Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4491–4500 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAYA HIDUP REMAJA YANG BERISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI SMA NEGERI 9 KOTA MALANG (Deskriptif Survey)

Lihat Detail Karya
Penulis: DANISA SEPTIANI AULIA
NIM: 1201100113
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S. Kep, Ns, M.Kep. (2) Maria Diah CT, S. Kep, Ns, M. Kep, Sp. KMB.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gaya HidupRemaja yang BerisikoPenyakitJantungKoroner di SMA Negeri 9 Kota Malang.DanisaSeptianiAulia (2015), Program Studi D-III Keperawatan Malang, JurusanKeperawatan, PoliteknikKesehatanKemenkes Malang. Pembimbing: (1) Rudi Hamarno, S. Kep, Ns, M.Kep. (2) Maria Diah CT, S. Kep, Ns, M. Kep, Sp. KMB. Kata Kunci: Gaya Hidup, Remaja, PenyakitJantungKoroner Masaremajaadalahsalahsatutahapfaseperkembangankehidupanmanusia.Remajamempunyai rasa keingintahuan yang tinggisertamasihdalam proses pencarianjatidiri, sehinggabeberaparemajarentan memilikigayahiduptidaksehatsepertimerokok, ditambah pula dengan kecanggihan teknologi banyak remaja yang mempunyaipolamakantidaksehat, danketidakaktifanfisik yang merupakanrisikopenyakitjantungkoroner. Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuigayahidupremaja yang berisikoterhadappenyakitjantungkoronermeliputimerokok, polamakantidaksehat, danketidakaktifanfisik di SMA Negeri 9 Kota Malang. Penelitianinimenggunakandesaindeskriptif survey dengan menggunakan teknik sampling cluster sampling. Sampel dalam penelitian inisebanyak 85 responden. Pengambilan datadilakukanpadatanggal 12 Maret 2015 menggunakaninstrumenberupakuesioner.Hasilpenelitian didapatkanhampirseluruhresponden(95%)adalahbukanperokok, hampirsetengahresponden(38%)kadangmelakukanpolamakantidaksehat, sebagianbesarresponden(73%)melakukanaktifitasfisikringan, sedang, danberat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagianbesarrespondenmemilikigayahidupcukupsehat. Diharapkanmelaluipenelitianiniremajadapatmeningkatgayahidupsehat dengan menggalakkanhidupbebasrokok, pendidikankesehatantentangmakanansehat, dan mengajaksiswauntukmeningkatkanaktifitasfisiksehinggaterhindardaripenyakitjantungkoroner di masa yang akandatang.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS DIARE PADA ANAK USIA 7-24 BULAN DI DESA BATURETNO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FIRLIA ELOK MEGAWATI
NIM: 1203000069
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI FIRLIA ELOK MEGAWATI, 2015. “ Hubungan Antara Pemberian MP-ASI dengan Status Diare Pada Anak Usia 7-24 bulan di Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaen Malang”. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH) Kejadian diare adalah penyebab ketiga angka kesakitan dan kematian anak akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinja. Bertambahnya usia bayi bertambah pula kebutuhan gizinya, dan pemberian MP-ASI setelah usia 6 bulan merupakan cara memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Namun pemberian MP-ASI sebelum 6 bulan serta cara pemberin yang tidak sesuai akan meningkatkan resiko terjadinya diare pada bayi karena belum siapnya sistem pencernaan dan mudahnya bakteri masuk ke daam tubuh bayi melalui makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status diare pada bayi usia 7-24 bulan. Penelitian ini dilakukan di Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan untuk mengetahui hubungan antar variabel diuji menggunakan Uji Chi-Square. Responden yang digunakan adalah bayi berusia 7-24 bulan dan memenuhi kriteria sejumlah 45 bayi. Hasil penelitian menunjukkan: dari 45 anak yang usia pemberian 13-24 bulan dan mengalami diare 15,6% (p-value 0,53) menunjukkan bahwa faktor yang diteliti tidak signifikan, serta dari 45 bayi yang bentuk pemberian MP-ASI lunak dan mengalami diare 35,6% (p-value 0,213) menunjukkan bahwa faktor yang diteliti tidak signifikan, anak yang mendapatkan jumlah MP-ASI ≤ 6 sdm dan mengalami diare 60% (p-value 0,049) menunjukkan bahwa faktor yang diteliti tidak signifikan, serta anak yang mendapatkan frekuensi pemberian MP-ASI ≤ 3 kali sehari dan mengalami diare 64,4% (p-value 0,139) menunjukkan bahwa faktor yang diteliti tidak signifikan. Key Word : Diare, MP-ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DAN KEJADIAN INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA PULUNGDOWO, KECAMATAN TUMPANG, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RAHMAT ZENNY
NIM: 1203000100
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: B.Doddy Riyadi,SKM,.MM.
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Rahmat Zenny. 2015. “Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga dan Kejadian Infeksi dengan Status Gizi Balita di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.” Tugas Akhir, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah Bimbingan: B.Doddy Riyadi,SKM,.MM.) Kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Menurut kriteria rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi improved adalah rumah tangga yang menggunakan fasilitas BAB milik sendiri, namun di Indonesia masih ditemukan 12,9% yang tidak memiliki fasilitas BAB milk sendiri. Presentase rumah tangga ber-PHBS di Jawa Timur sekitar 47,15%. Penyakit menular dapat disebabkan media udara, air dan vektor. Penemuan kasus pneumonia di jawa timur sebesar 27,08% dan kasus diare 5,1% pada kelompok balita. Penemuan balita berat-kurang pada tahun 2013 adalah 19,6%. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriftif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 76 responden. Responden adalah Balita di desa Pulungdowo. Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga dan Kejadian Infeksi dengan Status Gizi Balita dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara PHBS dengan status gizi balita didapat p<0,05, ada hubungan antara PHBS dengan kejadian infeksi didapat p<0,05, ada hubungan antara kejadian infeksi dengan status gizi balita didapat p<0,05. Saran dari penelitian ini diharapkan agar dilaksanakannya penyuluhan dan poster-poster kesehatan PHBS di rumah tangga secara berkelompok secara rutin 1 bulan sekali selama 1 tahun secara bertahap agar tercapainya keluarga sehat sebesar 70% pada tahun 2016. Serta petugas memberikan contoh rumah sehat agar menjadi gambaran langsung masyarakat untuk mencotoh rumah sehat. Kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga, kejadian infeksi, status gizi balita.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI, PROTEIN) DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 25 – 36 BULAN DI DESA BATURETNO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVI KUSUMANDANI
NIM: 1203000099
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Devi kusumandani, 2015 : Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Konsumsi (Energi, Protein) dengan Status Gizi Anak Usia 25 - 36 Bulan di Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaten Malang (di bawah bimbingan Bernadus Rudy Sunindya, MPH). Hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukan bahwa masalah kesehatan dan penyebabnya dari bayi lahir sampai dewasa. Salah satu masalahnya adalah gizi kurang. Prevalensi gizi kurang pada balita (BB/U<-2SD) memberikan gambaran yang fluktuatif dari 18,4 % (2007) menurun menjadi 17,9 % (2010) kemudian meningkat lagi menjadi 19,6 % (tahun 2013). Berdasarkan pemantauan status gizi balita yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten buruk di Kabupaten Malang. Dari data tersebut diperoleh sebesar 9 % balita menderita gizi buruk di Desa Baturetno. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Konsumsi (Energi, Protein) dengan Status Gizi Anak Usia 25 - 36 Bulan di Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat pendidikan ibu, tingkat konsumsi (energi,protein), dan status gizi balita. sampel yang diambil berjumlah 51 balita melalui pengukuran antropometri BB dan Food Recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi buruk anak usia balita di Desa Baturetno sebesar 9% termasuk dalam masalah gizi yang utama. Dari hasil uji statistic Fisher exact diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 25 – 36 bulan (p value = 0, 000 < 0,05). Selain itu tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energy dengan status gizi anak usia 25 – 36 bulan menurut indeks BB/U (p value = 0,093 > 0,05 ). Serta tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi anak usia 25 – 36 bulan menurut indeks BB/U (p value = 0,160 > 0,05). Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak atau lembaga baik pemerintah maupun swasta sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan penanganan masalah gizi yang sedang terjadi. Kata kunci : Tingkat pendidikan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein, status gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN STATUS GIZI BERDASARKAN INDIKATOR TB/U DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SDN KEDOK 01 KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANTI APRILIA DAMAYANTI
NIM: 1203000063
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM., MPH.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Santi Aprilia Damayanti, 2015. “Hubungan Status Gizi berdasarkan Indikator TB/U dengan Hasil Belajar Siswa SDN Kedok 01 Kecamatan Turen Kabupaten Malang”. (Dibawah Bimbingan : Hasan Aroni, SKM., MPH.) Dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan di SDN Kedok 01 pada kegiatan baseline data tanggal 1 November 2014 didapat prevalensi status gizi berdasarkan indikator TB/U sebesar 27% dan hasil belajar Matematika dengan rata-rata nilai 65. Seperti yang kita ketahui jika status gizi kurang tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada penurunan kemampuan belajar dan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi berdasarkan indikator TB/U dengan hasil belajar siswa. Dengan tujuan khusus yaitu mengetahui status gizi siswa berdasarkan indikator TB/U, mengetahui hasil belajar siswa dan menganalisis hubungan antara status gizi berdasarkan indikator TB/U dengan hasil belajar siswa. Pengambilan data penelitian dilakukan di SDN Kedok 01 Kecamatn Turen pada 30 Juni 2015. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah sampel sebanyak 41 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Data yang diambil adalah hasil belajar siswa berupa nilai Matematika dan Bahasa Indonesia serta data TB dan umur, gambaran umum siswa dan gambaran umum sekolah. Analisis data ini menggunakan uji Chi-Square. Data kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31 siswa (76%) memiliki status gizi (TB/U) normal dan sisanya 10 siswa (24%) termasuk dalam kategori pendek. Hasil belajar Matematika siswa, 10 siswa (24,4%) memiliki kategori nilai kurang dan 8 siswa (19,5%) memiliki kategori nilai kurang untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan uji Chi-Square ada hubungan antara status gizi berdasarkan indikator TB/U dengan hasil belajar Matematika ditunjukkan dengan nilai p value = 0,0045 dan tidak ada hubungan antara status gizi berdasarkan indikator TB/U dengan hasil belajar Bahasa Indonesia ditunjukkan dengan nilai p value = 0,082. Berdasarkan hal tersebut diharapkan dapat dilakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai hubungan antara status gizi berdasarkan indikator TB/U dengan mata pelajaran lainnya serta menggunakan indikator status gizi lainnya. Kata kunci : Status Gizi, Hasil Belajar.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN POLA ASUH MAKAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Aini Munfaziroh
NIM: 1203000126
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: AAG Anom Aswin
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Munfaziroh, Aini (2015), HubunganTingkat Pengetahuan Gizi dan Pola Asuh Makan Ibu dengan Status Gizi Anak Ballita di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : AAG Anom Aswin Masa balita adalah masa dimana anak sangat membutuhkan zat gizi dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Kekurangan zat gizi pada masa ini dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang. Pada masa ini juga, anak masih benar-benar bergantung pada perawatan dan pengasuhan oleh ibunya. Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan, persediaan pangan, sanitasi lingkungan yang kurang baik, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Pola asuh anak adalah faktor penyebab tidak langsung dari kejadian kurang gizi. Pentingnya pola asuh anak sebagai faktor yang menentukan keadaaan gizi anak balita selain faktor sosial, ekonomi budaya, pendidikan dan lingkungan. Faktor ibu memegang peranan penting dalam menyediakan dan menyajikan makanan yang bergizi dalam keluarga, sehingga berpengaruh terhadap status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola asuh makan dengan status gizi balita di Desa pandesari Kecamtan Pujon Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 respoden. Pengumpulan data tentang pengetahuan gizi dan pola asuh makan menggunakan wawancara berpedoman kuisioner. Status gizi anak balita ditentukan berdasarkan BB/U. analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita berdasarkan indeks BB/U diperoleh gizi kurang sebanyak 32% dan buruk sebanyak 12%. Pengetahuan gizi ibu berkategori baik sebanyak 76%. Sedagkan pola asuh ibu tergolong cukup sebanyak 68%. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan pola asuh makan serta ada hubungan yang signifikan antara pola asuh makan dengan status gizi anak balita pada p<0,05. Berdasarkan tingkat pengetahuan gizi ibu sebanyak 24% responden yang masih tergolong kurang dan cukup maka perlu dilakukan penyuluhan tentang gizi dan praktek pemberian makan pada saat kegiatan Posyandu. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Makan, Status Gizi Balita.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEBIASAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF PADA BADUTA USIA 7 – 24 BULAN DI DESA NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WINDI ARI HARDIANTI
NIM: 1203000042
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM., M.Pd.
Subjek: Ibu Baduta, Baduta, Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Kebiasaan Pemberian ASI Eksklusif
Cover KTI
tidak tersedia
2015

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEBIASAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF PADA BADUTA USIA 7 – 24 BULAN DI DESA NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WINDI ARI HARDIANTI
NIM: 1203000042
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriyadi, SKM, M.Pd
Subjek: ASI,GIZI IBU
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Windi Ari Hardianti (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kebiasaan Pemberian Asi Eksklusif dan Non Asi Eksklusif pada Baduta Usia 7 – 24 Bulan di Desa Ngajum Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Tapriyadi, SKM, M.Pd. Berdasarkan data Riskesdas (2010) persentase bayi di Indonesia umur 0 bulan yang mendapat ASI eksklusif adalah 39,8%, persentase ini menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Ketika bayi berusia 5 bulan persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif menjadi 15,3%. Untuk Kabupaten Malang khususnya Kecamatan Ngajum Desa Ngajum persentase bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif sebesar 54%, angka ini masih dibawah target RAN-PG 2011-2015 yaitu 80%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan pemberian ASI Eksklusif adalah tingkat pengetahuan ibu. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan yang siknifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kebiasaan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional dimana pengambilan data gambaran umum, tingkat pengetahuan, dan kebiasaan dikumpulkan menjadi satu waktu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang mulai bulan Mei 2015 dengan jumlah subjek penelitian 41 responden. Hasil penelitian di uji secara statistik menggunakan chi square yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan kebiasaan pemberian ASI eksklusif Kata Kunci : Ibu Baduta, Baduta, Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Kebiasaan Pemberian ASI Eksklusif
Cover KTI
tidak tersedia
2015

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA MULUT BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN YANG TIDAK DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VANESSA DIAMANTHA ALMIRA LATIF
NIM: 1102100078
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes Pembimbing II : Tarsikah, SST, M.Keb
Subjek: ASI Eksklusif, ASI tidak Eksklusif, Bakteri pada Mulut
Lihat Abstraksi
Latif, Vanessa Diamantha Almira (2014). Identifikasi Bakteri pada Mulut bayi yang Diberi ASI Eksklusif dan yang Tidak di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Hupitoyo, S.Kp, M.Kes Pembimbing II : Tarsikah, SST, M.Keb Rongga mulut steril pada saat lahir, tetapi setelah beberapa jam sejumlh bakteri atau kuman meningkat jumlahnya dengan cepat. Salah satu yang mempengaruhi adalah pemberian nutrisi pada bayi yaitu ASI eksklusif dan tidak eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan atau makanan lain, sedangkan ASI tidak eksklusif adalah ASI yang ditambah dengan pemberian makanan tambahan atau susu formula sebelum usia 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri pada mulut bayi yang diberi ASI eksklusif dan yang tidak di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif, populasi seluruh bayi usia 6 bulan yang lahir pada bulan Maret 2014 di Puskesmas Dinoyo Kota Malang, jumlah sampel 4 bayi dengan teknik yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dengan lembar wawancara dan analisis kultur bakteri. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan pengolahan data dengan Prosentase sehingga diperoleh, seluruh responden yang tidak diberi ASI eksklusif ditemukan bakteri pada mulutnya yaitu Klebsiella pneumonia dan responden dengan ASI eksklusif 50% ditemukan Acinobacter dan 50% tidak ditemukan adanya bakteri pada mulutnya. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bakteri pada mulut sehubungan dengan pemberian ASI eksklusif dan tidak eksklusif.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK ASUPAN MAKANAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIA SULISTIORINI
NIM: 1203000029
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ria Sulistiorini, 2015. Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Asupan Makanan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Dibimbing Oleh: Etik Sulistyowati Latar Belakang : Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan jumlah penderita yang cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa rata-rata prevalensi diabetes mellitus di Jawa Timur mencapai 2,5%. Perencanan diet tetap merupakan pilar yang utama pada penatalaksanaan diabetes. Peranan indeks glikemik (IG) dan beban glikemik sangat penting untuk penderita DM karena erat kaitannya dengan kadar gula darah yang sering menjadi permasalahan dan menimbulkan komplikasi bagi penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji indeks glikemik dan beban glikemik asupan makanan penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitic, dengan desain studi kasus, peneliti dalam pelaksanaannya ingin mengetahui indeks glikemik dan beban glikemik asupan makanan pada penderita diabetes melitus tipe 2 hubungannya dengan proses pengolahan, jenis serat dan prosentase lemak dan protein. Penelitian dilakukan pada 17 Februari 2015 – 9 Juli 2015 di wilayah kerja Puskesmas Cisadea Kota Malang. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata asupan makanan responden adalah 1020±331,9 Kkal dengan proporsi karbohidrat 59,6±11% dari total energi. Bahan makanan pokok yang sering dikonsumsi responden adalah beras putih. Lauk hewani yang sering dikonsumsi adalah ayam dan telur sedangkan lauk nabati adalah tempe dan tahu. Sayuran yang sering dikonsumsi adalah bayam, sawi dan wortel dan untuk buah adalah pisang dan papaya. Proses pegolahan pada asupan makanan responden sebagian besar diolah dengan cara dikukus. Jenis serat dalam asupan makanan sebagian beasr responden adalah jenis serat larut air yaitu sebesar 66,67%. Rerata prosentase lemak pada asupan makanan responden adalah 28±9,2% dan rerata prosentase protein pada asupan makanan responden adalah 11,5±3%. Nilai indeks glikemik asupan makanan responden 57% tergolong memiliki indeks glikemik tinggi dan nilai beban glikemik asupan makanan responden 57% tergolong memilki beban glikemik tinggi. Saran : Untuk itu perlu menigkatkan konseling gizi di Puskesmas mengenai pemilihan bahan makanan dengan indeks glikemik rendah, pemilihan jenis serat serta modifikasi proses pengolahan bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Kata kunci: Indeks Glikemik, Beban Glikemik, Diabetes Melitus Tipe 2  
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan