Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4791–4800 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

MANFAAT REFRESING KADER POSYANDU TERHADAP PERILAKU (PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN) TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Oktavina Trishandayana
NIM: 1103000007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi dan Maryam Razak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Oktavina Trishandayana, 2014. Manfaat Refresing Kader Posyandu Terhadap Perilaku (Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan) Tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) di Desa Dilem Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Program Studi D III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Yang dibimbing oleh Tapriadi dan Maryam Razak. Latar Belakang : Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Posyandu merupakan salah satu kegiatan pemantauan kesehatan masyarakat pada kelompok masyarakat setingkat RW (rukun warga). Kegiatan posyandu dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pembinaan dari puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar dan pelaksanaan-nya dapat menemui kendala terutama pada pengetahuan, sikap dan keterampilan kader posyandu yang kurang. Permasalah tersebut sering dialami disebabkan kader posyandu lebih sering menjadi pelaksana kegiatan, bukan pengelola posyandu sehingga dapat mengakibatkan masalah gizi yaitu gizi buruk. Dari hasil SKDN 2013 di Kecamatan Kepanjen untuk Desa Dilem di dapatkan data 0,6% gizi buruk dan 2,7% gizi kurang disebabkan pemenuhan gizi yang tidak tepat. Berdasarkan Studi pendahuluan pemenuhan gizi di Desa Dilem 56,7% MP-ASI kurang memenuhi kebutuhan dalam sehari, 16,7% bentuk makanan yang di berikan tidak sesuai dengan usia, sehingga perlu di selenggarakannya Refresing kader untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan sikap serta keterampilan kader dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat melalui posyandu. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah Refresing kader terhadap perilaku (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) tentang MP-ASI di Desa Dilem Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest desaign. Responden penelitian ini berjumlah 30 kader. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner. Cara pengolahan data akan diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan uji paired sampet t-test. Hasil : Karakteristik responden sebagian besar berumur 36-40 tahun, berpendidikan SMP sederajat, berkerja sebagai ibu rumah tangga, lamanya menjadi kader 1-5 tahun, tidak pernah mengikuti pelatihan. Perilaku responden sebelum Refresing berkategori kurang menjadi sedang sesudah dilakukan Refresing. Hasil pengetahuan, sikap, dan keterampilan responden sebelum Refresing dengan kategori kurang mengalami penurunan sesudah dilakukan Refresing. Hasil analisis statistik paired sampel t-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan (p = 0,000) sebelum dan sesudah Refresing, hal ini berarti ada perbedaan Refresing sebelum dan sesudah terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) tentang MP-ASI. Kata kunci : Refresing Kader, Perilaku tentang MP-ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2014

NILAI ENERGI DAN ZAT GIZI (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, DAN ZAT BESI) PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) TERHADAP KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA SUKOPURO KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ERSHELLY ARFIAH WIRANINGRUM
NIM: 110 3000 125
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan SUGENG IWAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ERSHELLY ARFIAH WIRANINGRUM. Nilai Energi dan Zat Gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, dan Zat Besi) Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) terhadap Kecukupan Energi dan Zat Gizi Anak Sekolah Dasar di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Di bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan SUGENG IWAN. Pangan jajanan berperan penting dalam memenuhi kecukupan energi dan zat gizi anak sekolah khususnya protein. Apabila pangan jajanan yang di jual di lingkungan sekolah sudah cukup baik mutu gizinya, anak-anak akan mendapatkan manfaat tambahan energi dan zat gizi, sehingga mampu mencukupi kecukupan energi dan zat gizi dalam tubuh. Sebaliknya, apabila mutu gizi pangan jajanan tidak cukup baik, anak-anak tidak mampu mencukupi kecukupan energi dan zat gizi sehingga akan terjadi defisiensi energi dan zat gizi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai energi dan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi) Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Sekolah Dasar di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksploratif, yaitu menganalisis dan menggali informasi tentang nilai energi dan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi) pangan jajanan anak sekolah terhadap kecukupan energi dan zat gizi anak sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret hingga april 2014 di 4 Sekolah Dasar yang berada di Desa Sukopuro. Terdapat 20 sampel pangan jajanan yang telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 3 Pangan Jajanan yang memenuhi standar kecukupan untuk pangan jajanan secara kuantitatif (nilai energi dan zat gizi) yaitu weci B (345,2 Kalori/100 gram dan 6,1 gram protein/100 gram), molen isi coklat (759 Kalori/100gram dan 6,7 gram protein/100 gram), dan tempe goreng 432,5 Kalori/100 gram dan 19,7 gram protein/100 gram), sedangkan secara kualitatif (mutu protein) ada 6 macam pangan jajanan yang memenuhi standar kecukupan yaitu cilok+tahu C, molen isi coklat, molen isi pisang, tempe goreng, tahu goreng, dan tahu balado. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa PJAS di Desa Sukopuro masih belum memenuhi standar kecukupan energi dan zat gizi yang dianjurkan, disarankan pihak sekolah untuk menyediakan kantin sehat, dan untuk penjaja PJAS melakukan modifikasi pangan jajanan yang dijajakan menjadi lebih bervariasi sehingga mampu memenuhi standar energi dan zat gizi serta mutu protein PJAS, contohnya pada cilok untuk meningkatkan mutu gizi lebih baik ditambahkan dengan bahan lain sumber protein berupa lele. Kata Kunci : PJAS, Nilai Energi dan Zat Gizi, Mutu Protein, Kecukupan Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PELAKSANAAN 5 PILAR PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS UNTUK PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG KANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AWALLIA INGGRIED INSANI
NIM: 1101100053
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, (pendamping) Tavip Dwi W, S.Kep Ns, M.Kes.
Subjek: keperawatan, diabetes melitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pelaksanaan 5 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Mellitus untuk Pencegahan Komplikasi pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Kandang Kota Malang. Awallia Inggried Insani (2014) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey. Program Studi Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, (pendamping) Tavip Dwi W, S.Kep Ns, M.Kes. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, 5 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Penatalaksanaan 5 pilar diabetes mellitus merupakan suatu rangkaian komponen keberhasilan penatalaksanaan diabetes mellitus yang bertujuan untuk membantu memperbaiki dan mengendalikan kadar glukosa untuk pencegahan komplikasi pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pelaksanaan 5 pilar penatalaksanaan diabetes mellitus. Metode penelitian menggunakan deskriptif survey dengan subyek 30 responden, diambil secara purposive sampling, dan melakukan penelitian menggunakan lembar kuisioner. Sebagaiamana responden yang mengalami diabetes mellitus tipe 2 dan melakukan penatalaksanaan 5 pilar yaitu: manejemen nutrisi, olahraga (latihan jasmani), kontrol gula darah, terapi farmakologi, dan pendidikan kesehatan. Hasil dari pelaksanaan 5 pilar yaitu manejemen nutrisi sebagian besar (57%) kurang, olahraga (latihan jasmani) sebagian besar (63%) kurang, kontrol gula darah setengahnya (50%) kurang, terapi farmakologi hampir setengahnya (40%) kurang, dan pendidikan kesehatan sebagian besar (57%) kurang. Rata-rata dari hasil pelaksanaan 5 pilar para responden setengahnya (50%) masih kurang. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah memberikan informasi kepada responden yang dilakukan petugas kesehatan agar memberikan promosi kesehatan yang lebih intensif mengenai pelaksanaan 5 pilar agar menurunkan angka kejadian penderita diabetes untuk terjadi komplikasi yang lebih buruk, dan bagi peneliti selanjutnya agar melakukan uji coba, uji validitas, reabilitas dan mengembangkan kuisioner tentang pelaksanaan 5 pilar.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

Pemanfaatan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) pada Pembuatan Nasi Tim Instan sebagai MP-ASI untuk Bayi Usia 9 – 11 Bulan

Lihat Detail Karya
Penulis: Rifka Laily Mafaza
NIM: 1103000039
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP, MP., dan I Komang Suwita, SST., MP.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rifka Laily Mafaza (2014). Pemanfaatan Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostreatus) pada Pembuatan Nasi Tim Instan sebagai MP-ASI untuk Bayi Usia 9 – 11 Bulan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Theresia Puspita, STP, MP., dan I Komang Suwita, SST., MP. Kebutuhan gizi pada bayi di atas usia 6 bulan semakin meningkat, ASI hanya mampu memenuhi 50% kebutuhan sehari, sehingga dibutuhkan MP-ASI untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizinya. MP-ASI harus mengandung energi dan zat gizi yang diperlukan oleh bayi, selain itu MP-ASI juga sebaiknya terdiri dari berbagai macam bahan makanan untuk mengenalkan kepada bayi makanan yang beranekargam dan seimbang. Bahan yang bisa ditambahkan dalam pembuatan MP-ASI adalah beras putih, jamur tiram, tempe, dan wortel. Agar mempercepat dan mempermudah dalam menyiapkan MP-ASI dan penyimpanannya, MP-ASI dapat dibuat dalam bentuk instan berupa serpihan. Jamur tiram dan tempe disubstitusikan agar didapatkan hasil pengaruhnya terhadap energi, zat gizi, dan mutu organoleptik nasi tim instan. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah substitusi jamur tiram dengan tempe pada nasi tim instan dengan 3 taraf perlakuan dan 3 kali replikasi. Perbandingan antara beras putih : jamur tiram : tempe : wortel adalah 50: 20 : 20 : 10 (P1), 50 : 25 : 15 : 10 (P2), 50 : 30 : 10 : 10 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi jamur tiram dan tempe memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai energi dan zat gizi nasi tim instan. Namun, substitusi jamur tiram dan tempe tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna, aroma, dan tekstur nasi tim instan. Substitusi jamur tiram 20 % dan tempe 20% dapat dijadikan sebagai MP-ASI untuk bayi usia 9 – 11 bulan. Kata Kunci : Nasi Tim Instan, Nilai Energi, Mutu Gizi, dan Mutu Organoleptik.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMANFAATAN WAKTU KERJA TENAGA PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP TUMPANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI KARTIKA RANTI
NIM: 11003000111
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachtiyar Bakri dan Nurul Hakimah
Subjek: tenaga penjamah makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMBERIAN MASSASE DENGAN LOTION PADA PENDERITA CVA THROMBOSIS YANG IMOBILISASI DI RUANG 26 RS. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ASMUWATI
NIM: 1101100152
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes
Subjek: Massase, Lotion, CVA Thrombosis, Immobilisasi,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Asmuwati (2014). Pemberian Massase dengan Lotion pada Penderita CVA Thrombosis yang Imobilisasi di Ruang 26 RS. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes Kata Kunci : Massase, Lotion, CVA Thrombosis, Immobilisasi Pasien Cerebro Vaskuler Accident (CVA) Thrombosis beresiko tinggi mengalami komplikasi medis serius pada kondisi tirah baring lama dan mobilitas rendah yaitu kondisi kulit yang memburuk. Penggunaan massage dengan lotion dapat menciptakan kondisi lembab pada kulit sehingga dapat mencegah terjadinya perubahan kondisi kulit yang memburuk pada pasien CVA Thrombosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pemberian lotion dan massage ringan dan dampaknya `pada pasien CVA thrombosis yang immobilisasi. Desain penelitian studi kasus ini adalah deskriptif observatif dengan 2 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 14 Januari 2014 bertempat di Ruang 26 Stroke Unit RS. Saiful Anwar Malang. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara observasi menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden Ny.L didapatkan perbaikan terhadap kondisi kulit pada hari perawatan ke-5, sedangkan pada responden Ny.M didapatkan perbaikan kondisi kulit pada hari perawatan ke- 6. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah bagi perawat dapat memberikan perawatan massase dengan lotion, sebagai salah satu langkah untuk mencegah terjadiya perubahan kondisi kulit yang memburuk pada pasien tirah baring total terutama CVA thrombosis. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yakni penelitian tentang gambaran tingkat mobilisasi dan personal hygiene pasien pada CVA thrombosis yang imobilisasi sehingga dapat mengurangi terjadinya decubitus.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMBUATAN RANCANGAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) UDANG GORENG TEPUNG DI UNIT INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: Nisfu Farida
NIM: 1103000079
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto dan Sulistiastutik
Lihat Abstraksi
Nisfu Farida (2014). Pembuatan Rancangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Menu Udang Goreng Tepung di Unit Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Haji SSurabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang, Politeknik Kesehatana Kemenkes Malang. Pembimbing: Yohanes Kristianto dan Sulistiastutik Penyelenggaraan makanan di rumah sakit harus mampu menjamin keamanan pangannya untuk mencegah terjadinya keracunan makanan. Salah satu penyebab dari tidak terkontrolnya keamanan pangan adalah kemungkinan cemaran (bahaya) biologis, fisik dan kimiawi melalui makanan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Sistem Hazard Analysis Critical and Control Point merupakan suatu system jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau perhatian bahwa hazard (bahaya) akan timbul pada berbagai titik atau tahap produksi, tetapi pengendalian dapat dilakukan untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan Hazard Analysis Critical and Control Point (HACCP) Udang Goreng Tepung di Unit Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) dengan data yang dikumpulkan yakni gambaran umum instalasi gizi RSU Haji Surabaya, data kelayakan fisik higiene sanitasi instalasi gizi, data rekaman pemantauan CCP dan potensi penerapan HACCP di Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya. Hasil penelitian yang diperoleh yakni kelayakan fisik higiene sanitasi di instalasi gizi telah memenuhi syarat higiene sanitasi berdasar aturan Permenkes No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 dengan skor 88%. Menu yang digunakan yakni Udang Goreng Tepung. Berdasarkan hasil pohon keputusan (decision tree) telah teridentifikasi 3 CCP (Critical Control Point) yakni pada tahapan penerimaan, penyimpanan dan penggorengan. Pemantauan CCP dilakukan dengan melihat kondisi udang pada tahap penerimaan, memantau suhu tempat penyimpanan pada tahap penyimpanan serta suhu penggorengan pada tahap penggorengan. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat potensi untuk diterapkan rancangan HACCP Udang Goreng Tepung di Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya, hal ini dapat diketahui dari hasil penerapan GMP yang telah memenuhi persyaratan. Perlu peningkatan sarana dan fasilitas yang dapat mendukung higiene sanitasi di instalasi gizi sehingga dapat diterapkannya system HACCP. serta diperlukannya pengawasan yang dilakukan petugas khusus yang dapat memantau berjalannya system HACCP sehingga dapat menjamin keamanan pangan pada penyelenggaraan makanan di RSU Haji Surabaya. Kata kunci: penyelenggaraan makanan di rumah sakit, HACCP, menu udang goreng tepung
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMBUATAN RANCANGAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) MENU SOTO DAGING DI UNIT INSTALASI GIZI RSUD. Dr. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: Fitriatul Mufarrokhah
NIM: 1103000048
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto dan Maryam Raza
Subjek: HACCP
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fitriatul Mufarrokhah (2014). Pembuatan Rancangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Menu Soto Daging di Unit Instalasi Gizi RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Yohanes Kristianto dan Maryam Razak Keamanan makanan sangat diperlukan untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologis, kimiawi dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan, sehingga menjadi hal yang mutlak harus dipenuhi dalam proses pengolahan makanan di rumah sakit. Konsep HACCP merupakan suatu metode manajemen keamanan makanan yang sistematis dan ditujukan untuk mengidentifikasi hazard (bahaya) yang kemungkinan dapat terjadi pada setiap tahapan proses penyelenggaraan makanan. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) menu Soto Daging di unit Instalasi Gizi RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan meliputi data gambaran umum rumah sakit, hygiene dan sanitasi rumah sakit, rekaman pemantauan CCP dan data potensi penerapan HACCP di Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam penilaian uji laik higiene sanitasi jasa boga berdasarkan Permenkes RI NO.1096/MENKES/PER/VI/2011 unit dapur Instalasi Gizi RSUD Dr.Soetomo Surabaya telah memenuhi syarat laik higiene sanitasi dengan skor 91,3%. Menu rancangan HACCP yang dibuat adalah menu soto daging. Jenis bahaya yang teridentifikasi meliputi bahaya fisik (debu, kerikil, tanah, rambut dan kuku), bahaya biologi (bakteri, ulat dan kapang), bahaya kimia (peptisida). Berdasarkan pohon keputusan CCP yang teridentifikasi yaitu pada proses pemasakan, penungguan, dan pemorsian soto daging. Pemantauan CCP yang dilakukan meliputi pemantauan lama waktu pemasakan soto daging serta perilaku penjamah makanannya, pemantauan lama proses penungguan soto daging, pemantauan proses pemorsian dan perilaku higiene sanitasi penjamah makanannya. Berdasarkan hasil wawancara, rancangan soto daging yang sudah dibuat memungkinkan untuk diterapkan, karena rancangan yang dibuat sudah disesuaikan dengan GMP yang ada dan sesuai dengan tahapan proses penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Masih perlunya peningkatan sarana dan fasilitas dalam penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo Surabaya agar dapat mendukung diterapkannya jaminan keamanan pangan berupa sistem HACCP. Selain itu, perlu adanya peningkatan pengawasan pada proses penyelenggaraan makanan agar keamanan makanan tetap terjaga dan terpantau serta meningkatkan pengetahuan karyawan terhadap sistem jaminan keamanan pangan. Kata kunci : pelayanan gizi, HACCP, Soto Daging
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMBUATAN RANCANGAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) OREM-OREM TEMPE DADU TABURIA PADA MENU MAKANAN BIASA DI RSUD SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDAH YULIANA DEWI
NIM: 1103000082
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, MFT. dan Agus Heri Santoso, S.TP, M.Si
Subjek: hazard analysis, orem-orem
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI ENDAH YULIANA DEWI, 2014. Pembuatan Rancangan Hazard Analysis And Critical Cotrol Point (HACCP) Orem-Orem Tempe Dadu Taburia Pada Menu Makanan Biasa di RSUD dr. Soedono Madiun (Dibawah Bimbingan Yohanes Kristianto, MFT. dan Agus Heri Santoso, S.TP, M.Si) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Higiene Sanitasi yang sudah melebihi batas minimal (83%) dari hasil uji laik higiene sanitasi yaitu sebesar 85%. Selain itu juga dilatarbelakangi oleh SOP yang dijalankan sudah sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya dan sudah sesuai menurut teori beberapa tokoh. Sehingga karena di higiene sanitasi dan SOP yang telah baik maka dapat dibuat suatu rancangan HACCP pada salah satu menu biasa di RSUD dr. Soedono Madiun yaitu orem-orem tempe dadu taburia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rancangan Hazard Analysis And Critical Cotrol Point (HACCP) Orem-Orem Tempe Dadu Taburia Pada Menu Makanan Biasa di RSUD dr. Soedono Madiun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan (action research) dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan selama 3 minggu yaitu pada tanggal 5-24 Mei 2014 di RSUD dr. Soedono Madiun. Data yang diperlukan adalah dokumen SOP dan nilai higiene sanitasi. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah data dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan CCP (Critical Control Point) adalah perebusan, pemorsian dan pendistribusian. Dan cara pengendaliannya yaitu dengan membersihkan alat dan tempat pengolahan,dan menjaga suhu dan waktu pada saat perebusan, pemorsian dan pendistribusian. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada instalasi gizi RSUD dr. Soedono Madiun diharapkan pembersihan yang rutin terhadap pertemuan dinding dan lantai yang tidak konus, terdapat pemisahan atau pembagian tempat cuci tangan dan cuci bahan makanan, dan diharapkan dilakukan pengecekan suhu pada saat perebusan. Key word: HACCP, Higiene Sanitasi, SOP
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KADAR DAN MUTU GIZI SERTA DAYA TERIMA MAKANAN FORMULA ANAK BADUTA PENDERITA GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ISFI SEPTILIA MAHARDINI
NIM: 1103000142
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan AGUS HERI SANTOSO.
Subjek: DAUN KELOR, GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ISFI SEPTILIA MAHARDINI. Penambahan Tepung Daun Kelor Terhadap Kadar dan Mutu Gizi serta Daya Terima Makanan Formula Anak Baduta Penderita Gizi Kurang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Di bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU dan AGUS HERI SANTOSO. Prevalensi gizi kurang di Indonesia masih cukup tinggi. keadaan gizi kurang akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan baduta hingga usia dewasa, produktivitas kerja dan sumber daya manusia rendah. Masalah tersebut dapat diatasi dengan pemberian makanan formula dengan penambahan tepung daun kelor. Daun kelor yang telah menjadi serbuk/tepung mengandung vitamin A yang setara dengan sepuluh kali vitamin A yang terdapat pada wortel, setara dengan tujuh belas kali kalsium yang terdapat pada susu, setara dengan lima belas kali kalsium yang terdapat pada pisang, setara dengan sembilan kali protein yang terdapat pada yogurt dan setara dengan dua puluh lima kali zat besi yang terdapat pada bayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kadar dan mutu gizi serta daya terima anak baduta penderita gizi kurang. Jenis penelitian yang dilakukan ialah eksperimen dengan desain percobaaan RAL menggunakan perlakuan penambahan tepung daun kelor pada makanan formula yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - Juni 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan proporsi tepung daun kelor maka menyebabkan warna makanan formula semakin berwarna kehijauan. Selain itu, semakin tinggi penambahan tepung daun kelor menyebabkan tingkat penerimaan cenderung menurun. Semakin tinggi penambahn tepung daun kelor maka kadar karbohidrat, protein dan lemak semakin meningkat. Penambahan tepung daun kelor cenderung meningkatkan nilai mutu protein yang ditunjukkan dengan nilai mutu cerna yang meningkat. Penambahan tepung daun kelor meningkatkan nilai energi pada makanan formula. Kata kunci : Gizi Kurang, Makanan Formula, Tepung Daun kelor, Kadar dan Mutu Gizi, Daya Terima
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan