Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4461–4470 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PERSEPSI KELUARGA TERHADAP PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IKA PRIMA YULIANTI KUSUMA DEWI
NIM: 1201100009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Farida Halis D.K, S.Kp., M.Pd., (Pendamping) Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Persepsi Keluarga, Tuberculosis
Lihat Abstraksi
Gambaran Persepsi Keluarga Terhadap Penderita Tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Malang (Deksriptif Studi Kasus). Ika Prima Yulianti Kusuma Dewi (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Farida Halis D.K, S.Kp., M.Pd., (Pendamping) Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci : Persepsi Keluarga, Tuberculosis Keluarga merupakan unit yang terdiri dari sekumpulan individu yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan. Masalah kesehatan pada keluarga akan saling mempengaruhi terhadap anggota keluarga. Tuberculosis (TBC) adalah salah satu penyakit menular dan bersifat kronis. Adanya anggota keluarga yang menderita TBC dapat menimbulkan persepsi keluarga yang negatif terhadap penderita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi keluarga terhadap penderita Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan jumlah 2 subjek yang dipilih berdasarkan kriteria subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara bebas terpimpin. Data yang diperoleh diolah serta dianalisa menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk narasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu: Subjek I dan subjek 2 memiliki persepsi positif, bahwa TBC adalah bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan apabila penderita rutin berobat. Meskipun keduanya memiliki persepsi positif, kedua subjek tidak mengetahui tentang pencegahan penyakit TBC. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti perlu melakukan penelitian tentang upaya pencegahan keluarga terhadap penyakit TBC.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN POLA DEFEKASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PASIEN DENGAN APENDISITIS DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI (Deskriptif studi kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: SHINTYA DEWI
NIM: 1201100048
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi, Shintya (2015). Gambaran Pola Defekasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pada Pasien Dengan Apendisitis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Eksploratif (Studi Kasus), Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes. Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks. Salah satu penyebab apendisitis adalah adanya obstruksi lumen, oleh fekalit karena pola defekasi yang tidak teratur. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran pola defekasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada pasien dengan apendisitis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan instrumen wawancara. Subjek penelitian ini adalah 2 responden pasien apendisitis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa apendisitis didapatkan kedua responden pola defekasinya tidak teratur, kurang dalam konsumsi makanan berserat, intake cairan kurang dari 2Liter perhari, aktivitas kurang, posisi saat defekasi memakai kloset duduk, dan faktor psikologis dari kedua responden baik. Faktor-faktor yang merupakan penyebab apendisitis diantaranya dapat disebabkan karena ketidakteraturan pola defekasi, kurangnya asupan serat, kurang aktivitas. Oleh sebab itu upaya pembiasaan pola defekasi yang teratur dan konsumsi makanan berserat dan menghindari makanan-makanan yang tidak bisa dicerna dalam usus merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyakit apendisitis. Kata Kunci : Apendisitis, Defekasi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN POLA DEFEKASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PASIEN DENGAN APENDISITIS DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: SHINTYA DEWI
NIM: 1201100048
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: (Utama) Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes.
Subjek: Apendisitis, Defekasi
Lihat Abstraksi
Dewi, Shintya (2015). Gambaran Pola Defekasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pada Pasien Dengan Apendisitis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Eksploratif (Studi Kasus), Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes. Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks. Salah satu penyebab apendisitis adalah adanya obstruksi lumen, oleh fekalit karena pola defekasi yang tidak teratur. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran pola defekasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada pasien dengan apendisitis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan instrumen wawancara. Subjek penelitian ini adalah 2 responden pasien apendisitis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa apendisitis didapatkan kedua responden pola defekasinya tidak teratur, kurang dalam konsumsi makanan berserat, intake cairan kurang dari 2Liter perhari, aktivitas kurang, posisi saat defekasi memakai kloset duduk, dan faktor psikologis dari kedua responden baik. Faktor-faktor yang merupakan penyebab apendisitis diantaranya dapat disebabkan karena ketidakteraturan pola defekasi, kurangnya asupan serat, kurang aktivitas. Oleh sebab itu upaya pembiasaan pola defekasi yang teratur dan konsumsi makanan berserat dan menghindari makanan-makanan yang tidak bisa dicerna dalam usus merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyakit apendisitis. Kata Kunci : Apendisitis, Defekasi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN POLA ELIMINASI URINE PADA IBU POSTPARTUM DENGAN PARTUS LAMA YANG PERNAH DILAKUKAN SENAM KEGEL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR (DESKRIPTIF SURVEY)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNISA WALIDATUS SHOLIHAH
NIM: 1201100056
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing: (1) Dra. Gorreti Maria Shindarti, M. Kes, (2) Tanto Hariyanto, S.Kep. Ns, M.Biomed
Subjek: Pola Eliminasi Urine, Postpartum Partus Lama, Senam Kegel
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pola Eliminasi Urine Pada Ibu Postpartum Dengan Partus Lama yang Dilakukan Senam Kegel Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Annisa Walidatus Sholihah (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Dra. Gorreti Maria Shindarti, M. Kes, (2) Tanto Hariyanto, S.Kep. Ns, M.Biomed. Kata Kunci: Pola Eliminasi Urine, Postpartum Partus Lama, Senam Kegel Kasus pervaginam dengan partus lama sebanyak 91 kasus dari 703 persalinan sehingga rata-rata per bulan sebanyak 13%. Resiko inkontinensia urine pada pasien dengan persalinan pervaginam sekitar 70% lebih tinggi dibandingkan resiko serupa pada persalinan dengan Sectio Caesar. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana gambaran pola eliminasi urine pada ibu postpartum dengan partus lama yang pernah dilakukan senam Kegel di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan sampel sebanyak 15 responden dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan 6 Februari – 6 Maret 2015 menggunakan instrumen kuesioner dan observasi. Dari hasil pengolahan data didapat prosentase untuk hasil kemampuan ibu postpartum yang dapat menahan dan mengeluarkan urine saat berkemih serta pengosongan vesika urinaria yaitu 100% dan kemampuan dalam mengeluaran urine kurang dari atau sama dengan 6 jam atau lebih 6 jam postpartum 67% memiliki kemampuan baik dan 33% memiliki kemampuan kurang baik. Rekomendasi diharapkan agar tenaga kesehatan membudayakan senam Kegel pada ibu postpartum.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN POLA KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER YODIUM DAN ZAT BESI PADA ANAK BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS BARENG KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MASQUR ANDRIANI
NIM: 1203000033
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M. Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Masqur Andriani, 2015. Gambaran Pola Konsumsi Bahan Makanan Sumber Yodium dan Zat Besi Anak Balita Usia 1-3 tahun di Wilayan Puskesmas Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M. Kes Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan serangkaian efek kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia yang dapat menyebabkan keratin dan gondok. Selain kekurangan yodium, sedang terjadi fenomena kelebihan yodium pada kelompok masyarakat tertentu. Keadaan ini perlu perhatian mengingat kelebihan asupan yodium dalam waktu tertentu akan berisiko untuk timbulnya Iodine Induced Hyperthyroid (IIH) dan gangguan kesehatan. Semakin besar angka prevalensi masalah GAKY akan semakin menurunkan potensi sumberdaya manusia. Mengingat dampak negative dari GAKY langsung berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya menyangkut kecerdasan dan produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi bahan makanan sumber yodium dan zat besi pada anak balita usia 1-3 tahun di Wilayah Puskesmas Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu keadaan dari suatu peristiwa yang terjadi yang bukan sebagai hasil perbuatan dari si peneliti. Design penelitian yang digunakan adalah deskriprif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu cair merupakan bahan makanan penyumbang jumlah yodium terbesar, yang dikonsumsi mencapai 1140 ml per hari. Ikan laut merupakan jenis bahan makanan tinggi yodium dengan rata-rata konsumsi yodium per hari sebesar 21,9 μg. Susu formula yang juga sebagai sumber yodium merupakan bahan makanan yang sering dikonsumsi 3 kali sehari/ lebih sebesar 62,8%. Tempe merupakan bahan makanan penyumbang jumlah zat besi terbesar, yang dikonsumsi dapat mencapai 300 gram per hari. Tempe ini juga jenis bahan makanan tinggi zat besi yang sering dikonsumsi dengan frekuensi 3 kali sehari sebesar 36%. Kata kunci : GAKY, Yodium, Zat Besi, Anak Balita, Puskesmas Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN POLA PEMBERIAN MP-ASI DAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN DI DESA NGAJUM KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI WAHYUNI
NIM: 1203000035
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar., SKM., M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Dwi Wahyuni (2015). Gambaran Pola Pemberian MP-ASI Dan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan Di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.. Pembimbing : Ibnu Fajar., SKM., M.Kes MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi/anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain yang didapatkan dari ASI. MP-ASI dapat berupa bubur, nasi tim dan biscuit yang dapat dibuat dari campuran beras, dan/beras merah, kacang-kacangan, sumber protein hewani/nabati, terigu, margarine, gula, susu, lesitin kedelai, garam bikarbonat dan diperkaya dengan vitamin dan mineral. Dari beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak serta adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak (Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan RI, 2000). Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah mengetahui gambaran pola pemberian MP-ASI dan status gizi pada balita usia 6-24 bulan di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 41 responden yaitu ibu-ibu balita yang memilki balita usia 6-24 bulan yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2015. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI sesuai ≥ 6 bulan dengan frekuensi 3 kali serta jenis pemberian MP-ASI yang sesuai dengan usianya. Sebagian besar balita berstatus gizi baik Adanya kecenderungan balita status gizi kurang dengan jumlah pemberian yang tidak sesuai. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya konsultasi oleh petugas kesehatan kepada responden tentang pemberian MP-ASI yang sesuai dengan jenis dan jumlahnya. Ibu balita dianjurkan untuk memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan usianya untuk mencapai status gizi yang optimal dan lebih memperhatikan jumlah dan jenis MP-ASI yang diberikan kepada balitanya. Kata Kunci : Pola Pemberian MP-ASI, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PRODUKSI ASI SETELAH DILAKUKAN STIMULASI REFLEK OKSITOSIN PADA IBU POST PARTUM DI BIDAN PRAKTEK SWASTA DESA GONDOWANGI KECAMATAN WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZQA FADLILAH
NIM: 1201100073
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, SKp., MPd, ; Tutik Herawati, SKp., MM.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Produksi ASI Setelah Dilakukan Stimulasi Reflek Oksitosin pada Ibu Post Partum di Bidan Praktek Swasta Desa Gondowangi Kecamatan Wagir. Rizqa Fadlilah (2015). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ngesti W. Utami, SKp., MPd, (Pendamping) Tutik Herawati, SKp., MM. Kata Kunci: Produksi ASI, Stimulasi Reflek Oksitosin, Ibu Post Partum ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna, dan mempunyai komposisi zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. Oleh karena itu kelancaran produksi ASI sangat penting. Pemijatan payudara selama pemberian ASI menambah dan melancarkan aliran ASI dari kelenjar produksi susu. Salah satu pemijatan payudara adalah stimulasi reflek oksitosin atau pijat oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui gambaran produksi ASI setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin pada ibu post partum di Bidan Praktek Swasta Desa Gondowangi Kecamatan wagir. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Subyek penelitian adalah dua orang ibu post partum, satu primipara dan satu multipara sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara yang dilakukan tanggal 17-26 Mei 2015 pada subyek I dan pada tanggal 23 Mei-1 Juni 2015 pada subyek II. Data disajikan dalam bentuk narasi untuk mengidentifikasi produksi ASI ibu post partum setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin. Hasil studi kasus diperoleh setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin dan diobservasi selama 10 hari pada Ny. E dan Ny. S produksi ASI semakin lancar pada hari kelima observasi, yang ditandai dengan tegang pada payudara berkurang, dan pengeluaran ASI semakin lancar. Diharapkan keluarga subyek dapat melakukan stimulasi reflek oksitosin dengan rutin, dan agar kedua responden memperbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan makanan lain yang mengandung protein.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PRODUKSI ASI SETELAH DILAKUKAN STIMULASI REFLEK OKSITOSIN PADA IBU POST PARTUM DI BIDAN PRAKTEK SWASTA DESA GONDOWANGI KECAMATAN WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZQA FADLILAH
NIM: 1201100073
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, SKp., MPd, dan Tutik Herawati, SKp., MM.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Produksi ASI Setelah Dilakukan Stimulasi Reflek Oksitosin pada Ibu Post Partum di Bidan Praktek Swasta Desa Gondowangi Kecamatan Wagir. Rizqa Fadlilah (2015). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ngesti W. Utami, SKp., MPd, (Pendamping) Tutik Herawati, SKp., MM. Kata Kunci: Produksi ASI, Stimulasi Reflek Oksitosin, Ibu Post Partum ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna, dan mempunyai komposisi zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. Oleh karena itu kelancaran produksi ASI sangat penting. Pemijatan payudara selama pemberian ASI menambah dan melancarkan aliran ASI dari kelenjar produksi susu. Salah satu pemijatan payudara adalah stimulasi reflek oksitosin atau pijat oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui gambaran produksi ASI setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin pada ibu post partum di Bidan Praktek Swasta Desa Gondowangi Kecamatan wagir. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Subyek penelitian adalah dua orang ibu post partum, satu primipara dan satu multipara sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara yang dilakukan tanggal 17-26 Mei 2015 pada subyek I dan pada tanggal 23 Mei-1 Juni 2015 pada subyek II. Data disajikan dalam bentuk narasi untuk mengidentifikasi produksi ASI ibu post partum setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin. Hasil studi kasus diperoleh setelah dilakukan stimulasi reflek oksitosin dan diobservasi selama 10 hari pada Ny. E dan Ny. S produksi ASI semakin lancar pada hari kelima observasi, yang ditandai dengan tegang pada payudara berkurang, dan pengeluaran ASI semakin lancar. Diharapkan keluarga subyek dapat melakukan stimulasi reflek oksitosin dengan rutin, dan agar kedua responden memperbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan makanan lain yang mengandung protein.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI YANG DILAKUKAN MOBILISASI DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: SHINTA YANUAR KUSYANTI
NIM: 1201100007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing I Dr. Tri Johan A.Y., SKP., M.Kep., Pembimbing II Maria Dyah C.T., S.Kep. Ns., M.Kep.
Subjek: Apendiktomi, Proses penyembuhan luka, Mobilisasi din
Lihat Abstraksi
Gambaran proses penyembuhan luka pada pasien post operasi apendiktomi yang dilakukan mobilisasi dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Wlingi (studi kasus deskriptif observasi partisipatif) Shinta Yanuar Kusyanti (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I Dr. Tri Johan A.Y., SKP., M.Kep., Pembimbing II Maria Dyah C.T., S.Kep. Ns., M.Kep. Kata Kunci : Apendiktomi, Proses penyembuhan luka, Mobilisasi dini Apendisitis adalah sebuah infeksi pada apendiks. Apendiktomi adalah prosedur pembedahan untuk memotong apendiks atau umbai cacing yang telah mengalami apendisitis dan merupakan salah satu penatalaksanaan dalam penanganan apendisitis. Mobilisasi dini bagi pasien post operasi apendiktomi bertujuan agar memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat proses penyembuhan luka pasien dan akan mencapai aktivitas normal secepat mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui proses penyembuhan luka pada pasien post operasi apendiktomi yang dilakukan mobilisasi dini. Metode penelitian studi kasus ini adalah deskriptif observatif partisipatif dengan menggunakan mengobservasi luka dan melihat mobilisasi dini pasien serta melakukan interview tentang faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Dilakukan pada 2 subyek penelitian berusia 8 tahun dan 17 tahun di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Kedua subyek studi dilakukan perawatan luka selama 5 hari dengan hasil pada observasi hari ke-5 kondisi luka An.N sudah mengering sebagian dan subyek mulai belajar untuk melakukan perpindahan posisi maupun berjalan secara mandiri. Sedangkan kondisi luka pada observasi hari ke-5 Nn.F, terdapat eritema dan edema disekitar luka dan untuk melakukan perpindahan posisi masih dibantu keluarga namun sudah berjalan secara mandiri. Rekomendasi dari hasil studi kasus ini adalah mobilisasi dini harus dilakukan oleh semua pasien post operasi agar proses penyembuhan luka cepat terjadi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN RUMAH SEHAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI PRASTIKA AYU DEWANTI
NIM: 1201100003
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Rumah Sehat, TB Paru
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan