Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
đŸ‡źđŸ‡© ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4751–4760 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA-EKLAMPSIA DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANDRA SABGI PRATIWI
NIM: 1102100068
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang Prodi DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. ; Ika Yudianti, SST., M.Keb
Subjek: ibu hamil, preeklampsia-eklampsia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pratiwi, Sandra Sabgi. 2014. Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Trimester III dengan Kejadian Preeklampsia-Eklampsia di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Siti Sundari, B.Sc., SE., M.Kes. Pembimbing II: Ika Yudianti, SST., M.Keb Preeklampsia-eklampsia masih menjadi faktor penyebab utama AKI di Indonesia disamping perdarahan dan infeksi. Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia. Kenaikan berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat memicu terjadinya hipertensi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan ibu hamil trimester III dengan kejadian preeklampsia-eklampsia. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu yang melahirkan di RSUD “Kanjuruhan” tanggal 1 September 2013-28 Februari 2014 yaitu 168 orang, teknik yang digunakan yaitu Random Sampling, besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 118 responden. Pelaksanaan penelitian pada bulan Maret-Mei 2014 dengan pengambilan data di Rekam Medis menggunakan check list. Hasil analisis data dengan uji Koefisien Kontingansi didapatkan nilai α=0,00, maka Ho ditolak karena α<0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kenaikan berat badan ibu hamil trimester III dengan kejadian preeklampsia-eklampsia. Di samping nilai α, didapatkan nilai r = 0,444 yang menunjukkan bahwa tingkat hubungan antara kedua variabel sedang. Kedua variabel tersebut berhubungan secara positif yang berarti bahwa semakin tinggi kenaikan berat badan ibu hamil trimester III, semakin tinggi risiko terjadinya preeklampsia-eklampsia. Bagi bidan perlu meningkatkan konseling tentang tanda bahaya pada kehamilan sebagai upaya preventif terhadap kejadian preeklampsia-eklampsia dan bagi ibu hamil maupun keluarga perlu mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga dapat mewaspadai terjadinya kehamilan dengan preeklampsia-eklampsia. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kenaikan Berat Badan, Preeklampsia-Eklampsia
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN KADAR LEUKOSIT PADA IBU BERSALIN DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WIRANI WILDA MUSTIKA
NIM: 1102100093
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. ; Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes.
Subjek: ketuban pecah,leukosit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mustika, Wirani Wilda. 2014. Hubungan Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan Kadar Leukosit di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Malang. Prodi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing I: Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Ketuban Pecah Dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan dan setelah ditunggu satu jam belum ada tanda persalinan (Prawirohardjo, 2009; 677). Ketuban Pecah Dini dapat memudahkan terjadinya infeksi asenden yang salah satu tandanya adalah peningkatan kadar leukosit (leukositosis) sebagai wujud pertahanan selular dan humoral organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan kadar leukosit pada ibu bersalin di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan survei. Jumlah populasi 124 data rekam medik dan jumlah sampel 95 (teknik simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin dengan PPROM 50,00% leukositosis, 42,86% normal dan 7,14% leukopenia. Ibu bersalin dengan PROM 83,95% leukositosis, 14,82% normal dan 1,23% leukopenia. Pada uji Chi Square (χÂČ) dengan df = 1, didapatkan signifikansi sebesar 0,004 (kurang dari 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, yang artinya ada hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan kadar leukosit. Dengan penelitian ini diharapkan meningkatkan upaya promotif dan deteksi dini bahaya kehamilan khususnya tentang KPD. Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD), leukosit
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA (USIA 1-3 TAHUN) DI POSYANDU BURUNG MANYAR BUNUL REJO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AJENG MAYANGSARI
NIM: 1102100105
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing: (I) Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. (II) Didien Ika Setyarini, M.Keb.
Subjek: posyandu, balita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mayangsari, Ajeng. 2014. Hubungan Kunjungan ke Posyandu dengan Perkembangan Balita (Usia 1-3 Tahun) di Posyandu Burung Manyar Bunul Rejo Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. (II) Didien Ika Setyarini, M.Keb. Posyandu merupakan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang dilakukan dalam bentuk partisipasi ibu dan Balita setiap bulannya untuk berkunjung ke Posyandu. Kunjungan ke Posyandu dapat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tumbuh kembang Balita. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan Posyandu terdapat kegiatan stimulasi tumbuh kembang, penyuluhan terhadap ibu-ibu, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan yang secara langsung memengaruhi tumbuh kembang Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kunjungan ke Posyandu dengan perkembangan Balita (usia 1-3 tahun) di Posyandu Burung Manyar Bunul Rejo Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan studi cross sectional. Populasinya adalah Balita usia 1-3 tahun di Posyandu Burung Manyar Bunul Rejo Malang, sejumlah 30 orang. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu sebanyak 30 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menilai perkembangan Balita dan mencatat frekuensi kunjungan Balita ke Posyandu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari 30 reponden, sebanyak 22 orang tercatat melakukan kunjungan ke Posyandu dengan teratur, sedangkan penilaian perkembangan terhadap Balita sebanyak 25 orang sesuai dengan perkembangannya. Hasil uji Chi-Square didapatkan ρhitung < level of significant α (0,014 < 0,05). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa H1 diterima yang berarti ada hubungan antara kunjungan ke Posyandu dengan perkembangan Balita (usia 1-3 tahun) di Posyandu Burung Manyar. Hal ini dapat diartikan bahwa Balita yang melakukan kunjungan secara teratur ke Posyandu memiliki kecenderungan dapat melaksanakan tugas perkembangan sesuai dengan usianya. Kata Kunci : Kunjungan ke Posyandu, Perkembangan Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DENGAN TINGKAT NYERI HAID (DISMENORHEA) PADA AKSEPTOR AKDR DI BPM “D” KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVITA AYU PUSPITASARI
NIM: 1102100074
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih, M.Kes. ; Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes.
Subjek: kontrasepsi, nyeri haid
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Puspitasari, Novita Ayu, 2014. Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dengan Tingkat Nyeri Haid (Dismenorhea) pada Akseptor AKDR di BPM “D” Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Dra. Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping : Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Dismenorhea adalah rasa nyeri saat menstruasi yang dapat disebabkan oleh Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Hal ini disebabkan adanya reaksi benda asing dan meningkatnya kadar prostalglandin yang memperparah kontraksi uterus. Hasil penelitian terdahulu, kejadian dismenore pada akseptor AKDR sebanyak 20 % dari 7 keluhan yang ditemukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian AKDR dengan tingkat nyeri haid pada akseptor AKDR di BPM “D” Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi 34 akseptor, sampling menggunakan teknik purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument penelitian menggunakan studi dokumentasi dengan kartu KB akseptor dan wawancara terstruktur menurut skala nyeri Bourbonis. Hasil penelitian didapatkan akseptor dengan lama pemakaian 3 bulan - < 3 tahun sebanyak 68.8 % mengalami nyeri sedang dan akseptor dengan lama pemakaian ≄ 3 – 8 tahun sebanyak 68.8 % mengalami nyeri ringan. Uji statistic menggunakan rumus Chi Square ditemukan adanya hubungan antara lama pemakaian AKDR dengan tingkat nyeri haid pada akseptor. Artinya ada kecenderungan penurunan tingkat nyeri pada akseptor dengan pemakaian lebih lama. Kata Kunci : Lama Pemakaian AKDR, Tingkat Nyeri Haid  
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA DENGAN DENSITAS TULANG DI RW 3 LESANPURO WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ESTI MUSTIKA PENI
NIM: 1102100061
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep. Ners., M.Pd. Tatarini Ika Pipitcahyani, SST., M.Kes.
Subjek: KB SUNTIK DMPA,DENSITAS TULANG
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Peni, Esti Mustika. 2014. Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik DMPA Dengan Densitas Tulang Di RW 3 Lesanpuro Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Prodi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Pembimbing Utama: Wandi, S.Kep. Ners., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Tatarini Ika Pipitcahyani, SST., M.Kes. Penggunaan jangka panjang KB suntik DMPA dapat sedikit menurunkan kadar E2 serum (estradiol) secara signifikan dibanding pengguna kontrasepsi non hormonal hal ini dapat menurunkan densitas tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan densitas tulang di RW 3 Lesanpuro wilayah kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik DMPA di RW 3 Kelurahan Lesanpuro wilayah kerja Puskesmas Gribig Kota Malang berjumlah 65 orang. Jumlah sampel sebanyak 39 orang. Menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data diambil dari pengukuran dan lembar observasi. Analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan lama penggunaan KB suntik DMPA < 3 tahun sebesar 56,41% dan ≄3 tahun sebesar 43,59%. Hasil densitas tulang menunjukkan dalam kategori normal sebesar 43,59% dan dalam kategori osteopenia sebesar 56,41%. Hasil analisis adalah ρtabel = 0,267 < ρhitung = 0,773 maka H0 ditolak artinya ada hubungan antara lama penggunaan KB suntik DMPA dengan densitas tulang di RW 3 Lesanpuro wilayah kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Diharapkan petugas kesehatan mampu memberikan konseling yang tepat mengenai pemakaian KB suntik DMPA yakni dalam penggunaan jangka panjang (> 3 tahun) disarankan mengganti metode kontrasepsi. Kata kunci: Densitas tulang, DMPA
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA DENGAN KEMBALINYA KESUBURAN DI PUSKESMAS KENDALKEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKA CATUR PRATIWI
NIM: 1102100062
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep., Ns., M.Pd. ; Ika Yudianti, SST, M.Keb.
Subjek: KB suntik, Kesuburan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Catur Pratiwi, Rizka. 2014. Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik DMPA dengan Kembalinya Kesuburan di Puskesmas Kendalkerep Kota MalangTahun 2014. Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIII Kebidanan Malang, Pembimbing I: Wandi, S.Kep., Ns., M.Pd. Pembimbing II: Ika Yudianti, SST, M.Keb. Metode kontrasepsi suntik DMPA merupakan metode yang banyak diminati oleh masyarakat karena efektif, praktis, dan murah. Pemakaian DMPA yang lama berakibat tetap tingginya kadar progesteron dalam darah setelah penghentian pemakaian sehingga Hipotalamus tidak menghasilkan GnRH yang menyebabkan tidak terjadinya ovulasi sebagai syarat kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan kembalinya kesuburan di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan riwayat KB suntik DMPA di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang periode Januari sampai April 2014 sebanyak 58 dengan menggunakan teknik simple random sampling didapatkan sampel sebanyak 51 ibu hamil. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan wawancara terpimpin dan analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan pemakaian <2 tahun dapat kembali subur <6 bulan sebesar 50%; pemakaian 2-4 tahun dapat kembali subur 6-12 bulan sebesar 51,72%; dan pemakaian >4 tahun dapat kembali subur >12 bulan sebesar 66,67%. Analisis data menggunakan Spearman Rank didapatkan ρ_(hitung ) (0,384)>ρ_(tabel ) (0,276) sehingga H0 ditolak yang artinya ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik DMPA dengan kembalinya kesuburan di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Disarankan calon akseptor KB suntik DMPA mempertimbangkan pemilihan alat kontrasepsi dengan rencana kehamilan yang diinginkan. Kata Kunci: Kesuburan, KB Suntik DMPA.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TENTANG PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PASCA NIFAS DI BPS SITI RUGAYAH KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA SRIWAHYUNI
NIM: 1102100041
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM., M. Kes., ; Didien Ika Setyarini, SSiT., M. Keb.
Subjek: NIFAS,ALAT KONTRASEPSI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sriwahyuni, Eka. 2014. Hubungan Pengetauan dan Sikap Ibu Nifas tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi Pasca Nifas di BPS Siti Rugayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Karya Tulis Ilmiah, Program studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Isman Amin, SKM., M. Kes., Pembimbing II: Didien Ika Setyarini, SSiT., M. Keb. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Ibu Nifas Persentase kenaikan resiko kehamilan karena terlalu rapat jarak kehamilan (<2 tahun) sebesar 9.4%. Salah satu penyebabnya adalah karena pada umumnya setelah melahirkan hingga selesai masa nifas, seorang ibu tidak memakai alat kontrasepsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang penggunaan alat kontrasepsi pasca nifas. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu nifas di BPS Siti Rugayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang periode 1 Maret–31 Mei 2014 berjumlah 35 orang. Dengan menggunakan teknik Quota Sampling maka diambil sampel penelitian berjumlah 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Dari hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu nifas tentang penggunaan alat kontrasepsi pasca nifas setengahnya memiliki kategori cukup baik yaitu 16 orang (50%) dan sebagian besar responden yaitu 24 orang (75%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan alat kontrasepsi pasca nifas. Dari uji statistic uji Spearman Rank diperoleh hasil nilai ρ (0.008) < α (0.05) dan dapat diambil kesimpulan bahwa H1 diterima yaitu ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang penggunaan alat kontrasepsi pasca nifas di BPS Siti Rugayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hal ini dapat diartikan bahwa sikap positif tentang penggunaan alat kontrasepsi pasca nifas terbentuk dari adanya suatu pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMK MULTIMEDIA TUMPANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Hidani Akarima
NIM: 1102100039
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S.Kep. Ns., M. Kes; Budi Suharno, S.Kp., M.Kes
Subjek: pengetahuan, sikap, remaja
Lihat Abstraksi
Akarima, Hidani. 2014. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Pernikahan Dini di SMK Multimedia Tumpang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Kebidanan Malang. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Heny Astutik, S.Kep. Ns., M. Kes Pembimbing Pendamping: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes Pernikahan dini merupakan hal yang membahayakan bagi kesehatan reproduksi. Akibat pernikahan dini di antaranya adalah PMS, komplikasi saat kehamilan dan persalinan, peningkatan angka kematian ibu dan bayi, gangguan perkembangan kepribadian, dan menempatkan anak yang dilahirkan berisiko menerima kekerasan dan keterlantaran. Data penelitian oleh BKKBN tahun 2012, pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi masih sangat rendah. Sikap dipengaruhi oleh pendidikan, yang berhubungan dengan pengetahuan, oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja tentang pernikahan dini. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 57 siswa dari kelas 11 SMK Multimedia Tumpang Jurusan Multimedia dan Bisnis Marketing. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling, sejumlah 57 siswa. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang cukup (52,6%), dan sebagian besar bersikap positif (64,9%). Sementara itu, siswa yang berpengetahuan baik 100% bersikap positif, dan siswa yang berpengetahuan kurang baik 100% bersikap negatif. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square dan didapatkan nilai X^2 hitung (21.903) > X^2 tabel (5,991) dengan signifikansi 0,00 < α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang singnifikan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang pernikahan dini di SMK Multimedia Tumpang. Harapan dari penelitian ini diharapkan sekolah, petugas kesehatan, dan lembaga yang terkait mampu meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi khususnya pernikahan dini pada remaja. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pernikahan Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN KUNJUNGAN ANC DI BPS. SITI MAHMUDAH KEC. WAGIR KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TITIN ARIFAH MUHDAROWATI
NIM: 1102100002
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. ; Astutik, S.Kep.Ns.,M.Kes.
Subjek: ibu hamil, motivasi ibu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Muhdarowati, Titin Arifah, 2014. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Dengan Motivasi Ibu Melakukan Kunjungan ANC di BPS Siti Mahmudah Kec. Wagir Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama : Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping : Heny Astutik, S.Kep.Ns.,M.Kes. Kehamilan merupakan masa yang rawan bagi kesehatan ibu maupun janin sehingga perlu pemeriksaan secara teratur melalui pelayanan antenatal care atau ANC. Antenatal care memerlukan suatu dorongan atau motivasi terus menerus untuk beraktivitas secara langsung. Pengetahuan merupakan salah satu faktor pendorong seseorang untuk bertindak atau berperilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan dengan motivasi ibu melakukan kunjungan ANC di BPS Siti Mahmudah Kec. Wagir Malang. Desain penelitian analitik dengan populasi semua ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di BPS Siti mahmudah sebanyak 35 ibu hamil rata-rata perbulan, teknik sampling yang digunakan adalah perposive sampling maka sampel penelitian 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi, intrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dengan analisis data dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu hamil 68,8% umur 20-35 tahun, berpendidikan SMP 59,4% dan bekerja 65,7%. Setengah dari ibu hamil 50,0% memiliki pengetahuan baik motivasi tinggi. Penelitian ini menggunkan Spearman rank pada α = 0,05, didapatkan hasil bahwa ρ hitung = 0,522 > ρ tabel = 0.296, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya ada hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi ibu hamil melakukan kunjungan ANC di BPS Siti Mahmudah Kec. Wagir. Kata kunci : Pengetahuan Kehamilan, Motivasi Melakukan Kunjungan ANC
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG RESIKO KEHAMILAN DENGAN RIWAYAT FREKUENSI KUNJUNGAN ANC DI BPM SUKEMI KELURAHAN TUNGGUL WULUNG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LIA NOVI WIJAYANTI
NIM: 110210006
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Siti Sundari B.Sc,. SE., M.Kes., ; Ika Yudianti S.ST,M.Keb.
Subjek: nifas, kehamilan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wijayanti, Lia Novi. 2014. Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Resiko Kehamilan dengan Riwayat Frekuensi Kunjungan ANC di BPM Sukemi Kelurahan Tunggul Wulung Kota Malang Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi DII Kebidanan Malang. Pembimbing I : Siti Sundari B.Sc,. SE., M.Kes., Pembimbing II : Ika Yudianti S.ST,M.Keb. Salah satu indikator pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah keaktifan dan kedatangan masyarakat ke pusat pelayanan. Penyebab kematian ibu hamil dan bersalin sebagian besar dapat dicegah melalui pemanfaatan pelayanan antenatal. Pemanfaatan pelayanan ANC oleh sejumlah ibu hamil di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Studi pendahulun yang dilakukan 28% ibu hamil risti rata-rata frekuensi dan pola kunjungan ANC tidak sesuai dengan program pemerintah yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang resiko kehamilan dengan riwayat frekuensi kunjungan ANC. Desain yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Jumlah populasi adalah 25 ibu nifas di BPM Sukemi pada bulan Maret-Mei 2014. Besar sampel 25 responden diambil dengan teknik total sampling dari seluruh popuasi dan sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 80% sedangkan sebagian kecil memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 4%. Frekuensi kunjungan antenatal pada responden di BPM Sukemi sebanyak 88% sesuai dengan program. Tabel silang kunjungan antenatal dengan pengetahuan menunjukkan sebagian besar yaitu 80% ibu nifas yang memiliki pengetahuan baik riwayat kunjungan ANC sesuai dengan pola yang ditetapkan pemerintah. Hasil pengolahan data didapatkan nilai Sig (2-tailed) (0,0000) < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu nifas tentang resiko kehamilan dengan riwayat kunjungan ANC di BPM Sukemi kelurahan Tunggul Wulung kota Malang. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan yang menyeluruh kepada ibu di awal kehamilan agar kunjungan ANC minimal dilakukan sesuai program yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga kehamilan dan persalinan berlangsung aman. Kata Kunci: Pengetahuan, Kunjungan ANC, Resiko Kehamilan.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
‱ cara menjadi anggota perpustakaan
‱ cara cek plagiarisme
‱ Jam buka perpustakaan