Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4471–4480 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN RUMAH SEHAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI PRASTIKA AYU DEWANTI
NIM: 1201100003
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (1) : Joko Pitoyo, SKp, M.Kep, (2) Setyo Harsoyo, SKM,. M.Kes
Subjek: Rumah Sehat, TB Paru
Lihat Abstraksi
Prastika, Rizki A. D (2015): Gambaran Rumah Sehat pada Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (1) : Joko Pitoyo, SKp, M.Kep, (2) Setyo Harsoyo, SKM,. M.Kes Tuberkulosis (TB) Paru termasuk salah satu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosae. Basil TB tidak tahan cahaya matahari, maka kemungkinan penularan di bawah terik matahari sangat kecil. Ventilasi memungkinkan pertukaran udara yang akan mengurangi bahaya penularan bagi penghuni lain yang serumah. Menurut “Committe on The Hygiene of Housing” Amerika, prinsip-prinsip rumah sehat ialah dapat memenuhi kebutuhan penghuninya baik secara fisiologis, maupun psikologis, melindungi dari penyakit menular, dan melindungi dari bahaya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rumah sehat pada penderita TB Paru. Desain penelitian ini adalah deskriptif survei dengan menggunakan total sampling sebanyak 15 responden. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku. Dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah yang memenuhi kriteria rumah sehat yaitu sebesar 53%. Dengan demikian peran puskesmas sangat penting dalam memberikan penyuluhan tentang kesehatan perumahan dalam upaya pencegahan terhadap penularan penyakit TB Paru, masyarakat harus berpartisipasi dalam mewujudkan rumah sehat untuk mencegah TB Paru. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti tentang kualitas cahaya di dalam rumah yang dapat mencegah penularan TB Paru, melalui metode yang lebih baik. Kata Kunci : Rumah Sehat, TB Paru
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN SIKAP TERHADAP KENAKALAN REMAJA PADA SISWA DI SMK NASIONAL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CINTYA BONITA
NIM: 1201100089
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, dan Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes
Subjek: REMAJA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran sikap terhadap kenakalan remaja pada siswa di SMK Nasional Kota Malang. Cintya Bonita (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes Kata Kunci: Sikap, Remaja, Kenakalan Remaja Kenakalan merupakan perilaku yang menyimpang serta melanggar aturan yang berlaku di masyarakat, sekolah, dan keluarga sehingga menimbulkan dampak kecenderungan berkepribadian yang buruk, pengucilan masyarakat, perasaan terkucilkan dan sedih, serta keluarga yang akan menanggung malu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap terhadap kenakalan remaja pada siswa di SMK Nasional kota Malang. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif survey dengan instrumen pengumpulan data kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Nasional dengan jumlah sampel 80 responden yang diambil dengan cara cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sebanyak 54% siswa di SMK Nasional Malang memiliki sikap yang cenderung negatif atau mendukung terhadap kenakalan remaja, 56% sikap siswa dalam komponen kognitif cenderung ke arah negatif yaitu mendukung kenakalan remaja, 51% sikap siswa dalam komponen afektif dan 58% sikap siswa dalam komponen konatif bersikap cenderung ke arah positif yaitu tidak mendukung kenakalan remaja. Kepala SMK Nasional Kota Malang disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan terkait kenakalan remaja serta dampak yang akan timbul dari perilaku tersebut. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap terhadap kenakalan remaja.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN SIKAP TERHADAP KENAKALAN REMAJA PADA SISWA DI SMK NASIONAL KOTA MALANG (Deskriptif Survey)

Lihat Detail Karya
Penulis: CINTYA BONITA
NIM: 1201100089
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran sikap terhadap kenakalan remaja pada siswa di SMK Nasional Kota Malang. Cintya Bonita (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes Kata Kunci: Sikap, Remaja, Kenakalan Remaja Kenakalan merupakan perilaku yang menyimpang serta melanggar aturan yang berlaku di masyarakat, sekolah, dan keluarga sehingga menimbulkan dampak kecenderungan berkepribadian yang buruk, pengucilan masyarakat, perasaan terkucilkan dan sedih, serta keluarga yang akan menanggung malu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap terhadap kenakalan remaja pada siswa di SMK Nasional kota Malang. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif survey dengan instrumen pengumpulan data kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Nasional dengan jumlah sampel 80 responden yang diambil dengan cara cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sebanyak 54% siswa di SMK Nasional Malang memiliki sikap yang cenderung negatif atau mendukung terhadap kenakalan remaja, 56% sikap siswa dalam komponen kognitif cenderung ke arah negatif yaitu mendukung kenakalan remaja, 51% sikap siswa dalam komponen afektif dan 58% sikap siswa dalam komponen konatif bersikap cenderung ke arah positif yaitu tidak mendukung kenakalan remaja. Kepala SMK Nasional Kota Malang disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan terkait kenakalan remaja serta dampak yang akan timbul dari perilaku tersebut. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap terhadap kenakalan remaja.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN STATUS KESEHATAN DAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA YANG DIBINA DI POSYANDU LANSIA LARASATI II KELURAHAN KOTA LAMA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RYAN DWI CHANDRA
NIM: 1201100060
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. ,(Pendamping) Setyo Harsoyo. SKM., M.Kes.
Subjek: Status Kesehatan, Tingkat Kemandirian, Lansia
Lihat Abstraksi
Gambaran Status Kesehatan dan Tingkat Kemandirian pada Lansia yang Dibina di Posyandu Lansia Larasati II Kelurahan Kota Lama Malang. Ryan Dwi Chandra (2015). Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Pembimbing (Pendamping) Setyo Harsoyo. SKM., M.Kes. Kata Kunci : Status Kesehatan, Tingkat Kemandirian, Lansia Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lanjut usia mengalami penurunan fungsi fisik yang memberikan kontribusi terhadap kemandirian seorang lansia. Perilaku kemandirian dinyatakan dengan adanya kemampuan untuk meningkatkan status derajat kesehatan lansia. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran status kesehatan dan tingkat kemandirian pada lansia yang dibina di Posyandu lansia larasati II Kelurahan Kota Lama Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif survey menggunakan 40 responden yang merupakan anggota dari Posyandu Lansia Larasati II. Pengambilan data dengan menggunakan dua instrumen yang berbentuk check list dan kuisioner tentang status kesehatan dan tingkat kemandirian lansia berdasarkan index Kats yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk diagram dan tabel. Hasil survey menunjukkan status kesehatan lansia di Posyandu lansia Larasati II sebagian besar menunjukkan kategori baik 65% dan tingkat kemandirian lansia sebagian besar responden yaitu 70% termasuk dalam kategori A atau mandiri total. Rekomendasi dari hasil survey bagi masyarakat meningkatkan partisipasi dalam kegiatan posyandu lansia, bagi institusi meningkatkan pengabdian masyarakat di posyandu, bagi Posyandu lansia menjadwalkan kegiatan posyandu dua kali dalam sebulan, bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa menjadikan penelitiannya lebih baik dengan acuan penelitian ini.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN STIGMA KELUARGA YANG MEMILIKI ANGGOTA KELUARGA SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: RISCA MAYA PROBOANDINI
NIM: 1201100051
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S. Kp, M. Kes, (Pendamping) Tri Anjaswarni S.Kp, M. Kep.
Subjek: Stigma, Keluarga, Skizofrenia
Lihat Abstraksi
Risca Maya Proboandini (2015). Gambaran Stigma Keluarga Yang Memiliki Anggota Keluarga Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S. Kp, M. Kes, (Pendamping) Tri Anjaswarni S.Kp, M. Kep. Stigma skizofrenia memiliki dampak serius terhadap seseorang dengan skizofrenia dan keluarganya. Stigma ini dapat menciptakan jarak antara penderita dengan orang lain. Ketika seseorang terstigma, maka berbagai upaya akan dilakukan untuk menolak adanya stigma tersebut. Beberapa contohnya seperti adanya isolasi sosial atau kasus yang merujuk ke pemasungan dan penghindaran terhadap pengobatan oleh penderita atau keluarga. Dalam hal ini, keluarga memiliki peranan sangat penting dalam proses penyembuhan anggota keluarganya. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi stigma keluarga yang memiliki anggota keluarga skizofrenia. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek penelitian dan dilakukan pada 2-27 April 2015. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek 2 (keluarga Tn. A) mengalami stigma publik dan stigma diri. Adanya kedua stigma ini ditandai dengan adanya labeling, separasi, dan diskriminasi hingga dapat menurunkan hubungan sosial dengan tetangga dan lingkungannya. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dengan meningkatkan observasi terhadap interaksi sosial dan proses stigmatisasi masyarakat, serta mengkorelasikan faktor-faktor yang memungkinkan dapat mempengaruhi stigma publik tersebut sehingga dapat mengurangi adanya stigma dan meminimalisir dampak dari stigma tersebut. Kata Kunci: Stigma, Keluarga, Skizofrenia
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NANING HIKMATUL ISRO
NIM: 1201100039
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep, (Pendamping) Budi Susatia, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Tekanan Darah, Diabetes Melitus Tipe 2 ,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Isro, Naning Hikmatul (2015). Gambaran Tekanan Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep, (Pendamping) Budi Susatia, S.Kp., M.Kes. Diabetes melitus tipe 2 adalah hiperglikemia yang disebabkan oleh insensitivitas seluler terhadap insulin. Komplikasi jangka panjang diabetes melitus tipe 2 yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa darah salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi pada penderita diabetes melitus akan meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke dan mempercepat kerusakan ginjal. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan jenis survey dengan 45 responden sesuai kriteria inklusi. Penelitian dilaksanakan pada 9–20 Februari 2015 di Poli Penyakit Dalam RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data adalah observasi terhadap tekanan darah responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tekanan darah penderita diabetes melitus tipe 2 dikategorikan prehipertensi 46,67%, hipertensi tahap 1 40%, hipertensi tahap 2 13,33%. Terdapat 42,22% responden yang menderita hipertensi dengan lama menderita diabetes melitus tipe 2 ≤ 10 tahun, hal ini dimungkinkan ada pengaruh faktor lain misalkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, dan indeks massa tubuh. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah lebih meningkatkan program pelayanan yang berkaitan dengan diabetes melitus dan hipertensi, misalkan senam aerobik sehingga diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi bisa terkontrol. Kata Kunci : Tekanan Darah, Diabetes Melitus Tipe 2
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TENTANG TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING BADUTA DI DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFIATUS CHOIRUN NISA
NIM: 1203000108
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Ir. AAG Anom Aswin, MPS
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Alfiatus Choirun Nisa : Gambaran Tentang Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Baduta Di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang (di bawah bimbingan Ir. AAG Anom Aswin, MPS). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi stunting pendek secara nasional adalah 37,2% yang terdiri dari 18,0% anak sangat pendek dan 19,2% anak pendek. Provinsi jawa timur menunjukkan sebesar 37% dari tahun 2007 meningkat pada tahun 2013 sebesar 39%. Berdasarkan Penilaian Status Gizi tahun 2014 yang dilakukan oleh Puskemas Karangploso didapatkan kejadian stunting (pendek) sebesar 25,1% dan severely stunting (sangat pendek) sebesar 1,8%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis gambaran tentang tingkat pengetahuan ibu mengenai MP-ASI dengan kejadian stunting baduta di desa tawangargo kecamatan karangploso kabupaten malang dengan menggunakan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif tidak ada hipotesa yang akan di uji. Data yang dikumpulkan meliputi usia ibu, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tinggi badan baduta dan status gizi baduta berdasarkan TB/U. Sampel yang diambil berjumlah 35 baduta melalui pengukuran antropometri Tinggi badan dan pemberian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu baduta di desa Tawangargo berpendidikan SMP sebesar 60% dan sebesar 25,8% memiliki tingkat pendidikan yang rendah (tamat SD). Tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dalam kategori Cukup sebesar 60%, Pada pengukuran antropometri berdasarkan TB/U Sebagian besar memiliki tinggi badan normal sebesar 62,86% dan hasil tabel silang kedua variabel menunjukkan bahwa Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan tentang MP-ASI yang cukup cenderung memiliki baduta dengan status gizi baik. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi semua pihak atau lembaga baik pemerintah maupun swasta sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan penanganan masalah gizi yang sedang terjadi. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan Ibu, Kejadian Stunting
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA YANG DIBERIKAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI PANTI GRIYA KASIH SILOAM KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKA WINDI DEWI LESTARI
NIM: 1201100002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, SKp., M. Kep, (Pendamping) Sugianto Hadi, SKM., MPH
Subjek: Depresi, Relaksasi Otot Progresif, Tingkat Depresi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Depresi Pada Lansia Yang Diberikan Terapi Relaksasi Otot Progresif Di Panti Griya Kasih Siloam Kota Malang. Riska Windi Dewi Lestari (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Keperawatan Malang, Jurusab Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, SKp., M. Kep, (Pendamping) Sugianto Hadi, SKM., MPH. Kata Kunci: Depresi, Relaksasi Otot Progresif, Tingkat Depresi Relaksasi Otot Progresif suatu bentuk latihan relaksasi progresif memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan rileks yang memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kecemasan atau tingkat depresi jika dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu dan rutin dilakukan setiap hari kurang lebih 15 menit. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah gambaran tingkat depresi pada lansia yang diberikan terapi relaksasi otot progresif. Metode Penelitian: Studi kasus deskripsi dengan 2 subjek penelitian yaitu dengan lansia yang mengalami tingkat depresi sedang dengan skor 19 dan lansia yang mengalami tingkat depresi sedang dengan skor 18, berjenis kelamin perempuan dengan usia antara 60 – 74 tahun. Hasil studi kasus yang didapat bahwa dengan subjek studi kasus pertama melakukan relaksasi otot progresif Ny. M hanya mampu menurunkan skor depresi menjadi 18 tidak jauh beda dengan hasil yang didapatkan oleh subjek kedua Ny. S mampu menurunkan skor depresi menjadi 17 dan dari kedua subjek hasilnya masih sama dalam kategori tingkat depresi sedang. Hasil tersebut dikarenakan oleh berbagai factor yang menimbulkan stressor pencetus depresi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TENTANG FENOMENA SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA DI WILAYAH RW 03 DESA NGEBRUK KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SETYA LEVI SISWANURCAHYA
NIM: 1201100001
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes. dan Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep.
Subjek: REMAJA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua tentang Fenomena Seks Bebas Dikalangan Remaja Di Wilayah RW 03 Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Setya Levi Siswanurcahya (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes. (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Orang Tua, Fenomena Seks Bebas Dikalangan Remaja. Fenomena seks bebas dikalangan remaja sedang marak terjadi. Situasi ini menyebabkan kecemasan pada orang tua, khususnya yang memiliki anak remaja dalam menanggapi fenomena tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan orang tua tentang fenomena seks bebas dikalangan remaja di wilayah RW 03 Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif survei dengan responden yang memiliki anak remaja sebanyak 70 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS yang dimodifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar orang tua yang memiliki anak remaja mengalami kecemasan sedang (38.57%). Tingkat kecemasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, jenis kelamin anak remaja, tempat tinggal remaja, serta peran orang tua dalam memberikan informasi bahaya seks bebas kepada remaja. Rekomendasi hasil penelitian ini untuk mengurangi tingkat kecemasan disarankan orang tua dapat meningkatkan pendekatan kepada anak remajanya, memberikan perhatian yang cukup, serta berusaha menjadi sahabat bagi anak remajanya.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANJUT USIA YANG TIDAK MEMILIKI PENGHASILAN TETAP DI DESA GIRIMOYO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TITO SRI RAHMANSYAH
NIM: 1201100093
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Lenni Saragih, SKM, M.Kes. Farida Halis DK, SKP, M.Pd.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia Yang Tidak Memiliki Penghasilan Tetap Di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Tito Sri Rahmansyah (2015) 1201100093. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, M.Kes. (Pendamping) Farida Halis DK, SKP, M.Pd. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Lanjut Usia, Penghasilan Tidak Tetap Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Masalah pada lansia di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang adalah kemiskinan dan pengangguran yang dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan karena kehilangan finansial. Kehilangan finansial sebagai ancaman terhadap harga diri atau identitas diri bagi lansia. Lansia akan mengalami hambatan dalam kehidupan mereka yang mengakibatkan mereka menarik diri dari kehidupan sosial, mengalami kecemasan sampai depresi hingga tidak mau melakukan kegiatan-kegiatan produktif yang biasa dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif survei yang dilakukan dengan membagikan kuisioner tentang tingkat kecemasan sesuai metode HARS. Penyajian data menggunakan tabel dan narasi. Subyek dari penelitian ini berjumlah 53 orang lansia dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan lansia di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang sebagian besar adalah kecemasan sedang yang dialami oleh 24 orang (45,3%). Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada pihak desa maupun puskesmas untuk lebih memperhatikan faktor-faktor kecemasan agar tingkat kecemasan pada lansia tidak mengalami peningkatan dan/atau tidak terjadi kecemasan.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan