Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4391–4400 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN HARGA DIRI KELUARGA YANG MEMILIKI ANGGOTA KELUARGA DENGAN RETARDASI MENTAL DI SLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C LAWANG – MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CHARISMA SUCIARA
NIM: 1201100014
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, SKP, M.Kep Sp.Kom, dan Fiashriel Lundy, Skep Ns.M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Harga Diri Keluarga yang Memiliki Anggota Keluarga dengan Retardasi Mental di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang-Malang. Charisma Suciara (2015) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Joko Wiyono, SKP, M.Kep Sp.Kom, (Pendamping) Fiashriel Lundy, Skep Ns.M.Kes. Kata Kunci: Harga diri, Keluarga, Retardasi Mental Keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan retardasi mental dapat memiliki koping inefektif dalam menghadapi stressor dari diri sendiri ataupun dari luar sehingga mempengaruhi harga dirinya. Tujuan penelitian mengidentifikasi harga diri keluarga yang memiliki anggota keluarga retardasi mental di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Desain penelitian deskriptif studi kasus dilakukan teknik wawancara dan observasi. Subjek penelitian 2 keluarga dengan anak retardasi mental TK. Keluarga I, Tn.H dan Ny. S. Keluarga II, Tn.M dan Ny.H. Hasil penelitian keluarga I, aspek perasaan berharga keduanya merasa berharga, mampu menerima kritik, hanya Ny.S belum dapat melakukan kontrol tindakan. Aspek perasaan mampu hanya Tn.H belum mampu menyesuaikan terhadap tugas baru, belum berusaha agar ada perubahan dalam dirinya, dan Ny. S merasa terganggu aktivitasnya. Aspek perasaan diterima keduanya merasa diterima lingkungan, dihargai orang disekitarnya. Sedangkan keluarga II dalam aspek perasaan berharga keduanya merasa berharga, dapat melakukan kontrol tindakan, dapat menerima kritik. Aspek perasaan mampu, keduanya mampu menyesuaikan diri terhadap tugas baru, berusaha agar ada perubahan dalam dirinya, hanya saja Ny.H merasa terganggu aktivitasnya. Aspek perasaan diterima hanya Ny.H merasa kurang diterima lingkungannya, kurang dihargai orang disekitarnya. Rekomendasi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan retardasi mental diharapkan mampu mengembangkan kemampuan manajemen stress dan meningkatkan kepercayaan dirinya.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN HARGA DIRI PADA LANSIA YANG DIBERIKAN TERAPI MILIEU DI PANTI GRIYA KASIH SILOAM MALANG (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: UMI HARIKAH NOVIANTI
NIM: 1201100029
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM, MPH. Tanto Hariyanto, S.Kep Ns., M.Biomed.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Novianti, U.H. 2015. Gambaran Harga Diri Lansia Yang Diberikan Terapi Milieu di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Sugianto Hadi, SKM, MPH. Pembimbing II : Tanto Hariyanto, S.Kep Ns., M.Biomed. Kata Kunci : Harga Diri, Lansia, Terapi Milieu Harga diri adalah penilaian kepada diri sendiri atas pencapaian harapan individu. Lansia adalah proses alami yang ditentukan oleh Tuhan dan merupakan tahap akhir dari proses kehidupan. Terapi milieu adalah manipulasi ilmiah pada lingkungan untuk menghasilkan perubahan pada perilaku klien dan mengembangkan keterampilan emosional dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan harga diri lansia setelah diberikan terapi milieu di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan subjek penelitian yang berjumlah 1 orang. Prosedur penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian sebelum dilakukan terapi milieu dilihat dari aspek psikologis lansia merasa kurang puas dengan keadaan dirinya dan merasa dirinya kurang diterima oleh lingkungannya. Dilihat dari aspek sosial didapatkan lansia belum mampu berinteraksi dengan teman-teman lansia lainnya namun sudah mampu mengikuti kegiatan-kegiatan rutin di panti. Setelah diberikan terapi milieu yang difokuskan pada aspek psikologis dan sosial selama 7 hari dapat membantu meningkatkan harga diri pada lansia yang meliputi aspek perasaan puas terhadap keadaan dirinya, perasaan diterima dan dihargai oleh lingkungannya, serta mulai mampu menjalin komunikasi dengan teman lansia di sebelah kamarnya dan semakin bersemangat mengikuti kegiatan di panti,. Rekomendasi peneliti selanjutnya adalah menerapkan terapi milieu yang dilakukan setiap hari secara konsisten.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN INTERAKSI PADA PASIEN MENARIK DIRI SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) SOSIALISASI DI RUANG KUTILANG RUMAH SAKIT JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TRIANA OKTAVIANI
NIM: 1201100005
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing utama Farida Halis D. K, S.Kp, M,Pd, Tri Anjaswarni, S. Kp, M. Kep.
Subjek: Interaksi Sosial, Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi.
Lihat Abstraksi
Gambaran Interaksi Pada Pasien Menarik Diri Sebelum Dan Sesudah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Sosialisasi Di Ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (Studi Kasus Deskriptif Observasional). Triana Oktaviani (2015) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing utama Farida Halis D. K, S.Kp, M,Pd, Pembimbing kedua Tri Anjaswarni, S. Kp, M. Kep. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi. Interaksi sosial ialah hubungan antara individu satu dengan yang lain, individdu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat adanya hubungna yang saling timbal balik. Terapi aktivitas kelompok sosialisasi adalah suatu terapi yang diberikan kepada suatu kelompok dengan mengajarkan anggota kelompok untuk bersosialisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan interaksi sebelum dan sesudah dilakukan terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada pasien menarik diri di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan menggunakan lembar observasi TAK Sosialisasi dari sesi 1 sampai sesi 7 dengan 5 orang sebagai subjek sesuai dengan kriteria sujek studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 04-09 Mei 2015 bertempat di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 5 orang responden yang mampu menyelesaikan kegiatan dari sesi 1 sampai sesi 7 sebanyak 2 orang. Rekomendasi untuk RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang khususnya ruang Kutilang supay memberikan TAKS bagi penghuni ruang Kutilang yang baru terutama bagi pasien menarik diri agar dapat berinteraksi dengan baik.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN ISTIRAHAT TIDUR PADA SISWA SMP/SEDERAJAT YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SHIROTUL FUQOHA’ KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HAKIMATUN NISA’
NIM: 1201100076
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes. Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Istirahat Tidur Pada Siswa Smp/Sederajat Yang Tinggal Di Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha’ Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Hakimatun Nisa’ (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D3 Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Fiashriel Lundy, S.Kep Ns, M.Kes. Pembimbing Pendamping Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes Kata Kunci: Istirahat Tidur, Remaja SMP, Pesantren Istirahat tidur merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Remaja yang tinggal di pesantren memiliki kegiatan yang padat sehingga kemungkinan mengalami gangguan istirahat tidur, penurunan kesehatan dan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran istirahat tidur pada siswa SMP yang tinggal di Pondok Pesantren Salafiyah Shirotul Fuqoha’ Gondanglegi Malang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus observasional, teknik pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian sebanyak 4 subyek meliputi Sdr.A, Sdr. B, Sdri. H, Sdri. W. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jam tidur Sdr.A 7 jam/hari, Sdr.B 7 jam/hari, Sdri.H 6 jam/hari dan Sdri.W 6 jam/hari. Kualitas tidur yang dihasilkan Sdr.A baik. Sdr.B kurang. Sdri.H baik dan Sdri.W kurang. Kualitas tidur tersebut dilihat dari gejala-gejala gangguan tidur, dampak yang timbul karena kurangnya tidur dan faktor-faktor yang mempengaruhi tidur. Dari penelitian didapatkan bahwa dari ke-empat subyek 50 % kuantitas tidur cukup dan 50% kuantitas tidur kurang, kualitas tidur 25% kurang dan 75% kualitas baik. Rekomendasi dalam penelitian ini untuk lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur di pesantren, selain kualitas yang harus diperhatikan kuantitas juga harus diperhatikan.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DM TIPE II YANG MELAKUKAN SENAM DIABETES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: VANDA RIZKY AMALIA
NIM: 1201100109
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH
Subjek: Kadar Gula Darah, Senam Diabetes, Lansia Penderita DM Tipe II
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DM TIPE II YANG MELAKUKAN SENAM DIABETES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: VANDA RIZKY AMALIA
NIM: 1201100109
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp M.Kep, Sp.Kom, dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kadar Gula Darah Pada Lansia DM Tipe II yang Melakukan Senam Diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep. Vanda Rizky Amalia (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif dengan Desain Penelitian Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama, Joko Wiyono, S.Kp M.Kep, Sp.Kom, Pembimbing Kedua dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH Diabetes Melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Penderita DM tertinggi merupakan kelompok umur pada lansia. Dilihat dari komplikasi yang ditimbulkan DM, maka perlu diperhatikan pengelolaan penyakit ini untuk mengontrol kadar gula darah, salah satunya dengan melakukan kegiatan jasmani seperti melakukan senam diabetes. Senam diabetes merupakan gerakan aerobic low impact yang dirancang bagi penderita diabetes dengan memperhatikan prinsip dan tahapan olahraga Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar gula darah lansia DM tipe II yang melakukan senam diabetes di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2-18 April 2015 dengan metode penelitian deskriptif studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 3 orang dan senam dilakukan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kadar gula darah pada Ny. S naik turun kemudian stabil, Tn. E naik turun tetapi cenderung stabil menurun, sedangkan Ny. R turun kemudian stabil. Rekomendasi hasil penelitian disarankan responden dapat meningkatkan dan menerapkan senam diabetes dalam mengontrol kadar gula darah di samping mengatur pola makan, keteraturan konsumsi obat, dan mengelola factor psikologi yang mengganggu. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan dan melanjutkan penelitian ini dengan menghubungkan antara faktor psikologi dengan kestabilan kadar gula darah.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KEBERSIHAN TELINGA PADA ANAK USIA SEKOLAH (6-7 TAHUN) DI SDN KEBONAGUNG 05 KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: REZA ANDI ADMA WIJAYA
NIM: 1201100106
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd,M.Kes, ; Erlina Suci A, S.Kep. Ns, M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kebersihan Telinga Pada Anak Usia Sekolah (6-7 tahun) di SDN Kebonagung 5 Kabupaten Malang. Reza Andi Adma Wijaya (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Wahyuningsri, S.Pd,M.Kes, (Pendamping) Erlina Suci A, S.Kep. Ns, M.Kep. Kebersihan telinga adalah hal yang perlu diperhatikan pada anak usia sekolah karena hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan pada anak, biasanya anak kurang memperhatikan kebersihan telinganya apabila terus dibiarkan dalam kondisi kurang bersih maka anak bisa terkena infeksi telinga dan gangguan pendengaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015 bertempat di SDN Kebonagung 5 Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan kebersihan telinga pada anak usia sekolah (6-7 tahun). Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan jenis survei dengan 40 anak sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan angket checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebersihan telinga anak usia sekolah (6-7 tahun) di SDN kebonagung 5 dikategorikan (80%) baik dan (20%) dikategorikan kurang. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah meneliti tentang perbedaan tingkat kebersihan telinga anak usia sekolah yang bersekolah di daerah perkotaan dengan anak usia sekolah yang bersekolah di perdesaan. Kata kunci : Kebersihan telinga, Anak Usia Sekolah, SDN Kebonagung 5
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR ANAK JALANAN DI GRIYA BACA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHEILIA OKTAVIA RULISTIN
NIM: 1201100078
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: (1) Dr. Susi Milwati, SKp, MPd, (2) Widya W., SKep, M. Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kebutuhan Istirahat Tidur Anak Jalanan Di Griya Baca Kota Malang. Sheilia Oktavia Rulistin (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susi Milwati, SKp, MPd, (2) Widya W., SKep, M. Kes. Kata Kunci: Anak jalanan, Istirahat Tidur Anak jalanan adalah anak yang berusia 5-21 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dan atau berkeliaran di jalanan maupun di tempat-tempat umum. Anak jalanan mempunyai kebutuhan yang sama dengan anak lain salah satunya adalah kebutuhan istirahat tidur. Istirahat tidur adalah keadaan fisiologis, merupakan kondisi istirahat reguler dengan karakteristik berkurangnya gerakan tubuh dan penurunan tingkat kesadaran terhadap sekelilingnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan istirahat tidur anak jalanan di Griya Baca Malang yang meliputi kuantitas dan kualitas istirahat tidur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan sampel sebanyak 20 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22-23 Maret 2015 menggunakan instrument kuesioner. Hasil penelitian didapatkan kebutuhan istirahat tidur (kuantitas) adalah berlebihan (55%), cukup (15%), kurang (30%) dan domain kebutuhan istirahat tidur (kualitas) berkualitas 75%, tidak berkualitas 25%. Kesimpulan dari penelitian ini kebutuhan istirahat tidur (kuantitas) adalah berlebihan (55%), dan domain kebutuhan istirahat tidur (kualitas) sebagian besar (75%) berkualitas. Diharapkan melalui hasil penelitian ini anak jalanan dapat mengurangi jam tidur mereka dengan menambah aktivitas yang sesuai dengan usia anak jalanan dengan bantuan LSM Griya Baca serta peran serta orang tua.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KECEMASAN ANAK USIA 3-6 TAHUN DENGAN HOSPITALISASI PRE DAN POST PEMBERIAN TERAPI BERMAIN DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INTANNIA CAHYA SARI
NIM: 1201100074
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Widya Warastuti, S.Kep, M.Kep, dan Erlina Suci Astuti, S.Kep, Ns, M.Kep
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan Anak Usia 3-6 Tahun Dengan Hospitalisasi Pre Dan Post Pemberian Terapi Bermain Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Intannia Cahya Sari (2015). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan. Pembimbing (Utama) Widya Warastuti, S.Kep, M.Kep, (Pendamping) Erlina Suci Astuti, S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci: Kecemasan, Anak usia 3-6 tahun, Terapi Bermain Terapi bermain adalah usaha mengubah tingkah laku bermasalah, dengan menempatkan anak dalam situasi bermain. Melalui kegiatan bermain, daya pikir anak terangsang untuk mendayagunakan aspek emosional, sosial, serta fisiknya. Bermain tidak hanya dibutuhkan oleh anak yang sehat, anak yang sedang sakit pun memerlukannya. Perilaku anak yang tidak kooperatif saat dirawat disebabkan oleh kecemasan anak saat hospitalisasi. Kecemasan anak saat hospitalisasi dapat dikurangi dengan pemberian terapi bermain. Tujuan penelitian adalah mengetahui kecemasan anak usia 3-6 tahun dengan hospitalisasi pre dan post pemberian terapi bermain. Metode yang digunakan adalah Deskriptif survei. Sampel penelitian sebanyak 34 orang menggunakan Sampling Incidental. Instrument yang digunakan yaitu lembar pengkajian skala HARS dan lembar panduan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan 2 Maret-31 Maret 2015 di ruang anak Empu Tantular RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang. Pada penelitian ini diperoleh hasil dari kecemasan anak pre pemberian terapi bermain 70 % kecemasan sedang, dan kecemasan anak post pemberian terapi bermain 76% kecemasan ringan. Sebagian besar anak mengalami penurunan kecemasan post pemberian terapi bermain. Rekomendasi agar mengadakan penelitian yang berbeda dengan variable yang berbeda yaitu penatalaksanaan terapi bermain terhadap penurunan kecemasan anak.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN KECEMASAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA LANSIA YANG TINGGAL KURANG DARI 1 TAHUN DI UPT PSLU BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: STEVANUS GALEH KURNIAWAN
NIM: 1201100085
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM, MPH. ; Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Lansia yang Tinggal Kurang dari 1 Tahun di UPT PSLU Blitar. Stevanus Galeh Kurniawan NIM. 1201100085 (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskskriptif Survei, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Sugianto Hadi, SKM, MPH. Pembimbing (Pendamping) Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Kata Kunci : Kecemasan, Faktor, Lansia Kurang Dari 1 Tahun Lansia yang masih baru tinggal di panti werda biasanya akan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dari pada lansia yang sudah lama tinggal di panti. Kecemasan yang tinggi ini disebabkan karena beralihnya tempat tinggal dan suasana. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kecemasan dan faktor yang mempengaruhi pada lansia yang tinggal kurang dari 1 tahun di UPT PSLU Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif survei dengan jumlah responden 11 lansia diambil secara Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan kuesioner. Hasil penelitian memperoleh 36 % lansia tidak mengalami cemas, 28 % mengalami cemas sedang, 18 % mengalami cemas ringan, dan 18 % mengalami cemas berat, dengan faktor dukungan sosial sebanyak 3 lansia, faktor lingkungan fisik 1 lansia, faktor penyakit 1 lansia dan ketiga faktor sebanyak 2 lansia. Rekomendasi penelitian ini adalah responden sebaiknya lebih meningkatkan interaksi dengan lingkungan sekitar dan mencoba menerima keadaan yang ada agar rasa cemas yang ada sedikit demi sedikit hilang.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan