Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4381–4390 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN DERAJAT PLEBITIS SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: RAFI FARHANY
NIM: 1201100013
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Budi Susatia, S.Kp, M.kes, (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep.Ns, M.Kes
Subjek: Plebitis, IV (Intravena) Line, Kompres Hangat
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Derajat Plebitis Sebelum dan Sesudah Pemberian Kompres Hangat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Rafi Farhany (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi D3 Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Budi Susatia, S.Kp, M.kes, (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep.Ns, M.Kes Kata Kunci : Plebitis, IV (Intravena) Line, Kompres Hangat Phlebitis merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang sering terjadi pada pasien selama proses keperawatan dengan indikasi munculnya bengkak, nyeri, kemerahan (eritema), dan hangat pada pembuluh vena sepanjang area insersi. Salah satu penanganannya dengan kompres hangat. Melalui kompres hangat diharapkan mampu mengurangi dampak plebitis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui derajat plebitis sebelum dan setelah dilakukan kompres hangat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dan menggunakan metode observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang mempunyai kriteria sesuai faktor inklusi. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan observasi selama tiga hari subjek yang mengalami plebitis mengalami penurunan derajat plebitis. Subjek I mengalami penurunan derajat plebitis dari 3 menjadi 0, Subjek II mengalami penurunan derajar plebitis dari 2 menjadi 0, Subjek III mengalami penurunan derajar plebitis dari 3 menjadi 1. Kesimpulan dari penelitian studi kasus ini adalah kompres hangat dapat menurunkan derajat plebitis pada subjek yang mengalami plebitis. Rekomendasi dari penelitian ini adalah tersedianya SOP (Standart Operasional Prosedur) yang bersifat non-farmakologis seperti kompres hangat.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN DIRI PADA REMAJA YAN OBESITAS DI SMP NEGERI 1 BEJI KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SAIDATUL ABADIYAH
NIM: 1201100092
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep., Widya Warastuti S.Kep, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Diri Pada Remaja yang Obesitas di SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan (Deskriptif Studi Kasus). Saidatul Abadiyah (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan. Politekinik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep., (Pendamping) Widya Warastuti S.Kep, M.Kes. Kata Kunci: Gambaran Diri, Obesitas, Remaja Gambaran diri atau citra diri (body image) adalah kumpulan sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya, termasuk persepsi perasaan masa lalu dan sekarang tentang ukuran dan bentuk, fungsi, penampilan, dan potensi. Obesitas adalah salah satu masalah pada remaja. Adanya remaja yang mengalami obesitas dapat mengganggu gambaran diri sehingga berdampak pada potensi diri dalam mengembangkan diri dan pencapaian tujuan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gambaran diri pada remaja yang obesitas di SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian adalah deskriptif studi kasus dengan jumlah 2 orang remaja. Pengumpulan data menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk narasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu: Subyek I memiliki gambaran diri positif sedangkan Subyek II memiliki gambaran diri negatif. Rekomendasi penelitian ini yaitu bagi sekolah diharapkan dapat membantu remaja menerima dirinya secara realistis dan mengembangkan potensi diri melalui pengembangan program konseling dan penelitian selanjutnya dapat melakukan studi tentang konseling gambaran diri remaja obesitas terhadap gambaran diri.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS DINOYO

Lihat Detail Karya
Penulis: M. AMIN FAJAR
NIM: 1201100052
Program Studi: Polkesma Kebidanan
Dosen Pembimbing: Farida Halis DK., SKP, M.Pd. Kissa Bahari, SKep Ns. M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Yang Mengalami Skizofrenia Di Puskesmas Dinoyo. M. Amin Fajar (2015). Karya Tulis Ilmiah. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Farida Halis DK., SKP, M.Pd. Pembimbing II: Kissa Bahari, SKep Ns. M.Kep. Faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia adalah kurangnya peran serta keluarga dalam memberikan dukungan perawatan. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam memberikan perawatan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini bertujuan mengetahui dukungan keluarga pada anggota keluarga yang mengalami Skizofrenia. Metode rancangan yang digunakan adalah studi kasus dengan satu subyek. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur. Pengolahan data yang digunakan adalah teknik non statistik dan disajikan secara narasi. Hasil penelitian sebagian besar kebutuhan dukungan keluarga telah diberikan pada pasien skizofrenia selama perawatan. Dilihat dari dukungan instrumental subyek sudah memberikan sebagian dukungan instrumental, tetapi sebagian masih belum diberikan karena keterbatasan ekonomi; dukungan informatif sudah diberikan semua dengan pengetahuan yang dimiliki keluarga karena tersedianya sumber informasi dan latar belakang pendidikan subyek yang baik; dukungan emosional belum semua diberikan oleh subyek karena pengalaman masa lalu yang pasien yang suka membangkang pada subyek. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penjelasan lebih mendalam mengenai penatalaksanaan pasien skizofrenia di rumah agar dalam penerapannya bisa semakin baik lagi. Kata Kunci: Dukungan keluarga, Skizofrenia
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI TERJADINYA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIANA ZAHROTUN NISA’
NIM: 1201100119
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd.
Subjek: Faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI TERJADINYA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG (Deskriptif Survei)

Lihat Detail Karya
Penulis: DIANA ZAHROTUN NISA’
NIM: 1201100119
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed
Subjek: Faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Terjadinya Hipertensi di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Diana Zahrotun Nisa’ (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Susi Milwati, S.Kp, M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed. Kata kunci : Faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi Hipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peninggian tekanan darah. Seringkali tidak disadari, karena biasanya gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada ginjal, mata, otak, atau jantung. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi merupakan suatu hal yang mendasari seseorang terkena hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi yang dilihat dari riwayat keluarga, usia/penuaan, obesitas, konsumsi rokok, stress, aktifitas fisik, konsumsi alkohol, konsumsi tinggi natrium dan tinggi lemak jenuh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survey. Responden penelitian ini adalah klien hipertensi kronis yang berkunjung di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Dengan jumlah responden 48 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, pengumpulan data menggunakan kuisioner, studi dokumentasi, dan pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya hipertensi di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang adalah responden yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi 62,5%, usia/ penuaan 92% adalah lansia, IMT obesitas 42%, perilaku merokok 54,2%, stress 66,7%, aktifitas fisik ringan 65%, konsumsi alkohol 2%, sering mengkonsumsi tinggi natrium 60%, sering mengkonsumsi tinggi lemak jenuh 70,8%. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya memonitor tekanan darah secara rutin, dan menerapkan pola hidup sehat untuk meminimalisir faktor terjadinya hipertensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN FAKTOR RISIKO DM TIPE 2 PADA UMUR 45-64 TAHUN DI RW 15 KELURAHAN LOWOKWARU MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVY NUR HIDYAWATI
NIM: 1201100116
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: (1) Maria Diah CT, S. Kep, Ns, M. Kep, Sp. KMB. (2) dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, MQIH.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor Risiko DM Tipe 2 Pada Umur 45 – 64 Tahun di RW 15 Kelurahan Lowokwaru Malang. Devy Nur Hidyawati (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Progam Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Maria Diah CT, S. Kep, Ns, M. Kep, Sp. KMB. (2) dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, MQIH. Kata Kunci : Faktor Risiko DM Tipe 2, Umur 45 – 64 Tahun DM adalah penyakit kronis dengan peningkatan kadar gula darah (kadar gula darah puasa ≥126 g/dL dan sewaktu ≥200 g/dL). Faktor risikonya adalah gaya hidup minim gerak, stress, usia, keturunan, kegemukan, Impaired Glucose Tolerance, ras/etnik, tingkat ekonomi, pola makan salah, pemakaian obat-obatan, lingkar pinggang. DM tipe 2 sering muncul mulai usia 40-an. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko DM tipe 2 (kegemukan, lingkar pinggang, aktivitas fisik, pola makan salah, pemakaian obat anti hipertensi, riwayat keturunan) pada umur 45 – 64 tahun di RW 15 Keluruhan Lowokwaru Malang. Penelitian menggunakan deskriptif survey dengan teknik cluster sampling dan sampel 53 responden. Dilakukan tanggal 22 – 25 Maret 2015 dengan instrumen kuisioner dan observasi. Hasil penelitian didapatkan kegemukan 58,50%, lingkar pinggang berlebih 26,40%, aktivitas ringan 60,40%, sering mengonsumsi pola makan salah 11,30%, mengonsumsi obat anti hipertensi 18,80%, mengonsumsi obat anti hipertensi, jantung, asma 1,90%, memiliki keturunan DM 17%, memiliki aktivitas ringan disertai kegemukan 20 orang, 5 orang memiliki 4 faktor risiko dengan kesimpulan bahwa semakin banyak faktor risiko yang dimiliki responden maka akan memperberat terjadinya DM tipe 2. Diharapkan responden meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan cepat, senam diabetik dan lansia, menstabilkan berat badan, mengecilkan lingkar pinggang, mengurangi jenis makanan yang dapat menunjang terjadinya DM tipe 2.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA YANG DIBERIKAN TERAPI SENAM OTAK DI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RISNA NUR PRADANY
NIM: 1201100058
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Imam S. S.Kp,M.Kep.,Sp.Kom., Drs.H. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes.
Subjek: Status Kognitif Lansia, Senam Otak,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Fungsi Kognitif Lansia Yang Diberikan Terapi Senam Otak Di Griya Kasih Siloam Kota Malang. Risna Nur Pradany (2015) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, (Pembimbing Utama) Imam S. S.Kp,M.Kep.,Sp.Kom. (Pendamping) Drs.H. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes. Kata Kunci: Status Kognitif Lansia, Senam Otak Perubahan kognitif pada lansia terlihat sebagai gangguan ringan daya ingat yang terus-menerus dan diidentikkan dengan pelupa. Namun, perubahan atau kemunduran fungsi kognitif ini dapat dihambat dengan melakukan latihan olahraga atau senam otak. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan perubahan status fungsi kognitif pada lansia yang menjalani terapi senam otak di Griya Kasih Siloam Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 Februari-3 Maret 2015. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif (studi kasus) dengan memberikan intervensi dan wawancara serta observasi. Subjek penelitian ini adalah Ny. Pg (65 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan status fungsi kognitif dari skor 23 (gangguan kognitif sedang) menjadi 27 (gangguan kognitif ringan / tidak ada gangguan kognitif). Kesimpulan dari penelitian ini adalah senam otak yang dilakukan selama satu bulan dapat meningkatkan skor MMSE (Mini Mental Status Exam) pada lansia. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar segera memberikan pelatihan rutin yang efektif dan teratur sehingga dapat mengurangi angka kejadian penurunan kognitif dan meningkatkan produktivitas lansia.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI DWI CHAYANTI
NIM: 1201100042
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep.Ns, M.Kes
Subjek: Gaya Hidup, Penyakit Jantung Koroner
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI DWI CHAYANTI
NIM: 1201100042
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kp, M.Kep, Tavip Dwi Wahyuni, SKep Ns. M.Kes
Subjek: Gaya Hidup, Penyakit Jantung Koroner
Lihat Abstraksi
Chayanti, Dewi Dwi (2015), Gambaran Gaya Hidup pada Penderita Jantung Koroner di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kp, M.Kep, (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni, SKep Ns. M.Kes. Gaya hidup merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran gaya hidup yang terdiri dari aktivitas fisik dan kebiasaan berolahraga, kebiasaan makan, kebiasaan yang diminum, merokok, kebiasaan tidur, dan pengelolaan stress pada penderita penyakit jantung koroner di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan jenis survei dengan 30 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 sampai dengan 28 Februari 2015 yang bertempat di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup pada aspek aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga dalam kategori cukup baik (57%), aspek kebiasaan makan pada penderita dalam kategori cukup baik (57%), aspek kebiasaan yang diminum dalam kategori baik (90%), aspek kebiasaan merokok dalam kategori baik (57%), aspek kebiasaan tidur dalam kategori baik (60%), aspek pengelolaan stress dalam kategori cukup baik (53%), Gaya Hidup Pada Penderita Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam kategori cukup baik (77%). Rekomendasi dalam penelitian ini adalah mengadakan program untuk bimbingan dan penyuluhan tentang gaya hidup yang baik untuk menurunkan resiko dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah lebih menggali faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan gaya hidup sehingga dapat diketahui faktor dominan yang paling berpengaruh Kata Kunci: Gaya Hidup, Penyakit Jantung Koroner.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR (DESKRIPTIF SURVEY)

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI DWI CHAYANTI
NIM: 1201100042
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kp, M.Kep, Tavip Dwi Wahyuni, SKep Ns. M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Chayanti, Dewi Dwi (2015), Gambaran Gaya Hidup pada Penderita Jantung Koroner di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kp, M.Kep, (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni, SKep Ns. M.Kes. Gaya hidup merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran gaya hidup yang terdiri dari aktivitas fisik dan kebiasaan berolahraga, kebiasaan makan, kebiasaan yang diminum, merokok, kebiasaan tidur, dan pengelolaan stress pada penderita penyakit jantung koroner di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan jenis survei dengan 30 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 sampai dengan 28 Februari 2015 yang bertempat di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup pada aspek aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga dalam kategori cukup baik (57%), aspek kebiasaan makan pada penderita dalam kategori cukup baik (57%), aspek kebiasaan yang diminum dalam kategori baik (90%), aspek kebiasaan merokok dalam kategori baik (57%), aspek kebiasaan tidur dalam kategori baik (60%), aspek pengelolaan stress dalam kategori cukup baik (53%), Gaya Hidup Pada Penderita Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam kategori cukup baik (77%). Rekomendasi dalam penelitian ini adalah mengadakan program untuk bimbingan dan penyuluhan tentang gaya hidup yang baik untuk menurunkan resiko dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah lebih menggali faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan gaya hidup sehingga dapat diketahui faktor dominan yang paling berpengaruh Kata Kunci: Gaya Hidup, Penyakit Jantung Koroner.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan