Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4551–4560 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

POLA DAN TINGKAT KONSUMSI SUMBER PROTEIN KAITANNYA DENGAN PROSES PERKEMBANGAN PENYEMBUHAN LUKA BEDAH PADA PASIEN PASCABEDAH SECTIO CAESAREA DI RSUD WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: FIFI AMALIANI ZAKIYAH
NIM: 1203000028
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S.ST., S.Gz., MPH
Subjek: luka pascabedah, pola konsumsi sumber protein
Cover KTI
tidak tersedia
2015

POLA DAN TINGKAT KONSUMSI SUMBER PROTEIN KAITANNYA DENGAN PROSES PERKEMBANGAN PENYEMBUHAN LUKA BEDAH PADA PASIEN PASCABEDAH SECTIO CAESAREA DI RSUD WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: FIFI AMALIANI ZAKIYAH
NIM: 1203000028
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SGz., MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fifi Amaliani Zakiyah, 2015. Pola Dan Tingkat Konsumsi Sumber Protein Kaitannya dengan Proses Perkembangan Penyembuhan Luka Bedah pada Pasien Pascabedah Sectio Caesarea Di RSUD Wlingi Blitar (Dibimbing oleh Diniyah Kholidah, SGz., MPH) Latar Belakang : Secara fisiologis pada pasien post operasi terjadi peningkatan metabolik ekspenditur untuk energi dan perbaikan, meningkatnya kebutuhan nutrient untuk homeostasis, pemulihan, kembali pada kesadaran penuh, dan rehabilitasi ke kondisi normal. Kesembuhan luka operasi sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan. Faktor internal seperti budaya makan atau pola konsumsi mempengaruhi kecepatan kesembuhan luka perineum. Dalam penyembuhan luka peranan protein sangat besar untuk produksi jaringan pengikat dan kalogen/jaringan muda. Tujuan : Mengetahui pola dan tingkat konsumsi sumber protein pada pasien sectio caesarea kaitannya dengan proses perkembangan penyembuhan luka pascabedah. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain studi kasus (case study). Subjek merupakan pasien pasca bedah sectio caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Pengambilan subyek dengan cara purposive sampling denagn kriteria subyek merupakan pasien bedah sesar (sectio caesarea), berusia 20 – 40 tahun, pasien tidak memiliki penyakit komplikasi setelah dilakukan pembedahan serta pasien dapat membaca dan menulis. Hasil : Pola konsumsi responden baik dinilai menggunakan HEI maupun skor PPH menunjukkan konsumsi baik dengan skor HEI menunjukkan angka 80 dan skor PPH sebesar 117. Tingkat konsumsi protein responden, baik untuk protein hewani, nabati dan arginine termasuk dalam kategori konsumsi kurang atau poor diet, rata-rata tingkat konsumsi protein hewani sebesar 44%, protein nabati 17% dan arginine 28%. Kesimpulan : pola konsumsi sumber protein ibu termasuk dalam kategori baik sedangkan tingkat konsumsi protein ibu, baik untuk protein hewani, protein nabati maupun asam amino arginine termasuk dalam kategori poor diet. Perkembangan luka responden menunjukkan pada hari ke-3 luka tampak belum sembuh karena tepi luka belum tertutup pada hari ke-7 luka dikatakan sembuh ditandai dengan luka telah kering serta tidak ada nanah yang keluar. Kata kunci : Pasca bedah sectio caesarea, luka pascabedah, pola konsumsi sumber protein, tingkat konsumsi protein, proses perkembangan penyembuhan luka
Cover KTI
tidak tersedia
2015

POLA DAN TINGKAT KONSUMSI SUMBER PROTEIN KAITANNYA DENGAN PROSES PERKEMBANGAN PENYEMBUHAN LUKA BEDAH PADA PASIEN PASCABEDAH SECTIO CAESAREA DI RSUD WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: FIFI AMALIANI ZAKIYAH
NIM: 1203000028
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SGz., MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fifi Amaliani Zakiyah, 2015. Pola Dan Tingkat Konsumsi Sumber Protein Kaitannya dengan Proses Perkembangan Penyembuhan Luka Bedah pada Pasien Pascabedah Sectio Caesarea Di RSUD Wlingi Blitar (Dibimbing oleh Diniyah Kholidah, SGz., MPH) Latar Belakang : Secara fisiologis pada pasien post operasi terjadi peningkatan metabolik ekspenditur untuk energi dan perbaikan, meningkatnya kebutuhan nutrient untuk homeostasis, pemulihan, kembali pada kesadaran penuh, dan rehabilitasi ke kondisi normal. Kesembuhan luka operasi sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen dan nutrisi ke dalam jaringan. Faktor internal seperti budaya makan atau pola konsumsi mempengaruhi kecepatan kesembuhan luka perineum. Dalam penyembuhan luka peranan protein sangat besar untuk produksi jaringan pengikat dan kalogen/jaringan muda. Tujuan : Mengetahui pola dan tingkat konsumsi sumber protein pada pasien sectio caesarea kaitannya dengan proses perkembangan penyembuhan luka pascabedah. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain studi kasus (case study). Subjek merupakan pasien pasca bedah sectio caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Pengambilan subyek dengan cara purposive sampling denagn kriteria subyek merupakan pasien bedah sesar (sectio caesarea), berusia 20 – 40 tahun, pasien tidak memiliki penyakit komplikasi setelah dilakukan pembedahan serta pasien dapat membaca dan menulis. Hasil : Pola konsumsi responden baik dinilai menggunakan HEI maupun skor PPH menunjukkan konsumsi baik dengan skor HEI menunjukkan angka 80 dan skor PPH sebesar 117. Tingkat konsumsi protein responden, baik untuk protein hewani, nabati dan arginine termasuk dalam kategori konsumsi kurang atau poor diet, rata-rata tingkat konsumsi protein hewani sebesar 44%, protein nabati 17% dan arginine 28%. Kesimpulan : pola konsumsi sumber protein ibu termasuk dalam kategori baik sedangkan tingkat konsumsi protein ibu, baik untuk protein hewani, protein nabati maupun asam amino arginine termasuk dalam kategori poor diet. Perkembangan luka responden menunjukkan pada hari ke-3 luka tampak belum sembuh karena tepi luka belum tertutup pada hari ke-7 luka dikatakan sembuh ditandai dengan luka telah kering serta tidak ada nanah yang keluar. Kata kunci : Pasca bedah sectio caesarea, luka pascabedah, pola konsumsi sumber protein, tingkat konsumsi protein, proses perkembangan penyembuhan luka
Cover KTI
tidak tersedia
2015

POLA PERUBAHAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI DESA KARANGKATES KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA SEKAR WIDHI
NIM: 1203000030
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S., STP., M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Widhi, Anisa Sekar. 2015. “Pola Perubahan Berat Badan pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.” Pembimbing: Sugeng Iwan S., STP., M.Kes Jawa Timur menduduki peringkat 6 tertinggi di Indonesia dengan prevalensi 29,8% dan Kabupaten Malang merupakan Kabupaten yang memiliki prevalensi yang lebih tinggi dari prevalensi Jawa Timur, yaitu 34%. Pada tahun 2014, Desa Karangkates terdapat prevalensi wanita hamil risiko KEK sebesar 6,7%. Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2013, yaitu 4,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pola perubahan berat badan pada Ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di Desa Karangkates. Penelitian ini menggunakan jenis survey deskriptif dengan rancangan deskriptif-analitis, dilaksanakan di wilayah Desa Karangkates bulan Mei – Juni 2015. Subyek penelitian yang diambil sebanyak 11 orang Ibu Hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu hamil KEK yang berumur 25-35 sebanyak 100%. Untuk tingkat pendidikan, sebagian responden mempunyai pendidikan terakhir SMA sebesar (64%) dan mempunyai status pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) sebesar (90%). Tingkat konsumsi energi dan protein responden sebagian besar adalah defisit tingkat berat sebanyak 6 orang (46%). Sebagian besar responden memilki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (82%) dan tidak memiliki pantang makanan 8 orang (73%). Berdasarkan hasil penelitian rata-rata berat badan awal responden dibawah berat badan ideal untuk hamil yaitu 43,5 dan didapatkan pola perubahan berat badan ibu hamil dari trimester 1 hingga trimester 3, mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan rata-rata perubahan berat badan selama 9 bulan untuk seluruh responden adalah 3 kg dengan rata-rata berat badan minimal -1,1 kg dan ratarata berat badan maximal 8.7 kg. Kata kunci: Ibu Hamil Kurang Energi Kronis, Berat Badan Awal, Pola Perubahan Berat Badan
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PROPORSI JUMLAH DAN JENIS KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK ASUPAN MAKANAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NINDA YUDHA PRATIWI
NIM: 1203000006
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ninda Yudha Pratiwi, 2015. Proporsi Jumlah dan Jenis Karbohidrat Protein dan Lemak Asupan Makanan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibimbing Oleh: Etik Sulistyowati. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, protein serta ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dan dalam urin (glukosuria). Kepatuhan diet merupakan pilar penting untuk keberhasilan pengelolaan Diabetes Melitus mencapai kadar glukosa normal serta untuk mencegah komplikasi kronik pada Diabetes Melitus pada berbagai organ tubuh. Diet penderita Diabetes Melitus meliputi pengaturan kalori, dan pemberian makan karbohidarat, protein dan lemak yang terdapat dalam ketujuh kelompok penggolongan makanan. Proporsi anjuran jumlah karbohidrat yang dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus adalah 45 – 55% dari total energi yang dikonsumsi, 10 – 15% protein dari total energi dan 20 – 25% lemak dari total energi. Konsumsi gula sederhana untuk penderita Diabetes Melitus juga harus dibatasi yaitu sebesar ≤5% untuk penderita Diabetes Melitus. Penenilitan ini dilakukan di Puskesmas Cisadea Kota Malang yang bertujuan untuk menghitunga proporsi jumlah dan mengidentifikasi jenis karbohidrat, protein dan lemak pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dan dilakukan pada bulan Februari – Maret 2015. Sampel yang digunakan adalah penderita Diabetes Melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Cisadea Kota Malang pada saat peneliti melakukan penelitian yaitu sebanyak 30 orang. Sebagian besar penderita yang menjadi responden berumur lebih dari 40 tahun. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan menghitung jumlah asupan masing-masing jenis zat gizi berdasarkan asupan makanan responden yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara Recall 24 jam. Hasil dari penelitian ini diperoleh rerata konsumsi karbohidrat responden dalam satu hari dikategorikan tepat yaitu sebesar 59,8% dengan konsumsi gula sederhana sudah tepat dilihat dari rerata jenis karbohidrat yang dikonsumsi adalah 0,1%, rerata asupan protein masih belum tepat yaitu 11,8 gram per hari dengan rerata perbandingan asupan protein hewani dan protein nabati masih belum seimbang yaitu 25% : 75%, asupan lemak masih belum tepat yaitu 30,1% dengan jenis lemak SAFA, PUFA dan MUFA yang juga masih belum seimbang yaitu 9,73%, 5,67% dan 4,94%. Dilihat dari konsumsi makanannya responden banyak yang mengkonsumsi makanan dengan jenis pengolahan yaitu digoreng. Dari hasil tersebut diharapkan bisa menjadi masukan untuk upaya intervensi yang kedepannya bisa memperbaiki pola konsumsi penderita Diabetes Melitus agar bisa seimbang. Intervensi bisa dilakukan oleh ahli gizi agar saat konseling bisa memotivasi penderita untuk menyeimbangkan konsumsinya.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PROPOSAL

Lihat Detail Karya
Penulis: ALBERTUS SETIJONO, SST, SPd, MPd ; DINIYAH KHOLIDAH, SST, SGz, MPH
Program Studi: POLTEKKES MALANG
Dosen Pembimbing: ALBERTUS SETIJONO, SST, SPd, MPd ; DINIYAH KHOLIDAH, SST, SGz, MPH
Lihat Abstraksi
Teori orem tentang perawatan diri, kurangnya perawatan diri, system perawatan berorientasi pada individu.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

RIWAYAT POLA MAKAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SUKOLILO KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANDRA OKTAVIA
NIM: 1203000124
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nama : Sandra Oktavia Program studi : Diploma III Gizi Judul Karya Tulis Ilmiah :Riwayat Pola Makan Lansia di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Hipertensi adalah keadaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah pada arteri. Pada populasi lansia di definisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Pola makan adalah gambaran mengenai jenis, jumlah dan komposisi bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh seseorang yang merupakan ciri khas dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat pola makan lansia penderita hipertensi di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Desain penelitian ini merupakan cross sectional study, dengan menggunakan purposive sampling dimana subyek yang diambil berdasarkan pertimbangan. Subyek penelitian adalah 10 responden lansia yang didapatkan di empat posyandu yang terdapat di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Kriteria subyek adalah penderita hipertensi di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Fokus penelitian adalah riwayat pola makan lansia penderita hipertensi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan wawancara, selanjutnya data dianalisis menjadi data deskriptif dan tabulasi. Hasil penelitian ini didapatkan 9 responden berada dalam kategori hipertensi stadium I sedangkan 1 responden berada dalam kategori hipertensi stadium II, rata-rata tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat belum mencukupi AKG yang telah di anjurkan, jenis makanan yang dikonsumsi lansia sehari-hari masih berada dalam kategori yang kurang. Kata Kunci : Hipertensi, Pola Makan, Lansia
Cover KTI
tidak tersedia
2015

Self Monitoring Kegawatan Peningkatan IDWG (Interdialytic Weight Gain) Klien Hemodialysis Dengan Kartu Kendali Sehat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Lihat Detail Karya
Penulis: Supono
Dosen Pembimbing: Supono
Lihat Abstraksi
Gagal ginjal tahap akhir (ESRD) merupakan penyakit ginjal kronis yang memerlukan penanganan khusus diantaranya adalah hemodialysis.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN SEXUAL ABUSE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK MIFTAHUL HUDA WONOKASIAN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TSULTSI IKRIMATUL HANIM
NIM: 1201100087
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: DR. Atty Yudiernawati S.Kp, M.Pd, ; Erlina Suci A. S.Kep, Ns, M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sikap Ibu dalam Pencegahan Sexual Abuse pada Anak Usia Prasekolah di TK Miftahul Huda Wonokasian Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Tsultsi Ikrimatul Hanim (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei. Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) DR. Atty Yudiernawati S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Erlina Suci A. S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci: Sikap ibu, Pencegahan Sexual Abuse pada anak Kekerasan seksual pada anak adalah keterlibatan seorang anak dalam segala bentuk aktivitas seksual yang terjadi sebelum anak mencapai batasan umur tertentu yang ditetapkan oleh hukum negara yang bersangkutan, dimana orang dewasa atau anak lain yang usianya lebih tua atau orang yang dianggap memiliki pengetahuan lebih dari anak memanfaatkannya untuk kesenangan seksual atau aktivitas seksual yang mana akan berdampak negatif pada psikologis dan mental anak. Harapannya ibu dapat membentuk sikap dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sikap ibu dalam mencegah sexual abuse pada anak usia prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif survei dengan sampel berjumlah 36 responden di TK Miftahul Huda Wonokasian Kecamatn Turen Kabupaten Malang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yaitu 58% memiliki sikap yang tidak mendukung (unfavorable) dan 42% memiliki sikap mendukung (favorable) dalam pencegahan sexual abuse pada anak prasekolah. Sikap ibu terhadap pencegahan sexual abuse pada anak usia prasekolah di TK Wonokasian Kecamatan Turen Kabupaten Malang tidak mendukung dimungkinkan dikarenakan faktor pendidikan yang masih rendah dan kurangnya informasi dari media massa mengenai pencegahan sexual abuse pada anak. Rekomendasi penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan penelitian tentang perilaku ibu dalam pencegahan sexual abuse pada anak.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY “S” DI BPM SITI MAHMUDAH WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INDAH PERMATASARI SINAWANGWULAN
NIM: 1202100017
Program Studi: Polkesma Kebidanan
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur , S.ST., S.Psi., M.Pd. Naimah, SKM, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sinawangwulan, Indah Permatasari. Studi Kasus Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care) Pada Ny S di BPM Siti Mahmudah Wagir Kabupaten Malang. Laporan Tugas Akhir Poltekkes Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Malang. Program Studi DIII Kebidanan Malang. Pembimbing Utama: Herawati Mansur , S.ST., S.Psi., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Naimah, SKM, M.Kes Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih cukup tinggi dapat dikatakan bahwa Indonesia belum mampu memenuhi target MDGs 2015. Masalah tersebut dapat dipecahkan melalui upaya pelaksanaan asuhan kebidanan yang berfokus pada pasien, dengan cara melakukan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta Keluarga Berencana. Bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan diharapkan mampu membantu keberhasilan program pemerintah khususnya program kesehatan ibu. Dengan demikian studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan pada Ny S. Desain penelitian meggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan Snowball Sampling. Subyek penelitian adalah Ny S usia kehamilan 39 minggu yang mengalami serangkaian peristiwa hamil, melahirkan, nifas, dan KB, disertai dengan bayi yang dilahirkannya Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Asuhan Kebidanan ini menggunakan manajemen kebidanan 5 langkah menurut Kepmenkes RI No 938/Menkes/VIII/2007. Dalam penelitian ini dilakukan kunjungan sebanyak 10 kali terdiri asuhan kehamilan 3 kali kunjungan, persalinan 1 kali kunjungan, nifas 4 kali kunjungan, neonatus 4 kali kunjungan dan Keluarga Berencana 2 kali kunjungan. Dari hasil studi kasus pada Ny S dengan kehamilan grandemultipara mengalami komplikasi ketuban Pecah Dini, pertolongan persalinan melalui seksio sesarea, sekaligus akseptor baru Tubektomi pasca seksio sesarea. Selama nifas terdapat masalah adanya nyeri luka akibat luka bekas operasi dan bayi Ny S mengalami ikhterus fisiologis. Masalah berangsur-angsur dapat diatasi atau berkurang, maka diharapkan petugas kesehatan perlu peningkatan wawasan dan keterampilan guna mendeteksi adanya komplikasi yang terjadi sehingga asuhan yang diberikan berjalan maksimal. Kata kunci: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Neonatus, Keluarga Berencana  
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan