Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4771–4780 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEIKUTSERTAAN WANITA USIA SUBUR (WUS) UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MIFTAHUL JANNAH
NIM: 1102100092
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Surachmindari, SST., M.Pd. ; Isman Amin, SKM., M.Kes.
Subjek: WUS, Pemeriksaan INSP
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jannah, Miftahul. 2014. Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) untuk Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Prodi Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Pembimbing I : Surachmindari, SST., M.Pd. Pembimbing II : Isman Amin, SKM., M.Kes. Kata Kunci : Pendidikan, Keikutsertaan, Wanita Usia Subur (WUS), Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di berbagai negara yang sedang berkembang dan tetap menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Kanker leher rahim dapat dicegah dengan tindakan yang murah dan efektif melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan keikutsertaan wanita usia subur (WUS) untuk melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua WUS di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Sampel berjumlah 42 orang dan diambil secara Purposissive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil analisa melalui Chi Square dengan hitungan manual nilai χ2 hitung 3,406 < dari 7,779 maka H0 diterima, dan dapat disimpulan bahwa tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan keikutsertaan wanita usia subur (WUS) untuk melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dijadikan masukan bagi wanita usia subur (WUS) untuk lebih terbuka dengan informasi-informasi terbaru tentang kesehatan terutama tentang deteksi dini kanker serviks yaitu pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Serta diharapkan wanita usia subur (WUS) untuk mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Sedangkan untuk tenaga kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan tentang IVA pada wanita usia subur, sehingga wanita usia subur ikut serta untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG BUKU KIA DENGAN KETERATURAN KUNJUNGAN POSYANDU BALITA DI POSYANDU CEMPAKA, DUSUN TULUSAYU KEC.WAGIR, MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RATIH DWI JAYANTI
NIM: 1102100031
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S.Kep., Ns., M.Kes., ; Ardi Panggayuh, S.Kp., M. Kes.
Subjek: ibu, KIA, balita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jayanti, Ratih Dwi. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Buku KIA dengan Keteraturan Kunjungan Posyandu Balita di Posyandu Cempaka, Dusun Tulusayu, Wagir, Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Heny Astutik, S.Kep., Ns., M.Kes., Pembimbing II: Ardi Panggayuh, S.Kp., M. Kes. Pengetahuan Ibu tentang isi Buku KIA mengenai kesehatan ibu dan anak mempengaruhi sikap perilaku ibu untuk melakukan kunjungan posyandu secara teratur. Kurang dari setengah jumlah balita di Posyandu cempaka tidak mengunjungi posyandu secara teratur setiap bulannya, sedangkan target kehadiran balita di Posyandu menurut pemerintah Jawa Timur adalah 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat pengetahuan Ibu tentang Buku KIA dengan keteraturan kunjungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi korelasional. Populasi yaitu seluruh Ibu dan balita di dusun Tulusayu dengan teknik sampling purposive sampling. Sampel yaitu Ibu dan balita yang berkunjung ke posyandu cempaka pada bulan April 2014 berjumlah 27 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian diketahui sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang Buku KIA dalam kategori baik, kunjungan yang dilakukan secara teratur. Berdasarkan hasil analisa data dengan uji Chi Square didapatkan bahwa α = 0,05 dan X2 tabel < X2 hitung = 0,048 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang Buku KIA dengan keteraturan kunjungan posyandu balita. Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan pendidikan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak, dan bagi ibu balita diharapkan ibu teratur membawa balitanya ke posyandu agar terpantau dengan baik perkembangan dan pertumbuhannya. Kata kunci: Tingkat pengetahuan tentang Buku KIA, Keteraturan kunjungan posyandu balita.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI KELURAHAN MULYOREJO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ayu Kartika Chandra
NIM: 1101100056
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, SKp,M.Kes, Dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryadari, MQIH.
Subjek: tingkat pengetahuan, kelengkapan imunisasi,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Kelengkapan Imunisasi Bayi di Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Ayu Kartika Chandra (2014), Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Sri Mudayatiningsih, SKp,M.Kes, (Pendamping) Dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryadari, MQIH. Kata Kunci : tingkat pengetahuan, kelengkapan imunisasi Beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) antara lain : difteri, tetanus, hepatitis B, radang selaput otak, radang paru-paru, pertusis dan polio. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang imunisasi terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Kelurahan Mulyorejo, Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan populasi semua orang tua yang mempunyai bayi (9 - <12 bulan) pada bulan Maret 2014 sebanyak 49 orang tua. Pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner dan data sekunder dari observasi buku KMS/dokumentasi imunisasi. Data yang terkumpul diuji Chi Kuadrat ( Chi-Square) pada tingkat kepercayaan P < 0,05. Hasil penelitian 30 ibu (61%) memiliki pengetahuan baik, sebagian besar 31 bayi (63%) dengan imunisasi lengkap. Melalui uji Chi Kuadrat ( Chi-Square) didapatkan hasil α = 0,000 berarti α < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi di Kelurahan Mulyorejo, Malang.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN TINGKAT RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIS INDAH SARI
NIM: 1102100012
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: (I) Isman Amin, SKM., M.Kes. (II) Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Subjek: kehamilan, ibu hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Indah sari, Riris. 2014. Hubungan Tingkat Resiko Tinggi Kehamilan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Diploma III Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Isman Amin, SKM., M.Kes. (II) Ika Yudianti, SST., M.Keb. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif individu, serta keadaan emosi tanpa objek yang spesifik (Suliswati, 2005). Ibu hamil resiko tinggi dalam menyikapi masalah kehamilan lebih khawatir dibandingkan ibu hamil resiko rendah. Tujuan penelitian menganalisa hubungan tingkat resiko tinggi kehamilan dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Dinoyo Kota Malang.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil resiko tinggi yang tercatat di buku register ibu hamil 21 Februari 2014 sejumlah 46 ibu. Sampel penelitian sebanyak 42 responden. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling. Kuesioner Self-Rating anxiety Scale digunakan menilai tingkat kecemasan dan Kartu Skor Poedji Rochyati tingkat kehamilan resiko tinggi. Pengumpulan data di lakukan pada Maret-April 2014. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rank. Dari hasil penelitian didapatkan ibu hamil resiko tinggi sebesar 81%, resiko sangat tinggi 19%. Dan ibu resiko tinggi yang mengalami cemas ringan 57%, cemas sedang 43%, cemas berat 0%. Hasil uji statistik Spearman Rank ditunjukkan bahwa ρhitung=0,560>ρtabel=0,305 maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat resiko tinggi kehamilan dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Disarankan bagi bidan lebih meningkatkan KIE KRT agar tingkat kecemasan menurun. Kata Kunci : Resiko Tinggi Kehamilan, Kecemasan.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI PUSKESMAS GONDANGLEGI

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI RETNO KRISNAWATI
NIM: 1102100008
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S.Kp.M.kes, Tarsikah. M.Keb.
Subjek: bakteri, PSK
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Krisnawati, Tri, Retno. 2014. Identifikasi Bakteri pada Pekerja Seks Komersial di Puskesmas Gondanglegi Kabupaten Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Program Studi Kebidanan Malang. Pembimbing (utama) Hupitoyo, S.Kp.M.kes, Pembimbing (Pendamping) Tarsikah. M.Keb. Kejadian infeksi menular seksual lebih beresiko pada orang yang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan serta melakukan hubungan seks dengan pasangan sudah tertular. Salah satu kelompok yang beresiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual adalah pekerja seks komersial. Kelompok ini sangat rentan terkena IMS dan menularkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bakteri pada Pekerja seks komersial dengan desain penelitian yang digunakan deskriptif observasional. Populasi penelitian ini 80 PSK yang memeriksakan diri pada bulan februari di Puskesmas Gondanglegi, teknik sampling menggunakan Simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 23 PSK. Teknik pengumpulan data menggunakan pemeriksaan laboratorium. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil bakteri Neisseria Gonorrheae 13%, bakteri Chlamydia trachomathis 26%, bakteri Treponema Pollidum 4,3%, dan bakteri Vaginosis Bakterialis 43,7%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan baik para responden untuk lebih mentaati penggunaan kondom setiap melakukan hubungan. Kata Kunci : Bakteri, Pekerja Seks Komersial, PSK
Cover KTI
tidak tersedia
2014

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DITA DEWI PAMELLA
NIM: 1102100048
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih, M.Kes.; Wandi, S.Kep.Ners., M.Pd
Subjek: preeklamsia,hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pamella, Dita Dewi, 2014. Identifikasi Karakteristik Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Dra. Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping : Wandi, S.Kep.Ners., M.Pd. Preeklampsia merupakan penyebab kematian ibu terbesar saat ini. Secara nasional kejadian preeklampsia/eklampsia berkisar antara 7-10% kejadian pada ibu hamil. Hingga tahun 2011 penyebab utama kematian ibu di Jawa Timur adalah perdarahan. Namun pada tahun 2012 penyebab utama kematian ibu bergeser ke Preekalmpsia/Eklampsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, dengan populasinya sebanyak 57 ibu preeklampsia, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan daftar isian, kemudian data dianalisa dengan menggunakan presentase. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik usia ibu preeklampsia yang berusia 20-35 tahun 63,2%, sebagian besar multigravida 59,6%; pendidikan ibu preeklampsia tidak bersekolah 84,2%; pekerjaan ibu preeklampsia yaitu sebagai pegawai swasta 85,9%, ibu preeklampsia yang tidak memiliki riwayat hipertensi sebesar 52,6%; tidak memiliki riwayat preeklampsia 89,5%; ibu preeklampsia yang melakukan kunjungan ANC lebih dari tiga kali sebesar 84,2%; tidak mengalami kehamilan ganda 75,4%. Berdasarkan penelitian tersebut di atas, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam merencanakan kehamilan terkait dengan riwayat hipertensi dan juga tenaga kesehatan memberikan pengetahuan yang lebih mengenai kejadian preeklampsia terkait dengan tingkat pendidikan ibu. Kata kunci : Karakteristik Preeklampsia
Cover KTI
tidak tersedia
2014

IDENTIFIKASI KEJADIAN KEPUTIHAN DI UPT REHABILITASI SOSIAL CACAT RUNGU WICARA PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIA FAHMA FADHILA
NIM: 1102100026
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Hupitoyo,S.Kp.,M.Kes., dan Wandi, S.Kep.,Ns.,M.Kes.,
Subjek: keputihan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fadhila, Novia Fahma. 2014. Identifikasi Kejadian Keputihan di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Rungu Wicara Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah, Pembimbing I Hupitoyo,S.Kp.,M.Kes., dan Pembimbing II Wandi, S.Kep.,Ns.,M.Kes., Keadaan fisik mempengaruhi personal hygiene seseorang. Personal hygiene sangat erat dengan terjadinya keputihan. Cara perawatan kebersihan wanita normal berbeda dengan wanita dengan keterbatasan fisik misalnya pada wanita cacat rungu wicara. Mereka mempunyai kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar dan berbicara yang mengakibatkan hambatan dalam perkembangan bahasa sehingga memerlukan bimbingan dan pelayanan khusus. Berdasarkan keadaan tersebut, wanita cacat rungu wicara cenderung memiliki personal hygiene yang kurang sehingga lebih memungkinkan mengalami keputihan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis dan penyebab keputihan di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Rungu Wicara Pasuruan. Desain penelitian ini survey yang bersifat deskriptif. Populasinya adalah wanita cacat rungu wicara yang mengalami keputihan yaitu sebanyak 13 orang. Jumlah sampel yaitu 10 responden yang diambil secara simple random sampling. Data diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian jenis keputihan 60% keputihan patologis, 40% keputihan fisiologis, dan penyebab keputihan Wanita Cacat Rungu Wicara Pasuruan didapatkan jamur 60%, bakteri batang gram negatif 60%, batang gram positif 60%, dan coccus gram positif 30%. Diharapkan petugas kesehatan melakukan penyuluhan kesehatan terutama tentang personal hygiene dengan metode dan media yang tepat. Kata Kunci : Keputihan, Wanita Cacat Rungu Wicara
Cover KTI
tidak tersedia
2014

IDENTIFIKASI KETERATURAN KUNJUNGAN IBU HAMIL BERDASAR FAKTOR INTERNAL DI BPS “S” DESA MENDALANWANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSTINA DYAH PERMATASARI
NIM: 1102100009
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp., M.Kes. ; Tarsikah, S.Si.T., M.Keb.
Subjek: ibu hamil, faktor internal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Permatasari, Yustina Dyah. 2014. Identifikasi Keteraturan Kunjungan Ibu Hamil Berdasar Faktor Internal di BPS “S” Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II : Tarsikah, S.Si.T., M.Keb. Provinsi Jawa Timur mempunyai target cakupan pelayanan Antenatal (K1) 90% dan cakupan pelayanan Antenatal (K4) 85%. Hasil studi pendahuluan tanggal 15 Maret 2014 yang dilakukan di BPS “S” Kecamatan Wagir Malang, dari jumlah ibu hamil sejumlah 54,2% belum melakukan kunjungan antenatal secara teratur. Keteraturan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin. Ada beberapa faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi keteraturan kunjungan ibu hamil, termasuk usia dan paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keteraturan kunjungan ibu hamil berdasarkan faktor internal yaitu usia dan paritas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang ada di BPS “S” Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sebanyak 26 responden. Sampel dalam penelitian dipilih berdasarkan Total Sampling. Pengumpulan data dengan lembar pengumpulan data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian dari 26 responden teratur melakukan kunjungan sebanyak 69,2%. Berdasarkan usia, responden yang teratur melakukan kunjungan adalah usia 21-35 tahun sebanyak 77,8% dan berdasarkan paritas 88,9% multipara teratur melakukan kunjungan. Kata Kunci : Antenatal Care, Usia, Paritas
Cover KTI
tidak tersedia
2014

IDENTIFIKASI TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II TERHADAP PEMANTAUAN GERAKAN JANIN DI PUSKESMAS DINOYO

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI KINASIH
NIM: 1102100018
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Surachmindari, SST., M.Pd.; Wandi, S.Kep. Ners. M.Pd.
Subjek: ibu, primigravida, janin
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kinasih, Dewi, 2014. Identifikasi Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II terhadap Pemantauan Gerakan Janin Di Puskesmas Dinoyo Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Surachmindari, SST., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Wandi, S.Kep. Ners. M.Pd. Masalah yang ada saat ini adalah masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia dan masih banyaknya ibu hamil yang menganggap remeh pemantauan gerakan janin, sehingaa jika terjadi kegawatdaruratan pada janin tidak dapat segera terdeteksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan Ibu Primigravida trimester II terhadap pemantauan gerakan janin. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu primigravida trimester II yang datang berkunjung ke Puskesmas Dinoyo yang berjumlah 21 orang. Besar sampel adalah 21 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner. Teknik analisa dengan cara prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan terdapat nilai yang tinggi pada tingkat tahu pada kriteria cukup yaitu 57,1%, pada tingkat paham dengan kriteria cukup yaitu 38,1% dan pada tingkat aplikasi dengan kriteria baik yaitu 61,9%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Gerakan janin.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

KARAKTERISTIK AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI R. 10 RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWAR (RSSA) MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IDA HARTININGSIH
NIM: 1101100139
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Isnaeni DTN, SKM, M.Kes, Tutik Herawati, S.Kp, MM
Subjek: Karakteristik, Akseptor, AKDR,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Karakteristik Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di R.10 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Ida Hartiningsih (2014). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Isnaeni DTN, SKM, M.Kes, Tutik Herawati, S.Kp, MM AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) sebagai alat kontrasepsi yang efektif mempunyai angka kegagalan rendah yaitu terjadi 1-3 kehamilan/100 perempuan dapat digunakan untuk menekan jumlah kelahiran sehingga nantinya dapat mempengaruhi jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik akseptor AKDR di Ruang 10 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data survey pada 7 orang responden sesuai kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 bertempat di Ruang 10 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Pengambilan data dilakukan dengan cara membagi angket kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia akseptor adalah antara 20-35 tahun sebanyak 5 responden (71%), pendidikan terakhir akseptor AKDR SD sebanyak 3 responden (43%), tingkat pengetahuan akseptor adalah baik sebanyak 6 responden (86%), seluruh akseptor AKDR 7 responden (100%) mendapatkan dukungan dari suami dalam memilih AKDR..Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas penelitian ini, seperti menggunakan kuesioner terbuka untuk mengidentifikasi karakteristik akseptor AKDR, responden disarankan untuk tetap menghubungi petugas kesehatan setempat apabila terjadi efek samping ataupun gejala abnormal dalam penggunaan AKDR dan tetap menjaga komunikasi dengan orang terdekat jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam masa penggunaan AKDR, dan rumah sakit disarankan terus meningkatkan kualitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, terutama untuk pemberi pelayanan KB yang secara langsung berhubungan dengan pasien. Kata Kunci : Karakteristik, Akseptor, AKDR
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan