Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4531–4540 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH JENIS SAYUR DAN TEKNIK PEMASAKAN TERHADAP SUSUT MASAK (COOKING LOSS) PADA HIDANGAN SAYUR

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA CAVRINA PUTRI
NIM: 1203000012
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dina Cavrina Putri, 2015 – “Pengaruh Jenis Sayur dan Teknik Pemasakan Terhadap Susut Masak (Cooking Loss) pada Hidangan Sayur”. (Dibawah bimbingan : Theresia Puspita, S.TP., MP) Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk melanjutkan kehidupan. Makanan yang dikonsumsi harus sehat dalam arti memiliki nilai gizi yang optimal seperti: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Untuk mengetahui kebutuhan maupun kecukupan energi dan zat gizi bagi tubuh, diperlukan penilaian konsumsi pangan yg merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi seseorang baik di masyarakat maupun di rumah sakit. Pada setiap kegiatan penilaian konsumsi pangan diperlukan Daftar Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKGM), Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan (DKGJ), Daftar Konversi Berat Mentah-masak (DKMM) dan Daftar Pnyerapan Minyak (DPM). Namun dalam melakukan survey konsumsi pangan sering dijumpai makanan dalam bentuk olahan, dan bahan makanan olahan tersebut tidak tersedia di dalam Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut bahan makanan dihitung dengan mengkonversikan bahan makanan olahan ke bahan makanan mentah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis sayur dan teknik pemasakan terhadap hidangan sayur. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidangan bobor daun singkong, tumis daun singkong, bobor sawi, tumis sawi, sambal goreng buncis, tumis buncis, sambal goreng labu siam, tumis labu siam, sambal goreng pare dan tumis pare dengan standar porsi 100 gram yang kemudian hasil penelitian dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa jenis sayur dan teknik pemasakan yang berbeda mempengaruhi susut masak hidangan sayur, selain itu semakin tinggi susut masak yang dialami oleh bahan makanan maka semakin besar pula faktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan dan sebaliknya semakin rendah susut masak maka semakin kecil pula faktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan. Kata kunci : teknik pengolahan, susut masak (cooking loss), faktor konversi berat mentah-masak
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENAMBAHAN WORTEL (Daucus carrota) TERHADAP MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN MUJAIR (Tilapia musambica) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA 24 - 59 BULAN

Lihat Detail Karya
Penulis: POPY PUTERI KUSUMANING AYU
NIM: 1203000026
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP, MP.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Popy Puteri Kusumaning Ayu (2015). Pengaruh Penambahan Wortel (Daucus carrota) Terhadap Mutu Kimia dan Mutu Organoleptik Nugget Ikan Mujair (Tilapia musambica) Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita 24 -59 Bulan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Theresia Puspita, S.TP, MP. Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, kelompok usia balita perlu mendapat perhatian, kerena merupakan kelompok rawan terhadap kekurangan gizi. Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita perlu diselenggarakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Beberapa produk olahan yang sangat digemari oleh konsumen adalah nugget. Nugget adalah produk daging direstrukrisasi dengan adonan dan pelapis untuk mempertahankan kualitas. Nugget sangat digemari oleh masyarakat terutama oleh anak-anak. Nugget seperti hasil olahan daging pada umumnya memiliki kelemahan pada kandungan serat yang rendah. Adanya penambahan wortel pada nugget ikan mujair akan meningkatkan kandungan seratnya. Nugget yang terbuat dari sayuran ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat para konsumen terutama anak-anak yang tidak menyukai sayur-sayuran. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah penambahan wortel sebagai bahan tambahan pembuatan nugget ikan mujair dengan 4 taraf perlakuan dengan perbandingan ikan mujair : wortel, yaitu P0 (100:50), P1 (90:60), P2 (50:50), P3 (60:90). Setiap taraf perlakuan dilakukan 3 kali replikasi, sehingga didapat 12 unit penelitian. Perbedaan yang tidak signifikan terhadap kadar lemak, karbohidrat, air dan mutu organoleptik (warna, rasa, tekstur, aroma) namun memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar protein dan kadar abu. Taraf perlakuan P1 merupakan taraf perlakuan terbaik dalam produk nugget. Selain itu, nugget ikan mujair dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lauk maupun makanan kudapan bagi balita. Keyword : Wortel, Ikan Mujair, Nugget, Mutu Gizi, Mutu Organoleptik dan Nilai Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENYULUHAN GIZI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN SARAPAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI SDN 03 SUMBERPUCUNG DESA KARANGKATES KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINI MABRUROH
NIM: 1203000014
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Ir. AAG. Anom Aswin, MPS
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dini Mabruroh. 2015. “Pengaruh Penyuluhan Gizi terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kebiasaan Sarapan Siswa Kelas V di SDN 03 Sumberpucung Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing ː Ir. AAG. Anom Aswin, MPS Sarapan penting bagi setiap orang untuk mengawali aktifitas sepanjang hari. Sarapan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi di pagi hari sebagai bagian dari pemenuhan gizi seimbang dan bermanfaat dalam membantu mencegah hipoglikemia, menstabilkan kadar glukosa darah, dan mencegah dehidrasi setelah berpuasa sepanjang malam (Hardinsyah, 2012). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa masih terdapat anak usia sekolah dasar yang prevalensi status gizi (IMT/ U) dengan kategori kurus sebanyak 11,2% dan sebanyak 18,8% dalam kategori gemuk. Tujuan umum adalah menganalisis pengaruh penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan dan kebiasaan sarapan pada siswa sekolah dasar di SDN 03 Sumberpucung Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Jenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Postest Desain. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang pada bulan Mei dan Juni selama 3 hari dalam 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan gizi memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kebiasaan sarapan siswa kelas V. Hasil analisis Paired t-test menunjukkan perbedaan pengetahuan yang signifikan (nilai p < 0,05), hal ini menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V SDN 03 Sumberpucung begitu juga dengan kebiasaan sarapan sebelum dan sesudah penyuluhan gizi. Penyuluhan gizi di sekolah hendaknya tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga orang tua siswa, dan pengelola kantin atau warung sekolah. Kata kunciː Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Kebiasaan Sarapan, Siswa SD
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENYULUHAN SARAPAN PAGI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN, SERTA PRESTASI BELAJAR SISWA SDN PUJON LOR 01 KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG`

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSIANAWATI DWI MULYONO
NIM: 1203000121
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: B. Doddy Riyadi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Mulyono, Lusianawati Dwi (2015). Pengaruh Penyuluhan Sarapan Pagi terhadap Perubahan Tingkat Pengetahuan Ibu, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, serta Prestasi Belajar Siswa SDN Pujon Lor 01 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang. Pembimbing Utama: B. Doddy Riyadi. Masalah gizi harus cepat diatasi dengan melakukan usaha peningkatan gizi terutama untuk kelompok rawan gizi, salah satunya anak sekolah. Usaha peningkatan gizi dapat dilakukan melalui program KADARZI yang telah disempurnakan oleh PUGS dimana salah satu pesannya adalah melakukan sarapan pagi. Studi pendahuluan yang dilakukan di SDN Pujon Lor 01 didapatkan hasil bahwa dari 38 responden hanya sebanyak 10.5% mempunyai kebiasaan selalu sarapan, sedangkan sebanyak 36.8 % mempunyai kebiasaan kadang-kadang, dan sebanyak 52.7% tidak pernah melakukan sarapan sebelum berangkat sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penyuluhan sarapan pagi terhadap perubahan tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein serta prestasi siswa di SDN Pujon Lor 01 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest dengan variabel bebas tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein. Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar. Objek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 di SDN Pujon Lor 01. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 37 orang. Penyuluhan tentang sarapan pagi memberikan pengaruh terhadap perubahan tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein serta prestasi belajar siswa. Berdasarkan uji Chi Square terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi energi, tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi energi dengan prestasi belajar dan tingkat konsumsi protein dengan prestasi belajar. Untuk meningkatkan kebiasaan sarapan pagi siswa sebaiknya pihak sekolah memasang poster tentang sarapan pagi dan gizi seimbang di setiap ruang kelas agar siswa selalu ingat dan menerapkan pentingnya sarapan pagi. Kata kunci : Penyuluhan, Sarapan Pagi, Pengetahuan, Anak Sekolah, Tingkat Konsumsi, Prestasi Belajar
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG CUCI TANGAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN TAWANG ARGO 4 DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VEBBY DIANA ANGGRAENI
NIM: 1203000076
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: AAG Anom Aswin
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Anggraeni, Vebby Diana (2015). Pengaruh Penyuluhan tentang Cuci Tangan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah Dasar di SDN Tawangargo 4 Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang. Pembimbing : AAG Anom Aswin Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) saat ini juga telah menjadi perhatian dunia, hal ini karena masalah kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di Negara berkembang saja, tetapi ternyata negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan cuci tangan. Studi pendahuluan yang dilakukan di SDN Tawangargo 4 diketahui bahwa siswa kelas 4 dan 5 sebanyak 28,3% dari 60 orang siswa/i masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang cuci tangan dan 10,25% dari 60 orang siswa/i masih memiliki kebiasaan yang kurang baik dalam hal cuci tangan. Wawancara dilakukan pada beberapa siswa kelas 4 dan 5 diketahui bahwa siswa/i kelas 4 dan 5 belum pernah mendapatkan penyuluhan cuci tangan yang baik sesuai standar dari WHO. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang cuci tangan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar di SDN Tawangargo 4 desa Tawangargo kecamatan Karangploso. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest. Objek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 di SDN Tawangargo 4 Karangploso. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 58 orang. Hasil uji wilcoxon signed ranks pengetahuan dan sikap, didapatkan p value adalah 0,0<0,05 sehingga tolak H0 yang berarti ada pengaruh penyuluhan tentang cuci tangan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar di SDN Tawangargo 4 desa Tawangargo kecamatan Karangploso Kata kunci : penyuluhan, pengetahuan, sikap
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MAKANAN JAJANAN SEHAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SISWA KELAS 4-5 SD DI SDN GUNUNGREJO 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AULIA AKBAR WIKO DWI PUTRA
NIM: 1203000103
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Putra, Aulia Akbar Wiko Dwi. 2015. “PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MAKANAN JAJANAN SEHAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SISWA KELAS 4-5 SD DI SDN GUNUNGREJO 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG.” Tugas Akhir, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan Setyobudi) Mengkonsumsi makanan jajanan saat bersekolah sudah menjadi aktivitas rutin siswa Sekolah Dasar (SD) sehingga untuk mengurangi paparan siswa SD terhadap makanan jajanan yang tidak sehat atau tidak aman diperlukan sosialisasi keamanan makanan jajanan pada siswa SD. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu penyuluhan dengan metode dan media yang menarik bagi siswa SD seperti, metode ceramah menggunakan audio visual yang diikuti pemajangan poster. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Desain. Populasi penelitian terdiri dari 60 responden dan Sampel penelitian 30 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling acak. Responden adalah siswa kelas IV (Empat) dan V (Lima). Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan pemajangan poster. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan makanan jajanan sehat siswa dianalisis menggunakan uji paired t test dengan  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dengan metode ceramah dan poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa dengan kenaikan sebesar ( ) ± SD 85,1% ± 8,9. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan jajanan sehat siswa dalam meningkatkan tingkat pengetahuan makanan jajanan sehat siswa. Mengingat bahwa hasil penelitian penyuluhan berhasil yaitu dengan meningkatnya pengetahuan, namun belum mengikuti perubahan sikap dan keterampilan dalam pemilihan jajanan sehat maka disarankan pihak sekolah perlu meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) khususnya penyuluhan kesehatan pada siswa. Serta dapat bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk memberikan penyuluhan atau pengertian tentang jajanan yang sehat dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi oleh siswa serta pihak sekolah dapat bekerjasama dengan petugas kantin untuk menyediakan makanan jajanan yang sehat dan aman. Kata kunci: penyuluhan, tingkat pengetahuan jajanan sehat siswa, siswa SD
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MAKANAN JAJANAN SEHAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SISWA KELAS 4-5 SD DI SDN GUNUNGREJO 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG.

Lihat Detail Karya
Penulis: AULIA AKBAR WIKO DWI PUTRA
NIM: 1203000103
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Putra, Aulia Akbar Wiko Dwi. 2015. “PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MAKANAN JAJANAN SEHAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SISWA KELAS 4-5 SD DI SDN GUNUNGREJO 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG.” Tugas Akhir, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan Setyobudi) Mengkonsumsi makanan jajanan saat bersekolah sudah menjadi aktivitas rutin siswa Sekolah Dasar (SD) sehingga untuk mengurangi paparan siswa SD terhadap makanan jajanan yang tidak sehat atau tidak aman diperlukan sosialisasi keamanan makanan jajanan pada siswa SD. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu penyuluhan dengan metode dan media yang menarik bagi siswa SD seperti, metode ceramah menggunakan audio visual yang diikuti pemajangan poster. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Desain. Populasi penelitian terdiri dari 60 responden dan Sampel penelitian 30 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling acak. Responden adalah siswa kelas IV (Empat) dan V (Lima). Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan pemajangan poster. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan makanan jajanan sehat siswa dianalisis menggunakan uji paired t test dengan  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dengan metode ceramah dan poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa dengan kenaikan sebesar ( ) ± SD 85,1% ± 8,9. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan jajanan sehat siswa dalam meningkatkan tingkat pengetahuan makanan jajanan sehat siswa. Mengingat bahwa hasil penelitian penyuluhan berhasil yaitu dengan meningkatnya pengetahuan, namun belum mengikuti perubahan sikap dan keterampilan dalam pemilihan jajanan sehat maka disarankan pihak sekolah perlu meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) khususnya penyuluhan kesehatan pada siswa. Serta dapat bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk memberikan penyuluhan atau pengertian tentang jajanan yang sehat dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi oleh siswa serta pihak sekolah dapat bekerjasama dengan petugas kantin untuk menyediakan makanan jajanan yang sehat dan aman. Kata kunci: penyuluhan, tingkat pengetahuan jajanan sehat siswa, siswa SD
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) dan TEPUNG TEMPE TERHADAP NILAI ENERGI, KADAR ZAT GIZI (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, KALSIUM),MUTU PROTEIN, dan KARAKTERISTIK FISIK COOKIES SEBAGAI ALTERNATIF SNACK TINGGI KALSIUM

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA OCTAVIANA LARASATI
NIM: 1203000119
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso,STP.,M.Si.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANISA OCTAVIANA LARASATI. Pengaruh Subtitusi Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Tepung Tempe terhadap Nilai Energi, Kadar Zat Gizi Karbohidrat, Lemak, Protein, Kalsium), Mutu Protein, dan Karakteristik Fisik cookies sebagai Alternatif Snack Tinggi Kalsium. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Agus Heri Santoso,STP.,M.Si. Asupan zat gizi yang mempunyai peran penting dalam masalah pangan dan gizi adalah kalsium. Kekurangan asupan kalsium dapat menyebabkan penyakit osteoporosis. Konsumsi kalsium rata-rata orang Asia tergolong rendah yaitu, 450 mg/hari. Berdasarkan data yang diberikan oleh Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes RI pada tahun 2002 menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia masih jauh dari angka kecukupan kalsium yang dianjurkan yaitu sebanyak 254 mg/hari. Sedangkan rata-rata orang Indonesia hanya mengkonsumsi kalsium 10,5 gram. Tepung tulang ikan dan tepung tempe dapat dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi dalam pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung tulang ikan bandeng dan tepung tempe terhadap nilai energi, kadar zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, kalsium), mutu protein, dan karakteristik fisik cookies (warna, aroma, rasa, tekstur) sebagai alternatif snack tinggi kalsium. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan perlakuan subtitusi tepung tulang ikan bandeng dan tepung tempe sebagai dasar pembuatan cookies. Penelitian ini menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu P0, P1, P2, dan P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung tulang ikan bandeng dan tepung tempe memberikan pengaruh berupa peningkatan kadar protein, kadar lemak, dan kadar kalsium, sedangkan untuk kadar karbohidrat cookies hasil subtitusi menurun dibandingkan dengan cookies standart (P0). Untuk karakteristik fisik cookies, dengan semakin banyaknya penambahan tepung tulang ikan bandeng dan tepung tempe sifatnya kurang menarik. Kata Kunci : Tepung Tulang Ikan Bandeng, Tepung Tempe, Cookies, Nilai Energi, Kadar Zat Gizi, Karaktersitik Fisik, Mutu Protein.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGEMBANGAN MENU DITINJAU DARI KUALITAS MENU (POLA DAN VARIASI), BIAYA, NILAI GIZI DAN TINGKAT KESUKAAN PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SD ISLAMIC GLOBAL SCHOOL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VERRINA ARDIYANI
NIM: 1203000091
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah bimbingan : Bachyar Bakri
Subjek: Kualitas Menu (Pola dan Variasi), Pengembangan Menu, Biaya, Nilai Gizi, Tingkat Kesukaan,gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Verrina Ardiyani, 2015. Pengembangan Menu Ditinjau Dari Kualitas Menu (Pola Dan Variasi), Biaya, Nilai Gizi Dan Tingkat Kesukaan Pada Penyelenggaraan Makan Siang Di SD Islamic Global School Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan : Bachyar Bakri). SD Islamic Global School Kota Malang merupakan salah satu institusi pendidikan yang melakukan penyelenggaraan makanan untuk 238 siswanya. Penyelenggaraan makanan diolah berdasarkan standar yang ada, dalam pelaksanaannya sering dijumpai adanya keterbatasan dalam penyusunan menu makanan yang mengakibatkan kelemahan seperti rendahnya kualitas bahan makanan karena keterbatasan dana, cita rasa makanan kurang diperhatikan, makanan kurang bervariasi, susunan hidangan tidak seimbang dan porsi makanan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas menu (pola dan variasi), biaya, nilai gizi, dan tingkat kesukaan siswa terhadap menu sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-postest. Sampel penelitian ini adalah 48 siswa dan menu makan siang yang disajikan sebanyak 5 menu selama 5 hari. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan disajikan dalam tabel, diagram dan grafik dan diberi penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan pola menu dengan kategori seimbang setelah pengembangan meningkat menjadi 60% dan variasi menu meningkat menjadi 100%. Sedangkan tingkat kesukaan dengan kategori “suka” tertinggi sesudah pengembangan menu yaitu pada menu Kari Sayur dari 37,6% menjadi 77,1% dan Cah Kacang Panjang Tauge Bakso dengan peningkatan 20,8% naik menjadi 68,8%. Peneliti menyarankan kepada pihak penyelenggara makanan untuk membuat standar resep tertulis agar cita rasa menu yang disajikan tetap sama dan melakukan evaluasi untuk mengetahui menu yang disukai atau tidak disukai siswa, serta menindaklanjuti keluhan-keluhan siswa mengenai menu yang disajikan untuk meningkatkan cita rasa dan daya terima menu. Kata kunci : Kualitas Menu (Pola dan Variasi), Pengembangan Menu, Biaya, Nilai Gizi, Tingkat Kesukaan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGEMBANGAN MENU DITINJAU DARI KUALITAS MENU (POLA DAN VARIASI), BIAYA, NILAI GIZI DAN TINGKAT KESUKAAN PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SD ISLAMIC GLOBAL SCHOOL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VERRINA ARDIYANI
NIM: 1203000091
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Verrina Ardiyani, 2015. Pengembangan Menu Ditinjau Dari Kualitas Menu (Pola Dan Variasi), Biaya, Nilai Gizi Dan Tingkat Kesukaan Pada Penyelenggaraan Makan Siang Di SD Islamic Global School Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan : Bachyar Bakri). SD Islamic Global School Kota Malang merupakan salah satu institusi pendidikan yang melakukan penyelenggaraan makanan untuk 238 siswanya. Penyelenggaraan makanan diolah berdasarkan standar yang ada, dalam pelaksanaannya sering dijumpai adanya keterbatasan dalam penyusunan menu makanan yang mengakibatkan kelemahan seperti rendahnya kualitas bahan makanan karena keterbatasan dana, cita rasa makanan kurang diperhatikan, makanan kurang bervariasi, susunan hidangan tidak seimbang dan porsi makanan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas menu (pola dan variasi), biaya, nilai gizi, dan tingkat kesukaan siswa terhadap menu sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-postest. Sampel penelitian ini adalah 48 siswa dan menu makan siang yang disajikan sebanyak 5 menu selama 5 hari. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan disajikan dalam tabel, diagram dan grafik dan diberi penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan pola menu dengan kategori seimbang setelah pengembangan meningkat menjadi 60% dan variasi menu meningkat menjadi 100%. Sedangkan tingkat kesukaan dengan kategori “suka” tertinggi sesudah pengembangan menu yaitu pada menu Kari Sayur dari 37,6% menjadi 77,1% dan Cah Kacang Panjang Tauge Bakso dengan peningkatan 20,8% naik menjadi 68,8%. Peneliti menyarankan kepada pihak penyelenggara makanan untuk membuat standar resep tertulis agar cita rasa menu yang disajikan tetap sama dan melakukan evaluasi untuk mengetahui menu yang disukai atau tidak disukai siswa, serta menindaklanjuti keluhan-keluhan siswa mengenai menu yang disajikan untuk meningkatkan cita rasa dan daya terima menu. Kata kunci : Kualitas Menu (Pola dan Variasi), Pengembangan Menu, Biaya, Nilai Gizi, Tingkat Kesukaan.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan