Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4841–4850 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

SUBSTITUSI UDANG DAN JAMUR TIRAM TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KADAR PROTEIN KERIPIK BAKSO SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN JAJANAN TINGGI PROTEIN

Lihat Detail Karya
Penulis: BHASKARA KURNIANTO
NIM: 1103000015
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso dan Maryam Razak
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI BHASKARA KURNIANTO. Substitusi Udang Dan Jamur Tiram Terhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Protein Keripik Bakso Sebagai Alternatif Makanan Jajanan Tinggi Protein (dibawah bimbingan Agus Heri Santoso dan Maryam Razak) Konsumsi makanan jajan dimasyarakat diperkirakan akan terus meningkat mengingat terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengelola makanan sendiri di rumah dan semakin banyaknya produsen makanan yang menjajakan beragam jenis makanan. Keripik bakso merupakan makanan jajanan yang populer dikalangan masyarakat yang terbuat dari tepung terigu, tepung tapioka dan perisa makanan yang kandungan proteinnya masih rendah sehingga perlu dicarikan alternatif bahan yang dapat meningkatkan kandungan proteinnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kandungan proteinnya yaitu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu jamur tiram dan udang yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Tujuan penelitian Menghasilkan formulasi Keripik Bakso dengan Subtitusi Jamur Tiram dan Udang Sebagai Alternatif Makanan Ringan Tinggi Protein dapat diterima dengan baik. Jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang didapat dari hasil pengujian kadar protein didapatkan pada setiap perlakuan kandungan proteinnya cukup tinggi yaitu P1 46,3% ; P2 40,83% ; P3 33,97% dan P4 28,1%. Dari hasil uji mutu organoleptik didapatkan hasil untuk tekstur dan aroma, P1 dengan proporsi udang lebih tinggi dari jamur tiram memiliki nilai mean tertinggi yaitu 3,56 dengan persentase 72% (sangat suka) dan 3,36 dengan persentase 44% (sangat suka), sedangkan untuk rasa dan warna P2 dengan proporsi udang dengan jamur tiram yang sama memiliki nilai mean tertinggi yaitu 3,72 dengan persentase 80% (sangat suka) dan 3,36 dengan persentase 44% (sangat suka). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu, tepung tapioka, udang, dan jamur tiram yaitu P1 (35:5:35:25), P2 (35:5:30:30), P3 (35:5:25:35), P4 (35:5:20:40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf perlakuan P1 (35% tepung terigu, 5% tepung tapioka, 35% udang dan 25% jamur tiram) merupakan taraf perlakuan terbaik karena mengandung protein sebesar 46,3% per 100 gram bahan. Selain merupakan perlakuan terbaik diantara ke tiga perlakuan yang lain. Hal ini berarti perlakuan pertama (P1) paling digemari panelis, sesuai dengan hasil uji sifat dan mutu organoleptik. Subtitusi jamur tiram dan udang dapat meningkatkan kadar protein pada keripik bakso. Kata Kunci : Keripik Bakso, Udang, Jamur Tiram, Sifat Organoleptik, Kadar Protein
Cover KTI
tidak tersedia
2014

SUBTITUSI JAMUR TIRAM DAN IKAN GABUS TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ANTONIUS HENRI BELJAH
NIM: 1103000087
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Theresia Puspita, S.TP., MP, Pembimbing (Penbamping) I Komang Suwita, SST., MP.
Subjek: Jamur Tiram, Ikan Gabus, Mutu Organoleptik,gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Subtitusi Jamur Tiram dan Ikan Gabus Terhadap Mutu Organoleptik Bakso Ikan. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif oleh Antonius Henri Beljah (2014), Program Studi Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Theresia Puspita, S.TP., MP, Pembimbing (Penbamping) I Komang Suwita, SST., MP. Kata Kunci: Jamur Tiram, Ikan Gabus, Mutu Organoleptik Jamur tiram putih ( Pluerotus ostreatus) biasa disebut dengan jamur kayu. Jamur tersebut memiliki kandungan gizi yang relatif tinggi. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein dan Ikan gabus atau (Ophiocephalus striatus) merupakan ikan yang hidup di air tawar. Ikan gabus juga memiliki keunggulan yaitu 70 % protein ,21 % albumin dengan kandungan asam amino yang lengkap, mikronutrien seperti zink selenium dan iron. Pada bakso yang dilakukan menggunakan uji hedonic. Hasil uji kesukaan pada mutu organoleptik ( Aroma dengan skala numeric 2,75-2,85), (Rasa berkisar antara 2,3-2,5), (Warna berkisar antara 2,8-2,9), ( tekstur berkisar antara 2,1-3,1). Panelis yang digunakan adalah panelis semi terlatih sebanyak 20 orang.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TINGKAT KEPUASAN LANSIA TERHADAP PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI RANUKLINDUNGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRATI KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: AKHMAD MUKHLIS KESITYANTO
NIM: 1101100115
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Tanto Hariyanto, S.Kep Ns, M. Biomed. (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes.
Subjek: Tingkat Kepuasan, Pelayanan Posyandu Lansia.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kesityanto, Akhmad Mukhlis (2014). Tingkat Kepuasan Lansia Terhadap Pelayanan Posyandu Lansia di Ranuklindungan Wilayah Kerja Puskesmas Grati Kabupaten Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah Survey. Program Studi Keperawatan, Jurusan Keperawatan Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tanto Hariyanto, S.Kep Ns, M. Biomed. (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. Kinerja dan kualitas pelayanan posyandu lansia yang tinggi merupakan faktor terpenting tercapainya kepuasan lansia. Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu diperlukan adanya pengukuran kepuasan lansia sehingga dapat diketahui sejauh mana kinerja dan kualitas pelayanan yang telah diselenggarakan. Pengukuran kualitas pelayanan merupakan konsep pengukuran yang terdiri dari lima dimensi yaitu keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), perhatian (empathy) dan tampilan fisik (tangibles). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan lansia terhadap pelayanan posyandu lansia yang diberikan di Posyandu Lnsia Ranuklindungan wilayah kerja Puskesmas Grati. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penelitian dilaksanakan saat setelah pelayanan posyandu lansia pada tanggal 19 Juli 2014 di Posyandu Lnsia Ranuklindungan wilayah kerja Puskesmas Grati. Jumlah responden sebanyak 30 lansia. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang mengandung lima sub variabel tingkat kepuasan pasien berdasarkan pada pelayanan keperawatan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk diagram, tabel dan deskripsi naratif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden (69%) merasakan sangat puas terhadap pelayanan dan 31% merasakan puas terhadap pelayanan Posyandu yang diberikan. Tingkat kepuasan pasien tertinggi terletak pada pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi ketanggapan (responsiveness) dan tingkat kepuasan pasien terendah terletak pada pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi empati (emphaty). Rekomendasi peneliti yang dapat diberikan yaitu perlu adanya peningkatan pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi empati (emphaty). Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Pelayanan Posyandu Lansia.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TINGKAT KETERGANTUNGAN PERAWATAN PENDERITA CVA PADA FASE STABILISASI DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG (STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI NURHAYATI
NIM: 1101100135
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Isnaeni DTM SKM, M.Kes, (Pendamping) Fiashriel Lundy S.Kep,Ns.,M.Kes
Subjek: Tingkat Ketergantungan, CVA, Fase Stabilisasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurhayati, Dwi (2014). Tingkat Ketergantungan Perawatan Penderita CVA pada Fase Stabilisasi di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang (studi kasus), Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Isnaeni DTM SKM, M.Kes, (Pendamping) Fiashriel Lundy S.Kep,Ns.,M.Kes. CVA adalah serangan otak yang timbul mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak, sering meninggalkan kecacatan ringan ataupun berat dapat menyebabkan penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, akibat penurunan fungsi organ, kemampuan motorik. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat ketergantungan perawatan pada penderita CVA pada fase stabilisasi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan studi kasus dengan 3 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 januari 2014 sampai dengan 15 Januari 2014 bertempat di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Pengambilan data dengan cara observasi. Hasil penelitian pada responden 1 (Tn.Sa) fase stabilisasi hari ke-7 sampaidengan hari ke-10 mengalami perubahan tingkat ketergantungan dari total care menjadi mandiri. Pada responden 2 (Tn Sl) fase stabilisasi hari ke-7 sampai dengan hari ke -10 mengalami perubahan tingkat ketergantungan dari total care menjadi partial care. Pada responden 3 (Tn Ha) fase stabilisasi hari ke-7 sampai dengan hari ke-10 mengalami perubahan tingkat ketergantungan dari partial care menjadi mandiri. Rekomendasi penelitian ini untuk pasien agar mempertahankan kemandirian dan aktif berlatih meningkatkan kemampuan ADL. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian pasien CVA pada fase stabilisasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI UNIT INSTALASI GIZI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: Popi Putri Kusuma Ning Ayu
NIM: 1103000070
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, GradDipFoodSci, MFT dan Dra. Sulistiastutik, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Popi Putri Kusuma Ning Ayu, 2014 – “Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan di Unit Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. (Dibawah bimbingan: Yohanes Kristianto, GradDipFoodSci, MFT dan Dra. Sulistiastutik, M.Kes) Penerapan higiene dan sanitasi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah sesuai dengan PERMENKES RI 1096 tahun 2011 tentang persyaratan higiene sanitasi jasaboga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik, tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga penjamah makanan tentang higiene dan sanitasi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian ini adalah tenaga penjamah makanan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang berjumlah 22 orang. Data karakteristik, sikap, dan tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner dan untuk data perilaku diperoleh melalui observasi. Dari hasil penelitian ini sebagian besar tenaga penjamah makanan berusia antara 30-40 tahun yaitu sebanyak 10 orang, tingkat pendidikan tenaga penjamah makanan sebagian besar adalah SLTA, lama kerja >3 tahun sebanyak 20 orang (90,9%). Tingkat pengetahuan tentang higiene sanitasi yaitu sebanyak 11 orang (50%) adalah baik, sikap higiene sanitasi tenaga penjamah makanan 14 orang (63,6%) adalah baik, dan perilaku sanitasi tenaga penjamah makanan sebanyak 15 orang (68,2%) adalah baik. Skor yang diperoleh dari penilaian mutu higiene sanitasi berdasarkan Permenkes Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 untuk higiene sanitasi jasaboga adalah 92,4%. Berdasarkan uji statistic Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tenaga penjamah makanan dengan sikap, sikap dengan perilaku, dan tingkat pengetahuan dengan perilaku hygiene sanitasi tenaga penjamah makanan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMILIHAN ALAT UNTUK STIMULASI PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU LESTI WILAYAH PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIS WACHIDASIFA
NIM: 1102100080
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Suprapti, SST., M.Kes.; Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd
Subjek: alat,stimulasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wachidasifa, Anis, 2014. Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemilihan Alat Untuk Stimulasi Perkembangan Balita di Posyandu Lesti RW 6 Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Suprapti, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd Perkembangan merupakan proses bertambahnya kemampuan anak sehingga diperlukan adanya stimulasi untuk merangsang perkembangan tersebut. Salah satu contoh stimulasi yaitu memberikan alat permainan yang tepat. Stimulasi yang paling baik diberikan oleh orang terdekat seperti orang tua terutama ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan ibu dalam kategori tahu, paham dan aplikasi. Populasi sebanyak 52 responden, sampling menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tingkat tahu, paham dan aplikasi setengahnya berpengetahuan baik dan setengahnya berpengetahuan cukup. Berdasarkan hasil penelitian hendaknya ibu yang masih kurang mengetahui macam-macam dan cara memberikan rangsangan pada anak dapat bertanya langsung kepada petugas kesehatan maupun mencari informasi dengan membaca buku maupun dari sumbermedia lain yang berhubungan. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Ibu, Alat Stimulasi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI PUSKESMAS PEMBANTU BURING KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARINDA MANENDILA
NIM: 1102100106
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi, B.Sc., S.Pd., M.Biomed.; Suprapti, SST., M.Kes.
Subjek: suami, persalinan, komplikasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Manendila, Arinda, 2014. Tingkat Pengetahuan Suami tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Puskesmas Pembantu Buring Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Malang Program Studi D-III Kebidanan Malang. Pembimbing Utama : Pratiwi, B.Sc., S.Pd., M.Biomed. Pembimbing Pendamping : Suprapti, SST., M.Kes. Kata Kunci : Pengetahuan, P4K Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan suatu kegiatan yang difasilitasi oleh bidan di desa dalam rangka peningkatan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil. Namun dalam pelaksanaannya yang berperan penting adalah ibu hamil dan suami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang P4K. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi semua suami ibu hamil yang usia kehamilannya memasuki TM II dan TM III yang berada di wilayah Pustu Buring Malang, sampel sebagian suami ibu hamil yang usia kehamilannya memasuki TM II dan TM III yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 38 responden. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan suami tentang P4K dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dilakukan pengolahan data dengan editing, coding, scoring, transfering, tabulating. Teknik analisa data menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan suami tentang P4K di Pustu Buring Malang yang memiliki pengetahuan baik (57,9%) dan yang mempunyai pengetahuan cukup (34,2%) serta yang memiliki pengetahuan kurang (7,9%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan baik.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN DM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG (Deskriptif Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIF BUDIMAN
NIM: 1101100055
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Joko Pitoyo, S.Kp,M.Kep. Pembimbing II: Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked.
Subjek: keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Budiman, Arif (2014). Tugas Kesehatan Keluarga dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik pada Anggota Keluarga dengan DM Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Joko Pitoyo, S.Kp,M.Kep. Pembimbing II: Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked. Kata Kunci : Tugas Kesehatan Keluarga, Pencegahan, Ulkus Kaki Diabetik Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi kadar gula darah yang disertai ketidaknormalan metabolisme karbohidrat, protein, lemak serta adanya komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Salah satu komplikasi penyakit diabetes mellitus yang sering dijumpai adalah kaki diabetik (diabetic foot), yang dapat bermanifestasi sebagai luka. Pelaksanaan tugas kesehatan keluarga diharapkan dapat mencegah terjadinya ulkus kaki pada anggota keluarga yang menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tugas kesehatan keluarga dalam pencegahan ulkus kaki diabetik pada anggota keluarga dengan DM. Metode rancangan yang digunakan adalah studi kasus dengan 2 responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur. Pengolahan data yang digunakan adalah teknik non statistik, dan disajikan secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden 1 menjalankan 4 tugas kesehatan keluarga, 1 tugas kesehatan keluarga tidak dilaksanakan dengan optimal serta Responden 2 sudah menjalankan dan menerapkan lima tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan keluarga. Dengan demikian disarankan untuk Responden 1 menjalankan tugas kesehatan keluarga yang belum optimal dilaksanakan, dengan cara mendiskusikan bersama anggota keluarga lain mengenai jadwal kontrol rutin anggota keluarga yang sakit. dan Responden 2 mempertahankan serta meningkatkan tugas kesehatan keluarga yang telah dijalankan serta selalu memotivasi dan memantau anggota keluarga yang sakit untuk melakukan perawatan secara mandiri dalam mencegah ulkus di kaki.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU ORGANOLEPTIK EKSTRAK BROKOLI (BRASSICA OLERACEA), EKSTRAK TEMPE, EKSTRAK IKAN GABUS (CHANNA STRIATA), DAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VALET) SEBAGAI SUPLEMEN BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2

Lihat Detail Karya
Penulis: MUHAMAD IKHWAN F
NIM: 1103000064
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso dan Sulistiastutik
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI MUHAMAD IKHWAN F. UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU ORGANOLEPTIK EKSTRAK BROKOLI (BRASSICA OLERACEA), EKSTRAK TEMPE, EKSTRAK IKAN GABUS (CHANNA STRIATA), DAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VALET) SEBAGAI SUPLEMEN BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 (dibawah bimbingan Agus Heri Santoso dan Sulistiastutik) Pada tahun 2012 terdapat sekitar 371 juta penduduk dunia yang mengidap diabetes mellitus. Penyakit diabetes mellitus tipe 2 adalah kondisi hiperglikemia dikarenakan aktivitas insulin kurang memadai. Hal ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu kuantitas dan kualitas insulin. Masalah tersebut dapat diatasi dengan pemberian terapi formula diet dalam bentuk suplemen makanan. Brokoli, tempe dan bahan pendukung ikan gabus, serta kunyit adalah bahan pangan yang memiliki peran dalam meningkatkan sekresi insulin dan mengaktivasi insulin. Keempat bahan tersebut memiliki kandungan protein dan antioksidan yang dapat saling mengisi dalam penyembuhan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penelitian, Pengembangan formulasi suplemen bagi penderita diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan mutu organoleptik yang dapat diterima, terbuat dari ekstrak brokoli (Brassica oleracea) dan tempe. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 tarap perlakuan yaitu P1 (formula pengembangan 1), P2 (formula pengembangan 2), P3 (formula pengembangan 3), dan P4 (formula pengembangan 4). Hasil analisis statistik Kruskal Wallis pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa proporsi ekstrak brokoli dan ekstrak tempe memberikan pengaruh yang signifikan (p = 0,000) terhadap rasa suplemen e-Likuit (Tabel Lampiran 9), begitu pula memberikan pengaruh yang signifikan (p = 0,000) terhadap aroma. Formula pengembangan P4 merupakan taraf perlakuan terbaik dalam produk formula bagi penderita diabetes melitus tipe 2 dengan proporsi ekstrak brokoli dan ekstrak tempe (60:40) didapatkan nilai mean tingkat kesukaan rasa tertinggi sebesar 3,15 (suka). Meskipun nilai aktifitas antioksidan tidak signifikan akan tetapi nilai perbandingan aktivitas antioksidan pada vitamin E dengan aktivitas antioksidan suplemen e-Likuit P4 adalah 1:0,7. Tingkat kesukaan formula P4 terhadap aroma didapatkan dari nilai mean tingkat kesukaan tertinggi sebesar 3 (suka). Sehingga perlu dilakukan proses blanching yang sesuai untuk menghilangkan aroma langu pada bahan pangan. Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Suplemen Makanan, E-Likuit
Cover KTI
tidak tersedia
2013

GAMBARAN FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI BALITA KURANG GIZI DI WILAYAH KERJA POLINDES WATUGEDE SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINNYA YESICA TANDY
NIM: 1002100052
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Jupriyono, S.Kp, M.Kes, Pembimbing II: Didien Ika Setyarini, S.SiT, M.Kes
Subjek: Bidan,Gizi,Keluarga
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tandy, Dinnya Yesica. 2013. Gambaran Faktor yang Melatarbelakangi Balita Kurang Gizi di Wilayah Kerja Polindes Watugede Singosari Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I: Jupriyono, S.Kp, M.Kes, Pembimbing II: Didien Ika Setyarini, S.SiT, M.Kes Kata Kunci: kurang gizi, pendapatan orangtua, jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat kelahiran anak, jenis kelamin anak, sanitasi lingkungan, akses pemanfaatan pelayanan kesehatan, riwayat penyakit infeksi anak, asupan nutrisi. Balita menjadi salah satu golongan yang rawan terhadap gizi, karena mengalami tumbuh kembang yang pesat sehingga membutuhkan suplai makanan yang cukup. Balita kurang gizi dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mental. Dengan demikian setiap faktor yang dapat mengakibatkan kekurangan gizi pada balita dapat ditinjau oleh semua pihak agar dampaknya dapat diminimalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor yang melatarbelakangi balita kurang gizi di wilayah kerja Polindes Watugede Singosari Kabupaten Malang. Desain penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian ini semua ibu yang memiliki balita kurang gizi usia 1-5 tahun di wilayah kerja Polindes Watugede Singosari Kabupaten Malang periode Maret-April 2013 sebanyak 21 orang. Melalui teknik total sampling didapatkan responden 21 orang. Pengumpulan data dengan melihat KMS dan wawancara. Berdasarkan analisa deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi balita kurang gizi sebagai berikut: pendapatan orangtua 66,67% < Rp 1.343.000,00, tingkat pendidikan ibu 23,81% SMA-PT, pekerjaan ibu 52,28% bekerja, 66,67% balita mengalami penyakit infeksi 3 bulan terakhir, dan sanitasi lingkungan 90,48% kurang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendapatan orangtua, pendidikan ibu, riwayat penyakit infeksi, dan kualitas asupan nutrisi mempengaruhi balita kurang gizi, serta sanitasi lingkungan sebagai faktor jangka panjang.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan