Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4681–4690 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

EVALUASI KEGIATAN PENERIMAAN DAN PERSIAPAN SAYURAN SERTA JUMLAH SAMPAH SAYURAN PADA BAGIAN PERSIAPAN RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: SINTYA KUSMELISA
NIM: 1103000084
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, Sugeng Iwan S
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Sintya Kusmelisa (2014), Evaluasi Kegiatan Penerimaan Dan Persiapan Sayuran Serta Jumlah Sampah Sayuran pada Bagian Persiapan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, Karya Tulis Ilmiah, Program Study DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama : Yohanes Kristianto, Pembimbing Pendamping : Sugeng Iwan S Penyelenggaraan makanan di rumah sakit bertujuan untuk menyediakan makanan yang berkualitas baik. Makanan yang berkualitas baik, dihasilkan dari bahan makanan yang baik, yaitu sesuai dengan standar spesifikasi bahan makanan rumah sakit. Jika bahan makanan tidak berkualitas baik dan tidak sesuai dengan standar spesifikasi bahan makanan yang ada tetap digunakan, maka hal ini akan berdampak buruk pada mutu makanan yang dihasilkan. Selain itu, juga dapat merugikan pihak instalasi gizi dari segi biaya dan waktu, serta pencemaran lingkungan akibat dari sampah sayuran yang tidak digunakan. Maka diperlukan suatu evaluasi kegiatan penerimaan dan kegiatan persiapan sayuran untuk mengurangi dampak buruk tersebut serta mengetahui jumlah sampah sayuran yang diakibatkan dari kesalahan penerimaan ataupun persiapan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kegiatan penerimaan dan persiapan sayuran serta jumlah sampah sayuran pada bagian persiapan di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2014. Jenis penelitian ini adalah survey dan evaluatif. Data yang dikumpulkan yakni gambaran umum penyelenggaraan Makanan RSU Haji Surabaya, standar spesifikasi bahan makanan sayuran, evaluasi kesesuaian spesifikasi bahan makanan sayuran pada bagian penerimaan, jumlah sampah sayuran di bagian persiapan RSU Haji Surabaya. Hasil penelitian yang diperoleh yakni kegiatan penerimaan sayuran masih kurang efektif karena masih ada sayuran kurang sesuai dengan standar spesifikasi yang ada yaitu sebesar 18%. Untuk kegiatan persiapan, dilakukan oleh 2 orang petugas yang mempunyai pengalaman dan cara kerja yang berbeda sehinggamempunyai hasil kerja yang berbeda juga. Sedangkan jumlah sampah pada bagian persiapan tidak belum dapat dikategorikan karena belum adanya data sampah sayuran dari institusi lain sebagai pembanding. Perlu pengawasan yang cukup dan berkala pada kegiatan penerimaan dan persiapan sehingga dapat mengurangi terjadinya kesalahan yang menimbukan kerugian bagi instalasi gizi. Selain itu, perlu adanya penelitian lanjutan atau serupa yang datanya dapat digunakan sebagai data pembanding. Serta perlunya manajemen pengelolaan sampah yang baik untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di RSU Haji Surabaya. Kata kunci: Penerimaan, Persiapan, Spesifikasi, Sayuran, Sampah Sayuran
Cover KTI
tidak tersedia
2014

EVALUASI KETERAMPILAN KADER DI MEJA 2 DAN 3 PADA KEGIATAN POSYANDU TERHADAP PENGGUNAAN KMS BALITA DI DESA PETUNGSEWU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MANGGITA MARDIENE
NIM: 1003000129
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni dan Sugeng Iwan. S
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mardiene, Manggita (2014). Evaluasi Keterampilan Kader Di Meja 2 dan 3 Pada Kegiatan Posyandu Terhadap Penggunaan KMS Balita Di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang (dibawah bimbingan Hasan Aroni dan Sugeng Iwan. S). Kader berkewajiban untuk melaksanakan dan meningkatkan monitoring status gizi melalui kegiatan penimbangan dan pengukuran panjang atau tinggi badan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga pengetahuan dan ketrampilan kader dalam penimbangan dan pengukuran tinggi/panjang badan sangat penting untuk mendapat data yang akurat dan presisi. Pengukuran berat badan dan tinggi/panjang badan sebagai bagian pemantauan pertumbuhan balita merupakan kegiatan penting dalam menunjang upaya perbaikan gizi, karena memiliki fungsi penapisan, deteksi gangguan pertumbuhan, penentuan intervensi, dan sebagai alat edukasi. Selama ini masalah kualitas data penimbangan posyandu sering dipertanyakan karena data sangat terbatas. Dimana penentuan umur, penimbangan berat badan dan pengisian KMS merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu, dan pertumbuhan balita dapat diapantau menggunakan KMS. Penelitian ini dilakukan di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2014. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keterampilan kader di meja 2 dan 3 pada kegiatan posyandu terhadap penggunaan KMS balita di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik karena tidak memberikan intervensi terhadap subyek penelitian dengan desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu untuk pengukuran variabel. Total keterampilan kinerja kader di meja 2 dan 3 yaitu terdapat 14 responden (70%) dalam kategori kurang, 5 responden (25%) dalam kategori sedang dan 1 responden (5%) dalam kategori baik. Kata kunci : Keterampilan, Kader, Penggunaan KMS
Cover KTI
tidak tersedia
2014

EVALUASI KETERAMPILAN TENAGA PENGOLAH SAYUR DAN KUALITAS SAYUR YANG DIOLAH PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI

Lihat Detail Karya
Penulis: ANASTASYIA EKA ARISTA
NIM: 1103000115
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Bachyar Bakri, Pembimbing II : Nurul Hakimah
Subjek: keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anastasyia Eka Arista (2014), Evaluasi Keterampilan Tenaga Pengolah Sayur dan Kualitas Sayur Pada Penyelenggaraan Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Bachyar Bakri, Pembimbing II : Nurul Hakimah RSUP Sanglah Denpasar dalam penyelenggaraan makanan memiliki 3 orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengolahan sayur pada setiap bagian dapurnya. Menurut Perhitungan Beban Kerja (WISN) seharusnya Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar memiliki 5 orang pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja masih kurang tetapi penyelenggaraan makanan bisa berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap keterampilan kerja tenaga pengolah sayur dan kualitas sayur yang diolah di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar. Jenis penelitian ini adalah observasional. Subjek penelitian ini adalah 15 orang tenaga pengolah sayur yang bertugas untuk makan pagi, siang dan sore di Dapur Makanan Khusus, Dapur Makanan Biasa dan Dapur VIP di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar dan 25 orang pasien di ruang Angsoka II. Data yang diambil meliputi jumlah tenaga pengolah sayur, karakteristik tenaga pengolah sayur (usia, tingkat pendidikan, lama bekerja), keterampilan tenaga pengolah sayur, dan kualitas sayur. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tenaga pengolah di RSUP Sanglah Denpasar sudah memenuhi standar, seperti S1 Gizi kelebihan 4 orang, D3 Gizi kelebihan 25 orang dan SMA kelebihan 5 orang. Usia tenaga pengolah sayur di RSUP Sanglah Denpasar berusia produktif 30-44 tahun. Sebanyak 60% dari 15 orang tenaga pengolah sayur berpendidikan SMK dan 40% orang memiliki pendidikan SMA. Sebanyak 27% tenaga pengolah sayur di Instalasi Dapur Instalasi RSUP Sanglah Denpasar memiliki pengalaman kerja kurang dari 3 tahun, 6% tenaga memiliki pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, dan 67% memiliki pengalaman kerja 3-10 tahun. Semua tenaga pengolah sayur memiliki keterampilan yang baik dengan nilai rata-rata diatas 80%. Hasil kualitas sayur yang dinilai responden 100% mendapat nilai kurang. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa antara keterampilan kerja yang baik dan kualitas sayur yang kurang memiliki hubungan. Saran yang dapat diberikan kepada rumah sakit adalah melakukan penambahan ahli gizi yaitu S1 Gizi dan D3 Gizi dan juga menambah alat pemanas pada troli pengangkut makanan. Kata Kunci : Karakteristik tenaga pengolah sayur, keterampilan tenaga pengolah sayur, kualitas sayur
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR DETERMINAN TERJADINYA HIV/AIDS PADA KALANGAN IBU RUMAH TANGGA (IRT) DI KUMPULAN DUKUNGAN SEBAYA (KDS) KECAMATAN TUREN DAN KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EDWINA RENA GANIS
NIM: 1102100104
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu, S.Kep. Ns. M.Kes; Hupitoyo, S.Kp. M.Kes.
Subjek: DETERMINAN,HIV.AIDS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ganis, Edwina, Ganis. 2014. Faktor Determinan Terjadinya HIV/AIDS Pada Kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) Di Kumpulan Dukungan Sebaya (KDS) Kecamatan Turen Dan Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Sri Rahayu, S.Kep. Ns. M.Kes, Pembimbing Pendamping : Hupitoyo, S.Kp. M.Kes. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang ditandai dengan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang menyebabkan terjadinya HIV/AIDS pada kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kecamatan Turen dan Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 29 orang, sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 29 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan pedoman wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor biologis, 14 responden (48,27 %) berhubungan seksual pertama kali usia 15-20 tahun, mengalami pemaksaan dalam melakukan hubungan seksual 3,44%, responden 100% tidak pernah berhubungan seksual secara anal, 20 responden (68,96%) jumlah pasangan seksual 1 orang. Pada faktor ekonomi, responden 37,93% tidak bekerja, responden 24,14% mempunyai riwayat pekerjaan sebagai kuli bangunan, 28 responden (96,55%) rata-rata penghasilan Rp. 300.000,-s/d Rp. 800.000,-. Faktor sosial budaya, responden 86,20% menikah sebanyak 1 kali, responden 86,20% pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami, responden 3,44% menggunakan narkoba dengan jarum suntik, responden 100% tidak pernah menggunakan kondom saat berhubungan, tidak pernah membuat tato di badan dan tidak pernah mendapatkan transfusi darah. Faktor determinan terjadinya HIV/AIDS pada kalangan ibu rumah tangga adalah faktor ekonomi. Kata Kunci : Faktor Determinan,Ibu Rumah Tangga,Terjadinya HIV/AIDS
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR KONVERSI BERAT MENTAH - MASAK PADA LAUK HEWANI DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: FAJAR ARDHINI
NIM: 1103000042
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP dan Sugeng Iwan S. S.TP., M.Kes
Subjek: konversi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fajar Ardhini, 2014 – “Faktor Konversi Berat Mentah-Masak pada Lauk Hewani di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. (Dibawah bimbingan : Theresia Puspita, S.TP., MP dan Sugeng Iwan S. S.TP., M.Kes) Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat gizi. Untuk mengetahui kebutuhan maupun kecukupan energi dan zat gizi bagi tubuh, diperlukan penilaian konsumsi pangan yg merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi seseorang baik di masyarakat maupun di rumah sakit. Pada setiap kegiatan penilaian konsumsi pangan diperlukan Daftar Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKGM), Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan (DKGJ), Daftar Konversi Berat Mentah-masak (DKMM) dan Daftar Pnyerapan Minyak (DPM). Namun dalam melakukan survey konsumsi pangan sering dijumpai makanan dalam bentuk olahan, dan bahan makanan olahan tersebut tidak tersedia di dalam Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut bahan makanan dihitung dengan mengkonversikan bahan makanan olahan ke bahan makanan mentah Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan untuk mengetahui faktor konversi berat mentah-masak menu lauk hewani terhadap teknik pengolahan hidangan. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidangan pada siklus menu ke 10 dan 11 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, yang terdiri atas rawon daging dan bacem daging dengan standar potongan 40 g dan 25 g yang kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa teknik pengolahan dan ukuran yang berbeda mempengaruhi susut masak lauk hewani, selain itu semakin tinggi susut masak yang dialami oleh bahan makanan maka semakin besar pula faktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan dan sebaliknya semakin rendah susut masak maka semakin kecil pula faktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan. Kata kunci : teknik pengolahan, susut masak (cooking loss), faktor konversi berat mentah-masak
Cover KTI
tidak tersedia
2014

Faktor yang mempengaruhi ibu postpartum tidak melakukan senam nifas di RSUD Kanjuruhan Kepanjen tahun 2014.

Lihat Detail Karya
Penulis: Ragil Agustina
NIM: 1102100003
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Heny Astutik, S.Kep, N.s., M.Kes. ; Jupriyono, S.Kp., M.Kes.
Subjek: ibu postpartum, senam nifas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Agustina, Ragil.2014. Faktor yang mempengaruhi ibu postpartum tidak melakukan senam nifas di RSUD Kanjuruhan Kepanjen tahun 2014. Karya Tulis Ilmiah. Prodi D-III Kebidanan Malang Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Heny Astutik, S.Kep, N.s., M.Kes. (II) Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Senam nifas perlu dilakukan bagi ibu setelah melahirkan dengan catatan kondisi tubuhnya memungkinkan untuk melakukan senam nifas. Senam nifas bertujuan untuk mempercepat pemulihan keadaan umum ibu, namun demikian belum semua ibu nifas melakukan senam nifas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ibu postpartum tidak melakukan senam nifas. Desain penelitian deskriptif dengan populasi semua ibu nifas yang telah melahirkan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen pada tahun 2013 sebanyak 1707 ibu nifas dan rata-rata perbulan sebanyak 142 ibu nifas, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling maka sampel penelitian sebanyak 58 responden yang memenuhi kriteria inklusi, instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner sedangkan analisa data secara deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengah dari ibu nifas berpendidikan SMA (41.4%), sebagian besar dari ibu nifas tingkat pengetahuannya cukup (55.2%), motivasi tinggi (51.7%), peran petugas kesehatan cukup (55.6%), dan peran keluarga kurang (70.7%). Dari lima faktor, faktor yang mempengaruhi ibu postpartum melakukan senam nifas yaitu faktor peran petugas kesehatan karena peran perugas kesehatan sangat mempengaruhi motivasi dan pengetahuan ibu nifas. Diharapkan petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang senam nifas selalu melibatkan keluarga dalam setiap penyuluhan agar keluarga mengerti tentang pentingnya senam nifas untuk ibu pasca melahirkan. Kata Kunci: Senam Nifas, Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu postpartum tidak melakukan senam nifas
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR-FAKTOR RESIKO KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI BPM “K”, Amd. Keb KECAMATAN WAGIR, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HELDA ZUHRIYAH
NIM: 1102100020
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wandi, S. Kep. Ns, M. Pd.; Erni Dwi Widyana, SST, M. Kes.
Subjek: KETUBAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zuhriyah, Helda, 2014. Faktor-faktor Resiko Kejadian Ketuban Pecah Dini di BPM “K” Amd. Keb Kecamatan Wagir. Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Wandi, S. Kep. Ns, M. Pd. Pembimbing Pendamping : Erni Dwi Widyana, SST, M. Kes. Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah penting dalam obstetrik yang berkaitan dengan penyulit kelahiran seperti partus prematur dan infeksi intrapartum disebabkan oleh terjadinya infeksi korioamnionitis. Hal ini meningkatkan morbiditas, mortalitas perinatal dan infeksi pada ibu. Oleh sebab itu, penting untuk mengidentifikasi resiko yang mungkin menyebabkan ketuban pecah dini pada ibu hamil sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor resiko terjadinya KPD di BPM “K”Amd. Keb Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif, populasi dalam penelitian adalah semua kejadian Ketuban Pecah Dini pada periode April 2013 – April 2014 di BPM “K”,Amd. Keb Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berjumlah 34 orang, jumlah sampel menggunakan teknik total sampling dimana diambil semua populasi sebagai sampel penelitian yaitu sebanyak 34 orang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, analisa data dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini di BPM “K”Amd. Keb Kecamatan Wagir Kabupaten Malang yaitu sebagian besar subyek dengan pendidikan SLTP 58,82%, sebagai buruh pabrik rokok 44,1%, primipara 53%, dengan usia kehamilan > 37 minggu 91,2%, riwayat KPD persalinan yang lalu 43,75%, riwayat kelahiran prematur 37,5%, keputihan 79,4%. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan agar tenaga kesehatan mengembangkan promosi kesehatan di tingkat masyarakat melalui penyuluhan faktor-faktor resiko yang dapat mempengaruhi terjadinya ketuban pecah dini. Kata Kunci: Faktor resiko, Ketuban Pecah Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANDIDIASIS VAGINALIS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO DAN PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RHOMI ROCHMAWATI
NIM: 1102100084
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Dra. Susilaningsih., M.Kes, ; Hupitoyo, S.Kp, M.Kes.
Subjek: Kandidiasis Vaginalis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rochmawati, Rhomi. 2014. Faktor-Faktor Risiko Kejadian Kandidiasis Vaginalis Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Dra. Susilaningsih., M.Kes, Pembimbing Pendamping: Hupitoyo, S.Kp, M.Kes. Wanita usia subur (WUS) sangat rentan terkena infeksi jamur candida pada daerah vulva dan vaginanya, karena wanita usia subur masih memiliki cukup estrogen dalam tubuhnya. Pada keadaan tertentu, salah satunya menjelang menstruasi dengan disertai munculnya faktor predisposisi terjadinya kandidiasis, wanita akan mengalami peningkatan kadar estrogen dalam tubuhnya begitu pula dengan kadar glikogennya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko kejadian kandidiasis vaginalis pada wanita usia subur di Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan case control, populasi penelitian 23 responden WUS dengan kandidiasis vaginalis, sampling menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rekam medik, wawancara dan pengukuran indeks massa tubuh. Hasil penelitian menyatakan 13 responden (56,52%) memiliki indeks massa tubuh normal, 13 responden (56,52%) menggunakan alat kontrasepsi hormonal, 14 responden (60,87%) memiliki perilaku hygiene organ reproduksi yang kurang baik, dan 11 orang (47,82%) memiliki perilaku seksual yang baik. Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko kandidiasis vaginalis lebih banyak terjadi pada responden dengan kriteria perilaku hygiene organ reproduksi yang kurang baik dan pengguna alat kontrasepsi hormonal. Kata Kunci : Faktor Risiko, Kandidiasis Vaginalis, Wanita Usia Subur
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENYAPIHAN DINI PADA ANAK PRASEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) AL-SHA, KEC.WAGIR, KAB.MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIYANTI DWI KUMALASARI
NIM: 1102100040
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: embimbing I : Suprapti, SST., M.Kes. Pembimbing II : Siti Sundari, B.Sc., SE, M.Kes.
Subjek: faktor, penyapihan dini
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kumalasari, Ariyanti Dwi. 2014. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Penyapihan Dini Pada Anak Prasekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Sha, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Prodi DIII Kebidanan Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Suprapti, SST., M.Kes. Pembimbing II : Siti Sundari, B.Sc., SE, M.Kes. Angka keberhasilan cakupan pemberian ASI jelas meningkat di negara maju, namun tidak terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia (Roesli, 2006). Penelitian UNICEF tahun 2005 hingga 2011 mengungkapkan bahwa bayi Indonesia yang mendapat ASI selama 6 bulan pertama sebanyak 32% dan didapati 50% anak diberikan ASI sehingga usia 23 bulan. Penyapihan dini adalah penghentian pemberian ASI kepada anak ketika anak belum berusia 24 bulan atau 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor ibu yang melatarbelakangi penyapihan dini pada anak prasekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Sha, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 responden dengan jumlah sampel sebanyak 29 orang Ibu-Balita dengan riwayat penyapihan dini. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dan pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Teknis analisa data menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang bekerja sebanyak 82,75%, ibu yang berpendidikan menengah sebanyak 75,86%, ibu yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 58,62%, dan ibu yang dalam keadaan sehat, sebanyak 93,1%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan upaya penyuluhan kepada ibu, bahwa pemberian ASI masih tetap bisa dilakukan meskipun ibu sedang bekerja. Kata Kunci : Faktor-faktor, Penyapihan Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI TINGGINYA ANGKA PEMAKAIAN KB KALENDER DI RW 17 DESA MANGLIAWAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EZRA DINA CRISTIA
NIM: 1102100090
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Surachmindari, SST., M.Pd. Suprapti, SST., M.Kes.
Subjek: PEMAKAIAN KB KALENDER
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cristia, Ezra Dina, 2014. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Tingginya Angka Pemakaian KB Kalender di RW 17 Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing 1: Surachmindari, SST., M.Pd. Pembimbing 2: Suprapti, SST., M.Kes. Di wilayah RW 17 Desa Mangliawan Pakis didapatkan penemuan sebanyak 30,4% ibu memilih metode KB Kalender. Sedangkan, satu ibu rata-rata memiliki 2 sampai 3 balita. Hal ini bertentangan dengan tujuan program KB oleh pemerintah yaitu mengatasi ledakan penduduk di Indonesia. Melihat uraian tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong yang melatarbelakangi tingginya penggunaan KB Kalender. Desain penelitian ini adalah deskriptif, yang menjadi populasi adalah seluruh pengguna KB Kalender sebanyak 30, dan sampelnya 30 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang dilakukan bulan Juni 2014, kemudian data dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada faktor predisposisi didapatkan sebanyak 53,3% responden berpendidikan SMA/MA, sebanyak 66,7% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang KB Kalender, dan sebanyak 63,3% responden tidak bekerja karena memilih untuk mengurus anak di rumah. Pada faktor pendukung didapatkan sebanyak 90% responden jarak rumah dengan tempat pelayanan KB adalah dekat, namun mereka tidak memanfaatkannya karena suami tidak setuju untuk memanfaatkan layanan KB. Pada faktor pendorong diketahui sebanyak 53,3% memperoleh dukungan tinggi dari keluarga untuk menggunakan KB Kalender. Peneliti menyarankan supaya masyarakat meningkatkan pengetahuan tentang KB Kalender dari berbagai sumber atau konsultasi dengan petugas kesehatan dan petugas kesehatan juga memberikan informasi yang jelas dengan metode efektif. Kata kunci : KB Kalender, Faktor Predisposisi, Faktor Pendukung, Faktor Pendorong
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan