Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4371–4380 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETUBAN PECAH DINI (PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANE) PADA IBU HAMIL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: INTAN RIZKI ANDINI
NIM: 1201100032
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes. , Sri Mudayatiningsih,S.Kp,.M.Kes.
Subjek: Ketuban Pecah Dini, Faktor Internal KPD, Faktor Eksternal KPD,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-faktor penyebab ketuban pecah dini (Premature Rupture of Membrane) pada ibu hamil di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Intan Rizki Andini (2015). Karya Tulis Ilmiah deskriptif survey. Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes. Pembimbing (Pendamping) Sri Mudayatiningsih,S.Kp,.M.Kes. Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini, Faktor Internal KPD, Faktor Eksternal KPD. Ketuban Pecah Dini merupakan masalah kehamilan yang mempunyai dampak berbahaya baik bagi ibu maupun janin. Faktor penyebab terjadinya KPD belum diketahui secara pasti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beberapa faktor penyebab ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang meliputi faktor internal dan eksternal. Desain penelitian ini deskriptif survei dengan 32 orang sebagai responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen kuisioner untuk melihat data faktor KPD dan check list untuk melihat data dasar responden. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan paritas ibu hamil yang mengalami KPD/PROM 66%, kelainan letak janin 12%, polihidramnion 13%, kehamilan kembar 0%, riwayat abortus 6%, riwayat KPD 22%, hubungan seksual 6%, dan paparan asap rokok 16%. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah mengadakan penyuluhan dan pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang ketuban pecah dini.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI DESA SUKOANYAR KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NATA WISESA RAHMAH
NIM: 1203000011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S., STP., M. Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Nata Wisesa Rahmah. 2015. “Faktor-Faktor Penyebab Stunting Pada Balita Di Desa Sukoanyar Kecamatan Wajak Kabupaten Malang”. Program Studi D3 Malang, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: Sugeng Iwan S., STP., M. Kes Latar Belakang : Stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Rekapitulasi status gizi balita survey pemantauan status gizi balita tahun 2014 di Puskesmas Wajak mengenai stunting Kecamatan Wajak Kabupaten Malang berada dalam persentase 17,57% Desa Sukoanyar sendiri memiliki angka prevalensi stunting sebesar 22.29%.Berdasarkan data tersebut maka diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor penyebab stunting pada balita di desa Sukoanyar kecamatan Wajak kabupaten Malang. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab stunting di Desa Sukoanyar Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan Rancangan Studi Eksploratif dan Formulatif. Subjek penelitian ini adalah 42 balita stunting di Desa Sukoanyar Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian diperoleh mayoitas tngkat konsumsi Energi dan Protein balita stunting mengalami defisit dengan menu makanan yang kurang bervariasi. Pendapatan Orangtua balita sudah berada di atas garis kemiskinan desa di Jawa Timur dengan mayoritas pekerjaan ayah sebagai petani dan ibu sebagai Ibu Rumah Tangga. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa dari ke-8 faktor penyebab stunting yang diteliti, tingkat konsumsi energi dan protein merupakan faktor yang berpengaruh terhadap angka kejadian stunting. Kata Kunci : Faktor Penyebab, Stunting , Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BTA POSITIF PADA PASIEN TB PARU YANG MENDAPATKAN PENGOBATAN OAT KOMBINASI DOSIS TETAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AVRIZAL FALEFI
NIM: 1201100021
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom.
Subjek: Faktor-faktor, BTA positif, Pasien TB Paru, Pengobatan OAT Kombinasi Dosis Tetap.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BTA POSITIF PADA PASIEN TB PARU YANG MENDAPATKAN PENGOBATAN OAT KOMBINASI DOSIS TETAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AVRIZAL FALEFI
NIM: 1201100021
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi BTA Positif Pada Pasien TB Paru Yang Telah Mendapatkan Pengobatan OAT Kombinasi Dosis Tetap Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Avrizal Falefi (2015). Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, Pembimbing (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. Kata Kunci: Faktor-faktor, BTA positif, Pasien TB Paru, Pengobatan OAT Kombinasi Dosis Tetap. Tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung ditularkan melalui udara (droplet nuclei) saat seorang pasien TB BTA positif batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri tersebut terhirup orang lain saat bernapas, dengan masa inkubasi 6 bulan. Beberapa faktor yang mengakibatkan tidak konversinya BTA positif menjadi negatif adalah tidak taat minum obat, gizi yang tidak adekuat, dan sosial ekonomi yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor (Pengetahuan, Ketaatan berobat, aksesbilitas, sosial ekonomi, dan pola nutrisi) yang mempengaruhi BTA positif pada pasien TB Paru yang telah mendapatkan pengobatan OAT kombinasi dosis tetap di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif survey. Responden penelitian sebanyak 10 orang dengan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit TBC (80%), seluruh responden tidak taat berobat, aksesbilitas mudah ditempuh 50% responden, aksesbilitas bisa ditempuh 50% responden, sosial ekonomi seluruh responden kurang, pola nutrisi seluruh responden kurang. Diharapkan melalui penelitian ini tenaga kesehatan meningkatkan pengawasan minum obat kepada pasien TB Paru serta memberikan penyuluhan kebutuhan gizi saat pengobatan OAT Kombinasi Dosis Tetap.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA PRASEKOLAH DI POS PAUD PERLITA VINOLIA KELURAHAN MOJOLANGU

Lihat Detail Karya
Penulis: KASIANAH
NIM: 1201100049
Program Studi: D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, K.Kp., M.Pd.
Subjek: Faktor-faktor, Kesehatan gigi dan mulut, Usia prasekolahFaktor-faktor, Usia prasekolah
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA PRASEKOLAH DI POS PAUD PERLITA VINOLIA KELURAHAN MOJOLANGU

Lihat Detail Karya
Penulis: KASIANAH
NIM: 1201100049
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, SKp., MPd., (Pendamping) Widya Warastuti, SKep., MKes
Subjek: Faktor-faktor, Kesehatan gigi dan mulut, Usia prasekolah
Lihat Abstraksi
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Prasekolah di Pos PAUD Perlita Vinolia Kelurahan Mojolangu. Kasianah (2015) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, SKp., MPd., (Pendamping) Widya Warastuti, SKep., MKes. Kata Kunci: Faktor-faktor, Kesehatan gigi dan mulut, Usia prasekolah Kesehatan gigi dan mulut anak merupakan hal yang harus diperhatikan sejak pertumbuhan gigi susu untuk menghindari masalah gigi dan mulut seperti karies gigi, sariawan, atau bau mulut. Masalah karies gigi dan karang gigi pada anak usia prasekolah banyak ditemukan karena beberapa hal seperti gigi anak dibersihkan saat mandi pagi dan sore, bukan waktu yang tepat yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, anak suka menghisap jari, dan makan makanan manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak usia prasekolah di Pos PAUD Perlita Vinolia Kelurahan Mojolangu. Desain penelitian adalah desktiptif survei dengan 24 responden. Data diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini dilakukan pada Oktober –Juni 2015. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan observasi keadaan gigi dan mulut peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sistem pelayanan kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh sebesar 38%, faktor usia sangat berpengaruh sebesar 83%, faktor budaya kurang berpengaruh sebesar 67%, faktor lingkungan sangat berpengaruh sebesar 75%, faktor upaya ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak cukup berpengaruh sebesar 50%, faktor cara menyikat gigi yang benar oleh ibu terhadap anak sangat berpengaruh sebesar 54%, faktor kebiasaan anak yang tidak baik kurang berpengaruh sebesar 79%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan bagi peneliti berikutnya untuk mengidentifikasi lebih dalam masing-masing faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak usia prasekolah.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CHANDRA WIRAHADI KUSUMA
NIM: 1201100071
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep Ns, M.Kes (Pendamping) Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom
Subjek: Faktor-faktor Hipertensi, Lansia.,keperawatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wirahadi Kusuma, Chandra (2015). Faktor-faktor yang Menyebabkan Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep Ns, M.Kes Pembimbing (Pendamping) Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom Kata Kunci : Faktor-faktor Hipertensi, Lansia. Salah satu masalah kesehatan akibat dari proses penuaan pada lansia diantaranya adalah hipertensi, yaitu suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Hipertensi dapat disebabkan karena faktor usia, jenis kelamin, suku, obesitas, stres, konsumsi garam, merokok, dan konsumsi alkohol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi pada lansia di Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif survei dengan sampel 30 responden sesuai kriteria inklusi, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengolahan data dengan tabulasi dan data disajikan dalam bentuk diagram, tabel dan tekstular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang menderita hipertensi memiliki riwayat keluarga menderita hipertensi (57%), memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan asin (90%), serta kurangnya aktifitas fisik (50%). Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya agar dilakukan uji validitas ketika menentukan faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi pada lansia. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah memberikan penyuluhan tentang cara pola makan yang sehat , misalnya melalui poster makanan sehat bagi lansia hipertensi, membagikan makanan sehat bagi lansia hipertensi secara gratis pada acara tertentu, serta mading tentang contoh-contoh makanan yang menyebabkan hipertensi pada lansia. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya agar meneliti tentang faktor psikologi seperti stress sebagai faktor penyebab hipertensi pada lansia.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FUNGSI KELUARGA DALAM PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE PADA KEPALA KELUARGA YANG MENDERITA STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG (Deskriptif Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: ALDIA PALMA YUDASTA
NIM: 1201100010
Program Studi: Polkesma Keperawatan
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kep., M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fungsi Keluarga Dalam Pemenuhan Personal Hygiene Pada Kepala Keluarga yang Menderita Stroke di Wilayah Puskesmas Kendalsari. Aldia Palma Yudasta (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kep., M.Kep. Kata Kunci : Fungsi Keluarga, Pemenuhan Personal Hygiene. Stroke merupakan penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Gangguan yang ditimbulkan oleh stroke, dapat menghambat aktivitas penderita, khususnya dalam pemenuhan personal hygiene. Fungsi keluarga sangat diperlukan untuk membantu perawatan anggota keluarga yang menderita stroke dalam perawatan di rumah, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi keluarga dalam pemenuhan personal hygiene pada kepala keluarga yang menderita stroke. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan studi kasus dengan subjek penelitiannya adalah dua anggota keluarga yang melakukan fungsi pemenuhan personal hygiene pada kepala keluarga yang menderita stroke. Pengambilan data dilakukan pada subjek I pada tanggal 13 – 16 April 2015 sedangkan pada kasus II tanggal 26 – 29 April 2015. Pengambilan data dilakukan dengan mendatangi rumah kedua subjek dan mengumpulkan data dengan instrument observasi fungsi keluarga dan wawancara In Depth Interview. Penyajian data dan analisis data secara deskriptif dalam fungsi pemenuhan personal hygiene yang dilakukan oleh kedua subjek sudah baik. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan meningkatkan fungsi perawatan dan pemenuhan personal hygiene yang telah baik, dengan rata - rata mendapatkan interpretasi hasil lebih dari 69 pada 4 perlakuan personal hygiene.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

FUNGSI KELUARGA DALAM PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE PADA KEPALA KELUARGA YANG MENDERITA STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS KENDALSARI, MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALDIA PALMA YUDASTA
NIM: 1201100010
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kep., M.Kep
Subjek: Fungsi Keluarga, Pemenuhan Personal Hygiene
Lihat Abstraksi
Fungsi Keluarga Dalam Pemenuhan Personal Hygiene Pada Kepala Keluarga yang Menderita Stroke di Wilayah Puskesmas Kendalsari. Aldia Palma Yudasta (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN, SKM., M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kep., M.Kep. Kata Kunci : Fungsi Keluarga, Pemenuhan Personal Hygiene. Stroke merupakan penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Gangguan yang ditimbulkan oleh stroke, dapat menghambat aktivitas penderita, khususnya dalam pemenuhan personal hygiene. Fungsi keluarga sangat diperlukan untuk membantu perawatan anggota keluarga yang menderita stroke dalam perawatan di rumah, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi keluarga dalam pemenuhan personal hygiene pada kepala keluarga yang menderita stroke. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan studi kasus dengan subjek penelitiannya adalah dua anggota keluarga yang melakukan fungsi pemenuhan personal hygiene pada kepala keluarga yang menderita stroke. Pengambilan data dilakukan pada subjek I pada tanggal 13 – 16 April 2015 sedangkan pada kasus II tanggal 26 – 29 April 2015. Pengambilan data dilakukan dengan mendatangi rumah kedua subjek dan mengumpulkan data dengan instrument observasi fungsi keluarga dan wawancara In Depth Interview. Penyajian data dan analisis data secara deskriptif dalam fungsi pemenuhan personal hygiene yang dilakukan oleh kedua subjek sudah baik. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan meningkatkan fungsi perawatan dan pemenuhan personal hygiene yang telah baik, dengan rata - rata mendapatkan interpretasi hasil lebih dari 69 pada 4 perlakuan personal hygiene.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

GAMBARAN CITRA TUBUH (BODY IMAGE) PADA KLIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG (Deskriptif Survey)

Lihat Detail Karya
Penulis: AHMAD ELMAN FAUDY
NIM: 1201100018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes., (Pendamping) Farida Halis D.K. S.Kp., M.Pd
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran citra tubuh (body image) pada klien tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Ahmad Elman Faudy (2015). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes., (Pendamping) Farida Halis D.K. S.Kp., M.Pd. Tuberkulosis merupakan penyakit yang mempengaruhi perubahan pada fisik yang berdampak pada citra tubuh penderita tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran citra tubuh pada klien tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif survey dengan 30 orang responden sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 Februari sampai 11 April di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran citra tubuh pada klien tuberkulosis paru 90% memiliki persepsi yang maladaptif (negatif) dengan rincian aspek ukuran dan bentuk 57% memiliki persepsi citra tubuh yang maladaptif (negatif), aspek fungsi 93% memiliki persepsi citra tubuh yang maladaptif (negatif), aspek penampilan 83% memiliki persepsi citra tubuh yang maladaptif (negatif), dan aspek potensi 100% memiliki persepsi citra tubuh yang maladaptif (negatif). Rekomendasi dalam penelitian ini adalah mengadakan penyuluhan tentang konsep diri khususnya citra tubuh dan melakukan intervensi yaitu berupa motivasi untuk meningkatkan citra tubuh penderita. Kata Kunci : Citra Tubuh, Tuberkulosis Paru
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan