Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
đŸ‡źđŸ‡© ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4821–4830 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGETAHUAN DAN PERILAKU HYGIENE SANITASI TENAGA PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: IKA MUJI SULISTYANINGRUM
NIM: 1103000147
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Sri Endang Surowati.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ika Muji Sulistyaningrum. Pengetahuan dan Perilaku Hygiene Sanitasi Tenaga Penjamah Makanan pada Penyelenggaraan Makanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedono Madiun. Dibimbing oleh pembimbing I Bachyar Bakri dan Pembimbing II Sri Endang Surowati. Penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien, dalam rangka pencapaian status kesehatan pasien yang optimal. Hygiene sanitasi karyawan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan. Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun menunjukkan rata-rata tenaga penjamah makanan berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan masa kerja lebih dari 3 tahun. Tetapi masih ditemukan tenaga penjamah makanan yang kurang patuh dengan peraturan seperti kurangnya penggunaan APD, pemakaian assesories berlebih, dan bercakap-cakap selama bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi tenaga penjamah makanan pada penyelenggaraan makanan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun pada bulan Maret-Mei 2014. Jumlah sampel tenaga penjamah sebanyak 20 orang yang diambil sesuai dengan kriteria yaitu terdaftar sebagai karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun, terlibat langsung dalam penyelenggaraan makanan, melakukan kontak dengan makanan, dan bersedia dijadikan responden. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data mengenai perilaku dikumpulkan menggunakan form pengamatan (checklist) dengan melakukan observasi langsung pada saat penyelenggaraan makanan. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa tingkat pendidikan penjamah makanan 95% SMA dan 5% Perguruan Tinggi. Masa kerja tenaga penjamah makanan ≀3 tahun sebesar 20% sedangkan masa kerja penjamah makanan >3 tahun sebesar 80%. Semua tenaga penjamah makanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun tidak memiliki sertifikat kesehatan. Tingkat pengetahuan tenaga penjamah makanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun 90% baik dan 10% cukup. Dan hasil observasi pada perilaku tenaga penjamah 85% baik dan 15% cukup. Masih diperlukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh kepada tenaga penjamah makanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono Madiun. Kata Kunci : pengetahuan tenaga penjamah, perilaku hygiene sanitasi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DI DESA NGABAB KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PRAHASTI RENA WANINGYUH
NIM: 1103000083
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa dan Hasan Aroni
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Prahasti Rena Waningyuh, 2014 : Pengetahuan dan Perilaku Ibu Balita tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang (di bawah bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa dan Hasan Aroni). Hasil dari kegiatan PSG dengan indikator kadarzi, di Jawa Timur didapatkan 27,8% keluarga sadar gizi, sedangkan di kabupaten Malang didapatkan 18,9% keluarga sadar gizi (Seksi Gizi Dinkes Propinsi Jawa Timur, 2010). Menurut Survey PSG Kadarzi yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Malang pada tahun 2013, persentase kadarzi di Kecamatan Pujon yaitu 7% keluarga yang sudah sadar gizi. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa 86,67% responden tidak memahami pengetahuan dan perilaku kadarzi khususnya pada indikator mengkonsumsi makanan beragam. dengan melihat hasil tersebut dapat diketahui bahwa di Jawa Timur, Kabupaten Malang dan Kecamatan Pujon khususnya memiliki jumlah keluarga dengan perilaku kadarzi yang sama-sama sangat rendah yaitu masih jauh di bawah target nasional Depkes RI sebesar 80%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu balita tentang kadarzi. Jenis dari penelitian ini adalah survei deskriptif observasional karena penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan form checklist observasi perilaku. Pengolahan data dilakukan dengan cara skoring dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik serta dijelaskan secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2014. Sasaran dalam penelitian ini adalah 10 orang. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pengetahuan dan perilaku ibu balita tentang kadarzi termasuk dalam kategori baik dan sedang dengan tidak ada yang menerapkan perilaku kadarzi dengan indikator mengkonsumsi makanan beragam. saran yang dapat diberikan bagi ibu balita diharapkan memberikan perhatian khusus terutama dalam memberikan makanan yang beragam untuk keluarganya. Bagi petugas kesehatan Promosi kadarzi sebaiknya dilakukan oleh petugas kesehatan dan lebih ditingkatkan lagi untuk menambah pengetahuan gizi ibu balita baik melalui penyuluhan di posyandu, PKK, ataupun media komunikasi lain agar bisa menarik perhatian ibu balita. Orang tua balita yang berada di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang diharapkan memberikan perhatian khusus terutama dalam memberikan makanan yang beragam untuk keluarganya dan memiliki kesadaran akan pentingnya informasi tentang gizi yang beragam. Pemantauan kadarzi dapat dilakukan pada saat kegiatan posyandu oleh kader posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan, Kadarzi, Perilaku
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENERAPAN KELUARGA SADAR GIZI IBU HAMIL TRIMESTER TIGA DI DESA SEPANJANG KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ima Nurul Khotimah
NIM: 1103000009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa dan Ibnu Fajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ima Nurul .K., 2014. Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penerapan Keluarga Sadar Gizi Ibu Hamil Trimester Tiga di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. ( Dibawah bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa dan Ibnu Fajar ). Keadaan gizi masyarakat Indonesia masih belum menggembirakan. Berbagai masalah gizi seperti gizi kurang dan gizi lebih, kurang vitamin A, anemia zat besi, gangguan akibat kurang yodium dan gizi lebih (obesitas) masih tersebar di kota dan di desa diseluh tanah air. Bahkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa orang yang gizi kurang di dunia meningkat sebesar 75 juta untuk 923 juta. Dalam sensus Riset Kesehatan Dasar 2010 (Riskesdas), tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta, 17,9% diantaranya atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4% atau 1,3 juta balita menderita gizi buruk, dimana setidaknya ada 5,5 juta balita. Meningkatnya kasus gizi buruk menunjukkan rendahnya ketahanan pangan ditingkat rumah tangga. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan masalah gizi melalui Keluarga Sadar Gizi, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga mengatasi masalah gizi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai pengetahuan dan sikap masyarakat berkenaan keluarga sadar gizi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sepanjang Kecamatan Godanglegi Kabupaten Malang yang kurang memiliki kesadaran berkaitan dengan Keluarga Sadar Gizi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu serta berdasarkan waktu menggunakan evaluation study, karena penelitian ini merupakan suatu penelitian yang menilai suatu program yang akan dilakukan, sehingga peneliti mengetahui perubahan sebagai akibat dari penyuluhan. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa sebelum penyuluhan pengetahuan baik sebesar 31% , pengetahuan sedang 31%, dan pengetahuan kurang 38%, sikap penerapan keluarga sadar gizi, sikap baik sebesar 46% dan 64% masih memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah diberikan penyuluhan mengalami peningkatan yaitu pengetahuan baik naik menjadi 92% dan sikap naik menjadi 100%. Hasil uji statistik Paried T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan (P<0.05) didapatkab hasil yaitu tingkat pengetahuan peningkatan tersebut terjadi secara signifikan, sedangkan untuk sikap penerapan keluarga sadar gizi tidak terjadi peningkatan namun tidak signifikan. Kata kunci : Metode Demonstrasi, Pengetahuan dan Sikap Keluarga Sadar Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENYULUHAN DAN PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) SEBAGAI ASUHAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HINDUN NOVRIANI
NIM: 1103000018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: (1) Ibnu Fajar, SKM., M.Kes (2) I Nengah Tanu K., DCN., SKM., M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Novriani, Hindun. (2014), Penyuluhan dan PMT sebagai Asuhan Gizi untuk Meningkatkan Berat Badan Balita Gizi Kurang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang Pembimbing : (1) Ibnu Fajar, SKM., M.Kes (2) I Nengah Tanu K., DCN., SKM., M.Kes Kata Kunci : Asuhan Gizi, Peningkatan Berat Badan Asuhan Gizi sangat diperlukan dalam menangani masalah Gizi yang ada di Indonesia. Dalam hal ini Asuhan gizi diberikan untuk menangani kasus gizi kurang yang ada di desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Asuhan Gizi yang diberikan berupa penyuluhan dan PMT. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan teknik observasi dan wawancara dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan penyebabbalita mengalami gizi kurang.Subjek penelitian ini diperoleh melalui kader posyandu dan skrinning oleh peneliti. Indikator yang digunakan dalam keberhasilan intervensi (Asuhan Gizi) adalah peningkatan berat badan balita. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan berat badan balita sebesar 1000 gram dengan lama intervensi 18 hari. Hal ini menunjukkan intervensi yang telah diberikan dapat dikatakan berhasil berdasarkan peningkatan berat badan minimal (KBM) usia balita adalah 200 gram per bulan dan juga peningkatkan berat badan yang diikuti oleh perpindahan pita warna di atasnya, sebelum intervensi berat badan balita berada pada bawah garis merah sedangkan setelah intervensi berat badan balita telah berpindah di atas garis hijau, sehingga anak dapat dikategorikan pada tumbuh kejar (Depkes RI, 2003). Keberhasilan intervensi ini didukung oleh karakter keluarga yang bersifat terbuka sehingga memudahkan peneliti dalam memberikan intervensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PEMBERIAN KEMOTERAPI PADA KLIEN KANKER SERVIKS DI RUANG 9 GYNEKOLOGI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDANG MULYATI
NIM: 1101100165
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbimg: (Utama) Dra.GM.Shindarti, M.Kes. (Pendamping) Sugianto Hadi, SKM, MPH.
Subjek: Peran dan Fungsi Perawat, Kanker Serviks, Kemoterapi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Peran dan Fungsi Perawat Dalam Melaksanakan Pemberian Kemoterapi Pada Klien Kanker Serviks di Ruang 9 Gynekologi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Endang Mulyati (2014). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan. Pembimbimg: (Utama) Dra.GM.Shindarti, M.Kes. (Pendamping) Sugianto Hadi, SKM, MPH. Kata Kunci : Peran dan Fungsi Perawat, Kanker Serviks, Kemoterapi. Kanker Serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua pada wanita dan menjadi penyebab dari 250.000 kematian pada tahun 2005. Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel kanker dan merupakan terapi sistemik, dimana obat menyebar keseluruh tubuh dan dapat mencapai sel kanker yang telah menyebar jauh atau metastase ke tempat lain. Kemoterapi memiliki efek samping antara lain anemia, trombositopenia, leukopenia, mual dan muntah, alopesia, stomatitis, reaksi alergi, neurotoksik dan ekstravasasi (Rasjidi, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi perawat dalam melaksanakan kemoterapi pada klien kanker seviks. Desain penelitian studi kasus dengan subyek penelitian dua orang yang ditetapkan dengan Purposive Sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist dilaksanakan tanggal 09 – 10 Februari 2014 di Ruang 9 Gynekologi RSUD Dr. Saful Anwar Malang, data dinalisis secara diskriptif disajikan dalam bentuk naratif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan peran dan fungsi perawat dalam melaksanakan kemoterapi pada klien kanker seviks masuk dalam kategori baik karena nilai yang diperoleh subyek penelitian 1 (S1) 83% dan subyek penelitian 2 (S2) 87%. Diharapkan semua perawat melaksanakan kemoterapi sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) agar klien dan perawat sama – sama terlindungi saat pelaksanaan kemoterapi.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERAN KELUARGA PADA ANAK PENDERITA LEUKEMIA YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN RAWAT JALAN DI RS LAVALETTE MALANG (DESKRIPTIF STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIESKA DYAH RAHMAWATI
NIM: 1101100079
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Tavip Dwi W, S.Kep. Ns., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Peran Keluarga, Anak Penderita Leukemia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Peran Keluarga pada Anak Penderita Leukemia yang sedang Menjalani Pengobatan Rawat Jalan Di RS Lavalette Malang. Arieska Dyah Rahmawati (2014) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi W, S.Kep. Ns., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci: Peran Keluarga, Anak Penderita Leukemia Leukemia merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada anak. Penyakit leukemia yang menyerang anak dapat disembuhkan, tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya. Keluarga khususnya orang tua mempunyai peran yang penting dalam proses kesembuhan dan melawan penyakit leukemia yang diderita anaknya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi peran keluarga pada anak penderita leukemia yang sedang menjalani pengobatan rawat jalan di RS Lavalette Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan studi penelaahan kasus. Subjek penelitian ini adalah orang tua anak penderita leukemia. Fokus penelitian ini adalah peran keluarga dalam perawatan anak penderita leukemia yang sedang menjalani pengobatan rawat jalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara. Kesimpulan penelitian studi kasus ini adalah keluarga dapat melakukan peran dengan baik pada aspek penerimaan kondisi anak, membina hubungan dengan petugas kesehatan, mencari informasi, memberikan pengobatan, menghadapi stresor, pemenuhan kebutuhan akan asupan makanan, hiburan, pemantauan aktivitas, dan sosialisai. Rekomendasi penelitian studi kasus ini adalah keluarga diharapkan dapat meningkatkan peran keluarga pada anak penderita leukemia yang sedang menjalani pengobatan berdasarkan kebutuhan dasar anak, yaitu kebutuhan asuh, asih, dan asah.  
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN IVA ANTARA WANITA YANG MENIKAH DINI DENGAN IDEAL DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHERLY PUTRI KUSUMANING AYU
NIM: 1102100058
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah., S.Kp.,M.Kes. ; Tarsikah.,SsiT.,M.Keb
Subjek: IVA, wanita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayu, Sherly Putri Kusumaning . 2014. Perbedaan Hasil Pemeriksaan IVA antara Wanita yang Menikah Usia Dini dengan Ideal di Puskesmas Kendalsari Kota Malang Tahun 2014. Karya Tulis Ilmiah, Prodi D III Kebidanan Malang, Pembimbing I : Rita Yulifah., S.Kp.,M.Kes. Pembimbing II : Tarsikah.,SsiT.,M.Keb Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di negara berkembang dan menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Pernikahan dini merupakan salah satu faktor yang diduga bisa meningkatkan angka kejadian kanker leher rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan IVA antara wanita yang menikah usia dini dengan ideal. Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh wanita usia subur yang pernah melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Kendalsari Kota Malang.nteknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sesuai kriteria inklusi sebanyak 34 orang. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan rumus chi square (x2) , didapatkan bahwa wanita dengan riwayat menikah usia dini hasil pemeriksaan IVA (+) sejumlah 7 orang (%) dan wanita dengan riwayat menikah usia ideal hasil pemeriksaan IVA (+) sejumlah 6 orang (%). Setelah di olah dengan rumus chi square (x2) didapatkan hasil tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan IVA antara wanita yang menikah usia dini dengan ideal. Dengan demikian diharapkan bagi peneliti selanjutnya Dengan demikian diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan data primer dengan faktor selain menikah usia dini. Kata Kunci : Kanker Serviks, Menikah Usia Dini dan Ideal
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN MASA MENOPAUSE ANTARA AKSEPTOR SUNTIK KOMBINASI DENGAN AKSEPTOR IMPLAN DI DESA BANJAREJO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AJENG PRASTISICA AMBARINI
NIM: 1102100072
Program Studi: POLTEKES MALANG DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (I) Naimah, SKM., M.Kes. (II) Jupriyono, S.Kp., M.Kes.
Subjek: menopouse, akseptor suntik, implan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ambarini, Ajeng Prastisica. 2014. Perbedaan Masa Menopause antara Akseptor Suntik Kombinasi dengan Akseptor Implan di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing (I) Naimah, SKM., M.Kes. (II) Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Setiap wanita dengan riwayat akseptor suntik kombinasi dan implan akan mengalami menopause pada usia yang tidak sama. Hal ini dikarenakan pada Suntik Kombinasi dan Implan mengandung hormon yang berbeda. Suntik Kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesterone yang dapat memperlambat masa menopause seseorang, sedangkan implan hanya mengandung hormon progesterone yang tidak berpengaruh terhadap masa menopause. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan masa menopause antara akseptor suntik kombinasi dengan implan di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan analitik komparatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua wanita menopause dengan riwayat akseptor suntik kombinasi atau implan di Desa Banjarejo sebanyak 58 orang, dengan jumlah sampel 54 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 31 responden akseptor suntik kombinasi 64,6 % memasuki menopause pada usia > 55 tahun dan 3,2 % pada usia < 45 tahun. Sedangkan dari 23 responden akseptor implan 65,2 % memasuki masa menopause pada usia 46-52 tahun dan 13.0 % pada usia < 45 tahun. Penelitian ini menggunakan uji Two Sample T Test pada α = 0.05 dan dk = 35, didapatkan hasil bahwa T hitung = 0,610 < dari T tabel = 2,021. Dengan demikian, dapat disimpulkan hasil bahwa Ho ditolak, artinya ada perbedaan masa menopause antara akseptor suntik kombinasi dengan akseptor implan di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Oleh karena itu disarankan agar ibu-ibu dapat menggunakan metode kontrasepsi suntik kombinasi yang dapat memperlambat usia menopause. Kata Kunci : Implan, Masa Menopause, Suntik Kombinasi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN MOTIVASI IBU UNTUK MELAKUKAN SENAM NIFAS YANG MENDAPATKAN PENYULUHAN DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN LEAFLET DI RUANG BRAWIJAYA RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG TAHUN 2014

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA KARTIKA SARI AYU AMBARWATI
NIM: 1102100091
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S.Kep, N.s., ; Rita Yulifah, S. Kp. M. Kes.
Subjek: MOTIVASI, SENAM NIFAS, PENYULUHAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayu Ambarwati, Eka Kartika Sari. 2014. Perbedaan Motivasi Ibu untuk Melakukan Senam Nifas yang Mendapatkan Penyuluhan dengan Metode Demonstrasi dan Pemberian Leaflet di Ruang Brawijaya RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Prodi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Heny Astutik, S.Kep, N.s., M.Kes. Pembimbing II : Rita Yulifah, S. Kp. M. Kes. Senam nifas merupakan salah satu usaha membantu mengembalikan perubahan-perubahan yang terjadi masa hamil dan melahirkan. Hasil studi pendahuluan di Ruang Brawijaya RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen, pada 7 ibu nifas, menjelaskan 4 diantaranya belum mengetahui tentang senam nifas, dimana hanya 2 yang melakukan senam nifas. 5 dari 7 ibu nifas bersedia untuk diajarkan senam nifas dan sisanya mengatakan takut atau tidak ada waktu untuk melakukan senam nifas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan motivasi ibu untuk melakukan senam nifas yang diberi penyuluhan dengan metode demonstrasi dan pemberian leaflet di Ruang Brawijaya RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen. Desain yang digunakan Kuasi Eksperimen dengan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas hari I di Ruang Brawijaya RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen dengan sampel sebanyak 36 responden dengan teknik purposive sampling, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I diberi penyuluhan metode demonstrasi dan kelompok II diberi penyuluhan dengan pemberian leaflet. Pengumpulan data dengan kuisioner dan diolah dengan editing, coding, transfering, tabulating, dan dianalisa menggunakan Mann-Whitney U-Test. Dari hasil analisis data didapatkan p value 0,024 <α 0,05, maka 0 ditolak dapat disimpulkan terdapat perbedaan motivasi ibu untuk melakukan senam nifas yang diberi penyuluhan dengan metode demonstrasi dan pemberian leaflet di Ruang Brawijaya RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen, tahun 2014. Dimana pada kelompok I sebagian besar memiliki motivasi sedang (89%) dan11% memiliki motivasi tinggi sedangkan pada kelompok II semua memiliki motivasi sedang (100%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan hendaknya perlu menyesuaikan metode yang digunakan dalam memberikan pendidikan kesehatan dan dalam penyuluhan yang memerlukan praktek dapat menggunakan metode demonstrasi. Kata Kunci : Metode Penyuluhan, Motivasi, Ibu Nifas
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN KADER TENTANG MP-ASI SEBELUM DAN SETELAH PENYULUHAN PADA TINGKAT POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANA ZULAIKAH
NIM: 1103000114
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Gizi
Dosen Pembimbing: Sugeng iwan dan Hasan Aroni
Subjek: kader
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ana Zulaikah. 2014.” Perbedaan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Kader Tentang Mp-Asi Sebelum dan Setelah Pelatihan pada Tingkat Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang”. Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: Sugeng iwan dan Hasan Aroni Latar Belakang : Salah satu penyebab terjadinya kasus gizi kurang pada masyarakat adalah kurang berfungsinya lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat. Peranan kader sangat penting karena kader bertanggung jawab dalam pelaksanaan program posyandu. . Bila kader tidak aktif maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya status gizi bayi atau balita tidak dapat dideteksi secara dini dengan jelas. Di Kecamatan Pakis pencapaian D/S adalah 70,8% sedangkan target D/S yang akan dicapai adalah 80%. Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan penyuluhan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader tentang MP-ASI. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader tentang Mp-Asi sebelum dan setelah penyuluhan pada tingkat Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dan menggunakan rancangan one group pretest posttest desain. Subyek penelitian ini adalah kader yang berada di Dusun Trajeng Desa Pakisjajar yang berjumlah 10 orang. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil : Hasil penelitian diperoleh mayoritas tingkat pengetahuan dan keterampilan kader tentang MP-ASI sebelum dan setelah penyuluhan adalah meningkat. Sedangkan untuk sikap tidak ada peningkatan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan dan keterampilan kader tentang MP-ASI sebelum dan setelah penyuluhan, tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata sikap kader tentang MP-ASI sebelum dan setelah penyuluhan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, MP-ASI, Penyuluhan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
‱ cara menjadi anggota perpustakaan
‱ cara cek plagiarisme
‱ Jam buka perpustakaan