Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4761–4770 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMILIHAN JENIS MP-ASI SERTA TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) BADUTA DI DESA PETUNGSEWU KECAMATAN DAU

Lihat Detail Karya
Penulis: CARLITA ANGGUN KUSUMA
NIM: 1103000093
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu K. dan Tapriadi
Subjek: IBU, MP-ASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Carlita Anggun Kusuma (2014), Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap Pemilihan Jenis MP-ASI serta Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) Baduta di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan I Nengah Tanu K. dan Tapriadi). Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari Air Susu Ibu (Depkes RI, 2006). Dalam periode pemberian Makanan Pendamping ASI, bayi tergantung sepenuhnya pada perawatan dan pemberian makanan oleh ibunya. Semakin baik pengetahuan gizi seseorang maka ia akan semakin memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang diperolehnya untuk dikonsumsi (Sediaoetama, 2000). Pengetahuan ibu responden dengan kategori baik sebesar 28,6%, kategori cukup sebesar 42,8% dan kategori kurang sebesar 28,6%. Tujuan secara umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap pemilihan jenis MP-ASI serta tingkat konsumsi (energi dan protein) baduta di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Sementara itu, tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu baduta, jenis MP-ASI yang digunakan oleh baduta, tingkat konsumsi energi baduta, tingkat konsumsi protein baduta, hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemilihan jenis MP-ASI, hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap tingkat konsumsi energi, hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap tingkat konsumsi protein, hubungan jenis MP-ASI terhadap tingkat konsumsi energi dan hubungan jenis MP-ASI terhadap tingkat konsumsi protein. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 28 ibu yang memiliki baduta dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai bulan April 2014. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna untuk 3 variabel yang diuji, sedangkan 2 variabel lainnya terdapat hubungan yang bermakna. Saran dalam penelitian ini adalah perlu adanya persiapan pengetahuan ibu-ibu baduta melalui penyuluhan mengenai bagaimana penyajian dan penyimpanan yang benar untuk MP-ASI Komersial dan perlu adanya penyuluhan mengenai pola pemberian MP-ASI yang baik. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Jenis MP-ASI, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA PUTRI DI SDN CEMOROKANDANG 01 DAN 02 KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG TAHUN 2014

Lihat Detail Karya
Penulis: MEILINA ULFA FAZRIA
NIM: 1102100087
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi., ; Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Subjek: menstruasi, kecemasan, menarche
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fazria, Meilina Ulfa. 2014. Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri di SDN Cemorokandang 01 dan 02 – Malang. Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Pembimbing I : Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi., Pembimbing II : Ika Yudianti, SST., M.Keb. Pengetahuan dan reaksi saat menghadapi menstruasi pertama bergantung pada beberapa faktor. Pengetahuan tentang menstruasi penting agar mampu melakukan penyesuaian diri baik fisik maupun psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan tingakat kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri di SDN Cemorokandang 01 dan 02 - Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah siswi SDN Cemorokandang 01 dan 02 yang telah mengalami menarche sebanyak 20 siswi. Sampel yang digunakan adalah seluruh anggota populasi yaitu sebanyak 20 siswi dan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah Spearman Rank dengan signifikasi 0,05. Hasil penelitian pengetahuan tentang menstruasi didapatkan sebanyak 2 orang (10%) berpengetahuan baik, 12 orang (60%) berpengetahuan cukup, dan 6 orang (30%) berpengetahuan kurang. Sedangkan untuk tingkat kecemasan yang dialami, terdapat 6 orang (30%) mengalami kecamasan ringan, 13 orang (65%) mengalami kecemasan sedang, dan 1 orang (5%) mengalami kecemasan berat. Dari hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai ρ hitung (0,98) > ρ tabel (0,45), maka terdapat hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri di SDN Cemorokandang 01 dan 02 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Karena seluruh responden telah mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mereka mengalami menarche, yang bersumber dari guru, orang tua, dan internet. Siswi kelas VI juga telah mendapatkan informasi tentang pubertas di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Saran bagi responden supaya lebih aktif mencari informasi tentang tugas-tugas perkembangan di masa remaja. Kata Kunci: Kecemasan, menstruasi, pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK DMPA DENGAN PENURUNAN LIBIDO DI BPS NY “D” PETUNG SEWU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VANDIA DEVITA SARI
NIM: 1102100102
Program Studi: Poltekkes Kemnekes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu, S.Kep, Ns, M.Kes, ; Moch. Gatot Heri P, S.Kp.
Subjek: kb, libido
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Devita Sari, Vandia. 2014. “Hubungan Penggunaan KB Suntik DMPA dengan Penurunan Libido di BPS Dwi Astutik, Petung Sewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah Program Studi D III Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Sri Rahayu, S.Kep, Ns, M.Kes, Pembimbing II : Moch. Gatot Heri P, S.Kp. Penurunan libido (gairah seksual) pada wanita merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting karena berhubungan dengan kelangsungan fungsi reproduksi seorang wanita dan berpengaruh besar terhadap keharmonisan hubungan suami istri (Brauer, 2005) Penggunaan metode kontrasepsi DMPA merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian penurunan libido pada penggunanya. (Saifuddin,2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan KB suntik DMPA, terjadinya penurunan libido pada akseptor suntik DMPA serta menganalisa hubungan penggunaan KB suntik DMPA dengan penurunan libido. Jenis penelitian ini adalah korelasi analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian sebesar 237 responden. Tehnik pengambilan sample dengan purposive sampling sejumlah 50 responden. Responden adalah akseptor KB suntik DMPA yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisa Spearman Rank Corelation, dari 50 responden didapatkan kurang dari setengahnya sebanyak 21 responden (42,0%) dengan libido tetap dan lebih dari setengahnya sebanyak 29 responden (56,0%) mengalami penurunan libido. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan KB suntik DMPA berhubungan dengan penurunan libido di desa Petung Sewu, Kec. Dau, Kab. Malang. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan KIE setiap akseptor tentang berbagai alat kontrasepsi serta efek sampingnya sehingga para akseptor dapat memilih alat kontrasepsi yang efektif tanpa harus mengalami gangguan kenyamanan. Kata Kunci : KB suntik DMPA, Penurunan Libido.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENYAPIHAN DINI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA POLINDES MENDALANWANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Sylvia Kusuma Wardani
NIM: 1102100059
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Naimah, SKM., M.Kes. ; Budi Suharno, S.Kp., M.Kes.
Subjek: penyapihan dini, bahasa anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wardani, Sylvia Kusuma. 2014. Hubungan Penyapihan Dini Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-2 Tahun di Posyandu Wilayah Kerja Polindes Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (I) Naimah, SKM., M.Kes. Pembimbing (II) Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. ASI mempunyai sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. Meskipun manfaat ASI sangat banyak namun masih banyak ibu melakukan penyapihan dini pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyapihan dini terhadap perkembangan bahasa anak usia 1-2 tahun di Posyandu wilayah kerja Polindes Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Desain penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif. Populasinya sebanyak 37 balita dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi perkembangan bahasa dan kuesioner dan untuk analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang disapih usia 1-6 bulan sebagian besar perkembangan bahasanya dalam kategori Caution sebanyak 13 anak (35,2%), sedangkan anak yang disapih usia 7-12 bulan diperoleh hasil yang sama antara kategori Advanced dan Caution masing-masing sebanyak 6 anak (16,2%). Dari hasil uji statistik Chi Square didapatkan nilai x2 hitung < x2 tabel sehingga kesimpulannya H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan penyapihan dini terhadap perkembangan bahasa anak usia 1-2 tahun. Meskipun demikian, para ibu diharapkan tetap memberikan ASI pada anaknya hingga usia 2 tahun mengingat manfaat ASI sangat banyak. Kata kunci : Penyapihan Dini, Perkembangan Bahasa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG TIPE POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIKAP MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS PADA SISWI KELAS VII DI SMP NEGERI 13 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA KARTINI ROCHMANIA
NIM: 1102100079
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Naimah, SKM., M.Kes. ; Moch. Gatot Heri P., S.Kp.
Subjek: remaja putri,pola asuh orang tua
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rochmania, Bella Kartini (2014). Hubungan Persepsi Remaja Putri Tentang Tipe Pola Asuh Orang Tua dengan Sikap Menghadapi Perubahan Fisik Masa Pubertas Pada Siswi Kelas VII di SMP Negeri 13 Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Prodi DIII Kebidanan Malang. Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) : Naimah, SKM., M.Kes. Pembimbing (Pendamping) : Moch. Gatot Heri P., S.Kp. Perubahan fisik remaja merupakan ciri utama dari proses biologis terjadi pada masa puber. Sikap yang salah dalam menghadapi perubahan fisik yang terjadi membuat remaja putri cenderung tidak menyukai bahkan membenci perubahan fisik yang dialami, maka dari itu orang tua berperan penting dalam membentuk sikap remaja. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan persepsi remaja putri tentang tipe pola asuh orang tua dengan sikap menghadapi perubahan fisik masa pubertas. Desain penelitian menggunakan studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi siswi kelas VII sebanyak 120 siswi, sampel sejumlah 92 siswi. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data disajikan dalam bentuk tabel dan tekstual. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mempersepsikan tipe pola asuh orang tuanya demokratis yaitu sejumlah 59 siswi (64,1%). Mayoritas responden (64,1%) bersikap negatif (unfavorable) dalam menghadapi perubahan fisik masa pubertas, dan siswi yang mempersepsikan tipe pola asuh orang tuanya demokratis lebih banyak bersikap negatif dalam menghadapi perubahan fisik masa pubertas. Kemudian didapatkan nilai x2 hitung 3,895 lebih kecil dari x2 tabel (5,991) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tipe pola asuh orang tua dengan sikap menghadapi perubahan fisik masa pubertas. Kata Kunci : Perubahan Fisik, Remaja, dan Tipe Pola Asuh.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PAUD ROSALIA, PENANGGUNGAN, KLOJEN - MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SISCA SEPTIANINGTYAS
NIM: 1102100103
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp., M.Kes. ; Didien Ika Setyarini, SST., M.Keb.
Subjek: pola asuh orang tua, gangguan pemusatan perhatian, hiperaktiv
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Septianingtyas, Sisca. 2014. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas Pada Anak Usia 3-5 Tahun di PAUD Rosalia, Penanggungan, Klojen, Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Kebidanan Malang. Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II : Didien Ika Setyarini, SST., M.Keb. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) adalah suatu kelainan psikologis memiliki ciri sikap kurang memperhatikan sekeliling (inattentiveness), sikap menurutkan kata hati (impulsiveness), dan hiperaktivitas. Beberapa faktor yang diduga merupakan penyebab terjadinya GPPH antara lain faktor genetik (keturunan), perkembangan janin, struktur otak yang tidak normal, serta faktor psikososial (pola asuh orang tua). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas pada anak usia 3-5 tahun di PAUD Rosalia, Penanggungan, Klojen, Malang. Desain penelitian adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anakberusia 3-5 tahun. Dengan menggunakan teknik total samplingmaka sampel penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola asuh berdasarkan skala Pola Asuh Yuniarti oleh Intan (2011) dan kuesioner Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pola asuh yang diterapkan oleh orang tua adalah otoriter, 24% beresiko tinggi mengalami GPPH, orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis, 4% beresiko tinggi mengalami GPPH dan orang tua yang menerapkan pola asuh permisif, 20% beresiko tinggi mengalami GPPH. Berdasarkan analisa data menggunakan Chi Square dan didapatkan bahwa nilai Chi Square hitung = 6,156 > nilai Chi Square tabel = 5,991 yang menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas pada anak usia 3-5 tahun di PAUD Rosalia, Penanggungan, Klojen, Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, hendaknya orang tua menerapkan pola asuh yang tepat terutama untuk anak yang beresiko tinggi memiliki Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas. Kata Kunci : Anak Usia 3-5 Tahun, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas, Pola Asuh Orang Tua
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT AGRESIVITAS PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMAWANITA 3 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DESTRI MASNING MUAFA
NIM: 1102100096
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd.; Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes.
Subjek: polas asuh, orang tua, agresivitas anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Muafa, Destri Masning. 2014. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Agresivitas Anak Usia 4-6 Tahun di TK Dharmawanita 03 Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping : Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi kehidupan. Dalam peranannya orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh, membimbing, memelihara dan mengurusi segala keperluan anak yang disebut dengan pola asuh orang tua. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua kepada anak merupakan salah satu faktor yang diduga mempengaruhi tingkat agresivitas anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat agresivitas anak usia 4-6 tahun di TK Dharmawanita 03 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 82 dan jumlah sampel 45 responden dengan tehnik sampel yaitu simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tehnik analisis dengan menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian tipe pola asuh orang tua dapat diidentifikasi sebagai berikut : 53% orang tua responden menerapkan pola asuh demokratis, 34% pola asuh permisif dan 13% pola asuh otoriter. Untuk tingkat agresivitas didapatkan 47% mempunyai agresivitas tingkat tinggi dan sejumlah 53% mempunyai agresivitas tingat rendah. Berdasarkan analisis chi square diperoleh hasil 〖 x〗^2 hitung sebesar 11.655 dengan nilai signifikansi sebesar 0.001, dimana nilai α < 0.1 (0.001 < 0.1) maka H0 ditolak, sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat agresivitas anak usia 4-6 tahun di TK Dharmawanita 3 Kota Malang. Diharapkan agar orang tua dapat melakukan kontrol terhadap perilaku anak dengan menerapkan pola asuh yang baik. Kata Kunci : Pola Asuh, Tingkat Agresivitas
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI dan PROTEIN) dan STATUS GIZI BADUTA 6-24 BULAN DI DESA PETUNGSEWU

Lihat Detail Karya
Penulis: Farah Nabilah Althaf
NIM: 1103000144
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan : Tapriadi & I Komang Suwita
Subjek: Pola Pemberian MP-ASI, Tingkat konsumsi energi dan protein,gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Farah Nabilah Althaf : Hubungan Pola Konsumsi MP-ASI Dengan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dan Status Gizi Baduta 6-24 Bulan Di Desa Petungsewu. (Dibawah bimbingan : Tapriadi & I Komang Suwita) Pola pemberian MP ASI harus diperhatikan baik jumlah, jenis, dan frekuensi akan mempengaruhi status gizi balita tersebut. Di Indonesia pravelansi masalah gizi menurut riskesdas tahun 2010 adalah sebesar 17,9%, presentase ini terdiri dari gizi buruk 4,9% dan gizi kurang sebesar 13,0% sedangkan pravelansi gizi buruk di Jawa timur, berdasarkan data hasil kegiatan pemantauan status gizi pada tahun 2009 terdapat 12,7 angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang. Meskipun angka tersebut dibawah capaian nasional yang 17,9% akan tetapi karena jumlah balita di Jawa Timur cukup besar yaitu kurang lebih 3,7 juta maka sekitar 469.900 balita dengan status gizi kurang. Berdasarkan data pada tahun 2012 prevalansi gizi buruk dan gizi kurang di kabupaten malang sebesar 1,6% dan 8,1%. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik di bidang gizi masyarakat menggunakan pendekatan penelitian crossectional yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2014 di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Subyek penelitian yang diambil sebanyak 30 bayi yang berusia 6-24 bulan melalui quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 baduta, pola pemberian MP-ASI yang sesuai dengan tingkat konsumsi energi sebanyak 17 baduta (56,6%) sesuai dan sebanyak 13 baduta (43,4%) rendah. Pola pemberian dengan status gizi sebanyak 21 baduta (70%) mempunyai status gizi baik, gizi kurang sebanyak 7 baduta (23,3%) dan gizi buruk sebanyak 2 baduta (6,6%). Tingkat konsumsi energi dan status gizi sebanyak 14 baduta (46,7%) status gizi baik dengan tingkat konsumsi normal dan 7 baduta (23,3%) kategori defisit, gizi kurang sebanyak 7 baduta (23,3%) kategori defisit dan gizi buruk sebanyak 2 baduta (6,6%) dengan kategori defisit. Tidak Ada hubungan pola pemberian dengan tingkat konsumsi energi dan protein pada baduta 6-24 bulan. Ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI terhadap status gizi baduta 6-24 bulan. Ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi baduta 6-24 bulan di Desa Petungsewu. Saran ibu lebih memperhatikan pemilihan jenis dan pola pemberian MP-ASI yang sesuai untuk baduta agar status gizi lebih optimal. Pola pemberian MP-ASI yang sesuai akan meningkatkan konsumsi pangan dan status gizi baduta di Desa Petungsewu Kata kunci : Pola Pemberian MP-ASI, Tingkat konsumsi energi dan protein, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWA TINGKAT I PRODI DIV KEBIDANAN MALANG POLTEKKES KEMENKES MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SARI RACHIM SANTOSO
NIM: 1102100014
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Pratiwi, B.Sc, S. Pd, M. Biomed., Pembimbing II Ika Yudianti, M. Keb.
Subjek: status gizi, nyeri dismenore
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Santoso, Sari Rachim. 2014. Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Nyeri Dismenore Pada Mahasiswa Tingkat I Prodi DIV Kebidanan Malang Poltekkes Kemenkes Malang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I Pratiwi, B.Sc, S. Pd, M. Biomed., Pembimbing II Ika Yudianti, M. Keb. Disminore adalah gangguan menstruasi berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah sampai menjalar kepunggung, yang intensitas atau tingkat nyerinya berbeda pada setiap orang. Salah satu faktor yang berhubungan dengan dismenore adalah banyaknya lemak dalam tubuh yang dapat diketahui dengan mengukur status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara status gizi dengan tingkat nyeri dismenore. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional (asosiasi) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I Prodi DIV Kebidanan Malang Poltekkes Kemenkes Malang yang mengalami dismenore setiap kali menstruasi dalam periode 2 bulan terakhir sebanyak 23 orang. Sampel yang diperoleh sebanyak 23 orang dengan menggunakan total sampling. Sebagian besar responden adalah berstatus gizi normal, sedangkan tingkat nyeri terbanyak adalah sedang. Hasil Uji Spearman Rank diperoleh hasil sebesar 0.251 atau lebih besar dari nilai signifikansi yang ditetapkan yaitu 0.05, maka H0 “ diterima”, artinya tidak ada hubungan antara status gizi dengan tingkat nyeri dismenore. Hal ini menunjukkan bahwa status gizi bukan faktor yang berhubungan dengan tingkat nyeri dismenore. Kata kunci : Status Gizi, Tingkat Nyeri, Dismenore
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN TINGKAT ANEMIA DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENOREA PADA MAHASISWI TINGKAT I PRODI D-III KEBIDANAN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIFA MASITASARI YUWAMIDA
NIM: 1102100065
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes.
Subjek: anemia,DISMENOREA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yuwamida, Alifa Masitasari, 2014. Hubungan Tingkat Anemia Dengan Intensitas Nyeri Dismenorea Pada Mahasiswi Tingkat I Prodi D-III Kebidanan Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes. Menstruasi merupakan proses yang terjadi rutin, namun tidak sedikit diantaranya mengalami dismenorea. Nyeri yang dirasakan diantaranya nyeri yang sangat berat sehingga mengganggu aktifitas. Hasil survey di Indonesia 50% dari jumlah perempuan menstruasi mengalami dismenorea dan 10% diantaranya mengalami nyeri berat. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi intensitas nyeri dismenorea yaitu tingkat anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat anemia dengan intensitas nyeri dismenorea pada mahasiswi Tingkat I Prodi D-III Kebidanan Malang. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 35 orang, sampling menggunakan teknik accidental sampling, jumlah sampel 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan skala nyeri Mc Gill dan haemometer stick untuk menghitung tingkat anemia. Hasilnya, sebagian responden mengalami anemia ringan sebanyak 40,6%, anemia sedang 34,4%, anemia berat 15,6%, dan anemia sangat berat 9,4%. Pada intensitas nyeri dismenorea, ditemukan 56,3% responden dismenorea ringan, 12,5% dismenorea sedang, 15,6% mengalami dismenorea berat, untuk dismenorea sangat berat 9,4% dan 6,2% nyeri tidak tertahankan. Data dianalisa menggunakan uji statistik Spearman Rank, didapatkan bahwa rshitung = 0,513 dengan α = 0,003 (α < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat anemia dengan intensitas nyeri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut hendaknya menjadi acuan untuk lebih menjaga asupan nutrisi dalam memperbaiki keadaan anemia. Kata Kunci: Anemia, Dismenorea
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan