Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4641–4650 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2014

GAMBARAN KELUHAN AKSEPTOR DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) PADA WANITA USIA SUBUR DI BPM YULIDA TI’ANI, S.ST DESA LANGLANG KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FATMALA MEGA ARI YUDA
NIM: 1102100086
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. , Ika Yudianti, S.ST., M.Keb
Subjek: AKSEPTOR DMPA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yuda, Fatmala Mega Ari, 2014. Gambaran Keluhan Akseptor Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) pada Wanita Usia Subur di BPM Yulida Ti’ani, S.ST Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Ika Yudianti, S.ST., M.Keb Keluarga Berencana adalah upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum dan moral. Survei pendahuluan akseptor KB paling banyak memilih KB suntik DMPA. Efek samping penggunaan DMPA antara lain gangguan haid, masalah berat badan, sakit kepala, hipertensi dan stroke. Survey pendahuluan akseptor DMPA memiliki beberapa keluhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran keluhan akseptor DMPA pada wanita usia subur di BPM Yulida Ti’ani. Desain penelitian deskriptif, populasi sebanyak 436 orang akseptor DMPA, sampling menggunakan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 45 responden sesuai kriteria inklusi yang kebetulan tersedia selama penelitian. Responden mengisi lembar kuesioner, dilakukan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan glukosa darah acak. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan didapatkan sebagian besar responden (77.78%) memiliki keluhan amenorrhea, sebagian responden (48.89%) nafsu makannya meningkat, sebagian kecil responden (37.78%) berat badannya meningkat, sebagian kecil responden (33.33%) kadang-kadang keputihan, sebagian kecil responden (26.67%) mengalami penurunan libido, sebagian kecil responden (22.22%) tekanan darahnya meningkat, sangat sedikit responden (2.22%) tergolong kategori DM, sehingga DMPA aman menjadi pilihan kontrasepsi untuk wanita usia subur. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan supaya bidan melakukan konseling terhadap akseptor DMPA tentang efek samping yang mungkin dialami sebelum dan saat menjadi akseptor. Kata Kunci : Keluhan Akseptor, Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), Wanita Usia Subur
Cover KTI
tidak tersedia
2014

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MP-ASI DINI DENGAN FREKUENSI MORBIDITAS BAYI DI PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HELMI ESTU PAMUJI
NIM: 1102100063
Program Studi: POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.Si.T., M.Kes.; Budi Suharno, S.Kp., M.Kes.
Subjek: mp-asi, frekuensi, morbiditas
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pamuji, Helmi. 2014. Hubungan Antara Pemberian MP-ASI Dini Dengan Frekuensi Morbiditas Bayi di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Tarsikah, S.Si.T., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. Pemberian MP-ASI dibawah usia enam bulan berisiko mengundang berbagai macam penyakit kedalam tubuh bayi. Hal ini disebabkan sistem imunitas bayi yang usianya kurang dari enam bulan belum sempurna. Dalam data cakupan ASI eksklusif tahun 2013 Kabupaten Malang, Kecamatan Pakis merupakan daerah yang paling rendah cakupan ASI eksklusifnya. Dari 1742 bayi yang diperiksa hanya 234 bayi yang diberi MP-ASI pada usia 6 bulan (13,43%). Berarti masih banyak bayi yang sudah mendapatkan MP-ASI sebelum usia 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan frekuensi morbiditas bayi di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Desain penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Populasinya sebanyak 332 bayi berusia 7-12 bulan yang periksa di Pusekesmas Pakis pada Juli-Desember 2013, sampling menggunakan teknik simple random sampling secara undian dengan jumlah sampel sebanyak 77 bayi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan formulir MTBM, MTBS dan formulir pengumpulan data, kemudian data dianalisa dengan rumus chi-square dan didapatkan bahwa X2 hitung (29.365) > X2 tabel (3.841) yang menunjukkan adanya hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan frekuensi morbiditas bayi di Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bidan disarankan untuk meningkatkan promosi penggunaan ASI Eksklusif. Kata Kunci : Frekuensi Morbiditas, Makanan Pendamping ASI, Morbiditas Bayi, MP-ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PEMBUATAN RANCANGAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) RESEP TELUR BUMBU KUNING PADA MENU PASIEN VIP DI RSUP SANGLAH DENPASAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIANI HARYA ANUGRAHENI
NIM: 1103000089
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, Grad Dpl Food Sci MFT & Theresia Puspita, STP., MP
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Noviani Harya Anugraheni, 2014 : Pembuatan Rancangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Resep Telur Bumbu Kuning pada Menu Pasien VIP di RSUP Sanglah Denpasar. (Di bawah bimbingan : Yohanes Kristianto, Grad Dpl Food Sci MFT & Theresia Puspita, STP., MP). HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) adalah suatu sistem jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau penghayatan bahwa hazard (bahaya) dapat timbul pada berbagai titik atau tahap produksi tertentu, tetapi dapat dilakukan pengendalian untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan rancangan HACCP resep telur bumbu kuning pada menu pasien VIP di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian dilakukan pada tanggal 17 April 2014 di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar dalam uji kelaikan fisik higiene sanitasi makanan jasaboga dibandingkan dengan Permenkes RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 telah memenuhi syarat kelaikan higiene sanitasi sehingga rancangan HACCP dapat diterapkan. Pada proses penerapan HACCP untuk pembuatan resep telur bumbu kuning pada menu pasien VIP di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar terdapat beberapa bahaya yang mungkin terjadi di beberapa tahapan proses produksinya, salah satunya adalah terdapat Salmonella enteritidis yang merupakan bakteri patogen pada telur ayam. Hal ini dapat dicegah dengan memperhatikan proses indikator keamanan pangan mulai dari penerimaan hingga distribusi ke pasien, memperhatikan suhu dan waktu pengolahan serta proses yang sesuai dengan higiene dan sanitasi yang baik. Saran dari penelitian ini adalah walaupun RSUP Sanglah Denpasar sudah melakukan uji laboratorium air, tes kesehatan karyawan serta uji makanan yang sudah sesuai dengan Permenkes RI Nomor : 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang persyaratan hygiene sanitasi, namun perlu dilakukan kontrol ulang terhadap serangga dan binatang pengerat, karena pada ruang pengolahan masih dijumpai hama tersebut. Monitoring dapat dilakukan dengan mencari tempat persembunyian serangga dan binatang pengerat, setelah itu melakukan pembasmian dengan menggunakan insektisida dan rodentisida, dilakukan dengan hati-hati dan harus dijaga serta dibatasi sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong serta produk akhir. Kata Kunci : Higiene Sanitasi, HACCP, Keamanan Pangan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH ANTARA POSISI DUDUK DENGAN POSISI BERBARING PADA PASIEN HIPERTENSI DI DOKTER KELUARGA RS. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HENY LATHIFAH
NIM: 1101100161
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Dr. Tri Johan Agus Y S.Kp, M.Kep (Pendamping) Roni Yuliwar S.Kep, Ns, M.Ked
Subjek: Perbedaan Tekanan Darah, Posisi Duduk, Posisi Berbaring,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lathifah, Heny (2014). Perbedaan Hasil Pengukuran Tekanan Darah Posisi Duduk dan Posisi Berbaring Pada Pasien Hipertensi di Dokter Keluarga RS. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Tri Johan Agus Y S.Kp, M.Kep (Pendamping) Roni Yuliwar S.Kep, Ns, M.Ked Penatalaksanaan Hipertensi selalu dikaitkan dengan pengukuran tekanan darah yang digunakan sebagai acuan, banyaknya faktor pembias menyebabkan pengambilan diagnosa kurang tepat, salah satunya adalah faktor posisi saat pengukuran tekanan darah.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil pengukuran tekanan darah pada posisi duduk dan berbaring pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan jenis survey dengan 30 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada 9—21 Januari 2014 bertempat di Dokter Keluarga RS. Saiful Anwar. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara observasi menggunakan alat pengukur tekanan darah sphygmomanometer air raksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara pengukuran posisi duduk dengan posisi berbaring dengan nilai p > 0,05 yakni p = 0,55 untuk sistolik dan p=0,995 untuk diastolik, rata-rata sistolik berbaring 147 mmHg, sistolik duduk 152 mmHg, diastolik berbaring 93 mmHg, dan diastolik duduk 97 mmHg. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah bagi perawat untuk diperbolehkan melakukan pengukuran tekanan darah pada pasien hipertensi baik pada posisi duduk maupun posisi berbaring. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yakni penelitian tentang perbedaan tekanan darah antara posisi duduk dengan posisi berbaring dengan menggunakan alat yang berbeda, yakni alat ukur tekanan darah digital dan alat ukur tekanan darah raksa, baik pada penderita hipertensi maupun bukan penderita hipertensi. Kata Kunci : Perbedaan Tekanan Darah, Posisi Duduk, Posisi Berbaring
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PENJAMAH MAKANAN TERHADAP KEAMANAN PANGAN DI RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: SR WIDYA ARETA HUMANIORA JUSTISIA
NIM: 1103000113
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si., Agus Heri Santoso, S.TP., M.Si.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SR WIDYA ARETA HUMANIORA JUSTISIA (2014). Analisis Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penjamah Makanan terhadap Keamanan Pangan di RSU Haji Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama : Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si., Pembimbing Pendamping : Agus Heri Santoso, S.TP., M.Si. Keamanan pangan merupakan upaya yang diperlukan untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologis, kimiawi, dan fisik. Keamanan pangan pada penyelenggaraan makanan akan mencegah kontaminasi yang berasal dari bahan makanan, peralatan, lingkungan pengolahan, dan penjamah makanan. Penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan sampai dengan penyajian. Penjamah makanan yang memiliki pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik akan mewujudkan penyelenggaraan makanan yang baik. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan terhadap keamanan pangan di RSU Haji Surabaya. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah penjamah makanan di Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya. Data meliputi tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar kemudian dianalisis secara deskriptif. Tingkat pengetahuan penjamah makanan 75% baik dan 25% kurang, sikap penjamah makanan 100% baik, tindakan penjamah makanan 100% baik. Hasil analisis statistik Korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang tidak signifikan (p=0,370) antara pengetahuan dan sikap penjamah makanan, hubungan yang signifikan (p=0,03) antara pengetahuan dan tindakan penjamah makanan, hubungan yang tidak signifikan (p=0,369) antara sikap dan tindakan penjamah makanan. Implementasi program pelatihan higiene sanitasi sebaiknya segera dilaksanakan untuk mempertahankan pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan terhadap keamanan pangan serta sertifikasi agar penjamah makanan yang bekerja di instalasi gizi memiliki sertifikat khusus higiene sanitasi. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Keamanan Pangan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI MELALUI EDUKASI GIZI DAN PMT PADA BALITA GIZI KURANG DI DESA PETUNGSEWU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Nandya Tri Ayuning Tyas
NIM: 1103000081
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa dan Tapriadi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NANDYA TRI AYUNING TYAS, 2014. “Asuhan Gizi melalui Edukasi Gizi dan PMT pada Balita Gizi Kurang di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang”. Dibawah bimbingan I Dewa Nyoman Supariasa dan Tapriadi. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa permasalahan Malnutrition masih menjadi tantangan Indonesia. Kabupaten Malang merupakan kabupaten yang masih ditemukan adanya permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil survei pendahuluan, prevalensi balita BGM yang ditemukan pada bulan Oktober 2013 sebesar 5,4 % dengan rata-rata tingkat pendidikan ibu balita adalah tamatan sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan gizi melalui edukasi gizi dan PMT di Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang khususnya dalam perubahan tingkat pengetahuan ibu balita, tingkat konsumsi energi dan protein serta perubahan berat badan balita. Jenis penelitian ini adalah Observasional dengan desain penelitian Studi Kasus. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang balita gizi kurang beserta ibu di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2014. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Asuhan gizi yang dilakukan berupa edukasi gizi dan PMT. Setelah dilakukan edukasi gizi tingkat pengetahuan Ibu balita mengalami peningkatan, yakni rata-rata sebelum 44% menjadi rata-rata nilai 64%, tingkat konsumsi energi dan protein balita sebelum asuhan gizi juga mengalami peningkatan selama masa asuhan gizi, menjadi dalam rentang kategori baik hingga diatas kecukupan. Sebagian besar responden balita yang dilakukan asuhan gizi mengalami perubahan berat badan berkisar antara 0,5-1,0 kg dan beberapa yang lain tidak mengalami kenaikan berat badan. Akan tetapi peningkatan berat badan tersebut belum mencapai target pencapaian minimal yang dianjurkan oleh Depkes RI 2000. Oleh karena itu, diharapkan bagi ibu setelah masa asuhan gizi tetap menerapkan edukasi yang telah diberikan, memperhatikan asupan makanan, dan kondisi kesehatan balita serta bagi petugas kesehatan agar edukasi gizi secara periodik dapat dilaksanakan. Kata kunci : Asuhan Gizi, Edukasi Gizi, PMT, Perubahan, Pengetahuan Ibu, Tingkat Konsumsi, Energi, Protein, Berat Badan, Balita, Gizi Kurang
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA BALITA GIZI BURUK TANPA KOMPLIKASI TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA BB BALITA DI DESA SUKOPURO KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANTI INDAH CAHYANTI
NIM: 1103000092
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar Pembimbing II: I Nengah Tanu Komalyna
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cahyanti, Santi Indah (2014). Asuhan Gizi Pada Balita Gizi Buruk Tanpa Komplikasi Terhadap Tingkat Konsumsi Energi Dan Protein Serta BB Balita Di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Pembembing I: Ibnu Fajar Pembimbing II: I Nengah Tanu Komalyna Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan gizi lebih. Berdasarkan hasil survei pendahuluan pada salah satu balita dengan status gizi buruk didapatkan hasil bahwa ibu balita belum pernah mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan, ibu baru memberikan makanan kepada balita apabila balita tersebut meminta makan dan berdasarkan hasil recall asupan makanan balita tergolong defisit tingkat berat, makanan yang dimakan tidak memenuhi syarat gizi seimbang. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah dengan asuhan gizi pada balita gizi buruk tanpa komplikasi dapat meningkatkan tingkat konsumsi energi dan protein serta berat badan balita. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukopuro Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-April 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asuhan gizi pada balita gizi buruk tanpa komplikasi terhadap peningktan tingkat konsumsi energi dan protein serta peningkatan berat badan balita di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus. Setelah diberikan asuhan gizi yang dilakukan selama 21 hari dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita per minggu terjadi peningkatan dari dalam katagori kurang menjadi katagori baik sekali. Peningkatan pengetahuan juga mempengaruhi tingkat konsumsi energi dan protein balita. Perkembangan asupan energi dan protein balita selama 21 hari cenderung meningkat, dari asupan energi pada hari pertama 768,6 Kkal (defisit tingkat berat) dan protein 34 gram (defisit tingkat ringan) menjadi 1484,8 Kkal (normal), protein 58,4 gram pada hari terakhir. Peningkatan asupan menyebabkan berat badan balita cenderung meningkat dari 8,5 kg pada hari pertama menjadi 9,5 pada hari terakhir. Peningkatan berat badan dikatakan berhasil pada minggu pertama karena terjadi kenaikan ≥ 50 g/kgBB/minggu. Untuk mencapai berat badan ideal pada balita, ibu balita diharapkan tetap akan menerapkan edukasi yang telah diberikan serta memperhatikan asupan makanan balita dan diharapkan keaktifan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi setelah mengetahui berat badan balita turun saat penimbangan. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi, Peningkatan Berat Badan
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPERTENSI DAN CVA INFARK (STUDI KASUS DI RSU HAJI SURABAYA)

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIZ NURWIRATRI
NIM: 1103000013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelostyorini, SST, M.Kes. ; S. Rum Teguh K, SKM, M. Kes
Subjek: gizi, CKD
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faiz Nurwiratri, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hipertensi dan CVA Infark di RSU Haji Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Dwie Soelostyorini, SST, M.Kes. Pembimbing II : S. Rum Teguh K, SKM, M. Kes Gagal ginjal kronik sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia (Perhimpunan Nefrologi Indonesia, 2004). Di Rumah Sakit Haji Surabaya, tercatat dalam buku rekam medik jumlah pasien yang menjalani rawat inap karena menderita Gagal Ginjal Kronik pada tahun 2013 mencapai 1,6 %. Salah satu komplikasi yang banyak terjadi pada pasien gagal ginjal kronis adalah hipertensi dan CVA Infark atau Stroke. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain studi kasus di RSU Haji Surabaya pada tanggal 24 April sampai dengan 27 April 2014. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di Gedung 3C Penyakit Dalam Laki-laki dengan diagnosis Chronic Kidney Disease disertai Hipertensi dan CVA Infark, serta bersedia menjadi subyek penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga, serta ahli gizi rumah sakit. Asupan serta tingkat konsumsi energy dan zat gizi seluruhnya mengalami peningkatan, fisik klinis pasien semakin membaik, albumin pada akhir pemeriksaan mencapai nilai normal, terapi edukasi yang diberikan menunjukkan respon positif. Disarankan kepada pasien CKD disertai CVA untuk mengkonsumsi makanan pokok yang mempunyai kandungan protein rendah seperti jagung. Disarankan kepada pasien untuk tetap mengkonsumsi susu nephrisol meskipun sudah berada di rumah. Untuk menekan biaya yang dikeluarkan untuk membeli susu nephrisol ini dianjurkan kepada pasien agar mencampur susu nephrisol dengan susu skim yang relatif lebih terjangkau harganya, dengan demikian pasien tetap bisa mengkonsumsi susu nephrisol yang kaya akan asam amino dengan harga sedikit lebih terjangkau Kata kunci : Asuhan Gizi, Gagal Ginjal Kronik, Hipertensi, CVA Infark dan Tingkat Konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II KOMPLIKASI GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG WIJAYA KUSUMA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: LILIA RUSTALINA
NIM: 1103000095
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati dan Endang Widajati.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lilia Rustalina, 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Komplikasi Gagal Jantung Kongestif di Ruang Wijaya Kusuma A Rumah Sakit Umum dr. Soedono Madiun. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang, Pembimbing: Etik Sulistyowati dan Endang Widajati. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Penyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes melitus tipe 2 adalah gagal jantung kongestif. Tujuan umum dari penelitian ini adalah melakukan asuhan gizi pada pasien Diabetes Melitus dengan komplikasi penyakit jantung koroner di ruang Wijaya Kusuma A Rumah Sakit Umum dr. Soedono Madiun. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain case studies di Rumah Sakit Umum dr. Soedono Madiun pada tanggal 20 April sampai dengan 27 April 2104. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap di Ruang Wijaya Kusuma A Rumah Sakit Umum dr. Soedono Madiun dengan diagnosis Diabetes Melitus komplikasi Gagal Jantung Kongestif. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, terapi diet, tingkat konsumsi pasien yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung kepada pasien, keluarga serta ahli gizi rumah sakit. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami masalah berupa status gizi kurang, nilai Hb, GDS dan kreatinin lebih dari normal, oedema pada wajah dan kondusi fisik yang lemah. Intervensi yang diberikan berupa terapi diet yaitu memberikan diet diabetes melitus dengan energi 2100 kkal, protein 53-79 gram, lemak 47-58 gram, karbohidrat 315-368 gram, serat 25-30 gram, natrium 1000-1200 mg dan terapi edukasi dengan memberikan konseling gizi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan terhadap kondisi pasien. Terapi edukasi yang dilakukan sesuai dengan rencana hal ini dapat dibuktikan dari tingkat konsumsi energi dan zat gizi yang mengalami peningkatan setelah mendapatkan edukasi gizi. Motivasi juga perlu dilakukan agar pasien mentaati diet yang diberikan. Kata Kunci: Asuhan Gizi, Diabetes Melitus, Gagal Jantung Kongestif
Cover KTI
tidak tersedia
2014

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) DENGAN CEREBRAL VASCULAR ACCIDENT (CVA) DAN HIPERTENSI STAGE I DI RUANG WIJAYA KUSUMA C RSUD Dr. SOEDONO MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: FRENGKY SATRIA MIHARJA
NIM: 11003000105
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini SST, M.Kes. ; Diniyah Kholidah, SST, S.Gz, MPH
Subjek: GIZI, DIABETES MELITUS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Frengky Satria Miharja, 2014. Asuhan Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) dengan Cerebral Vascular Accident (CVA) dan Hipertenesi Stage I di Ruang Wijaya Kusuma C RSUD Dr. Soedono Madiun Jawa Timur. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing I : Dwie Soelistyorini SST, M.Kes. Pembimbing II : Diniyah Kholidah, SST, S.Gz, MPH Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Cerebral Vascular Accident, Hipertensi Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristisk hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua – duanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asuhan gizi pada pasien penderita Diabetes Mellitus (DM) dengan Cerebral Vascular Accident (CVA) dan Hipertensi stage I. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap pasien Diabetes Mellitus (DM) dengan Cerebral Vascular Accident (CVA) dan Hipertensi stage I di RSUD Dr.Soedono Madiun. Ny. Kst adalah seorang perempuan 77 tahun memiliki TL = 45 cm dan LILA = 27,5 cm. Pasien MRS merasa lemas, berbicara pelo (disartia), keadaan umum lemah. Pasien MRS dengan diagnosa DM, CVA, HT stage I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet DM KV 1300 RG3. Hasil perkembangan antropometri pasien tidak mengalami perubahan selama 7 hari pengamatan. Hasil laboratorium GDS mengalami penurunan dari 284 mg/dl menjadi 131 mg/dl. Pada pemeriksaan klinis didapatkan bahwa adanya perkembangan tekanan darah untuk hari pertama MRS 140/90 mmHg menjadi 150/120 mmHg pada hari terakhir pengamatan. Untuk tingkat konsumsi energi dan zat gizi termasuk dalam kategori baik. Pada proses konseling pada pasien dan keluarga pasien berjalan dengan lancar. Materi konseling diberikan tentang diet Diabetes Melitus (DM) dan diet Rendah Garam (RG). Konseling dilakukan pada saat di rumah sakit dan ketika pasien sudah berada di rumah untuk menjalani perawatan. Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa pasien sudah mematuhi diet yang diberikan meskipun belum mencapai standart. Namun meskipun demikian, pasien perlu mendapatkan motivasi dan edukasi agar diet yang diberikan dapat dilakukan dengan benar untuk proses pemulihan kondisi pasien.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan