Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4481–4490 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM PEMENUHAN ADL(ACTIVITY OF DAILY LIVING) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL GRIYA ASIH LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: REZA DWI DARMAWAN
NIM: 1201100055
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN SKM., M.Kes., (Pendamping) Imam Subekti S.Kep, M.Kep, Sp. Kom.
Subjek: Kemandirian, Lansia, Activity of Daily Living
Lihat Abstraksi
Gambaran Tingkat Kemandirian Dalam Pemenuhan ADL (Activity of Daily Living) Pada Lansia Di Panti Sosial Griya Asih Lawang. Reza Dwi Darmawan (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN SKM., M.Kes., (Pendamping) Imam Subekti S.Kep, M.Kep, Sp. Kom. Kata Kunci: Kemandirian, Lansia, Activity of Daily Living Secara psikologis lanjut usia adalah fase usia yang memiliki kebutuhan dan karakteristik tersendiri yang unik berbeda dengan fase-fase perkembangan sebelumnya. Kemandirian aktivitas sehari-hari dapat dipengaruhi oleh karakteristik personal yang meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, riwayat pekerjaan masa lalu dan riwayat penyakit. Tujuan penelitian mengetahui kemandirian dalam Activiy of Daily Living (ADL) pada lansia di Panti Sosial Griya Asih Lawang. Metode penelitian ini adalah deskriptif survei. Jumlah sampel sebanyak 22 responden lansia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 di Panti Sosial Griya Asih Lawang dengan menggunakan teknik dan analisa data Barthel indeks yang telah dimodifikasi. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara observasi langsung kepada masing masing responden dan wawancara dengan pramulansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mampu dalam makan/minum dengan mandiri (77%), merawat diri dengan mandiri (73%), berpakaian dengan mandiri(73%), keluar masuk kamar mandi dengan mandiri (36%), berpindah (dari kursi ke kasur atau sebaliknya) dengan mandiri (46%), berjalan datar secara mandiri >50m (32%), mandi secara mandiri (50%) , mampu mengontrol BAK (73%), dan mampu mengontrol BAB (73%), tingkat kemandirian 30%. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat menggunakan metode studi kasus dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian lansia.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DAN PERUBAHAN STATUS MENTAL PASIEN SKIZOFRENIA DI POLI JIWA RUMAH SAKIT JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CECEP ANGGA WIDAYU
NIM: 0901100008
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Tri Anjaswarni, S.Kp, M.Kep, (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep.
Subjek: Kepatuhan, Minum Obat, Perubahan, Status Mental
Lihat Abstraksi
Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Perubahan Status Mental Pasien Skizofrenia Di Poli Jiwa Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Cecep Angga Widayu (2012). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey. Progam Studi Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tri Anjaswarni, S.Kp, M.Kep, (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci : Kepatuhan, Minum Obat, Perubahan, Status Mental Perubahan status mental adalah timbulnya tanda dan gejala sakit pada anggota keluarga atau klien dengan tingkatan tertentu. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan status mental adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Diketahui bahwa klien yang gagal meminum obat dengan teratur mempunyai kecenderungan lebih tinggi untuk menunjukan gejala perubahan status mental. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Hampir 80% pasien menunjukan gejala perubahan status mental seperti tertawa dan berbicara sendiri, serta sukar berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah gambaran kepatuhan minum obat dan perubahan status mental pasien skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif surfey, jumlah sampel 42 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan kuisioner. Hasil penelitian digambarkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang dimodifikasi dalam bentuk gambar, dengan menggunakan teknik analisa presentase scoring. Dari hasil penelitan didapatkan bahwa sebagian besar pasien skizofrenia di poli jiwa RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang menunjukan tingkat kepatuhan minum obat yang baik. Sedangkan untuk status mental sebagian besar pasien dalam kategori perubahan status mental yang ringan. Saran bagi penelitian ini adalah semua pihak yang saling berhubungan, seperti keluarga dan juga perawat memberikan motifasi dan dukungan kepada pasien skizofrenia agar tetap teratur dan patuh minum obat sehingga gejala perubahan status mental yang ada dapat diminimalkan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DALAM MENERIMA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS JANTI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VIONITA EPIFANI
NIM: 1201100084
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Sugianto Hadi, SKM. MPH, (Pendamping) Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes
Subjek: Kepuasan, Pelayanan Kesehatan, Pasien BPJS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Dalam Menerima Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang. Vionita Epifani (2015) Karya Tulis Ilmiah Diskriptif Survey, Progran Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Sugianto Hadi, SKM. MPH, (Pendamping) Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes Kata Kunci: Kepuasan, Pelayanan Kesehatan, Pasien BPJS Kualitas pelayanan kesehatan adalah tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Dalam berusaha menjaga kualitas pelayanan kesehatan, profesi keperawatan berperan penting bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi. Untuk dapatkan layanan kesehatan, saat ini program jaminan kesehatan sosial dikenal dengan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien BPJS dalam menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan diskriptif dengan metode survey dengan menggunakan kuesioner. Subjek penelitian ini adalah pasien poli umum Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang yang menggunakan BPJS sebanyak 33 orang. Hasil penelitian setelah dilakukan pengumpulan data diketahui bahwa tingkat kepuasan pasien BPJS atas Kehandalan (Reability) hampir seluruhnya (78,8%) menyatakan sangat puas, tingkat kepuasan pasien BPJS atas Ketanggapan (Responsiveness) hampir seluruhnya (84,9%) menyatakan sangat puas, dan tingkat kepuasan pasien BPJS atas Kepedulian (Emphaty) hampir seluruhnya (87,9%) menyatakan sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas di Poli Umum Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pihak puskesmas hendaknya melakukan perbaikan berupa tindakan konkrit meliputi petugas lebih peduli terhadap keluhan yang dirasakan pasien, petugas lebih tanggap dalam memberikan tindakan dan pelayanan yang sesuai dengan keluhan yang dirasakan, guna meningkatkan kepuasan pasien dan sebagai motivator bagi tenaga keperawatan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, ZAT GIZI DAN POLA PENYAKIT PADA LANSIA DI DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI RAHAYU RAMADHANI SAHID
NIM: 1203000104
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dewa Nyoman Supariasa, M.P.S.
Subjek: Gizi,penyakit
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Dwi Rahayu Ramadhani Sahid, 2015 : Gambaran Tingkat Konsumsi Energi, Zat Gizi dan Pola Penyakit pada Lansia di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I:I Dewa Nyoman Supariasa, M.P.S. Lansia merupakan fase kehidupan yang dilalui oleh setiap individu.Kondisi kesehatan pada tahap ini sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi. Gizi yang baik akan berperan dalam upaya penurunan timbulnya penyakit dan angka kematian di usia lanjut. Hasil survei menunjukkan bahwa dari gambaran karakteristik lansia di Desa Tawangargo sebagian besar status gizi (IMT) lansia normal, jenis pekerjaan lansia sebagian besar sebagai buruh tani, dan sebagian besar rata-rata pendapatan lansia masih dibawah UMR Kabupaten Malang.Dari gambaran tingkat konsumsi energi dan zat gizi lansia di Desa Tawangargo masih dalam kategori defisit tingkat berat. Dari pola penyakit lansia yaitu rematik, hipertensi, batuk dan rematik, batuk dan flu serta stroke, penyakit paling sedikit yang dimiliki oleh lansia yaitu ambeyen, sesak, hipertensi dan maag, sesak dan rematik. Hal ini disebabkan karena lansia memiliki riwayat penyakit, konsumsi makan tidak seimbang, tingkat konsumsi energi, zat gizi yang kurang, faktor ekonomi,kemunduran biologis, fisiologis dan kemunduran fisik yang lain pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran karakteristik lansia, gambaran tingkat konsumsi energi, zat gizi dan gambaran pola penyakit pada lansia. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis observasional analitik dan dengan desain penelitian cross sectional. Dimana peneliti hanya melakukan observasi satu kali saja dan pengukuran terhadap variabel-variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada saat penelitian yang sekaligus dilakukan pada waktu yang sama. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2015.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 responden lansia.Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kata Kunci : Tingkat Konsumsi Energi, Zat Gizi, Pola Penyakit.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG VASEKTOMI DI RW 01 KELURAHAN BARENG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Uyun Maulidiyah
NIM: 1201100053
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S. Kp., M. M., Sri Mudayatiningsih, S. Kp., M. Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulidiyah, Uyun (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan Suami tentang Vasektomi di RW 01 Kelurahan Bareng Malang.Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Tutik Herawati, S. Kp., M. M., Pembimbing (Pendamping) Sri Mudayatiningsih, S. Kp., M. Kes. Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, vasektomi, suami. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Vasektomi merupakan salah satu jenis KB yang masih jarang digunakan. Banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih jenis KB, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang vasektomi di RW 01 Kelurahan Bareng Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif survei dengan populasi pasangan usia subur (PUS) 164 dan sampel yang diambil 34 orang. Pengambilan sampel menggunakan stratified sample. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner closedended questions. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat tahu (C1) yaitu kurang (50%), tingkat memahami (C2) yaitu cukup (58,8%), tingkat penerapan (C3) yaitu kurang (44,1%), tingkat analisa (C4) yaitu kurang (58,8%), tingkat sintesis (C5) yaitu cukup (58,8%), dan tingkat evaluasi (C6) yaitu kurang (47%). Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan suami tentang vasektomi masih kurang (58,8%). Rekomendasi dari penelitian ini bagi Kelurahan diharapkan bekerjasama dengan Puskesmas untuk mengadakan penyuluhan kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan suami tentang vasektomi sehingga dapat meningkatkan partisipasi suami dalam berKB vasektomi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG RISIKO PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN DI KELURAHAN TANJUNGREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIS SETYO PRABOWO
NIM: 1201100118
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, SPd, M.Kes. dr. Endang Sri Dewi Hastuti S, M.QIH.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aris Setyo Prabowo (2015). Gambaran pengetahuan ibu tentang risiko pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 0 – 6 bulan di kelurahan Tanjungrejo Puskesmas Janti kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) Wahyuningsri, SPd, M.Kes. Pembimbing (pendamping) dr. Endang Sri Dewi Hastuti S, M.QIH. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Risiko Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Makanan Pendamping ASI (MP ASI) merupakan makan tambahan yang bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi bagi bayi, MP ASI di berikan pada bayi usia diatas 6 bulan. Waktu pemberian MP ASI di pengaruhi beberapa faktor diantaranya tingkat pengetahuan ibu, sedangkan tingkat pengetahuan ibu di pengaruhi usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan, sumber informasi. Risiko pemberian MP ASI yang terlalu dini menyebabkan : Diare, resiko infeksi, Hisprung, Ileus Obstruksi. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang risiko pemberian MP ASI pada bayi yang berusia 0-6 bulan. Metode penelitian menggunakan Deskriptif Survei, teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden penelitian berjumlah 36 ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan. Hasil penelitian didapat pada tingkat C1 (tahu) sebagian besar responden (81,25%) dengan kategori baik, pada tingkat C2 (paham) sebagian besar (69,5%) dengan kategori cukup, dan pada tingkat C3 (aolikasi) sebagian besar responden (67%) pada kategori cukup. Kesimpulan di dapatkan sebagian besar responden (72,25%) pada kategori cukup. Bagi penanggung jawab Poli Gizi Puskesmas Janti Kota Malang untuk memberikan penyuluhan yang lebih intensif tentang risiko pemberian MP ASI pada ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan. Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti hubungan pengetahuan, sikap, dan prilaku dengan tingkat pengetahuan ibu tentang risiko pemberian MP ASI dini.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN UPAYA SIAGA BENCANA PADA DESA BENDOSARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARDY SAPUTRA DIRGANTARA
NIM: 1201100047
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH
Subjek: Upaya Siaga Bencana, Masyarakat Dusun Ngeprih
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN UPAYA SIAGA BENCANA PADA DESA BENDOSARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARDY SAPUTRA DIRGANTARA
NIM: 1201100047
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Budi Susatia ,S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked
Subjek: Siaga, Bencana
Lihat Abstraksi
Gambaran upaya siaga bencana pada Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Ardy Saputra Dirgantara (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politekknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Budi Susatia ,S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked Kata Kunci : Siaga, Bencana Upaya siaga bencana yaitu kegiatan pra-bencana seperti melakukan persiapan dan antisipasi agar bencana dapat dihindari atau dikurangi resikonya. Dalam upaya siaga bencana perlu peningkatan kesiapsiagaan diantaranya perencanaan, sumberdaya, koordinasi, kesiapan dan pelatihan, sehingga dapat menjaga wilayahnya dari bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran upaya siaga bencana pada Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yaitu Kepala Desa Bendosari serta Subjek pendukung berupa aparatur Dusun. Hasil studi kasus ini yaitu, Desa Bendosari telah memiliki dan menjalankan peraturan Bupati, memiliki dokumen perencanaan, membentuk forum, membentuk tim relawan, dan melakukan upaya peningkatan. Kesimpulan peneitian studi kasus ini yaitu, Desa Bendosari telah melakukan upaya siaga bencana. Rekomendasi penelitian ini adalah, lebih meningkatkan sosialisasi peraturan Bubpati kepada Masyarakat
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN UPAYA SIAGA BENCANA PADA DESA BENDOSARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG (STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: ARDY SAPUTRA DIRGANTARA
NIM: 1201100047
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Budi Susatia ,S.Kp, M.Kes, Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran upaya siaga bencana pada Masyarakat Dusun Ngeprih Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Ardy Saputra Dirgantara (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politekknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Budi Susatia ,S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked Kata Kunci : Upaya Siaga Bencana, Masyarakat Dusun Ngeprih Upaya siaga bencana yaitu kegiatan pra-bencana seperti melakukan persiapan dan antisipasi agar bencana dapat dihindari atau dikurangi resikonya. Dalam upaya siaga bencana perlu peningkatan kesiapsiagaan diantaranya perencanaan, sumberdaya, koordinasi, kesiapan dan pelatihan, sehingga dapat menjaga wilayahnya dari bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran upaya siaga bencana pada Masyarakat Dusun Ngeprih Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang merupakan pemerintah Dusun Ngeprih Desa Bendosari. Hasil studi kasus ini yaitu, Dusun Ngeprih telah memahami peraturan Bupati, memiliki dokumen perencanaan, membentuk forum, membentuk tim relawan, dan melakukan upaya peningkatan. Kesimpulan peneitian studi kasus ini yaitu, Dusun Ngeprih telah melakukan upaya siaga bencana. Rekomendasi penelitian ini adalah, lebih meningkatkan pensosialisasian peraturan Bubpati kepada Masyarakat.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAYA HIDUP REMAJA YANG BERISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI SMA NEGERI 9 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DANISA SEPTIANI AULIA
NIM: 1201100113
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, K.Kp., M.Pd.
Subjek: Gaya Hidup, Remaja, PenyakitJantungKoroner
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan