Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4521–4530 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

NILAI ENERGI DAN ZAT GIZI (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, DAN ZAT BESI) PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) TERHADAP KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI ANAK DI SDN SUKONOLO KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUSTIKA MADURATNA
NIM: 1203000008
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MUSTIKA MADURATNA. Nilai Energi dan Zat Gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, dan Zat Besi) Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) terhadap Kecukupan Energi dan Zat Gizi Anak d SDN Sukonolo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Di bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU. Pangan jajanan berperan penting dalam memenuhi kecukupan energi dan zat gizi anak sekolah khususnya protein. Apabila pangan jajanan yang di jual di lingkungan sekolah sudah cukup baik mutu gizinya anak-anak akan mendapatkan manfaat tambahan energi dan zat gizi, sehingga mampu mencukupi kecukupan energi dan zat gizi dalam tubuh. Sebaliknya apabila mutu gizi pangan jajanan tidak cukup baik, anak-anak tidak mampu mencukupi kecukupan energi dan zat gizi sehingga akan terjadi defisiensi energi dan zat gizi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai energi dan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi) Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Anak di SDN Sukonolo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksploratif, yaitu menganalisis dan menggali informasi tentang nilai energi dan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi) pangan jajanan yang telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 1 jenis makanan yang memenuhi standar kecukupan untuk pangan jajanan secara kuantitatif (nilai energi dan zat gizi) yaitu Bakso (340 Kalori/porsi dan 6,47 gram/porsi), sedangkan secara kualitatif (mutu protein) belum ada pangan jajanan yang memenuhi standar kecukupan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dapat disipulkan bahwa PJAS di SDN Sukonolo masih belum memenuhi standar kecukupan energi dan zat gizi yang dianjurkan, disarankan pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan rutin kepada siswa mengenai pangan jajanan yang sehat dan bergizi, dan untuk penjajan PJAS melakukan modifikasi pangan jajanan yang dijajakan menjadi lebih bervariasi sehingga mampu memenuhi standar energi dan zat gizi serta mutu protein PJAS, contohnya pada bakmi untuk meningkatkan mutu gizi lebih baik ditambahkan dengan bahan sumber protein dan vitamin berupa telur dan sayur. Kata Kunci : PJAS, Nilai Energi dan Zat Gizi, Mutu Protein, Kecukupan Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

Nyanyian Tidur Tradisional Jawa (Uru-uru) Oleh Ibu Untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Tidur Bayi

Lihat Detail Karya
Penulis: Erlinda Suci Astuti
Dosen Pembimbing: Erlinda Suci Astuti
Lihat Abstraksi
Kuantitas dan kualitas tidur yang cukup merupakan kebutuhan dan salah satu cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena saat tidur terjadi metabolisme dan pertumbuhan sel baru serta waktu yang paling optimal untuk melepaskan hormon pertumbuhan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN STROBERI (Fragaria vesca L) SEBAGAI JUS BUAH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU ORGANOLEPTIK

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAN AYU HIDAYATI
NIM: 1203000041
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, S.TP., MSi
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dian Ayu Hidayati, 2015. Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Stroberi (Fragaria vesca L) sebagai Jus Buah terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan Maryam Razak, S.TP., MSi) Ada hubungan erat antara makanan dan perkembangan berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker. Penyebab timbulnya penyakit degeneratif, salah satunya karena kurangnya antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas yang terdapat dalam tubuh. Khasiat antioksidan untuk mencegah berbagai penyakit akibat pengaruh oksidatif akan lebih efektif jika kita mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan dari berbagai jenis. Salah satu jenis buah yang tinggi antioksidan adalah kulit buah naga merah dan Stroberi yang sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimal di masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kulit buah naga merah dan stroberi sebagai jus buah terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik dengan 5 taraf perlakuan yaitu (Kulit buah naga merah : Stroberi) P1 (30:70) ; P2 (40:60) ; P3 (50:50) ; P4 (60:40) ; P5 (70:30). Jenis Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2015. Penelitian yang dilakukan adalah aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan mutu organoleptik menggunakan metode Hedonic Scale Test. Metode statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjutan Duncan untuk aktivitas antioksidan serta Kruskall-Walis dengan uji lanjutan Mann-Whitney untuk mutu organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik pada kelima jenis jus kulit buah naga merah dan stroberi. Kandungan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada taraf perlakuan P5 (70:30) sebesar 62,9% serta mutu organoleptik yang disukai pada taraf perlakuan P3 (50:50). Saran dari penelitian ini dapat dilakukan pengukuran kadar vitamin C, kadar betakaroten dan kadar antosianin serta pengukuran aktivitas antioksidan pada bahan baku untuk mengetahui sebelum dan sesudah pengolahan. Kata Kunci : Kulit Buah Naga Merah, Stroberi, Aktivitas Antioksidan, dan Mutu Organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PEMBUATAN MILKSHAKE ANTI ANEMI SEBAGAI MINUMAN SNACK BAGI PENDERITA ANEMIA BESI PADA REMAJA PUTRI

Lihat Detail Karya
Penulis: TANTRIN NOVA SOLIKHA
NIM: 1203000007
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Yohanes Kristianto, MFT
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI TANTRIN NOVA SHOLIKHA, 2015. PEMBUATAN MILKSHAKE ANTI ANEMI SEBAGAI MINUMAN SNACK BAGI PENDERITA ANEMIA BESI PADA REMAJA PUTRI. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (dibawah bimbingan Yohanes Kristianto, MFT) Prevalensi anemia pada perempuan dewasa di perkotaan mencapai 19,7%. Sedangkan untuk prevalensi anemia pada perempuan dewasa di pedesaan Jawa Timur sebesar 15,6% pada tahun 2007. Pada tahun 2013 bahwa 21,7% masyarakat Indonesia mengalami anemia, yang di dalamya yaitu 18,4% laki-laki dan 23,9% perempuan. Anemia adalah salah satu masalah gizi uama yang disandang oleh Negara Indonesia. Faktor-faktor yang menjadi penyebab anemia gizi besi pertama kebutuhan besi yang meningkat pada pertumbuhan, kedua rendahnya asupan atau bioavaibilitas besi dari makanan, dan ketiga infeksi dan parasit seperti malaria, HIV dan kecacingan dan juga pendidikan rendah, ekonomi rendah dan status sosial rendah dari masyarakat merupakan sebab mendasar terjadinya anemia di Indonesia. Besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang mempunyai pengaruh luas dalam aktivitas metabolisme tubuh dan sangat penting dalam proses pertumbuhan. Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat membuat seseorang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh dan sering merasa lesu. Masalah tersebut dapat diatasi dengan makanan tinggi Zat besi. Milkshake anti anemi ini terbuat dari campuran jagung manis, kecambah kacang hijau dan jambu biji merah. Yang mana ketiga bahan tersebut mempunyai kadar zat besi dan vitamin C yang tinggi apabila dengan proporsi bahan yang cukup. Penelitian ini bertujuan melihat proporsi yang tepat terhadap kadar vitamin C, kadar Fe dan mutu organoleptik Milkshake anti anemi bagi penderita anemia pada remaja putri. Jenis penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan dengan proporsi bahan yang berbeda serta menggunakan 5 taraf perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dan April 2015, bertempat di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan, Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang serta Laboratorium Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian yang dilakukan adalah analisis kadar vitamin C dengan menggunakan metode Iodo-Iodimetri, analisis kadar Fe dengan menggunakan metode Spectrofotometri dan uji mutu organoleptik dengan metode Hedonic Scale Test. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi adalah pada taraf perlakuan P3 dengan proporsi Jagung manis : kecambah kacang hijau : jambu biji merah (33 : 16 : 50) memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu 0.22% dan pada taraf perlakuan P4 proporsi Jagung manis : kecambah kacang hijau : jambu biji merah (16 : 33 : 50) memiliki kadar Zat besi (Fe) tertinggi yaitu 0.035%. Hasil analisis statistik One Way Annova pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa ada pengaruh proporsi bahan yang signifikan terhadap kadar vitamin C dan kadar Fe Milkshake anti anemi. Hasil uji mutu organoleptik, tingkat kesukaan panelis dengan nilai mean rank tertinggi terhadap atribut rasa terdapat pada taraf perlakuan P5 , atribut aroma terdapat pada taraf perlakuan P3, atribut warna terdapat pada taraf perlakuan P3), dan atribut konsistensi terdapat pada taraf perlakuan P3 Berdasarkan uji statistik Kruskall Wallis menunjukkan bahwa proporsi bahan berpengaruh signifikan terhadap mutu organoleptik Milkshake anti anemi pada atribut rasa, aroma, warna dan konsistensi Kata Kunci : Anemia, Kecambah Kacang Hijau, Jambu Biji Merah, Milkshake Anti Anemi, Kadar Vitamin C, Kadar Fe, Mutu Organoleptik.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENAMBAHAN KACANG KEDELAI (Glycine max (L) Merril) DAN BAYAM HIJAU (Amaranthus spp.) PADA PEMBUATAN BROWNIES KUKUS UNTUK IBU HAMIL ANEMIA TERHADAP MUTU GIZI DAN MUTU ORGANOLEPTIK

Lihat Detail Karya
Penulis: FADILA NUR OKFITASARI
NIM: 1203000101
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Fadila Nur Okfitasari (2015). Penambahan Kacang Kedelai (Glycine max (L) Merril) Dan Bayam Hijau (Amaranthus spp.) Pada Pembuatan Brownies Kukus Untuk Ibu Hamil Anemia Terhadap Mutu Gizi Dan Mutu Organoleptik. Program Studi D-III Gizi Malang. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : I Komang Suwita, SST., MP Abstraksi : Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terkena anemia. Salah satu upaya penanggulangan anemia adalah dengan melakukan pengembangan produk berupa brownies kukus dengan penambahan kacang kedelai dan bayam hijau. Kacang kedelai mengandung kadar zat besi yang cukup tinggi dan bayam hijau memberikan tambahan zat besi sehingga dapat membantu pencegahan anemia. Brownies kukus menjadi pilihan alternatif karena mudahnya pengolahan brownies kukus yang telah dikenal masyarakat. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penambahan kacang kedelai dan bayam hijau terhadap mutu gizi dan mutu organoleptik pada brownies kukus untuk anemia. Jenis penelitian true eksperimental dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan kacang kedelai dan bayam hijau yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu proporsi tepung terigu : kacang kedelai : bayam hijau P0 (50:0:0), P1 (50:75:75), P2 (50:70:80), P3 (50:65:85). Hasil penelitian menunjukan bahwa taraf perlakuan dengan proporsi tepung terigu : kacang kedelai : bayam hijau yaitu sebesar 50:65:85 (P3) merupakan taraf perlakuan terbaik karena mengandung kadar zat besi tertinggi diantara taraf perlakuan yang lain. Brownies kukus penambahan kacang kedelai dan bayam hijau dapat digunakan sebagai makanan selingan untuk ibu hamil anemia juga dapat dikonsumsi anak-anak hingga lansia untuk mencukupi zat besi. Panelis menyatakan tidak terlalu suka terhadap tekstur dan aroma brownies kukus taraf perlakuan P3 penambahan kacang kedelai dan bayam hijau (65 dan 85). Kata kunci : Anemia, Brownies Kukus, Kacang Kedelai dan Bayam Hijau, Kadar Zat Besi (Fe)
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENATALAKSANAAN DIET PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK DENGAN HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA 2 RSUD NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: Galih Prastyo Budi
NIM: 1203000021
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Galih Prastyo Budi, 2015. Penatalaksanaan Diet pada Pasien Nefropati Diabetik dengan Hipertensi Di Ruang Dahlia 2 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc Nefropati diabetik adalah komplikasi DM pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Sekitar 20-40% penyandang DM akan mengalami nefropati diabetik (PERKENI 2011). World Health Organization (WHO) telah mengumumkan bahwa prevalensi DM akan meningkat di seluruh dunia pada Millenium ketiga ini, termasuk Negara di Asia Tenggara, di antaranya Indonesia. Sekitar 40% dari pasien DM terdapat keterlibatan ginjal, sehingga dapat dipahami bahwa masalah penyakit ginjal diabetik (PGD) juga mengalami peningkatan di abad 21 ini. Pada dekade ini juga, di banyak negara maju PGD tercatat sebagai komponen terbanyak dari pasien baru yang mengalami terapi pengganti ginjal. Keadaan yang sama sudah Mulai terlihat juga di Indonesia (Lubis Harun Rasyid, 2009). Tujuan umum adalah Merencanakan dan melakukan manajemen asuhan gizi klinik pada pasien secara individual di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Tujuan khusus adalah pengkajian data, assessment gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi dan monitoring evaluasi gizi pada pasien. Jenis penelitian ini adalah observasional study dengan menggunakan rancangan penelitian case study. Karakteristik pasien adalah jenis kelamin laki-laki, usia 51 tahun, riwayat penyakit Diabetes Mellitus dan Hipertensi, pekerjaan sebagai pedagang. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antropometri awal dan akhir, data biokimia awal dan akhir, data fisik klinis awal dan akhir, riwayat pasien yang meliputi riwayat gizi dahulu, riwayat gizi sekarang, riwayat penyakit dan riwayat penyakit keluarga, asupan pasien serta tingkat konsumsi pasien. Cara pengumpulan data melalui wawancara, melihat buku status pasien dan pemeriksaan laboratorium. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian: asupan dan tingkat konsumsi protein, karbohidrat, fosfor dan ciaran masuk dalam kategori baik, untuk asupan dan tingkat konsumsi energi, dan natrium dan kalium masuk dalam kategori kurang, dan untuk asupan dan tingkat konsumsi lemak dan kalsium masuk dalam kategori buruk. Pekembangan antropometri belum mengalami peningkatan, terjadi penurunan nilai biokimia dan kondisi fisik belum membaik. Masih diperlukan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan. Kata kunci: penatalaksanaan diet, nefropati diabetik, tingkat konsumsi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH EDUKASI ASI EKSKLUSIF TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN IBU HAMIL DI DESA SUKONOLO KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RINA NURUL FARIDA
NIM: 1203000027
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rina Nurul Farida. 2015. “Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Ibu Hamil Sebelum dan Sesudah Edukasi ASI Eksklusif di Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang”. Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang sempurna dan terbaik bagi bayi. Meskipun begitu, cakupan ASI Eksklusif di Indonesia masih jauh dari target yaitu 80%. Di kabupaten malang sendiri angka cakupan ASI Eksklusif hanya sebesar 57,9%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pemberian ASI Eksklusif, yaitu pengetahuan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan teknik menyusui. Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan Ibu Hamil mengenai ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil mengenai ASI Ekslusif di Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subyek penelitian adalah ibu hamil yang berada dii Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang yang berjumlah 6 orang. Data hasil penelitian dianalis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan terjadi Peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu hamil mengenai ASI Eksklusif sesudah diberikan edukasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil di Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Kata kunci : ASI Eksklusif, Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH EDUKASI GIZI DAN PMT PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI DESA GONDANGLEGI KULON KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIANITA YUNIAR
NIM: 1203000009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dianita Yuniar (2015). Pengaruh Edukasi Gizi Dan Pmt Penyuluhan Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Pembimbing I Nengah Tanu Komalyna) . Meningkatnya angka kematian balita adalah akibat dari kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang pada tahun 2014 bahwa sebesar 11% balita dengan status gizi kurang. Dari Program PMT yang dilaksanakan terjadi peningkatan berat badan pada balita gizi kurang. Namun peningkatan berat badan yang terjadi hanya sementara, setelah program PMT dihentikan berat badan balita kembali pada keadaan semula. Penelitian dilakukan di Desa Gondanglagi Kulon Kec. Gondanglegi Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari – Juni 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian PMT Penyuluhan dan Edukasi Gizi terhadap perubahan berat badan balita gizi kurang di Desa Gondanglagi Kulon Kec. Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu balita mengalami peningkatan , dimana responden penelitian 1 dan 2 meningkat kedalam kategori baik dengan skor 86% dan 80% sedangkan subjek penelitian 3 meningkat dari kategori kurang menjadi kategori cukup. Terjadi peningkatan rata-rata tingkat konsumsi energi dan protein pada ketiga subjek namun belum memenuhi kebutuhan yang dianjurkan. Peningkatan berat badan terjadi pada ketiga subjek penelitian yaitu sebesar 300 – 500/21 hari. Ketiga subjek penelitian meningkat dari status gizi kurus menjadi normal. Kader posyandu dapat memberikan demonstrasi cara pembuatan pemberian makanan tambahan yang dapat dilakukan di posyandu setiap bulannya dengan menggunakan bahan makanan local. Ibu balita diharapkan lebih trampil dan kreatif membuat PMT untuk balita dari bahan local yang ada di daerah tersebut. Ibu diharapkan lebih telaten untuk memberi makan balita, mengontrol asupan makan balita sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang dianjurkan. Kata Kunci : PMT, Edukasi Gizi, Peningkatan Berat Badan, Pengetahuan, Sikap, Ketrampilan
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH JENIS DAGING DAN JENIS MASAKAN TERHADAP PERUBAHAN MENTAH MASAK

Lihat Detail Karya
Penulis: NIEKITA DAMAYANTI
NIM: 1203000107
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP.,MP
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Niekita Damayanti, 2015 –“Pengaruh Jenis Daging dan Jenis Masakan Terhadap Mentah Masak. (Dibawah bimbingan : Theresia Puspita, STP.,MP) Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus terpenuhi untuk mempertahann hidupnya serta untuk melakukan segala kewajiban-kewajiban hidup yang lain. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Untuk mengetahui kebutuhan maupun kecukupan energi dan zat gizi seseorang baik dimasyarakat maupun dirumah sakit perlu dilakukan metode penilaian status gizi. Dalam setiap kegiatan penilaian konsumsi pangan diperlukan Daftar Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKBM), Daftar Kandungan Zat Gizi makanan Jajanan (DKGJ), Daftar Konversi Berat Mentah-masak (DKMM) dan Daftar Penyerapan Minyak (DPM). Namun dalam melakukan survey konsumsi pangan sering dijumpai makanan dalam bentuk olahan tidak tersdia dalam Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan dan Jajanan, sehinga untuk mengatasi hal tersebut bahan makanan dihitung dengan mengkonversikan bahan makanan olahan ke dalam bahan makanan mentah. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental yang dilakukan untuk mengetahui faktor konversi berat mentah masak pada olahan daging sapi dan daging ayam terhadap jenis masakannya. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah daging sapi dan daging ayam yang diolah menjadi empat jenis masakan yaitu suwir, lada hitam, rolade dan steak. Berat mentah bahan yang digunakan adalah 100 gram. Hasil Peneitian yang didapat menunjukkan bahwa teknik pengolahan dan ukuran yang berbeda mempengaruhi susut masak olahan daging sapi dan ayam, selain iu semakin tinggi susut masak bahan makanan semakin besar pula faktor konversi berat mentah masak yang didapatkan dan sebaliknya semakin rendah susut masak bahan makanan maka semakin kecil pula faktor konversi yang didapatkan. Kata kunci : jenis daging, jenis masakan, perubahan mentah-masak, susut masak
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENGARUH JENIS IKAN DAN CARA PENGOLAHAN TERHADAP SUSUT MASAK

Lihat Detail Karya
Penulis: NANDA ALFIATUL FARIDA K.
NIM: 1203000082
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nanda Alfiatul, 2015 – “Pengaruh Jenis Ikan dan Cara Pengolahan terhadap Perubahan Mentah Masak”. (Di bawah bimbingan : Theresia Puspita, S.TP., MP) Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuhsetiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat gizi. Untukmengetahui kebutuhan maupun kecukupan energi dan zat gizi bagi tubuh,diperlukan penilaian konsumsi pangan yg merupakan salah satu metode yangdigunakan dalam penentuan status gizi seseorang baik di masyarakat maupun dirumah sakit. Pada setiap kegiatan penilaian konsumsi pangan diperlukan DaftarKandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKGM), Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan Jajanan (DKGJ), Daftar Konversi Berat Mentah-masak (DKMM) danDaftar Pnyerapan Minyak (DPM). Namun dalam melakukan survey konsumsipangan sering dijumpai makanan dalam bentuk olahan, dan bahan makanan olahan tersebut tidak tersedia di dalam Daftar Kandungan Zat Gizi MakananJajanan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut bahan makanan dihitung denganmengkonversikan bahan makanan olahan ke bahan makanan mentah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis ikan dan cara pengolahan terhadap perubahan mentah masak. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan mujair, ikan gurami, serta ikan belut kemudian hasilnya dianalisis menggunakan analisis statistik One-Way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh jenis ikan dan cara pengolahan terhadap perubahan mentah masak, selain itu semakintinggi susut masak yang dialami oleh bahan makanan maka semakin besar pulafaktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan dan sebaliknya semakinrendah susut masak maka semakin kecil pula faktor konversi berat mentah-masakyang didapatkan. Kata kunci : jenis ikan, cara pegolahan, susut masak (cooking loss), faktor konversi berat mentah-masak
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan