Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4741–4750 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

GAMBARAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 4-6 TAHUN PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI KECAMATAN TUREN

Lihat Detail Karya
Penulis: NINING NURKHASANAH
NIM: 1002100079
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu, S.Kep. Ns., M.Kes, ; Hupitoyo, S.Kp., M.Kes
Subjek: anak, ibu, TKI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurkhasanah, Nining. 2014. Gambaran Tumbuh Kembang pada Anak Usia 4-6 tahun pada Ibu yang Bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kecamatan Turen. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Kebidanan Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing I: Sri Rahayu, S.Kep. Ns., M.Kes, Pembimbing II: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes Kata Kunci: Perkembangan, Pertumbuhan Anak Usia 4-6 tahun. Anak memiliki satu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Setiap orang tua pasti menginginkan agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, dan mandiri. Banyaknya orang tua, terutama ibu yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memungkinkan ibu tidak dapat mengurus anaknya secara langsung. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun pada ibu yang bekerja sebagai TKI. Desain penelitian adalah deskriptif survei. Populasinya adalah seluruh anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Turen berjumlah 23 anak. Samplingnya menggunakan total sampling, sampel sejumlah 23 anak. Pengolahan data meliputi coding, transfering, tabulating. Hasil penelitian di dapatkan bahwa 4,3% memiliki pertumbuhan gemuk, 91,4% normal, 4,3% kurus, dan tidak ada yang kurus sekali. Untuk perkembangannya 69,6% sesuai, 30,4% meragukan, dan tidak ada yang mengalami penyimpangan perkembangan. Berdasarkan analisa deskriptif dengan melihat presentase didapatkan hampir seluruhnya anak usia 4-6 tahun di 3 TK di Kecamatan Turen 21 anak ( 91,4%) memiliki pertumbuhan normal, dan sebagian besar anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Turen 16 anak (69,6%) sesuai dengan tahap perkembangannya. Saran dari peneliti pengasuh harus terus menstimulasi tumbuh kembang dengan cara memberikan makanan yang mengandung gizi cukup dan mengajak anak belajar dan bermain di rumah dipertahankan untuk tumbuh kembang dan perlu ditingkatkan untuk yang kurus dan meragukan.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HASIL PEMERIKSAAN VULVA VAGINAL PREPARATION (VVP) PADA AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAN MASLAHATUL HUMAIRO’
NIM: 1102100070
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S. Kp, M. Kes.; Ika Yudianti, M. Keb.
Subjek: vvp,akseptor, kontrasepsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Humairo’, Dian Maslahatul. Hasil Pemeriksaan Vulva Vaginal Preparation (VVP) Pada Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing I: Hupitoyo, S. Kp, M. Kes. Pembimbing II: Ika Yudianti, M. Keb. Salah satu efek samping dari penggunaan AKDR adalah munculnya leukore. Tidak semua keputihan merupakan keadaan yang patologis. Vulva Vaginal Preparation (VVP) merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk mengetahui jenis mikroorganisme penyebab keputihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran hasil pemeriksaan VVP pada akseptor AKDR. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi dan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu akseptor aktif AKDR di Puskesmas Dinoyo sejumlah 15 responden yang diambil dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan VVP, yang dianalisa menggunakan analisa deskriptif. Hasil 80% responden tidak ditemukan mikroorganisme patologis dan pada 20% responden ditemukan Clue cell, pH vagina dan jumlah PMN dalam batas normal. Saran akseptor AKDR diharapkan rutin kontrol, menjaga kebersihan diri terutama alat kelamin, dan menghindari penggunaan pembersih vagina secara rutin. Kata Kunci: Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), Vulva Vaginal Preparation (VVP)
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN ANTARA POLA PEMBERIAN MP ASI (JENIS DAN FREKUENSI) DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN DI DESA JERU KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIS ARIFATURINI AWAL
NIM: 1103000117
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH., Pembimbing II: I Nengah Tanu Komalyna, DCN.,M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Riris Arifaturini Awal, 2014 : Hubungan antara Pola Pemberian MP ASI dengan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dan Status Gizi Anak Usia 6 – 24 bulan di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Bernadus Rudy Sunindya, MPH., Pembimbing II: I Nengah Tanu Komalyna, DCN.,M.Kes. Masalah gangguan tumbuh kembang pada bayi dan anak usia di bawah 2 tahun juga merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Usia di bawah 2 tahun merupakan masa yang amat penting sekaligus masa kritis dalam proses tumbuh kembang anak baik fisik maupun kecerdasan, oleh karena itu setiap anak usia 6-24 bulan harus memperoleh asupan gizi sesuai dengan kebutuhannya. Hasil survei menunjukkan bahwa salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang anak usia 6-24 bulan di Indonesia adalah rendahnya asupan makanan dan tidak sesuainya pola asuh yang diberikan sehingga beberapa zat gizi tidak dapat mencukupi kebutuhan khususnya energi dan zat gizi makro lainnya (Depkes RI, 2004). MP ASI (makanan pendamping ASI) adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrisi yang diberikan kepada bayi setelah bayi siap atau bayi berumur 6 bulan. Pada usia 6 bulan, selain ASI bayi mulai bisa diberi makanan pendamping ASI, karena pada usia itu bayi sudah mempunyai refleks mengunyah dengan pencernaan yang lebih kuat. Dalam pemberian makanan bayi perlu diperhatikan ketepatan waktu pemberian, frekuensi, jenis, jumlah bahan makanan, dan cara pembuatannya. Adanya kebiasaan pemberian makanan bayi yang tidak tepat, antara lain : pemberian makanan yang terlalu dini atau terlambat, makanan yang diberikan tidak cukup dan frekuensi yang kurang (Maseko & Owaga, 2012). Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah mengetahui apakah konsumsi zat gizi yang kurang menyebabkan tingginya prevalensi kejadian gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah mengukur prevalensi kejadian gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, mengetahui pola pemberian MP ASI (jenis dan frekuensi), mengetahui tingkat konsumsi energi dan protein, serta menganalisis hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis observasional deskriptif dan dengan desain penelitian cross sectional. Di mana peneliti hanya melakukan observasi satu kali saja dan pengukuran terhadap variabel-variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada saat penelitian yang sekaligus dilakukan pada waktu yang sama. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2014. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 121 responden yaitu anak usia 6-24 bulan. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik Chi Square dan Korelasi Spearman. Kata Kunci : Pola Pemberian MP ASI,Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 24-48 BULAN DI KB BINA BANGSA DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI NURHIDAYAH
NIM: 1102100095
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: (I) Suprapti, SST., M.Kes. (II) Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd.
Subjek: gizi, anak
Lihat Abstraksi
Nurhidayah, Tri. 2014. Hubungan Antara Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 24-48 Bulan di KB Bina Bangsa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Suprapti, SST., M.Kes. (II) Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd. Masa Balita merupakan masa Golden Periode atau masa keemasan, dimana masa-masa ini sangat penting dalam fase tumbuh kembang anak. Hal ini berkaitan dengan tubuh dan otak anak yang berkembang sangat pesat. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah status gizi. Dari 3565 balita di Kota Batu, jumlah balita yang mengalami BGM tercatat sekitar 1,6%, status gizi kurang 1,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 24-48 bulan di KB Bina Bangsa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian ini merupakan penilitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh balita yang bersekolah di KB Bina Bangsa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan Juni 2014 yang berjumlah 38 anak. Pengambilan sampel secara purposive sampling sehingga diperoleh sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 34 anak. Pengambilan data dilakukan dengan menilai status gizi menggunakan bathroom scale dan menilai perkembangan anak menggunakan formulir KPSP. Hasil penelitian dari 34 anak, didapatkan analisis data status gizi normal sebanyak 64%, sangat kurus 3%, kurus 18%, dan gemuk 15%. Setelah melakukan penilaian perkembangan anak didapatkan sebanyak 76% sesuai dengan perkembangannya dan 24% perkembangannya meragukan. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank dan hasil yang didapatkan rshitung = 0,549, dimana rs hitung > rs tabel, yaitu 0,549 > 0,340, maka Ha diterima, artinya ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 24-48 bulan. Mayoritas anak yang memiliki status gizi normal dan mengalami perkembangan yang sesuai dengan usianya. Diharapkan orang tua, guru dan bidan poskesdes dapat memanfaatkan berbagai macam media yang ada untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Kata Kunci : Anak usia 24-48 bulan, Status gizi, Perkembangan anak
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6 – 24 BULAN (BADUTA) DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AVIDA ISWOROWATI
NIM: 1103000049
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS, Bernadus Rudy Sunindya, MPH.
Subjek: TINGKAT KONSUMSI, PROTEIN, GIZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Avida Isworowati (2014), Hubungan Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) dengan Status Gizi Anak Usia 6 – 24 bulan (Baduta) di Desa Dilem Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS, Pembimbing II: Bernadus Rudy Sunindya, MPH. Gizi kurang adalah kurang gizi tingkat sedang yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama (PERSAGI, 2009). Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak serta adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada anak usia dibawah 2 tahun (Depkes RI, 2000). Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah Mengetahui apakah konsumsi zat gizi yang kurang menyebabkan tingginya prevalensi gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan (baduta) di Desa Dilem Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah mengukur prevalensi gizi kurang anak usia 6 – 24 bulan (baduta), tingkat konsumsi energi dan protein, serta menganalisis hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi anak usia 6 – 24 bulan. Jenis penelitian ini adalah observasional studies dengan menggunakan metode cross sectional study. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 responden yaitu baduta berusia 6 – 24 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2014. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi anak usia 6 – 24 bulan. Sedangkan hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Saran dari penelitian ini adalah petugas gizi hendaknya lebih meningkatkan penyuluhan mengenai makanan yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan anak dengan memanfaatkan bahan makanan lokal, ibu responden lebih memperhatikan jenis dan frekuensi makanan yang diberikan kepada anak, serta lebih memperhatikan kebutuhan anak agar dapat tercapai konsumsi energi dan protein yang sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU DAN JENIS KONSUMSI MP-ASI ANAK DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA JERU KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Yolanda Eggy Varera
NIM: 1103000037
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S, STP, M.Kes., Hasan Aroni, SKM. MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yolanda Eggy Varera (2014). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dan Jenis Konsumsi MP-ASI Anak Dengan Status Gizi Gizi Balita di Desa Jeru Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Sugeng Iwan S, STP, M.Kes., Pembimbing II : Hasan Aroni, SKM. MPH. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Pemantauan Status Gizi, Seksi Gizi (2012) prevalensi balita dengan status gizi kurang mencapai 10,3% dan prevalensi untuk Kabupaten Malang mencapai 8,1%. Untuk Kabupaten Malang khususnya Kecamatan Turen Desa Jeru , dari 35 responden yang diambil dengan menggunakan form pengisian data konsep mutu MP-ASI berdasarkan jenis MP-ASIyang dikonsumsi didapatkan angka 18% untuk MP-ASI alami atau membuat sendiri dan 82% untuk MP-ASI buatan pabrik. Tingkat Pengetahuan gizi Ibu mempengaruhi pemilihan jenis MP-ASI yang diberikan kepada balitanya, yang kemudian berdampak pada status gizi balita tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis MP-ASI yang dikonsumsi balita , menntukan status gizi balita serta menentukan tingkat pengetahuan gizi ibu balita. Ketiganya merupakan hal yang berhubungan satu sama lain. Penelitian ini menggunaka metode observasional analitik dengan desain peneltian menggunakan Cross sectional dimana pengambilan data gambaran umum, tingkat pengetahuan ibu, pola konsumsi, dan status gizi dikumpulkan dalam satu waktu.. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jeru Kecamatan Turen Kabupaten Malang mulai bulan April 2014 dengan jumlah 40 sampel. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan jenis konsumsi MP-ASI balita, jenis konsumsi MP-ASI balita dengan status gizi balita serta tidak ada pula hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi ibu balita dengan status gizi balita. Kata Kunci : Ibu Balita, Balita, Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu Balita, Jenis-Jenis Konsumsi MP-ASI Balita, Status Gizi Balita.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN BESARAN UANG JAJAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA STATUS GIZI SISWA DI SDN BULULAWANG II KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PRIATI SUKMA FITRIANI
NIM: 1103000051
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: AAG Anom Aswin dan Ibnu Fajar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Priati Sukma Fitriani, 2014. Hubungan Besaran Uang Jajan terhadap Tingkat Konsumsi Energi dan Protein serta Status Gizi Siswa di SDN Bululawang II Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. (Dibawah bimbingan : AAG Anom Aswin dan Ibnu Fajar). Kelompok anak sekolah (7-13 tahun) merupakan kelompok rentan gizi, kelompok masyarakat yang paling mudah menderita kelainan gizi sehingga anak sekolah harus dipantau agar ketidakcukupan gizi bisa dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan besaran uang jajan terhadap tingkat konsumsi energi dan protein serta status gizi siswa SDN Bululawang II di Kabupaten Malang. Sampel diambil dengan cara purposive sampling. Pengambilan data karakteristik responden dan besaran uang jajan, status gizi dilakukan dengan cara wawancara dengan mengisi form kuesioner dan antropometri menggunakan indeks TB/U. Pengambilan data tingkat konsumsi dilakukan dengan recall 3x 24 jam. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian croos sectional dengan variabel bebas besaran uang jajan, tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein. Sedangkan variabel terikatnya adalah status gizi siswa. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara besaran uang jajan terhadap tingkat konsumsi energi, besaran uang jajan terhadap tingkat konsumsi protein, dan tingkat konsumsi protein terhadap status gizi. Sedangkan pada tingkat konsumsi energi dengan status gizi terdapat hubungan yang bermakna. Diperlukan peran aktif pendidik, petugas kesehatan dan orangtua untuk mengontrol konsumsi energi dan protein supaya kebutuhan gizi anak dapat tercukupi dengan baik. Kata Kunci : Uang Jajan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA HARI KE 1-7 MASA NIFAS DI RB SYIFA HUSADA

Lihat Detail Karya
Penulis: IKA PUTRI MARYANDHINI
NIM: 1102100023
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp, M.Kes. ; HenyAstutik, S.Kep.Ns, M.Kes.
Subjek: frekuensi menyusui, asi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maryandhini, IkaPutri.2014. Hubungan Frekuensi Menyusui Dengan Kejadian Bendungan ASI Pada Masa Nifas Hari Ke 1-7 Di RB Syifa Husada Poncokusumo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I:Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: HenyAstutik, S.Kep.Ns, M.Kes. Pada masa nifas,ibu sering kali menghentikan menyusui karena payudara terasa bengkak, keras, dan sakit sehingga tidak nyaman saat menyusui bayinya, yang sering disebut dengan bendungan ASI.Salah satu factor penyebabnya yaitu bayi tidak sering menyusu sehingga sisa ASI menumpuk di payudara dan menimbulkan bendungan. Tujuan Penelitian untuk menganalisa hubungan antara frekuensi menyusui dengan kejadian bendungan ASI pada masa nifas hari ke 1-7 di RB Syifa Husada Poncokusumo. Desain penelitian adalah analitik observasional, dengan pendekatan cohort. Populasi seluruh ibu nifas hari ke 1-7 di RB Syifa Husada bulan April – Mei sejumlah 28 responden, teknik purposive sampling di dapatkan sampel 26 responden. Pengumpulan data dengan menyebarkan check list dan melakukan observasi. Pengolahan data melalui tahap editing ,coding, tabulating dan dilakukan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan sebagian besar ibu nifas frekuensi menyusui baik (62 %) dan tidak terjadi bendungan ASI(65,4%). Hampir seluruh ibu nifas yang frekuensi menyusui baik tidak terjadi bendungan ASI (87,5%). Hasil uji statistik, dengan tingkat kesalahan α = 0,05 dan df= 1, didapatkan X²hitung (8,99) > X²tabel (3,841) maka H₀ditolak, artinya ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan kejadian bendungan ASI. Kesimpulan : kejadian bendungan ASI sebagian besar terjadi pada ibu frekuensi menyusui kurang (70,0%) dan sebagian kecil pada frekuensi menyusui baik (12,5%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesehatan ibu pada masa nifas. Kata kunci :Frekuensi Menyusui, Kejadian Bendungan ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN TINGKAT 2 POLTEKKES MALANG TAHUN 2014

Lihat Detail Karya
Penulis: ERIKA FEBRIANA RAHAYU
NIM: 1102100107
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih, M.Kes. Isman Amin, SKM., M.Kes.
Subjek: IMT,SIKLUS MENSTRUASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rahayu, Erika Febriana. 2014. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa DIII Kebidanan Tingkat 2 Poltekkes Malang. Karya Tulis Ilmiah, Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih, M.Kes. Pembimbing Pendamping: Isman Amin, SKM., M.Kes. Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Siklus menstruasi ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stres, dan usia serta obat-obatan. Status gizi seseorang dapat diukur salah satunya dengan mengukur Indeks Massa Tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Indeks Massa Tubuh mahasiswa tingkat 2, mengidentifikasi panjang siklus menstruasi mahasiswa tingkat 2, dan mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan panjang siklus menstruasi pada Mahasiswa DIII Kebidanan Tingkat 2 Poltekkes Kemenkes Malang. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah sejumlah 40 Mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel yang digunakan sejumlah 36 dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, dan pedoman wawancara. Analisa data yang digunakan adalah Spearman Rank dengan signifikasi 0.05. Hasil penelitian tentang panjang siklus menstruasi didapatkan sejumlah 2 orang (5,6%) memiliki siklus pendek, sejumlah 23 orang (63,9%) memiliki siklus normal, dan sejumlah 11 orang (30,6%) memiliki siklus panjang. Sedangkan untuk indeks massa tubuh, sejumlah 7 orang (19,4%) indeks massa tubuhnya kurus, sejumlah 26 orang (72,2%) indeks massa tubuhnya normal dan sejumlah 3 orang (8,3%) indeks massa tubuhnya gemuk. Dari hasil uji statistik Spearman Rank kemudian dilanjutkan uji t didapatkan t hitung lebih besar dari t tabel yaitu (16,56>2,021) sehingga HO ditolak. Kesimpulannya terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan panjang siklus menstruasi Mahasiswa DIII Kebidanan Tingkat 2 Poltekkes Kemenkes Malang. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Panjang Siklus Menstruasi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN KARAKTERISTIK BERMAIN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) DI PAUD ROSALIA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: A’YUNIL WASILAH
NIM: 1102100085
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah A.Per.Pen.,M.Pd.; Tarsikah, S.Si,T.,M.Keb
Subjek: anak, perkembangan personal sosial
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wasilah, A’yunil.2012.Hubungan Karakteristik Bermain Anak dengan Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Prasekolah (3-5 tahun) di PAUD Rosalia Malang. Karya Tulis Ilmiah.Poltekkes Kemenkes Malang. Prodi DIII Kebidanan Malang .Pembimbing Utama: Afnani Toyibah A.Per.Pen.,M.Pd. Pembimbing Pendamping : Tarsikah, S.Si,T.,M.Keb Usia prasekolah merupakan masa keemasan perkembangan anak, namun apabila orang tua tidak menyadari hal tersebut anak akan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan (Medise, 2013). Bermain adalah salah satu aktivitas untuk stilmulasi perkembangan anak, untuk memberikan stimulasi orang tua harus mengenal karakteristik bermain anak.Karakteristik bermain sangat beragam, dampak dan manfaatnya juga akan beragam. Jenis bermain pada anak dapat mempengaruhi perkembangan anak, sehingga pertimbangan untuk orang tua agar lebih mengenal karakteristik bermain anak.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik bermain anak dengan perkembangan personal sosial.Desain penelitin adalah diskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 25 orang responden, teknik smpling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang responden. Instrumrn penelitian menggunakan kuesioner karakteristik bermain dan tes sosial VSMS.Hasil penelitian tentang karakteristik bermain anak didapatkan sebanyak 3 anak (12%) memiliki karakteristik bermain soliter, 11 anak (44%) memiliki karakteristik bermain paraler, 3 anak (12%) memiliki karakteristik bermain asosiatif dan 8 anak (32%) memiliki karakteristik bermain kooperatif, sedangkan untuk perkembangan personal sosial sebanyak 16 anak (64%) memiliki perkembangan diatas rata-rata, 1 anak (4%) memiliki perkembangan sesuai rata-rata dan 8 anak (32%) memiliki perkembanagn dibawah rata-rata.Dari hasil uji statistik mengunakan rumus Fisher Exact Test dan didapatkan bahwa x2 hitung (9,244) > x2 tabel (3,841) yang menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik bermain dengan perkembangan personal sosial anak prasekolah di PAUD Rosalia Malang. Berdasarkan hasil tersebut hendaknya orangtua lebih mengenal karakteristik bermain anak untuk memberikan stimulasi sesuai usia. Kata Kunci : Karakteristik bemain, Perkembangan personal sosial.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan