula yaitu sebanyak 60%. Faktor determinan yang melatarbelakangi ibu memberikan susu formula pada bayi usia 0-6 bulan didominasi oleh faktor pekerjaan. Untuk menurunkan angka kejadian pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan, Bidan dapat memberikan penyuluhan mengenai pemberian ASI eksklusif secara maksimal bagi ibu-ibu yang bekerja dan mempunyai bayi usia 0-6 bulan yaitu dengan pemerahan ASI eksklusif di tempat kerja dan kemudian disimpan di kulkas dan untuk lahan tempat ibu bekerja diaharapkan dapat menyediakan tempat pemerahan dan tempat penyimpanan air susu. Kata kunci : Bayi, susu formula
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: BINTI SETYORINI
NIM: 1003000053
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: . Pembimbing: Bapak AAG.Anom Aswin, Bapak Hasan Aroni, Bapak Tapriadi.
Subjek: stress,pola makan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Binti Setyorini (2013). Faktor Penyebab Kejadian Gastritis Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Bapak AAG.Anom Aswin, Bapak Hasan Aroni, Bapak Tapriadi. Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Di Indonesia prevalensi gastritis sebanyak 0,1% dan insiden gastritis sebesar 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gastritis adalah faktor makanan, konsumsi alkohol, merokok dan faktor stress. Jenis makanan,alkohol, merokok serta tingkatan stress dengan berbagai penyebab diketahui dapat menyebabkan sekresi asam lambung berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kejadian gastritis pada pasien rawat jalan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observational dengan desain penelitian study kasus. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 30 orang penderita gastritis yang dijumpai di RSUD Gambiran Kota Kediri. Wawancara dengan kuesioner diperoleh untuk mendapatkan semua data terkait variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia, terbanyak (56,6%) berusia 26-60 tahun, 26,7% responden berusia lanjut (61-80 tahun) dan 56,6% berusia dewasa penuh (26-60 tahun). Penderita terbanyak berjenis kelamin perempuan (76,6%) dari pada responden berjenis kelamin laki-laki (23,2%) dan status pekerjaan menunjukkan bahwa responden rata-rata tidak bekerja (60%) sedangkan yang bekerja sebagai pegawai maupun non pegawai hanya 40%. Sebanyak 86,7% reponden memiliki pola makan salah karena “sering” mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang dapat merangsang sekresi asam lambung berlebih, dengan prosentase responden yang sering mengkonsumsi makanan bergas sebesar 76,7%, responden yang sering mengkonsumsi makanan berlemak sebesar 93,3%, responden yang sering mengkonsumsi bumbu-bumbu merangsang sebesar 86,7% dan responden yang sering mengkonsumsi minuman merangsang sebesar 70%. Hanya 3% responden yang memiliki tingkat stress normal dan hampir seluruh responden (97%) memiliki stress dengan tingkatan ringan hingga sangat berat. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui jumlah yang dikonsumsi dari jenis makanan penyebab peningkatan asam lambung dan bagi penderita gastritis untuk lebih memperhatikan ketepatan jenis bahan makanan yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi serta dapat menghindari konsumsi jenis makanan atau bahan makanan yang dapat menimbulkan sekresi asam lambung berlebih. Kata Kunci: Pola Makan, Stress, Merokok, Alkohol, Gastritis
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR – FAKTOR RISIKO MINOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI NOVY PRIWAHYUNINGRUM
NIM: 1102420006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Rita Yulifiah, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Rukin, SPd., M.Si
Subjek: Usia Responden, Usia Pertama Kali Menikah, Paritas, Lama Penggunaaan KB hormonal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Priwahyuningrum, Novy Tri. 2012. Faktor - Faktor Resiko Minor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Servisk Di RSUD Bangil. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-IV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Rita Yulifiah, S.Kp., M.Kes, Pembimbing II : Rukin, SPd., M.Si. Kanker merupakan penyakit yang mematikan yang dapat menyerang berbagai jaringan di dalam organ tubuh, termasuk organ repoduksi wanita yang terdiri dari payudara, rahim, indung telur, dan vagina (Andrijono, 2005). Di Indonesia kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Tiap hari di Indonesia ada 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita di antaranya meninggal karena kanker serviks. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor resiko minor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RSUD Bangil. Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan populasi sebanyak 84 orang dan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Teknik sampling yang digunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Rekam Medik, data dianalisa dengan uji regresi linier berganda karena terdiri dari beberapa variabel. Dari hasil uji statistik regresi linier berganda diperoleh F-hitung = 5,673 dan T-tabel = 1,99 oleh karena F-hitung > T-tabel, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang artinya faktor - faktor resiko minor berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Maka diharapkan kepada responden untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. Kata Kunci : Usia Responden, Usia Pertama Kali Menikah, Paritas, Lama Penggunaaan KB hormonal.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI KUNJUNGAN KONSUMEN DI WARUNG MIE SETAN KOBER BAR JALAN BROMO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SARI RACHMAWATI HASAN
NIM: 1003000029
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Sri Endang Surowati, Pembimbing II : Nurul Hakimah.
Subjek: Gizi,Konsumen
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Hasan, Sari Rachmawati (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kunjungan Konsumen Di Warung Mie Setan Kober Bar Jalan Bromo Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Sri Endang Surowati, Pembimbing II : Nurul Hakimah. Rumah makan adalah suatu usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dam minuman untuk umum di tempat usahanya. Perkembangan dunia yang semakin maju dan modern ditambah dengan tingkat perbaikan ekonomi yang semakin tinggi disertai dengan makin banyaknya manusia yang keluar rumah untuk berbagai kesibukan menyebabkan rumah makan dapat berkembang pesat seperti sekarang ini. Salah satunya adalah Warung Mie Setan Malang yang merupakan usaha makanan yang berupa jajanan mie yang berada di lokasi strategis. Berdasarkan hasil survey pendahuluan didapatkan bahwa warung ini mampu menjual 200 porsi selama buka 8 jam dengan rata-rata tiap jam sebanyak 25 porsi. Penelitian ini dilaksanakan di Warung Mie Setan yang terletak di Jalan Bromo no. 1a Malang selama 6 hari pada bulan Februari 2013. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada 292 responden dan pengumpulan data objektif oleh peneliti. Data tentang gambaran umum warung dan fasilitas yang dimiliki diperoleh melalui wawancara dengan pemilik warung. Data tentang gambaran umum responden meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan dan frekuensi kunjungan diolah secara deskriptif. Untuk melihat pengaruh antar variabel dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Jika sig (2-tailed) < (0,05) maka H1 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh yang bermakna antar variabel yang diuji. Jika sig (2-tailed) ≥ (0,05) maka H1 ditolak yang berarti bahwa tidak ada pengaruh yang bermakna antar variabel yang diuji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cita rasa hidangan dan harga makanan yang ditawarkan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan konsumen di Warung Mie Setan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti hygiene sanitasi secara lebih rinci dan detail di Warung Mie Setan Kober Bar Jalan Bromo Malang. Kata Kunci : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Konsumen
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT) PADA BALITA DI POLI MTBS (MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT) PUSKESMAS PURWOSARI PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ZULFI RAKHMATINA
NIM: 1002100040
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Siti Sundari, S.E, B.Sc, M.Kes., Pembimbing Pendamping: Suprapti, SST, M.Kes
Subjek: ispa
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rakhmatina, Zulfi. 2013. Faktor – faktor penyebab terjadinya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada Balita di Poli MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) Puskesmas Purwosari Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah, DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Siti Sundari, S.E, B.Sc, M.Kes., Pembimbing Pendamping: Suprapti, SST, M.Kes Masa balita merupakan masa kritis karena pada masa ini terjadi pembentukan sistem antibody, jika terjadi gangguan maka akan menurunkan sistem kekebalan sehingga akan mudah terserang penyakit salah satunya adalah penyakit saluran pernafasan akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang menjadi penyebab terjadinya ISPA pada Balita di Poli MTBS Puskesmas Purwosari Kabupaten Pasuruan. Populasi 86 Balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 51 Balita yang memenuhi kriteria inklusi pada tanggal 24-29 Juni 2013. Teknik sampling yang digunakan dalam metode ini adalah teknik Accident Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner,timbangan digital, metelin, mikrotoa. Penyajian data berupa tabel yang kemudian di persentasikan. Dari hasil penelitian di dapat 60,7% Responden yang terkena ISPA berusia 3-24bulan, 7,8% Responden dengan berat badan lahir <2500 gram, 27,5% Responden tidak diberi Vitamin A, 5,8% Responden yang mendapatkan imunisasi tidak lengkap, 27,5% Responden yang diberi ASI Non Eksklusif, 15,6% Responden dengan orang tua berpendidikan tinggi (Akademi PT) dan rendah (SD), 60,8% Responden yang terkena ISPA dengan status ekonomi keluarga Rendah sehingga, hasil penelitian menunjukkan faktor dominan yang mempengaruhi penyebab terjadinya ISPA adalah faktor umur dan faktor stastus ekonomi keluarga. Kata Kunci : Faktor-faktor Penyebab Terjadinya ISPA
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN TERJADINYA DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIK MARDIANA
NIM: 1001100002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Budi Susatia, SKp. M.Kes , (Pendamping) Fiashriel Lundy,S.Kep,Ns,M.Kes
Subjek: Berat Badan menurut IMT, Aktivitas Fisik, Pola Makan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-faktor determinan terjadinya dm tipe 2 di wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep kota Malang. Anik Mardiana (2013) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Budi Susatia, SKp. M.Kes , (Pendamping) Fiashriel Lundy,S.Kep,Ns,M.Kes Diabetes Melitus adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai adanya hiperglikemi. WHO memperkirakan tahun 2030 nanti sekitar 21,3 juta orang Indonesia terkena diabetes. Dari data yang diperoleh diwilayah Puskesmas Kendal Kerep ini didapatkan 462 pada kunjungan baru dan 3170 untuk pasien yang berkunjung lebih dari 2x pada tahun 2012, disini diabetes militus menduduki peringkat ke-2 setelah penyakit hipertensi. Faktor terjadinya DM tipe 2 diidentifikasi disebabkan faktor determinan yang dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor determinan terjadinya DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep kota Malang. Metode penelitian yang dipakai ialah disriptif. Populasi yang diambil adalah semua pasien DM tipe 2 yang berkunjung di Peskesmas Kendal Kerep kota Malang yang berusia 30-64 tahun. Sample yang didapatkan sebesar 10 orang yang didapat dari pemilihan sample berdasarkan kriteria inklusi. Teknik yang dipakai ialah purposive sampling. Tempat penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep kota Malang pada tanggal 20-21 juli 2013. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan terjadinya DM tipe 2 diwilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep adalah Berat Badan berlebih menurut IMT 60%, aktivitas fisik ringan 30%, dan Pola Makan responden yang beresiko 10%. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya pengaturan pada pola makan dan aktifitas fisik sebagai penentu DM tipe 2 sehingga dapat meminimalkan faktor-faktot determinan yang dapat menyebabkan penyebab DM tipe 2. Kata kunci : Berat Badan menurut IMT, Aktivitas Fisik, Pola Makan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DEFISIENSI NUTRISI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJOWINANGUN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA FRISCHA PRATIWI
NIM: 1002100025
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih,M.Kes, Pembimbing Pendamping: Ardi Panggayuh, S.Kp.,M.Kes
Subjek: nutrisi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pratiwi, Mega Frischa.2013.Faktor – Faktor Penyebab Defisiensi Nutrisi pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Poltekkes Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih,M.Kes, Pembimbing Pendamping: Ardi Panggayuh, S.Kp.,M.Kes Kata Kunci : Defisiensi Nutrisi, Faktor – Faktor Penyebab Defisiensi Nutrisi Status gizi saat hamil penting diperhatikan karena berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Jika ibu hamil tidak dapat memenuhi kebutuhan akan tambahan gizi, maka cadangan gizi di dalam tubuh ibu yang akan digunakan untuk memenuhinya yang berakibat ibu menderita defisiensi nutrisi. Kekurangan gizi pada ibu hamil akan berakibat berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, intrauterine fetal distress (IUFD). Dimana angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia lebih besar dari target yang ditetapkan pemerintah. Faktor – faktor yang mempengaruhi defisiensi nutrisi ibu hamil antara lain umur, suhu, aktivitas, status kesehatan, tingkat pengetahuan, kebiasaan, asupan pangan dan tingkat ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan berat badan, LILA dan kadar Hb ibu hamil serta faktor-faktor penyebab defisiensi nutrisi ibu hamil trimester III. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Populasi pada penelitian adalah ibu hamil trimester III dengan defisiensi nutrisi berjumlah 58 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan timbangan berat badan, pita ukur LILA, Hb Sahli dan kuisioner. Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan faktor dominan penyebab defisiensi nutrisi pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang adalah kebiasaan budaya (82%), tingkat ekonomi dibawah upah minimum regional (63,6%), dan tingkat pengetahuan kurang baik (77,5%). Dimana seorang dengan tingkat pengetahuan baik akan mendasari ibu untuk memperoleh dan mencari informasi mengenai zat gizi yang dibutuhkan selama kehamilan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Pipin Riana Fitri S.
NIM: 1003000084
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Etik Sulistyowati, Pembimbing II : Endang Widajati
Subjek: Gizi,Diabetes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK PIPIN RIANA FITRI S. 2013. Faktor – faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Etik Sulistyowati, Pembimbing II : Endang Widajati Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya hiperglikemik dan glukosuri yang disebabkan oleh adanya resistensi insulin. Diabetes mellitus tipe 2 mengalami peningkatan jumlah di tiap tahunnya. Timbulnya diabetes mellitus tipe 2 dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor umur, riwayat keluarga, kurang olahraga, pola makan berlebih, dan status gizi lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor risiko diabetes mellitus tipe 2, serta menganalisis faktor risiko yang paling dominan berpengaruh terhadap diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Populasi yang digunakan adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 dan non diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria kasus dan kontrol. Pengolahan data dilakukan dengan analisa deskriptif (tabel distribusi), analisa faktor risiko dengan menggunakan uji statistik Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan umur, kebisaaan olahraga, pola makan, dan status gizi antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dan non diabetes mellitus tipe 2. Namun ada kecenderungan bahwa faktor tersebut merupakan faktor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Ada perbedaan faktor riwayat keluarga antara penderita diabetes mellitus tipe 2 dan non diabetes mellitus tipe 2. Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian diabetes mellitus tipe 2 yaitu faktor riwayat keluarga (OR=32,00). Saran yang dapat diberikan kepada masyarakat adalah perlu dilakukan olahraga yang rutin, pengaturan makan yang bergizi dan seimbang, serta menjaga berat badan tetap normal khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes mellitus untuk menghindari faktor-faktor pencetus dalam rangka mengendalikan dan mencegah terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci : Diabetes mellitus tipe 2, Faktor risiko
Cover KTI
tidak tersedia
2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI ANAK USIA SEKOLAH (4-12 TAHUN) MENJADI ANAK JALANAN DI JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR (JKJT) KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FAJAR DWI TRISTANTO
NIM: 1001100062
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: Tri Anjaswarni. S.Kp, M,Kes.
Subjek: Faktor-faktor yang melatarbelakangi, Usia Sekolah, Anak Jalanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tristanto, Fajar, Dwi (2013). Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Anak Usia Sekolah (4-12 tahun) Menjadi Anak Jalanan di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D.III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: Tri Anjaswarni. S.Kp, M,Kes. Kemiskinan memaksa anak usia sekolah bekerja demi membantu keluarga untuk mencari makan. Namun lapangan pekerjaan menolak mempekerjakan mereka. Dikarenakan usia yang belum memasuki usia produktif. Penyebab itu yang memaksa mereka turun ke jalan. Kebanyakan mereka bekerja sebagai pengemis dan pengamen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi anak usia sekolah (4-12 tahun) menjadi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survey. Populasi pada penelitian berjumlah 137 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan kriteria sampel anak jalanan yang berusia 4-12 tahun dan hadir pada saat dilakukan pengambilan data berjumlah 27 orang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur dan di analisa dengan metode skoring sesuai sub variabel yang diteliti. Hasil pada penelitian didapatkan bahwa dari paparan ketiga faktor, faktor ekonomi memiliki prosentase terbanyak yaitu sebesar 96% yang terdiri kategori sangat melatarbelakangi dengan 44% dan kategori melatarbelakangi dengan 52%. Pada faktor keluarga memiliki prosentase sebesar 26% yang terdiri kategori sangat melatarbelakangi dengan 4% dan kategori melatarbelakangi dengan 22%. Sedangkan faktor urbanisasi memiliki prosentase sebesar 22% yang terdiri kategori sangat melatarbelakangi dengan 7% dan kategori melatarbelakangi dengan 15%. Saran dari penelitian untuk peneliti selanjutnya di harapkan lebih meningkatkan jenis pertanyaan yang diberikan kepada responden dengan di sertai sub-sub penggunaan variabel. Kata kunci: Faktor-faktor yang melatarbelakangi, Usia Sekolah, Anak Jalanan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan