Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4421–4430 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI MALANG (STUDI KASUS DESKRIPTIF)

Lihat Detail Karya
Penulis: EKO PRASETYO UTOMO
NIM: 1201100108
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, SKP, M. Kep ; Budi Susatya, SKP, M. Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Motivasi Berhenti Merokok pada Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Eko Prasetyo Utomo (2015). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Joko Pitoyo, SKP, M. Kep dan Pembimbing Pendamping: Budi Susatya, SKP, M. Kes. Kata Kunci: Motivasi Berhenti Merokok, Lansia, Hipertensi Hipertensi merupakan masalah yag cukup besar bahkan bisa menimbulkan kecacatan atau kematian. Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan kecanduan seperti halnya kecanduan terhadap obat tertentu. Bahan-bahan kimia dari asap rokok menyebabkan berbagai jenis penyakit terutama hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui Gambaran Motivasi Berhenti Merokok pada Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan rancangan deskripsi. Subyek penelitian terdiri dari dua orang yang menderita hipertensi dan memiliki riwayat merokok tetapi sudah berhenti merokok. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sukun Malang. Pelaksanaan penelitian dimulai tanggal 24 sampai 26 Juni 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi berhenti merokok pada Bpk. S adalah motivasi internal di buktikan dengan subyek berhenti merokok karena ingin segera sembuh dari hipertensi dan tidak ingin sakit stroke akibat merokok dengan cara mengurangi rokok yang di hisap setiap harinya yaitu dari 12-10 batang per hari menjadi ±5 batang per hari sampai berhenti merokok. Motivasi berhenti merokok pada Bpk. M adalah motivasi eksternal di buktikan dengan subyek tidak ada kemauan kuat untuk berhenti merokok dan selalu tergoda dengan ajakan teman. Subyek mengurangi rokok karena berpindah tempat tinggal dan berganti lingkungan yang tidak banyak orang merokok dan rokok sering di buang oleh keluarga. Oleh karena itu Bpk. S diharapkan untuk memperthankan untuk tidak merokok. Sedangkan untuk Bpk. M di harapkan untuk tidak mudah tergoda dengan ajakn teman untuk merokok dan rajin kontrol ke puskesmas.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PELAKSANAAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO DI SDN MOJOLANGU 2 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYU AGUNG PRIBADI
NIM: 1201100030
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM., M.Kes
Subjek: Pelaksanaan Perawatan Gigi dan Mulut, Sebelum, Sesudah, Pendidikan Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PELAKSANAAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO DI SDN MOJOLANGU 2 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYU AGUNG PRIBADI
NIM: 1201100030
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama) Wahyuningsri, SPD, M.Kes, (Pendamping) Dr. Attie Yudiernawati, SKp, M.Pd
Subjek: Pelaksanaan Perawatan Gigi dan Mulut, Sebelum, Sesudah, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
Gambaran Pelaksanaan Perawatan Gigi dan Mulut Sebelum dan Sesudah Pendidikan Kesehatan di SDN Mojolangu 2 Malang. Wahyu Agung Pribadi (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (utama) Wahyuningsri, SPD, M.Kes, (Pendamping) Dr. Attie Yudiernawati, SKp, M.Pd. ________________________________________ Kata Kunci: Pelaksanaan Perawatan Gigi dan Mulut, Sebelum, Sesudah, Pendidikan Kesehatan Perawatan gigi dan mulut pada masa anak menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada tingkat usia selanjutnya. Beberapa penyakit gigi dan mulut bisa mereka alami bila perawatan tidak dilakukan dengan baik. Tindakan pencegahan merupakan hal yang terbaik, selain tidak merasakan sakit, seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengobati sakit giginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan perawatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pada siswa SDN Mjolangu 2 Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif survey dengan 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015 bertempat di SDN Mojolangu 2 Malang. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner serta melakukan observasi. Kemudian diberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan gigi dan mulut dengan menggunakan media video. Kemudian responden melakukan redemontrasi bersama serta dilakukan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Secara umum terdapat peningkatan pada pelaksanaan perawatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah yaitu sebesar 17%. sebelum dilakukan pendidikan kesehatan (61%) memiliki kemampuan perawatan gigi dan mulut yang cukup baik dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan hasilnya menjadi (78%) dengan kemampuan perawatan gigi dan mulut baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat dilakukan penelitian lanjut dengan membandingkan efektivitas metode peragaan dan metode video terhadap pengetahuan penyikatan gigi pada anak usia prasekolah, mengikutsertakan peran orang tua, atau dapat membandingkan metode penyuluhan lainnya terhadap peningkatan pengetahuan penyikatan gigi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PELAKSANAAN PERAWATAN METODE KANGURU LANJUTAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG (Studi Kasus Deskriptif)

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSIANAH NURUL ISLAMIYAH
NIM: 1201100111
Program Studi: Polkesma Kebidanan
Dosen Pembimbing: Widya Warastuti S.Kep., M.Kes. Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns., M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru Lanjutan Pada Bayi Berat Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Lusianah Nurul Islamiyah (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Widya Warastuti S.Kep., M.Kes. pembimbing (Pendamping) Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns., M.Kep. Kata Kunci : Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru Lanjutan, Bayi Berat Lahir Rendah Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Indikator kesehatan suatu bangsa salah satunya masih dilihat dari tinggi atau rendahnya angka kematian bayi. Faktor utama dalam peningkatan kematian bayi (mortalitas) adalah bayi berat lahir rendah. Bayi berat lahir rendah membutuhkan perawatan yang kompleks dan biaya mahal, oleh sebab itu dibutuhkan perawatan alternatif yang efektif, ekonomis, dan efisien namun harus kontinyu pelaksanaannya yaitu perawatan metode kanguru. Saat ini pelaksanaan perawatan metode kanguru tidak dapat kontinyu sehingga perlu observasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan perawatan metode kanguru lanjutan pada bayi berat lahir rendah di wilayah kerja puskesmas kota Malang. Metode penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Subjek penelitian ini adalah bayi dengan berat lahir rendah yang berjumlah dua bayi (subjek). Pengambilan data dilakukan pada tanggal 24-30 Juni 2015 dengan melakukan wawancara terpimpin dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan perawatan metode kanguru yang dilakukan Subjek I dan Subjek II sesuai dengan standard operasional prosedur namun hanya dilakukan secara sementara karena dalam sehari (24 jam) subjek I hanya melakukan dalam waktu dua jam dan subjek II empat jam, sehingga perawatan metode kanguru secara kontinyu masih kurang efektif. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel berupa peningkatan suhu tubuh, berat badan bayi yang dapat dihubungkan dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru lanjutan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PELAKSANAAN SELF CARE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI (STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: TRIANA RAMADHANI PUTRI
NIM: 1201100050
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep. Ns, M.Ked. , Maria Diah, C. T, S. Kep, Ns. M.Kep, Sp.MB.
Subjek: Diabetes Melitus, Pelaksanaan Self care,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pelaksanaan Self care pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Janti. Triana Ramadhani Putri (2015). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Roni Yuliwar, S.Kep. Ns, M.Ked. Pembimbing (Pendamping) Maria Diah, C. T, S. Kep, Ns. M.Kep, Sp.MB. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Pelaksanaan Self care Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sehingga menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar glukosa darah). Perlunya pengelolaan DM secara tepat diharapkan mengurangi resiko komplikasi dan mencegah DM lebih lanjut. Salah satu pengelolaan DM yang tepat yaitu melalui aktivitas self care. Tujuan dari studi kasus ini mengetahui gambaran pelaksanaan self care pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Janti. Metode penelitian ini adalah studi kasus menggunakan dua subjek penelitian berdasarkan kriteria. Pengambilan data dengan menggunakan instrumen wawancara Toobert yang telah dimodifikasi dan observasi (cek list). Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil studi kasus menunjukkan dari lima aspek self care diketahui bahwa yang belum dilakukan optimal oleh kedua subjek penelitian yaitu perencanaan makan, olahraga, dan perawatan kaki. Rekomendasi hasil studi kasus kepada puskesmas diharapkan lebih meningkatkan program terutama penyuluhan kesehatan tentang self care dan memfasilitasi penderita di tempat yang strategis, untuk penderita DM diharapkan mampu melaksanakan aktivitas self care di rumah, dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa menjadikan penelitiannya lebih baik dengan acuan penelitian ini sebagai upaya untuk mengetahui self care penderita DM.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PEMENUHAN ADL (ACTIVITY DAILY LIVING) PADA LANSIA YANG MENGALAMI DEMENSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DENOK JUA PRATIWI
NIM: 1201100115
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp. M.Kes, Farida Halis DK.,SKP. MPD
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pemenuhan ADL pada Lansia yang Mengalami Demensia di Wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Denok Jua Pratiwi (2015) Karya Tulis Ilmiah studi kasus deskriptif, Program Studi Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Budi Susatia, S.Kp. M.Kes, (Pendamping) Farida Halis DK.,SKP. MPD Kata Kunci: ADL, Lansia, Demensia Demensia merupakan kerusakan fungsi kognitif bersifat progresif yang dapat mempengaruhi aktivitas social, okupasi normal dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Lansia yang mengalami demensia akan membutuhkan peningkatan bantuan untuk memenuhi kebutuhan aktifitas sehari – hari. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pemenuhan ADL pada lansia yang mengalami demensia di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Desain penelitian deskriptif studi kasus ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi dengan subyek penelitian berjumlah 2 orang yaitu, Ny. S (72) tahun skore MMSE 16 mengalami lordosis, hipertensi dan gastritis, Ny. D (74) tahun skore MMSE 12 mengalami hipotensi dan gastritis. Hasil penelitian Ny. S membutuhkan bantuan minimal pada indikator transfer dan mobilisasi, Ny. D membutuhkan bantuan minimal indikator transfer. Kesimpulan penelitian ini kedua responden masuk tingkat ketergantungan ringan dengan skore Ny. S 18 dan Ny. D 19, Ny. S membutuhkan bantuan minimal pada indikator transfer dan mobilisasi sedangkan indikator makan, mandi, perawatan diri, berpakaian, BAK, BAB, toileting dan melakukan pekerjaan rumah dapat dilakukan secara mandiri, Ny. D membutuhkan bantuan minimal pada indikator transfer sedangkan indikator makan, mandi, perawatan diri, berpakaian, BAK, BAB, toileting, mobilisasi dan melakukan pekerjaan rumah dapat dilakukan secara mandiri. Peneliti menyarankan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan meneliti faktor-faktor dominan yang menyebabkan gangguan pemenuhan ADL pada lansia demensia.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN MELALUI PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 9 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NENENG MIARI
NIM: 1201100064
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M.Kes, ; Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pencegahan Keputihan Melalui Perilaku Personal Hygiene pada Remaja Putri di SMA Negeri 9 Kota Malang. Neneng Miari (2014). Karya Tulis Ilmiah Survei. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Isnaeni DTN, SKM, M.Kes, pembimbing pendamping Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes. Kata kunci : Pencegahan Keputihan, personal hygiene, Remaja putri Remaja mengalami perubuhan cukup pesat. Perubahan terjadi pada pada hormonal. Perubahan hormonal ini mepengaruhi perubahan reproduksi tersebut salah satunya pada daerah kewanitaan menyebabkan kelembaban. Kelembaban pada daerah kewanitaan bisa menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga harus dijaga personal hygiene yang baik karena personal hygiene yang kurang dapat menyebabkan keputihan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran pencegahan keputihan melalui perilaku personal hygiene pada remaja putri di SMAN 09 Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survei dengan sampel 54 responden. Teknik sampling yang digunakan cluster sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menujukkan yang mengalami keputihan fisiologis 44 responden (81%), sebanyak 10 responden (19%) mengalami keputihan patologis. Penerapan perilaku personal hygiene 36 responden (67%) melakukannya personal hygiene dengan baik dan 18 responden (33%) tidak menerapakan personal hygiene dengan baik. Remaja putri diharapkan lebih meperhatikan personal hygiene dengan baik. Sehingga dapat meminimalkan terjadinya keputihan patologis.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN CUCI TANGAN KELUARGA PASIEN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG DAHLIA II RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFAN SHALIHIN PUTRA
NIM: 1201100035
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, S.Kp., M.Pd
Subjek: Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci Tangan, Keluarga, Infeksi Nosokomial
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN CUCI TANGAN KELUARGA PASIEN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG DAHLIA II RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFAN SHALIHIN PUTRA
NIM: 1201100035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, S.Kp., M.Pd, Maria Diah C., S. Kep Ns., M.Kep., Sp. KMB
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pengetahuan dan Kepatuhan Cuci Tangan Keluarga Pasien dalam Upaya Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Dahlia II RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Alfan Shalihin Putra (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ngesti W. Utami, S.Kp., M.Pd, (Pendamping) Maria Diah C., S. Kep Ns., M.Kep., Sp. KMB Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci Tangan, Keluarga, Infeksi Nosokomial Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat karena perawatan atau berkunjung di Rumah Sakit. Untuk mencegah terjadinya infeksi tersebut, dicetuskan aturan 5 Momen wajib mencuci tangan baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kepatuhan keluarga pasien terhadap aturan 5 Momen cuci tangan bagi masyarakat selama merawat pasien di Ruang Dahlia II RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survey. Jumlah populasi dan sampel adalah 30 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi pada setiap 5 Momen cuci tangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan 80% responden pengetahuannya baik. Hal tersebut dikarenakan 76% responden berada pada usia dewasa, serta 50% dari responden pernah mendapatkan informasi tentang 5 Momen cuci tangan bagi masyarakat sebelumnya. Hasil dari kepatuhan menunjukkan 27% responden patuh, 36% kurang patuh, dan 37% tidak patuh. Hal tersebut dikarenakan 57% dari responden masih berpendidikan rendah yaitu SD dan SMP, serta 40% responden mengatakan bahwa fasilitas cuci tangan di ruangan kurang memadai sehingga sulit dijangkau. Diharapkan melalui penelitian ini Rumah Sakit dapat melengkapi fasilitas cuci tangan serta memberikan edukasi kesehatan bagi keluarga maupun pasien sehingga dapat lebih mematuhi aturan 5 Momen cuci tangan tersebut sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMANFAATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) PADA SISWA-SISWI KELAS 4 , 5 DI SDN PUCANG ANOM SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: RIA RIZKY PUTRI LILIHARI
NIM: 1201100019
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Fiashriel Lundy, S.Kep.Ns, M.Kes
Subjek: Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan