Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4811–4820 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BEKATUL TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK OBESITAS

Lihat Detail Karya
Penulis: SHESA KURNIA WULANDARI
NIM: 1103000038
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan I KOMANG SUWITA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SHESA KURNIA WULANDARI. Pengaruh Substitusi Tepung Bekatul terhadap Nilai Energi, Mutu Kimia, dan Mutu Organoleptik Snack Bar untuk Obesitas (di bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan I KOMANG SUWITA) Prevalensi obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Obesitas meningkatkan risiko diabetes, penyakit vaskuler, tipe kanker tertentu dan penyakit lain, serta risiko kematian 50 - 100% lebih besar daripada orang yang mempunyai berat badan normal. Tata laksana obesitas dilakukan dengan memberikan diet rendah energi dan tinggi serat. Salah satu upaya pengembangan produk makanan jajanan yang rendah energi dan kaya serat adalah snack bar substitusi tepung bekatul. Bekatul merupakan makanan sehat alami mengandung antioksidan dan serat tinggi untuk penangkal penyakit degeneratif juga kaya akan pati, protein, lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap nilai energi, mutu kimia, dan mutu organoleptik snack bar untuk obesitas. Jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu dan tepung bekatul yaitu P0 = (100 : 0), P1 = (75 : 25), P2 = (65 : 35), P3 = (55 : 45). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa substitusi tepung bekatul memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein, lemak, serat kasar, abu, air dan karbohidrat, serta tingkat penerimaan panelis terhadap warna dan rasa namun memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai energi dan tingkat penerimaan panelis terhadap aroma dan tekstur snack bar. Snack bar substitusi tepung bekatul sebesar 35% (P2) merupakan taraf perlakuan terbaik dalam produk snack bar untuk obesitas dengan nilai energi 497 Kalori/100 g; kadar air 4,7 g/100 g; kadar abu 1,4 g/100 g; kadar karbohidrat 57,5 g/100 g; kadar protein 8,3 g/100 g; kadar lemak 25,9 g/100 g; kadar serat kasar 2 g/100 g. Namun snack bar substitusi tepung bekatul sebesar 35% (P2) belum memenuhi standar makanan formula diet rendah energi untuk penurunan berat badan menurut CODEX STAN 203 – 1995. Saran dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan formula yang sesuai dengan standar CODEX STAN 203 – 1995 dan untuk memperbaiki warna dan rasa snack bar substitusi bekatul agar warna dan rasa yang dihasilkan tidak mengalami penurunan tingkat kesukaan. Kata Kunci : Obesitas, Snack Bar, Tepung Bekatul
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KEDELAI TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA, DAN MUTU ORGANOLEPTIK SOSIS LELE DUMBO SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NI PUTU ARDHANARESWARI
NIM: 1103000026
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes K, GradDiplFood. Sci, MFT dan Agus Heri Santoso, S.TP, M.Si
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NI PUTU ARDHANARESWARI : Pengaruh Substitusi Tepung Tempe Kedelai Terhadap Nilai Energi, Mutu Kimia, dan Mutu Organoleptik Sosis Lele Dumbo Sebagai Alternatif Permberian Makanan Tambahan (PMT) Balita Gizi Kurang dibimbing oleh Yohanes K, GradDiplFood. Sci, MFT dan Agus Heri Santoso, S.TP, M.Si Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui substitusi tepung tempe kedelai terhadap nilai energi, mutu kimia, serta mutu organoleptik sosis lele dumbo sebagai salah satu makanan alternatif bagi balita gizi kurang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2014 di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan untuk proses pengolahan sosis, Laboratorium Ilmu Bahan Makanan jurusan Gizi Polltekkes Kemenkes Malang untuk pengujian mutu organoleptik sosis dan Laboratorium Kimia Poltekkes Malang untuk analisis mutu kimia sosis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat taraf perlakuan , yaitu lele dumbo : tepung tempe kedelai 100:0 (P0), 90:10 (P1), 80:20 (P2), dan 70:30(P3) berdasarkan SNI 01-3820-1995 yaitu protein minimal 13 gram per 100 gram. Parameter yang dianalisis adalah nilai energi, mutu kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), serta mutu organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur) Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi tepung tempe kedelai terhadap sosis lele dumbo maka nilai energy dan mutu kimia sosis lele dumbo cenderung meningkat, namun kadar abu serta kadar air cenderung menurun. Semakin tinggi substitusi tepung tempe kedelai terhadap sosis lele dumbo maka tingkat penerimaan tekstur dan warna relatif sama, akan tetapi penerimaan terhadap aroma serta rasa cenderung menurun. Hasil analisis perlakuan terbaik menunjukkan bahwa taraf perlakuan terbaik yaitu P2 (80:20) mengadung energi 208 Kkal, protein 23,11 gram, karbohidrat 5,52 gram, serta lemak 10,37 gram per 100 gram. Taraf perlakuan sosis P2 sudah memenuhi standar SNI 01-3820-1995 sosis daging. Jika sosis taraf perlakuan P2 dipadukan dengan roti maka akan memenuhi syarat PMT Pemulihan yaitu 350-400 KKal serta 12-15 gram protein per hari makan. Kata Kunci : Lele Dumbo, Tepung Tempe, PMT Pemulihan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KEDELAI, KENTANG (Solanum tuberosum L) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA, MUTU FISIK DAN MUTU ORGANOLEPTIK ES KRIM UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILATUL CHOIRIYAH
NIM: 1103000020
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, Theresia Puspita
Subjek: PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG
Lihat Abstraksi
Abstrak : Prevalensi penderita Diabetes Mellitus (DM) yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu upaya terapi bagi penderita DM adalah dengan pola makan yang sehat untuk menekan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah dan menekan timbulnya resiko komplikasi. Salah satu alternative pemanfaatan bahan pangan lokal untuk penderita DM adalah tepung tempe kedelai dan kentang yang memiliki nilai IG rendah. Es krim merupakan salah satu alternative makanan ringan dalam pengolahan tepung tempe kedelai, kentang, dan kayu manis. Pengolahan es krim disubstitusi tepung tempe kedelai, kentang, dan kayu manis untuk meningkatkan kadar gizi yang berpengaruh pada nilai IG. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung tempe kedelai, kentang, dan kayu manis terhadap nilai energi, mutu kimia (kadar karbohidrat, protein, lemak, dan serat kasar), mutu fisik (overrun dan kecepatan meleleh), dan mutu organoleptik es krim bagi penderita DM. jenis penelitian dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung susu skim, tepung tempe kedelai, kentang, dan kayu manis yaitu P0 = (100:0:0:0), P1 = (60:10:25:5), P2 = (50:15:30:5), P3 (40:20:35:5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf perlakuan P2 (50% susu skim, 15% tepung tempe kedelai, 30% kentang, 5% kayu manis) dengan nilai energi 120 Kalori, karbohidrat 18.1%, protein 3.2%, lemak 4.02%, serat kasar 0.40%. Konsumsi 150 gram es krim pengembangan dapat memenuhi kebutuhan snack sebesar 10% (1900 Kalori/hari). Panelis menyatakan suka terhadap warna, tekstur, dan aroma es krim substitusi 50% susu skim, 15% tepung tempe kedelai, 30% kentang, 5% kayu manis (P2).
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGARUH SUBTITUSI IKAN LELE (Clarias batrachus) TERHADAP NILAI ENERGI, KADAR ZAT GIZI, MUTU PROTEIN DAN MUTU ORGANOLEPTIK BISCUIT CRACKERS BAGI BALITA PENDERITA KEP

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKA YUNITA SUKATNO
NIM: 1103000072
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso dan Sulistiastutik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rizka Yunita Sukatno, 2014. Pengaruh Substitusi Ikan Lele (Clarias Batrachus) terhadap Nilai Energi, Kadar Zat Gizi, Mutu Protein dan Mutu Organoleptik Biscuit Crackers bagi Balita Penderita KEP. Dibawah bimbingan Agus Heri Santoso dan Sulistiastutik. Kekurangan Energi Protein (KEP) merupakan salah satu masalah gizi kurang, yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi energi dan protein dalam waktu yang cukup lama. KEP pada balita akan berdampak buruk saat dewasa, seperti penurunan IQ dan menurunnya produktivitas kerja. Upaya penanggulangan KEP dengan menyediakan bahan pangan sumber energi dan protein, salah satunya ikan lele, karena ikan tersebut mudah didapat dan harganya relatif terjangkau yang dapat dijadikan bahan substitusi biscuit crackers yang disukai anak balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh substitusi ikan lele terhadap nilai energi, kadar zat gizi (karbohidrat, protein, lemak), mutu protein dan mutu organoleptik biscuit crackers bagi balita KEP. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan perlakuan ikan lele sebagai bahan substitusi dalam pengolahan biscuit crackers menggunakan 4 taraf perlakuan, yaitu 100% tepung terigu (P0), 5% ikan lele (P1), 10% ikan lele (P2), dan 15% ikan lele (P3). Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari-Mei 2014 bertempat di Laboratorium ITP, Laboratorium Organoleptik dan Laboratorium Kimia Jurusan Gizi Poltekkes Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi ikan lele cenderung meningkatkan kadar protein dan lemak sedangkan nilai energi dan kadar karbohidrat mengalami penurunan. Semakin banyak substitusi ikan lele juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik yaitu aroma dan tekstur. Namun, memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap mutu organoleptik yaitu rasa dan warna. Substitusi ikan lele sebesar 5% (P1) merupakan perlakuan terbaik karena dapat memenuhi kecukupan energi sebesar 38,5% dan protein sebesar 28,35% yang dapat dijadikan PMT khususnya bagi balita KEP fase rehabilitasi. Penelitian ini disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait mutu fisik biscuit crackers, serta kandungan gizinya (karbohidrat, protein, lemak) dengan analisis laboratorium. Kata Kunci : Kurang Energi Protein (KEP), Biscuit Crackers, Ikan Lele.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BEKATUL TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNITA ANGGRAINI
NIM: 1103000033
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Astutik Pudjirahaju2, Sulistiastutik2, Agus Heri Santoso2
Lihat Abstraksi
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BEKATUL TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK SNACK BAR UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS Yunita Anggraini1, Astutik Pudjirahaju2, Sulistiastutik2, Agus Heri Santoso2 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Abstrak : Prevalensi penderita Diabetes Melitus (DM) meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu upaya terapi bagi penderita DM adalah pengaturan pola makan yang sehat untuk menekan peningkatan kadar glukosa darah dan menekan timbulnya gejala klinik yang dapat meningkatkan resiko komplikasi. Salah satu alternatif pemanfaatan pangan lokal adalah konsumsi tepung bekatul yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Snack bar merupakan salah satu makanan ringan alternatif dalam pengolahan tepung bekatul. Dalam pengolahan snack bar disubtitusi tepung bekatul untuk meningkatkan kadar zat gizi yang berpengaruh terhadap nilai IG snack bar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung bekatul terhadap nilai energi, mutu kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat dan kadar karbohidrat) dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) snack bar bagi penderita DM. Jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu dan tepung bekatul yaitu P0 = (100 : 0), P1= (75 : 25), P2= (65 : 35), P3= (55 : 45). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf perlakuan P2 (65% terigu, 35% tepung bekatul) merupakan taraf perlakuan terbaik dengan mengandung energi 497 Kalori, karbohidrat 57,5%, serat 2,02%, lemak 26%, protein 8,3%, kadar air 4,7% dan kadar abu 1,42%. Konsumsi 60g dapat memenuhi kebutuhan energi sebesar 11% (2650 Kkal/hari) dan konsumsi 50g dapat memenuhi kebutuhan energi sebesar 11,5% (2150 Kkal/hari). Panelis menyatakan suka (3) terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur snack bar subtitusi teoung bekatul 35 % (P2). Kata Kunci : Diabetes Melitus, Tepung Bekatul, Snack Bar
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGELOLAAN IMPLAN ORTOPEDI DI RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: BANGKIT SUPRAYOGI
NIM: 1201410017
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing : (1) Wahyuningsri, SPd, K.Kes., (2) Rudi Hamarno, S.Kep.Ns, M.Kep.
Subjek: implan,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Suprayogi, Bangkit. 2014. Pelaksanaan Pengelolaan Implan Orthopedi di RSUD Bangil. Skripsi. Jurusan Keperawatan Prodi D IV Keperawatan Malang. Pembimbing : (1) Wahyuningsri, SPd, K.Kes., (2) Rudi Hamarno, S.Kep.Ns, M.Kep. Implan sering digunakan dalam bidang orthopedi untuk di pasang pada pasien penderita fraktur. Peningkatan angka kebutuhan akan implan menjadi dorongan untuk mengelola implan dengan sangat baik. Dampak penggelolaan implan orthopedi yang tidak baik akan berakibat infeksi pada pasien dan dapat juga teerjadi penularan penyakit dari pasien kepada petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan implan orthopedi di RSUD Bangil. Metode penelitian yang digunakan deskripif observatif partisipatif. Subyek penelitian ini adalah petugas kamar operasi. Teknik pengambilan data dengan cara observasi dengan besar responden 11 orang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1-20 Juli 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan implan orthopedi pada sebelum operasi 100% responden tidak sesuai, saat operasi 100% responden sesuai dan setelah operasi 90,1% responden sesuai. Pada tenaga kesehatan di ruang operasi diharapkan melaksanaan pengelolaan implan orthopedi harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan SOP. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih lanjut tentang pengaruh pengelolaan implan orthopedi dengan adanya infeksi setelah operasi. Kata kunci : Implan Orthopedi, Pengelolaan Implan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGEMBANGAN RESEP DAN DAYA TERIMA MAKANAN LUNAK DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: NADILA HAWADA
NIM: 1103000086
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes; I Komang Suwita, S.ST., MP.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nadila Hawada (2014), Pengembangan Resep Dan Daya Terima Makanan Lunak Di Ruang Rawat Inap Kelas III Rsud Dr. Soedono Madiun, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes; Pembimbing II: I Komang Suwita, S.ST., MP. RSUD dr. Soedono Madiun merupakan salah satu rumah sakit yang menyelenggarakan sendiri makanan bagi pasien rawat inap. Tujuan penyelenggaran makanan RS yaitu agar pasien memperoleh makanan sesuai dengan kebutuhan gizinya. Daya terima dapat dilihat dari jumlah makanan yang habis dikonsumsi. Pengembangan resep dilakukan dalam upaya mengurangi sisa makanan yang berlebih pada makanan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, menggunakan siklus menu ke 7 di ruang Wijaya Kusuma D Rumah Sakit dr. Soedono Madiun. Survey dilakukan dengan menggunakan metode comstock dan didapatkan hasil sisa yakni rata-rata 55% (nasi), 3,3% (lauk hewani), 58,3% (lauk nabati), 35% (sayur) pada 5 pasien mendapatkan diet makanan lunak, dengan sisa makanan paling banyak adalah lauk nabati. Bahan makanan yang digunakan yakni tempe dengan jenis masakan tempe bumbu opor, dengan waste 80%. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan resep untuk lauk nabati tersebut yang diharapkan akan meningkatkan warna, rasa, aroma dan tekstur sehingga dapat meningkatkan selera makan pasien nantinya, juga dapat menurunkan nilai waste dari masakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menu lauk nabati yang dikembangkan, daya terima, kandungan gizi, serta harga di RSUD dr. Soedono Madiun. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian yang tidak memiliki kelompok pembanding (control) akan tetapi dilakukan observasi pertama (pretest). Subyek penelitian ini adalah menu lauk nabati hari ke VII yakni tempe bumbu opor yang dikembangkan menjadi botok tempe bumbu opor kemangi. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji kesukaan menunjukkan, daya terima pengembangan terhadap botok tempe bumbu opor kemangi dari segi warna tertinggi yaitu suka sebanyak 76%, dari segi aroma tertinggi yaitu suka sebanyak 52%, dari segi rasa tertinggi yaitu suka sebanyak 68%, dan dari segi tekstur tertinggi yaitu suka yaitu sebanyak 68%. Produk pengembangan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan produk sebelum pengembangan dengan selisih kenaikan untuk energi yakni 1,1 kal, untuk protein 0,1 g, untuk lemak tidak mengalami peningkatan, dan untuk karbohidrat 0,17 g. Anggaran biaya sebelum dan setelah pengembangan resep mengalami kenaikan dikarenakan adanya penambahan daun kemangi, juga pembelian daun pisang untuk membuat botok. Kenaikan biaya yakni sebesar Rp. 120,- per porsinya. Pihak rumah sakit diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap daya terima makanan pasien agar mengurangi tingkat waste yang ada, serta melakukan pengembangan resep yang memungkinkan dengan melihat nilai gizi dan ketersediaan biayanya. Kata Kunci : Pengembangan Resep, Daya Terima, Uji Kesukaan, Nilai gizi, dan Harga
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGEMBANGAN RESEP OREM – OREM TEMPE PADA MENU MAKANAN BIASA DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: SOFIY RIFAYANTI
NIM: 1103000132
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, MFT. Pembimbing II: Dra. Nurul Hakimah,SST,M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sofiy Rifayanti (2014). Pengembangan Resep Orem – Orem Tempe Pada Menu Makanan Biasa di RSUD dr. Soedono Madiun. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Pembimbing I: Yohanes Kristianto, MFT. Pembimbing II: Dra. Nurul Hakimah,SST,M.Kes RSUD dr. Soedono Madiun dalam penyelenggaraan makanan menggunakan siklus menu 10 hari, dengan sistem semi outsourcing, menu makanan biasa disajikan dengan komposisi menu lengkap dalam artian terdapat semua komponen mulai dari makanan pokok hingga buah. Rata – Rata Plate Waste lauk nabati sebesar 51,04%,hal ini disebabkan karena penampilan makanan yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan resep dalam rangka meningkatkan cita rasa dan menurunkan Plate waste. Jenis Penelitian ini adalah Action research. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan kelas perawatan II dan III, staff instalasi Gizi, serta menu makanan biasa pada siklus 10 hari. Sampel diambil menurut kriteria sampel, dengan diambil secara purposive sampling. Data yang diambil meliputi kualitas menu (cita rasa), plate waste, nilai gizi, mutu protein serta biaya sebelum dan sesudah pengembangan resep, diolah dengan cara tabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Plate Waste pada makanan pokok sebesar 28,125%, lauk hewani sebesar 18,75%, lauk nabati sebesar 56,25% dan sayur sebesar 34,375%. Terjadi peningkatan kandungan energi dan zat gizi sesudah pengembangan resep (Energi 80,004 Kkal, Protein 5,5 gram, lemak 3,13 gram, karbohidrat 8,7 gram dan Vitamin A 899 SI), dan peningkatan cita rasa (32% responden menyatakan baik, 64% responden menyatakan cukup, dan 4% responden menyatakan kurang) serta penurunan Plate Waste. Rata – Rata Plate Waste sebelum pengembangan resep sebesar 56,2%, dan sesudah pengembangan resep sebesar 5%. Sebaiknya pihak rumah sakit lebih memperhatikan lagi bentuk potongan lauk nabati serta warna lauk nabati sebagai acuan untuk membuat resep baru. Kata kunci : Pengembangan Resep, Uji Cita Rasa, Plate Waste
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGEMBANGAN RESEP SAYUR ASEM PADA MENU MAKANAN LUNAK RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: ENGGAR RIA WULANDARI
NIM: 1103000141
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, Sri Endang Surowati.
Subjek: resep sayur asem
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Enggar Ria Wulandari (2014), Pengembangan Resep Sayur Asem Pada Menu Makanan Lunak RSUD dr. Soedono Madiun, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Bachyar Bakri, Pembimbing II : Sri Endang Surowati. Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya waste sayur pada makan siang sebesar 62,5%. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan resep untuk sayur yang diharapkan akan dapat meningkatkan cita rasa makanan sehingga selera makan pasien meningkat dan menurunkan waste. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas makanan berupa cita rasa menu sayur dengan memberikan usulan pengembangan menu. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain studi kasus yaitu mengamati dan mempraktikkan pengembangan resep sayur pada menu makanan lunak di penyelenggaraan makanan RSUD dr. Soedono Madiun. Subyek penelitian ini adalah menu sayur asem daun ubi jalar, kacang panjang, taoge kedele yang dikembangkan dengan penambahan wortel dan staff pegawai Instalasi Gizi RSUD dr. Soedono Madiun yang memenuhi kriteria panelis. Data yang diperlukan adalah data gambaran umum penyelenggaraan makanan, waste sayur pada makanan lunak, nilai gizi menu sayur sebelum dan sesudah pengembangan resep, biaya sebelum dan sesudah pengembangan resep, kualitas makanan yang meliputi penampilan, warna, aroma, rasa, tekstur sesudah pengembangan resep. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan mempraktikkan pengembangan resep. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, kemudian dibandingkan dengan kepustakaan yang ada. Hasil pengembangan menu menunjukkan peningkatan nilai gizi yaitu energi 67,77 Kkal, protein 2,5 gram, lemak 0,52 gram, karbohidrat 15 gram, dan vitamin A 2782,5 mcg dibanding dengan sayur sebelum pengembangan resep. Adanya perbedaan biaya sebelum dan sesudah pengembangan resep masing-masing yaitu sebesar Rp 819,7 dan Rp 951,1 dengan selisih Rp 131,4 hal ini disebabkan adanya penambahan bahan pada sayur. Hasil uji cita rasa sesudah pengembangan resep sebanyak 38% responden menyatakan baik dan 56% responden menyatakan cukup. Dari hasil penelitian disarankan kepada pihak RSUD dr. Soedono Madiun yang diharapkan dapat diterapkan di rumah sakit sehingga dapat meningkatkan kualitas makanan yang meliputi penampilan, warna, aroma, rasa, dan tekstur serta meningkatkan nilai gizi makanan. Adanya perbedaan biaya sebelum dan sesudah pengembangan resep diharapkan RSUD dr. Soedono Madiun dapat menjadikan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan pengembangan yaitu dengan menggunakan komposisi bahan taoge kedele pada standar resep sebelum pengembangan yaitu sebasar 5 gram. Kata Kunci :Waste sayur, pengembangan resep, kualitas makanan (Cita rasa, Nilai Gizi, Biaya).
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENGEMBANGAN TEPUNG MOCAF (Modified Casava Flour), TEPUNG TERI (Stolephorus spp) dan TEPUNG TEMPE (Glycine max) SEBAGAI JAJANAN ALEN-ALEN KOTA TRENGGALEK

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGSIHNO NUR ROSYIDI
NIM: 1103000071
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang Prodi DIII Gizi
Dosen Pembimbing: Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si. ; Theresia Puspita, S.TP, MP.
Subjek: tepung, alen-alen
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rosyidi, Angsihno Nur (2014). Pengembangan Tepung Mocaf (Modified Casava Flour), Tepung Teri (Stolephorus spp) dan Tepung Tempe (Glycine max) Sebagai Jajanan Alen-alen Kota Trenggalek. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma-III Gizi Malang. Pembimbing I : Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si. Pembimbing II : Theresia Puspita, S.TP, MP. Jawa Timur menunjukan bahwa prevalensi kekurangan energi protein pada anak usia Sekolah Dasar relatif lebih tinggi dibandingkan angka prevalensi nasional, dan salah satu faktor penyebabnya adalah kebiasaan jajanan di sekolah sehingga anak meninggalkan kebiasaan sarapan dirumah. Budaya jajan menjadi bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia sekolah dan golongan remaja. Berdasarkan latar belakang di atas maka pengembangan produk alen-alen diharapkan dapat meningkatkan kadar dan mutu gizi. Sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah yang masih dihadapkan pada berbagai masalah kekurangan zat gizi. Selain itu, dapat meningkatkan nilai ekonomi alen-alen yang selanjutnya berdampak meningkatnya status ekonomi masyarakat Kota Trenggalek. Penelitian ini dikembangan dengan mutu dan kadar gizi pada alen-alen menggunakan tepung ikan teri nasi yang memiliki nilai gizi baik diantaranya dalam dalam 100 g teri segar meliputi energi 77 kalori; protein 16 g; lemak 1.0 g; kalsium 500 mg; Vitamin A 0.1 mg; dan Vitamin B 0.1 mg, serta tepung tempe dan subtitusi Mocaf. Mocaf merupakan produk tepung ubi kayu yang diolah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Alen-alen pengembangan tepung Mocaf yang disubtitusi tepung teri dan tepung tempe menunjukan semakin tinggi subtitusi tepung tempe nilai energi meningkat, sedangkan dengan meningkatnya subtitusi tepung ikan teri kadar proteinnya juga meningkat. Taraf perlakuan terbaik didapat pada P1 dengan komposisi Mocaf 70%, tepung ikan teri 20% dan tepung tempe 10%. Pada perlakuan tersebut nilai protein yaitu 11,6 g. Hasil uji Organoleptik menunjukan penerimaan panelis terhadap warna dan rasa alen-alen cenderung meningkat, sedangkan tingkat penerimaan panelis terhadap aroma dan tekstur cenderung sama Kata kunci : PMT-AS, Mocaf, Tepung Ikan Teri, Tepung Tempe
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan