Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4861–4870 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) SEBELUM DAN SESUDAH SENAM KAKI DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: DIDIT TRI NUR CAHYONO
NIM: 1201440003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Sophia Sugiaman, M.Kes.
Subjek: Senam Kaki Diabetes, Ankle Brachial Index (ABI), Diabetes Melitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cahyono, Didit Tri Nur (2013). Ankle Brachial Index (ABI) sebelum dan sesudah Senam Kaki Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Janti. Tugas Akhir, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan DIV Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Melitus dan Edukator, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua dr. Sophia Sugiaman, M.Kes. Kata Kunci : Senam Kaki Diabetes, Ankle Brachial Index (ABI), Diabetes Melitus Komplikasi kaki adalah komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus sekitar 15% berupa gangguan aliran darah kaki dan luka kaki. Gangguan aliran darah kaki dapat dideteksi dengan mengukur ankle brachial index (ABI). Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ankle brachial index (ABI) sebelum dan sesudah senam kaki diabetes pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan desain one group pretest posttest design, dilaksanakan di Puskesmas Janti pada bulan Juli 2013. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 15 orang penderita diabetes melitus tipe 2. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden dan ankle brachial index (ABI). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran. Data yang diperoleh diolah dengan tabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum senam kaki responden dengan ABI normal sebanyak 7 (46,7%) responden sedangkan sesudah dilakukan senam kaki diabetes responden dengan ABI normal meningkat sebanyak 11 (73,3%) responden. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan ankle brachial index (ABI) sebelum dan sesudah senam kaki diabetes dengan p value = 0,046. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat melihat pengaruh senam kaki diabetes terhadap ankle brachial index (ABI) menggunakan ultrasonografi Doppler.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ASUPAN KALIUM, NATRIUM DAN SERAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ISTY DYAH PURWITASARI
NIM: 1003000016
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (1) Endang Widajati (2) Diniyah Kholidah
Subjek: darah,serat,asupan gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Purwitasari, Isty Dyah 2013. ―Asupan Kalium, Natrium dan Serat terhadap Tekanan Darah pada Wanita Menopause di Puksesmas Kedungkandang‖. Program Studi D-III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : (1) Endang Widajati (2) Diniyah Kholidah Prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas di Indonesia adalah sebesar 31,7%, sedangkan Provinsi Jawa timur merupakan provinsi yang mempunyai prevalensi hipertensi lebih tinggi dari angka nasional yaitu sebesar 37,4% (Riskesdas, 2007). Prevalensi penderita hipertensi lebih sering dialami oleh wanita dalam masa menopause. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2011 prevalensi tertinggi penderita hipertensi khususnya pengunjung wanita usia 45 tahun keatas di Puskesmas Kedungkandang yaitu sebesar 33,56%. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya penurunan kadar hormon estrogen sehingga mengakibatkan terjadi kekakuan pada pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh asupan kalium, natrium dan serat dalam makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah observational dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 responden di Posyandu Lansia, Puskesmas Kedungkandang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret, Mei dan Juni 2013. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik chi-square kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tekanan darah tinggi yaitu sebanyak 23 orang (52%), kurang mengkonsumsi makanan sumber kalium yaitu sebesar 95% dan serat sebesar 95% serta mengkonsumsi bahan makanan sumber natrium secara berlebih sebesar 55%. Berdasarkan pengujian statistik diketahui terdapat hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p=0). Asupan kalium dan serat tidak berhubungan terhadap tekanan darah (p=0,222) pada penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini ialah untuk terjadinya hipertensi perlu peran faktor risiko lainnya secara bersama-sama, dengan kata lain satu faktor risiko saja belum cukup menyebabkan tekanan darah tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar melihat faktor-faktor risiko lain yang mempengaruhi tekanan darah terkait dengan peran zat gizi. Seiring bertambahnya usia maka arteri kehilangan elastisitasnya, sehingga disarankan pada umur >50 tahun untuk meningkatkan asupan kalium dan serat seperti sayur dan buah guna menurunkan nilai tekanan darah. Kata kunci : Wanita Menopause, Asupan Kalim, Natrium, Serat, Tekanan Darah
Cover KTI
tidak tersedia
2013

DAMPAK NON INVASIF PENGGUNAAN SINAR X C-ARM PADA PETUGAS KAMAR OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AGAPE KRISTIANTO
NIM: 1201410007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Sri Mudayatiningsih,Skp,M.Kes, (Pendamping) Dr.Thomas CJH,Sp.OT
Subjek: Dampak , C-Arm, Petugas Kamar Operasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dampak Non Invasif Penggunaan Sinar X C-Arm Pada Petugas Kamar Operasi Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Agape Kristianto (2013). Skripsi Deskriptif Survey, Program Studi DIV Keperawatan Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Sri Mudayatiningsih,Skp,M.Kes, (Pendamping) Dr.Thomas CJH,Sp.OT, Pesawat sinar X berbentuk C-arm adalah alat yang digunakan untuk membantu tindakan pembedahan, C-arm selain berguna untuk membantu pembedahan, juga memiliki efek yang dapat menggangu kesehatan tubuh manusia sehingga diperlukan proteksi untuk melindungi dari dampak paparan radiasi yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemakaian sinar X C-Arm terhadap kesehatan kerja petugas kamar bedah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan lembar kuesioner sebagai instrumen. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 10 Juni-15 Juli 2013 di rumah sakit dr saiful anwar malang dengan jumlah sampel 16 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengolahan data dengan pengolahan data deskriptif survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk penggunaan alat pelindung diri di instalasi bedah sentral rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang hanya memakai apron dan tabir selama pemakaian sinar x c-arm. Gejala jangka panjang didapatkan bahwa responden menjawab tidak mengalami gejala penyakit dengan jawaban tidak sebanyak 92% sedangkan yang menjawab iya hanya 8%. Jangka pendek didapatkan bahwa responden menjawab iya mengalami keluhan setelah menggunakan sinar X C-arm sebanyak 52%. Dan keluhan terbanyak yang dialami adalah badan lemas. kemudian dapat lain yang juga dialami adalah nyeri kepala dan mual. Rekomendasi untuk penelitian ini bagi responden dan institusi kesehatan adalah melakukan pemeriksaan rutin kepada petugas yang menggunakan sinar x C-arm sehingga dapat dilakukan pengurangan dampak radiasi ke tubuh petugas kamr operasi. Kata Kunci : Dampak , C-Arm, Petugas Kamar Operasi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

DAMPAK PSIKOLOGIS PADA IBU YANG MENGALAMI ABORSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: FAUZIA SEPTA REMUNA
NIM: 1001100012
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: A. Zani Pitoyo, SST, M.Kes. Abdul Hanan, S.Kep., Ns., M.Kes
Subjek: Dampak Psikologis, Aborsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fauzia Septa Remuna (2013). Dampak Psikologis pada Ibu yang mengalami Aborsi di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari. Pembimbing Utama A. Zani Pitoyo, SST, M.Kes. Pembimbing Pendamping Abdul Hanan, S.Kep., Ns., M.Kes. Aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup diluar kandungan baik itu dengan disengaja atau tidak, dengan indikasi medis maupun non medis. Saat ini aborsi masih merupakan masalah kontroversi di masyarakat Indonesia. Namun terlepas dari kontroversi tersebut, aborsi diindikasikan bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi terhadap keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak terhadap keadaan psikologis seorang wanita. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak psikologis pada ibu yang mengalami aborsi di wilayah kerja Puskesmas Wonosari. Rancangan penelitian deskriptif eksploratif-studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang ibu yang pernah mengalami aborsi di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari. Pengambilan data dilaksanakan di rumah masing-masing subjek pada tanggal 4 sampai 14 Juli 2013 dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa dampak psikologis yang muncul diantaranya adalah sedih, kesal, ingin marah, kecewa, merasa bersalah, menyesal, dan beberapa kali mimpi buruk mengenai bayinya, pendiam, trauma, sering teringat kejadian aborsi, sering menangis, ikhlas, tetap berusaha, tidak kehilangan harapan, takut membuat pasangan kecewa, bingung, cemas, merasa beban berkurang, lebih semangat bekerja, berpengaruh terhadap hubungannya dengan pasangan terutama hubungan suami istri, membohongi pasangan dan sulit mengambil keputusan. Dengan demikian dapat dilakukan pemberian konseling kepada subjek dan keluarga yang pernah mengalami aborsi oleh petugas kesehatan, dan subjek juga diharapkan agar mencari informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai aborsi dan terbuka kepada orang terdekatnya. Kata Kunci: Dampak Psikologis, Aborsi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

DEKONTAMINASI INSTRUMEN BEDAH PLASTIK DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNICO ANDRIANTO
NIM: 1201410023
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Isnaeni DTN SKM, M.Kes. dan Pembimbing Pendamping dr. Herman Yosef, Sp BP RE
Subjek: dekontaminasi, Instrumen, Bedah plastik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dekontaminasi Instrumen Bedah plastik Di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Andrianto, Yunico. 2013. Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN SKM, M.Kes. dan Pembimbing Pendamping dr. Herman Yosef, Sp BP RE. Kata Kunci : dekontaminasi, Instrumen, Bedah plastik. Dekontaminasi instrumen bedah merupakan menghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya dan dilakukan sebagai langkah pertama bagi pengelolaan pencemaran lingkungan, seperti misalnya tumpahan darah atau cairan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Persiapan dan prosedur dekontaminasi instrumen bedah plastik di RSSA Malang. Metode rancangan studi kasus ini yaitu deskriptif observasi dengan enam subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan hasil penelitian disajikan secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam melakukan Persiapan dekontaminasi yang dilakukan oleh perawat di didapatkan bahwa 50% (3 orang) dengan tepat serta 50% (3 orang) tidak tepat serta untuk Prosedur dekontaminasi didapatkan bahwa subyek melakukan dengan tidak tepat 83% (5 orang) dan 17% (1 orang) dengan tepat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa proses dekontaminasi instrumen tidak tepat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah mengembangkan peningkatan pelatihan kepada perawat instrumen bedah agar lebih berkembang dalam hal perioperatif.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN DESINFEKTAN SAVLON ALKOHOL SEBAGAI ANTISEPTIK KULIT PADA OPERASI CA MAMAE DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MURSYIDA
NIM: 1201410022
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Ns. Maria Diah CT. M.Kep.Sp.KMB, Dr.Thomas Erwin. C. J. H.,Sp.OT
Subjek: Antiseptic savlon alkhohol, – Penurunan jumlah bakteri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mursyida 2013. Efektifitas Penggunaan Desinfektan Savlon Alkohol sebagai Antiseptik Kulit pada Operasi Ca Mamae di Instalasi Bedah Sentral Dr. Saiful Anwar Malang. SKRIPSI Program Studi Diploma IV Keperawatan Medikal Bedah Peminatan perioperatif. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, (pembimbing Utama) Ns. Maria Diah CT. M.Kep.Sp.KMB, (pembimbing pendamping) Dr.Thomas Erwin. C. J. H.,Sp.OT Kata kunci : Antiseptic savlon alkhohol, – Penurunan jumlah bakteri Sterilisasi kulit secara sempurna tidak mungkin dilakukan. Infeksi bakteri sesudah operasi biasanya diakibatkan oleh mikroorganisme flora normal kulit, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan antiseptik Savlon Alkohol sebagai Antisepsis Kulit pada Operasi Ca Mamae di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang sebagai persiapan pembedahan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen observasional,dengan melakukan swab pada 10 responden(5 sebagai kelompok control dan 5 yang dilakukan perlakuan) yang akan dilakukan pembedahan dengan indikasi Ca Mamae. Pengambilan sampel dilakukan pada area operasi sebelum dan sesudah didesinfeksi pada daerah pembedahan selama 20 menit. Hasil uji statistik dengan wilcoxson terdapat perbedaan yang bermakna pemakaian antiseptik dengan savlon alcohol dengan nilai p = 0,042( kurang dari 0,05). Yang berarti Penggunaan pemakaian savlon alcohol mempengaruhi koloni kuman setelah dilakukan desinfeksi.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EFEKTIFITAS LATIHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGELUARKAN SEKRET PADA PASIEN PASCA OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM (Di IRNA Diponegoro RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang)

Lihat Detail Karya
Penulis: DENNY SAPUTRA
NIM: 1201410010
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd., Roni Yuliwar, S.Kep.Ns.M.Ked.
Subjek: Efektifitas, Pasca Operasi, Anestesi Umum
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Efektifitas Latihan Batuk Efektif Terhadap Kemampuan Pasien dalam Mengeluarkan Sekret pada Pasien Pasca Operasi dengan Anestesi Umum (di IRNA Diponegoro RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang). Denny Saputra (2013). Skripsi, Program Studi DIV Keperawatan Minat Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama): Farida Halis DK, S.Kp, M.Pd. Pembimbing (Pendamping): Roni Yuliwar, S.Kep.Ns.M.Ked. Kata Kunci : Efektifitas, Latihan Batuk Efektif, Kemampuan Pasien dalam Mengeluarkan Sekret, Pasca Operasi, Anestesi Umum Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan latihan batuk efektif preoperasi tentang kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum. Desain penelitian ini menggunakan Quasy-Exsperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Sampel terdiri dari 20 orang dengan teknik Purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret dengan menggunakan lembar observasi. Kemudian hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan analitik dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney program SPSS for Windows dengan dengan tingkat signifikan p ≤ 0.05 dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret pada pasien pasca operasi antara pasien yang diberi latihan batuk efektif sesuai SOP dengan yang tidak diberi latihan batuk efektif sesuai SOP dengan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan batuk efektif yang sesuai dengan SOP terbukti lebih baik terhadap kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret pada pasien pasca anestesi dengan anestesi umum. Sehingga latihan batuk efektif yang diterapkan sesuai dengan SOP ini, sangat dianjurkan untuk diajarkan oleh perawat sebelum pasien menjalani proses pembedahan
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EFEKTIFITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA BGM DI POLINDES WATU GEDE

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA MARDIATI IMANIAR
NIM: 1002100004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Pratiwi, B.Sc., S.Pd., M.Biomed. Pembimbing II : Tarsikah, S.Si.T., M.Keb.
Subjek: Bidan,makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Imaniar, Anisa Mardiati. Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita BGM Di Polindes Watu Gede. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Pratiwi, B.Sc., S.Pd., M.Biomed. Pembimbing II : Tarsikah, S.Si.T., M.Keb. Berat badan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya asupan nutrisi. Makanan tambahan adalah makanan bergizi sebagai tambahan selain makanan utama guna memenuhi kebutuhan gizi. Pemberian makanan tambahan yang adekuat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi balita sehingga dapat meningkatkan berat badan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan balita BGM usia 3-5 tahun di Polindes Watu Gede. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest postest. Populasi 16 orang balita. Sample 10 orang balita. Pengambilan sample dengan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berat badan awal dan akhir. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji statistik t-Test. Hasil penelitian didapatkan rata – rata berat badan awal 10,36 kg. Rata – rata berat badan seteah diberi perlakuan 11,26 kg. Kenaikan berat badan rata – rata 0,9 kg. Didapatkan nilai thitung = 2,419 dan ttabel = 2,262. Karena t hitung > dari ttabel maka H0 ditolak yang artinya pemberian makanan tambahan efektif untuk meningkatkan berat badan balita BGM di Polindes Watu Gede. Efektifitas PMT tersebut terbatas pada penelitian ini sehingga untuk digeneralisasikan perlu penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar. Manfaat penelitian dapat digunakan sebagai data dasar penelitian lebih lanjut dan dapat digunakan sebagai bahan penyuluhan. Kata Kunci : Pemberian Makanan Tambahan, Berat Badan.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EFEKTIVITAS SENAM DISMENORE UNTUK MENGURANGI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI MTS AL-MA’ARIF 3 GUNUNGREJO SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: RINTA CAHYANTI
NIM: 1002100085
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Naimah, SKM, M.Kes, Pembimbing II : Herawati Mansur, S.ST, M.Pd, M.P
Subjek: Remaja, Dismenore, Senam Dismenore
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cahyanti, Rinta. 2013. Efektivitas Senam Dismenore Untuk Mengurangi Dismenore Pada Remaja Putri di MTS Al-Ma’arif 3 Gunungrejo-Singosari. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi Kebidanan Malang. Pembimbing I : Naimah, SKM, M.Kes, Pembimbing II : Herawati Mansur, S.ST, M.Pd, M.Psi. Pada usia remaja, perempuan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan reproduksi dimana salah satunya terjadi menstruasi. Ketika menstruasi banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya dismenore yang dapat mengganggu aktivitas seseorang. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore setiap bulannya hingga bolos sekolah dan mengganggu proses pembelajaran. Untuk mengatasi dismenorea tersebut dapat digunakan beberapa cara, salah satunya dengan senam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam dismenore untuk mengurangi dismenore pada remaja putri di MTS Al-Ma’arif 3 Gunungrejo-Singosari. Desain penelitian yang digunakan Quasi Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Group, dengan jumlah populasi 37 remaja putri yang sudah mengalami menarche, dan sampel 28 remaja putri, teknik sampling yang digunakan purposive. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam dismenore 100% remaja putri mengalami nyeri sedang. Kemudian setelah dilakukan senam dismenore 93% remaja putri tetap mengalami nyeri sedang, dan 7% remaja putri mengalami penurunan nyeri menjadi nyeri ringan. Hasil pengolahan data didapatkan nilai p value (0,192) > α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima artinya senam dismenore tidak efektif untuk mengurangi dismenore pada remaja putri di MTS Al-Ma’arif 3 Gunungrejo-Singosari, untuk itu perlu adanya metode lain seperti relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore sehingga kejadian dismenore dapat menurun dan tidak menganggu proses pembelajaran. Kata Kunci : Remaja, Dismenore, Senam Dismenore
Cover KTI
tidak tersedia
2013

EVALUASI EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROGRAM PEMULIHAN PASIEN GIZI BURUK DI TFC (Therapeutic Feeding Centre) KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2012

Lihat Detail Karya
Penulis: HUSAIN USMAN
NIM: 1203400032
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (1).POEDYASMORO (2) SUGENG IWAN S
Subjek: TFC Bone Bolango, gizi buruk, efektivitas, efisiensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK HUSAIN USMAN, 2013. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Program Pemulihan Pasien Gizi Buruk di TFC (Therapeutic Feeding Centre) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012. SKRIPSI, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (1).POEDYASMORO (2) SUGENG IWAN S Latar Belakang : Salah satu penaggulangan masalah gizi buruk yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bone Bolango yaitu dengan memprioritaskan anggaran kesehatan pada penanggulangan gizi buruk. Pemanfaatan tersebut diwujudkan melalui pembentukkan suatu Pusat Pemulihan Gizi Buruk yaitu TFC (Therapeutic Feeding Centre) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada anak gizi buruk sebagai upaya untuk menurunkan prevalensi kasus gizi buruk di Kabupaten Bone Bolango. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Menggunakan metode survey untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi program pemulihan pasien gizi buruk di TFC Kabupaten Bone Bolango tahun 2012. Penelitian ini dilaksanakan di TFC Kabupaten Bone Bolango pada bulan Juli 2013 selama 14 hari. Sampel dalam penelitian ini seluruh pasien gizi buruk yang yang dirawat di TFC selama tahun 2012. Hasil : Tujuan program TFC yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada anak pasien gizi buruk sebagai upaya untuk menurunkan prevalensi kasus gizi buruk di Kabupaten Bone Bolango. Sumber daya yaitu tenaga dan sarana/prasarana yang ada di TFC tahun 2012 sudah memenuhi standar untuk pelayanan TFC. Sedangkan untuk anggaran yang ada (terealisasi) belum memenuhi anggaran biaya untuk pelayanan TFC. Perencanaan kegiatan program pemulihan pasien gizi buruk di TFC tahun 2012 telah sesuai pedoman tata laksana gizi buruk. Kegiatan yang telah dilaksanakan pelayanan medis, rujukan kasus, pelayanan dan konseling gizi, stimulasi perkembangan, pencatatan dan pelaporan, monitoring dan evaluasi. Pasien gizi buruk yang diintervensi TFC sejumlah 24 anak. Pasien gizi buruk yang sembuh sejumlah 13 anak. Status gizi (BB/PB) sangat kurus 13 anak, kurus 11 anak. Evaluasi adequasi of effort 100% terlaksanan, adequasi of performance mencapai 66.6%. Program pemulihan gizi buruk di TFC memiliki relevansi dengan kebijakan umum dan kebutuhan dasar manusia. Progres Program pemulihan TFC 5 (lima) tahun kedepan menurun mencapi 10% pasien yang sembuh. Efektifitas Program pemulihan pasien gizi buruk di TFC telah mencapai sekitar 54,1 %, sedangkan Efisien program pemulihan pasien gizi buruk di TFC mencapai 68,6%, efisiensi teknis (tenaga, metode, keuangan) masih perlu pengembangan. Kesimpulan : Program pemulihan pasien gizi buruk yang dirawat di TFC Kabupaten Bone Bolango tahun 2012 telah efektif namun belum efisien dalam menurunkan prevalensi gizi buruk di Kabupaten Bone Bolango selama tahun 2012. Kata kunci: TFC Bone Bolango, gizi buruk, efektivitas, efisiensi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan