Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4831–4840 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN PERILAKU (TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TERAMPILAN) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA IBU SISWA TAMAN KANAK-KANAK AL-HIDAYAH KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI ARIANTI
NIM: 1103000014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S. dan Tapriadi
Subjek: perilaku
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dewi Arianti, 2014 : “Perbedaan Perilaku (Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan) Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi Seimbang pada Ibu Siswa Taman Kanak-kanak Al-Hidayah Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang”. Jurusan Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Di bawah bimbingan : Sugeng Iwan S. dan Tapriadi) Balita merupakan golongan yang rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi. Masalah gizi pada balita disebabkan beberapa hal diantaranya kurangnya pengetahuan keluarga atau ibu mengenai kebutuhan balita dan makanan tambahan yang bergizi. Berdasarkan survey pendahuluaan pada januari 2014 yang dilakukan di Taman Kanak-kanak Al-Hidayah Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, hanya dua dari sembilan ibu siswa yang mempunyai pengetahuan baik mengenai gizi seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku (tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan) sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang pada ibu siswa Taman Kanak-kanak Al-Hidayah Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2014 dan dilanjutkan pada tanggal 10 Juni 2014 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Jenis penelitian Pra-Eksperimen dengan menggunakan rancangan One Group Pretest and Posttest. Data yang dikumpulkan meliputi gambaran tempat penelitian, karakteristik responden dan perilaku (tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan). Analisis data menggunakan paired sample t-test dan disajikan dalam bentuk gambar, tabel dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai perilaku yang dominan sebelum penyuluhan adalah kategori kurang (76.7%), sesudah penyuluhan nilai perilaku yang paling dominan adalah kategori cukup (60%). Nilai tingkat pengetahuan yang dominan sebelum penyuluhan adalah kategori kurang (93.3%), sesudah penyuluhan nilai tingkat pengetahuan yang paling dominan adalah kategori cukup (43.3%). Nilai sikap yang dominan sebelum penyuluhan adalah kategori cukup (63.3%), sesudah penyuluhan nilai perilaku yang paling dominan adalah kategori baik (96.6%). Nilai keterampilan yang dominan sebelum penyuluhan adalah kategori kurang (80%), sesudah penyuluhan nilai perilaku mempunyai nilai yang sama dalam setiap kategorinya yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil analisa variabel diatas menggunakan paired sample t-test diketahui semua variabel yang terdiri dari perilaku, tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan masing-masing mempunyai (p=0.000), sehingga masing-masing variabel dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang pada ibu siswa Taman Kanak-kanak Al-Hidayah Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Saran dari penelitian ini adalah adanya penyuluhan secara rutin untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan dan dengan adanya fasilitas tempat cuci tangan akan mendukung warga sekolah untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci : Penyuluhan, Perilaku, Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PHBS TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUKODADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Khoirun Nisak
NIM: 1103000003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni dan Tapriadi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Khoirun Nisak 1103000003. Perbedaan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan PHBS Terhadap Perilaku Mencuci Tangan Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Program Studi D III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. 2014. (Dibawah bimbingan : Hasan Aroni dan Tapriadi). Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat dapat dicapai, salah satunya dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang merupakan salah satu PHBS dan telah menjadi perhatian dunia. Mencuci tangan yang benar dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 45%. Studi pendahuluan yang dilakukan di SDN 2 Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, belum pernah ada yang melakukan penyuluhan kesehatan di sekolah tersebut khususnya tentang mencuci tangan yang benar. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan PHBS terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan kebiasaan) mencuci tangan siswa kelas V di SDN 2 Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest desaign. Responden penelitian ini berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang diisi langsung oleh siswa kelas V. Perilaku mencuci tangan dari 35 responden didapatkan hasil rerata skor perilaku responden sebelum penyuluhan diperoleh 80,6 dan sesudah penyuluhan diperoleh 98,3. Hasil rerata skor pengetahuan responden sebelum penyuluhan diperoleh 74,9 dengan 2,9% dalam kategori kurang dan 80% dalam kategori sedang dan rerata sesudah penyuluhan diperoleh yaitu 96,9 dengan 100% dalam kategori baik. Hasil rerata skor sikap responden sebelum penyuluhan diperoleh 88 dengan 25,7% dalam kategori sedang dan rerata sesudah penyuluhan diperoleh yaitu 99,3 dengan 100% dalam kategori baik. Hasil rerata skor kebiasaan responden sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 81,1 dengan 2,9% dalam kategori kurang dan 57,1% dalam kategori sedang dan rerata sesudah penyuluhan diperoleh yaitu 100 dengan 100% dalam kategori baik. Hasil analisis statistik wilcoxon sign rank test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan (p = 0,000) sebelum dan setelah penyuluhan, hal ini berarti bahwa ada perbedaan penyuluhan sebelum dan sesudah terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan kebiasaan) mencuci tangan siswa. Kata kunci : Penyuluhan, Perilaku PHBS, Mencuci Tangan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMP PGRI 04 BANTUR KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG TAHUN 2014

Lihat Detail Karya
Penulis: IIV HAYYU CHAHYAYA
NIM: 1102100013
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I: Wandi S.Kp.Ns, M.Pd. ; Tatarini Ika Pipitcahyani, SST, M.Kes
Subjek: remaja putra, remaja putri, pernikahan dini
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Chahyaya, Iiv Hayyu. 2014. Perbedaan Sikap Antara Remaja Putra dan Putri Tentang Pernikahan Dini di SMP PGRI 04 Bantur. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Wandi S.Kp.Ns, M.Pd. Pembimbing II: Tatarini Ika Pipitcahyani, SST, M.Kes Pernikahan dini di Indonesia mencapai 50 juta penduduk dari total penduduk 237,6 juta jiwa. Tingginya angka tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan perempuan, kulitas anak, keharmonisan keluarga serta perceraian maka solusi pencegahan remaja harus tahu dan paham tentang bahaya serta kerugian pernikahan dini. Paham atau tidaknya, dapat diketahui dari sikap remaja sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan sikap antara remaja putra dan putri tentang pernikahan dini di SMP PGRI 04 Bantur. Desain penelitian analitik komparatif. Populasinya seluruh siswa kelas 2 dan 3 dengan jumlah 89 siswa di SMP PGRI 04 Bantur. Sampel sebesar 73 siswa dengan 39 siswa putra dan 34 siswa putri. Teknik sampling yang digunakan proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji chi kuadrat. Hasil penelitian didapatkan remaja putra memiliki sikap favorable dengan pernikahan dini sebesar 13 (33,3 %) dan sikap unfavorable sebesar 26 (66,7 %). Sedangkan remaja putri memiliki sikap favorable dengan pernikahan dini sebesar 26 (76,5 %) dan sikap unfavorable sebesar 8 (23,5 %). Hasil uji hipotesis didapatkan nilai Person Chi Kuadrat pada Asymp. Sig. (2 sided) sebesar 0,000 dengan dk = 1. Nilai 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan H0 ditolak artinya ada perbedaan sikap antara remaja putra dan putri tentang pernikahan dini di SMP PGRI 04 Bantur. Sehubungan dengan hasil penelitian yang menunjukkan masih tingginya dukungan terhadap pernikahan dini maka direkomendasikan kepada sekolah untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada siswa tentang perkawinan yang sehat terutama kepada siswi putri. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Sikap
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN SIKAP ANTARA SUAMI DAN ISTRI TERHADAP PEMASANGAN IUD SESUDAH PLASENTA LAHIR DI BPM Ny. “S” PLAOSAN BARAT-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ATIKA ENDAH PUJIARTI
NIM: 1102100050
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wandi S,Kep. Ners., M.Pd. ; Jenny J.S. Sondakh, S.SiT., M.Clin, Mid.
Subjek: suami, istri, iud, plasenta
Lihat Abstraksi
Pujiarti, Atika Endah, 2014. Perbedaan Sikap Antara Suami dan Istri Terhadap Pemasangan IUD Sesudah Plasenta Lahir di BPM Ny. “S”, Plaosan Barat, Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama : Wandi S,Kep. Ners., M.Pd. Pembimbing Pendamping : Jenny J.S. Sondakh, S.SiT., M.Clin, Mid. Pemasangan IUD sesudah plasenta lahir merupakan salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu, mengurangi ledakan penduduk dan kejadian kehamilan yang tidak diinginkan. Salah satu keuntungan pemasangan IUD sesudah plasenta lahir adalah saat insersi ibu tidak merasa sakit, hal ini dikarenakan sesudah persalinan perhatian ibu sudah teralihkan kepada bayainya. Dalam memilih kontrasepsi diperlukan kesamaan sikap antara suami dan istri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap antara suami dan istri terhadap pemasangan IUD sesudah plasenta lahir di BPM Ny.“S”, Plaosan Barat, Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif dan populasinya adalah ibu hamil trimester II dan III beserta suaminya yang berjumlah 36 Pasangan Usia Subur. Sampel berjumlah 33 Pasangan Usia Subur diambil melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan 33,33% suami bersikap favourable dan 66,67% bersikap unfavourable, sedangkan 45,45% istri bersikap favourable dan 54,55% bersikap unfavourable. Dari hasil analisis didapatkan nilai Mann Whitney sebesar 454 dan z tabel (-1,96) < z hitung (-1,167) < z tabel (1,96) maka Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan sikap antara suami dan istri terhadap pemasangan IUD sesudah plasenta lahir di BPM Ny.”S” Plaosan Barat, Malang. Diharapkan bidan dapat memberikan KIE tentang pemasangan kontrasepsi IUD sesudah plasenta lahir sedini mungkin kepada ibu hamil dan suami, misalanya saat kunjungan ANC. Kata kunci : Sikap Terhadap Pemasangan IUD Sesudah Plasenta Lahir
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERILAKU JAJAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI PUJONLOR 3 KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN

Lihat Detail Karya
Penulis: Rianita Dwi Marthadiana
NIM: 1103000139
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni dan Tapriadi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Rianita Dwi Marthadiana, 2014. “Perilaku Jajan Siswa Sekolah Dasar Negeri Pujonlor 3 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Sebelum dan Sesudah Penyuluhan”. Jurusan Gizi. (Dibawah Bimbingan Hasan Aroni dan Tapriadi). Perilaku kesehatan mencakup semua tingkatan usia. Tidak terkecuali anak-anak. Perilaku kesehatan anak, terutama siswa sekolah dasar yang menjadi perhatian saat ini adalah perilaku jajan. Dengan mengetahui perilaku jajanan siswa, para pengelolah sekolah bisa lebih memusatkan perhatiannya untuk meningkatkan kualitas makanan pada jenis makanan tertentu yang beredar dikantin sekolah. Namun, apabila ditemukan bahwa jajanan favorit siswa ternyata justru dijual di luar kantin sekolah maka akan siswa sekolah akan cenderung memilih jajanan yang ada di luar sekolah. Sehingga penelitian ini betujuan untuk mengetahui manfaat penyuluhan gizi terhadap perilaku jajan siswa Sekolah Dasar Negeri Pujonlor 3 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan atau design penelitian menggunakan Single Pre and Post Test. Responden penelitian ini berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang diisi langsung oleh siswa kelas IV. Cara pengolahan data akan diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan uji wilcoxon untuk data distribusi yang tidak normal. Karakteristik siswa Sekolah Dasar Negeri Pujonlor 3 yang diteliti berjumlah 20 orang, berdasarkan jenis kelamin sebagian besar siswa laki-laki (55%) 11 orang, usia siswa sebagian besar berumur 10 tahun (60%) 12 orang, besar uang saku yang diperoleh siswa per harinya sebagian besar (65%) ≥ Rp 3.000,00. Perilaku jajan dari 20 responden didapatkan hasil rerata skor perilaku responden sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 74 dengan standart deviasi (SD) sebesar 7,3 dan setelah penyuluhan diperoleh yaitu 97,45 dengan standart deviasi (SD) sebesar 3,2. Hasil rerata skor pengetahuan responden sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 38 dengan standart deviasi (SD) sebesar 4,7 dan setelah penyuluhan diperoleh yaitu 49 dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,6. hasil rerata skor perilaku responden sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 16,75 dengan standart deviasi (SD) sebesar 3,8 dan setelah penyuluhan diperoleh yaitu 24,45 dengan standart deviasi (SD) sebesar 1,4. Hasil rerata skor perilaku responden sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 19,25 dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,9 dan setelah penyuluhan diperoleh yaitu 24 dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,1. Hasil analisis statistik wilcoxon sign rank test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan tingkat kebiasaan yang signifikan (p = 0,000) sebelum dan setelah intervensi penyuluhan gizi. hal ini berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan kebiasaan) siswa. Kata kunci : Perilaku Jajan, Penyuluhan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BALITA OBESITAS USIA 1 – 5 TAHUN DI POSYANDU KELURAHAN SAWOJAJAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ISMALIA EKA WINDARIN
NIM: 1102100098
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Siti Sundari, BSc., SE., M.Kes.; Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes.
Subjek: motorik kasar, balita,obesitas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Eka Windarin, Ismalia. 2014. Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita obesitas Usia 1 – 5 Tahun Di Posyandu Kelurahan Sawojajar, Wilayah Kerja Puskesmas Gribig, Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Diploma III Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Siti Sundari, BSc., SE., M.Kes. (II) Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes. Obesitas pada balita menimbulkan banyak masalah seperti mempengaruhi pergerakan, gangguan pernafasan, psikologis, ortopedi dan gangguan tumbuh kembang salah satunya adalah perkembangan motorik kasar karena melibatkan otot-otot besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana perkembangan motorik kasar pada balita obesitas dan balita gizi normal. Jenis penelitian ini diskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 18 balita obesitas dan kelompok kontrol 18 balita gizi normal, dilakukan bulan Maret – Juli 2014. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi perkembangan motorik kasar modifikasi dari Denver II melalui kunjungan rumah untuk mengetahui bagaimana perkembangan motorik kasar pada balita obesitas dan balita gizi normal. Analisis risiko relative(Relative Risk) untuk mengetahui dampak obesitas pada balita terhadap kejadian gangguan perkembangan motorik kasar. Hasil penelitian tentang perkembangan motorik kasar pada balita obesitas dan balita gizi normal yaitu sebagian besar/61% balita obesitas berada pada status perkembangan motorik kasar waspada(caution) dan terlambat(delay) dan sebagian besar/72% balita gizi normal berada pada status perkembangan motorik kasar lebih(advance) dan normal sesuai dengan usia perkembangannya. Didapatkan hasil bahwa balita obesitas memiliki risiko 2,25 kali lebih besar mengalami gangguan perkembangan motorik kasar dibandingkan dengan balita gizi normal. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan dengan meneliti dampak obesitas terhadap masalah kesehatan yang lain seperti gangguan pernafasan dan gangguan psikologis. Kata Kunci : Perkembangan Motorik Kasar, Obesitas
Cover KTI
tidak tersedia
2014

RANCANGAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PENGELOLAAN FORMULA ENTERAL DI RUMAH SAKIT SANGLAH DENPASAR BALI

Lihat Detail Karya
Penulis: R BRILLIANT ANJAR SAPUTRO
NIM: 1103000074
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, S.TP. MSi. Pembimbing II: I Komang Suwita, S.ST. MP
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Raden Brilliant Anjar Saputro (2014). Rancangan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Pengelolaan Formula Enteral di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Pembimbing I: Maryam Razak, S.TP. MSi. Pembimbing II: I Komang Suwita, S.ST. MP HACCP merupakan suatu sistem yang dilakukan untuk mengidentifikasi bahaya tertentu dan tindakan pencegahan yang perlu dilakukan untuk pengendalianya. Penerapan HACCP di rumah sakit dilandasi karena pelayanan gizi di rumah sakit belum cukup baik dan masih terdapat kasus keracunan makanan masih cukup tinggi. Pemilihan formula enteral sebagai objek penelitian karena formula enteral terbuat dari bahan yang berpotensi bahaya (susu dan telur) dan diberikan untuk pasien dengan kegawatdaruratan tinggi dan pasien yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan rencana HACCP pada pengelolaan formula enteral di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Uji kelayakan Higiene Sanitasi Jasaboga di Dapur Susu RSUP Sanglah sudah memenuhi syarat tetapi masih terdapat kekurangan dari segi pencahayaan masih kurang, bak pencucian tidak memadai. Untuk rencana HACCP dalam pembuatan formula enteral terdapat tiga CCP: 1. Perebusan air (suhu 100OC selama 5 menit); 2. Perebusan formula (suhu 75-80OC selama 3 menit, osmolaritas 350-400 mOsml); 3. Penyajian formula (disajikan dengan gelas plastik bertutup dan di wrap, masa holding time 2 jam dan disertakan label). Saran penelitian selanjutnya adalah mendapatkan hasil lab yang lebih lengkap untuk sanitasi bangunan. Kata Kunci : HACCP, formula enteral, higiene sanitasi, CCP
Cover KTI
tidak tersedia
2014

SISA MAKANAN (WASTE) PADA PASIEN KELAS I DENGAN DIET RENDAH LEMAK TERHADAP BIAYA (FOOD COST) YANG TERBUANG DI RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: NURINDA MINDYAHSARI
NIM: 1103000019
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Nurul Hakimah dan I Komang Suwita.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Nurinda Mindyahsari, 2014. Karya Tulis Ilmiah ini berjudul Sisa Makanan (Waste) pada Pasien Kelas I Dengan Diet Rendah Lemak Terhadap Biaya (Food Cost) yang Terbuang di RSU Haji Surabaya. Program Diploma III Jurusan Gizi di bawah bimbingan Nurul Hakimah dan I Komang Suwita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sisa makanan (waste) pasien dengan diet Rendah Lemak ruang rawat inap kelas I serta dampaknya terhadap biaya (food cost) yang terbuang di RSU Haji Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Masalah yang dihadapi adalah tingginya sisa makanan non diet atau TETP di rumah sakit, peneliti ingin mengetahui sisa makanan (Waste) pada pasien dengan diet rendah lemak ruang rawat inap kelas I serta dampaknya terhadap biaya yang terbuang di RSU Haji Surabaya. Sisa makanan pasien rawat inap kelas I yang mendapat diet rendah lemak di RSU Haji Surabaya masih tergolong tinggi yaitu makanan pokok 41,7%, lauk hewani 27,3%, lauk nabati 42,9% dan sayuran 40,4%. Hal ini disebabkan karena pada menu diet rendah lemak cara pengolahannya tidak digoreng dan menggunakan santan encer, maka rasa makanan jadi tidak begitu gurih, hal inilah yang menyebabkan pasien tidak menghabiskan makanan yang telah disediakan. Maka edukasi penting dilakukan agar pasien mengerti jika makanan yang disajikan sudah sesuai dengan penyakitnya dan harapannya pasien bisa menghabiskan makanan yang disediakan. Tingginya sisa makanan mempengaruhi besarnya biaya (food cost) yang terbuang. Rata-rata biaya (food cost) yang terbuang dilihat dari sisa makanan pasien rawat inap kelas I yang mendapat diet rendah lemak di RSU Haji Surabaya per orang per kali makan yaitu makanan pokok 22,3%, Lauk hewani 44,9%, lauk nabati 15% dan sayuran 17,8%. Kata Kunci : Sisa makanan, diet rendah lemak, food cost, biaya yang terbuang
Cover KTI
tidak tersedia
2014

STANDAR BUMBU, KUALITAS SAYUR DAN DAYA TERIMA SAYUR UNTUK PASIEN YANG MENDAPATKAN MAKANAN BIASA PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUMRANI AYU FITRIA
NIM: 1103000135
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, Nurul Hakimah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yumrani Ayu Fitria, 2014. Standar Bumbu, Kualitas Sayur dan Daya Terima Sayur untuk Pasien yang Mendapatkan Makanan Biasa pada Penyelenggaraan Makanan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Bachyar Bakri, Pembimbing II : Nurul Hakimah Standar bumbu adalah ketetapan pemakaian ukuran bumbu-bumbu sesuai dengan ketentuan dalam standar resep. Tujuan dari standar bumbu adalah untuk menciptakan mutu atau kualitas makanan yang relatif sama cita rasanya. Peranan bumbu dalam makanan sangat penting karena bumbu dapat menambah cita rasa pada makanan sehingga dapat meningkatkan nafsu makan. Sayur yang memiliki cita rasa yang tinggi adalah sayur yang disajikan menarik, menyebar aroma yang sedap dan memberikan rasa yang lezat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya daya terima sayur di Rumah Sakit, oleh karena itu peneliti ingin meneliti standar bumbu pada sayur serta kaitannya dengan kualitas makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui standar bumbu, kualitas makanan dan daya terima sayur yang disajikan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 15 Juni 2014 dengan jumlah responden 24 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Data yang diperlukan adalah data gambaran umum penyelenggaraan makanan, standar bumbu, kualitas makanan, daya terima terhadap sayur yang disajikan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan kepustakaan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemakaian bumbu tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan karena petugas pemasak tidak menggunakan standar sebagai patokan, petugas pemasak dalam mengambil bumbu hanya menggunakan perkiraan dan tidak mengambil sesuai dengan standar. Hasil penilaian responden terhadap kualitas sayur yang disajikan dari hari 1 – hari 4 didapatkan hasil dengan rata – rata sebesar 32,25 % responden menyatakan kualitas sayur yang disajikan cukup, sedangkan 67,75% lainnya berpendapat bahwa kualitas sayur yang disajikan kurang. Hasil daya terima sayur yang disajikan tergolong kurang dengan rata – rata prosentase sebesar 64,75%, sedangkan 7,25 % tergolong cukup, dan 28% memiliki daya terima yang baik. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit untuk memakai bumbu sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan kombinasi warna pada sayur juga diperhatikan sehingga kualitas makanan dan daya terima responden akan menjadi lebih baik lagi. Kata kunci : Standar Bumbu, Kualitas Makanan, Daya Terima Sayur
Cover KTI
tidak tersedia
2014

SUBSTITUSI TEPUNG BEKATUL TERHADAP NILAI ENERGI, KADAR SERAT, KADAR ZAT GIZI (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK) DAN MUTU ORGANOLEPTIK BISKUIT UNTUK PENDERITA OBESITAS

Lihat Detail Karya
Penulis: Reswari Pradefiharsari
NIM: 1103000011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dra. Sulistiastutik, M.Kes., Pembimbing II: Agus Heri Santoso, S.TP., M.Si.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Reswari Pradefiharsari (2014). Substitusi Tepung Bekatul Terhadap Nilai Energi, Kadar Serat, Kadar Zat Gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak) dan Mutu Organoleptik Biskuit Untuk Penderita Obesitas. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Dra. Sulistiastutik, M.Kes., Pembimbing II: Agus Heri Santoso, S.TP., M.Si. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada remaja usia 15 tahun keatas sebesar 19,1% sedangkan prevalensi obesitas pada usia 6-14 tahun untuk jenis kelamin laki-laki sebesar 9,5% dan perempuan 6,4%. Di Jawa Timur, prevalensi overweight dan obesitas sebesar 20,4% melebihi angka rata-rata nasional yaitu 19,1%. Menurut Almatsier (2001), overweight dan obesitas dapat ditanggulangi dengan menyeimbangkan masukan dan keluaran energi pada tubuh kita melalui pengaturan dalam mengkonsumsi makanan, olahraga dan menghindari stress. Upaya penanggulangan obesitas dengan menyediakan bahan pangan sumber serat dan dapat dijangkau oleh semua golongan masyarakat. Bekatul merupakan bahan pangan yang mengandung zat gizi terutama serat, bekatul dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada pembuatan biskuit sehat yang memiliki indeks glikemik rendah. Biskuit yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif snack bagi penderita obesitas, dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat dan perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia.dengan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tempe kedelai terhadap nilai energi, kadar serat dan kadar zat gizi (karbohidrat, protein, lemak) serta mutu organoleptik (rasa, warna, aroma, tekstur) biskuit. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perhitungan kadar zat gizi dan kadar serat dilakukan dengan menggunakan metode empiris. Perlakuan penelitian adalah substitusi tepung bekatul pada biskuit dengan 4 taraf perlakuan yaitu perbandingan antara tepung terigu : tepung bekatul adalah 100 : 0 (P0), 95 : 5 (P1), 90 : 10 (P2), 85 : 15 (P3). Hasil penelitian menunjukan bahwa substitusi tepung bekatul menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik yaitu warna. Namun demikian, menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan pada mutu organoleptik yaitu rasa, aroma dan tekstur. Taraf perlakuan terbaik yaitu bikuit dengan substitusi tepung bekatul sebesar 5% (P1), dengan kandungan serat 2,24g/100g dan dalam pemenuhan kebutuhan energi, biskuit substitusi tepung bekatul taraf perlakuan P1 dapat memenuhi karena mengandung 450 Kalori/100g. Namun biskuit ini belum sesuai bagi penderita obesitas dikarenakan belum memenuhi kriteria Diet Energi Rendah. Kata Kunci : Biskuit, Bekatul, Obesitas, Nilai Energi, Kadar Serat, Kadar Zat Gizi dan Mutu Organoleptik.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan