Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4851–4860 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS HEPATITIS B PADA MANTAN PENGGUNA NARKOBA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KENDALSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALMIRA SAYIDA SUNDORO
NIM: 1001100001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (utama) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep. (pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep Ns, M. Ked
Subjek: Virus Hepatitis B, Pencegahan, Penularan, Studi Kasus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pengetahuan dan Sikap Tentang Pencegahan Penularan Virus Hepatitis B Pada Mantan Pengguna Narkoba di UPT Puskesmas Kendalsari Malang. Almira Sayida Sundoro (2013). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Eksploratif, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (utama) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep. (pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep Ns, M. Ked. Kata Kunci : Virus Hepatitis B, Pencegahan, Penularan, Studi Kasus, Virus hepatitis B tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual dengan carrier hepatitis B tanpa menggunakan pengaman saja, hepatitis B juga bisa ditularkan melalui penggunaan ulang jarum suntik yang terkontaminasi, penggunaan jarum tindik dan jarum tattoo yang tidak disterilkan. Mantan pengguna narkoba merupakan salah satu kelompok rentan yang beresiko menggunakan jarum suntik secara bergantian. Tindakan dan respon mereka untuk turut serta dalam pencegahan penularan virus hepatitis ikut mengambil peranan penting dan dapat menjadi tolak ukur dalam penyebarluasan penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pengetahuan dan sikap mantan pengguna narkoba dalam pencegahan penularan virus hepatitis B. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan studi kasus dengan 2 orang responden sesuai kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 - 6 Juli 2013 bertempat di Poli Metadon Puskesmas Kendalsari. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode wawancara. Hasil studi kasus menunjukkan subjek 1 (Tn.N) memiliki tahap pengetahuan yang kurang baik, tahap pemahaman yang kurang baik, tahap aplikasi yang baik, dan memiliki sikap yang positif dalam pencegahan penularan virus hepatitis B. Subjek 2 (Tn.P) memiliki tahap pengetahuan yang baik, tahap pemahaman yang baik, tahap aplikasi yang baik, dan memiliki sikap yang positif dalam pencegahan penularan virus hepatitis B. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat menggunakan metode observasional langsung (bentuk aktif) dalam perilaku pencegahan penularan virus hepatitis B.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

KEMAMPUAN TOILETING PADA ANAK USIA TOODLER YANG MENGGUNAKAN DIAPERS (POPOK SEKALI PAKAI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU WIDAYANI
NIM: 1001100055
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.kep Ns, M. Biomed, Djoko Setyono, SKM, M.Kes
Subjek: Keberhasilan, Toilet Training, Anak usia Toddler
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Widayani , Ayu (2013). Keberhasilan Toilet training Pada Anak usia Toddler Yang Menggunakan Diapers (Popok Sekali Pakai) Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Pertama) Tanto Hariyanto, S.kep Ns, M. Biomed, Pembimbing (kedua) Djoko Setyono, SKM, M.Kes. Kata Kunci : Keberhasilan, Toilet Training, Anak usia Toddler Penerapan toileting pada anak usia toddler yang menggunakan diapers (popok sekali pakai) harus di terapkan dari awal karena hal ini untuk mengetahui perkembangan anak dalam melakukan toleting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mengetahui kemampuan toileting pada anak usia toodler yang menggunakan diapers (popok sekali pakai) di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif survey dengan 20 anak sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 bertempat di kelurahan sukun RT 17 &18 Kota Malang. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara pembagian angket dan wawancara pada responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kemampuan Toileting Pada Anak usia Toddler yang Menggunakan Diapers (Popok Sekali Pakai) Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti dikategorikan baik ditunjuk dengan 13 responden atau sekitar 65% mampu mengidentifikasi BAK/BAB, 12 responden atau sekitar 60% menahan BAK/BAB dan mampu BAK/BAB. Rekomendasi pada penelitian ini adalah pentingnya peran keluarga dalam penerapan toileting pada anak usia toddler sejak usia dini, meskipun menggunakan diapers (popok sekali pakai) kemampuan toileting anak berhasil. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah mengembangkan penelitian kemampuan toileting pada anak usia toddler yang menggunakan diapers (popok sekali pakai) dengan mengobservasi langsung untuk penerapan toileting yang dilakukan oleh orangtua.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP WAKTU FLATUS PADA IBU POST SECTIO CAESAR DI RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: UFIANI CANDRA DEWI
NIM: 1102420013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Marjati, SST, M.Pd, Pembimbing II: Pratiwi, B.Sc, S.Pd, M.Biomed
Subjek: Ambulasi Dini, Waktu Flatus, Post Operasi Sectio Caesaria
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi, Ufiani Candra. 2013. Pengaruh Ambulasi Dini terhadap Waktu Flatus pada Ibu Post Sectio caesar di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Malang Klinik Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Marjati, SST, M.Pd, Pembimbing II: Pratiwi, B.Sc, S.Pd, M.Biomed Pulihnya fungsi pencernaan pada pasien post operasi ditandai dengan timbulnya flatus. Ambulasi dini merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk mempercepat kembalinya fungsi pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ambulasi dini terhadap waktu flatus pada ibu post sectio Caesar di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment dengan one – shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post sectio caesar di RSUD Bangil-Pasuruan pada 14 Februari-13 Maret 2013 sebanyak 48 orang. Sampel yang digunakan adalah sebagian ibu post sectio caesar di RSUD Bangil-Pasuruan pada tanggal 14 Februari-13 Maret 2013 sebanyak 35 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Pengumpulan data melalui observasi dengan pengisian checklist pelaksanaan ambulasi dini. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji Kolmogorov Smirnov 1 sampel dengan tingkat signifikansi 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan 24 orang (69%) flatus dalam waktu kurang dari 24 jam dan 11 orang (31%) flatus antara 24-48 jam dan tidak ada responden yang flatus dalam waktu lebih dari 48 jam (0%). Dari hasil uji Kolmogorov-smirnov didapatkan nilai p=0,000 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan H1 diterima yang berarti ada pengaruh ambulasi dini terhadap waktu flatus pada pasien post operasi sectio caesaria di RSUD Bangil. Peran bidan sangat dibutuhkan untuk memberikan penjelasan serta mengajarkan teknik ambulasi yang benar untuk mempercepat timbulnya flatus yang menandai kembalinya fungsi sistem pencernaan pada ibu post sectio caesar. Kata Kunci: Ambulasi Dini, Waktu Flatus, Post Operasi Sectio Caesaria
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISA KEPATUHAN DIET DITINJAU DARI TINGKAT KONSUMSI LEMAK, TINGKAT KONSUMSI SERAT, TINGKAT KONSUMSI KOLESTEROL DAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER RAWAT INAP DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: RINA OKTAFRIANA
NIM: 1003000089
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah bimbingan DINIYAH KHOLIDAH dan AAG ANOM ASWIN)
Subjek: Gizi,Diet,Lemak
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI RINA OKTAFRIANA. 2013. Analisa Kepatuhan Diet Ditinjau Dari Tingkat Konsumsi Lemak, Tingkat Konsumsi Serat, Tingkat Konsumsi Kolesterol Dan Kadar Kolesterol Darah Pasien Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen (Dibawah bimbingan DINIYAH KHOLIDAH dan AAG ANOM ASWIN) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil SUKERNAS tahun 2003 prevalensi penyakit jantung koroner menunjukkan angka 26,4%. Penyakit jantung koroner adalah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan otot jantung atas oksigen dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kepatuhan diet ditinjau dari tingkat konsumsi lemak, tingkat konsumsi serat, tingkat konsumsi kolesterol dan kadar kolesterol darah pada pasien penyakit jantung koroner. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case study, penelitian dilakukan pada bulan Febuari-Juni 2013 di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien jantung koroner di ruang rawat inap dengan rentang umur antara 30 – 60 tahun yang memenuhi kriteria sampel. Data yang diperlukan adalah data gambaran umum responden, data laboratorium, susunan menu rumah sakit, data tingkat konsumsi lemak, tingkat konsumsi serat dan tingkat konsumsi kolesetrol. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pencatatan, dan pengukuran. Selanjutnya data yang diperoleh diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan kepustakaan yang ada. Hasil observasi menunjukkan bahwa pasien yang memenuhi kriteria sampel berjumlah 5 orang dengan keluhan yang sama yaitu nyeri dada sebelah kiri, sesak, dan badan terasa lemas. Berdasarkan data tingkat konsumsi lemak pasien selama 5 hari dalam kategori cukup yaitu sebesar 88% dari kebutuhan dan terdapat 3 pasien dalam kategori tidak patuh sebesar 60%, sedangkan rata-rata tingkat konsumsi serat dalam kategori kurang yaitu sebesar 77,2% dari kebutuhan dan terdapat 4 pasien dalam kategori patuh sebesar 80%, rata-rata tingkat konsumsi kolesterol dalam kategori kurang yaitu 65,1% dari kebutuhan dan terdapat 4 pasien dalam kategori patuh sebesar 80%. Hasil pemeriksaan laboratorium pada kolesterol total dan LDL dalam kategori tinggi dan HDL dalam kategori baik berdasarkan NCEP, 2001. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat kecendurungan apabila mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol darah sehingga dapat disarankan pada pihak rumah sakit untuk mengatur jenis bahan makanan yang sesuai dengan penyakit jantung koroner yaitu mengurangi bahan makanan yang digoreng, saran berikutnya memberikan motivasi kepada pasien untuk mengkonsumsi sayur yang merupakan sumber serat makanan untuk menurunkan kadar kolesterol darah pasien. Motivasi dan edukasi terus diberikan pada pasien PJK dan pihak keluarga. Kata kunci: Kepatuhan Diet, Tingkat Konsumsi Lemak, Tingkat Konsumsi Serat, Tingkat Konsumsi Kolesterol dan Hasil pemeriksaan kolesterol darah.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS ASUPAN ENERGI, LEMAK, SAFA, ZAT GIZI MIKRO (Na, Ca, K, Mg) DAN SERAT TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KARANGKETUG KOTA PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: RAGEL ATIKA
NIM: 1003000086
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan : Diniyah Kholidah, danDwie Soelistyorini
Subjek: Gizi,Energi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ragel Atika. 2013. Analisis Asupan Energi, Lemak, SAFA, Zat Gizi Mikro(Na, Ca, K, Mg) dan Serat terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan. (Dibawah bimbingan : Diniyah Kholidah, danDwie Soelistyorini) Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh penduduk dunia. Bila hipertensi tidak terkendali maka dampak jangka panjang yang akan timbul antara lain gangguan jantung (75%), stroke (15%), dan gangguan fungsi ginjal (10%). Bahkan hipertensi dapat menyebabkan kematian mendadak sehingga disebut sebagai silent killer. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2013. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis energi, lemak, SAFA, asupan zat gizi mikro dan serat terhadap tekanan darah pasien rawat jalan hipertensi di Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitiannya cross sectional. Data yang diambil antara lain gambaran umum, asupan energi, asupan lemak, asupan SAFA, asupan zat gizi mikro (Na, Ca, K, Mg) dan serat . Jumlah pasien sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berjumlah30 orang yang berusia antara ≤60 tahun dan berusia > 60 tahun. Sebanyak 63% status gizi pasien adalah gemuk (overweight). Sebanyak 40% asupan energi tergolong defisit berat. Untuk asupan Ca, K dan serat sebanyak 100% tergolong defisit berat. Kemudian sebanyak 98% asupan Mg tergolong defisit berat. Sebaliknya sebesar 57% asupan lemak tergolong normal. Sedangkan sebanyak 100% asupan SAFA dan sebanyak 57% asupan Na tergolong diatas kecukupan. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan kejadian hipertensi. Dari hasil uji statistik Chi- square bahwa ada hubungan yang tidak signifikan antara asupan energi, lemak dan magnesium terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Karangketug Kota Pasuruan. Bagi pihak Puskesmas perlunya kegiatan konseling pada pasien hipertensi rawat jalan untuk memberikan informasi mengenai ketepatan DASH diet yang meliputi zat gizi mikro (Na, Ca, K, Mg) dan serat. Sebaiknya juga mengadakan kegiatan penyuluhan kepada pasien hipertensi rawat jalan tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah terutama cara pengolahan serta jenis dan jumlah yang dikonsumsi. Kata Kunci: Hipertensi, Asupan Energi, Lemak, SAFA, Na, C, K, Mg, Serat
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USIA MENOPAUSE PADA WANITA DI DESA PLERET KECAMATAN POHJENTREK PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: LILIS MAKHSUN ARIKA
NIM: 1102420005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Heny Astutik, S.Kep.Ns, M.Kes, Pembimbing II : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes
Subjek: Faktor – faktor yang mempengaruhi usia menopause, Usia Menopause
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arika, Lilis Makhsun. 2013. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Usia Menopause Pada Wanita Di Desa Pleret Kecamatan Pohjentrek Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIV Kebidanan Klinik Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Heny Astutik, S.Kep.Ns, M.Kes, Pembimbing II : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes Menopause berarti berhentinya menstruasi. Usia menopause pada wanita berbeda – beda. Biasanya terjadi pada usia 50 tahunan. Perbedaan usia tersebut dipengaruhi beberapa faktor, yaitu usia menarche, faktor psikis, paritas, usia melahirkan, pemakaian kontrasepsi, merokok, faktor sosial ekonomi dan pengobatan penyakit kandungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi usia menopause pada wanita di Desa Pleret Kecamatan Pohjentrek Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan populasi 241 dan sampel 150. Teknik sampling menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling . Instrumen menggunakan kuisioner, data dianalisa dengan menggunakan uji Chi Square dengan ketentuan jika ρ < α maka Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67,2%) responden menarche lambat mengalami menopuase normal dengan ρ 0,874, sebagian besar (60,0%) responden primipara mengalami menopause dini dengan ρ 0,000, hampir seluruhnya (84,2%) responden melahirkan anak terakhir pada usia resiko rendah mengalami menopause normal dengan ρ 0,131, hampir seluruhnya (84,1%) responden pengguna KB hormonal kombinasi mengalami menopause normal dengan ρ 0,242, sebagian besar (66,7%) responden merokok mengalami menopause dini dengan ρ 0,001, seluruhnya (100,0%) responden yang memiliki riwayat penyakit kandungan dan pernah melakukan pengobatan penyakit kandungan mengalami menopause dini dengan ρ 0,001. Disimpulkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi usia menopause yaitu paritas, merokok, dan pengobatan penyakit kandungan, sedangkan faktor – faktor yang tidak mempengaruhi yaitu usia menarche, usia melahirkan dan pemakaian kontrasespsi. Kata Kunci : Faktor – faktor yang mempengaruhi usia menopause, Usia Menopause
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS KUALITAS MENU, DAYA TERIMA, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN, SERTA STATUS GIZI PADA LANSIA DI UPT PSLU PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI MUJAHADAH
NIM: 1003000030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Bachyar Bakri dan Hasan Aroni
Subjek: Gizi,Daya Terima
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mujahadah, Siti. 2013. Analisis Kualitas Menu, Daya Terima, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Serta Status Gizi pada Lansia di UPT PSLU Pasuruan (dibawah bimbingan Bachyar Bakri dan Hasan Aroni). Hasil studi pendahuluan pada menu di UPT PSLU Pasuruan, tidak terdapat standar porsi yang sesuai dengan kecukupan gizi dari lansia pada saat pemorsian serta tidak memperhatikan kombinasi warna pada makanan, dimana kedua nya adalah beberapa syarat dari kualitas menu yang baik. Dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan status gizi agar tetap baik, maka perlu suatu penyelenggaraan makanan yang baik termasuk didalamnya adalah daya terima baik, serta tingkat konsumsi energi dan protein yang adekuat. Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas menu, daya terima serta tingkat konsumsi energi dan protein pada lansia di UPT PSLU Pasuruan. Jenis Penelitian yang digunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah menu dengan penggunaan teknik accidental sampling sejumlah 21 menu dan lansia dengan penggunaan teknik purposive sampling sejumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan selama tujuh hari yaitu 18 – 24 Februari 2013 di UPT PSLU Pasuruan. Variabel dari penelitian ini adalah kualitas menu, daya terima, tingkat konsumsi energi dan protein serta status gizi. Uji hubungan dilakukan dengan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% menu memiliki kualitas baik dan 33% lainnya memiliki kategori cukup. Daya terima responden kategori baik tertinggi berdasarkan jenis makanan yang disajikan adalah lauk hewani yaitu sebesar 90%, sedangkan daya terima responden dengan kategori kurang terdapat pada jenis makanan lauk nabati sebesar 6% dan snack sebesar 3%. Sebagian besar Tingkat konsumsi energi responden berada pada kategori normal sebesar 42%, sedangkan 29% pada kategori diatas angka kecukupan, serta 29% lainnya defisit ringan dan sedang. Sebagian besar tingkat konsumsi protein responden pada kategori diatas angka kecukupan sebesar 36%, kategori normal sebesar 35%, serta 29% lainnya pada kategori defisit ringan dan sedang. Status gizi responden sebagian besar pada kategori normal sebesar 55%, underweight sebesar 29% dan obesitas I sebesar 16%. Ada hubungan antara daya terima terhadap tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi energi terhadap status gizi, namun tidak ada hubungan antara daya terima terhadap tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi protein dengan status gizi lansia pada UPT PSLU Pasuruan. Disarankan kepada pengelola UPT PSLU Pasuruan untuk lebih memperhatikan kecukupan gizi lansia dengan cara penggunaan standar porsi dalam proses pemorsian serta menyajikan pola menu yang seimbang dengan memperhatikan kualitas menu agar daya terima lansia baik dan status gizi dapat tercapai optimal. Kata kunci : kualitas menu, daya terima, tingkat konsumsi energi dan protein, status gizi, lansia.
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS KUALITAS MENU, KETERSEDIAAN ENERGI DAN PROTEIN SERTA DAYA TERIMA PADA MENU MAKAN SIANG PANTI ASUHAN PUTRI ELIM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Kiky Kurnia Dewi
NIM: 1003000074
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Sugeng Iwan, STP., M.Kes., Pembimbing II: I Komang Suwita, SST.
Subjek: REMAJA,ASUPAN GIZI,MENU GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi, Kiky, Kurnia (2013). Analisis Kualitas Menu, Ketersediaan Energi dan Protein serta Daya Terima Menu Makan Siang Panti Asuhan Putri Elim Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Sugeng Iwan, STP., M.Kes., Pembimbing II: I Komang Suwita, SST. Masa remaja merupakan fase yang membutuhkan energi dan protein yang besar untuk memenuhi pertumbuhan cepat (growth spurt). Terutama pada usia remaja 12-15 tahun mengalami deposisi lemak, khususnya diabdomen dan lingkar pinggul. Kecenderungan remaja putri yang menginginkan tubuh yang langsing berusaha mencapai berat badan yang diinginkan dengan mengurangi makanannya. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui Kualitas Menu, Ketersediaan Energi dan Protein serta Daya Terima Menu Makan Siang Panti Asuhan Putri Elim Malang. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Subyek penelitian ini terdiri dari 5 hari menu makan siang untuk penilaian kuliatas menu yang dinilai 10 orang mahasiswa jurusan Gizi serta dihitung kandungan energi dan protein, dan 22 remaja putri panti asuhan untuk observasi sisa makanan (daya terima). Hasil penelitian observasi selama 5 hari terhadap kualitas menu menunjukkan pada pola menu masih kurang dan aspek cita rasa terdapat warna, porsi, suhu dan penyajian merupakan aspek yang kurang. Sedangkan untuk ketersediaan energi dan protein pada menu makan siang sudah memenuhi remaja golongan usia <10 tahun dan 16- 18 tahun dan belum terpenuhi untuk golongan usia 10-15 tahun. Untuk rata-rata daya terima menu makan siang di Panti Asuhan Putri Elim termasuk cukup yaitu 100%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ketersediaan energi dan protein masih belum memenuhi sebagian kebutuhan remaja di Panti Asuhan yang bisa ditinjau dari aspek cita rasa porsi makanan yang masih kurang. Selanjutnya pada daya terima makanan harus lebih diperhatikan lagi tentang anak yang masih memberikan makanannya pada anak yang lain. Dan juga pengulangan bahan makanan yang sama selama 3 hari dapat menyebabkan kebosanan pada anak, sehingga pengulangan bahan makanan sebisa mungkin diminimalisir dengan maksimal pengulangan bahan makanan yang sama sebanyak 2 kali saja. Kata Kunci: Panti Asuhan, Remaja, Kualitas Menu, Ketersediaan Energi dan Protein, Daya Terima
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS PERILAKU MAKAN, ASUPAN MAKAN DAN STATUS GIZI PENDERITA SKIZOFRENIA USIA DEWASA DI RSJ Dr. RADJIMAN WIDYODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANANDA ADJI PRATIWI
NIM: 1003000044
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan Soetomo Rum Teguh K, KM, M.Kes
Subjek: asupan makan, status gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Pratiwi, Ananda Adji (1003000044) Analisis Perilaku Makan, Asupan Makan Dan Status Gizi Penderita Skizofrenia Usia Dewasa di RSJ Dr. Radjiman Widyodiningrat Lawang. Pembimbing : Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan Soetomo Rum Teguh K, KM, M.Kes Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan psikis yang paling serius karena dapat menyebabkan menurunnya fungsi manusia dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Penderita gangguan jiwa mempunyai perilaku makan yang berbeda-beda atau mempunyai nafsu makan yang tidak teratur. Pada suatu saat mereka mampu menghabiskan makanan yang disediakan, tetapi pada saat lain mereka bahkan tidak menyentuh makanan yang disajikan atau bahkan membuangnya . Hal ini dapat mempengaruhi status gizi penderita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku makan, asupan makan dan status gizi penderita skizofrenia usia dewasa di RSJ Dr. Radjiman Widyodiningrat Lawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 21 orang. Pengumpulan data tentang antropometri menggunakan alat bantu timbangan digital dan mikrotoa. Asupan energi dan protein menggunakan pengamatan dengan alat bantu taksiran sisa makanan. Status gizi di tentukan berdasarkan pengukuran IMT. Analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku makan penderita skizofrenia berkategori normal (81%) dan berlebih/agresif (19%). Asupan energi penderita skizofrenia diperoleh kategogi normal (57,1%) dan defisit tingkat ringan (42,9%). Asupan protein penderita skizofrenia diperoleh kategogi normal (66,7%) dan defisit tingkat ringan (33,3%). Status gizi penderita skizofrenia berdasarkan IMT diperoleh status gizi kurang (4,7%), normal (81%) dan gemuk (14,3%). Kesimpulan : sebagian besar responden mempunyai perilaku makan yang normal, asupan energi dan protein normal dan status gizi normal. Kata Kunci : perilaku makan, asupan makan, status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2013

ANALISIS POLA MENU DAN KETERSEDIAAN ENERGI DAN PROTEIN ANAK ASUH PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI UPT PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK KABUPATEN SUMENEP

Lihat Detail Karya
Penulis: SITTI AISYAH YASYILAH SUKADI
NIM: 1003000031
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan : I Dewa Nyoman Supariasa, dan Bachyar Bakri
Subjek: Gizi,Menu,Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sitti Aisyah Yasyilah Sukadi. 2013. Analisis Pola Menu dan Pemenuhan Kecukupan Energi dan Protein Anak Asuh pada Penyelenggaraan makanan di UPT Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. ( Dibawah bimbingan : I Dewa Nyoman Supariasa, dan Bachyar Bakri) UPT Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep menyelenggarakan makanan bagi anak asuh yang berjumlah 65 orang dengan berbagai golongan umur dan mempunyai siklus menu 7 hari dengan frekuensi makan 3 kali sehari. Menu yang disajikan setiap hari tidak seimbang karena keterbatasan dana dan rendahnya pengetahuan tenaga pengolah tentang gizi seimbang. Pelayanan makanan dengan menggunakan sistem Tray Service dengan porsi penyajian untuk lauk hewani, nabati dan sayur masih dibawah standar porsi yang dianjurkan. Jenis penelitian ini adalah observasional dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah menu yang disajikan sebanyak 21 menu. Jenis data yang dikumpulkan meliputi gambaran umum penyelenggaraan makanan, Pola menu, porsi penyajian dan pemenuhan kecukupan energi dan protein. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan menimbang langsung makanan yang disajikan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 menu yang disajikan hanya ada 1 (4.8%) menu yang seimbang. Pada pengamatan porsi penyajian makanan selama 7 hari diperoleh hasil rerata penyajian nasi dan buah sesuai dengan standart porsi yang dianjurkan yaitu masing – masing 208 gram dan 110 gram. Sedangkan porsi lauk hewani, lauk nabati dan sayur belum sesuai dengan standart yang dianjurkan masing-masing sebesar 26 gram, 32 gram dan 72 gram. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola menu yang diberikan selama 7 hari belum seimbang serta porsi nasi dan sayur belum sesuai dengan anjuran. Pemenuhan kecukupan energi dan protein untuk anak asuh sebagian besar belum memenuhi angka kecukupan energi dan protein berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan sesuai golongan umur dan masih dalam kategori deficit tingkat berat dan deficit tingkat sedang. Disarankan kepada pihak UPT Pelayanan Sosial Asuhan Anak Kabupaten Sumenep untuk lebih memperhatikan porsi penyajian, yaitu untuk lauk hewani dan nabati diganti menjadi 50 gr,sayur 100 gram untuk sekali makan dan buah diharapkan ada setiap harinya. Kata Kunci : Pola Menu, Standar Porsi. Ketersediaan Energi dan Protein
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan