Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4781–4790 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KARAKTERISTIK IBU BALITA YANG KURANG BERPARTISIPASI DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU BALITA DI POSYANDU NUSA INDAH 3 WILAYAH KERJA PUSKEMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDI NUR RAHMAN
NIM: 1101100100
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Lenni Saragih, SKM.M.Kes. Pembimbing Pendamping Imam Subekti, SKp.M.Kep Sp.kom.
Subjek: Karakteristik, Ibu Balita, Kunjungan Posyandu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Andi Nur Rahman (2014). Karakteristik Ibu Balita yang Kurang Berpartisipasi Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Balita di Posyandu Nusa Indah 3 Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Pembimbing Utama Lenni Saragih, SKM.M.Kes. Pembimbing Pendamping Imam Subekti, SKp.M.Kep Sp.kom. Kata Kunci : Karakteristik, Ibu Balita, Kunjungan Posyandu. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta aktif masyarakat dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya, sehingga dapat meningkatkan status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu balita yang kurang berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan posyandu balita di Posyandu Nusa Indah 3 Kelurahan Cemorokandang wilayah kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif survey. Sampelnya adalah ibu balita yang kunjungannya kurang / tidak pernah berpartisipasi dalam membawa balitanya ke posyandu yaitu sebanyak 70 orang. Variabelnya adalah karakteristik ibu balita yang kurang berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan posyandu balita, dengan sub variabelnya meliputi pengetahuan ibu, umur balita, jumlah anak, status pekerjaan, keterjangkauan fasilitas, dukungan keluarga. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan pengetahuan ibu bahwa (50%) responden berpengetahuan cukup baik. berdasarkan umur balita bahwa (63,33%) responden memiliki balita usia 3 – 5 tahun. Berdasarkan jumlah anak bahwa (63,33%) responden memiliki anak ≤ 2. Berdasarkan pekerjaan bahwa (43,33%) responden tidak bekerja. Berdasarkan pendapatan bahwa (43,33%) responden memiliki pendapatan Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000. Berdasarkan keterjangkauan fasilitas bahwa (60%) responden menyatakan letak posyandu tidak terjangkau. Berdasarkan dukungan keluarga bahwa (60%) responden kurang mendapat dukungan dari keluarga. Untuk itu peneliti merekomendasikan agar posyandu perlu menambah pelayanan seperti kegiatan konseling tentang tumbuh kembang dan perkembangan mental dan kader selalu aktif menjemput balita yang letak rumahnya jauh sehingga dapat menambah kunjungan ibu ke posyandu.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG (DESKRIPTIF SURVEY)

Lihat Detail Karya
Penulis: CHUSNIA WIDYANINGRUM
NIM: 1101100095
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M.Kes. Pembimbing Pendamping Ngesti W Utami, SKp, MPd.
Subjek: Karakteristik, Kunjungan Antenatal, Ibu hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Chusnia Widyaningrum (2014).Karakteristik Ibu Hamil yang Melakukan ANC di Puskesmas Gribig Kota Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M.Kes. Pembimbing Pendamping Ngesti W Utami, SKp, MPd. Kata Kunci : Karakteristik, Kunjungan Antenatal, Ibu hamil Karakteristik adalah ciri khusus, yang mempunyai ciri khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Dalam asuhan prenatal salah satu aspek yang dilihat riwayat adalah karakteristik pribadi (usia, pekerjaan,suku, agama).karakteristik juga berpengaruh terhadap kunjungan yang dilakukan ibu untuk memeriksakan kesehatannya, kunjungan antenatal memiliki minimal kunjungan satu kali pada trimester pertama dan trimester dua serta dua kali pada trimester ketiga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang melakukan antenatal care di Puskesmas Gribig Kota Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif survey. Populasinya adalah ibu hamil yang periksa kehamilan di Puskesmas Gribig sebanyak 124 orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan quota sampling dengan 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabelnya adalah karakteristik ibu hamil, antenatal care, ibu hamil, dan sub variabelnya adalah usia, jenjang pendidikan, pekerjaan, status ekonomi dan paritas. Instrument penelitian yang digunakan adalah Pedoman wawancara. Setelah data didapat maka dianalisa univariete dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Gribig Kota Malang dapat disimpulkan bahwa masih ada 23% yang melakukan kunjungan kurang dari standar minimal kunjungan. Persentase terbesar pada ibu dengan jenjang pendidikan SD dan ibu dengan kelompok usia 30-35 tahun. Untuk itu peneliti merekomendasikan agar Puskesmas setempat memberikan pengetahuan dan informasi tentang manfaat kunjungan ANC.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KEBIJAKAN PENENTUAN HARGA, KUALITAS MENU DAN DAYA TERIMA MAKAN PASIEN RAWAT INAP KELAS 1, 2 DAN 3 DI RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: IDIYANAH KOMSAWATI
NIM: 1103000119
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso, ; Sulistiastutik
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Idiyanah Komsawati. 2014. Kebijakan Penentuan Harga, Kualitas Menu dan Daya Terima Makan Pasien Makan Pasien Rawat Inap Kelas 1, 2 dan 3 di RSU Haji Surabaya. Pembimbing Utama : Agus Heri Santoso, Pembimbing Pendamping : Sulistiastutik. Penyelenggaraan makanan di rumah sakit bertujuan menyediakan makanan yang sesuai kebutuhan gizi, biaya, aman dan dapat di terima oleh konsumen guna mencapai status gizi yang optimal. Masalah gizi di rumah sakit dinilai sesuai kondisi perorangan yang secara langsung maupun tak langsung mempengaruhi proses penyembuhan. Daya terima konsumen pada makanan salah satunya ditentukan oleh rangsangan yang ditimbulkan oleh makanan melalui indra pengecap. Walaupun demikian, faktor utama yang akhirnya mengetahui daya terima terhadap makanan adalah rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh makanan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kebijakan penentuan harga, kualitas menu dan daya terima makan pasien rawat inap kelas perawatan 1, 2 dan 3 di RSU Haji Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei tahun 2014 dengan jumlah responden 40 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional Deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel di ruang rawat inap kelas 1, 2 dan 3 yang memenuhi kriteria insklusi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sumber pembiayaan rumah sakit berdasarkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Harga makanan yang diberikan disetiap kelas perawatan berbeda, hal ini dilihat dari penambahan makanan tambahan (snack) dan jenis diet yang diberikan. Kualitas makanan yang disajikan di RSU Haji Surabaya pada ruang perawatan kelas 1, 2 dan 3 sebagian besar responden menilai cukup pada makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati dan sayur. Daya terima makanan pasien di ruang perawatan kelas 1, 2 dan 3, sebagian besar responden dapat menerima dengan baik pada makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati dan sayur. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada pihak RSU Haji Surabaya khususnya Instalasi Gizi dalam penyelenggaraan makanan institusi lebih memperhatikan dalam ketenagaan (penjamah makanan) dan kualitas menu. Dalam ketenagaan (penjamah makanan) sebaiknya diadakan pelatihan agar dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian lebih memperhatikan dalam penyehatan makanan bagi orang sakit. Dalam segi kualitas menu, sebaiknya lebih memperhatikan bahan yang digunakan dalam siklus menu agar tidak muncul bahan yang sama dalam 1 siklus sehingga pasien tidak bosan dan porsi yang dalam penyajian makanan agar dapat diterima dengan baik sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan akibat waste yang meningkat. Kata Kunci : Kebijakan Penentuan Harga, Kualitas Menu, Daya Terima
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KEGIATAN PENERIMAAN, PENYIMPANAN, PERSIAPAN DAN PEMASAKAN MAKANAN PASIEN DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI YANG TERAKREDITASI JCI

Lihat Detail Karya
Penulis: SHABATINA KHILAWATI QUR’AINI
NIM: 1103000041
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Nurul Hakimah dan Sulistiastutik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Shabatina Khilawati Qur’aini. 2014. Kegiatan Penerimaan, Penyimpanan, Persiapan, Pemasakan dan Penyajian Makanan Pasien di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar – Bali. (Dibawah Bimbingan Nurul Hakimah dan Sulistiastutik). RSUP Sanglah memperoleh akreditasi dari Joint Commision International (JCI) yang berbasis di Singapura pada 7 Mei 2013. Sesuai dengan standar JCI yang tercantum pada Standar Pelayanan Pasien Bab 4 tertuang dalam standar Perawatan Pasien 4/ Care of Patients 4.1 (PP. 4/COP. 4.1) yaitu perawatan pasien, fokus area pelayanan pasien pada bab tersebut yang berkaitan dengan manajemen institusi penyelenggaraan makanan rumah sakit tercantum pada butir ‘Makanan dan Terapi Nutrisi’. Berdasarkan standar JCI pada tahapan penyelenggaraan makanan tersebut, terdapat bagian penting bagi keberlanjutan proses penyelenggaraan makanan yaitu proses kegiatan peneriman, penyimpanan, persiapan, pemasakan dan penyajian bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan peneriman, penyimpanan, persiapan, pemasakan dan penyajian bahan makanan di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar – Bali. Jenis penelitian ini bersifat observasional, mengkaji kegiatan penerimaan, penyimpanan, persiapan, pemasakan dan penyajian makanan di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar-Bali yang terakreditasi JCI. Variabel dalam penelitian ini yaitu kegiatan peneriman, penyimpanan, persiapan, pemasakan dan penyajian makanan. Penelitian ini akan dilakukan di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar – Bali pada bulan April 2014 selama 3 kali pengamatan, yaitu pada tanggal 8 Maret-15 Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan peneriman, penyimpanan, persiapan, pemasakan dan penyajian bahan makanan di Instalasi Gizi RSUP Sanglah telah sesuai dengan akreditasi JCI pada standar PP. 4/COP. 4.1 yaitu persiapan, penanganan, penyimpanan dan distribusi makanan aman dan mematuhi undang – undang, peraturan dan praktik terkini dengan menunjukkan nilai kesesuaian 80-100%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyelenggaraan makanan di RSUP Sanglah telah sesuai dengan akreditasi JCI. Disarankan pada pihak penyelenggaraan makanan di RSUP Sanglah Denpasar – Bali agar dapat meningkatkan kualitas baik dari segi pelayanan maupun ketenagaan karyawan agar lebih baik dalam melayani pasien dengan terapi melalui pemberian makanan dan nutrisi sesuai dengan kebutuhan pasien. Kata Kunci : Penerimaan Bahan Makanan, Penyimpanan Bahan Makanan, Persiapan Bahan Makanan, Pemasakan Makanan dan Penyajian Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KEMAMPUAN MOBILISASI PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH SETELAH MENDAPAT PENDIDIKAN KESEHATAN DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: AHMAD HAMIDI
NIM: 1101100009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes. (Pendamping) Ngesti Wahyu Utami S.Kp., M.Pd
Subjek: Mobilisasi, fraktur ekstremitas bawah, pendidikan kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kemampuan mobilisasi pasien fraktur pada ekstremitas bawah setelah mendapatkan pendidikan kesehatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Ahmad Hamidi (2014). Karya Tulis Ilmiah deskriptif studi kasus, Program studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (utama) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes. (Pendamping) Ngesti Wahyu Utami S.Kp., M.Pd Kata kunci: Mobilisasi, fraktur ekstremitas bawah, pendidikan kesehatan Mobilisasi pasca pembedahan merupakan latihan bergerak secara bertahap yang dilakukan setelah pembedahan bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian adalah melakukan observasi dan mengetahui kemampuan mobilisasi terutama ROM dan ADL (Activity Daily Living) pasien fraktur pada ekstremitas bawah. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskiptif studi kasus. Responden dalam studi kasus ini adalah pasien fraktur ekstremitas bawah sebanyak 2 orang responden. Sdri. S (14 tahun) dengan diagnosa post OREF cruris dextra dan ORIF cruris sinistra. Tn. N (30 tahun) dengan diagnosa post ORIF cruris dextra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sdri. S sampai hari ke 14 belum dapat latihan berjalan dan belum dapat turun dari tempat tidur, dan Tn N sampai hari ke 14 sudah dapat melakukan latihan berjalan menggunakan alat batu kruk. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan klien fraktur ekstremitas bawah melakukan latihan mobilisasi untuk mempercepat proses penyembuhan yang optimal. Saran bagi peneliti selanjutnya data ini bisa menjadi data awal untuk penelitian selanjutnya yang akan mengadakan penelitian dengan variabel yang sama dapat merencanakan penelitian dengan mempertimbangkan jumlah responden, waktu dan tempat penelitian.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KESESUAIAN KUALITAS BAHAN MAKANAN BASAH YANG DITERIMA DENGAN SPESIFIKASI YANG ADA PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI RSUD dr.SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKI ALIFATUL MAULITA
NIM: 1103000138
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, Pembimbing Pendamping : Nurul Hakimah
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Riski Alifatul Maulita (2014), Kesesuaian Kualitas Bahan Makanan Basah Yang Diterima Dengan Spesifikasi Yang Ada Pada Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit Umum Daerah dr.Soedono Madiun, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama : Bachyar Bakri, Pembimbing Pendamping : Nurul Hakimah RSUD dr. Soedono merupakan rumah sakit tipe B dengan sistem penyelenggaraan semi outsourcing dan sistem distribusi makanan desentralisasi. Penerimaan bahan makanan yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit menggunakan sistem konvensional, yaitu petugas penerimaan bahan makanan menerima faktur, spesifikasi bahan makanan, dan jumlah bahan makanan yang dipesan, tetapi di lapanganan petugas penerimaan tidak tetapi pada pelaksanaannya tidak melakukan pengecekan kualitas bahan makanan. Hal ini menunjukan adanya ketidaksesuaian cara penerimaan bahan makanan yang berakibat pada kesesuaian bahan makanan yang diterima dengan spesifikasi bahan makanan yang telah ditetapkan oleh RSUD dr.Soedono Madiun. Jenis penelitian ini adalah observasional. Populasi dan sampel penelitian yaitu bahan makanan yang langsung datang dari supplier selama 4 hari pada penyelenggaraan makanan RSUD dr. Soedono. Data yang diambil meliputi spesifikasi bahan makanan, penerimaan bahan makanan, kesesuaian kualitas bahan makanan. Hasil penelitian menunjukan sebagian spesifikasi bahan makanan RSUD dr.Soedono yang tidak sesuai dengan standar spesifikasi bahan makanan pelayanan gizi rumah sakit. Didukung pula dengan proses penerimaan bahan makanan yang ditetapkan oleh RSUD dr.Soedono pada standar operasional prosedur menggunakan cara konvensional. Tetapi pada pelaksanaan petugas penerimaan menggunakan cara Blind Receiving. Hal tersebut menunjukan adanya ketidakpatuhan petugas penerimaan terhadap standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Sehingga terdapat bahan makanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi bahan makanan. Pada hari ke-1 terdapat 10,5 % bahan makanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Pada hari ke-2 terdapat 5,9 % bahan makanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Sedangkan pada hari ke-3 tidak terdapat bahan makanan yang tidak sesuai spesifikasi. Akan tetapi pada hari ke-4 terdapat 22,2 % bahan makanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi bahan makanan yang sudah ditetapkan oleh RSUD dr.Soedono Madiun Kata Kunci : Posedur penerimaan bahan makanan, spesifikasi bahan makanan, kesesuaian kualitas bahan makanan dengan spesifikasi bahan makanan.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KESESUAIAN PEMBERIAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM UNISMA

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNISA ZORAYA FEBRIANA
NIM: 1103000044
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Sri Endang Surowati
Subjek: DIET, DIABETES
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Annisa Zoraya Febriana. 2014. Karya Tulis Ilmiah ini berjudul “Kesesuaian Pemberian Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Unisma”. Program Diploma III Jurusan Gizi dibawah bimbingan Bachyar Bakri dan Sri Endang Surowati. Penderita diabetes mellitus harus mengatur makanannya dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan teratur dalam jumlah, jenis, dan jadwal makan agar dapat mengendalikan kadar gula darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pemberian diet pada penderita diabetes rawat inap di RSI UNISMA dengan tata laksana dan syarat diet yang seharusnya diberikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi dengan desain cross sectional. Data yang diambil dengan cara menimbang, observasi dan wawancara. Data yang telah diambil dihitung menggunakan CD Menu dan tabel standar porsi yang kemudian diolah dengan cara deskriptif dan disajikan dengan tabel. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 2 responden pasien diabetes mellitus rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah energi yang disajikan kepada responden sudah memenuhi standar kebutuhan penyajian energi pasien yaitu 1701 Kkal sampai dengan 2090 Kkal. Jumlah karbohidrat yang disajikan kepada responden masih belum memenuhi standar kebutuhan responden yaitu sebesar 275 gram sampai dengan 319 gram per hari. Jenis bahan makanan yang diberikan oleh Instalasi Gizi RSI UNISMA sudah sesuai dengan standar diet diabetes mellitus yang seharusnya. Jadwal makan pada salah satu responden masih belum sesuai dengan yang dianjurkan atau yang disajikan oleh Instalasi Gizi. Untuk itu disarankan kepada pihak untuk RSI UNISMA khususnya Instalasi Gizi memperhatikan pemorsian makanaa yang akan disajikan supaya pemenuhan zat gizi seimbang atau mendekati zat gizi yang dibutuhkan pasien. Kata Kunci: kesesuaian diet, diet diabetes mellitus, jumlah makan, jenis bahan makanan, jadwal makan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KETERSEDIAAN KERAGAMAN MENU PASIEN DI INSTALASI GIZI RSUP SANGLAH DENPASAR – BALI YANG SUDAH TERAKREDITASI JOINT COMMISION INTERNATIONAL (JCI)

Lihat Detail Karya
Penulis: SONYA HAYU INDRASWARI
NIM: 1103000028
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Nurul Hakimah dan I Komang Suwita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sonya Hayu Indraswari. 2014. Ketersediaan Keragaman Menu Pasien di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar – Bali yang Sudah Terakreditasi Joint Commision International (JCI). (Dibawah Bimbingan Nurul Hakimah dan I Komang Suwita). RSUP Sanglah memperoleh akreditasi dari Joint Commision International (JCI) yang berbasis di Singapura pada 7 Mei 2013. Sesuai dengan standar JCI yang tercantum pada Standar Pelayanan Pasien Bab 4 tertuang dalam standar Perawatan Pasien 4/ Care of Patients 4 (PP. 4/COP. 4) yaitu perawatan pasien, fokus area pelayanan pasien pada bab tersebut yang berkaitan dengan manajemen institusi penyelenggaraan makanan rumah sakit tercantum pada butir ‘Makanan dan Terapi Nutrisi’. Berdasarkan standar JCI pada tahapan penyelenggaraan makanan tersebut, terdapat bagian penting bagi penyelenggaraan makanan yaitu tersedianya keragaman pilihan menu sesuai status gizi atau tata laksana klinisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar akreditasi Joint Commision International (JCI) yang sedang dilaksanakan oleh RSUP Sanglah Denpasar pada fokus area pelayanan 4 yaitu tersedianya keragaman pilihan menu sesuai status gizi dan tata laksanan klinis pasien. Jenis penelitian ini bersifat observasional, peneliti melakukan observasi tanpa memberikan perlakuan. Variabel dalam penelitian ini yaitu kesesuaian pilihan menu, kesesuaian menu dengan PPMRS, SOP pemesanan makanan, dan ketersediaan menu. Penelitian ini akan dilakukan di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar – Bali pada bulan Maret 2014, yaitu pada tanggal 7 Maret 2014 – 16 Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar akreditasi Joint Commision International (JCI) yang sedang dilaksanakan oleh RSUP Sanglah Denpasar pada fokus area pelayanan 4 yaitu tersedianya keragaman pilihan menu sesuai status gizi dan tata laksanan klinis pasien sudah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Pemeberian Makanan Rumah Sakit dengan benar. Disarankan pada ahli gizi ruangan melakukan penyuluhan dan konsultasi pasien akan pentingnya diet yang diberikan dengan kelangsungan kesembuhan pasien agar tersedianya keragaman pilihan menu sesuai status gizi dan tata laksanan klinis pasien dapat berjalan dengan maksimal. Kata Kunci : Kesesuaian pilihan menu, kesesuaian menu dengan PPMRS, SOP pemesanan makanan, dan ketersediaan menu
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KUALITAS DAN KEAMANAN PANGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PENYULUHAN BALITA DI POSYANDU DESA KREBET KECAMATAN BULULAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAULINA NUR FITRIYAH
NIM: 1103000004
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto dan Agus Heri Santoso
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulina Nur Fitriyah 1103000004. Kualitas Dan Keamanan Pangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan Balita Di Posyandu Desa Krebet Kecamatan Bululawang. Program Studi Diploma III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. 2014. (Dibawah bimbingan: Yohanes Kristianto dan Agus Heri Santoso). Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi balita melalui pemberian makanan tambahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh. Jumlah balita BGM di desa Bululawang pada tahun 2012 – 2013 rata-rata sebesar 11%. Ini merupakan masalah kesehatan yang harus segera diselesaikan. Salah satu upaya yang untuk mengatasi dan mencegah hal tersebut dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. PMT penyuluhan merupakan salah satu upaya untuk mencegah kekurangan gizi pada kelompok usia balita. Agar makanan dapat berfungsi dengan baik, maka syarat yang harus diperhatikan selain kandungan gizi adalah keamanan pangan agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada balita karena makanan tambahan yang dikonsumsinya tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan keamanan pangan pemberian makanan tambahan (PMT) penyuluhan balita di Posyandu Desa Krebet Kecamatan Bululawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dan desain penelitiannya adalah observasional cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2014 dan uji mikroba dilakukan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Kemanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Populasi penelitian ini adalah PMT penyuluhan di 7 Posyandu Desa Krebet dan sampelnya adalah PMT penyuluhan Posyandu Desa Krebet yang berbeda. Pengumpulan data kandungan energi dan zat gizi diperoleh dengan perhitungan DKBM dan jumlah mikroba TPC, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus diperoleh dari hasil uji mikroba. Cara pengolahan data akan diolah dan analisis dalam bentuk tabel dan paragraph secara deskriptif. Jenis PMT penyuluhan yaitu buah pisang, kolak kacang hijau dengan roti tawar, sate buah dan nagasari. Penggunaan bahan makanan yang digunakan dalam PMT penyuluhan semuanya menggunakan bahan pangan lokal. Kandungan energi dan zat gizi PMT penyuluhan bervariasi. Jumlah mikroba TPC (Total Plate Count) pada PMT penyuluhan yang melebihi batas maksimum adalah sate buah dan kolak kacang hijau. Sedangkan jumlah mikroba Eschericia coli dan Staphylococcus aureus pada PMT Penyuluhan yang melebihi batas maksimum adalah sate buah. Mutu mikrobiologis pada buah pisang dan nagasari sesuai dijadikan PMT Penyuluhan. Sedangkan pada sate buah dan kolak kacang hijau dengan roti tawar tidak sesuai dijadikan PMT penyuluhan. Kualitas dan keamanan pangan yang baik pada PMT penyuluhan yang memenuhi standar adalah pada nagasari. Sedangkan pada buah pisang, sate buah, dan kolak kacang hijau belum memenuhi standar makanan tambahan yang baik. Kata Kunci : Kualitas, Keamanan Pangan, PMT Penyuluhan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

MANFAAT PENYULUHAN MP ASI TERHADAP PERILAKU IBU BADUTA (6-24 BULAN) DI DESA PETUNGSEWU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI ROSYIDAH
NIM: 1103000099
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak dan Tapriadi
Subjek: asi, ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dewi Rosyidah (2014). Manfaat Penyuluhan MP ASI Terhadap Perilaku Ibu Baduta (6-24 Bulan) di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. (Di bawah Bimbingan : Maryam Razak dan Tapriadi). Perilaku ibu yang memiliki bayi memegang peranan penting dalam pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Banyaknya para ibu yang memberikan makanan pendamping ASI kurang dari 6 bulan pada bayi saat ini dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan bayi seperti bayi menjadi mudah terkena penyakit pada saluran pencenaan seperti diare bahkan dapat meningkatkan angka kematian bayi Penelitian ini dilakukan terhadap 30 Ibu Baduta di Desa Petungsewu Kabupaten Malang pada bulan Maret 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penyuluhan MP ASI terhadap perilaku Ibu Baduta (6-24 Bulan) di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan atau design penelitian menggunakan Single Pre and Post Test. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi langsung oleh Ibu Baduta dan check list yang diisi penulis berdasarkan observasi terhadap Ibu Baduta. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan uji t-test. Perilaku Ibu Baduta tentang MP ASI sebelum penyuluhan didapatkan hasil yaitu rata-rata total skor perilaku Ibu Baduta sebesar 71,6 dengan standart deviasi (SD) sebesar 4,2 dan sesudah penyuluhan sebesar 94 dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,7. Rata-rata total nilai pengetahuan Ibu Baduta sebelum penyuluhan sebesar 4,3 (43%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 1,3 dan sesudah penyuluhan sebesar 7,9 (79%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 1. Rata-rata total nilai sikap Ibu Baduta sebelum penyuluhan sebesar 17,9 (59,7%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,7 dan sesudah penyuluhan sebesar 28,3 (94,3%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 2. Rata-rata total nilai keterampilan Ibu Baduta sebelum penyuluhan sebesar 49,4 (82,3%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 2,2 dan sesudah penyuluhan sebesar 57,8 (96,3%) dengan standart deviasi (SD) sebesar 1. Terdapat perubahan perilaku Ibu Baduta yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan pada α = 0,05 yang berati bahwa ada manfaat penyuluhan MP ASI terhadap perilaku Ibu Baduta (6-24 Bulan) di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Mengingat pemberian MP ASI di Desa Petungsewu telah diberikan kepada bayi kurang dari 6 bulan, maka penyuluhan sebaiknya dilakukan kepada seluruh Ibu Baduta yang memilki bayi/anak usia 0-24 Bulan dan kepada ibu-ibu pra melahirkan. Serta materi penyuluhan tentang MP ASI yang telah disampaikan, sebaiknya dapat diterapkan oleh Ibu Baduta dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Perilaku, Penyuluhan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan