Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4671–4680 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RUANG ILMU PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH, DENPASAR-BALI

Lihat Detail Karya
Penulis: NAWIROTUL LUTHFIYAH
NIM: 1103000069
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST, M.Kes dan Etik Sulistyowati, S.Gz, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nawirotul Luthfiyah, 2014 : Asuhan Gizi Pada Pasien Stroke Hemoragik di Ruang Ilmu Penyakit Dalam RSUP Sanglah, Denpasar-Bali. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (dibawah bimbingan Endang Widajati, SST, M.Kes dan Etik Sulistyowati, S.Gz, M.Kes) Stroke merupakan kerusakan mendadak pada peredaran darah otak dalam satu pembuluh darah atau lebih. Serangan stroke akan mengganggu atau mengurangi pasokan oksigen dan umumnya menyebabkan kerusakan yang serius pada jaringan otak. Pasien stroke memerlukan pengobatan khusus, baik di bidang diet maupun di bidang medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien stroke di ruang ilmu penyakit dalam RSUP Sanglah, Denpasar-Bali. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain case studies di RSUP Sanglah, Denpasar-Bali pada tanggal 27 sampai 30 April 2014. Subyek penelitian adalah seorang pasien rawat inap di ruang mawar dengan diagnosis stroke hemoragik intraserebral, gizi kurang, tekanan darah tinggi, pola makan tidak teratur dan kebiasaan yang salah. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet stroke II B 2146,5 Kkal. Asupan energi dan zat gizi dari hari kehari mengalami peningkatan, hal ini disebabkan karena nafsu makan pasien yang baik sehingga asupan makan pasien meningkat. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien selama pengamatan termasuk dalam kategori baik (> 80). Data biokimia pasien menunjukkan adanya perubahan pada awal dan akhir pengamatan, yakni terjadi penurunan LDL dan peningkatan HDL hingga mencapai normal. Data fisik klinis pasien menunjukkan adanya perubahan pada awal dan akhir pengamatan, yakni terjadi penurunan tekanan darah hingga mencapai normal. Data antropometri pasien mengalami perubahan selama pengamatan, yakni terjadi peningkatan LILA akan tetapi status gizi pasien masih tetap dalam kategori status gizi kurang. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Stroke, lemak dan kolesterol, tingkat konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE ICH (Intracerebral Hemoragik) + IVH (Intraventikular Hemoragik) + HIPERTENSI (STUDI KASUS DI RUANG SERUNI B RSUD Dr. SOETOMO, SURABAYA)

Lihat Detail Karya
Penulis: SISKHA AFRILIA
NIM: 11003000104
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes dan Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Siskha Afrilia, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Stroke ICH (Intracerebral hemoragik) IVH (Intraventikular Hemoragik) Hipertensi di Ruang Seruni B RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes dan Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes Stroke hemoragik terjadi apabila pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan iskemia (penurunan aliran) dan hipoksia di sebelah hilir, sedangkan Perdarahan intraserebral atau ICH (Intracerebral Hemoragik) adalah perdarahan primer yang berasal dari pembuluh darah dalam parenkim otak. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien Stroke ICH (Intracerebral hemoragik) IVH (Intraventikular Hemoragik) Hipertensi di Ruang Seruni B RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain case studies di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya pada tanggal 8 Mei sampai dengan 19 Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di ruang Seruni B dengan diagnosis Stroke ICH (Intracerebral hemoragik) IVH (Intraventikular Hemoragik) Hipertensi mendapat terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet RG II 2100 Kkal. Tingkat konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat selama 7 hari pengamatan mengalami peningkatan terutama pada hari ke-3 hingga hari ke-7, namun untuk tingkat konsumsi natrium mengalami penurunan pada pengamatan hari ke-3 hingga hari ke-7. Begitu juga pada tingkat konsumsi kalium yang mengalami penurunan, meskipun demikian masih tergolong dalam kategori baik. Pada pemeriksaan tekanan darah pasien sudah mengalami penurunan menjadi kategori normal. Pemeriksaan hasil laboratorium pasien, kadar natrium dan klorida pada awal pengamatan tinggi, sudah mengalami penurunan hingga mencapai kategori normal. Hal ini juga terjadi pada kadar kalium pada awal pengamatan tergolong rendah, saat ini sudah mencapai kategori normal. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lama agar hasil perkembangan pasien lebih akurat. Meskipun hasil yang didapatkan saat ini sudah baik. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Stroke ICH (Intracerebral hemoragik) IVH (Intraventikular Hemoragik) Hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI BAGIAN INTERNA RUANG MAWAR (Studi Kasus di RSUP Sanglah Denpasar Bali)

Lihat Detail Karya
Penulis: VENI LESTARI PURI PURNAMI
NIM: 1103000143
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati., S.Gz., M.Kes dan Drg. Rinawati Basuki M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Veni Lestari Puri Purnami, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Bagian Interna Ruang Mawar RSUP Sanglah Denpasar Bali. KaryaTulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Etik Sulistyowati., S.Gz., M.Kes dan Drg. Rinawati Basuki M.Kes. Stroke merupakan penyakit ke enam yang menjadi penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah dan penyakit kedua penyebab kematian di negara berpenghasilan tinggi. Pada tahun 2008, stroke dan penyakit cerebrovascular lainnya menyebabkan 6,2 juta orang meninggal (WHO, 2008). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien stroke non hemoragik di Bagian Interna Ruang Mawar RSUP Sanglah Denpasar Bali. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain case studies di RSUP Sanglah Denpasar Bali pada tanggal 09 Mei sampai dengan 12 Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien laki – laki rawat inap di ruang Mawar/8 dengan diagnosis stroke non hemoragik, mendapat terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet stroke II B; energi 1800 kkal, protein 67,5 gr, lemak 40 gr, karbohidrat 292,5 gr. Terapi edukasi berupa konsultasi dan motivasi yang telah berlangsung menunjukkan bahwa pasien dan keluarga telah memahami dengan baik materi yang telah diberikan, hal ini dibuktikan bahwa pasien tidak mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien tergolong kategori defisit, hal ini disebabkan karena pasien mengalami penurunan nafsu makan karena keadaan lemah dan bedrest, sehingga asupan makan pasien kurang maksimal. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Stroke Non Hemoragik, Tingkat Konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE STUDI KASUS DI RUANG 28 IPD RUMAH SAKIT UMUM DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAN FITRIANA
NIM: 1103000094
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes, ; S. Rum Teguh K, SKM,. M.Kes
Subjek: gizi, stroke
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DIAN FITRIANA. 2014. Asuhan Gizi Pada Pasien Stroke (Studi Kasus Di Ruang 28 IPD Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, Pembimbing II : S. Rum Teguh K, SKM,. M.Kes Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang terganggu. Aterosklerosis diduga sebagai penyebab primer dari penyakit stroke. Proses aterosklerosis ditandai oleh penimbunan lemak pada dinding-dinding arteri yang disebut plak, sehingga dapat menyebabkan sumbatan yang lebih berat. Penelitian dilakukan selama 6 hari yaitu pada tanggal 5 Mei sampai dengan 10 Mei 2014 dengan tujuan untuk mengetahui asuhan gizi penderita Stroke di ruang 28 IPD RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain studi kasus. Pasien memiliki status gizi kurang berdasarkan pengukuran dan perhitungan persentase LLA (Lingkar Lengan Atas). Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan bahwa nilai kolesterol dan Low Density Lipoprotein (LDL) tinggi, sedangkan untuk nilai High Density Lipoprotein (HDL) Rendah. Hasil fisik/klinis menunjukkan tekanan darah normal. Terapi diet yang diberikan adalah diet Rendah Garam Rendah Lemak (RGRL) dengan bentuk makanan lunak, namun pada hari ketiga pengamatan pasien meminta perubahan menjadi makanan biasa. Rata-rata tingkat konsumsi energi termasuk dalam kategori sedang, sedangkan untuk tingkat konsumsi zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, kolesterol) berada dalam kategori kurang. Selama dirumah sakit, tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien mengalami peningkatan walaupun belum memenuhi kebutuhan. Pada pemeriksaan laboratorium untuk nilai kolesterol, LDL dan HDL sudah mencapai nilai normal, untuk pemeriksaan fisik/klinis sudah menunjukkan perubahan yang semakin membaik terutama untuk tekanan darah dan nafsu makan pasien, sedangkan untuk status gizi tidak mengalami perubahan. Selain itu, terapi edukasi dan motivasi dari keluarga juga diperlukan guna menunjang penyembuhan penyakit pasien. Kata Kunci : Penyakit Stroke, Aterosklerosis, Tingkat Konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

BEBERAPA FAKTOR DETERMINAN KETIDAKIKUTSERTAAN WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DALAM PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONDANGLEGI

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIANA HARYA ANUGRAHENI
NIM: 1102100097
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.M.Pd. ; Jenny JS Sondakh, S.Si.T. M.Clin.Mid.
Subjek: determinan, WPS, Inspeksi Visual
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anugraheni, Noviana Harya. (2014). Beberapa Faktor Determinan Ketidakikutsertaan Wanita Pekerja Seks (WPS) dalam Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah kerja Puskesmas Gondanglegi. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.M.Pd. Pembimbing II: Jenny JS Sondakh, S.Si.T. M.Clin.Mid. Didapatkan data WHO pada tahun 2008 kanker serviks merupakan kanker paling sering kedua di dunia setelah kanker payudara. Kanker serviks menjadi kasus terbanyak di Malang pada tahun 2004 yaitu sekitar 171 orang. Tahun 2006, kasus kanker serviks menjadi kasus terbanyak sebesar 141 kasus (14,1%) dari total kasus kanker. Beberapa faktor yang diduga meningkatkan kejadian kanker leher rahim yaitu faktor sosiodemografis yang meliputi usia, status sosial ekonomi, dan faktor aktivitas seksual. Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan kelompok yang .beresiko tinggi. Namun kanker stadium dini dapat ddideteksi menggunakan metode IVA. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, populasinya adalah semua WPS yang aktif datang ke Puskesmas Gondanglegi. Data yang diperoleh dari Puskesmas Gondanglegi, jumlah populasi 78 orang, pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan yang melatarbelakangi hal tersebut adalah >50% kategori pengetahuan cukup adalah 52,3%. Kata Kunci : Kanker Leher Rahim, Wanita Pekerja Seks (WPS), Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
Cover KTI
tidak tersedia
2014

BEBERAPA FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU SERUNI KELURAHAN JODIPAN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RANY REFILIA NUSWANTARI
NIM: 1102100101
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: (I) Jupriyono, S.Kp. M.Kes., (II) Jenny J.S. Sondakh, M.Clin Mid.
Subjek: faktor, asi
Lihat Abstraksi
Nuswantari, Rany Refilia, 2014. Beberapa Faktor yang Melatarbelakangi Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Seruni Kelurahan Jodipan Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: (I) Jupriyono, S.Kp. M.Kes., (II) Jenny J.S. Sondakh, M.Clin Mid. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sedini mungkin hingga bayi berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan tambahan lain bahkan air putih sekalipun. Keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi beberapa faktor seperti pendidikan, pengetahuan, dukungan dari keluarga, sikap/perilaku ibu, fisik ibu, psikologis, pekerjaan, sosial/budaya, dan faktor dari petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan dukungan keluarga yang melatarbelakangi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Posyandu Seruni Kelurahan Jodipan Kota Malang. Teknik penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 31 responden yaitu ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan cara datang ke posyandu dan kunjungan rumah. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa dari 31 responden didapatkan tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA yaitu sebanyak 20 responden (64,5%) dan hanya 5 responden (16,13%) memiliki pendidikan tertinggi yaitu Akademi/Perguruan Tinggi, sebanyak 19 responden (61,29%) tidak bekerja dan hanya sebagai ibu rumah tangga, sebanyak 28 responden (90,32 %) memiliki pegetahuan baik tentang ASI eksklusif, dan sebanyak 17 responden (54,84 %) keluarganya mendukung dalam pemberian ASI secara eksklusif. Pada penelitian ini ditemukan bahwa empat faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat berarti dalam mensukseskan pemberian ASI secara eksklusif. Kata Kunci: Keberhasilan ASI Eksklusif, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga
Cover KTI
tidak tersedia
2014

CITA RASA MAKANAN DAN DAYA TERIMA PASIEN YANG MENDAPATKAN MAKANAN BIASA DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FUTIKHATIM MUBAROKAH
NIM: 1103000096
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri ; Maryam Razak.
Subjek: MAKANAN, PASIEN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Futikhatim Mubarokah, 2014. Cita Rasa dan Daya Terima Pasien yang Mendapatkan Makanan Biasa di Rsud Dr. Saiful Anwar Malang. Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Bachyar Bakri, Pembimbing II : Maryam Razak. Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menyelenggarakan makanan secara swakelola bagi pasien rawat inap kelas I, II dan III. Dalam penyelenggaraan makanan perlu memperhatikan cita rasa, karena makanan yang tidak memiliki cita rasa yang tinggi akan menyebabkan konsumen tidak selera memakannya, sehingga terdapat sisa yang cukup banyak. Faktor utama yang akhirnya menentukan daya terima terhadap makanan adalah rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh makanan itu sendiri. Penelitian ini di latar belakangi oleh penelitian yang dilakukan oleh Roekistiningsih ddk, di lima rumah sakit yang ada dimalang yang menunjukkan bahwa penilaian mutu makanan yang meliputi rasa, aroma, tekstur, warna, cara penyajian, tingkat kematangan, variasi menu, besar porsi, kontaminasi makanan, suhu makanan, dan kebersihan alat saji di RSUD Dr Anwar Malang, RS Panti Nirmala Malang, RS Islam Malang dikategorikan Cukup, RST Tk II Dr Soepraoen Malang dikategorikan kurang dan di RS Panti Waluya Sawahan Malang dikategorikan baik. Untuk tingkat kepuasan pasien terhadap mutu makanan yang disajikan 46,97% adalah biasa dan 8,18% mengatakan tidak puas. Jenis penelitian ini yang dilakukan adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional dimana penelitian ingin mengetahui cita rasa makanan dan daya terima pasien yang mendapatkan makanan biasa.Penelitian Ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2014 dengan jumlah responden 30 orang. Variabel penelitian adalah cita rasa dan daya terima makanan, responden dalam penelitian ini adalah Responden yang mendapatkan makanan biasa rawat inap kelas III. Jenis data yang dikumpulkan meliputi gambaran umum penyelenggaraan makanan, gambaran umum responden, penilaian cita rasa makanan, daya terima pasien dan hubungan cita rasa makanan dengan daya terima. Pengumpulan data dengan cara memberikan kuesioner dan penimbangan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan uji Chi-Square kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap cita rasa makan siang yang disajikan (56,7%) menyatakan baik dan (43,3%) menyatakan kurang baik, untuk daya terima responden terhadap makan siang adalah (79,9%) baik dan (20,1%) kurang. Berdasarkan uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara cita rasa makanan dengan daya terima makan responden. Disarankan kepada pihak Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang agar lebih memperhatikan suhu makanan yang akan diberikan pasien dengan cara penambahan trolley pemanas di setiap ruangan perawatan dan Perlunya memperhatikan bentuk makanan agar tidak monoton serta tekstur dan tingkat kematangan makanan agar makanannya tidak terlalu keras atau over cooking. Kata Kunci : Cita Rasa, Daya Terima, Makanan Biasa.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

DAYA TERIMA DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUANG RAWAT INAP RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: Mega Nenda Tyas Saputri
NIM: 1103000059
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Nurul Hakimah dan Sri Endang Surowati
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mega Nenda Tyas Saputri, 2014. Daya Terima dan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Pasien Penyakit Jantung Koroner di Ruang Rawat Inap RSU Haji Surabaya. Program Studi D III Gizi Malang, Jurusan Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Yang dibimbing oleh : Pembimbing I Nurul Hakimah dan Pembimbing II Sri Endang Surowati Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang disebabkan penyempitan arteri koroner, mulai dari terjadinya aterosklerosis (kekakuan arteri) maupun yang sudah terjadi penimbunan lemak atau plak (plague) pada dinding arteri koroner. Tujuan umum penelitian ini yaitu menganalisis daya terima serta tingkat konsumsi energi, kolesterol, asam lemak jenuh (SAFA), asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan natrium pasien penyakit jantung koroner di ruang rawat inap RSU Haji Surabaya. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui gambaran umum penyelenggaraan makanan di RSU Haji Surabaya, daya terima responden, serta tingkat konsumsi tingkat konsumsi energi, kolesterol, asam lemak jenuh (SAFA), asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), dan natrium dari daya terima menu makanan yang disajikan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan Maret – April 2014. Subjek penelitian sebanyak 5 responden dengan criteria yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan berupa gambaran umum responden, data daya terima, dan data tingkat konsumsi zar gizi responden. Cara pengumpulan data gambaran umum responden diperoleh dari observasi dan wawancara pada responden, daya terima diperoleh melalui menimbang berat sisa makanan pasien (food weighing), data tingkat konsumsi zat gizi diperoleh diperoleh melalui mengkonversikan daya terima pasien kedalam bentuk energi (kkal), kolesterol (mg), SAFA (g), PUFA (g), dan natrium (mg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 (20%) responden dengan daya terima baik dan 4 (80%) responden dengan daya terima buruk. Rata-rata tingkat konsumsi energi responden dalam kategori defisit tingkat berat sebanyak 4 (80%) responden dan dalam kategori diatas AKG sebanyak 1 (20%) responden. Rata-rata tingkat konsumsi kolesterol seluruh responden (100%) termasuk dalam kategori baik. Rata-rata tingkat konsumsi asam lemak jenuh (SAFA) yaitu sebanyak 2 (40%) responden dalam kategori baik dan 3 (60%) responden dalam kategori buruk. Rata-rata tingkat konsumsi asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) yaitu sebanyak 1 (20%) responden dalam kategori normal dan 4 (80%) responden dalam kategori defisit. Rata-rata tingkat konsumsi natrium yaitu 3 (60%) responden tergolong normal, 1 (20%) responden tergolong tinggi, dan 1 (20%) responden tergolong rendah. Kata kunci : Penyakit jantung koroner, daya terima, tingkat konsumsi energi, kolesterol, asam lemak jenuh (SAFA), asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan natrium
Cover KTI
tidak tersedia
2014

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG RANGE OF MOTION PADA KELUARGA PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS DI IRNA II RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PRIO ISMANTO
NIM: 1101100160
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr.Susi Milwati, SKp.MPd, Setyo Harsoyo SKM.M.Kes
Subjek: Pendidikan Kesehatan, Range Of Motion,Pengetahuan/Psikomotorik, Keluarga,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ismanto,Prio 2014. Efektifitas Pendidikan Kesehatan tentang Range Of Motion pada Keluarga Pasien Fraktur Ekstremitas di IRNA II Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Dr.Susi Milwati, SKp.MPd, Setyo Harsoyo SKM.M.Kes. Kata kunci :Pendidikan Kesehatan, Range Of Motion,Pengetahuan/Psikomotorik, Keluarga. Pasien pasca operasi fraktur ekstremitas pada hari kedua takut untuk melakukan gerak, tampak bengkak pada daerah sekitar operasi. Pasien mengeluh nyeri jika perawat akan menggerakan kakinya. Pasien tidak mau untuk melakukan gerak sendiri pada daerah operasi karena takut nyeri. Keluarga sering bertanya kapan dan bagaimana cara membantu rehabilitasi atau mobilisasi pasien setelah operasi, keluarga takut salah posisi dan pasien bertambah nyeri. Selama ini pendidikan kesehatan yang telah diberikan melalui kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah, namun belum dilakukan pendidikan kesehatan secara demonstrasi. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan tentang range of motion pada keluarga pasien fraktur ekstremitas di IRNA II Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian deskriptif survey. Populasi adalah semua keluarga pasien fraktur ekstremitas di IRNA II. Sampel di ambil dengan purposive sampling, sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar observasi. Data disajikan dalam bentuk tabulasi, analisa dengan cara penilaian pengetahuan dan psikomotorik untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan. Hasil penelitian didapatkan 26 responden (86,67%) memiliki pengetahuan baik, 23 responden (76,67%) memiliki psikomotorik baik dan hasil pengetahuan dan psikomotorik dari 30 responden dengan kriteria baik ≥ 75% maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan tentang range of motion efektif diberikan kepada keluarga pasien fraktur ekstremitas di IRNA II Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Disarankan bagi responden (keluarga pasien) dapat melanjutkan melakukan range of motion pada keluarganya yang sakit di rumah sesuai instruksi dokter. Dan perawat di ruang 19 untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang range of motion secara demonstrasi pada keluarga fraktur ekstremitas secara terencana.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

EFEKTIFITAS PENYULUHAN ANTARA METODE CERAMAH DAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP ASI) DI DESA PALAAN KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINAR ULUL AZMI
NIM: 1103000061
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu K dan Hasan Aroni,
Subjek: efektifitas penyuluhan, ceramah,demonstrasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK AZMI, DINAR ULUL. 2014. Efektifitas Penyuluhan Antara Metode Ceramah Dan Metode Demonstrasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) Di Desa Palaan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Di bawah bimbingan : I Nengah Tanu K dan Hasan Aroni, Anak tergantung sepenuhnya pada perawatan dan pemberian makanan oleh ibunya dalam periode pemberian MP-ASI. Oleh karena itu, pengetahuan dan sikap ibu sangat berperan, sebab pengetahuan tentang MP-ASI dan sikap yang baik terhadap pemberian MP-ASI akan menyebabkan seseorang mampu menyusun menu yang sesuai untuk anak (Sediaoetama, 2000). Dengan demikian dibutuhkan kegiatan penyuluhan tentang pemberian MP ASI kepada ibu anak usia 6-24 bulan di Desa Palaan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang untuk meningkatkan tingkat pengetahuan ibu yang pada akhirnya mampu memperbaiki sikap ibu dalam memberikan MP ASI kepada anak usia 6-24 bulan sehingga dapat meningkatkan status gizi anak tersebut. Beberapa jenis metode penyuluhan yang bisa digunakan dalam penyuluhan adalah metode ceramah dan metode demonstrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penyuluhan antara metode ceramah dan metode demonstrasi terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) di Desa Palaan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain two group pra-post test. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang dipilih dengan teknik quota sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi tingkat pendidikan, usia dan tingkat pengetahuan responden. Data sekunder diperoleh dari data demografi Desa Palaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan target penyuluhan sebesar 80% terlihat bahwa efektifitas penyuluhan dengan metode ceramah sebesar 34.25% dan efektifitas penyuluhan dengan metode demonstrasi sebesar 52%. Petugas kesehatan agar memperhatikan dan selalu mendukung penggunaan metode demonstrasi terhadap penyampaian informasi terutama mengenai kesehatan sehingga pemahaman informasi yang disampaikan lebih optimal. Kata kunci : Efektifitas Penyuluhan Dengan Metode Ceramah, efektifitas Penyuluhan Dengan Metode Demonstrasi, Tingkat Pengetahuan Ibu
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan