Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4631–4640 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

TINGKAT KONSUMSI ENERGI, LEMAK, NATRIUM, DAN KALIUM SERTA AKTIVITAS FISIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNITA DWI NOVIANDARI
NIM: 1203000048
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M. Sc
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Yunita Dwi Noviandari (2015). Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Natrium, Dan Kalium Serta Aktivitas Fisik Sebagai Faktor Risiko Kejadian Hipertensi. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Piliteknik Kesehatan Kemenkes Malang, Jurusan Gizi. Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M. Sc Hipertensi dapat dikontrol dengan gaya hidup sehat dan pengendalian faktor risiko. Beberapa faktor yang dapat dikendalikan antara lain konsumsi zat gizi dan aktivitas fisik. Konsumsi energi, lemak, dan natrium yang berlebih serta konsumsi kalium yang kurang bisa meningkatkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik yang kurang akan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak lancar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat konsumsi energi, lemak, natrium, dan kalium serta aktivitas fisik sebagai faktor risiko hipertensi pada mahasiswi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Gizi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan nonprobability sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 50 orang. Data tingkat konsumsi diperoleh dengan menggunakan metode food record 2x24 jam, aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan metode pengisian kuesioner IPAQ (International Physical Questionnaire), sedangkan tekanan darah diperoleh dari pengukuran langsung pada subjek penelitian. Sebesar 96% subjek memiliki tingkat konsumsi energi defisit tingkat berat, 96% subjek memiliki tingkat konsumsi lemak defisit tingkat berat, 88% memiliki tingkat konsumsi natrium cukup, dan 98% memiliki tingkat konsumsi kalium kurang, serta 48% memiliki aktivitas fisik berat. Sebesar 58% subjek penelitian memiliki tekanan darah dengan kategori prehipertensi. Kata kunci: hipertensi, tingkat konsumsi, energi, lemak, natrium, kalium, aktivitas fisik, tekanan darah
Cover KTI
tidak tersedia
2015

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIGIENE SANITASI TENAGA PENGOLAH MAKANAN DI KATERING KATERINDA KOTA SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA NUR FITRIANA KODIR
NIM: 1203000017
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Bella Nur Fitriana Kodir 1203000017. Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Higiene Sanitasi Tenaga Pengolah Makanan di Katering Katerinda kota Surabaya. Program Studi Diploma III Gizi Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. 2015. (Dibawah bimbingan: Dwie Soelistyorini). Higiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan (Depkes RI, 2003). Katerinda katering merupakan penyelenggaraan makanan dalam jumlah besar yaitu sekitar 1000-2000 porsi setiap harinya. Hasil dari penelitian pendahuluan di katering katerinda pada tanggal 20 Februari 2015 diketahui bahwa terdapat 41 tenaga penjamah, Berdasarkan observasi tentang higiene dan sanitasi, masih ditemukan tenaga penjamah yang belum menggunakan APD dengan benar seperti sarung tangan dan masker wajah. Disamping itu dari segi layout dapur masih belum rapi dengan adanya beberapa wadah yang diletakkan di lantai dapur. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi tenaga pengolah makanan di Katering Katerinda kota Surabaya. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain penelitian Cross Sectional yaitu mengetahui tingkat pengetahuan tenaga pengolah makanan dan perilaku higiene sanitasi tenaga pengolah makanan. Tempat penelitian yang dilakukan di Katering Katerinda kota Surabaya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan higiene sanitasi dan form checklist perilaku higiene sanitasi penjamah makanan di Katering Katerinda kota Surabaya. Cara pengolahan data yaitu dengan cara dianalisis secara diskriptif dan disajikan dalam bentuk tabulasi diagram batang Hasil penelitian berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, maka telah didapatkan hasil tingkat pendidikan tenaga pengolah makanan 80% SMA dan 20% Diploma, Usia tenaga penjamah makanan 60% berusia 36 – 45 tahun sedangkan 40% berusia >45 tahun (49 dan 52 tahun), Jenis Kelamin tenaga pengolah makanan 100% berjenis kelamin laki-laki, Tingkat pengetahuan higiene sanitasi tenaga pengolah makanan adalah sebesar 79% (Baik) dan perilaku higiene sanitasi tenaga pengolah makanan adalah sebesar 82% (Baik). Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Higiene Sanitasi Tenaga Pengolah Makanan pada Katering katerinda sudah baik, namun masih perlu dilakukan peningkatan dan perubahan terhadap tenaga pengolah makanan sehingga dapat menjadi lebih baik, Perubahan terhadap tenaga pengolahan meliputi penggunaan masker, tidak berbicara pada saat mengolah masakan, dan menggunakan Lap bersih pada saat membersihkan tangan yang kotor, dan perlu adannya pemeriksaan kesehatan secara berkala pada tenaga pengolah makanan di katering katerinda, supaya tenaga pengolah makanan dapat memiliki kondisi tubuh yang sehat. Kata Kunci : pengetahuan tenaga pengolah makanan, perilaku tenaga pengolah makanan, jumlah pesanan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU HYGIENE SANITASI TENAGA PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: FATICHA ENDY ALMIRA
NIM: 1203000025
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Faticha Endy Almira (2015). Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Higiene Sanitasi Tenaga Penjamah Makanan pada Penyelenggaraan Makanan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah Bimbingan: Dwie Soelistyorini) Makanan yang memenuhi kebutuhan gizi dan termakan habis akan mempercepat penyembuhan dan memperpendek hari rawat. Makanan yang tidak dikelola dengan baik dan benar oleh penjamah makanan dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit dan keracunan akibat bahan kimia, mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta dapat pula menimbulkan alergi. Penerapan higiene dan sanitasi di “Instalasi Gizi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi” masih kurang diantaranya layout dapur kurang rapi, belum dilengkapi sarana dan prasarana yang sesuai serta belum adanya penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku tenaga penjamah di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Responden penelitian ini adalah tenaga penjamah makanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, kuesioner dan wawancara langsung dengan tenaga penjamah. Cara pengolahan data tentang karakteristik, tingkat pengetahuan, dan perilaku tenaga penjamah makanan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Karakteristik penjamah makanan sebagian besar berusia 40 – 55 tahun (67%), tingkat pendidikan SMK/SMA (75%) dan lama bekerja >20 tahun (50%). Tingkat pengetahuan tentang higiene dan sanitasi 75% cukup dan perilaku higiene dan sanitasi 75% cukup. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi penyelenggara makanan untuk menyediakan alat pelindung diri dan sarana prasarana lainnya. Bagi pengolah makanan untuk selalu memperhatikan higiene dan sanitasi dalam mengolah makanan khususnya terkait dengan perilaku higiene dan sanitasi. Agar dilakukan pelatihan atau pembinaan, memberikan gambaran nyata bahaya yang berkaitan dengan pengolahan makanan, dan memberikan motivasi agar pengolah makanan selalu memperhatikan higiene dan sanitasi. Kata Kunci : Karakteristik Tenaga Penjamah, Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO (KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK) SERTA STATUS GIZI DENGAN STAMINA ATLET BULUTANGKIS PB BINTANG TERANG KOTA PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: ATIKA FATMAWATISARI
NIM: 1203000080
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI MALANG
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Ibnu Fajar, SKM., M.Kes
Subjek: Tingkat Pengetahuan Gizi, Tingkat Konsumsi (Energi dan Zat Gizi Makro), Status Gizi, Stamina
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Atika Fatmawatisari (2015). Tingkat Pengetahuan Gizi, Tingkat Konsumsi Energi Dan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein, dan Lemak) Serta Status Gizi Dengan Stamina Atlet Bulutangkis PB Bintang Terang Kota Pasuruan. Program Studi D-III Gizi Malang. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Ibnu Fajar, SKM., M.Kes Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama dan strategis bagi tercapainya keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Lemahnya kualitas SDM menjadi permasalahan utama dalam pembangunan dan daya saing global. Salah satu contoh untuk mengukur kualitas SDM adalah olahraga. Peranan gizi dan pengetahuan gizi dalam olahraga adalah mendukung tercapainya prestasi atlet yang ditentukan oleh kualitas latihan. Stamina merupakan salah satu faktor penting yang sangat menunjang prestasi atlet. Stamina atlet dapat ditingkatkan dengan latihan yang memerlukan energi yang banyak dan pengaturan makan. Masalah utama yang sering ditemui atlet yang sedang berlatih keras adalah kelelahan atau ketidakmampuan untuk mempertahankan daya tahan tubuh dari satu latihan ke latihan berikutnya. Padahal dengan adanya daya tahan atau stamina yang tinggi diharapkan meningkatkan prestasi yang akan dicapai. Prestasi yang dicapai atlet berkaitan erat dengan ketepatan penentuan dan penyajian jenis serta jumlah energi dan zat gizi yang diperlukan. Selain itu, atlet masih belum mendapatkan pengaturan pola makan yang baik serta perhatian khusus terhadap status gizi baik dari pelatih maupun dari para atlet bulutangkis karena semua atlet masih tinggal di rumah masing-masing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan gizi, tingkat konsumsi energi dan zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak) serta status gizi dengan stamina atket bulutangkis PB Bintang Terang Kota Pasuruan yang dilaksanakan di Basecamp tempat latihan atlet bulutangkis PB Bintang terang Pasuruan dengan waktu pelaksanaan selama bulan Februari 2015. Semua atlet bulutangkis yang terdaftar di PB Bintang Terang dijadikan populasi penelitian sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 responden. Data yang diambil meliputi data tingkat pengetahuan gizi, , tingkat konsumsi energi dan zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak), status gizi atlet dan stamina atlet. Data kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Tingkat pengetahuan gizi atlet termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan tingkat konsumsi energi dan protein atlet masih defisit tingkat sedang dan tingkat konsumsi karbohidrat dan lemak masih dalam defisit tingkat ringan. Tetapi status gizi atlet sebagian besar termasuk dalam kategori normal. Stamina atlet bulutangkis berada dalam kategori bagus dan cukup. Saran dalam penelitian ini adalah merekrut 1 tenaga ahli gizi untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan atlet serta penyelenggaraan makanan agar dapat mendukung peningkatan kualitas atlet ditunjang juga dengan adanya latihan yang terukur untuk mencapai stamina yang optimal serta perlu adanya peningkatan pemahanan atlet mengenai aturan pola makan yang benar secara kualitas dan kuantitasnya sehingga mencapai gizi seimbang tanpa memenuhinya dengan suplementasi. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Gizi, Tingkat Konsumsi (Energi dan Zat Gizi Makro), Status Gizi, Stamina
Cover KTI
tidak tersedia
2015

TINJAUAN PELAKSANAAN POSYANDU BERDASARKAN UNSUR-UNSUR MANAJEMEN (6M) DI DUSUN PENJALINAN, DESA GONDANGLEGI KULON, KECAMATAN GONDANGLEGI, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IDCHA KUSMA RISTANTI
NIM: 1203000038
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan, STP.,M.Kes
Subjek: Posyandu, Manajemen Pelaksanaan, Material, Machine,gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Tinjauan Pelaksanaan Posyandu Berdasarkan Unsur-Unsur Manajemen (6M) Di Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang Pembimbing : Sugeng Iwan, STP.,M.Kes Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis penerapan unsur-unsur manajemen (6M) dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di dusun Penjalinan, desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Penelitian pendahuluan di dusun Penjalinan, desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada tanggal 27 Oktober – 1 November 2014 menunjukkan adanya masalah jumlah partisipasi kunjungan warga dan keaktifan kader. Data partisipasi kunjungan warga ke Posyandu berdasarkan indicator D/S pada tahun 2014, menunjukkan jumlah partisipasi ibu dan balita yang hadir pada tahun 2014 rata-rata >80%. Jenis penelitian ini berdasarkan substansi termasuk dalam penelitian terapan, dan berdasarkan ruang lingkupnya penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dan termasuk dalam survei deskriptif, karena tanpa melakukan intervensi terhadap subyek penelitian. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah semua Posyandu yang terdapat di dusun Penjalinan, desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, yaitu sejumlah 6 buah Posyandu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung ketua kader dan pengisian angket sosiometri oleh setiap kader, dan data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan tingkat perkembangannya, Posyandu dusun Penjalinan termasuk dalam Posyandu Madya. Hasil penilitian menunjukkan (50%) Posyandu tidak memiliki struktur organisasi, (67%) kader di Posyandu berjumlah 4 orang dan (83%) kader Posyandu tidak melakukan evaluasi kegiatan Posyandu, setengah (50%) dari jumlah Posyandu dusun Penjalinan mengeluarkan biaya PMT/bulan >Rp25.000,-, setengah (50%) dari bayi dan balita dusun Penjalinan belum memiliki KMS, sebagian besar (83%) ibu hamil belum memiliki Buku KIA dan seluruh Posyandu dusun Penjalinan belum memiliki dokumentasi balok SKDN. Semua Posyandu di dusun Penjalinan sudah memiliki mikrotoa, dacin, baby scale, timbangan injak dan metlin. Namun, belum memiliki LILA, poster, leaflet dan food model, dan hanya (33%) Posyandu yang memiliki alat pengukuran panjang badan. Semua Posyandu dusun Penjalinan belum menerapkan sistem 5 meja saat pelaksanaan Posyandu. Kegiatan utama yang dilaksanakan di Posyandu dusun Penjalinan hanya imunisasi dan gizi, sedangkan untuk kegiatan KIA, KB dan pencegahan diare belum dilaksanankan. Sasaran kegiatan Posyandu adalah bayi, balita dan ibu hamil, dari 6 Posyandu hanya ada 1 Posyandu yang melaksanakan kegiatan Posyandu lansia. Jumlah partisipasi kunjungan warga ke Posyandu tahun 2014 rata-rata >80%. Manajemen pelaksanaan belum diterapkan dengan baik di semua Posyandu dusun Penjalinan, sehingga masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Posyandu dan tujuan Posyandu belum tercapai. Kata Kunci : Posyandu, Manajemen Pelaksanaan, Unsur Manajemen 6M (Man, Money, Material, Machine, Methode, Market).
Cover KTI
tidak tersedia
2015

UJI DAYA TERIMA COOKIES MODIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN TEPUNG TEMPE UNTUK DIET TINGGI KALSIUM

Lihat Detail Karya
Penulis: DZURROTUL ERSA AZIZAH
NIM: 1203000114
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso, STP., M.Si.
Subjek: Defisiensi Kalsium, Cookies, Tulang Ikan Bandeng, Tempe Kedelai, Mutu Kimia, Mutu Organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2015

UJI DAYA TERIMA COOKIES MODIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN TEPUNG TEMPE UNTUK DIET TINGGI KALSIUM

Lihat Detail Karya
Penulis: DZURROTUL ERSA AZIZAH
NIM: 1203000114
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso, STP, M.SI
Subjek: Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dzurrotul Ersa Azizah (2015). Uji Daya Terima Cookies Modifikasi Tepung Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Tepung Tempe Untuk Diet Tinggi Kalsium. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Agus Heri Santoso, STP, M.SI. Diperkirakan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 12 pria di atas usia 50 tahun di seluruh dunia mengidap osteoporosis. Salah satu faktor penyebab terjadinya osteoporosis adalah rendahnya asupan kalsium. Masyarakat Indonesia mengkonsumsi kalsium rata-rata hanya sepertiga dari kebutuhan kalsium yang dianjurkan. Mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan, dengan kondisi demikian maka Indonesia sangat berpotensi untuk memperoleh bahan makanan yang kaya akan sumber kalsium dengan mudah. Namun pada kenyataannya produk inovasi pangan berbasis sumber kalsium masih sangat sedikit. Kalsium yang berasal dari hewan seperti tulang ikan sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Tulang ikan memiliki kandungan kalsium terbanyak dibandingkan bagian tubuh ikan yang lain karena unsur utama dari tulang ikan adalah kalsium, fosfor dan karbohidrat. Penyerapan kalsium oleh tubuh dapat terjadi lebih optimal jika bahan makanan yang mengandung kalsium dikonsumsi bersamaan dengan tempe, karena tempe mengandung senyawa isoflavon yang berfungsi untuk menggantikan hormon esterogen, dimana hormon tersebut sangat dibutuhkan untuk proses penyerapan kalsium yang berlangsung di dalam tubuh. Salah satu produk yang telah lama dikenal dan digemari oleh masyarakat luas oleh berbagai kalangan dan usia adalah cookies. Makanan yang dikenal dengan baik oleh masyarakat sering kali menjadi media untuk bahan-bahan fortifikan karena dengan begitu nutrisi yang ditambahkan kedalam produk tersebut akan dikonsumsi oleh lebih banyak orang. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang formulasi cookies yang dimodifikasi dengan tepung tulang ikan sebagai bahan sumber kalsium dan tepung tempe yang berfungsi untuk meningkatkan absorbi kalsium sehingga dapat menghasilkan produk pangan inovasi tinggi kalsium untuk meningkatkan asupan kalsium harian. Penelitian dilakukan di Laboraturium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Penelitian ini menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu: 1 perlakuan sebagai kontrol (P0) dan 3 perlakuan dengan penambahan tepung tulang ikan dan tepung tempe sebanyak 5% pada P1, 10% pada P2, 15% pada P3. Untuk mengetahui nilai energi, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar kalsium digunakan analisis statistik dengan perhitungan secara empiris dengan bantuan aplikasi microsoft exel. Untuk mengetahui mutu organoleptik cookies ditentukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan nilai modus dari masing-masing taraf perlakuan menggunakan aplikasi microsoft exel. Kata Kunci: Osteoporosis, Defisiensi Kalsium, Cookies, Tulang Ikan Bandeng, Tempe Kedelai,, Mutu Kimia, Mutu Organoleptik.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

UPAYA PENCEGAHAN MENOPAUSE DINI PADA WANITA PEKERJA DI PABRIK ROKOK LEMBANG JAYA MALANG (Deskriptif Survei)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGGUN RATNASARI
NIM: 1201100099
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Lenni Saragih, SKM, M.Kes, Sri Mudayatiningsih, S.Kp, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Upaya Pencegahan Menopause Dini Pada Wanita Pekerja Di Pabrik Rokok Lembang Jaya Malang. Anggun Ratnasari (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptive Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, M.Kes, (Pendamping) Sri Mudayatiningsih, S.Kp, M.Kes Kata Kunci: Pencegahan Menopause Dini, Wanita Pekerja Wanita yang memiliki pekerjaan dan aktivitas yang tinggi mempengaruhi kerja dan berfikir sehingga berisiko terjadi menopause dini dibandingkan wanita yang tidak bekerja, menopause dini memerlukan perhatian khusus karena kebutuhan fisik jauh lebih banyak serta masalah psikologis dan emosi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi upaya pencegahan menopause dini pada wanita pekerja di Pabrik Rokok Lembang Jaya Malang. Metode penelitian menggunakan deskriptif survei. Populasi dalam penelitian adalah wanita yang bekerja di Pabrik Rokok Lembang Jaya Malang yang berusia 35-39 tahun dengan jumlah 130 orang, sedangkan sampel berjumlah 32 orang, dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan instrumen berupa kuisioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden (53%) memiliki upaya dalam kategori cukup, sedangkan responden yang memiliki upaya kurang dalam pencegahan menopause sebanyak (44%) dan sebagian kecil responden dalam kategori baik (3%). Rekomendasi peneliti selanjutnya mengadakan penelitian dengan variabel yang berbeda yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan menopause dini.
Cover KTI
2014

GAMBARAN BAKTERI PADA LUKA PERINEUM IBU POST PARTUM YANG PENYEMBUHANNYA TERLAMBATDI RB AS - SYIFA HUSADA KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG DAN BPS SUYATI Amd.Keb KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIKA NUR AZIZAH
NIM: 1102100075
Program Studi: Poltekkes Kemenkes Malang DIII Kebidanan
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S. Kp, M.Kes. ; Tatarini Ika Pipitcahyani, SST., M.Kes.
Subjek: bakteri, penyembuhan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Azizah, Tika Nur, 2014. gambaran bakteri pada luka perineum ibu post partum yang penyembuhannya terlambat di RB As Syifa Husada Kec.Poncokusumo Kab. Malang dan BPS Suyati A.Md, Keb Kec Sumber Pucung Kab. Malang. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Utama: Hupitoyo, S. Kp, M.Kes. Pembimbing Pendamping: Tatarini Ika Pipitcahyani, SST., M.Kes. Meningkatnya resiko infeksi luka perineum disebabkan karena perpanjangan masa penyembuhan luka perineum. Semakin lama proses penyembuhan maka semakin besar kemungkinan luka terpapar mikroorganisme penyebab infeksi luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bakteri pada luka perineum ibu post partum yang penyembuhannya terlambat di RB As Syifa Husada Kec.Poncokusumo Kab. Malang dan BPS Suyati A.Md, Keb Kec Sumber Pucung Kab. Malang. Desain penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 6 orang responden. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 3 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara, kemudian data dianalisa menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan dari 3 responden yang dilakukan pemeriksaan didapatkan 100% terdapat E.Coli, 33,3% terdapat bakteri stafilococcus serta 33,3% terdapat acinetobacter sp.Bakteri E.Colibanyak ditemukan pada luka perineum ibu post partum yang penyembuhannya terlambat. Bakteri E.Coli merupakan bakteri yang berperan sebagai patogen bagi luka perineum sehingga dapat menyebabkan infeksi pada luka. Dengan demikian dapat dijadikantambahan pengetahuan bagi ibu dengan luka perineum untuk memperhatikan cara perawatan luka yang baik dan benar sehingga mencegah terjadinya infeksi pada luka perineum. Kata Kunci : Bakteri luka perineum, Penyembuhan Luka.
Cover KTI
tidak tersedia
2014

GAMBARAN KEBUTUHAN TIDUR PASIEN BPH POST OPERASI TRANS URETRA RESEKSI PROSTAT

Lihat Detail Karya
Penulis: Beni Wicaksono
NIM: 1101100150
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama: Joko, S.Kp, M.Kep dan Pembimbing Pendamping: Tanto Hariyanto S.Kep Ns, M. Biomed.
Subjek: Pemenuhan Kebutuhan Tidur,Post Operasi Trans Uretra Reseksi Prostat. (TURP),keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran pemenuhan kebutuhan tidur pada pasien Benigna Prostat Hyperplasi post operasi Trans Uretra Reseksi Prostat di Ruang Bedah IRNA II RS dr. Saiful Anwar Malang oleh Beni Wicaksono (Progsus RSSA. 2012). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Keperawatan Malang Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Joko, S.Kp, M.Kep dan Pembimbing Pendamping: Tanto Hariyanto S.Kep Ns, M. Biomed. Kata Kunci: Pemenuhan Kebutuhan Tidur,Post Operasi Trans Uretra Reseksi Prostat. (TURP) Masalah Gangguan tidur pasien post operasi TURP tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan tidur pasien BPH post operasi TURP. Desain Penelitian ini adalah Studi Kasus diskriptif observasi. Subjek penelitian berjumlah 1 orang yaitu TN. S (65th). Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian pemenuhan kebutuhan tidur Tn. S didapatkan kualitas tidur yang cukup meskipun dalam kuantitas tidur kurang. Klien tidak ada penyulit setelah menjalani operasi, selama 3 hari dirumah sakit klien terpasang kateter untuk irigasi kandung kencingnya, selama 3 hari tidak terjadi sumbatan oleh sisa kerokan/gumpalan darah, irigasi lancar, urine keluar bercampur dengan cairan irigasinya, dan 3 hari dirumah klien, klien tidak memakai kateter, klien sudah bisa BAK secara sepontan lancar. Dugaan sementara yang berpengaruh adalah sering bangun ditengah malam/dini hari karena suhu udara ruangan yang panas oleh berbagai sebab, rasa sakit yang hilang timbul, bisa disebabkan karena terpasang kateter, Saran bagi Tn S agar melakukan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri, merubah kebiasaan sehari-hari, tidak tidur terlalu larut malam, ventilasi udara yang baik. Rekomendasi penelitian adalah diharapkan peneliti selanjutnya mengenai peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan tidur pasien BPH post operasi TURP dilakukan sesuai yang direkomendasikan pengkajian PSQI.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan