Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4651–4660 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN KOMPLIKASI GANGREN DIGITI V PEDIS (S) DAN HIPERTENSI STATE I (STUDI KASUS DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA)

Lihat Detail Karya
Penulis: WIDY DARMAWATI
NIM: 1103000080
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S. Rum Teguh K.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI WIDY DARMAWATI (2014). Asuhan Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Dengan Komplikasi Gangren Digiti V Pedis (S) Dan Hipertensi State I. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Diniyah Kholidah, Pembimbing II : S. Rum Teguh K. Menurut data IDF (International Diabetes Federation), Indonesia adalah negara dengan penderita diabetes melitus ke-10 terbanyak di dunia pada tahun 2011 dan meningkat menjadi peringkat ke-7 pada tahun 2012. World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penduduk Indonesia yang menderita diabetes melitus dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta penduduk pada tahun 2030. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2007 oleh Departemen Kesehatan, menunjukan bahwa prevalensi diabetes melitus di daerah urban Indonesia untuk usia diatas 15 tahun sebesar 5,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan Komplikasi Gangren Digiti V (S) dan Hipertensi State I di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut kadar gula darah acak pasien mengalami penurunan dari 509 mg/dl hingga 88 mg/dl. Sedangkan kadar creatinin serum pasien mengalami peningkatan dari 0,98 mg/dl hingga 1,3 mg/dl, hal ini dapat menyebabkan pasien memiliki resiko komplikasi nefropati diabetik. Kadar albumin mengalami penurunan dari 2,85 g/dl menjadi 2,10 g/dl, hal ini dapat menyebabkan pasien mengalami hipoalbumin. Perkembangan fisik pasien yaitu tekanan darah pasien mengalami penurunan selama 3 hari pengamatan yang pada awalnya dapat mencapai 150/70 mmHg turun hingga 130/60 mmHg. Sedangkan pada saat pengamatan hari keempat mengalami kenaikkan dari 130/60 mmHg naik menjadi 140/80 mmHg. Perkembangan diet pasien tidak mengalami perubahan selama asuhan gizi dilakukan. Diet pasien tetap yaitu Diet DM G 1900 kkal + Diet RG II. Evaluasi asupan makan dilakukan selama 4 hari dengan rata-rata recall sebesar: E = 1060 kkal (55,7%), P = 46,3 gram (51,4%), L = 31,05 gram (72,7%), KH = 164,3 gram (52,7%), Na = 737,7 gram (92,17 %). Berdasarkan data di atas asupan makan pasien dapat dikatakan masih kurang sehingga membutuhkan peningkatan asupan makan yang berguna untuk meningkatkan status gizi dan membantu memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Materi yang diberikan pada saat penyuluhan dan konsultasi gizi adalah Diet Nasi DM G 1900 kkal dan Diet RG (Rendah Garan II). Kata Kunci : Diabetes Melitus, Gangren, Asupan Makan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DM NEFROPATI DENGAN HEMODIALISA DI RUANG ILMU PENYAKIT DALAM (IPD) 28 RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA HUTAMI
NIM: 1103000078
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini dan Endang Widajati.
Subjek: gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dina Hutami, 2014. Asuhan Gizi Pada Pasien DM Nefropati dengan Hemodialisa di Ruang Ilmu Penyakit Dalam (IPD) 28 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Yang di bimbing oleh : Dwie Soelistyorini dan Endang Widajati. Penyakit DM nefropaty merupakan peningkatan ekskresi albumin urin yang tidak disebabkan oleh penyakit ginjal yang lain atau secara klasik ditandai dengan adanya protein urin >50 g/24 jam. Penyebab utama seseorang mengalami gagal ginjal terminal hingga membutuhkan pelayanan hemodialisis adalah akibat penyakit diabetes dan hipertensi. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu mengetahui asuhan gizi pada pasien penyakit DM Nefropaty dengan Hemodialisa di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui karakteristik pasien, melakukan pengkajian gizi atau assesment gizi yang meliputi antropometri, biokimia, pemeriksaan fisik dan klinis serta riwayat gizi pada pasien, mempelajari diagnosa gizi, merencanakan intervensi gizi dan melakukan monitoring serta evaluasi gizi pada pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional studies dengan desain penelitian berupa case studies yang dilaksanakan pada bulan Maret 2014. Subjek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap berjenis kelamin perempuan yang menderita penyakit DM Nefropati dengan Hemodialisa dan sedang dirawat di ruang Ilmu Penyakit Dalam (IPD) 28 kelas III RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik pasien, antropometri, biokimia, fisik dan klinis, riwayat gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi serta monitoring dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mempunyai status gizi sangat gemuk (obese). Pasien didiagnosa gizi berupa peningkatan kebutuhan Fe dan albumin, penurunan kebutuhan cairan, natrium dan kalium, kekurangan intake makanan dan minuman oral, kekeliruan pola makan, ketidaksesuaian intake jenis karbohidrat, dan ketidakmampuan dalam memonitor diri sendiri. Diet yang diberikan berupa diet DM B 1700 kkal RG II dalam bentuk lunak. Pasien juga diberikan konseling gizi mengenai diet diabetes melitus, dialisa dan rendah garam. Rata – rata tingkat konsumsi energi selama 5 hari pengamatan yaitu 84,6% (baik), protein 74% (sedang), lemak 73,9% (sedang), karbohidrat 91,3% (baik), rata – rata asupan natrium yaitu 1019 mg, kalium 1686 mg dan cairan 510 ml (telah sesuai). Setelah 5 hari pengamatan, status gizi pasien menjadi gemuk, masalah hiperkalemia menjadi normal, tekanan darah normal, edema berkurang, namun masalah anemia dan hipoalbuminemia tetap ditemukan. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada ahli gizi untuk memberikan edukasi terkait pentingnya mematuhi terapi diet dan meningkatkan kolaborasi tenaga medis untuk mengatasi masalah kesehatan yang di derita oleh pasien. Kata kunci : Penyakit DM Nefropati, Hemodialisa, Asuhan Gizi .
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DAN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EVIANITA ISCAHYANA PUTRI
NIM: 1103000016
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan Diniyah Kholidah, SST, S.Gz., MPH.
Subjek: gizi, pasien gagal jantung
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Evianita Iscahyana Putri, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Gagal Jantung dan Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing : Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan Diniyah Kholidah, SST, S.Gz., MPH. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu kemudian diikuti penyakit pernafasan dan infeksi pada semua kelompok usia. Prevalensi penyakit gagal jantung meningkat seiring dengan bertambahnya umur, tertinggi pada umur 65-74 tahun (0,5%) dan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (0,2%) dibanding laki–laki (0,1%). Kerusakan jantung dapat disebabkan karena penyakit lain seperti penyakit tuberkulosis paru yang tidak cepat terselesaikan. Salah satu penatalaksanaan pada pasien gagal jantung dan tuberkulosis paru yaitu dengan pemberian diet jantung. Berdasarkan permasalahan peneliti ingin mengetahui bagaimana asuhan gizi pada pasien gagal jantung dan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case studies di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang pada tanggal 1-7 Mei 2014 dengan subyek penelitian yaitu seorang pasien perempuan di ruang 24B dengan diagnosis medis gagal jantung dan tuberkulosis paru, mendapatkan terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik subyek, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet Jantung II lunak 1496 kkal. Rata–rata tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien dalam kategori baik, rata–rata tingkat konsumsi protein, lemak dan karbohidrat pasien sesuai dengan yang dianjurkan. Hasil pemeriksaan biokimia pasien menunjukkan adanya gangguan fungsi jantung sedangkan pemeriksaan fisik klinis pasien menunjukkan keluhan sesak nafas pasien berkurang. Melalui pengukuran antropometri yaitu berat badan dan tinggi badan menunjukkan status gizi pasien kurang. Terapi edukasi berupa konseling gizi dan motivasi menunjukkan bahwa pasien dan keluarga pasien telah memahami dengan baik materi yang telah diberikan. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Gagal Jantung, Tuberkulosis Paru, Tingkat Konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DAN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) DENGAN HEMODIALISIS (STUDI KASUS DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG)

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA WULAN SUCI RAHAYU
NIM: 1103000065
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SGz., MPH dan Sutomo Rum Teguh K, SKM., M.Kes
Subjek: gizi,pasien
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Eka Wulan Suci Rahayu, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Hipertensi dan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dengan Hemodialisis Di Ruang 27 Ilmu Penyakit Dalam RSU. Dr. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Diniyah Kholidah, SGz., MPH dan Sutomo Rum Teguh K, SKM., M.Kes. Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah medik, sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi pasien dan keluarga, khususnya di Negara-negara yang sedang berkembang yang memiliki sumber-sumber terbatas untuk membiayai pasien dengan gagal ginjal terminal. Jumlah penderita penyakit ginjal kronik terus meningkat dan diperkirakan pertumbuhannya sekitar 10% setiap tahun. Selain penyakit ginjal kronik, hipertensi telah mempengaruhi kurang lebih 25% populasi dewasa di seluruh dunia. Prevalensinya diperkirakan meningkat sampai 60% pada tahun 2025. Kondisi ini merupakan faktor risiko mayor terjadinya penyakit kardiovaskuler dan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Prevalensi yang tinggi ini juga merupakan penyebab penting terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien asuhan gizi pada pasien Hipertensi dan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dengan Hemodialisis di Ruang 27 Ilmu Penyakit Dalam RSU. Dr. Siful Anwar Malang. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain studi kasus di RSU. Dr. Siful Anwar Malang pada tanggal 24 Maret sampai dengan 3 April 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di ruang 27 Ilmu Penyakit Dalam dengan diagnosis Hipertensi dan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dengan Hemodialisis, mendapat terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet Dialisa I dan Rendah Garam; energi 1730 Kkal, protein 58,3 gram, lemak 48,1 gram, karbohidrat 269,8 gram dan natrium 600 – 800 mg. Asupan energi dan zat gizi dari hari kehari mengalami penurunandari hari ke-1 sampai hari ke-3, hal ini disebabkan karena pasien merasa mual dan tidak mampu menghabiskan makanannya, namun pada hari ke-5 sampai hari ke-7 terjadi peningkatan karena terjadi perubahan bentuk makanan dari makanan biasa ke makanan saring. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien tergolong kategori kurang, hal ini disebabkan karena pasien mengalami penurunan nafsu makan dan terkadang merasa mual, sehingga asupan makan pasien kurang maksimal setelah dilakukan hemodialisis. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Penyakit Ginjal Kronik
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN KAD (KETOASIDOSIS DIABETIK), AZOTEMIA DAN TUBERKULOSIS DISERTAI SOB (SHORTNESS OF BREATH) (STUDI KASUS DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG)

Lihat Detail Karya
Penulis: RIA FAUZIYAH
NIM: 11003000133
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes dan S. Rum Teguh R, SKM,. MKes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ria Fauziyah, 2014. Asuhan Gizi Pada Pasien KAD (Ketoasidosis Diabetik), Azotemia dan Tuberkulosis disertai SOB (Shortness Of Breath) di R.23 Infeksi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes dan S. Rum Teguh R, SKM,. MKes. Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan hormone insulin secara absolut atau relative. Diabetes mellitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Serta diabetes mellitus dapat ditemukan pada pasien yang berobat infeksi saluran kemih dan tuberkulosis paru. Hal ini disebabkan karena penderita diabetes mellitus mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi, khususnya tuberkulosis paru. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien KAD (Ketoasidosis Diabetik), Azotemia Dan Tuberkulosis Disertai SOB (Shortness Of Breath) di R.23 Infeksi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain case studies di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang pada tanggal 12 Mei sampai dengan 16 Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di Ruang 23 Infeksi dengan diagnosis Tb Paru, Diabetes Melitus, dan Azotemia mendapat terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet DM B2 1900 + Ekstra Nephrisol. Asupan energi dan zat gizi dari hari kehari mengalami peningkatan dan penurunan, hal ini disebabkan karena pasien mengalami penurunan nafsu makan yang disebabkan adanya sesak dan pasien selalu mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit, sehingga asupan makan pasien kurang maksimal. Kesimpulan berdasarkan hasil observasi, intervensi yang diberikan kepada pasien sudah berhasil dikarnakan secara biokimia rata-rata hasil laboratorium mengalami peningkatan menuju ke nilai normal dan ada beberapa yang sudah normal. Tetapi perlu adanya motivasi terus agar pasien tidak mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit. Kata Kunci : Asuhan gizi, Ketoasidosis Diabetik ,Sort of Breath, Tuberkulosis, Azotemia
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN KANKER OVARIUM STADIUM IV DENGAN METASTASE PARU DI RUANG MERAK RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA KHOIRUNISSA
NIM: 1103000122
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang Prodi DIII Gizi
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan Dwie Soelistyorini, SST.,M.Kes.
Subjek: KANKER OVARIUM STADIUM IV
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anisa Khoirunissa, 20014. Asuhan Gizi pada Pasien Kanker Ovarium Stadium IV dengan Metastase Paru di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan Dwie Soelistyorini, SST.,M.Kes. Kanker ovarium merupakan tumor ganas pada ovarium yang paling sering ditemukan pada wanita remaja, dewasa, maupun lansia. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui system pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru. Metastasis merupakan penyebaran kanker dari suatu organ tubuh ke organ tubuh lainnya seperti ke otak, tulang dan paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan gizi pasien kanker ovarium di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain case studies di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 12 Mei sampai dengan 15 Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di ruang Merak dengan diagnosis Kanker Ovarium Stadium IV dengan Metastase Paru, mendapat terapi diet dari rumah sakit, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi data identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukurandan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet TETP 2393 kkal. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien tergolong ketegori deficit, yang disebabkan karena pasien mengalami penurunan nafsu makan dan terkadang merasa mual, sehingga asupan makan pasien kurang maksimal. Asuhan Gizi telah dilakukan pada pasien Kanker, meliputi Assesment, Identifikasi Masalah, Intervensi Gizi dan Monitoring Evaluasi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk penelitian lanjutan dengan menggunakan hari pengamatan yang lebih lama agar mendapatkan data yang lebih akurat. Kata Kunci : Asuhan Gizi, Kanker Ovarium , Metastase Paru
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DENGAN KOMPLIKASI HIDRONEFROSIS DI RUANG MERAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: Lidya Anggraeni
NIM: 1103000075
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Lihat Abstraksi
Lidya Anggraeni, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Kanker Serviks dengan Komplikasi Hidronefrosis di Ruang Merak Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes dan drg. Rinawati Basuki, M.Kes Penyakit kanker serviks di Indonesia memiliki prevalensi yaitu 1,4 per 1000 penduduk, dimana dalam setahun Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya memperkirakan terdapat 700-800 pasien baru. Infeksi virus HPV telah diakui sebagai faktor terbesar namun disamping itu juga sering dikaitkan dengan faktor lingkungan (polusi, bahan kimia, dan virus), dan makanan yang mengandung bahan karsinogen. Gangguan gizi yang dapat ditimbulkan pada pasien penyakit kanker dinamakan kakeksia yang manifestasi klinisnya adalah anoreksia, penurunan berat badan, lemas, anemia, KEP dll. Asuhan gizi yang adekuat terbukti memperbaiki status gizi, mencegah terjadinya malnutrisi dan dampaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien kanker serviks dengan komplikasi hidronefrosis di ruang Merak Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Observasional Studies dengan menggunakan rancangan penelitian case study pada satu pasien selama 5 hari. Pasien yang diamati berusia 46 tahun, memiliki status gizi kurang, kadar Hb dan albumin rendah masing-masing sebesar 4,9 mg/dl dan 2,4 g/dL. Data yang diperoleh dilakukan tabulasi, dikategorikan, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya peningkatan hasil konseling gizi sehingga menyebabkan atingkat konsumsi energi pasien yang masih rendah namun terdapat peningkatan asupan makan sebelum dan sesudah dilakukan asuhan gizi terbukti dari hasil wawancara terhadap keluarga. Diharapkan penelitian ini dapat dilakukan di tempat yang berbeda untuk pasien kanker seviks dengan komplikasi hidronefrosis sehingga dapat menunjang kesembuhan pasien. Kata kunci : Asuhan Gizi, Penyakit Kanker Serviks, Hidronefrosis
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN LIMFOMA NON HODGKIN STADIUM III DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: DIANA CITRA ARISTHA DEWI
NIM: 1103000110
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S. Rum ; Teguh K.
Subjek: gizi, limfoma
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI DIANA CITRA ARISTHA DEWI (2014). Asuhan Gizi Pada Pasien LNH (Limfoma Non Hodgkin) Supra- Infra Clavicular (S), Paraaorta,Parailiaca (D) Malignant Round Cell Tumor stadium III B + Anemia + Hipoalbumin. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Diniyah Kholidah, Pembimbing Pendamping : S. Rum Teguh K. World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penduduk Indonesia yang menderita Kanker dari 6,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 9,3 juta penduduk pada tahun 2030. Hasil penelitian ini menunjukkan status gizi pasien saat kegiatan intervensi gizi selama 4 hari belum menunjukkan perubahan. BB, TB dan IMT sebelum studi kasus dan setelah studi kasus sama yaitu: 52,25 kg, TB: 169 cm dan IMT 18,29. Pada pemeriksaan suhu tubuh selama 4 hari berada dalam kondisi normal yaitu antara 37ºC. Pada pemeriksaan tekanan darah, nadi dan RR mengalami kenaikan dan penurunan. Untuk tekanan darah pada hari pertama sampai keempat yaitu 90/60 mmHg, 94/63 mmHg, 116/77 mmHg, 110/70 mmHg, untuk nadi selama 4 hari yaitu 110 ×/menit, 94 ×/menit, 126 ×/menit, 120 ×/menit dan RR selama 4 hari intervensi gizi adalah 18 ×/menit,18 ×/menit, 20 ×/menit, 20 ×/menit.. Diet pasien tetap yaitu Diet TETP + Diet RG. Asuhan gizi dilakukan selama 3 hari dengan hasil rata-rata % asupan energi dan zat gizi selama studi kasus adalah: Energi =1846,95 kkal (77,2 %), Protein = 58,55 gram (65,3 %), Lemak = 61,1gram (92 %), KH = 172,5 gram (48,1 %), Fe = 20,79 mg (159,9%), Vitamin C = 212,25 mg (353%), Na = 571,6 mg (95,2%), dengan dilakukan evaluasi selama 3 hari. Materi yang diberikan pada saat penyuluhan dan konsultasi gizi adalah Diet TETP 2300 Kkal dengan pembatasan cairan. Kata Kunci : Limfoma Non-Hodgkin, Asupan Makan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK DENGAN SUSPECT ACUTE LUNG OEDEMA DI GEDUNG SHOFA RUANG III A RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: ICHA MARDIANA
NIM: 1103000063
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST., S. Gz., MPH dan Endang Widajati, SST., M. Kes
Subjek: GIZI, PASIEN
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Icha Mardiana, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Nefropati Diabetik dengan Suspect Acute Lung Oedema di Gedung Shofa Ruang III A RSU Haji Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Diniyah Kholidah, SST., S. Gz., MPH dan Endang Widajati, SST., M. Kes. Penyakit nefropati diabetik secara klinis didefinisikan oleh adanya protein urine lebih dari 300 – 500 mg per hari, suatu jumlah yang dapat dideteksi oleh urinalisis. Nefropati diabetik terutama disebabkan oleh gangguan fungsi glomerulus. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui asuhan gizi pada pasien penyakit nefropati diabetik dengan suspect acute lung oedema di RSU Haji Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional studies dengan desain penelitian berupa case studies yang dilaksanakan selama 15 hari pada tanggal 25 Maret – 8 April 2014. Data yang dikumpulkan yaitu data karakteristik pasien, data antropometri, data biokimia, data fisik klinis, data riwayat gizi pasien, data diagnosa gizi, data intervensi gizi dan data monitoring evaluasi. Pasien berjumlah satu orang, berjenis kelamin laki-laki berusia 48 tahun, memiliki status gizi normal dengan diagnosa nefropati diabetik serta suspect acute lung oedema. Pasien di diagnosa gizi berupa peningkatan kebutuhan Fe dan albumin, kekurangan intake makanan oral dan kekeliruan pola makan. Diet yang diberikan adalah diet diabetes melitus B2 dan rendah garam II 2100 kalori selama 4 hari kemudian dilanjutkan dengan diet diabetes melitus B3 dan rendah garam II 2300 kalori selama 11 hari dalam bentuk lunak. Pasien juga diberikan konseling gizi. Rata-rata tingkat konsumsi energi selama 15 hari pengamatan yaitu 46,9% (buruk), protein 55,9% (kurang), lemak 52,8% (kurang) dan karbohidrat 42,3% (buruk). Hasil penelitian menunjukkan belum adanya peningkatan hasil konseling gizi sehingga menyebabkan tingkat konsumsi pasien belum mencapai kebutuhan. Kata kunci : Asuhan Gizi, Nefropati Diabetik, Terapi Diet, DM B2, DM B3
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK DI RUANG RAWAT INAP WIJAYA KUSUMA C RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: GALUH CAHYAWATI
NIM: 1103000053
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz. M.Kes dan Sutomo Rum Teguh K, SKM, M.Kes
Subjek: GIZI, NEFROPATI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ASUHAN GIZI PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK DI RUANG RAWAT INAP WIJAYA KUSUMA C RSUD DR. SOEDONO MADIUN Oleh: Galuh Cahyawati NIM 1103000053 Dosen pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz. M.Kes dan Sutomo Rum Teguh K, SKM, M.Kes Nefropati diabetik merupakan salah satu komplikasi paling serius dari penyakit Diabetes Mellitus yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Strategi untuk memperlambat progresifitas nefropati diabetik adalah melakukan penatalaksanaan diet yang tepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan gizi yang tepat diberikan pada pasien nefropati diabetik. Penelitian dilakukan pada seorang pasien nefropati diabetik yang dirawat di RSUD dr.Soedono Madiun. Data yang dikumpulkan meliputi data keterangan individu; data dasar yang meliputi data antropometri, bioimia, fisik klinis dan riwayat gizi pasien saat masuk rumah sakit; diagnosa gizi dari masalah yang ada pada data dasar; intervensi gizi yang terdiri dari perencanaan diet dan perencanaan edukasi, dan monitoring evaluasi. Data-data tersebut diperoleh dari catatan medik dengan pencatatan, wawancara, pengukuran langsung, observasi dan perhitungan. Semua data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Intervensi terapi diet meiputi pemilihan jenis diet Diabetes Mellitus Rendah Protein Rendah Garam II dengan bentuk makanan lunak dan bahan makanan yang mengandung rendah GI dan protein biologis tinggi. sedangkan terapi edukasi diberikan setiap hari selama penelitian. Hasil dari intervensi yang diberikan pada pasien ditunjukkan dengan keberhasilan terapi edukasi juga terlihat pada kepatuhan pasien dalam menghabiskan makanan sehingga waste semakin menurun. Selain itu terjadi perubahan tingkat konsumsi yang semakin meningkat serta dari hasil perkembangan fisik klinik salah satunya dilihat dari edema yang berkurang dan sesak nafas yang mulai hilang. Hasil perkembangan laboratorium menunjukkan perubahan namun masih termasuk kategori tinggi disebabkan karena pengontrolan kadar gula darah dan tekanan darah yang belum baik, selain itu masih kurang adanya kolaborasi dengan tim medis lain. Kata Kunci : Nefropati diabetik, intervensi, terapi diet, terapi edukasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan